Beranda blog Halaman 1858

Jadikan Stay at Home Gak Ngebosenin dengan Cara Ini

0
Ekodiono, Humas Perpusda Kudus menunjukkan aplikasi iKudus. Foto: Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga pria terlihat sedang duduk di depan pintu gerbang masuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus. Satu di antaranya yaitu Ekodiono (43). Humas Perpusda Kudus itu sudi mempraktikkan cara mendaftar aplikasi iKudus untuk mengakses buku bacaan yang disediakan Perpusda.

Eko sapaan akrabnya, mengungkapkan, bahwa warga Kudus bisa mengakses aplikasi iKudus tersebut dengan mengunduh melalui Play Store. Keberadaan aplikasi ini, diharapkan bisa membantu warga untuk tetap mendapatkan buku bacaan di tengah instruksi untuk stay at home dalam rangka memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Baca juga : Fokus Potensi Anak, Sekolah Alam Nara Mulia Ingin Siapkan Individu Tangguh

Sambil mengeluarkan telepon seluler dari sakunya, dia mulai membuka aplikasi iKudus. Langkah pertama setelah mendownload, pilih ‘Klik untuk mendaftar’. Setelah itu akan diminta untuk memasukkan data login, email dan kata sandi.

“Selanjutnya masukkan data pribadi, nama lengkap, tangga lahir, jenis kelamin, jenis identitas yang digunakan, nomor telepon, pendidikan terakhir dan pekerjaan. Geser ke bawah dan lanjutkan untuk memasukkan informasi domisili. Alamat lengkap, provinsi, kota, kecamatan dan kelurahan,” jelasnya kepada betanews.id, Kamis (16/4/2020).

Warga Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus itu, melanjutkan, mengupload data pelengkap. Foto kartu identitas yang digunakan saat mendaftar dan foto pribadi. Setelah semua diisi, kemudian pilih ‘Kirim Registrasi’.

Baca juga : UMK Tunda Wisuda 600 Mahasiswa

“Kalau seluruh tahapan sudah selesai, kemudian tinggal menunggu email verifikasi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus. Jika sudah terverifikasi, berarti sudah bisa mengakses aplikasi iKudus. Di aplikasi tersebut ada sekitar 326 e-book yang bisa dibaca,” jelasnya sambil menunjukan menu aplikasi tersebut.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sempat Dipulangkan ke Rumah, 6 PDP Dinyatakan Positif Corona

0
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Andiri Aridewi. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pada Kamis (23/4/2020), jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus kembali bertambah. Yang semula tercatat ada 12 orang, kini terdapat kasus baru sebanyak 6 orang, sehingga bertambah menjadi 18 orang.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi, enam pasien tersebut berasal dari luar daerah dan dari Kabupaten Kudus sendiri. Untuk yang berasal dari Kudus, pasien terkonfirmasi positif Covid yakni berasal dari Kecamatan Dawe sebanyak dua orang. Sedangkan yang berasal dari luar wilayah, yakni dari Demak sebanyak dua orang dan dari Jepara sebanyak satu orang.

Menurutnya, sebelum terkonfirmasi positif melalui tes swab, pasien tersebut berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah sempat diperbolehkan pulang dan sehat.

“Kondisi umum berdasarkan hasil pemeriksaan baik. Dan ini dari panduan penatalaksanaan yang dikeluarkan Kemenkes memang dimungkinkan. Dan dilanjutkan isolasi mandiri di rumah,” jelasnya, Kamis (23/4/2020).

Baca juga : Tambah 2 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di Kudus jadi 12 Orang

Namun dari hasil swab yang keluar tanggal 22 April malam, keenamnya terkonfirmasi positif Covid-19. Pihaknya langsung menjemput pasien untuk kembali ke rumah sakit.

“Hasil sementara tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK) dan puskesmas, dua dipastikan dirawat kembali ke rumah sakit. Dan satu dari Dawe masih proses telusur,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk tiga pasien dari luar wilayah Kabupaten Kudus, penanganan diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat.

dr Andini merinci, tiga pasien terkonfirmasi positif baru asal Kabupaten Kudus yakni laki-laki 60 tahun asal Kecamatan Dawe. Pasien tidak ada riwayat perjalanan namun memiliki penyakit penyerta. Dirawat di rumah sakit tanggal 11 sampai 18 April.

Selanjutnya, yakni warga Kecamatan Bae dengan usia 52 tahun. Pasien perempuan tersebut riwayat perjalanan dari RSI Sultan Agung Semarang. Dirawat di rumah sakit tanggal 14 sampai 21 April.

Terakhir yakni, laki-laki asal Kecamatan Dawe usia 26 tahun. Riwayat perjalanan dari Jakarta namun tidak memiliki penyakit penyerta. Dirawat di rumah sakit tanggal 13 sampai 18 April.”Semua pernah dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi,” ungkapnya.

Untuk tiga pasien baru dari luar wilayah Kudus, dr Andini mengungkapkan, keseluruhan perempuan. Yakni warga asal Dempet, Demak dengan riwayat perjalanan dari Semarang. Perempuan tersebut berusia 29 tahun dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi tanggal 12 sampai 18 April.

Baca juga : Pertama di Jateng, Tes PCR Corona di UNDIP Gunakan Model Drive Thru

Selanjutnya, perempuan usia 18 tahun dari Mayong, Jepara. Pasien memiliki kontak dengan temannya yang datang dari Jakarta. Memiliki penyakit penyerta dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi tanggal 11 sampai 18 April.

Terakhir yakni, perempuan 60 tahun asal Dempet, Demak. Memiliki penyakit penyerta dan tidak ada riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi tanggal empat sampai 11 April.

“Keseluruhan pasien di tes ulang swab dan hari ini ditracking ulang oleh DKK dan Puskesmas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Kudus Laris Manis

0
Penjual di Toko Bunga Kidul Pisan sedang melayani pembeli, Kamis (23/4/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi lampu merah Poroliman, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak beberapa orang antri di depan toko bunga. Di dalam toko, dua perempuan begitu cekatan membungkus pesanan para pembeli. Tempat tersebut yakni Toko Bunga Kidul Pisan milik Arif Hidayat (63).

Saat ditemui, Arif mengatakan, toko bunganya kebanjiran pembeli saat jelang Ramadan. Aneka bunga yang dijualnya laris manis diburu pembeli. Bahkan saking larisnya, pukul 14.00 WIB bunga di tokonya sudah habis terjual. Pembelinya juga tidak hanya berasal dari Kudus saja, karena banyak juga yang berasal dari Pati, Jepara, dan Demak.

“Dua hari menjelang bulan puasa, kami para penjual bunga ketiban berkah. Bisa dilihat, bunga di toko saya sudah terjual semua, alias habis. Padahal masih siang,” katanya saat ditemui, Kamis (23/4/2020).

Kerumunan pembeli tampak memadati penjual bunga di lampu merah Poroliman, Barongan, Kudus, Kamis (23/4/2020). Foto: Rabu Sipan.

Pria yang tinggal di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu menambahkan, toko bunga Kidul Pisan menjual bunga untuk keperluan ziarah makam, bunga untuk pemakaman, bunga untuk hajatan dan keperluan lainnya, termasuk bunga tabur yang laris manis saat jelang Ramadan. Menurutnya, saat mendekati Ramadan, banyak masyarakat Kudus pada ziarah ke makam leluhurnya.

“Ini kan tradisi Jawa, ya. Jadi mereka yang punya leluhur sudah meninggal, biasanya pada ziarah ke kubur. Sambil bawa bunga untuk ditabur di makam leluhur mereka,” ungkapnya.

Di momen ini, dirinya bisa menjual 69 wakul bunga mawar, 100 ikat bunga potong, 3 kilogram bunga melati, serta bunga kenanga dan bunga kantil. Dari penjualan bunga tersebut, Arif mampu meraup omzet Rp 10 juta sehari.

“Kalau harga kurang lebihnya sama, ya. Kami menjual bunga untuk berbagai keperluan dengan harga mulai Rp 5 ribu,” ujar Arif yang mengaku sudah sembilan tahun berjualan bunga.

Baca juga: Stok Pangan di Jateng Dipastikan Aman Selama Ramadan

Hal senada juga diungkapkan Reni. Pemilik Toko Bunga Roudhoh itu mengaku cukup kewalahan melayani pembeli. Bahkan selama dua hari ini, dirinya harus menutup tokonya lebih awal karena stok bunga yang dijual selalu habis dengan cepat.

“Badan pegel semua ini. Capek karena dari pagi pembeli tidak berhenti. Sebenarnya stok bunga saya sudah habis saat zuhur. Tapi tadi nyari tambahan bunga dan habis pas Asar,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Kudus Dilarang Bunyikan Tongtek untuk Bangunkan Sahur

Perempuan yang mengaku baru sebulan berjualan bunga itu menambahkan, menjelang bulan puasa dirinya mampu menjual sebanyak enam wakul bunga mawar per hari. Sedangkan untuk bunga lainnya seperti bunga potong, melati, kenanga, dan bunga kantil belum dihitungnya.

“Kalau penghasilan hari ini sebenarnya belum dihitung. Tapi kalau Rp 3 juta insya Allah dapat lah,” ujarnya.

Salah satu pembeli Ricky, mengaku sering membeli bunga di kawasan tersebut. Biasanya, ia datang ke tempet tersebut setiap Kamis dan jelang Ramadan.

“Ini tadi membeli bunga tabur untuk ziarah ke makam orang tua,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Setiap Ketua RW Bakal Pimpin Satgas Jogo Tonggo untuk Antisipasi Warga Kelaparan

0
Ganjar Pranowo saat menjengu para perantau Pondok Boro. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, tidak ingin ada kejadian warganya meninggal kelaparan di tengah pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, Ganjar bakal membentuk Satgas Jogo Tonggo.

Satgas ini, nantinya akan ada di setiap RW sebagai pandemic respon berbasis masyarakat. Gerakan ini memanfaatkan kekuataan solidaritas masyarakat untuk memantau dan menjaga tetangga masing-masing.

Pada setiap Satgas Jogo Tonggo, nantinya dipimpin ketua RW dibantu para ketua RT. Satgas ini beranggotakan tim kesehatan, tim ekonomi, dan tim keamanan. Ketua satgas melaporkan kegiatan setiap hari kepada desa atau kelurahan.

“Maka keberagaman itu, lokalitas itu kita berikan ruang dan camat jadi supervisor. Kabupaten sama provinsi siap mensupport dan mengarahkan. Semoga dalam dua hari ini bisa selesai rancangannya, sehingga nanti saya keluarkan pergub,” kata Ganjar.

Baca juga : Pemprov Jateng Siapkan Aset untuk Karantina Pekerja Migran

Jogo Tonggo, menurutnya Ganjar, mengambil spirit solidaritas masyarakat pedesaan yang saling menjaga dan membantu dalam segala hal. “Orang desa terbiasa berbagi makanan, gotong royong membangun rumah dan menjaga lingkungan dengan siskamling. Spirit ini kita ambil karena basis kekuatan utama Jawa Tengah adalah desa,” katanya.

