Beranda blog Halaman 149

Inovasi Manis Kopitiam AMA, “Roti Bakar Siram” Jadi Buruan Pecinta Kuliner Kudus

0
Kopitiam AMA kembali mencuri perhatian dengan menu terbarunya yang unik, yakni Roti Bakar Siram. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah menjamurnya kafe dan tempat nongkrong di Kudus, Kopitiam AMA kembali mencuri perhatian dengan menu terbarunya yang unik, yakni Roti Bakar Siram. Inovasi ini menjadi sajian khas yang menawarkan sensasi makan roti bakar dengan gaya berbeda, disajikan bersama siraman saus teh tarik, kopi tarik, atau cokelat yang menggoda.

Berlokasi di Jalan Tit Sudono No. 81 D (Gang 4), Kopitiam AMA dikenal sebagai kafe bergaya oriental yang menyajikan berbagai menu khas kopitiam seperti nasi lemak, kaya toast, dan teh tarik. Namun kali ini, pemilik sekaligus peracik menu, Yudi, ingin memberikan sesuatu yang lebih segar dan memorable bagi pengunjung.

Baca Juga: Viral di Tiktok, Es Teler Amanda dan Odang Odeng Diserbu Pemuda Kelet

“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru yang belum ada di Kudus. Roti bakar siram ini tidak hanya enak, tapi juga menghadirkan sensasi tersendiri ketika disantap hangat-hangat,” katanya.

Tidak seperti roti bakar biasa yang disajikan kering, roti bakar siram ala Kopitiam AMA justru mengandalkan perpaduan tekstur lembut dan rasa creamy. Pelanggan bebas memilih topping favorit, mulai dari keju, cokelat, cokelat keju, hingga double choco, sebelum roti disiram dengan saus khas pilihan pelanggan.

“Kalau yang suka manis, bisa coba siraman teh tarik atau cokelat. Tapi kalau ingin sensasi sedikit pahit khas kopi, varian kopi tarik jadi favorit banyak pelanggan,” jelasnya.

Dengan kisaran harga Rp22.000–Rp25.000, menu ini langsung menjadi favorit dan bahkan sering sold out setiap hari. Banyak pelanggan mengaku tertarik bukan hanya karena rasanya, tapi juga tampilannya yang estetik dan cocok untuk diabadikan di media sosial.

Baca Juga: Awet Tanpa Pengawet, Bubur Eni Terjual Puluhan Kilogram Sehari

Kopitiam AMA yang kini genap berusia satu tahun juga tengah mengadakan promo bagi pelanggan. Setiap transaksi minimal Rp50.000 berhak mendapatkan kupon undian bulanan dengan hadiah voucher makan senilai Rp100.000 untuk tiga pemenang. Selain itu, setiap tiga bulan akan diundi hadiah elektronik seperti kipas angin, setrika, dan blender, hingga hadiah utama sepeda listrik di akhir periode.

“Kami ingin pelanggan merasakan bahwa setiap kunjungan ke Kopitiam AMA itu berarti. Tidak hanya menikmati makanan, tapi juga bisa berkesempatan mendapat hadiah,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Tetapkan Kawasan Wisata Muria Sebagai Prioritas Pembangunan Perdesaan 2022–2026

0
Bukit pandang di lokasi wisata alam Dea Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Dok, Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus resmi menetapkan lima desa di Kecamatan Dawe sebagai Kawasan Perdesaan Wisata Muria melalui Keputusan Bupati Nomor 410/255/2020. Penetapan ini menjadi landasan strategis dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Wisata Muria untuk periode 2022–2026.

Kawasan ini mencakup Desa Colo sebagai pusat kawasan, serta Desa Kajar, Japan, Dukuhwaringin, dan Ternadi sebagai desa penyangga. Kelima desa yang berada di Kecamatan Dawe tersebut memiliki potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

Penyusunan RPKP Wisata Muria berfungsi untuk, memberikan arah pembangunan bagi pemerintah pusat hingga desa dan mendorong pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal.

Pengunjung sedang melewati spot foto favorit di Wanawisata Ternadi. Foto: Dok. Betanews.id

Selain itu, RKPP juga akan mengintegrasikan kebijakan dan program lintas sektor serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat desa.

RKPP nantinya akan menjadi acuan pembangunan jangka menengah selama lima tahun, dengan fleksibilitas untuk disesuaikan berdasarkan dinamika kebutuhan kawasan.

Baca Juga: Antisipasi Kebocoran, Pemkab Kudus Bakal Terapkan E-Retribusi Bagi Pedagang CFD

Rencana pembangunan tersebut didukung oleh berbagai regulasi nasional dan daerah, termasuk UU Desa No. 6 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati Kudus No. 45 Tahun 2020. Pendanaan pembangunan kawasan bersumber dari APBN, APBD, dana desa, serta sumber sah lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Dengan adanya RPKP ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap pembangunan kawasan wisata Muria dapat berjalan lebih terarah, sinergis, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kawasan ini diharapkan menjadi model pembangunan perdesaan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Baru Tercapai Rp3,7 M, Pendapatan PDAM Kudus 2025 Terancam Tak Capai Target

0
Direktur Perusda Tirta Muria Kudus, Winarno. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muria Kudus menghadapi tantangan berat dalam mencapai target pendapatan tahun 2025. Pasalnya, hingga akhir September realisasi pendapatan baru tercapai Rp3,7 miliar dari target Rp6,7 miliar.

Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno, mengakui bahwa capaian tersebut belum sesuai harapan. Namun, pihaknya tetap optimis dapat menembus angka Rp5 miliar pada tahun ini melalui langkah efisiensi dan optimalisasi pelayanan.

Baca Juga: Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

“Kalau ditarget Rp6,7 miliar memang agak berat. Sebab penyesuaian tarif tahun 2018 belum bisa dilaksanakan,” ujar Winarno di Desa Medini, Kecamatan Undaan, belum lama

Menurutnya, penyesuaian tarif tersebut sebenarnya sudah ditetapkan oleh Bupati Kudus, namun hingga kini belum dapat diberlakukan. Akibatnya, pendapatan perusahaan masih tertekan.

Winarno menjelaskan, pihaknya melakukan efisiensi di sejumlah pos anggaran agar keuangan perusahaan tetap sehat. Pemangkasan dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kita memang harus hemat. Ada beberapa anggaran yang dipangkas sebagai langkah antisipasi untuk tahun-tahun mendatang. Pemerintah juga mengarahkan agar semua instansi mengutamakan efisiensi,” tuturnya.

Meskipun kebijakan penghematan memengaruhi beberapa aspek pelayanan, Winarno memastikan pihaknya tetap menjaga kontinuitas suplai air bersih bagi pelanggan.

Terkait tunggakan, ungkap Winarno, tunggakan pelanggan Perumda Tirta Muria tergolong rendah. Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kudus untuk menagih pelanggan yang menunggak pembayaran air.

“Tapi pembayaran piutang itu tidak dihitung sebagai pendapatan perusahaan, melainkan masuk ke dana cadangan,” jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah pelanggan Perumda Tirta Muria Kudus tercatat sekitar 52 ribu sambungan aktif. Angka tersebut relatif stagnan dalam beberapa tahun terakhir.

“Meski kita gencar promosi dan bisa menambah seribu pelanggan baru, tapi yang lepas juga ada sekitar lima ratus. Jadi angkanya masih stagnan di situ,” ujar Winarno.

Dia menuturkan, Perumda Tirta Muria mengoperasikan 67 sumur aktif untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kudus. Tarif air yang berlaku masih berada di angka Rp42.600 untuk pemakaian 10 kubik.

Baca Juga: Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

Meski kemungkinan target tak tercapai, Winarno menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah. Tahun ini, Perumda Tirta Muria menargetkan realisasi pendapatan mendekati Rp5 miliar, dengan strategi optimalisasi layanan dan peningkatan efisiensi di semua lini.

“Kita optimis saja. Berusaha semaksimal mungkin di angka Rp5 miliar. Mudah-mudahan kondisi lapangan mendukung,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Belanja Pinter Gizine Bener, Cara Unik Djarum Foundation Ajak Warga Kudus Lawan Stunting

0
Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Savoria Group mengadakan serangkaian kegiatan pra-acara yang berfokus pada pencegahan stunting. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Menyambut gelaran Festival Keluarga Sehat 2025, Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Savoria Group mengadakan serangkaian kegiatan pra-acara yang berfokus pada pencegahan stunting. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menyoroti pentingnya gizi seimbang, tetapi juga kebersihan lingkungan sebagai kunci menjaga kesehatan keluarga.

Festival utama dijadwalkan berlangsung pada 15–16 November 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Baca Juga: Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

Salah satu kegiatan pra-acara yang menarik perhatian adalah “Belanja Pinter Gizine Bener”. Program edukatif ini diselenggarakan di empat SKT Djarum Sidorekso, Jetak, Megawon Group, dan Karangbener dengan melibatkan sekitar 2.500 karyawan dan karyawati.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa langkah hidup sehat dimulai dari piring dan belanja yang tepat. Mereka diminta berbelanja di pasar sekitar, lalu hasil belanja dinilai berdasarkan lima komponen gizi seimbang: karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur, buah, dan pelengkap seperti susu.

Peserta yang berhasil memenuhi seluruh kriteria memperoleh hadiah sembako, sedangkan tiga peserta terbaik juga diganjar paket sembako lengkap. Penilaian dilakukan oleh tim ahli gizi berdasarkan hasil belanja, jawaban peserta, serta efisiensi anggaran yang digunakan.

Selain lomba belanja, kegiatan ini juga diwarnai dengan games edukatif seputar cuci tangan dan kebutuhan gizi seimbang untuk meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat.

Aksi Resik Sehat (SIKAT)

Kegiatan berikutnya bertajuk “Aksi Resik Sehat” atau SIKAT, yang melibatkan sekitar 300 peserta dari masyarakat Desa Klumpit dan Desa Kesambi. Program ini merupakan kolaborasi antara Bakti Sosial Djarum Foundation, Savoria Group, dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga juga didorong untuk aktif memeriksakan kesehatan di posyandu secara rutin.

Sebagai bentuk apresiasi, Bakti Sosial Djarum Foundation memberikan penghargaan kepada tiga ibu dengan catatan tumbuh kembang anak terbaik, berdasarkan data pemeriksaan tiga bulan terakhir.

Tak hanya itu, SIKAT juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik seperti senam keluarga sehat, lomba keluarga sehat, hingga lomba memasak MPASI yang menambah semarak kegiatan.

Sebagai puncak kegiatan, Festival Keluarga Sehat 2025 kembali digelar dengan tema “Menang Lawan Stunting: Langkah Sehat, Generasi Kuat”.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto mengatakan, festival ini merupakan langkah konkret untuk mengedukasi masyarakat, khususnya di Kudus, tentang pentingnya gizi, kesehatan, dan lingkungan dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.

“Dengan berbagai kegiatan edukatif seputar gizi dan lingkungan sehat, kami berharap Kudus menjadi kabupaten yang mampu menang melawan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, David Setiadi menjelaskan bahwa festival tahun ini dirancang lebih interaktif. Layout area kegiatan dibuat menyerupai siklus kehidupan, mulai dari masa remaja, pernikahan, hingga fase memiliki anak.

“Tujuannya agar target sasaran memahami pentingnya persiapan di setiap tahap kehidupan untuk menghasilkan generasi sehat bebas stunting. Pada penyelenggaraan tahun ini ditambah dengan memberikan edukasi dan gambaran tentang lingkungan hunian yang sehat terkait dengan akses sanitasi dan air minum aman,” ujarnya.

Baca Juga: Java Barbershop Buka Ruang untuk Barber Ladies di Kudus

Selain pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu menyusui, festival juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti Jalan Keluarga Sehat dengan doorprize utama berupa motor Polytron, kulkas, TV, dan mesin cuci.

Beragam lomba keluarga juga disiapkan, mulai dari lomba merangkak bayi, lomba mewarnai, lomba masak MPASI, hingga pertunjukan wayang humor bertema stunting oleh Teater Djarum.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Polisi Turunkan Bendera AMPB yang Berkibar di Alun-alun Simpang Lima Pati

0
Aparat gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP menertibkan adanya bendera yang bertuliskan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dikibarkan di tiang bendera yang berada di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Jumat (31/10/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Aparat gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP menertibkan adanya bendera yang bertuliskan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dikibarkan di tiang bendera yang berada di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Jumat (31/10/2025). Bendera yang menggantikan posisi Bendera Merah Putih tersebut lantas diturunkan oleh aparat keamanan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, penurunan bendera AMPB tersebut bermula dari temuan oleh petugas kepolisian.

Baca Juga: Aparat Lakukan Sweeping Jelang Paripurna Penyampaian Hasil Pansus Pemakzulan Sudewo

Katanya, Kasipropam kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya. Mendapati hal ini, pihaknya langsung memerintahkan aparat gabungan yang terdiri dari Subdenpom IV Pati, Sipropam Polresta Pati, serta Satpol PP Kabupaten Pati untuk menurunkan bendera AMPB tersebut.

Langkah cepat dilakukan aparat itu, katanya untuk mengembalikan penghormatan terhadap simbol negara.

Baca Juga: Pendukung Sudewo Sebut Batal Kerahkan Massa di DPRD Pati Besok

Dalam proses penurunan bendera AMPB dan penggantian dengan bendera Merah Putih, situasi berlangsung aman dan tidak mendapat perlawanan dari kelompok AMPB.

“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak bersama unsur terkait untuk menertibkan. Sekarang bendera Merah Putih sudah kembali berkibar di Alun-Alun Simpang Lima,” ujar Kapolresta Pati. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Aparat Lakukan Sweeping Jelang Paripurna Penyampaian Hasil Pansus Pemakzulan Sudewo

0
Aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan sweeping, skrining hingga netralisir di sekitar Alun-Alun Simpang Lima Pati menjelang pelaksanaan paripurna penyampaian hasil pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo pada Jumat (31/10/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan sweeping, skrining hingga netralisir di sekitar Alun-Alun Simpang Lima Pati menjelang pelaksanaan paripurna penyampaian hasil pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo pada Jumat (31/10/2025).

Seweeping dilakukan secara menyeluruh dari arah utara hingga selatan dengan melibatkan ratusan personel keamanan. Petugas disebar ke berbagai titik strategis guna memastikan tidak ada benda-benda mencurigakan yang berpotensi mengganggu jalannya sidang paripurna maupun ketertiban masyarakat.

Baca Juga: Pendukung Sudewo Sebut Batal Kerahkan Massa di DPRD Pati Besok

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan batu yang diduga dapat digunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penyerangan terhadap petugas maupun aksi pengrusakan fasilitas umum.

Baca Juga: Waspada Aksi Massa, Aparat Pasang Kawat Berduri di Sekitar DPRD Pati

“Penyisiran ini kami lakukan untuk memastikan area benar-benar bersih dari potensi gangguan keamanan. Kami ingin memastikan pelaksanaan sidang berjalan aman dan damai,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Jaka juga menyampaikan, situasi di sekitar Alun-Alun Simpang Lima dan area DPRD Pati dilaporkan aman terkendali. Aparat keamanan tetap disiagakan guna mengantisipasi potensi kerawanan yang mungkin timbul.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Masyarakat Berharap Besar pada Program Kecamatan Berdaya

0
Program Kecamatan Berdaya yang dicanangkan secara serentak oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Lapangan Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (30/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SRAGEN – Sejumlah elemen masyarakat berharap besar terhadap Program Kecamatan Berdaya yang dicanangkan secara serentak oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Lapangan Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (30/10/2025).

Sebab, program tersebut digadang-gadang sebagai wadah pemberdayaan warga hingga tingkat desa.

Baca Juga: Pimpin Rapat Penanganan Banjir, Ahmad Luthfi Minta Percepat Pengerukan Kolam Tetensi Terboyo

Ketua Forum Anak Jawa Tengah Prajnaputra mengatakan, dia dan rekan-rekannya senang, diundang dalam pencanangan program tersebut. Sebab, ia bertemu langsung dengan para pemangku kebijakan di tingkat provinsi.

“Ke depannya, kami berharap besar pada program Kecamatan Berdaya ini memberikan kesejahteraan bagi anak -anak di Jawa Tengah,” ujarnya.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan, melalui program ini diharapkan menjadi wadah dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat lokal.

