Beranda blog Halaman 1860

Soal Larangan Mudik oleh Presiden Jokowi, Ini Sikap Ganjar

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog dengan beberapa warga. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dari zona merah ke desa-desa, Presiden Joko Widodo telah memutuskan pelarangan mudik tahun ini.

Terkait dengan hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat mendukung keputusan tersebut. Menurutnya, keputusan larangan mudik sangat tepat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Saya sangat setuju dan mendukung keputusan ini, karena pasti dilakukan dengan evaluasi yang tepat dan akurat. Saya kira, Pak Presiden telah melakukan evaluasi selama ini, sebab faktanya, meskipun diimbau untuk tidak mudik, tetap saja masyarakat nekat,” kata Ganjar ditemui di rumahnya, Selasa (21/4/2020).

Dengan larangan mudik itu lanjut dia, maka peningkatan penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Harapannya, larangan itu membuat masyarakat yang ada di zona merah seperti Jabodetabek, rela hati untuk tidak mudik.

“Meski begitu, kami berharap masyarakat kami yang tidak mudik tersebut betul dijamin oleh pemerintah. Apa yang sudah kami rintis dengan pemerintah Jabar, DKI dan Banten dapat dilaksanakan dengan baik. Mereka yang tidak pulang, harus benar-benar direscue, sehingga mendapat jaminan dari pemerintah,” tegasnya.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

Ganjar juga meminta agar pendaftaran penerima bantuan sosial di Jakarta yang ditutup pada tanggal 23 April ini diperpanjang. Sebab, masih banyak warganya yang belum terdaftar dan belum mendapatkan bantuan apa-apa.

“Tadi saya duduk selama tiga jam saja, mendapat keluhan banyak warga saya tentang itu. Bagaimana mereka tidak bisa daftar di RW, katanya suruh nunggu dan lainnya. Maka kami minta, persoalan ini menjadi perhatian,” imbuhnya.

Ganjar juga meminta masyarakat Jateng yang ada di Jakarta untuk bergotong royong memberikan bantuan. Mereka yang mampu, diharapkan dapat membantu warga yang tidak mampu selama pandemi ini berlangsung.

600 Ribu Warga Jateng Sudah Mudik

Disinggung soal pemudik, sampai saat ini lanjut Ganjar sudah ada 600.000 an warga Jateng yang sudah pulang kampung dari Jabodetabek. Meski begitu, jumlah itu masih sangat kecil dibanding total warga Jateng yang ada di sana.

“Total warga Jateng di Jabodetabek itu ada 7 jutaan, jadi yang mudik masih sangat kecil. Untuk itu, kami berharap larangan mudik ini benar-benar memperhatikan nasib warga kami yang ada di sana,” tegasnya.

Disinggung penerapan larangan mudik tersebut, Ganjar mengatakan, akan melaksanakan sesuai petunjuk pusat. Dirinya berharap, aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kebijakan itu.

Baca juga : 26 Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Positif Corona, Warga yang Ikut Wajib Melapor

“Kalau itu (larangan mudik) sudah dijalankan, kan pasti akan penjagaan oleh aparat penegak hukum di pintu-pintu keluar atau masuk. Kalau itu dilakukan, kami pasti terbantu. Prinsipnya sudah betul, mereka yang di zona merah tidak usah keluar duli. Kami minta provider telekomunikasi menyediakan jaringan lebih besar agar masyarakat kita tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya,” ucapnya.

Ganjar meminta kepada seluruh warga Jateng yang ada di Jabodetabek untuk mematuhi peraturan pemerintah dengan tidak mudik. Terkait keluarga yang ada di Jateng, pihaknya yang akan mengurus.

“Lalu bagaimana dengan nasib yang yang tidak mudik, saya minta segera melakukan pendataan sebagai penerima bantuan. Saya sudah komunikasi dengan Gubernur DKI, Jabar dan Banten terkait ini. Penghubung kami yang ada di Jakarta serta para paguyuban warga Jawa Tengah juga kami minta membantu dalam proses pendataan ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pelantikan 344 Kepala Sekolah di Kudus Dilakukan Secara Daring

0
Pelantikan kepala sekolah di Kudus pada Selasa (21/4/2020). Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 344 kepala sekolah di Kudus dilantik. Pelantikan dilakukan secara daring melalui aplikasi video konferensi, Selasa (21/4/2020).

Tampak layar besar di Command Center Kudus penuh dengan gambar. Terlihat beberapa panel berisi wajah kepala sekolah yang akan dilantik. Dilihat dari ruangannya, mereka berada di sekolah masing-masing.

Saat Plt Bupati Kudus HM Hartopo meminta mereka berdiri, para kepala sekolah tersebut langsung sigap. Pelantikan dilakukan Hartopo dengan membacakan surat keputusan terlebih dahulu.

Menurut HM Hartopo, dia melantik dua kepala sekolah taman kanak-kanak (TK), 319 kepala sekolah dasar (SD) dan 23 kepala sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu,dirinya juga melantik satu pejabat fungsional Radiografer di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Baca juga : Fokus Potensi Anak, Sekolah Alam Nara Mulia Ingin Siapkan Individu Tangguh

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus dan pribadi, saya ucapkan selamat kepada saudara. Semoga amanah yang diberikan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah dan masyarakat,” ungkapnya saat selesai melantik.

Penandatangan Berita Acara pelantikan kepala sekolah oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Foto : Imam Arwindra

Selain itu, Hartopo juga meminta agar pejabat yang dilantik dapat lebih inovatif dalam menjalankan tugas. Menurutnya, untuk kepala sekolah, ada empat hal yang harus dikerjakan. Yakni penguatan pendidikan karakter, kebudayaan literasi, terpenuhinya standar minimum dan pengembangan di masing-masing sekolah.

“Terutama saat pandemi ini. Kepala sekolah dan guru harus dituntut lebih inovatif dalam menjalankan belajar di rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, guru harus juga sering melakukan koordinasi dengan wali murid supaya materi-materi pengembangan dan pendidikan karakter tersampaikan.

Baca juga : Khayra, Model Cilik Asal Kudus Bakal Wakili Indonesia di Ajang Internasional

“Sekarang belajar online. Jika ada kendala seperti anak sekolah dasar harus melalui orang tuanya,” jelasnya.

Selain itu, untuk pejabat fungsional menurutnya tugas berat. Di samping memastikan birokrasi berjalan sesuai alur, mereka harus memastikan pelayanan yang melayani dan bersih dari korupsi. “Selamat bekerja. Laksanakan amanah ini sebaik-baiknya,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pelabuhan Bajomulyo Juwana Antisipasi Kepulangan Kapal saat Ramadan

0
Seorang pegawai di PPP Bajomulyo saat memasang baliho imbauan pelayanan saat Pandemi Covid-19, Selasa (7/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, PATI – Aktivitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati terlihat masih berjalan seperti sediakala. Adanya Covid-19 sepertinya tak menyurutkan para nelayan yang datang untuk mengurus berbagai perizinan melaut.

Meski kegiatan harian masih normal, di beberapa area tampak telah terpasang beberapa baliho imbauan tentang Virus Corona. Tak hanya itu, pihak pelabuhan juga menyediakan tandon air beserta sabun untuk cuci tangan pegawai dan nelayan yang hendak masuk kantor.

Suasana PPP Bajomulyo Juwana tampak lengang selama pandemi Covid-19. Foto: Titis Widjayanti.

Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Maryadi menyampaikan, langkah-langkah penyegahan tersebut merupakan arahan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Termasuk juga pembatasan pegawai yang bertugas di kantor, yakni hanya 20 persen dari jumlah pegawai dalam setiap harinya.

“Jam pelayanan kami juga ikut menyesuaikan.  Yang tadinya buka mulai 08.00 WIB sampai 15.30 WIB, sekarang hanya sampai 13.00 WIB. Intinya, selagi tidak ada imbauan lanjutan untuk tutup, kami masih tetap membuka layanan,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (7/4/2020).

Maryadi melanjutkan, langkah preventif lain dalam memutus penyebaran Virus Corona yang sudah dilakukannya adalah penyemprotan disinfektan di area pelabuhan. Upaya ini sudah dilakukan sebanyak dua kali dan kemungkinan akan dilakukan lagi di kemudian hari.

“Kami juga sering memberikan edukasi kepada nelayan atau siapapun yang memasuki area kantor. Imbauannya mengenai langkah antisipasi pencegahan wabah Covid-19, seperti harus memakai masker dan rajin cuci tangan,” tambah pria yang saat ditemui memakai kaos polo warna hijau itu.

Baca juga: 26 Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Positif Corona, Warga yang Ikut Wajib Melapor

Di sisi lain, pihaknya juga sedang melakukan serangkaian langkah antisipatif menyambut Bulan Ramadan. Mengingat, di bulan tersebut kemungkinan ada banyak kapal yang kembali dari pelayaran.

“Jelang puasa dan idul fitri biasanya banyak kapal masuk, makanya kita harus ada langkah antisipasi menyambut itu,” katanya.

Baca juga: Gunakan APD Lengkap, Petugas Skrining Ratusan Wali Santri di Pintu Masuk Desa Bermi

Selama pandemi ini, memang tidak banyak nelayan yang datang ke PPP Bajomulyo. Jika pun ada, itu karena ada yang harus melaporkan kapal sebagai aturan wajib.

“Selama Corona memang lebih sedikit yang datang. Itu yang datang ya, terpaksa, karena ada kewajiban melapor,” tutup Maryadi.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

MUI Jateng Imbau Salat Tarawih Dilaksanakan di Rumah

0
Ketua Umum MUI Jawa Tengah Achmad Darodji didampingi pengurus MUI saat penandatanganan Tausiyah MUI Jateng di kantor MUI Jateng, Selasa (21/4/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih di rumah masing-masing selama pandemi covid-19. Imbauan ini merupakan keputusan Komisi Fatwa MUI Jateng saat menggelar rapat di kantor MUI Jateng di Komplek Masjid Baiturrahman Semarang, Selasa (21/4/2020).

Ketua Umum MUI Jawa Tengah Achmad Darodji mengatakan, salah satu hal penting dalam keputusan rapat tersebut adalah, selama masa darurat corona, salat tarawih Ramadan tahun ini hendaknya dilakukan di rumah saja, bersama anggota keluarga inti masing-masing.

“Dalam rapat itu, kami menghasilkan Tausiyah MUI Jateng yang berisi lima poin utama sebagai langkah menghadapi bulan Ramadan selama ada covid-19,” katanya.

Dia melanjutkan, poin pertama yang dihasilkan adalah umat Islam di Jawa Tengah hendaknya menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan, dengan memperbanyak salat sunah, berzikir, istigfar, tadarus alquran, dan memperbanyak doa agar covid-19 segera pergi dari Indonesia dan muka bumi ini.

“MUI Jateng mengajak umat Islam di Jateng agar berperan aktif  mematuhi protokol kesehatan sebagai ihtiar untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di daerah masing-masing,” ajak Darodji.

Baca juga: Kisah Bocah di Semarang, Sumbangkan Tabungan Hasil Jualan Stiker untuk Tenaga Medis

Selain salat tarawih, dalam tausiyah itu juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat Jumat, salat jamaah rawatib (lima waktu), serta kegiatan ibadah lain di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

“Tidak usah dilaksanakan di masjid, musala atau tempat umum yang lain. Cukup di rumah saja,” terangnya.

Poin kedua, lanjut Darodji, tiga masjid besar di Kota Semarang, yakni Masjid Agung Semarang (MAS), Masjid Agung Jawa Tengah dan Masjid Baiturrahman, serta masjid-masjid agung kabupaten/kota se Jawa Tengah diharapkan bisa jadi contoh pelaksanaan dan pengaturan ibadah dalam situasi darurat Covid-19.

“Pelaksanaannya harus sesuai dengan petunjuk pemerintah dan fatwa serta tausiyah MUI,” tegasnya.

Baca juga: Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

Darodji melanjutkan, untuk poin ketiga, Baznas, LAZ, UPZ dan lembaga sejenis bisa meningkatkan perannya dalam menghimpun dan mentasharufkan harta zakat baik mal dan fitrah dalam rangka meringankan beban ekonomi umat.

Poin keempat, MUI Jateng mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama, khususnya antar tetangga di suatu kawasan.

“Dalam poin kelima, pengurus MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten/kota se Jateng diharapan mensosialisasikan tausiyah ini kepada para pengelola masjid dan musala serta masyarakat secara umum,” tukas Darodji.

Editor: AHmad Muhlisin

- advertisement -

Berawal dari Hobi, Kini Kustom Motor jadi Ladang Rezeki Bagi Juned

0
Juned dengan salah satu motor yang dikustom. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara bising mesin gerinda terdengar saat berada di teras ruko yang berada di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kudus. Di teras tersebut, tampak seorang pria  sedang memotong besi plat pada bagian motor dengan gerinda. Di samping pria tersebut, terlihat beberapa motor yang belum lengkap onderdilnya. Sedangkan di dalam ruko seorang pria mengenakan kaus merah sedang memeriksa motor CB. Pria tersebut adalah Ahmad Junaedi (38), pemilik bengkel Area Custom.

Seusai mengecek motor tersebut, pria yang akrab diapa Juned itu sudi berbagi kisah tentang usahanya itu. Dia mengatakan, merintis usaha bengkel motor pada tahun 2006. Dia mengaku, membuka usaha di bidang tersebut karena memang hobi dan menyenangi motor sejak kecil.

Salah satu motor yang ada di bengkel Area Kustom sedang proses modifikasi. Foto : Rabu Sipan

“Saya suka motor serta hobi utak atik kendaraan roda dua itu sejak kelas empat SD. Kegemaranku itu terbawa hingga kuliah, malah sampai saat ini,” ungkapnya kepada betanews.id, Sabtu (11/4/2020).

Baca juga : Menengok Bengkel Mobil Offroad BSR Fabrication yang Selalu Puaskan Pelanggan

Setelah lulus kuliah, dia mengaku sempat bekerja jadi sales penjualan oli di Solo. Namun hal itu tidak lama, karena dirinya enggan ketika akan dipindahtugaskan di area Yogyakarta. Menurutnya, daripada babat alas di Kota Gudeg dirinya lebih buka usaha sendiri.

“Aku mikirnya sama – sama babat alas, mending saya buka usaha sesuai hobiku. Bisa menekuni hobi sekaligus dapat jadi sumber rezeki,” ujar pria berjenggot itu.

Pria yang sudah dikaruniai dua orang anak itu mengatakan, membuka bengkel motor yang diberi nama Area Custom. Dipilih nama tersebut karena punya arti tempat mempercantik motor. 

“Oleh karena itu, siapa saja yang ingin mempercantik tunggangannya, bawa saja ke Bengkel Area Custom. Hasilnya pasti tidak mengecewakan,” ujarnya.

Pria yang melepas masa lajangnya pada tahun 2010 dengan seorang dara asal Solo itu menuturkan, Bengkel Area Custom menerima jasa custom motor dengan berbagai model. Antara lain, japstyle, chooper, Honda CB, Honda 70, serta restorasi motor jenis apapun siap dikejakan.

“Untuk harga dijamin bersaing dan tentu bisa dibicarakan. Hasil dijamin bagus atau istilah Jawanya itu terlihat kewes,” bebernya.

Dia mengaku, pelanggan di Bengkel Area Custom sudah lumayan banyak. Tidak hanya orang Kudus saja, tapi meliputi eks Karesidenan Pati, Demak, Semarang serta Tegal. Bahkan pernah dapat order pembuatan motor model japstyle dari Sulawesi dan Kalimantan.

Baca juga : Serasa Kendarai Moge, Yamaha All New NMAX Digemari Anak Muda

Sedangkan untuk pengerjaan lanjutnya, biasanya dibutuhkan waktu sekitar sebulan untuk pembuatan motor model japstyle, chooper dan lainnya. Itu juga tergantung onderdil yang diinginkan pelanggan. Jika onderdil yang diinginkan mudah didapat, pengerjaannya tentu akan lebih cepat.

Juned bersyukur, hobi yang ditekuninya sejak kecil kini bisa jadi ladang rezeki. Dia berharap  Bengkel Area Custom semakin dikenal, alat semakin lengkap, tambah lancar, serta pelanggan makin banyak.

“Semoga dengan makin banyaknya pelanggan, semakin banyak pula rezeki yang saya dapatkan,” harap Juned.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berkeliling Semarang dengan gowes. Pihaknya saat ini masih mempertimbangkan kemungkinan penetapan status PSBB Kota Semarang. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Penetapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Semarang, saat ini masih menjadi pertimbangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, jika jadi ditetapkan PSBB, maka daerah di sekitarnya, yakni Kabupaten Demak dan Kabupaten Kendal harus segera menyesuaikan.

Terkait dengan kemungkinan Kota Semarang diterapkan PSBB, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, jika dirinya telah menerima usul Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Kata Ganjar, usul dari yang disampaikan Walikota Semarang tersebut kaitannya dengan daerah-daerah penyangga, Demak dan Kendal.

“Ada usul yang sangat bagus dari Pak Wali Kota tadi. Usulnya, agar berbicara dengan daerah sekitar, utamanya seperti Demak dan Kendal. Kalau Semarang PSBB, daerah itu juga. Enggak semua area, minimal beberapa kecamatan di Kendal dan Demak,” ucap Ganjar, Selasa (21/4/2020).

Baca juga : Semarang Zona Merah, Walikota Diminta Tak Ragu Terapkan PSBB

Ganjar mengaku, saat ini Pemkot Semarang masih melakukan perhitungan apa saja yang perlu disiapkan untuk penerapan PSBB. Perhitungan itu terkait kesiapan Kota Semarang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, transportasi, dan lain-lain.

“Yang Semarang kita warning berkali kali agar masyarakat untuk bantu soal itu. Kalau PSBB Anda semua akan mengalami situasi tidak nyaman, maka ayo tolong cegah bareng bareng,” kata Ganjar.

Penerapan PSBB memang bukan satu-satunya jalan yang disodorkan oleh Ganjar. Asalkan, masyarakat patuh dalam mengikuti arahan pemerintah dalam melakukan social distancing maupun physical distancing sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Ganjar menambahkan PSBB bisa diterapkan jika suatu daerah mengalami trend atau peningkatan kasus positif virus corona yang tinggi. Sementara, di Kota Semarang saat ini jumlah kasus positif virus corona telah mencapai angka 128, atau sekitar 36,4% dari total kasus di Jateng.

Baca juga : Perpaduan Cara Tradisional dan Ilmu Pengetahuan Dinilai Efektif Hadapi Corona

“Sebisa mungkin PSBB itu kita tahan. Tapi, bagi daerah yang peningkatan signifikan ya PSBB harus disiapkan,” katanya.

Dibanding PSBB, Ganjar mengaku sebenarnya lebih setuju dengan cara desa dalam menangani persebaran virus corona. Ia mencontohkan ada suatu kampung di Semarang yang melakukan isolasi secara mandiri, dengan melakukan pembatasan warganya untuk berkeliaran.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Fokus Potensi Anak, Sekolah Alam Nara Mulia Ingin Siapkan Individu Tangguh

0
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Alam Nara Mulia Kudus. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Disria Ariyanti (46 tahun) tampak serius memperhatikan omongan dua orang di depannya. Sesekali, ia terlihat ikut menanggapi, dan membuat obrolan di rumah makan Andrawina Food Terrace (After), makin seru.

Rupanya, ketiga orang tersebut sedang berdiskusi soal pengembangan Sekolah Alam Nara Mulia. Disria bersama suaminya, Andi B. Mochtar dan Solichah Amir merupakan owner After yang membangun sekolah tersebut setahun lalu.

Rumah makan Andrawina Food Terrace (After) tampak depan. Foto: Titis Widjayanti.

Disria, panggilan akrabnya, kemudian bercerita awal mula pendirian sekolah yang berada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu. Menurutnya, keinginan untuk membantu menyiapkan individu tangguh menjadi tanggung jawab semua warga. Makanya, ia kemudian tergerak untuk ikut berpartisipasi dengan mendirikan sekolah.

“Kita harus menyiapkan anak-anak yang tangguh. Anak-anak yang tangguh itu lahir dari pendidikan yang tepat,” tegasnya saat ditemui, Senin (13/4/2020).

Sekolah yang dinaungi Yayasan Prasasti Sanusi itu rencananya akan memaksimalkan potensi anak dengan memadukan dua kurikulum, yaitu kurikulum pemerintah dan kurikulum khas Nara Mulia.

Baca juga: K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Disria melihat, setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang mampu memfasilitasi ragam kecerdasan dan potensinya. Namun, keterbatasan ekonomi menjadikan seseorang akhirnya tidak mendapatkan hak tersebut.

“Kurikulum khas Nara Mulia ini bertujuan untuk mengasah potensi anak, akhlak dan budi pekerti, agama, kemampuan berpikir kritis dan kemandirian. Jadi misalnya ketika sedang melakukan pembelajaran yang sama, bisa berbeda metodenya disesuaikan dengan potensi anaknya,” beber wanita berhijab yang pernah bekerja di BPPN Jakarta itu.

Baca juga: Rexsove, Brand Tas Lokal Berkualitas Buatan Loram Wetan

Selain fokus pada potensi anak, sekolah ini juga menggratiskan semua biaya yang diperlukan dalam pembelajaran.

“Kami sudah mengembangkan berbagai usaha termasuk After. Kedepan kami juga ada rencana pendirian peternakan sebagai laboratorium alam yang terbuka bagi investor untuk bergabung. Dari sana, pendanaan dan subsidi silang digunakan untuk membiayai operasional sekolah,” katanya.

Baca juga: Tak Diizinkan Sekolah Fotografi, Albert Pernah Kabur dari Rumah

Saat ini, siswa di Sekolah Alam Nara Mulia masih menempati ruang pertemuan rumah makan yang disulap menjadi kelas, sambil menunggu gedung sekolah selesai dibangun.

“Kami menggunakan meeting room untuk ruang kelas, sambil menunggu selesainya pembangunan gedung. Rencananya, nanti akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar sampai SMA. Tapi untuk sekarang kita fokus di jenjang SD,” tutup Disria.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

26 Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Positif Corona, Warga yang Ikut Wajib Melapor

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Masyarakat asal Jawa Tengah yang mengikuti rangkaian acara ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan diminta untuk segera melapor dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal itu, mengingat tingginya kasus penularan Covid-19 dari kluster tersebut.

Saat ini, menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di kabupaten/kota semua melakukan tracing penelusuran siapa yang mengikuti acara dari daerah-daerah episentrum. Kluster Bogor, terdapat acara seminar dan gereja. Selanjutnya kemarin dari Gowa ada acara ijtima ulama.

“Mereka telah pulang dan ada data yang diberikan kita untuk dites. Tolong jujur, tolong cerita, kalau diam diam akan bahaya, jujur itu penting. Kalau perlu, sekarang ngacung yang dari Gowa atau episentrum, tolong dengan kesadaran diri untuk melapor bahwa dari sana, bantu kami,” kata Ganjar, Selasa (21/4/2020).

Baca juga : Ganjar Kembali Putar Arah Sepedanya ke Kerumunan Warga, ‘Mas, Kok Masih Ngeyel’

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jateng, setidaknya ada 1.500 warga Jateng yang mengikuti ijtima ulama tersebut dan saat ini telah berada di kampung halaman masing-masing. Mereka berasal dari Grobogan, Karanganyar, Banyumas, Kebumen, Klaten dan beberapa daerah lain.

Dari 1.500 tersebut yang telah dinyatakan positif COVID-19 sekitar 26 orang. Yakni 11 orang dari Banjarnegara, 11 dari Wonosobo, 2 Klaten dan 2 dari Surakarta. Selain itu satu orang dari Karanganyar yang telah dinyatakan positif, telah meninggal dunia.

Baca juga : Dibangun Dadakan, STIE Bank Jateng Siapkan 10 Kamar untuk Karantina TKI

“Yang dari Gowa tolong lapor lewat medsos, sms atau WA, kepada RT/RW, lurah, camat, atau dinas rumah sakit. Agar kita bisa bantu panjenengan,” kata Ganjar.

Untuk pelaporan, Ganjar mengatakan bisa kepada rumah sakit, dinas kesehatan, kelurahan atau minimal RT RW yang terdekat. Namun cara yang paling aman adalah menggunakan media sosial ataupun WhatsApp dan SMS.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Semarakkan Hari Kartini, Himpsi Bagikan Masker dan Sembako

0
Anggota Himshi saat memberikan sembako kepada warga yang membutuhkan, Selasa (21/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS –  Sejumlah wanita berpakaian kebaya terlihat berjalan pelan menuju perempatan Jember, Kabupaten Kudus, Selasa (21/4/2020). Di sepanjang jalan, mereka membagikan masker serta kebutuhan bahan pokok kepada warga yang ditemui. Mereka adalah anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Karesidenan Pati yang sedang ikut menyemarakkan Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

Ditemui di sela-sela kegiatan, anggota Himpsi Heni Mustikaningati (34) mengungkapkan, selain memperingati Hari Kartini, pihaknya juga ingin mengajak masyarakat, khususnya wanita agar tetap semangat dalam menghadapi Covid-19.

Anggota Himpsi saat membagikan masker kepada pengguna jalan, Selasa (21/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Menurutnya, dalam menghadapi pandemi ini tidak boleh merasa terpuruk apa lagi ketakutan. Makanya ia berusaha menularkan sikap optimis bahwa orang Indonesia masih bisa berkarya dan produktif.

“Saya mengajak masyarakat untuk mengingat lagi kisah perjuangan Kartini. Habis gelap, terbitlah terang,” jelasnya.

Dalam aksinya itu, Himpsi membagikan masker seribu lebih dan 400 paket sembako. Ia berharap, donasi yang diberikan akan sangat membantu masyarakat.

Lebih lanjut, untuk masker pembagiannya kepada siapapun yang lewat di perempatan Jember. Namun untuk sembako, pihaknya lebih mengutamakan warga yang membutuhkan, seperti pekerja kebersihan dan para tukang becak.

“Paket sembako isinya beras, telur, mie, masker, gula dan minyak,” jelas juga ketua Rumah Terapi Anak Kebutuhan Khusus Darul Fathonah.

Baca juga: Sambil Gowes, Pati Kolektif Bagikan Sembako dan Masker

Sementara itu, penerima sembako Noorsin (38) mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Pria yang berprofesi penyapu jalan itu mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

“Terima kasih atas bantuannya. Ini bisa untuk makan keluarga,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Gunakan APD Lengkap, Petugas Skrining Ratusan Wali Santri di Pintu Masuk Desa Bermi

0
Petugas melakukan skrining kepada penjemput santri di pintu masuk Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Pati, Selasa (21/4/2020). Foto:Ist

BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah orang dengan menggunakan baju hazmat atau alat pelindung diri (APD), terlihat menyetop kendaraan roda empat maupun dua yang melewati pintu masuk Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Mereka kemudian mengarahkan termometer infrared ke arah kening pengemudi maupun penumpang yang ada di kendaraan untuk mengecek suhu tubuh.

Hal tersebut, sebagai salah satu langkah preventif untuk pencegahan penularan Covid-19. Sebab, pada hari ini, Selasa (21/4/2020), setidaknya lebih kurang ada 600 santri Pondok Pesantren Raudlotul Falah Desa Bermi dipulangkan ke kampung halaman. Sehingga ada ratusan wali santri yang menjemput anaknya di ponpes tersebut.

Baca juga : Kisah Bocah di Semarang, Sumbangkan Tabungan Hasil Jualan Stiker untuk Tenaga Medis

Kepala Puskesmas Gembong Mujiono menyampaikan, jika dalam hal pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas puskesmas dibantu dari Koramil dan Polsek Gembong.

Petugas dari Puskesmas Gembong melakukan skrining terhadap para penjemput santri di Desa Bermi. Foto : Ist

“Skrining suhu tubuh ini dilakukan untuk memastikan para penjemput santri ini dalam keadaan sehat. Kami juga memastikan, apakah kelengkapan para penjemput sudah lengkap seperti halnya pemakaian masker atau tidak,” ujar Mujiono.

Jika ada pengemudi atau penumpang yang kedapatan tidak menggunakan masker, pihaknya langsung mengimbau agar mereka memakainya.Kemudian, jika terdapat penjemput yang bersuhu tubuh melebihi batas normal, penjemput tersebut tidak diperkenankan untuk memasuki kompleks pondok pesantren.

Baca juga : Petugas Sanggongi Alun-Alun Kudus dan Balai Jagong Hingga Pagi

“Namun, berdasarkan pantauan dan hasil skrining yang kami lakukan, keseluruhan penjemput dinyatakan suhu tubuh dalam batas normal,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kegiatan yang dilakukan tersebut, bisa menjadi salah satu langkah untuk mencegah adanya penularan Covid-19. Sebab, wali santri yang melakukan penjemputan berasal dari berbagai daerah. Baik itu dari Kabupaten Pati sendiri maupun luar Pati.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Perajin di 10 Kabupaten di Jateng Terima Bantuan

0
Atikoh Ganjar Pranowo, Ketua Dekranasda Jateng menyalurkan bantuan logistik untuk perajin terdampak Covid-19. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG –  Siti Atikoh Ganjar Pranowo, Ketua Umum Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah menyalurkan bantuan logistik kepada perajin Industri Kecil Mandiri (IKM) terdampak Covid-19. Bantuan tersebut diperuntukan bagi 69 perajin di 10 kabupaten.

Paket logistik tersebut, merupakan bantuan dari Dewan Kerajinan Nasional yang kemudian didistribusikan ke Jateng.

“Saya sampaikan terima kasih pada  Ketua Umum Dekranas ibu Ma’ruf Amin atas kepeduliannya terhadap perajin. Semoga perajin di Jawa Tengah bisa survive (bertahan) dan tetap semangat,” ujar Atikoh, di Puri Gedeh, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Senin (20/4/2020).

Baca juga : Ganjar : Saya Titip Nasib Karyawan, Tolong Jangan Ada PHK

Menurutnya, perajin maupun UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Jateng memunyai kelebihan tersendiri. Contohnya, ikut menyokong pembuatan Alat Pelindung Diri (APD), guna menghadapi Covid-19. Hal itu dinilai menjadi unsur lebih, jika dibanding kondisi di negara lain.

Selain itu, banyak diantara perajin yang sudah banting setir membuat masker.  “Banyak juga pengusaha batik yang beralih membuat masker kain, yang kini dibutuhkan oleh kebanyakan masyarakat saat ini,” imbuhnya.

Kunto, seorang perajin mobil-mobilan dari Magelang bersyukur atas bantuan tersebut. Ia mengaku usahanya Mandeg, sejak Covid-19 melanda.

“Usaha saya ya berhenti. Sementara ini saya bertani. Karena order tidak ada. Ya dengan bantuan ini, saya berharap bisa membantu perajin di daerah saya di Kabupaten Magelang,” ucapnya.

Baca juga : Kisah Bocah di Semarang, Sumbangkan Tabungan Hasil Jualan Stiker untuk Tenaga Medis

Hal serupa dikatakan Umiyati. Pengusaha rajut ini mengaku barang kerajinannya tak bisa dipasarkan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peny Rahayu mengatakan, rencananya akan ada bantuan pada perajin ekonomi kreatif bersumber dari APBD. Bantuan berupa bahan makanan pokok itu, ditujukan guna memberi sokongan terhadap perekonomian perajin terdampak.

“Provinsi akan ada bantuan seperti ini untuk perajin yang bergerak di bidang ekonomi kreatif, bersumber dari APBD Provinsi Jateng,” urainya, yang juga Ketua Harian Dekranasda Jateng.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Yamaha All New NMAX, Motor Terlaris di Yamaha Harpindo Jaya Kudus

0
Dealer Harpindo Jaya Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan kendaraan roda dua tampak berjajar rapi di dalam sebuah bangunan bercat putih di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, tepatnya di sebelah timur pertigaan Pentol. Di antara puluhan motor, juga terlihat beberapa orang mengenakan baju warna biru sedang melayani calon pembeli. Tempat tersebut yakni Yamaha Harpindo Jaya Kudus.

Yamaha All News NMAX. Foto : Rabu Sipan

Moh Arief (45), Supervisor Harpindo Jaya mengatakan, Yamaha NMAX merupakan motor terlaris di showroom tempatnya bekerja. Bahkan penjualan semua motor di Yamaha Harpindo Jaya separuhnya didominasi motor matik berbodi bongsor tersebut.

“Yamaha Harpindo Jaya Kudus itu setiap bulannya mampu menjual sekitar 120 unit motor. Dari total penjualan tersebut, separuhnya merupakan penjualan Yamaha NMAX,” ungkap pria yang akrab disapa Ayik itu kepada betanews.id, Selasa (24/4/2020).

Baca juga : Serasa Kendarai Moge, Yamaha All New NMAX Digemari Anak Muda

Pria yang merupakan warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus itu mengatakan, penjualan motor di Yamaha Harpindo Jaya Kudus masih didominasi motor matik. Selain NMAX, produk motor Yamaha lainnya yang paling diburu yakni, Yamaha Lexi, Mio M3, Fino, Freego, X-ride, Aerox, hingga XMax 250 cc.

“Semua motor Yamaha itu hampir semua diminati. Karena memang modelnya yang sporty, irit dan mesinnya yang bandel,” ujar Ayik.

Selain motor matik, tuturnya, Yamaha Harpindo Jaya Kudus juga menjual motor sport. Antara lain Yamaha Vixion, Yamaha WR155, Yamaha XRR Retro Japstyle Modern 155cc, serta Yamaha R15 dan Yamaha R25.

“Tentu, kami juga masih menyediakan motor Yamaha Vega, Yamaha Jupiter MX King,” jelas pria yang sudah dikaruniai empat orang anak tersebut.

Baca juga : Nabila Vespa Kudus, Showroom Vespa Second yang Bisa Jadi Jujugan Penggemar Skuter

Setiap pembelian satu unit motor Yamaha di Harpindo Jaya Kudus, kata dia, pelanggan akan mendapatkan helm serta jaket yang sangat modis. Serta mendapatkan gratis servis hingga empat kali dan gratis ganti oli sekali.

“Sedangkan untuk pembayarannya bisa cash maupun kredit. Motor juga ready di dealer jadi tidak perlu inden,” ujar Ayik.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Perpaduan Cara Tradisional dan Ilmu Pengetahuan Dinilai Efektif Hadapi Corona

0
Ahli matematika Universitas Sebelas Maret Surakarta, Sutanto Sastroredja. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Menurut ahli matematika Universitas Sebelas Maret Surakarta, Sutanto Sastroredja, perpaduan cara tradisional dan ilmu pengetahuan merupakan jurus inti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menangani Covid-19. Cara itu dinilai sangat ampuh, dengan bukti angka pasien terkonfirmasi positif di Jateng lebih rendah daripada provinsi besar lain, juga yang sembuh lebih banyak dibanding yang meninggal.

Cara tradisional pertama yang Ganjar lakukan adalah, dengan memberi pemahaman langsung kepada masyarakat secara door to door. Satu bulan sudah secara intens setiap hari Ganjar keliling bersepeda menemui masyarakat. Hal tersebut, menurutnya memiliki efektivitas yang tinggi dalam menerapkan langkah preventif.

“Karena setelah melakukan itu Ganjar langsung menyebarkan di media sosial sehingga pembelajarannya bisa dinikmati masyarakat luas, bukan hanya Jawa Tengah tapi Indonesia, bahwa Corona ini bukan hanya membahayakan diri secara personal tapi seluruh masyarakat secara nasional bahkan global,” katanya, Senin (20/4/2020).

Baca juga : Ganjar Kembali Putar Arah Sepedanya ke Kerumunan Warga, ‘Mas, Kok Masih Ngeyel’

Langkah tradisional itu dilengkapi dengan komunikasi intens dengan kepala desa di seluruh Jawa Tengah. Dia menularkan cara-cara dasar pencegahan sampai penanganan. Penyandang doktor matematika Universitas Bordeaux itu mengatakan langkah tersebut membuat Ganjar kaya data sekaligus kaya kaki tangan untuk pencegahan.

“Ganjar sangat memahami data dan kerja teknis di lapangangan. Beliau orang yang cepat dan mau belajar. Termasuk bagaimana mengoperasikan PCR, VTM, Renagen dan lainnya beliau sangat paham. Dalam eksplorasi data beliau sangat paham,” katanya.

Cara yang dilakukan Ganjar semakin efektif dengan suplai pengetahuan dari para ilmuwan yang sengaja Ganjar gandeng. Terakhir ada nama Hendro Wicaksono, ahli teknologi asal Indonesia yang sekarang mengajar di Jacob University Bremen dan mendapat gelar profesor 4.0 di Jerman.

Selain itu Ganjar juga intens diskusi dengan ilmuwan lain di Indonesia, dari ahli virus, ahli penyakit dalam, dokter gizi, ulama sampai ahli forensik. Bahkan untuk menganalisis kemungkinan persebaran dan jangka waktunya, Ganjar mengundang khusus ahli statistik.

“Itu kan bukan ilmu beliau tapi beliau sangat memahami. Beliau tidak segan tanya pada ilmuan, itu hal yang sangat istimewa. Saya juga belum melihat pemimpin daerah lain melakukan hal serupa,” katanya.

Baca juga : Ganjar : Saya Titip Nasib Karyawan, Tolong Jangan Ada PHK

Namun, memadukan cara-cara tradisional dengan yang berbasis ilmu pengetahuan tersebut belumlah cukup. Karena nyatanya sampai sekarang kasus Covid-19 terkonfirmasi di Jawa Tengah juga masih ada dan terus bertambah. Tanto mengatakan, dirinya telah menghitung secara matematis sejak kasus Covid-19 masuk ke Indonesia.

Menurutnya, sampai saat ini dirinya belum pernah mendengar rencana aksi penanganan Covid-19, minimal dalam jangka 100 hari. Padahal, lanjut dia, jika ada kalkulasi waktu yang jelas, tahapan-tahapan pencegahan bisa dilakukan secara presisi. Bahkan menurut penghitungannya, jika upaya psycal distancing dan karantina dilakukan dengan konsisten maka pada 100 hari Covid-19 di Indonesia atau pada tanggal 10 Juni pagebluk ini akan berakhir.

“Ketika rencana aksi itu tidak ada, maka bersiaplah menghadapi ini semakin lama. Langkah selanjutnya yang mesti diambil adalah penanganan berbasis desa. Khususnya penerapan jaring pengaman ekonomi, sosial,” katanya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Dapat Sembako dari Yayasan Arwaniyyah, Etty: ‘Sangat Membantu saat Ekonomi Sulit’

0
Ketua RT di Desa Kajeksan Kudus saat memberikan santunan dari Yayasan Arwaniyyah kepada Etty Wahdiyati, Minggu (19/4/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus oblong dengan topi di kepalanya terlihat sedang mengetuk pintu sebuah rumah. Setelah beberapa ketukan, keluarlah seorang nenek mengenakan jilbab. Setelah basa-basi sebentar, pria tersebut kemudian memberikan bingkisan warna putih yang berisi sembako.

Dia adalah Etty Wahdiyati (64), satu diantara sejumlah warga yang menerima sembako dari Yayasan Arwaniyyah Kudus. Etty sapaan akrabnya, mengaku senang dan terbantu atas santunan tersebut.

Pengurus Yayasan Arwaniyyah sedang menata paket sembako yang akan diberikan kepada anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Kudus, Minggu (19/4/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Apa lagi saat ekonomi serba sulit seperti ini. Saya hanya bisa berdoa semoga Yayasan Arwaniyyah semakin berkembang dan semakin maju,” ungkap warga Kelurahan Kajeksan RT 02 RW 03, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu, Minggu (19/4/2020).

Hal sama juga diutarakan Umi Kalsum (88). Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim.

“Saya hanya bisa ikut mendoakan, semoga Corona cepat hilang dan seluruh pengurus Yayasan Arwaniyyah diberi kesehatan,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua RT setempat Agus Riyadi (52) mengaku ikut senang mendapati warganya memperoleh bantuan sembako dari Yayasan Arwaniyyah.

Baca juga: Yayasan Arwaniyyah Bagikan Sembako dan Santuni Anak Yatim

“Bantuan ini dari program Arwaniyyah Peduli Santunan Yatim dan Fakir Miskin Dampak Covid-19. Saya hanya ikut membantu mengantar ke rumah-rumah warga,” katanya.

Diketahui, bantuan sembako dan santunan anak yatim ini merupakan upaya Yayasan Arwaniyyah Kudus untuk membantu warga selama pandemi Covid-19. Dalam kegiatan ini, pihak yayasan membagikan 1.000 sembako dan santunan kepada 400 anak yatim.

Baca juga: Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus

Koordinator tim relawan HM Izzuna menyampaikan, bantuan tersebut berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 3 mi kemasan cup, 4 mi instan dan 5 masker. Sedangkan besaran santunan kepada anak yatim adalah Rp 250 ribu per anak.

“Kami memprioritaskan fakir miskin dan duafa di sekitar unit-unit yang di kelola Yayasan Arwaniyyah Kudus,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Oma Opa di Panti Jompo Curhat Sayur Asin Hingga Minta Minyak Urut ke Ganjar

0
Ganjar Pranowo sedang ngobrol dengan salah satu penghuni panti jompo di Semarang. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Tiga panti jompo dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat gowes pada Senin (20/4/2020) pagi. Di antaranya adalah Panti Wreda Rindang Asih II di Bongsari Semarang Barat, Panti Wreda Omega di Manyaran dan Wisma Rela Bhakti di Jl Ronggowarsito Kawasan Kota Lama Semarang.

Bukan tanpa alasan, kedatangan Ganjar ke tempat-tempat itu untuk memastikan para lansia yang sangat rentan tertular virus corona itu semuanya dalam kondisi sehat.Dari kunjungan itu, Ganjar senang karena semua lansia yang ada dalam kondisi sehat, serta logistik sehari-hari masih tercukupi.

Kedatangan Ganjar yang tidak direncanakan di panti-panti tersebut membuat para penghuni panti terkejut. Meski begitu, mereka tampak antusias dan bergembira dengan kunjungan itu. Walaupun usia mereka rata-rata di atas 70 tahun, namun ingatan terhadap orang nomor satu di Jawa Tengah itu masih melekat. Dengan sopan, mereka langsung menyapa dan menawari Ganjar untuk sarapan.

Baca juga : Kisah Bocah di Semarang, Sumbangkan Tabungan Hasil Jualan Stiker untuk Tenaga Medis

“Selamat datang Pak Ganjar, monggo ikut sarapan,” sapa para penghuni panti Rindang Asih.

Ganjar pun langsung menghampiri mereka dan mengajak mengobrol. Canda tawa bergemuruh saat Ganjar melontarkan joke-joke yang menghibur.”Itu giginya pada kemana? kok hilang,” candanya.

Kedatangan Ganjar ke panti-panti jompo itu tidak disia-siakan para penghuninya. Beberapa Oma Opa itu memberanikan diri untuk curhat dan mengutarakan permintaanya.

Ganjar Pranowo saat mengunjungi salah satu panti Jompo di Semarang. Foto : Ist

Permintaanya pun aneh-aneh. Ada yang meminta minyak tawon untuk urut, ada juga yang meminta sate ayam lengkap dengan lontongnya. Beberapa juga meminta dikirimi pisang oleh Ganjar.

“Saya minta sate ayam pak. Jangan lupa pakai lontong biar mantap,” kata Joni Harso (90), penghuni Panti Wreda Rindang Asih.

Permintaan Joni itu langsung ditanggapi serius Ganjar. Ia berjanji akan mengirimkan sate ayam saat makan siang tiba.

“Nanti saya kirim ya, kenapa sate ayam? Nggak mau sate kambing? Kan lebih enak,” kata Ganjar. “Nggak kuat giginya pak, lagian nanti kepalanya jadi pusing. Lebih enak sate ayam pak, bener lho pak nanti dikirim. Ojo ngapusi, dosa nek ngapusi,” timpal Weni Setiawan (91), penghuni panti lainnya.

Baca juga : Banyak yang Kesengsem, Kini Kaus Corona Ganjar jadi Donasi Warga

Ada pula yang menggunakan kesempatan ketemu Ganjar untuk curhat. Berbagai hal diceritakan, mulai pengalaman masa muda hingga masakan yang keasinan. Hal itu sontak membuat suasana jadi ger-geran.

“Saya itu sering ndak cocok kalau sarapan, seringnya keasinan. Nggak tahu itu yang masak siapa, kalau keasinan kan saya bisa kena darah tinggi,” kata Titik Indriyanti (87), penghuni Panti Wreda Omega Manyaran.

Ganjar pun meminta agar kunjungan ke panti-panti jompo dibatasi. Kalau perlu, Ganjar meminta agar kunjungan selama Covid-19 ini ditiadakan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -