31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Ganjar Kembali Putar Arah Sepedanya ke Kerumunan Warga, ‘Mas, Kok Masih Ngeyel’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa geram melihat di jalanan, warung makan, kafe hingga perkampungan, masyarakat di Kota Semarang masih banyak yang berkerumun dan duduk berdekatan tanpa memakai masker. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan physical distancing dan memakai masker ternyata masih rendah. Padahal, Kota Semarang sudah masuk zona merah Covid-19.

Ganjar yang setiap hari berkeliling dengan sepeda, melihat jelas kondisi itu. Tak hanya sekadar mengingatkan, Ganjar mulai tegas mengingatkan kepada masyarakat untuk mematuhi anjuran itu.

Seperti saat sepedaan Minggu (19/4/2020) pagi di Kota Semarang, Ganjar tak segan mengingatkan warga yang ngeyel tetap berkerumun dengan nada tinggi. Pasalnya, imbauan Ganjar melalui pengeras suara yang nyantol di sepeda, tidak diindahkan.

-Advertisement-

Bahkan, Ganjar sempat memutar arah sepedanya dan kembali menghampiri warga yang nekat berkerumun. Ia meminta masyarakat sadar, bahwa virus Covid-19 tidak bisa diremehkan.

Baca juga : Semarang Zona Merah, Walikota Diminta Tak Ragu Terapkan PSBB

“Mas kok ijeh ngeyel (mas kok masih bandel), tadi saya bilang jaga jarak, sampeyan masih saja bergerombol. Ayo saiki geser (ayo sekarang geser),” teriak Ganjar.

Beberapa anak muda yang sedang nongkrong di Jl MT Haryono Kota Semarang itu kemudian mau bergeser. Tak lelah, Ganjar mengingatkan mereka untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Njenengan masih muda, tolong jadi contoh yang baik bagi masyarakat. Bantu pemerintah untuk sosialisasi ini. Ini serius lho, jangan anggap sepele,” tegasnya.

Peristiwa serupa terjadi daerah Pedurungan Kota Semarang. Saat melintas di depan warung soto, Ganjar mengingatkan para pembeli yang sedang makan soto untuk tidak berkerumun.

Karena imbauan tidak diindahkan dan para pembeli terkesan cuek, Ganjar langsung memarkirkan kendaraannya. Ia turun dan menghampiri warganya yang sedang sarapan itu.

“Tolong jaga jarak, kalau bisa jangan makan di sini, pesan terus dibawa pulang. Ingat, ini serius. Kota Semarang sudah zona merah, sekarang yang positif covid-19 tertinggi ada di Kota Semarang. Ayo jangan ngeyel,” pintanya.

Ganjar meminta semua masyarakat menjaga diri. Sebagai garda terdepan untuk memutus mata rantai wabah covid-19, masyarakat harus peka dan sadar diri.

Baca juga : Begini Kondisi Terkini 46 Tenaga Medis RS Kariadi Semarang yang Positif Covid-19

“Saya tidak mau warga saya banyak yang terkena virus ini. Aku pengen wargaku sehat kabeh (saya ingin warga saya semuanya sehat). Tolong saya didengarkan, Semarang ini sudah bahaya,” tegasnya.

Salah satu warga yang sedang berkerumun, Danis,45, mengatakan sebenarnya paham dengan himbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing. Namun kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu.

“Sebenarnya tahu tentang jaga jarak, tapi mau bagaimana lagi. Ini tadi mampir sarapan, kebetulan pas ramai dan tempatnya sempit, jadi berdesakan,” kata dia.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER