BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan deras yang mengguyur beberapa daerah termasuk di Kabupaten Jepara selama satu minggu terakhir membuat proyek perbaikan jalan sedikit terganggu.
Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Dimas Hanantiyo.
Baca Juga: Pabrik Baru di Jepara Resmi Beroperasi, Diprediksi Serap 6 Ribu Tenaga Kerja
“Memang jadwal ada yang mundur. Tapi tetap kita usahakan on schedule,” kata Dimas pada Selasa (28/10/2025).
Dimas mengatakan kondisi cuaca yang sering terjadi hujan membuat proyek pengecoran atau betonisasi membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengaspalan. Sebab proses pengeringan membutuhkan cuaca panas yang baik.
“Tapi kalau aspal, begitu hujan reda, kita bisa maksimalkan. Tidak seperti pengecoran. Yang memang butuh effort lebih kalau di kondisi cuaca seperti ini,” ujarnya.
Sampai saat ini, total terdapat 25 titik proyek perbaikan jalan yang sedang dikerjakan. Dari jumlah itu, empat titik diantaranya sudah selesai pengerjaan.
“Yang lain progresnya variatif. Karena ada kendala cuaca. Kalau yang pengaspalan sudah 20 persen lebih. Kalau yang betonisasi ada yang sudah 50 persen, 30 persen, macam-macam,” sebutnya.
Dimas memarget perbaikan jalan di 25 titik itu bisa selesai pada akhir Desember 2025 mendatang. Meskipun terjadi hujan deras, ia mengatakan suah terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Sehingga ia yakin proyek-proyek tersebut akan selesai tepat waktu.
Seperti diberikan sebelumnya, hingga triwulan akhir tahun 2025, progres perbaikan jalan kabupaten baru mencapai 42 persen.
Berdasarkan data dari Dinas PUPR Jepara, tahun ini ada 106 kilometer jalan yang diperbaiki. Itu terdiri dari peningkatan jalan sepanjang 70 kilometer, pelebaran 7,3 kilometer, pemeliharaan 19,9 kilometer, dan sisanya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang 9 kilometer.
Baca Juga: Tercemar Air Asin, 1.032 Hektare Lahan Padi di Jepara Terancam Gagal Panen
Anggaran yang dialokasikan untuk memuluskan 106 kilometer jalan kabupaten itu sebesar Rp133 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara.
Dengan rincian, Rp47 miliar bersumber dari APBD murni, dan sisanya Rp86 miliar berasal dari dana utang atau pinjaman daerah.
Editor: Haikal Rosyada