“Program Kecamatan Berdaya ini bukan cuma dicanangkan, tapi harus operasional dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” tegas Luthfi.

Ia menegaskan, pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi hingga tingkat kecamatan. Ia menyebut, pemerintah daerah harus memahami karakteristik dan potensi wilayahnya, agar program pemberdayaan bisa tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, program Kecamatan Berdaya dirancang agar pemberdayaan ekonomi tidak berhenti di tingkat kabupaten atau provinsi, melainkan menyentuh langsung masyarakat di akar rumput.

Program Kecamatan Berdaya juga menjadi bagian dari strategi Pemprov Jawa Tengah untuk menekan kemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Melalui pendekatan ini, potensi di bidang pertanian, UMKM, dan kelompok masyarakat akan difasilitasi secara terarah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, program Kecamatan Berdaya adalah dalam rangka mendekatkan layanan dari Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota kepada masyarakat, termasuk melayani anak-anak.

Melalui Kecamatan Berdaya, kata dia, dapat diketahui apa kebutuhan anak-anak. Selain itu, anak-anak bisa lebih dekat dan saling bergaul dengan baik.

“Tidak ada lagi bullying, dan jaga kerukunan dengan anak yang lain. Yang lebih penting adalah rajin belajar membawa Jateng lebih maju,” tutur Sumarno.

Program Kecamatan Berdaya, kata Sumarno, mengangkat empat pilar utama. Pilar pertama adalah pembentukan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Kedua, perlindungan dan pemberdayaan lansia serta penyandang disabilitas.

Pilar ketiga, Taruna Karya Mandiri atau yang dikenal dengan program Kartu Zilenial untuk pemberdayaan generasi muda. Pilar keempat, pengembangan sport center sebagai sarana pendidikan olahraga masyarakat.

“Kecamatan Berdaya dirancang untuk mentransformasi kecamatan menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik, pusat pertumbuhan ekonomi dan kreativitas, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Fokusnya adalah mendekatkan pelayanan, pemberdayaan, dan perlindungan ke tingkat komunitas,” jelasnya.

Baca Juga: Dialog dengan Buruh, Ahmad Luthfi Tampung Aspirasi tentang Upah Minimum

Sebagai informasi, pencanangan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati dan Walikota di wilayah Soloraya, serta diikuti oleh ratusan peserta dari kabupaten/kota yang sebagian hadir secara daring.

Kedatangan Gubernur Ahmad Luthfi dan Sekda Sumarno disambut meriah oleh Forum Anak Jawa Tengah, yang menjadi bagian dari bagian Kecamatan Berdaya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

0
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Isu viral mengenai seorang pemuda yang dikabarkan menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Raya Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus, akhirnya terbantahkan.

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Kudus bersama Unit Reskrim Polsek Bae menunjukkan bahwa peristiwa tersebut bukan tindak kejahatan begal, melainkan perselisihan antara korban dengan temannya sendiri.

Baca Juga: Setiap Tahun Kasus Stroke Terus Meningkat, Kini Disebut Merambah Serang Usia Muda

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Bae, Iptu Madiyono, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan dan keterangan yang dikumpulkan, sepeda motor Yamaha NMAX yang sebelumnya disebut milik korban ternyata adalah milik temannya.

“Dari hasil klarifikasi, diketahui korban dan dua temannya sempat keluar bersama mengendarai sepeda motor tersebut secara berboncengan tiga. Di tengah perjalanan terjadi cekcok hingga salah satu dari mereka mengalami luka,” ujar Kapolsek melalui siaran tertulisnya, Kamis (30/10/2025)

Sebelumnya, peristiwa ini sempat menghebohkan publik setelah beredar di media sosial kabar tentang seorang pengendara yang menjadi korban begal di Jalan Raya UMK ke arah timur, turut Desa Karangbener, pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.

Polsek Bae yang menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun, sesampainya di tempat, korban sudah dibawa ke rumah sakit oleh warga setempat. 

Petugas kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan korban di rumah sakit untuk memastikan kebenaran kejadian tersebut.

Korban diketahui bernama Rizal Febrianto (35), warga Kecamatan Jati, Kudus. Awalnya korban mengaku dibegal oleh dua pelaku yang mengendarai motor Honda Beat dan berusaha menusuknya dengan pisau lipat hingga ia mengalami luka di tangan kiri. 

Namun setelah kami lakukan penyelidikan, ternyata bukan tindak pembegalan. Kejadian ini murni dipicu perselisihan antara korban dengan teman-temannya,” tegas Iptu Madiyono.

Akibat informasi yang sempat viral, korban akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak kepolisian dan masyarakat atas keresahan yang timbul.

“Korban telah mengakui bahwa kejadian tersebut bukan aksi begal,” ungkapnya.

Iptu Madiyono menegaskan bahwa Polsek Bae bersama jajarannya akan terus meningkatkan kegiatan patroli, khususnya pada malam hingga dini hari, guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayahnya.

Baca Juga: Kudus Terbaik di Jateng, 98 Persen Penderita TBC Sembuh Berkat Tracing Aktif Tiap Hari

“Patroli malam akan kami tingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat agar segera melapor bila melihat hal-hal yang mencurigakan,” tandas Kapolsek.

“Sinergi antara masyarakat dan Polri menjadi kunci utama dalam mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Java Barbershop Buka Ruang untuk Barber Ladies di Kudus

0
Java Barbershop Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin clipper yang berdengung, aroma pomade yang khas, dan cermin-cermin besar yang berjejer rapi kini tak lagi hanya jadi milik kaum pria. Di Java Barbershop Kudus, sejumlah perempuan muda tampak lincah menggerakkan tangan, mencukur, merapikan, hingga membentuk gaya rambut pelanggan yang sesuai keinginan.

Dengan konsep tersebut, banyak kaum Adam yang tertarik untuk berlangganan di sana. Apalagi adanya pelayanan dan pengalaman potong rambut yang dilakukan oleh perempuan.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Kasus Pencabulan Anak Usia 14 Tahun di Jepara 

Owner Java Barbershop, Bayu mengatakan, ide menghadirkan barber ladies lahir dari keinginan mematahkan stereotip lama sekaligus menghadirkan suasana baru dalam layanan cukur rambut. Bahkan dengan hadirnya inovasi itu, ia mengaku banyak pelanggan yang berdatangan. 

“Kami melihat perempuan punya ketelitian tinggi dan rasa estetika kuat. Jadi kenapa tidak memberi ruang bagi mereka untuk berkreasi di dunia barber. Terlebih hal itu juga sebagai pemantik pelanggan untuk berdatangan,” bebernya.

Ia menjelaskan, Java Barbershop berdiri sekitar lima tahun lalu. Pertama kali hadir di kawasan Kudus Permai, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu dan kini telah berkembang menjadi tiga cabang, yakni di Desa Dersalam, Kecamatan Bae dan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae.

Menurut Bayu, keberhasilan Java Barbershop invasi dengan membuka cabang di daerah lain, tak hanya karena potongan rambut yang rapi, tetapi karena pengalaman pelanggan yang nyaman dan profesional.

“Bagi kami, barber bukan soal siapa yang memegang clipper, tapi siapa yang punya skill dan passion. Kami terbuka untuk siapa pun, baik pria maupun wanita,” imbuhnya.

Salah satu barber ladies, Ludfia Ainnur Rosyad (19) mengatakan, suka dengan dunia barber sejak dirinya SMK dengan mengambil jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Kini ia senang bisa bekerja sesuai dengan fesyennya itu.

“Awalnya cuma dari praktik di sekolah, potong, mewarnai, sampai styling rambut. Lama-lama saya jadi suka dan yakin bisa bersaing di dunia barber,” kata wanita asal Kabupaten Jepara itu.

Bagi Ludfia, bekerja di Java Barbershop bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan tempat belajar dan tumbuh bersama untuk meningkatan kualitasnya.

“Partner kerja nyaman, bosnya baik, dan selalu kasih solusi. Dunia barber bisa jadi ladang sukses siapa saja, asal punya skill dan semangat,” tambahnya.

Sementara itu, Wanda Agustina (23), barber ladies asal Kudus, mengaku kecintaannya pada dunia cukur sudah muncul sejak ia masih duduk di bangku SMP.

“Saya suka seni cukur rambut cowok, dari situ terus belajar sampai bisa kerja di sini. Tempatnya nyaman, dan pemiliknya bisa mengayomi,” ungkapnya.

Baca Juga: Tunjukkan Tren Positif, Bank BKK Jepara Catatkan Laba Perusahaan Naik 50% di Tahun 2025 

Ia berharap, Java Barbershop dapat menjadi pelopor barber ladies di Kudus dan membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk menekuni dunia yang didominasi laki-laki tersebut.

“Kami bukan ingin menyaingi, tapi menunjukkan kalau perempuan juga bisa punya skill yang sama. Dunia barber itu luas, dan kami ingin jadi bagian dari perubahan itu,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pendukung Sudewo Sebut Batal Kerahkan Massa di DPRD Pati Besok

0
Aksi massa di Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Rencana pengerahan massa oleh pendukung Bupati Pati Sudewo yang tergabung dalam Aliansi Pati Bangkit (APB) akhirnya resmi dibatalkan. Mereka sebelumnya berencana menghadiri Sidang Paripurna Pemakzulan di Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Jumat (31/10/2025), namun tak jadi turun ke jalan.

Ketua APB, Sutirto menyebut,  keputusan ini diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polresta Pati dan Kodim 0718/Pati. Ia menegaskan, pembatalan ini dilakukan demi menjaga kondusivitas daerah.

Baca Juga: Waspada Aksi Massa, Aparat Pasang Kawat Berduri di Sekitar DPRD Pati

”Dari arahan pihak TNI-Polri, kami diarahkan tidak menghadiri sidang paripurna hak angket 31 Oktober. Dikhawatirkan ada gesekan kedua belah pihak,” ujar Tirto, Kamis (30/10/2025).

Padahal, sebelumnya APB telah menyiapkan massa sekitar seribu orang untuk mengawal sidang tersebut. Surat pemberitahuan kepada kepolisian pun telah dikirimkan.

”Sebelumnya kami Aliansi Pati Bangkit sepakat menghadiri sidang paripurna sudah fiks 95 persen. Terus kami didatangi Polresta, Polsek dn Koramil intinya sebaiknya tidak usah. Terus saya kumpulkan teman-teman tadi malam. Sekitar 25 orang dan Polsek jajarannya datang ikut rapat,” kata Tirto.

Menurut Sutirto, keputusan mundur dari rencana aksi juga didasari kesadaran bahwa kedua kubu merupakan warga Pati sendiri. Ia tak ingin konflik horizontal muncul hanya karena perbedaan dukungan politik.

”Diberikan pengarahan. Kami juga khawatir. Sebenarnya teman kmi berani tampil menghadiri sidang paripurna. Berbagai pertimbangan tadi. Kami putuskan tidak menghadiri sidang paripurna 31 Oktober 2025,” ungkap dia.

Baca Juga: 3.379 Personel Gabungan Siaga Amankan Sidang Paripurna Hak Angket DPRD Pati

Meski batal mendatangi DPRD, APB tetap berharap buntut hak angket tidak sampai memecat Sudewo dari kursi bupati. Mereka menilai Sudewo masih layak diberi kesempatan untuk melanjutkan pembangunan.

”Harapannya, stop Pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Baru memimpin seumur jagung saja, infrastruktur itu menggema di mana-mana. Pro pembangunan. Tadi saya sudah masukkan surat pembatalan kepada Polresta Pati. Kalau ada yang hadir itu bukan aliansi pak dewo. Kami ingin lihat Pati adem tentrem,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Stroke Jadi Ancaman Serius, Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai

0
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Stroke masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setiap tahun terdapat 131 kematian dari setiap 100.000 penduduk akibat penyakit ini. Bahkan di Kabupaten Kudus, tren pasien stroke terus meningkat dan kini banyak menyerang usia muda.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala stroke dan segera membawa pasien ke rumah sakit begitu tanda-tandanya muncul. Menurutnya, penyakit stroke sebenanrnya masih bisa disembuhkan.

Baca Juga: Setiap Tahun Kasus Stroke Terus Meningkat, Kini Disebut Merambah Serang Usia Muda

“Kemenkes punya program ‘Segera ke RS’. Jadi ketika seseorang menunjukkan gejala stroke, jangan diberi minum, jangan dikeplok-keploki, jangan dikompres. Segera bawa ke rumah sakit,” tegas Pujianto.

Sebab, hal itu penting karena penanganan stroke harus cepat dan tepat. Waktu emas dalam penanganan yaitu 4,5 jam sejak gejala pertama muncul, pasien masih bisa diselamatkan dan risiko kecacatan dapat ditekan.

“Penanganan stroke berbeda tergantung jenisnya, apakah karena sumbatan atau perdarahan. Kalau tidak tahu penyebabnya dan diberi tindakan sembarangan, justru bisa memperburuk kondisi pasien,” jelasnya.

Pujianto mengimbau, agar masyarakat mengenali gejala awal stroke yang dapat muncul secara tiba-tiba. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain, wajah mencong ke satu sisi, salah satu tangan atau kaki terasa lemah atau mati rasa, bicara pelo atau tidak jelas, pandangan kabur atau ganda, dan sakit kepala hebat tanpa sebab yang jelas.

Jika tanda-tanda itu muncul, masyarakat diminta tidak menunda waktu dan segera menghubungi rumah sakit terdekat. RS Mardi Rahayu sendiri menyediakan layanan stroke terintegrasi (PASTI) dengan fasilitas ambulans jemputan gratis serta jalur cepat (fast track) di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kami punya unit pelayanan stroke lengkap dengan ruang intensif stroke. Penanganan dimulai dari fase akut (baru terkena) hingga fase stabil sampai pasien boleh pulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, meningkatnya kasus stroke di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh pola hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, dan berat badan berlebih. Oleh karena itu, pencegahan yang paling efektif adalah menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.

“Faktor-faktor penyebab stroke harus dieliminir. Hal yang murah tapi bermakna adalah menjaga pola makan, berat badan ideal, dan rutin berolahraga,” pesannya.

Baca Juga: Kudus Terbaik di Jateng, 98 Persen Penderita TBC Sembuh Berkat Tracing Aktif Tiap Hari

RS Mardi Rahayu, lanjut Pujianto, menjadikan layanan stroke sebagai salah satu prioritas pelayanan kesehatan masyarakat, mengingat data pasien rawat jalan dan rawat inap terus meningkat setiap tahun.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa stroke bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun dewasa. Maka penting untuk tahu gejalanya dan segera bertindak cepat,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Info Penebusan Pupuk Subsidi Buat Petani Jepara Kebingungan 

0
Aktivitas petani di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menurunkan harga pupuk subsidi per tanggal 22 Oktober 2025. 

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025. 

Baca Juga: Nasib Pilu Anak Usai 14 Tahun di Jepara, Disetubuhi Hingga Hamil 8 Bulan 

Dalam keputusan tersebut, harga pupuk subsidi resmi diturunkan sebesar 20 persen. Pupuk urea yang sebelumnya dijual dengan harga Rp2.250 per kg atau Rp112.500 per karung 50 kg menjadi Rp1.800 per kg atau Rp90 ribu per karung 50 kg. 

Pupuk NPK yang sebelumnya dijual dengan harga Rp2.300 per kg atau Rp115 ribu per karung 50 kg menjadi Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung 50 kg. 

Kemudian pupuk organik yang sebelumnya dijual dengan harga Rp800 per kg atau Rp40 ribu per karung 50 kg menjadi Rp640 per kg atau Rp25.600 per karung 50 kg.  

Namun, kebijakan itu justru menimbulkan informasi yang simpang siur di kalangan petani yang ada di Kabupaten Jepara. 

Supari (55), Petani asal Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan bercerita sejak harga pupuk subsidi resmi turun, ia memang belum membeli pupuk dengan harga subsidi terbaru. 

Stok pupuk yang ia beli sekitar Bulan September 2025 lalu masih ada. Sehingga di Masa Tanam (MT) ke-3 ini, ia yang menggarap padi di lahan seluas 2,13 hektare menggunakan stok pupuk yang masih tersisa. 

Pada saat itu, ia membeli pupuk masih dengan harga lama yaitu Rp125 ribu per karung 50 kg.  

“Belum (beli yang harga terbaru), nunggu Januari. Saya sih belum tanya yang jual pupuk, tapi informasinya kok katanya nunggu Januari,” katanya saat ditemui di lahan sawah garapannya di Desa Karangrandu, Kamis (30/10/2025). 

Supari mengatakan, alokasi kuota pupuk subsidi yang ia terima ditahun ini memang sudah habis. Sehingga ia mengaku memang baru bisa menebus kembali pupuk subsidi di tahun depan. 

“Kartu saya jatahnya juga memang sudah habis,” tambahnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Nur Akhmadi (35), Petani asal Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. 

Akhmadi yang menggarap tanaman padi di lahan seluas 3 hektare juga belum membeli pupuk subsidi dengan harga terbaru. Begitupun dengan beberapa temannya sesama petani.  

Sebab Akhmadi melanjutkan, ia dan beberapa temannya juga menerima informasi bahwa pupuk subsidi dengan harga terbaru baru bisa ditebus pada bulan Januari mendatang. 

“Belum ada yang beli, soalnya juga masih pada bertanya kok harganya masih harga lama dan untuk harga yang turun minimal di Januari,” katanya saat ditemui di lahan sawah garapannya di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. 

Sama seperti Supari, Akhmadi mengatakan alokasi kuota pupuk subsidi yang ia terima di tahun ini juga memang sudah habis. Ia terakhir kali membeli pupuk masih dengan harga lama yaitu, Rp120 ribu per karung 50 kg. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Agus Bambang Lelono melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, Mundhofir mengatakan sejak diresmikannya keputusan terkait penurunan harga pupuk subsidi, maka petani sudah bisa membeli pupuk dengan harga terbaru.  

“Sejak diresmikan per 22 Oktober kemarin, petani sudah bisa membeli dengan harga yang baru,” katanya saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Perumda Jepara Tanam Bibit Cabai di Lahan Seluas 1,5 Hektare 

Sedangkan terkait keluhan petani yang mengatakan bahwa pupuk bisa ditebus, mulai bulan Januari, ia memperkirakan bahwa kuota pupuk subsidi yang diterima di tahun ini memang sudah habis. 

“Kalau yang kuotanya sudah habis ya memang benar bisa ditebus tahun depan, tapi kalau yang masih, masih bisa ditebus di tahun ini (dengan harga subsidi terbaru),” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diduga Bertengkar dengan Cucunya, Seorang Kakek di Jepara Tega Aniaya Bocah SD Hingga Alami Patah Tulang 

0
Ilustrasi. Foto: Betanews

BETANEWS.ID, JEPARA – Kisah pilu dialami oleh MJW (12), seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di salah satu sekolah di Kabupaten Jepara. 

MJW diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang kakek berinisial MTR (50) hingga lengan kiri bawahnya mengalami patah tulang. 

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Kasus Pencabulan Anak Usia 14 Tahun di Jepara 

Pengacara Keluarga Korban, Zainal Petir bercerita kasus itu terjadi pada pada Selasa, (30/9/2025) lalu sekitar pukul 18.30 WIB. 

Pada saat itu, korban yaitu MJW sedang mengaji di sebuah rumah. MTR bersama istrinya TRS, tiba-tiba datang ke rumah tempat korban mengaji. 

Sebelum dianiaya oleh MTR, Zainal mengatakan TRS lebih dulu melakukan penganiayaan kepada korban dengan mencubit dan meremas paha korban. Saat itu menurut Zainal, MJW sempat mengalami kesakitan. 

“Kemudian TRS ini memanggil suaminya dan bilang, ini lo yang namanya MJW yang suka mengancam cucumu. MTR kemudian langsung mematahkan tangan korban,” katanya melalui pesan tertulis pada Kamis, (30/10/2025). 

Dari pengakuan korban, Zaenal mengatakan jika MTR sempat mengangkat tangan kiri korban kemudian diputar ke kanan dan kiri, hingga terdengar suara bunyi patahan.  

Pelaku, menurut Zaenal sebelumnya juga sempat menendang kursi dan mengenai dada korban. 

“Pelaku saat itu sangat membati buta. Jika masalah anak-anak bertengkar, kok sampai kakeknya, yaitu MTR malah menghajar korban,” ujarnya. 

Setelah mengalami peristiwa tersebut, Zaenal mengatakan korban sempat di opname selama dua hari di RSUD dr Rehatta Kelet pada Sabtu-Minggu, (4-5/10/2025). 

Dari hasil observasi dokter, korban dinyatakan patah tulang pada lengan kiri bawahnya dan harus dioperasi. 

“Tapi karena korban takut operasi dan terkendala biaya akhirnya pulang paksa,” katanya. 

Selain menyayangkan tindakan pelaku, Zaenal melanjutkan pelaku juga sempat menantang keluarga korban dan tidak takut jika perbuatannya dilaporkan kepada pihak polisi. 

“Pelaku dihadapan kakek dan keluarga korban ini bilang, ancen tangane putumu tak putes, ameh ngopo kuwe, (Memang tangannya cucumu tak patahkan, mau apa kamu?). Bahkan pelaku juga sesumbar kapan mau dilaporkan ke polisi,” ungkapnya. 

Baca Juga: Tunjukkan Tren Positif, Bank BKK Jepara Catatkan Laba Perusahaan Naik 50% di Tahun 2025 

Zaenal melanjutkan, korban pada tanggal 22 Oktober 2025 lalu telah dimintai keterangan oleh pihak penyelidik dari Polsek Kembang. 

“Mestinya Rabu, (29/10/2025) kemarin pelaku akan diperiksa tapi tidak hadir. Dari informasi penyidik, minggu depan akan gelar perkara dinaikkan ke penyidikan. Kalau sudah penyidikan, dipanggil tidak hadir, pelaku bakal dijemput paksa kemudian ditetapkan jadi tersangka,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Rumah Rakyat di 3 Daerah, Apapun Bisa Dilaporkan

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan Program Rumah Rakyat dan Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (30/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan Program Rumah Rakyat dan Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (30/10/2025).

Sebelumnya, Kantor Gubernur Jateng yang berada di Jalan Pahlawan Kota Semarang juga sudah diluncurkan sebagai Rumah Rakyat. Kini, rumah rakyat ditambah lagi di tiga daerah, yakni di eks kantor Bakorwil Pati, Surakarta, dan Banyumas.

Baca Juga: Pimpin Rapat Penanganan Banjir, Ahmad Luthfi Minta Percepat Pengerukan Kolam Tetensi Terboyo

Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan “Gubernur Menyapa” yang digelar serentak di tiga eks Bakorwil Surakarta, Pati dan Banyumas yang mengikuti secara daring.

Luthfi mengatakan, kini masyarakat bisa datang langsung menyampaikan aduan ke rumah rakyat tanpa harus jauh-jauh ke Semarang.

“Kantor gubernur itu di Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang. Silakan datang bagi masyarakat sekitar Semarang. Tapi kalau yang di Solo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, silakan ke Bakorwil sini. Mengadu apa saja boleh,” katanya.

Luthfi menjelaskan, Rumah Rakyat dan aplikasi JNN menjadi wujud nyata keterbukaan pemerintah. Setiap Bakorwil kini difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat 1×24 jam, di mana setiap laporan wajib ditindaklanjuti.

“Kita buka selebar-lebarnya. Ini barometer pelayanan kita. Aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam 24 jam,” tegasnya.

Program ini dirancang agar masyarakat di seluruh Jawa Tengah bisa mengakses layanan publik secara cepat dan terintegrasi.

Selain itu, Pemprov juga meluncurkan Aplikasi Super Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) — sistem digital terintegrasi yang memuat kanal pengaduan, informasi publik, dan panggilan darurat 24 jam.

Melalui aplikasi ini, warga bisa memantau status laporan, berinteraksi dengan petugas, serta mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu platform.

Sejak dioperasikan Mei 2025 hingga Oktober 2025, sistem JNN telah mencatat lebih dari 9.300 aduan, dengan sekitar 5.900 laporan sudah terselesaikan.

Luthfi menegaskan, semangat “Ngopeni–Nglakoni” harus menjadi budaya kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah.

“Pelayanan publik itu bukan cuma administrasi, tapi soal empati. Pemerintah harus hadir, mendengarkan, dan menyelesaikan. Itulah makna ngopeni sekaligus nglakoni,” ujar Luthfi.

Ia juga meminta seluruh aparatur menjaga keterbukaan informasi agar masyarakat bisa memantau jalannya pemerintahan.

“Sekarang ini semua harus terbuka. Masyarakat bisa ngecek langsung baik anggaran maupun program. Karena birokrasi kita itu dari masyarakat, untuk masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Dialog dengan Buruh, Ahmad Luthfi Tampung Aspirasi tentang Upah Minimum

Program Rumah Rakyat dan JNN dikembangkan secara kolaboratif lintas perangkat daerah, bekerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah sebagai mitra strategis peningkatan pelayanan publik.

“Silakan datang. Rumah kalian yang di Solo ada di Bakorwil Surakarta, yang di Pati ada di Bakorwil Pati, yang di Cilacap dan sekitarnya di Banyumas. Pemerintah siap melayani kapan saja,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Waspada Aksi Massa, Aparat Pasang Kawat Berduri di Sekitar DPRD Pati

0
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi. Foto Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI  – Pihak keamanan melakukan pengamanan ketat di area Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati. Pengamanan ini untuk menjaga jalan Rapat Paripurna penyampaian kinerja pansus hak angket pemakzulan Bupati Pati Sudewo pada Jumat (31/10/25) besok.

Kawat berduri juga tampak dipasang sepanjang pagar dan gerbang Gedung DPRD Pati. Sejumlah personil juga berjaga di area tersebut.

Baca Juga: Enam Pasangan Ikuti Nikah Massal Gratis di Juwana

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengungkapkan, kawat berduri ini untuk mengamankan Rapat Paripurna Pansus Hak Angket tersebut. Tujuannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kawat berduri itu SOP untuk mengamankan objek vital. Sehingga tidak ada yang dikhawatirkan,” ucapnya.

Kombes Pol Jaka Wahyudi menyampaikan,  DPRD Pati menjadi area rawan. Oleh karena itu, Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemetaan ketat di area tersebut untuk meminimalkan terjadinya kericuhan.

“Rawan di DPRD. Kita sudah koordinasi dengan pihak dewan bahwa sidang paripurna ini terbuka untuk umum tapi tidak dihadiri kedua kubu di ruang rapat. Namun bisa disaksikan livestreaming dan media. Jadi yang boleh masuk media yang diundang. Untuk meminimalisir kericuhan,” sebutnya.

Baca Juga: Bus Peziarah Asal Ngawi Nyasar di Hutan Plukaran Pati Gegara Google Maps

Pihaknya tak ingin adanya terjadi kerusuhan dalam Paripurna Pansus ini. Sehingga ia pun berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas.

“Kita harap aksi besok kondusif. Kita sudah punya pengalaman tanggal 13 jangan sampai terjadi lagi di kabupaten Pati,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -