31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Pertama di Jateng, Tes PCR Corona di UNDIP Gunakan Model Drive Thru

BETANEWS.ID, SEMARANG – Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) UNDIP Semarang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium tes polymerase chain reaction (PCR). Dengan hal ini, maka Jateng kini sudah punya lima laboratorium pengecekan Covid-19.

Kelima laboratorium tersebut adalah, Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, RSUP Kariadi Semarang, RSUD Moewardi dan Rumah Sakit UNS, dan yang terakhir adalah RSND sendiri.

Ada yang menarik dan unik dari proses tes PCR di RSND UNDIP Semarang, yakni dilakukan dengan model drive thru. Di mana, pasien yang datang mengendarai mobil cukup berhenti di depan lobi rumah sakit. Kemudian, petugas yang lengkap dengan alat pelindung diri (APD) dan peralatan medisnya, langsung datang menghampiri. Tanpa harus turun dari mobil, pasien tersebut langsung diambil spesimennya dan bisa langsung pulang.

-Advertisement-

Baca juga : Tenaga Medis Diwajibkan Pakai APD saat Tangai Pasien Atau Tidak

“Ini keren, sangat inovatif. Saya rasa model tes PCR seperti ini yang pertama di Jateng,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat meresmikan laboratorium PCR UNDIP dan simulasi, pada Rabu (22/4/2020).

Menurut Ganjar, selain mempercepat, model drive thru tersebut dapat meminimalkan penularan Covid-19. Dengan model itu, pasien tidak perlu berkerumun di ruang tunggu dan bertemu dengan banyak orang. Pasien datang, tidak perlu turun dari kendaraan, langsung diperiksa dokter dan pulang.

Simulasi tes PCR dengan model drive thru yang dilaksanakan di RSND UNDIP Semarang. Foto : Ist

“Ini bagus, selain mempercepat proses, tidak banyak orang yang bersinggungan. Kalau duduk dan ngantre, kan bahaya. Kadang, kita tidak tahu bahwa pasien itu positif atau tidak,” tegasnya.

Dengan dijadikannya RSND UNDIP sebagai laboratorium PCR, maka penanganan Covid-19 di Jateng lanjut Ganjar akan semakin cepat. Selama ini, keluhan lamanya proses pengecekan swab dapat diatasi dengan penambahan ini.

“Selama ini keluhannya karena swabnya lama, dengan penambahan laboratorium ini, jadi semakin cepat penanganannya. Sehingga nantinya, pasien yang terindikasi Covid-19 dapat diambil keputusan, yang positif segera dirawat, yang negatif dipulangkan dan tempatnya bisa digunakan untuk pasien lain karena saat ini kebutuhan ini tinggi,” ungkapnya.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

Sementara itu, Direktur RSND UNDIP Semarang, Sutopo Patriajati mengatakan, saat ini lab PCR di tempat itu mampu melayani 90-100 sampel swab per hari. Ke depan, pihaknya akan terus menambah kapasitas dan jumlah pengecekan.

“Kalau SDM dan alatnya ditambah, kami pasti bisa lebih banyak sampel yang diperiksa. Ke depan kami akan berusaha memenuhi itu,” ucapnya.

Disinggung mengenai model drive thru dalam pengecekan swab, Sutopo mengatakan memang untuk mengurangi potensi penularan Covid-19. Selain tidak banyak bersinggungan dengan banyak orang, metode itu dinilai aman karena dilakukan di ruangan terbuka.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER