BETANEWS.ID, PATI – Hawa dingin mulai terasa di sekitar Alun-Alun Juwana, Kabupaten Pati, tengah malam itu. Warung-warung di sekitarnya belum juga sepi dari kerumunan warga, meski sudah ada imbauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk tidak berkerumun selama pandemi Covid-19.
Namun, kenyamanan warga yang sedang nongkrong tampak terusik saat beberapa mobil patroli milik Polisi Resor (Polres) Pati dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati berhenti mendekati mereka.
Kedatangan tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati ini memang bertujuan untuk membubarkan warga yang masih bandel berkerumun.
Kepala Satpol PP Pati Hadi Santoso (50) mengatakan, kegiatan rutin harian ini akan dilakukan oleh tim gabungan, sampai masyarakat sadar bahaya berkumpul di masa pandemi Covid-19. Sejauh ini, respon masyarakat semakin hari justru semakin tidak sadar. Padahal, virus ini bukan persoalan main-main, karena semua lini terkena imbasnya.
Baca juga: Pelabuhan Bajomulyo Juwana Antisipasi Kepulangan Kapal saat Ramadan
“Ini salah satu masalah serius yang kita hadapi. Makanya, kami berharap ke depan masyarakat semakin sadar dan bisa bersama-sama untuk bergerak melawan wabah ini. Ini bukan cuma kepentingan satu pihak, melainkan kepentingan bersama,” tegasnya saat ditemui di Alun-Alun Juwana, Sabtu, (18/4/2020).
Patroli ini, lanjut Hadi, sudah dimulai sejak 23 Maret 2020, dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya orang, seperti pedagang kaki lima (PKL) dan tempat hiburan malam. Titik-titik yang dituju meliputi Kota Pati, Margorejo, Juwana, Tayu, Kayen dan beberapa tempat lain.
Baca juga: MUI Jateng Imbau Salat Tarawih Dilaksanakan di Rumah
“Patroli ini dilaksanakan setiap hari mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 00.00 atau 01.00 WIB. Hari-hari biasa kami terjunkan sekitar 30 personel, kalau malam Minggu sampai 80 personel, karena banyak pemuda-pemudi yang keluar rumah untuk berkumpul,” tukas Hadi.
Editor: Ahmad Muhlisin

