Beranda blog Halaman 1859

Pemilik Warung Makan Wong Solo Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Penanganan Covid-19

0
Pemilik Warung Makan Wong Solo Puspo Wardoyo menyerahkan bantuan untuk penanganan Covid-19 kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pengusaha kuliner, yakni pemilik Warung Makan Wong Solo menyalurkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan Covid-19. Bantuan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Rabu (22/4/2020). Di antaranya uang Rp 100 juta, 255 baju hazmat, 255 sarung tangan latex, 255 sepatu boot, 255 kacamata, dan 100 bungkus nasi kotak.

“Bantuan APD ini sangat bermanfaat. Sejumlah rumah sakit dan puskesmas sudah ngontak saya minta diberikan bantuan APD. Jadi energi dari Wong Solo Grup ini sangat bermanfaat,” ujar Ganjar.

Pada kesempatan itu, Ganjar memastikan Jawa Tengah belum ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di tingkat daerah, baru Kota Tegal yang sudah menjalankan PSBB.

Baca juga : GP Ansor Jateng Bagikan Ribuan Sembako Pada Warga Terdampak Covid-19

“Jadi, di Jateng belum ada PSBB. Baru Kota Tegal, dan saat ini Kota Semarang baru menyiapkan diri,” paparnya.

Menurutnya, PSBB tidak perlu dilakukan jika imbauan pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik.”PSBB itu sakit, lockdown itu sakit. Jadi, tidak berharap PSBB. Asalkan, kita semua dapat menjaga jarak, cuci tangan, memakai masker. Kesadaran itu penting,” terangnya.

Ganjar juga menyinggung pengusaha kuliner, untuk dapat menerapkan kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tolong sampaikan kepada pengusaha kuliner untuk mengatur jarak tempat duduknya. Lay out harus diubah. Kalau itu bisa dilakukan, maka tidak akan PSBB,” imbuhnya.

Ia mencontohkan kesadaran masyarakat di Taipe yang sadar akan pentingnya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

“Di Taipe tidak ada lockdown, tapi kalau tidak bisa jaga jarak satu meter, maka diusir. Di Myanmar juga penataan pasarnya di kotak-kotak dengan jarak dua meter. Maka, kesadaran itu menjadi penting,” terangnya.

Sementara, Pemilik Warung Makan Wong Solo, Puspo Wardoyo mengatakan, bahwa dirinya memberikan bantuan tersebut untuk penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

“Semoga ini bermanfaat, untuk penanganan Covid-19. Di rumah makan kita, sudah mengikuti aturan yang ada, jaga jarak, siapkan cuci tangan dan pakai masker,” katanya.

Ia berharap, jika dilakukan PSBB tidak berdampak terhadap usaha kuliner.”Kalau PSBB, kami berharap warung makan tetap bisa buka untuk suplai makanan ke warga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

RSND UNDIP Diusulkan jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

0
Simulasi tes PCR yang dilakukan di RSND UNDIP Semarang beberapa waktu lalu. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kepada jajaran pengelola Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) UNDIP Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan agar rumah sakit tersebut khusus untuk penanganan Covid-19. Hal itu disampaikan Ganjar saat meresmikan laboratorium tes PCR di RSND UNDIP, Rabu (22/4).

Menurut dia, lokasi strategis dan kelengkapan sarana prasarana sangat mendukung rumah sakit tersebut dijadikan rujukan.”Apalagi di sini pasiennya belum banyak, dari informasi baru sekitar 26 persen. Jadi lebih baik ini kita dorong untuk jadi rumah sakit khusus Covid-19 di Semarang,” kata Ganjar.

Baca juga : Pertama di Jateng, Tes PCR Corona di UNDIP Gunakan Model Drive Thru

Tidak hanya dorongan, namun pihaknya lanjut Ganjar akan menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. Pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan untuk membicarakan lebih lanjut dengan pengelola dan mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kalau ini bisa, lebih enak lagi. Maka kami akan dorong. Rumah sakit ini lokasinya bagus, agak jauh dari pemukiman dan keramaian. Sehingga, kalau ada orang yang takut karena literasinya rendah, relatif nyaman dengan keputusan ini,” katanya.

Usulan Ganjar itu disambut baik oleh pengelola RSND UNDIP Semarang. Rektor UNDIP Prof Yos Johan Utama mengatakan siap mendukung program itu.

Baca juga : Tenaga Medis Diwajibkan Pakai APD saat Tangai Pasien Atau Tidak

“Prinsipnya kami siap, namun harus dikaji dahulu terkait pemenuhan sarana prasarananya. Kalau itu sudah disiapkan, kami siap menjadi rumah sakit khusus Covid-19,” kata Yos.

Dikatakan Yos, RSND UUNDIP merupakan rumah sakit tipe C. Sehingga, masih banyak sarana prasarana serta SDM yang harus dipenuhi untuk menjadikannya sebagai ruma sakit khusus Covid-19.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Guru SMP di Kudus Sumbang Rp 100 Juta untuk Beli APD

0
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuno Widodo saat memberikan santunan guru SMP ke Pemkab Kudus, di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (22/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Guru SMP melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se Kabupaten Kudus mendonasikan uang sebanyak Rp 100 juta untuk mencukupi kebutuhan alat pelindung diri (APD) tenaga medis.

Ketua MKKS SMP Sudjarwo mengatakan, bantuan ini merupakan hasil iuran secara sukarela para guru SMP sebagai bentuk partisipasi penanganan Covid-19 di Kota Kretek.

“Selain memberikan uang senilai Rp 100 juta untuk penanganan Covid-19, kami juga membagikan sembako kepada masyarakat di sekitar sekolah yang membutuhkan,” bebernya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (22/4/2020).

Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat menerima kedatangan perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (22/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuno Widodo menambahkan, selain memberikan uang Rp 100 juta, MKKS juga memberikan sembako kepada masyarakat senilai Rp 15 juta. Bantuan tersebut berisi beras, telur, mi instan dan lain-lain.

“Selain itu, misal ada guru tidak tetap (GTT) yang terdampak, setiap sekolah diberikan keleluasaan untuk memberikan bantuan,” katanya.

Di sisi lain, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi kepedulian MKKS SMP yang ikut serta dalam membantu penanganan Covid-19. Menurutnya, uang yang diterima akan dibelikan alat pelindung diri (APD) untuk tim medis di Kudus.

“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan MKKS SMP kepada Pemkab Kudus, bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk menutup kekurangan APD yang ada saat ini,” jelasnya.

Baca juga: Tenaga Medis Diwajibkan Pakai APD saat Tangai Pasien Atau Tidak

Menurutnya, kebutuhan APD seperti Hazmat coverall, masker, kacamata google, sarung tangan akan terus digunakan tim medis. Maka dari itu, pihaknya memastikan kebutuhaannya tercukupi.

“Yang susah ini alat untuk rapid test dan VTM (virus transfer media) serta untuk tes swab,” ungkap pria yang merangkap Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Baca juga: Tambah 2 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di Kudus jadi 12 Orang

Hartopo juga ingin mengajak apotek-apotek di Kudus untuk melakukan kerja sama dalam pengadaan APD. Menurutnya, mereka memiliki jaringan produksi yang bisa memastikan kebutuhaan APD cukup.

“Saat ini yang kita perlukan adalah dapat memenuhi kebutuhan APD. Oleh karenanya, saya mengajak berbagai apotek di Kudus untuk menjalin kerja sama dengan pemkab terkait pengadaan APD di Kudus,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ini yang Dilakukan Siti Atikoh saat Jalani Isolasi Mandiri

0
Siti Atikoh, Istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menceritakan kegiatannya sejak menjalani isolasi diri 16 Maret lalu, hingga saat ini yang masih stay at home.

Dirinya blak-blakan soal kegiatannya selama pandemi Covid-19. Ia bercerita secara live di Instagram bareng Ketua PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, Rabu (22/4/2020).

Lebih dari satu jam itu, Siti Atikoh  bercerita, selain aktivitas pribadi, ia juga berbagi tips menjaga kesehatan dan menangkal Covid-19. “Sejak 16 Maret stay at home selama 14 hari. Ya, olahraga tipis-tipis. Kegiatan fokus dari rumah,” ujar Siti Atikoh.

Menurutnya, isolasi diri menjadi ruang refleksi diri. Sulit baginya, tapi itu harus dilakukan demi kepentingan bersama.

Baca juga : Pertama di Jateng, Tes PCR Corona di UNDIP Gunakan Model Drive Thru

“Tetap menjaga kebugaran. Tidur tidak lebih jam 9 malam dan bangun jam 3, karena jam itu sangat baik untuk intens berkomunikasi dengan yang di atas,” tuturnya.

Meski di rumah, protokoler kesehatan tetap dijalankannya dengan baik. Bahkan untuk bertemu dengan putranya ia harus menjaga jarak. Selain itu, sesering mungkin mencuci tangan dan memakai masker.

“Kalau biasanya sering memeluk dan dekat dengan Alam (putranya), saat ini harus jaga jarak, meski di rumah,” ungkapnya.

Untuk menghilangkan rasa bosan, ia mengaku tetap beraktivitas di dalam rumah. Seperti mencuci dan olahraga ringan.”Yang jelas cucian tambah banyak. Iya kalau di rumah mencuci pakaian, bersih-bersih. Dan juga berolahraga. Belajar menjahit bikin masker,” jelasnya.

Setelah isolasi mandiri dan dinyatakan negatif, rasa empatinya muncul dan terdorong untuk membantu masyarakat yang terdampak Virus Corona.

Baca juga : Perajin di 10 Kabupaten di Jateng Terima Bantuan

“Di hari ke 15, saya menyalurkan bantuan APD dan menengok ODP dan pasien positif dari jarak jauh. Memberi semangat kepada mereka. Dan juga menyalurkan bantuan sembako,” lanjutnya.

Kegiatan yang dilakukan di luar rumah tetap sesuai protokol kesehatan. Pakaian yang ia kenakan langsung dicuci sesampainya di rumah dinas. Bahkan masker direndam dengan air mendidih.

“Dan menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bervitamin dan nutrisi. Kalau saya lebih suka dengan makanan, tidak multivitamin,” ceritanya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

17 Karyawan di Kudus Kena PHK, 2066 Dirumahkan

0
Kabid HIPK pada Disnakerperinkopukm Kabupaten Kudus Agus Juanto, saat ditemui, Selasa (21/4/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Tumpukan kertas tampak memenuhi meja di ruangan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus Agus Juanto, Selasa (21/4/2020).

Siang itu, ia terlihat sibuk membuka berkas-berkas yang menunggu untuk diperiksanya. Termasuk berkas laporan perusahaan di Kudus yang merumahkan pegawainya.

Agus mengatakan, Disnakerperinkopukm telah mengirim surat untuk 75 perusahaan di Kota Kretek agar mengirimkan data pegawai yang kena putus hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

“Dari 75 perusahaan yang kami kirimi surat, ada 11 perusahaan yang sudah melapor,” bebernya. putus hubungan kerja (PHK)

Dari 11 perusahaan itu, ada 10 perusahaan yang merumahkan pegawai dengan jumlah 2066 orang. Sedangkan satu perusahaan yang melakukan PHK sejumlah 17 orang yaitu PT Produktif Citra Sukses.

“Sebenarnya perusahaan ini belum mulai beroperasi. Karena terkena dampak Covid-19, jadi perusahaan memutus hubungan kerja sebelum habis waktu kontraknya. Jadi itu baru menyiapkan tenaga keamanan dan kebersihan,” jelasnya.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Kedua Sudah Dibuka

Menurutnya, jumlah pegawai yang diPHK dan dirumahkan ini kemungkinan terus bertambah, lantaran masih ada perusahaan yang belum mengirim data terkait.

“Mungkin masih ada perusahaan yang belum melaporkan. Saat ini kami hanya memiliki data tersebut,” katanya.

Baca juga: MUI Jateng Imbau Salat Tarawih Dilaksanakan di Rumah

Dengan kenyataan ini, pihaknya kemudian mengimbau perusahaan terdampak Covid-19 agar tidak melakukan PHK pegawai. Jika terpaksa, ia menyarankan untuk merumahkan karyawan dengan besaran upah tunggu yang telah disepakati antara perusahaan dan karyawan.

“Yang jelas, kami sudah memberi imbauan kepada perusahaan agar melaporkan dan tidak melakukan PHK,” tutup Agus.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ternyata Ini Filosofi Gambar Menara Kudus pada Setiap Bus Haryanto

0
Gambar Menara Kudus yang terdapat di bodi bus Haryanto. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu di garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto tampak beberapa orang sedang sibuk. Cuaca yang panas seolah tak menghalangi aktivitas mereka. Terlihat beberapa pria ada yang memperbaiki mesin bus dan ada juga yang mencuci puluhan armada yang bagian badannya terdapat gambar Menara Kudus. Tak berapa lama, datang menyapa seorang pria mengenakan kopiah putih. Pria tersebut yakni Haji Haryanto (61) pemilik PO Haryanto.

Haryanto mengatakan, setiap armada bus yang dimilikinya pasti ada gambar Menara Kudus. Dari armada antarkota antarprovinsi (AKAP), bus pariwisata, serta bus cepat dan terbatas (Patas) semuanya ada gambar Menara Kudus. Karena itu sebagai identitas asal bus. Serta simbol tanah kelahiran pendirinya.

Puluhan armada bus Haryanto berada di garasi. Foto : Rabu Sipan

“Menara Kudus itu memang saya jadikan pengingat kota kelahiran saya. Selain itu juga untuk mengenang perjuangan Mbah Sunan Kudus dalam mengajarkan agama Islam di Kudus,” ujar Haryanto kepada betanews.id, Rabu (15/4/2020).

Baca juga : Virus Corona Merebak, PO Haryanto Kandangkan Armada

Sambil mengajak berkeliling garasi PO Haryanto dia mengatakan, Menara Kudus peninggalan Mbah Sunan itu milik umat. Serta konon dulu di dalam Menara Kudus itu ada sumber air penghidupan. Dari situ, tuturnya ada harapan agar PO Haryanto bisa jadi sumber kehidupan bagi banyak orang.

“Selain Menara Kudus, saya juga memberi nama semua armada untuk pariwisata dengan nama para wali songo dan ulama. Sebagai pengingat atau mengenang jasa para wali dan ulama yang telah mengajarkan, dan memperjuangkan Islam di Indonesia, khususnya tanah Jawa,” tuturnya.

Terlihat puluhan bus yang terparkir memang bertuliskan nama – nama para wali dan ulama. Antara lain, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Mbah Wahid Hasyim, dan wali serta ulama lainnya.

Selain sebagai pengingat, dia berharap juga bisa diambil suri tauladannya. Agar setiap orang selalu ikhlas dan tanpa pamrih dalam berjuang dan menolong sesama. Selalu menjalankan perintah Allah dan menjahui larangan-Nya.

“Jadi jangan dianggap tulisan saja menempel di bus. Namun harus diambil suri tauladannya,” papar Haryanto tersenyum.

Dia mengatakan, setiap pengemudi Bus Haryanto memang diwajibkan untuk patuh pada agama. Tidak boleh meninggalkan salat lima waktu. Bahkan saat waktu salat Subuh, semua Bus Haryanto yang melakukan perjalanan harus berhenti di Masjid dan semua kru diwajibkan untuk salat.

Baca juga : Komunitas Bus Mania: ‘Bus Sekarang Bagus-Bagus, Tapi Toiletnya Masih Ada yang Kotor’

Selain memberi anjuran kepada pekerjanya, untuk menjalankan perintah agama, Haryanto juga dikenal gemar menyantuni anak yatim piatu, para duafa serta bersedekah.

“Saya membantu sesama, karena saya sadar harta yang saya miliki itu sebagian milik mereka yang membutuhkan. Karena sebaik – baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tambah 2 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di Kudus jadi 12 Orang

0
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus terus bertambah. Hingga Rabu (22/4/2020) siang, bertambah menjadi 12 kasus. Dari jumlah tersebut, ada penambahan dua kasus baru, di mana satu telah meninggal dunia, dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Satu PDP yang meninggal tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari Kecamatan Kaliwungu. PDP yang berusia 31 tahun tersebut meninggal pada 15 April lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menyatakan, yang bersangkutan pada 15 April lalu datang ke Rumah Sakit Kumala Siwi dengan penyakit penyerta.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 di Kudus Tambah Satu, Pulang dari Jakarta

“Pasien datang ke rumah sakit pada tanggal 15 dan pada hari itu juga meninggal dengan riwayat ada penyakit penyerta. Petugas juga melakukan swab, dan hasilnya keluar pada 21 April dengan hasil dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya saat dihubungi Rabu (22/4/2020).

Menurut dr Andini, riwayat perjalan pasien dari Jepara. Saat ini, tim dari Puskesmas Kaliwungu juga sedang melakukan tracking yang pernah kontak dengan pasien.

Selanjutnya, untuk satu kasus Corona terbaru, saat ini sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Aisiyah Kudus. Pasien ini berasal dari Kecamatan Dawe, dengan jenis kelamin perempuan yang usianya 36 tahun.

“Pasien datang ke Rumah Sakit Aisiyah tanggal 12 April untuk tindakan curettage. Tanggal 14 April pasien diisolasi dan diperbolehkan pulang tanggal 17 April. Namun hasil swabnya menunjukkan positif tanggal 21 April. Pasien sekarang dilakukan perawatan di RS Aisiyah kembali,” tuturnya.

Suami pasien tersebut juga dirawat di RS Aisiyah. Menurut dr Andini, suami pasien menunjukkan gejala sesak.

Baca juga : Kudus Kini Punya Tujuh Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19

Dirinya menyampaikan, dari total kasus 12 pasien positif Covid-19 tersebut, dr Andini merinci, lima pasien masih dirawat, empat pasien sembuh dan tiga meninggal.

Selanjutnya untuk pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 97 pasien. 32 PDP masih dirawat, dua PDP dirujuk, 45 PDP pulang sehat dan 18 meninggal. Sedangkan ODP masih dipantau 158 dan 129 selesai di pantau.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Perantau yang Tidak Mudik

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat benar-benar memperhatikan nasib para perantau yang tidak boleh mudik. Menurutnya, banyak warga Jateng di Jabodetabek yang mengeluh belum terdata dan belum mendapatkan bantuan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI, Jawa Barat, dan Banten terkait permasalahan itu.

“Penghubung kami di Jakarta dan para pengurus paguyuban juga sudah kami minta membantu melakukan pendataan. Kita tidak boleh melempar ini hanya urusan DKI atau Jabodetabek saja, ini urusan Indonesia,” tegasnya, Rabu (22/4/2020).

Menurut Ganjar, mereka sudah memutuskan untuk tidak pulang, tapi nasibnya tidak menentu. Makanya, apabila memang dibutuhkan gotong royong dari berbagai daerah, Jawa Tengah siap membantu.

“Ayo rapat soal gotong royong itu dan kita eksekusi bersama. Yang utama itu diberikan insentif dan dijamin hidupnya. Maka sekarang saya dorong terus, ayo didata mereka-mereka yang tidak mudik. Jangan lihat KTPnya mana, agamanya apa, sukunya apa. Semua harus dibantu dan dijamin,” ucapnya.

Baca juga: Ganjar : Saya Titip Nasib Karyawan, Tolong Jangan Ada PHK

Larangan mudik, lanjut Ganjar, membuat sebagian orang memandang negatif perantau. Padahal bagi Ganjar, mereka adalah pahlawan kemanusiaan karena telah mengorbankan dirinya untuk tidak mudik.

“Mereka adalah pahlawan bagi saya. Bagaimana tidak, rasa rindu dikubur dalam-dalam, rasa lapar ditahan dan rekosone diempet (sakitnya ditahan). Ini pengorbanan luar biasa, jadi jangan anggap mereka penjahat yang harus ditangkap,” pintanya.

Baca juga: Soal Larangan Mudik oleh Presiden Jokowi, Ini Sikap Ganjar

Makanya, Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mendorong agar penanganan kebijakan tersebut dilakukan dengan narasi positif.

“Sekarang narasinya harus diubah, jangan anggap pemudik itu penjahat. Jangan kita (setelah ada kebijakan larangan mudik) seperti ngejar-ngejar buronan. Yang harus dilakukan setelah Presiden melarang mudik itu adalah mengedukasi mereka, caranya adalah kasih insentif agar mereka aman,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pertama di Jateng, Tes PCR Corona di UNDIP Gunakan Model Drive Thru

0
Simulasi tes PCR di RSND UNDIP dengan model drive thru. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) UNDIP Semarang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium tes polymerase chain reaction (PCR). Dengan hal ini, maka Jateng kini sudah punya lima laboratorium pengecekan Covid-19.

Kelima laboratorium tersebut adalah, Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, RSUP Kariadi Semarang, RSUD Moewardi dan Rumah Sakit UNS, dan yang terakhir adalah RSND sendiri.

Ada yang menarik dan unik dari proses tes PCR di RSND UNDIP Semarang, yakni dilakukan dengan model drive thru. Di mana, pasien yang datang mengendarai mobil cukup berhenti di depan lobi rumah sakit. Kemudian, petugas yang lengkap dengan alat pelindung diri (APD) dan peralatan medisnya, langsung datang menghampiri. Tanpa harus turun dari mobil, pasien tersebut langsung diambil spesimennya dan bisa langsung pulang.

Baca juga : Tenaga Medis Diwajibkan Pakai APD saat Tangai Pasien Atau Tidak

“Ini keren, sangat inovatif. Saya rasa model tes PCR seperti ini yang pertama di Jateng,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat meresmikan laboratorium PCR UNDIP dan simulasi, pada Rabu (22/4/2020).

Menurut Ganjar, selain mempercepat, model drive thru tersebut dapat meminimalkan penularan Covid-19. Dengan model itu, pasien tidak perlu berkerumun di ruang tunggu dan bertemu dengan banyak orang. Pasien datang, tidak perlu turun dari kendaraan, langsung diperiksa dokter dan pulang.

Simulasi tes PCR dengan model drive thru yang dilaksanakan di RSND UNDIP Semarang. Foto : Ist

“Ini bagus, selain mempercepat proses, tidak banyak orang yang bersinggungan. Kalau duduk dan ngantre, kan bahaya. Kadang, kita tidak tahu bahwa pasien itu positif atau tidak,” tegasnya.

Dengan dijadikannya RSND UNDIP sebagai laboratorium PCR, maka penanganan Covid-19 di Jateng lanjut Ganjar akan semakin cepat. Selama ini, keluhan lamanya proses pengecekan swab dapat diatasi dengan penambahan ini.

“Selama ini keluhannya karena swabnya lama, dengan penambahan laboratorium ini, jadi semakin cepat penanganannya. Sehingga nantinya, pasien yang terindikasi Covid-19 dapat diambil keputusan, yang positif segera dirawat, yang negatif dipulangkan dan tempatnya bisa digunakan untuk pasien lain karena saat ini kebutuhan ini tinggi,” ungkapnya.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

Sementara itu, Direktur RSND UNDIP Semarang, Sutopo Patriajati mengatakan, saat ini lab PCR di tempat itu mampu melayani 90-100 sampel swab per hari. Ke depan, pihaknya akan terus menambah kapasitas dan jumlah pengecekan.

“Kalau SDM dan alatnya ditambah, kami pasti bisa lebih banyak sampel yang diperiksa. Ke depan kami akan berusaha memenuhi itu,” ucapnya.

Disinggung mengenai model drive thru dalam pengecekan swab, Sutopo mengatakan memang untuk mengurangi potensi penularan Covid-19. Selain tidak banyak bersinggungan dengan banyak orang, metode itu dinilai aman karena dilakukan di ruangan terbuka.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Dibubarkan Tiap Hari, Warga Pati tetap Bandel Berkerumun

0
Tim Gabungan saat membubarkan warga yang berkerumun di Alun-Alun Juwana, Sabtu (18/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, PATI – Hawa dingin mulai terasa di sekitar Alun-Alun Juwana, Kabupaten Pati, tengah malam itu. Warung-warung di sekitarnya belum juga sepi dari kerumunan warga, meski sudah ada imbauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk tidak berkerumun selama pandemi Covid-19.

Namun, kenyamanan warga yang sedang nongkrong tampak terusik saat beberapa mobil patroli milik Polisi Resor (Polres) Pati dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati berhenti mendekati mereka.

Kedatangan tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati ini memang bertujuan untuk membubarkan warga yang masih bandel berkerumun.

Kepala Satpol PP Pati Hadi Santoso (50) mengatakan, kegiatan rutin harian ini akan dilakukan oleh tim gabungan, sampai masyarakat sadar bahaya berkumpul di masa pandemi Covid-19. Sejauh ini, respon masyarakat semakin hari justru semakin tidak sadar. Padahal, virus ini bukan persoalan main-main, karena semua lini terkena imbasnya.

Baca juga: Pelabuhan Bajomulyo Juwana Antisipasi Kepulangan Kapal saat Ramadan

“Ini salah satu masalah serius yang kita hadapi. Makanya, kami berharap ke depan masyarakat semakin sadar dan bisa bersama-sama untuk bergerak melawan wabah ini. Ini bukan cuma kepentingan satu pihak, melainkan kepentingan bersama,” tegasnya saat ditemui di Alun-Alun Juwana, Sabtu, (18/4/2020).

Patroli ini, lanjut Hadi, sudah dimulai sejak 23 Maret 2020, dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya orang, seperti pedagang kaki lima (PKL) dan tempat hiburan malam. Titik-titik yang dituju meliputi Kota Pati, Margorejo, Juwana, Tayu, Kayen dan beberapa tempat lain.

Baca juga: MUI Jateng Imbau Salat Tarawih Dilaksanakan di Rumah

“Patroli ini dilaksanakan setiap hari mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 00.00 atau 01.00 WIB. Hari-hari biasa kami terjunkan sekitar 30 personel, kalau malam Minggu sampai 80 personel, karena banyak pemuda-pemudi yang keluar rumah untuk berkumpul,” tukas Hadi.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

GP Ansor Jateng Bagikan Ribuan Sembako Pada Warga Terdampak Covid-19

0
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly menyerahkan paket sembako pada warga di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Senin (20/4/2020). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bekerjasama dengan Keuskupan Agung Pontianak melalui Yayasan Landak Bersatu dan Yayasan PenaMas yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu membagikan 2.700 paket sembako pada warga yang terdampak wabah virus corona ke berbagai daerah.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan berbagai yayasan lain melakukan penggalangan dana, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk pemberian sembako kepada warga yang membutuhkan, dengan dilengkapi data akurat. Penyalurannya sendiri dilakukan mulai Senin hingga Jumat mendatang.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly menyerahkan paket sembako pada warga di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Senin (20/4/2020). Foto: Ist

“Melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19, GP Ansor akan memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi corona ini. Contohnya, masyarakat yang bekerja di sektor informal yang mendapatkan penghasilan harian, buruh, dan kaum duafa,” katanya, Senin (20/4/2020).

Perwakilan gerakan Indonesia Peduli Haryanto Halim menambahkan, saat ini semua pihak mengalami masalah yang sama. Tak hanya pengusaha, namun juga karyawan, pejabat, rakyat jelata, semua mengalami masa sulit yang mendadak ini.

“Satu-satunya yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini adalah bersatu. Misalnya, yang punya lebih membantu yang membutuhkan, karena bencana ini memengaruhi kehidupan semua orang,” ungkapnya.

Baca juga: Banyak yang Kesengsem, Kini Kaus Corona Ganjar jadi Donasi Warga

Ia mengatakan, bantuan yang paling utama diberikan adalah pada orang terdekat, yang mengenal, dan seterusnya. Sebab, mereka yang mengenal biasanya tidak akan mengatakan bahwa dirinya sedang membutuhkan.

“Maka kita harus bergerak bersama untuk membantu mereka. Langkah ini yang bisa mengeluarkan kita dari musibah ini,” katanya.

Selain pemberian sembako, GP Ansor Jateng juga telah menggelar Istighotsah dan khataman Alquran sejumlah 1.000 khataman, sebagai ikhtiar batin agar pandemi covid-19 segera hilang.

“1.000 khataman Alquran digelar di seluruh pelosok Jawa Tengah. Tiap kecamatan terdapat minimal 2 khataman dan istighosah secara bersamaan pada Sabtu, 18 April lalu,” ungkapnya.

Baca juga: Yayasan Arwaniyyah Bagikan Sembako dan Santuni Anak Yatim

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengapresiasi langkah GP Ansor ini. Menurutnya, dalam tindakan ini terdapat semangat nasionalisme secara riil di lapangan. Selain itu juga ada upaya doa yang dimohonkan pada Allah agar wabah ini segera berlalu.

“Saya mendukung GP Ansor yang selalu mengajak banyak pihak untuk semua mau terlibat, mau bergabung dalam rangka menangani covid-19,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tenaga Medis Diwajibkan Pakai APD saat Tangai Pasien Atau Tidak

0
Ilustrasi petugas medis di sebuah rumah sakit di Semarang sedang melakukan simulasi penanganan Corona. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan kebijakan agar seluruh tenaga medis untuk menggunakan alat pelindung diri (APD). Hal itu untuk menekan angka tenaga medis yang terpapar Covid-19.

“Seluruh tenaga kesehatan, baik yang menangani Covid-19 maupun tidak, semua harus pakai APD. Tentu sesuai tingkat kasus yang ditangani. Karena tidak tahu apakah pasien itu positif atau tidak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Selasa (21/4/2020).

Katanya, sejauh ini, stok APD untuk tenaga medis di Jawa Tengah masih cukup untuk kebutuhan tenaga medis.

Baca juga : Gunakan APD Lengkap, Petugas Skrining Ratusan Wali Santri di Pintu Masuk Desa Bermi

“SOP-nya, seluruh tenaga kesehatan terapkan pengendalian infeksi. Saat ini, APD sudah cukup untuk tenaga medis dimanapun bekerja, tetap dilakukan pengendalian infeksi diri,” imbuhnya.

Yulianto juga menyampaikan, puluhan tenaga medis yang terpapar Virus Corona masih menjalani isolasi di Hotel Kesambi Hijau Semarang. “Kondisinya baik. Memang ada salah satu yang sakit, tapi bukan karena Covid-19 dan sudah ditangani, saat ini kondisinya baik. Ada beberapa yang isolasi mandiri di rumah,” tutur dia.

Baca juga : Kisah Bocah di Semarang, Sumbangkan Tabungan Hasil Jualan Stiker untuk Tenaga Medis

Menurutnya, masyarakat boleh memberikan dukungan dan bantuan kepada para tenaga medis tersebut. Bantuan dan dukungan bisa disalurkan lewat gugus tugas atau langsung ke pengelola karantina

“Bisa lewat gugus tugas atau langsung ke pengelola karantina. Dicatat, dan akan dilaporkan secara resmi,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pandemi Covid-19, Toko Modern di Kudus Buka Lebih Pagi

0
Aktivitas di salah satu toko modern di Kudus. Pada pandemi Corona ini, toko modern di Kudus buka lebih pagi. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan jam operasional toko modern. Jika biasanya pada pukul 10.00 WIB baru dibolehkan untuk buka, kini selama pandemi Covid-19, toko modern di Kudus diperbolehkan untuk buka mulai pukul 07.00 WIB.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, kebijakan tersebut
guna menjaga ketersediaan bahan makanan selama masa tanggap darurat Covid-19.

Sudiharti menjelaskan, perubahan jam operasional tersebut menurutnya sudah berlaku sejak tanggal 17 April 2020. Dengan mengacu Surat Edaran Nomor 360/241/17.02/2020 tentang Jam Buka Toko Swalayan Selama Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19.

Baca juga : Semarakkan Hari Kartini, Himpsi Bagikan Masker dan Sembako

“Jam buka toko swalayan selama ada virus dimulai pukul 07.00-22.00 WIB. Hari Senin sampai dengan Jumat. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu buka pukul 07.00-23.00 WIB,” jelasnya.

Namun untuk wilayah yang terkena pembatasan jam malam, harus tutup pukul 20.00 WIB. Wilayah tersebut menurutnya yakni kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dan Balai Jagong.

Sudiharti melanjutkan, perubahan jam operasional tersebut, juga mengacu pada Surat Menteri Perdagangan Nomor 317/M-DAG/SD/04/2020 terkait upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang bagi masyarakat. Selanjutnya didukung dengan Keputusan Bupati Kudus Nomor 360/47/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Kudus.

“Jika pandemi berakhir. Maka jam operasional kembali ke aturan awal,” tuturnya.

Dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan pasal 13 menyebutkan, jam kerja toko swalayan hari Senin sampai dengan Jumat pukul 10.00-22.00 WIB. Hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00-23.00 WIB. Dan hari besar keagamaan dan libur nasional buka pukul 10.00-24.00 WIB.

Sementara itu, Branch manager Indomaret Cabang Semarang Royanto Budi mengaku akan mengikuti semua kebijakan yang dibuat pemerintah daerah. Pihaknya pun sudah menyiapkan stok kebutuhaan pokok selama pandemi Covid-19.

Baca juga : Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Polres Kudus Sumbang Madu untuk Tenaga Medis

Di Kudus, menurutnya terdapat 55 toko swalayan Indomaret. Semua buka sesuai dengan surat edaran pemerintah, yakni buka pukul 07.00 sampai 22.00 WIB. Dan untuk hari Sabtu dan Minggu 23.00 WIB.

“Kecuali ada dua toko di Alun-Alun Kudus dan Balai Jagong. Harus tutup pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah mengikuti imbauan dari pemerintah tentang langkah pencegahan Covid-19. Seperti penyiapkan tempat cuci tangan di depan toko.

“Iya, semua toko sudah ada tempat cuci tangannya. Para pegawai pun juga mengenakan masker,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Stok Pangan di Jateng Dipastikan Aman Selama Ramadan

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan jika kebutuhan bahan pokok di Jawa Tengah dipastikan aman selama Ramadan.Dari sejumlah kebutuhan pokok, stok yang menipis di Jateng hanya dua komponen, yakni gula dan bawang putih.

“Stok sampai kemarin alhamdulillah aman semuanya. Bahkan kalau kita bicara beras, ini lagi musim panen, jadi pasti bagus. Yang kurang hanya bawang putih dan gula, yang lain semuanya terpenuhi,” kata dia.

Terkait harga, Ganjar mengatakan memang akan terjadi fluktuasi. Yang saat ini sudah terjadi adalah harga gula yang terus mengalami fluktuatif cukup tinggi.

“Mudah-mudahan gula yang diimpor pemerintah segera beredar di pasaran untuk menjaga stok dan menjamin harga. Selain itu, tebu rakyat yang sudah digiling juga diharapkan segera memenuhi kebutuhan,” tegasnya.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

Meski begitu, secara keseluruhan Ramadan tahun ini akan berbeda dengan Ramadan tahun sebelumnya. Harga-harga di pasaran tidak akan meningkat tajam dan masih bisa terkendali.

“Karena tahun ini cara menjalankan ibadah puasanya berbeda. Sekarang suasana dalam kondisi berduka, mudah-mudahan masyarakat akan lebih khusyuk beribadah dan mengurangi konsumsi yang akan dibelanjakan,” tuturnya.

Disinggung terkait imbauan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan di tengah wabah Covid-19, Ganjar mengatakan, bahwa Kementerian Agama telah mengeluarkan imbauan. Selain itu, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah telah menyampaikan kepada masyarakat untuk beribadah di rumah.

Baca juga : 26 Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Positif Corona, Warga yang Ikut Wajib Melapor

“Saya minta ikuti himbauan dari pemerintah. Tetap menjalankan ibadah tapi di rumah masing-masing. Mudah-mudahan masyarakat semuanya dengan tulus ikhlas tetap menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk, tapi tetap di rumah saja,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Gerakan Berbasis Desa Digunakan untuk Tekan Jumlah Penularan Covid-19 di Jateng

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga bakal melakukan gerakan berbasis desa, selain mengedepankan langkah-langkah preventif dan promotif. Langkah itu dinilai efektif untuk menekan angka penularan dan menaikkan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh.

Pada 21 April 2020 ini, jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di Jawa Tengah merupakan terbanyak kelima di Tanah Air. Terdapat 373 pasien positif, 50 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Agar kasus penularan bisa ditekan, Ganjar mengatakan, langkah utamanya adalah menerapkan langkah preventif dan promotif.

“Kalau treatment menurut saya yang paling penting itu tetep preventif, enggak bisa enggak, preventif promotif itu penting, pakai masker, dibawa kemana mana, kemudian jaga jarak itu rumus paling utama, cuci tangan, bersih, hidup sehat itu utama, butuh kesadaran bersama,” kata Ganjar, Selasa (21/4/2020).

Ganjar mengatakan, saat ini dirinya intens komunikasi dengan para pasien terkonfirmasi. Selain menanyakan bagaimana kondisinya, juga untuk menyemangati karena kalau mental dan semangatnya membaja luar biasa menurut Ganjar akan semakin mempermudah untuk sembuh.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

“Langkah berikutnya tentu dari sisi kedokteran, kita meyerahkan pada tim medis pada lab-lab agar mereka bersama mencari solusi. Saya berharap ada lembaga riset apakah perguruan tinggi, meneliti betul cari semacam vaksin , jadi ada sebagian dari negara ini untuk memikirkan soal itu. sehingga respon kita bisa lebih cepat untuk menangani pasien yang ada,” katanya.

Selain itu menurut Ganjar, prinsip kesembuhan sebenarnya berada pada diri sendiri. Maka itulah pentingnya pencegahan, kelompok rentan diproteksi dulu sehingga yg sehat sehat ini persiapkan untuk melawan dia kuat. Bahkan Ganjar mengatakan akan memperketat langkah-langkah tersebut, yakni preventif dan promotif, termasuk di pedesaan.

“Kita coba merapikan lagi ketika kemarin kita mencoba imbauan pada desa, desa respon bagus, kemudian kita lihat bahwa masyarakat desa mulai paham menjaga bersama, menjaga mencatat orang keluar-masuk. ini ikhtiar yang mucul dari literasi yang makin baik,” kata Ganjar.

Namun demikian, beban kawan kawan desa, kata Ganjar terus mengalami peningkatan dalam menangani Covid-19 ini. Maka perlu diawasi dan mesti kita bantu. Ganjar ingin ada pengawalan pada pemerintah desa agar mereka tidak dilepas sendirian.

“Kecamatan membantu, kabupaten, propinsi, perguruan tinggi, kelompok masyarakat semua bantu dong,” katanya.

Baca juga : 26 Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Positif Corona, Warga yang Ikut Wajib Melapor

Kenapa desa? Ganjar mengatakan karena desa memiliki basis yang bagus. Bahkan dirinya sudah menyiapkan skenario aksi yang akan diterapkan lebih kenceng agar ada supervisi baik dan monev (monitoring dan evaluasi) baik. Pemerintah desa hari ini, kata Ganjar, tidak hanya dihadapkan mencatat warganya yang dari luar kota l, tapi mdmenuhi kebutuhan pangan, termasuk mengantisipasi tindak kriminal yang mulai muncul.

“Ini penting, mereka mulai ronda bersama, greget ini warming up yang baik. Harapan kita sistem pengendalian atau respon pandemi ini dengan berbasis masyarakat di desa,” katanya.

Langkah Ganjar menerapkan sistem pencegahan berbasis desa tersebut diapresiasi oleh Tanto Sastroredja. Peraih doktor matematika Universitas Jacop Bremen Jerman tersebut mengatakan sistem yang sudah mengakar di desa bisa jadi jaring ampuh untuk mengamankan sisi ekonomi maupun sosial.

Editor : Kholistiono

- advertisement -