BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempersiapkan tempat karantina bagi pekerja migran yang hendak pulang ke kampung halaman. Saat ini, pihak pemprov sedang melakukan proses administrasi terkait penggunaan aset milik provinsi.
Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jateng Sudaryanto menyampaikan, pihaknya sudah meninjau 36 aset milik pemprov di beberapa tempat.
Di antaranya, Asrama Haji Donohudan, Bapelkes Sewakul Ungaran, Mess Kesehatan Bandungan, Balatkop Srondol, BPSDMD Semarang, Transito Tugu, Eks BP Dikjur Brotojoyo, Balai Latihan Kerja 1, Aula Kantor Eks Bakorwil Pati, Gedung Eks Bakorwil Kedu, Bapelkes Gombong Kebumen, Bapelkes Wonosobo, Balai Latihan Kerja dan Transmigrasi Klampok Banjarnegara, Wisma Papandayan, Wisma Guntur, Wisma Pemda Menteri Supeno, Hotel Garuda Kopeng dan Hotel Pondok Slamet Baturadden.
Baca juga: Dibangun Dadakan, STIE Bank Jateng Siapkan 10 Kamar untuk Karantina TKI
“Yang sudah direnovasi itu BBSDM Solo dan STIE Bank Jateng, dua tempat itu sudah siap. Untuk prosesnya kita sedang ajukan ke Gubernur untuk ditandatangani SK (Surat Ketetapan) sebagai landasan hukumnya,” ujar Sudaryanto, Rabu (22/4/2020).
Menurutnya, tempat-tempat tersebut bisa menampung ratusan tempat tidur dan diharapkan bisa ditempati warga yang hendak dikarantina. Selain itu, setiap tempat karantina akan disiagakan petugas, baik pengamanan maupun medis.
Baca juga: Sejuta TKI Akan Pulang, Pemprov Jateng Siapkan Tempat Karantina Khusus
“Peruntukannya beda-beda, ada yang untuk dokter seperti di Hotel Kesambi Hijau. Ada yang untuk anak buah kapal, ada yang untuk mahasiswa yang baru pulang dari luar negeri. Ini dipersiapkan kalau sampai nanti terjadi outbreak, mudah-mudahan tidak,” tutup Sudaryanto.
Editor: Ahmad Muhlisin