Lanjut Ganjar, sebelumnya narasi gotong royong sudah ia gerakkan ke seluruh desa di Jawa Tengah. Namun ia canangkan lagi dengan nama Jogo Tonggo disertai instruksi dan koordinasi lebih tegas. Penyiapan aturan ini diperkuat dengan masukan dari BNPB dan para pakar.

“Kita siapkan data dan pelibatan dari gugus tugas provinsi, bupati walikota, camat, hingga kades dan RW yang lebih terkoordinir,” jelasnya.

Gerakan ini mancakup dua hal. Yakni jaring pengaman sosial dan keamanan berupa sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga.

Juga jaring pengaman ekonomi, yang terdiri dua hal. Pertama memastikan tidak ada satupun warga yang kelaparan selama wabah Corona. Kedua, mengusahakan kegiatan ekonomi warga berjalan dengan baik pasca wabah Corona.

Menurut Ganjar, gerakan tersebut penting karena ia melihat kemungkinan banjir pengangguran dan langkanya bahan makanan pasca Covid-19. Maka pemerintah mesti bergerak sampai pemerintahan level paling bawah.

Maka setiap desa harus memastikan kebutuhan pangan tercukupi dengan memulai menanam dan beternak sejak sekarang. Lumbung pangan juga harus mulai diadakan di setiap desa bahkan RW.

Baca juga : Pemilik Warung Makan Wong Solo Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Penanganan Covid-19

“Sekarang mulai menanam dari sayur mayor hingga apotek hidup di tiap pekarangan. Desa atau RW yang belum punya ikan mulai menebar benih, yang belum punya telur dan daging mulai beternak ayam atau kambing. Dipetakan potensinya, kalau setiap desa punya produk, mereka juga bisa barter antar desa terdekat. Beras barter ikan, sayur barter telur misalnya. Jadi mau kondisi seperti apa, setidaknya kebutuhan dasar tercukupi,” jelas Ganjar.

Ganjar menegaskan, tidak ingin kejadian orang mati kelaparan terjadi di Jawa Tengah. Maka setiap warga harus menengok tetangga kiri kanan. Jika ada yang kesusahan agar melapor ke Ketua RW untuk dicarikan solusi bersama.

Ganjar juga memikirkan keberlanjutan ekonomi pasca Corona. Ia meminta setiap desa menggunakan dana desa untuk membuat kegiatan usaha pemberdayaan masyarakat.

“Makanya kegiatan padat karya jangan semua fisik, tapi yang sifatnya berlanjut. Perikanan, peternakan, konveksi, kerajinan, atau kuliner. Agar tidak sekali kegiatan lalu selesai. Siapa tahu yang sekarang mudik tidak perlu kembali ke kota jika ekonominya sudah bagus dari pemberdayaan itu,” pungkasnya.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Warga Kudus Dilarang Bunyikan Tongtek untuk Bangunkan Sahur

0
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (22/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Ramadan tahun ini tampaknya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya menjelang sahur terdengar musik tongtek yang dibunyikan sekumpulan anak muda untuk membangunkan sahur, maka di masa pandemi covid-19 ini kemungkinan sudah tidak ada lagi.

Tidak adanya musik tongtek ini, lantaran Plt Bupati Kudus HM Hartopo memutuskan untuk melarang kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di Kota Kretek.

“Saya melarang kegiatan tongtek yang biasa dilakukan saat Ramadan, karena kegiatan berkerumun tersebut dapat membantu penyebaran Covid-19,” tegasnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (22/4/2020).

Selain itu, untuk ibadah salat tarawih, dirinya meminta masyarakat untuk mengikuti imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah soal ibadah di rumah saja selama Ramadan.

Baca juga: Stok Pangan di Jateng Dipastikan Aman Selama Ramadan

Dalam imbauannya, MUI Jawa Tengah menganjurkan ibadah Ramadan seperti salat Jumat, salat rawatib (lima waktu), salat tarawih serta kegiatan keagamaan lain, hendaknya dilaksanakan di rumah masing-masing. Menurut Hartopo, hal tersebut baik untuk memutus penyebaran covid-19.

“Masjid yang masih melakukan salat tarawih harus menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dia melanjutkan, protokol kesehatan ini seperti menyiapkan tempat untuk cuci tangan, mengatur jarak antar jemaah, dan harus mengenakan masker.

Baca juga: MUI Jateng Imbau Salat Tarawih Dilaksanakan di Rumah

“Kemarin itu saya bersepeda. Saya kan, suka bersepeda sambil bagikan masker juga. Saya menemukan, di masjid Dawe protokol kesehatannya tidak ada. Tidak ada tempat cuci tangan dan tidak menerapkan physical distancing,” ungkapnya.

Makanya, ia meminta tim medis dari Puskesmas setempat untuk melakukan pengawasan di masjid-masjid yang masih melaksanakan salat tarawih.

“Saya minta ada tim medis, polri dan TNI yang ikut mengawasi,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ponsel Ini Dijual Rp 80 Ribu, Apa Istimewanya?

0
Yosep menunjukkan ponsel keluaran Strawberry yang dibanderol harga cuma Rp 80 ribu. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa karyawan di konter Rajawali Cell di komplek pertokoan Jl Lingkar Utara Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat sedang sibuk mengecek produk ponsel atau handphone. Saat ini, di konter tersebut sedang ada promo salah satu produk ponsel dengan harga yang cukup murah, yakni Rp 80 ribu.

Ponsel tersebut merupakan salah satu keluaran Strawberry KGTEL K-105. Bodi handphone yang mengingatkan kita pada masa-masa 90 an tersebut memang memiliki bentuk yang hampir sama dengan beberapa produk Nokia polyphonic berlayar warna.

Baca juga : K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Hal tersebut dikemukakan pemilik Rajawali Cell, Yosep Heru Utomo (50). Ia katakan, jika KGTEL K-105 ini memiliki beberapa fitur yang cukup menarik.

“Hp ini sudah dual sim dan GSM. Terus ada radio, ada slot memori card, ada senternya, ada games offline bawaan, terus juga musik. Dan ada beberapa pilihan warna,” kata Yosep kepada betanews.id, Selasa (21/4/2020).

Sambil mencoba fitur di dalam handphone satu per satu, ia mengatakan, jika sejak dua hari lalu produk tersebut sudah banyak peminat. Antara lain datang dari warga Kudus, Pati, Purwodadi, Jepara, Demak. Hingga luar Pulau Jawa, seperti Papua sampai Sumba. Produk itu sendiri didapatkan Yosep dari Kota Surabaya.

“Sejauh ini, sekitar 2-3 hari sudah terjual 86 unit. Kebanyakan memang peminatnya orang-orang tua. Karena praktis, buat telfon dan sms,” papar dia.

Baca juga : Permudah Laporan SPT Tahunan Secara Online, KPP Pratama Kudus Fasilitasi Kelas Pajak Gratis

Meskipun di tempatnya juga menyediakan berbagai merk handphone, tapi diakui untuk saat ini yang banyak dibeli adalah produk tersebut. Meskipun, KGTEL K-105 ini belum dilengkapi dengan fitur internet. Akan tetapi, Yosep menambahkan, jika handphone itu laris karena harga yang murah dengan segi kegunaan yang cukup bermanfaat melalui fitur-fitur polyphonic ala handphone jadul.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

ASN Jangan Kaget Jika Nanti THR Dipotong

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melantik sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (23/4/2020).

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong ASN untuk terus membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Bahkan, ia mewarning tak perlu kaget jika nanti THR dipotong untuk kepentingan melawan Corona.

“Bantulah mereka yang membutuhkan. Lihat tetangga kita kanan dan kiri, siapa yang membutuhkan bantuan. Siap-siap THR dipotong,” sentil Ganjar.

Diharapkan, ASN mampu menjadi promotor kesejukan dan saling membantu.”Momentum ini saya sampaikan. ASN ikut menjadi promotor kesejukan. Apalagi jelang puasa, yang menjadi momentum refleksi diri. Corona telah mengajari kita untuk bersaudara, hidup bersih dan saling tolong-menolong,” imbuhnya.

Baca juga : Pemprov Jateng Siapkan Aset untuk Karantina Pekerja Migran

Ganjar meminta ASN berjuang keras dan memberikan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal itu disampaikanya saat melantik sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (23/4/2020).

Pelantikan dilaksanakan di Gedung B lantai 2 Setda Provinsi Jawa Tengah itu, di antaranya Sudaryanto (Widyaiswara Ahli Utama pada BPSDMD), Sri Djumaini (Apoteker Ahli Utama RSUD Tugurejo), Maryam Fadilla (Dokter Ahli Utama RSJD Dr. RM Soedjarwadi), Sudirman Mustafa (Widyaiswara Ahli Utama BPSDMD), Mulyati (Arsiparis Ahli Madya RSUD Dr Moewardi).

Selain itu, Wahyu Putri Ariani (Arsiparis Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan), Effi Tirtakumalaningsih (Arsiparis Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan), Agus Purnomo (Analis Kepegawaian Mahir Badan Kepegawaian Daerah), Hendi Kristiana dan Nur Anwar (Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan).

Baca juga : Guru SMP di Kudus Sumbang Rp 100 Juta untuk Beli APD

“Kita sedang dalam kondisi yang butuh berjuang keras. Butuh kesadaran dan pengorbanan memberikan tindakan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar Ganjar Pranowo.

Menurutnya, pejabat yang baru dilantik penting untuk menunjukkan kemampuan fungsionalnya, untuk bersama-sama menghadapi Covid-19.

“Dunia kedokteran, kesehatan sedang ditantang. Jadi, kemampuan fungsional kali ini penting untuk ditunjukkan,” paparnya.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kavesa Gratiskan Biaya Nikah Tenaga Medis Covid-19 di Kudus, Ini Syaratnya

0
Taman Mega Sahwahita. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Deretan toko di Megawon Baru, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sepi, siang itu. Begitu juga aktivitas di Taman Mega Sahwahita yang berada di deretan toko tersebut. Tak banyak kegiatan yang bisa ditemui di taman yang bisa disewa untuk pesta pernikahan, pertemuan, outbound, hingga camping itu sejak ada pandemi covid-19.

Namun dalam beberapa hari ini, tempat dengan luas 3.000 meter persegi tersebut mendadak ramai di dunia maya, setelah ikut tergabung meluncurkan program menyediakan paket pernikahan gratis kepada tenaga medis covid-19.

Pengelola Taman Mega Sahwahita Abu Sofyan (38) menyampaikan, program ini merupakan bentuk kontribusi para vendor yang tergabung dalam Komunitas Vendor Bersama (Kavesa) Kudus, yang ditujukan kepada tenaga medis baik dokter dan perawat asli Kudus yang berjuang melawan covid-19.

Paket tersebut meliputi jasa wedding organizer (WO), tray mahar akrilik, make up, foto, dekorasi, lighting, dan sound system.

“Paket pernikahan gratis ini berlaku untuk prosesi akad nikah, dengan biaya maksimal yang kami tanggung sebesar Rp 10 juta. Jadi kalau ada yang mau nambah fasilitas, berarti ada tambahan biaya yang ditanggung pasangan,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (22/4/2020).

Ia melanjutkan, vendor yang mengikuti program ini adalah Taman Mega Sahwahita, Idaz Dekorasi, Litaru MUA, Eclipse Picture, Litaru MUA-make up artist, FM Lighting, Swatantra Event Organizer (SEO), Zakisa Audio dan Raja Seserahan.

“Selain itu juga ada support dari Hotel @Hom berbentuk voucher berupa kamar pengantin untuk satu pasangan yang nanti kami undi,” beber pria yang juga owner Swatantra Event Organizer (SEO) itu.

Baca juga: Guru SMP di Kudus Sumbang Rp 100 Juta untuk Beli APD

Syaratnya, lanjut Abu, tenaga medis melakukan pendaftaran di vendor-vendor yang tergabung dalam program, atau bisa ke sampai batas waktu 30 April 2020, pernikahannya sudah terdaftar di KUA, dan akad nikahnya dilaksanakan di 2020.

“Sampai saat ini sudah ada sekitar 60 orang yang mendaftar. Nanti kami akan memilih antara 15 sampai 20 pasangan,” kata Abu.

Baca juga: Pemilik Warung Makan Wong Solo Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Penanganan Covid-19

Bagi tenaga medis yang belum beruntung, pihaknya berencana akan menyiapkan program yang sama di Oktober 2020 dengan lebih banyak vendor yang terlibat.

“Ada banyak vendor yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan sosial ini. Namun kepastian programnya masih menunggu perkembangan situasi covid-19 di Kudus,” tutup Abu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Siswadi Terharu Dijenguk Ganjar, Curhat Sudah Tak Punya Penghasilan

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Pondok Boro Kamping Sumeneban Kota Semarang, Kamis (23/4/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Siswadi (45) masih tak menyangka jika orang yang mengunjunginya pagi itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penghuni Pondok Boro Kamping Sumeneban Kota Semarang itu pantas kaget, lantaran ia dan teman-temannya jarang sekali dikunjungi orang penting di kota tersebut.

Bangunan yang ditempati Siswadi dan 150 perantau lain dari Kebumen, Sragen dan daerah lain itu jauh dari kata layak. Tidak ada perabot laiknya tempat tinggal pada umumnya. Bahkan untuk tidur, mereka menggunakan papan berbentuk los panjang tanpa kasur ataupun bantal.

Dihadapan Ganjar, Pria asal Gombong, Kebumen itu langsung curhat soal ekonominya yang karut marut sejak adanya covid-19. Siswadi mengatakan, sebagian besar penghuni Pondok Boro bekerja seadanya di Kota Semarang. Ada yang kuli bangunan, jualan asongan keliling, jualan aksesoris, warung makan dan bekerja di sektor informal lainnya.

Baca juga: Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

“Kalau dulu sebelum ada corona, penghasilannya bisa diandalkan. Tapi sekarang sudah sepi, pemasukan berkurang bahkan tidak ada. Sementara kami di sini butuh makan dan butuh untuk membayar ongkos menginap sehari Rp 3.000,” keluhnya pada Ganjar yang datang untuk melihat kondisi para perantau, Kamis (23/4/2020).

Siswadi dan ratusan perantau itu pun meminta pemerintah memberikan perhatian. Apalagi, di tengah pandemi ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat yang ada di zona merah.

“Katanya ndak boleh pulang, Pak? Terus nasib kami gimana di sini? Siapa yang akan menjamin kami, Pak?” timpal Rohimah (50), warga Kebumen.

Baca juga: Ganjar Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Perantau yang Tidak Mudik

Mendengar itu, Ganjar langsung terenyuh. Ia mengatakan akan membantu untuk meringankan beban mereka. Selain mengirim makanan dan buah-buahan, Ganjar juga menanggung ongkos penginapan seluruh penghuni Pondok Boro selama sebulan.

“Nanti ongkos nginep di sini saya bayari sebulan. Tapi jangan mudik, ya. Tetap di sini saja supaya keluarga di rumah tidak tertular penyakit,” pesan Ganjar.

Ganjar juga meminta Ketua RT yang ada di lingkungan Pondok Boro untuk mendata dan mengajukan bantuan ke pemerintah. Meski begitu, dia tetap berharap masyarakat sekitar yang mampu bisa bergotong royong memberikan bantuan.

“Ya meskipun kondisi seperti ini, semua harus berusaha untuk tetap bertahan,” kata Ganjar.

Baca juga: Angka Pemudik di Brebes Tertinggi se Jawa Tengah

Dari kunjungannya itu, Ganjar lega setelah mengetahui kondisi ratusan perantau yang sehat. Meski terdampak, tapi sebagian besar masih dalam kondisi aman.

Alhamdulillah semua sehat, dan sebagian besar masih bisa survive dengan kondisi ini. Saya berharap mereka semua tidak mudik, tetap di sini sampai kondisi lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ada Bonus Khusus dari Adventure RentCar untuk Pelanggan Setianya

0
Deretan mobil yang disewakan di Adventure RentCare Pati. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, PATI – Dua lelaki tampak sedang duduk santai di kursi sudut kayu dan seorang perempuan berjilbab duduk di ruang resepsionis sebuah kantor jasa penyewaan mobil yang berada di sebelah gerban Ponpes Darul Aitam, tepatnya di sebelah terminal Pati. Tempat ini merupakan kantor Adventure RentCar milik Nur Kholis.

Mengenakan kemeja lengan pendek bergaris, sang pemilik mengatakan, jika usaha penyewaan mobil yang sudah hampir satu tahun berjalan adalah bisnis barunya. Sebelumnya, ia membuka konter handphone yang berada tepat bersebelahan dengan kantor jasa penyewaan mobil tersebut.

“Kalau Adventure RentCar ini memang baru sekitar satu tahun. Saat ini tujuh buah mobil yang siap disewakan,” papar Nur Kholis kepada betanews.id, Rabu (15/4/2020).

Baca juga : Bisnis Rebana Sunarwi Punya Pelanggan Hingga Luar Jawa

Meskipun terhitung baru, dikatakan Nur Kholis, jasa yang ia tawarkan cukup banyak peminat. Hal tersebut terbukti dari minat pelanggan yang sejauh ini besar. Ia mengatakan jika dari tujuh mobil itu, biasanya laris dipesan. Bahkan tak jarang beberapa kali ia sampai menolak pelanggan karena unit mobil sudah habis dipesan.

Namun, akhir-akhir ini Nur Kholis mengeluh jika bisnisnya sepi karena dampak dari wabah Covid-19. Hal itu terbukti dari hingga per tanggal 15 April 2020 ini, ada 6 unit mobil yang terparkir rapi karena sepi penyewa.

“Sebenarnya kalau hari-hari biasa, ya normal Mbak. Sejauh ini semua unit sering habis disewa, bahkan beberapa kali saya sampai menolak. Ya karena memang sudah dibooking semua,” katanya.

Lebih lanjut ia katakan, ada beberapa langkah yang ia gunakan sebagai promo. Yakni, bagi pelanggan yang mengumpulkan 10 struk nota, akan mendapatkan satu kaos dari Adventure RentCar.

Baca juga : Dianggap Bisnis Tak Bergengsi, Kini Usaha Terasi Selok Jaya Omzetnya Capai Ratusan Juta Sebulan

Selain itu, terkait dengan pandemi Covid-19, dikatakan Nur Kholis bahwa di tempatnya selalu membersihkan setiap unit mobil setelah dikembalikan oleh penyewa. Bahkan hingga bagian dalam mobil. Hal itu dilakukan olehnya untuk mencegah adanya kemungkinan penyebaran Covid-19.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Program Aman Covid dari RS Mardi Rahayu, Satu Kamar Satu Pasien

0
Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu dr Pujianto saat konferensi pers pada Senin (20/4/2020). Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19, Rumah Sakit Mardi Rahayu membuat inovasi baru dalam memberikan pelayanan terhadap pasien, berupa program Aman Covid RS Mardi Rahayu. Di mana, dalam program ini, pihak rumah sakit menerapkan layanan satu kamar satu pasien.

Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu dr Pujianto program Aman Covid RS Mardi Rahayu selain menerapkan protokol yang ketat bagi para pasien dan karyawan, juga memberikan layanan ekstra bagi pasien rawat inap, terkhusus kelas satu, dua dan tiga. Pasien rawat inap bisa menggunakan satu kamar khusus seperti kelas VVIP, eksekutif dan VIP tanpa biaya tambahan.

Baca juga : RSND UNDIP Diusulkan jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

“Soal biaya tidak ada masalah. KT3B (Kamar Tersedia Tanpa Biaya Tambahan) akan kami terapkan dalam program ini, sehingga pasien tidak perlu nombok walaupun ditempatkan di atas hak kelasnya dalam program ini,” jelasnya kemarin.

Program tersebut, menurutnya juga berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan, asuransi komersial, Jasa Raharja dan tanggungan perusahaan.

Pujianto menuturkan, dari jumlah 364 tempat tidur yang tersedia, dengan berjalannya program Aman Covid RS Mardi Rahayu menjadi 221 tempat tidur. Namun menurutnya, jika nanti terjadi kondisi yang tidak memungkinkan, tempat tidur yang disediakan akan ditambah.

“Contoh, misalkan ada trend demam berdarah (DB). Biasanya DB mulai naik bulan Februari. Jika nanti ada hal yang tidak memungkinkan, nanti bisa satu kamar dua pasien,” terangnya.

Baca juga : Tambah 2 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di Kudus jadi 12 Orang

Menurutnya, kelas dua dan tiga ruangannya lebih luas. Hal tersebut bisa diisi lebih dari satu pasien.

Selain itu, selama pandemi ini, pihaknya juga menghentikan layanan operasi elektif. Menurutnya, operasi elektif bisa ditunda. Namun untuk operasi yang butuh penanganan serius, pihaknya harus segera merespon untuk melakukan tindakan medis.

“Jadi yang bukan gawat darurat ya. Operasi elektif seperti Hernia,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pemprov Jateng Siapkan Aset untuk Karantina Pekerja Migran

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempersiapkan tempat karantina bagi pekerja migran yang hendak pulang ke kampung halaman. Saat ini, pihak pemprov sedang melakukan proses administrasi terkait penggunaan aset milik provinsi. 

Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jateng Sudaryanto menyampaikan, pihaknya sudah meninjau 36 aset milik pemprov di beberapa tempat.

Di antaranya, Asrama Haji Donohudan, Bapelkes Sewakul Ungaran, Mess Kesehatan Bandungan, Balatkop Srondol, BPSDMD Semarang, Transito Tugu, Eks BP Dikjur Brotojoyo, Balai Latihan Kerja 1, Aula Kantor Eks Bakorwil Pati, Gedung Eks Bakorwil Kedu, Bapelkes Gombong Kebumen, Bapelkes Wonosobo, Balai Latihan Kerja dan Transmigrasi Klampok Banjarnegara, Wisma Papandayan, Wisma Guntur, Wisma Pemda Menteri Supeno, Hotel Garuda Kopeng dan Hotel Pondok Slamet Baturadden.

Baca juga: Dibangun Dadakan, STIE Bank Jateng Siapkan 10 Kamar untuk Karantina TKI

“Yang sudah direnovasi itu BBSDM Solo dan STIE Bank Jateng, dua tempat itu sudah siap. Untuk prosesnya kita sedang ajukan ke Gubernur untuk ditandatangani SK (Surat Ketetapan) sebagai landasan hukumnya,” ujar Sudaryanto, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya, tempat-tempat tersebut bisa menampung ratusan tempat tidur dan diharapkan bisa ditempati warga yang hendak dikarantina. Selain itu, setiap tempat karantina akan disiagakan petugas, baik pengamanan maupun medis.

Baca juga: Sejuta TKI Akan Pulang, Pemprov Jateng Siapkan Tempat Karantina Khusus

“Peruntukannya beda-beda, ada yang untuk dokter seperti di Hotel Kesambi Hijau. Ada yang untuk anak buah kapal, ada yang untuk mahasiswa yang baru pulang dari luar negeri. Ini dipersiapkan kalau sampai nanti terjadi outbreak, mudah-mudahan tidak,” tutup Sudaryanto.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Berawal dari Hobi, Nur Kholis Rintis Bisnis Rental Mobil

0
Deretan mobil yang direntalkan di Adventure RentCar Pati. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, PATI – Suasana di sekitar Terminal Kembangjoyo Pati siang itu masih tampak ramai dengan berbagai aktivitas. Baik kendaraan bus yang terlihat keluar masuk terminal, pun demikian aktivitas bisnis yang ada di lingkungan terminal. Tepat di seberang jalan dari arah pintu selatan terminal, terdapat sebuah kantor penyewaan mobil dan jasa perjalanan pariwisata. Ialah Adventure RentCar yang siang itu terlihat buka.

Lelaki berambut panjang, tampak duduk bersantai di dalam kantor tersebut. Ia adalah Nur Kholis (35), pengelola dari Adventure RentCar. Dikatakannya, jasa penyewaan mobil yang merupakan salah satu bisnisnya itu sudah digeluti sejak satu tahun yang lalu.

Sambil mengenakan kaca mata hitam, Nur Kholis mengatakan, jika latar belakang dari bisnis sewa mobil itu berawal dari hobinya. Di mana, semenjak hampir tiga tahun lamanya, ia tergabung dengan Komunitas Terios Indonesia.

Baca juga : Lebarkan Bisnis Salon Kendaraan, Kudus Jadi Pilihan Scuto untuk Buka Gerai

“Ya kenapa milih buka jasa penyewaan mobil atau rental mobil ini, karena selain memang untuk mengembangkan peluang bisnis, juga karena hobi. Jadi saya sudah hampir tiga tahun tergabung di dalam komunitas terios. Jadi ya berawal dari sana, akhirnya sekalian dikembangkan untuk usaha,” papar Nur Kholis yang siang itu mengaku sedang sakit mata, sehingga harus mengenakan kaca mata hitam, Rabu (15/4/2020).

Sambil duduk santai ia melanjutkan, bahwa jasa penyewaan itu kini juga berkembang melalui jasa tour & travel. Jasa tersebut sudah mulai dibuka sejak dua bulan yang lalu. Akan tetapi, untuk sementara, yang masih menjadi andalan adalah jasa penyewaan mobilnya. Sejauh ini, ada beberapa fasilitas dan jenis mobil yang disewakan. Patokan harga pun sesuai dengan fasilitas dan jumlah hari penyewaan. Ada sekitar 7 mobil yang siap disewa oleh pelanggan di bisnis miliknya.

“Kalau harga beragam. Sesuai dengan fasilitas jasa yang dibutuhkan, jenis mobil dan jarak. Karena tidak hanya mobil, kami juga menyediakan jasa sepaket dengan driver. Kalau nyewa mobil saja itung-itungannya berpatok dengan jumlah jam. Interval harga menyewa mobil dari Rp 250 ribu sampai Rp 600 ribu per 24 jam,” kata dia.

Baca juga : Bisnis Rebana Sunarwi Punya Pelanggan Hingga Luar Jawa

Untuk syarat menyewa sendiri, Nur Kholis mengatakan, cukup dengan menyerahkan KTP asli, KK, dan jaminan motor dengan STNK yang masih berlaku.

Ia juga menambahkan, jika sejauh ini Adventure RentCar Pati, baru menerima penyewaan di area lokal sekitar Kota Bumi Mina Tani saja. Beberapa area tersebut antara lain Kota Pati sendiri, Rembang, Kudus dan Jepara. Sedangkan untuk wilayah lain, Nur Kholis berkata belum menerima.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Agar Mudah Dikenali Fans Haryanto Mania, Setiap Bus Punya Julukan Khas

0
Haji Haryanto, Pemilik PO Haryanto berpose di depan puluhan busnya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Satu unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP) warna hitam tampak melaju pelan dalam garasi PO Haryanto, di tepi Jalan Lingkar Timur Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di kaca depan bagian atas bus tersebut terdapat tulisan The Backbone. Puluhan bus lainnya yang terparkir di garasi tersebut kaca bagian atasnya juga terdapat tulisan sebagai julukan khas setiap armada Bus Haryanto.

Bus-bus Haryanto yang masing-masing punya julukan. Foto : Rabu Sipan

Haryanto pemilik PO Haryanto menuturkan, setiap armada AKAP memang mempunyai julukan khas atau sebutan masing – masing. Hal itu untuk membedakan armada satu dengan lainnya. Nama khas itu, tuturnya diberikan oleh para pengemudi sendiri, agar mudah dikenali para penggemar mereka.

“Bus Haryanto itu punya banyak penggemar yang tergabung dalam Haryanto Mania. Setiap armada juga punya julukan khas. Dan tentunya punya penggemarnya masing – masing,” ujar Haryanto kepada Betanews.id, Rabu (15/4/2020).

Baca juga : Ternyata Ini Filosofi Gambar Menara Kudus pada Setiap Bus Haryanto

Pria yang menggemari wayang kulit itu menuturkan, PO Haryanto saat ini mempunyai sekitar 230 unit armada. Berarti ada ratusan julukan khas untuk bus Haryanto yang melayani berbagai rute. Hampir seluruh kota di tanah Jawa dan Madura.

“Kalau julukan khasnya saya gak hafal ya. Soalnya yang memberikan itu sopir bus tersebut. Kata mereka, itu agar mudah dikenali para penggemarnya,” ujarnya sambil membetulkan letak kopiah putihnya.

Pria yang sudah dikaruniai lima anak itu mengatakan, semua armada PO Haryanto menggunakan mesin Hino bertenaga 7684 cc serta Mercedes 6347cc. Untuk pembuatan badan bus dipercayakan oleh karoseri kenamaan Adiputro Malang.

“Sedangkan untuk model badan bus Haryanto, ada yang jet bus super high deck (SHD), high deck double glass(HDD) serta medium high deck (MHD),” jelas suami dari penyanyi Nor Hana tersebut.

Baca juga : Virus Corona Merebak, PO Haryanto Kandangkan Armada

Menurutnya, dari ketiga jenis tersebut hanya berbeda sedikit saja tentang ketinggian deck bus. Namun yang pasti bus Haryanto tetap punya bagasi luas. Yang bahkan bisa muat motor.

Kemudian, dia pun mengajak untuk melihat ke dalam satu di antara bus yang ada di garasi. Dia pun melanjutkan, interior bus Haryanto sangat mewah, dan bikin betah. Ada fasilitas AC, air minum, roti, serta toilet. Setiap tiket perjalanan, penumpang juga mendapatkan kupon makan di restoran yang sudah ditentukan.

“Selain memastikan para penumpang selamat sampai tujuan. Kami juga memberikan pelayanan, agar pelanggan PO Haryanto nyaman saat melakukan perjalanan bersama kami,” kata Haryanto.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Angka Pemudik di Brebes Tertinggi se Jawa Tengah

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kabupaten Brebes menjadi daerah dengan jumlah pemudik tertinggi di Provinsi Jawa Tengah selama pandemi covid-19. Hingga 21 April 2020, terdapat 76.016 warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Posisi kedua ditempati Banyumas dengan 73.463, Pemalang 58.517, Kabupaten Tegal 48.826 dan Wonogiri 43.100.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, semua pemudik yang pulang ke Jateng tersebut dicatat baik-baik oleh pemerintah daerah setempat. Semuanya juga dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

“Tidak hanya di kabupaten/kota, tapi di desa-desa juga mereka (pemudik) itu didata. Jadi, semua siap dengan kondisi ini,” beber Ganjar, Rabu (22/4/2020).

Menurut Ganjar, jumlah kedatangan pemudik dari kota-kota besar ke desa-desa Jateng terus menurun. Data Dinas Perhubungan, fluktuasi pemudik yang menggunakan bus terus menurun tiap harinya. Begitu pula dengan moda transportasi lain seperti pesawat dan kereta api.

“Kurvanya sudah mulai melandai. Kapal laut sempat meningkat, namun prosentasenya sangat kecil. Secara keseluruhan, pemudik yang pulang menggunakan transportasi umum terus menurun. Kami harap kondisinya akan seperti ini terus agar pencegahan penularan Covid-19 dapat berhasil,” harap Ganjar.

Baca juga: Warga Jateng di Luar Daerah Sulit Dapat Bantuan, Silakan Hubungi Nomor Ini

Di sisi lain, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada para pekerja Jateng yang ada di kota-kota besar untuk tidak mudik. Apalagi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

“Akan terus kami sosialisasikan, sambil terus melakukan pendataan agar mereka yang tidak mudik benar-benar terjamin,” ucapnya.

Baca juga: Ganjar Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Perantau yang Tidak Mudik

Sampai saat ini, lanjut Ganjar, jumlah pemudik yang pulang kampung ke Jateng diperkirakan ada 600.000 orang. Data ini mengacu keseluruhan jumlah pemudik sejak Februari atau Maret. Sedangkan untuk April, ada 565.965 pemudik.

“Mudah-mudahan yang masih stay di daerah-daerah perantauan, tetap bertahan dan tidak mudik. Kami berharap semua berjuang untuk memutus penyebaran Covid-19 ini,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -