31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Siswadi Terharu Dijenguk Ganjar, Curhat Sudah Tak Punya Penghasilan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Siswadi (45) masih tak menyangka jika orang yang mengunjunginya pagi itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penghuni Pondok Boro Kamping Sumeneban Kota Semarang itu pantas kaget, lantaran ia dan teman-temannya jarang sekali dikunjungi orang penting di kota tersebut.

Bangunan yang ditempati Siswadi dan 150 perantau lain dari Kebumen, Sragen dan daerah lain itu jauh dari kata layak. Tidak ada perabot laiknya tempat tinggal pada umumnya. Bahkan untuk tidur, mereka menggunakan papan berbentuk los panjang tanpa kasur ataupun bantal.

Dihadapan Ganjar, Pria asal Gombong, Kebumen itu langsung curhat soal ekonominya yang karut marut sejak adanya covid-19. Siswadi mengatakan, sebagian besar penghuni Pondok Boro bekerja seadanya di Kota Semarang. Ada yang kuli bangunan, jualan asongan keliling, jualan aksesoris, warung makan dan bekerja di sektor informal lainnya.

-Advertisement-

Baca juga: Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

“Kalau dulu sebelum ada corona, penghasilannya bisa diandalkan. Tapi sekarang sudah sepi, pemasukan berkurang bahkan tidak ada. Sementara kami di sini butuh makan dan butuh untuk membayar ongkos menginap sehari Rp 3.000,” keluhnya pada Ganjar yang datang untuk melihat kondisi para perantau, Kamis (23/4/2020).

Siswadi dan ratusan perantau itu pun meminta pemerintah memberikan perhatian. Apalagi, di tengah pandemi ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat yang ada di zona merah.

“Katanya ndak boleh pulang, Pak? Terus nasib kami gimana di sini? Siapa yang akan menjamin kami, Pak?” timpal Rohimah (50), warga Kebumen.

Baca juga: Ganjar Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Perantau yang Tidak Mudik

Mendengar itu, Ganjar langsung terenyuh. Ia mengatakan akan membantu untuk meringankan beban mereka. Selain mengirim makanan dan buah-buahan, Ganjar juga menanggung ongkos penginapan seluruh penghuni Pondok Boro selama sebulan.

“Nanti ongkos nginep di sini saya bayari sebulan. Tapi jangan mudik, ya. Tetap di sini saja supaya keluarga di rumah tidak tertular penyakit,” pesan Ganjar.

Ganjar juga meminta Ketua RT yang ada di lingkungan Pondok Boro untuk mendata dan mengajukan bantuan ke pemerintah. Meski begitu, dia tetap berharap masyarakat sekitar yang mampu bisa bergotong royong memberikan bantuan.

“Ya meskipun kondisi seperti ini, semua harus berusaha untuk tetap bertahan,” kata Ganjar.

Baca juga: Angka Pemudik di Brebes Tertinggi se Jawa Tengah

Dari kunjungannya itu, Ganjar lega setelah mengetahui kondisi ratusan perantau yang sehat. Meski terdampak, tapi sebagian besar masih dalam kondisi aman.

Alhamdulillah semua sehat, dan sebagian besar masih bisa survive dengan kondisi ini. Saya berharap mereka semua tidak mudik, tetap di sini sampai kondisi lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER