Beranda blog Halaman 66

Virus Leptospirosis Merebak, 3 Warga Jepara Dilaporkan Meninggal Dunia 

0

BETANEWS.ID,JEPARA– Paska bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Jepara, banyak warga dilaporkan terserang leptospirosis. Yaitu virus atau bakteri yang ditularkan melalui kencing tikus. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko menjelaskan, penularan bakteri itu biasanya terjadi di genangan air atau banjir yang dilewati tikus dan terkena kencing tikus. 

Penderita terinveksi bakteri saat melewati area banjir dengan luka terbuka dan tanpa pelindung. Biasanya, bakteri masuk melalui luka atau selaput lendir dan kemudian menginveksi tubuh manusia.

Baca juga : Terdampak Cuaca Buruk, Perbaikan Infrastruktur di Karimunjawa Tersendat 

“Leptospirosis kali ini memang menjadi perhatian kami, karena kasusnya cukup tinggi setelah banjir,” kata Hadi pada Sabtu, (7/2/2026). 

Berdasarkan data per hari Jumat, (6/2/2026), terdapat 13 pasien di rumah sakit yang ada di Jepara terserang virus tersebut. 

“Bahkan ada tiga pasien yang meninggal dunia,” ungkapnya. 

Menurut Hadi, penderita tersebar di berbagai kecamatan. Mulai dari Kecamatan Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Jepara, Kembang, Donorojo, dan Tahunan. Mereka diketahui terinveksi bakteri leptospira setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

”Yang kami terima itu laporan dari RSUD RA Kartini, RSUD Rehatta, dan RS Graha Husada. Kami belum menerima adanya pasien dari rumah sakit lain,” sebutnya. 

Baca juga :Jalankan Arahan Presiden, Pemkab Jepara Galakkan Gerakan Jepara Bersih-Bersih 

Adapun gejala penyakit ini, yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot betis, mata merah, lemas, menggigil, serta dapat menyebabkan gagal ginjal atau organ jika tidak diobati dengan antibiotik yang tepat. 

Dengan banyaknya kasus ini, Hadi mengimbau kepada masyarakat agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga lingkungan tempat tinggal dan saluran air.

”Saat banjir, hindari kontak dengan tanpa alat pelindung, gunakan selalu sepatu boots dan sarung tangan. Jangan lupa tutup luka,” pesannya. 

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Wagub Jateng Dorong Sekolah Inklusi Demi Pemerataan Pendidikan Disabilitas

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin. Foto: Ist

BETANEWS.ID,SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penerapan sekolah inklusi di wilayahnya, supaya terjadi percepatan pemerataan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus atau disabilitas di provinsi ini.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng Tahun 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada, Jumat (6/2/2026).

Taj Yasin mengatakan, berkomitmen melakukan penanganan penyandang disabilitas secara sistematis dan terintegrasi. Pemprov Jateng kini fokus pada sinkronisasi data dan penguatan regulasi untuk menyentuh akar permasalahan penyandang disabilitas di 35 Kabupaten/Kota.

Ia memaparkan, pemerintah telah mengantongi peta sebaran disabilitas yang detail sebagai basis kebijakan. Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, penyandang disabilitas di Jateng ada sekitar 100 ribuan orang. Merekja tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Baca juga : Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37%, Sukses Tekan Angka Kemiskinan

Wagub menyatakan bahwa ketersediaan data ini merupakan modal penting bagi Pemprov untuk menata ulang aksesibilitas yang selama ini masih terkendala.

“Kami akui memang masih ada kekurangan dalam akses pendidikan dan kelayakan hidup. Justru karena itu, saat ini kami mulai menata kembali agar penanganannya lebih presisi,” tegas Wagub di hadapan para kepala daerah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, fokus utama pemerintah adalah melakukan kampanye masif mengenai sekolah inklusif dan kesadaran masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai fondasi penting sebelum masuk ke tahap pemenuhan hak yang lebih teknis.

“Masyarakat harus paham dulu bahwa saudara-saudara kita ini butuh kelayakan hidup. Kita ingin mereka punya akses pendidikan agar bisa mandiri, bahkan hingga mampu menjadi kepala rumah tangga yang berdaya secara ekonomi,” lanjutnya.

Melalui Musrenbang 2026 ini, Pemprov memastikan bahwa setiap usulan dari komunitas difabel, akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Wagub juga menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengkaji ulang efektivitas sekolah inklusif agar tidak ada lagi anak disabilitas usia sekolah yang tertinggal.

Sebagai informasi, dalam acara itu perwakilan dari Roemah Difabel Jawa Tengah, Didik Sugiyanto, menyampaikan aspirasinya kepada Pemprov Jateng.

Baca juga: Bersama Gibran, Gubernur Jateng Kunjungi Tanah Gerak Tegal

Didik mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah yang mendeklarasikan diri sebagai Bapak Disabilitas.

Walakin, Didik menyoroti pentingnya penyelesaian Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas sebagai mandat dari Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Kami merasakan masih ada penyandang disabilitas usia sekolah yang tidak sekolah, dan usia produktif yang tidak bekerja. Kami mohon dukungan agar RAD segera diselesaikan sehingga solusi permasalahan bisa berjalan sistematis,” ujar Didik.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Segera Hadir, Fakultas Ilmu Gizi Jadi Wajah Baru Transformasi UIN Sunan Kudus

0
Gedung Rektorat UIN Sunan Kudus. Foto: Khaerul Umam

BETANEWS.ID,KUDUS-Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus terus berupaya mengembangkan kampus pascatransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Penguatan kelembagaan, peningkatan mutu akademik, hingga perluasan program studi menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan internasional.

Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrahman Kasdi mengatakan, bahwa secara kelembagaan, UIN Sunan Kudus telah berada pada posisi yang kuat. Namun, pengembangan kampus tetap dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas institusi terus meningkat.

“Secara kelembagaan, kita sudah unggul, tetapi kami terus berupaya meningkatkan pemeringkatan kampus agar bisa naik, baik di level nasional maupun internasional,” ujarnya .

Menurutnya, pengembangan kampus tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sistem dan layanan akademik. Ia mengibaratkan, UIN Sunan Kudus sebagai bangunan yang sudah kokoh, namun perlu dilengkapi dengan ornamen dan aksesoris penunjang di dalamnya.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, UIN Sunan Kudus akan membuka Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar mahasiswa yang lulus memiliki sertifikasi keahlian sesuai bidangnya.

Baca juga : Pagi Ijab Sah, Siang Dapat Ijazah, Momen Mahasiswi UIN Kudus Dobel Bahagia Dalam Sehari

Selain itu, kampus juga menyiapkan berbagai unit pendukung, seperti pusat pengembangan akademik, pusat karier, serta kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Lulusan tidak cukup hanya kuat secara akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi tambahan yang diakui secara profesional. nantinya mereka juga akan memiliki sertifikasi tertentu,” jelasnya.

Pengembangan juga dilakukan melalui penambahan fakultas dan program studi. Saat ini, UIN Sunan Kudus memiliki lima fakultas dengan total 27 program studi jenjang sarjana (S1), enam program studi magister (S2), dan tiga program studi doktoral (S3).

Pada tahun ini, UIN Sunan Kudus membuka dua program studi baru, yakni Program Studi Hukum Tata Negara (S1) di Fakultas Syariah serta Program Doktor (S3) Ilmu Syariah dan Dakwah. Ke depan, kampus juga merencanakan pembukaan Program Studi Ilmu Gizi dan Ilmu Psikologi, dengan penguatan terlebih dahulu pada rumpun sains dan teknologi (Saintek).

Selain pengembangan akademik, UIN Sunan Kudus juga terus memperluas dukungan bagi mahasiswa melalui berbagai skema beasiswa, mulai dari KIP Kuliah, beasiswa prestasi, tahfidz, hingga kerja sama dengan Bank Indonesia, BSI, dan pemerintah daerah.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Di Tengah Lesunya Pasar, Program Gentengisasi Prabowo jadi Harapan Baru Perajin Kudus

0
Perajin genteng di Kudus saat berada di tempat produksi. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID,KUDUS-Perajin genting di Kabupaten Kudus menyambut antusias program Gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Adanya program tersebut, diharapkan mampu meningkatkan permintaan genteng yang dalam beberapa tahun terakhir turun drastis.

Salah satu perajin genteng Kudus, yakni Sunarso, mengaku sangat senang dengan program yang digagas oleh Presiden Prabowo tersebut. Menurutnya, Gentengisasi ini ibarat angin segar bagi nasib para perajin genteng, termasuk di Kudus.

Baca juga : Ada Dandangan, CFD Kudus Diliburkan Mulai 8 Januari 2026

“Tentu program Pak Presiden terkait gentengisasi kami sambut baik. Bagi kami, itu angin segar, agar pemintaan genteng bisa meningkat lagi,” ujar Sunarso di sela-sela mencetak genteng di Dukuh Ngetuk, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Jumat (6/2/2026).

Sunarso mengungkapkan, sejak ada galvalume, permintaan genteng memang turun drastis. Sebab, banyak masyarakat yang beralih menggunakan galvalum sebagai atap rumah mereka.

“Hal tersebut pun berdampak pada permintaan genteng. Penjualan genteng turun drastis hingga 40 persen dibanding sebelumnya,” bebernya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jalankan Arahan Presiden, Pemkab Jepara Galakkan Gerakan Jepara Bersih-Bersih 

0
Petugas kebersihan membersihkan patai Teluk Awur Jepara, Jumat (6/2/2026). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara setiap hari Jumat bakal rutin mengadakan kegiatan Jepara Bersih-Bersih. 

Hal itu sesuai arahan dari Presiden Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul Internasional Convention Center, Bogor pada Senin, (2/2/2026) lalu. 

Lokasi pertama yang dipilih yaitu Pantai Teluk Awur di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. 

Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Teluk Awur Jepara Dipenuhi Sampah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan dalam pelaksanaannya, gerakan itu turut melibatkan berbagai pihak. Mulai dari personel TNI, Polisi, Jaksa, pemerintah tingkat kecamatan dan desa, serta relawan. 

Ary menjelaskan, gerakan Jepara Bersih-Bersih sebenarnya sudah lama direncanakan. Kegiatan itu juga menjadi salah satu kegiatan rutin yang selama ini sudah dijalankan. Yaitu kegiatan bersih-bersih dengan kerja bakti setiap jumat di masing-masing kecamatan. 

“Gerakan Jepara Bersih-Bersih sebenarnya sudah direncanakan, karena memang kegiatan rutin tahunan. Dipercepat karena arahan presiden,” katanya saat ditemui usai kegiatan Jepara Bersih-Bersih di Pantai Teluk Awur, Jumat (6/2/2026).  

Lebih lanjut Ary mengatakan, gerakan itu secara resmi mulai diberlakukan pada hari ini. Pelaksanaannya tidak hanya di Pantai Teluk Awur, tetapi dilakukan serentak di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara. 

“Dimulai hari ini ada inisiasi dari Polres, Kodim, Kejaksaan, Pemkab untuk bersama-sama dengan masyarakat dan relawan untuk membersihkan sampah yang ada di lingkungan pantai,” katanya. 

Namun dalam pelaksanaannya, gerakan itu tidak hanya menyasar lingkungan pantai. Desa atau kecamatan yang tidak memiliki garis pantai diwajibkan untuk membersihkan area sungai dan wilayah yang terdampak bencana banjir. 

Baca juga: Sempat Kosong, Dua Jabatan Kepala Dinas di Jepara Akhirnya Terisi 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Agung Bagus Kade Kusmiantara mengatakan melalui gerakan itu ia ingin mengedukasi masyarakat, terutama pelaku wisata di daerah pantai agar memiliki kepedulian terkait persoalan sampah. 

Agung ingin persolaan sampah bisa ditangani bersama. Sebab jika lingkungan pantai bersih dan disenangi pengunjung maka bisa memberikan kontribusi berupa pendapatan bagi daerah. 

“Sampah ini merupakan salah satu persoalan yang krusial saat ini. Apalagi pantai ini akan selalu mendapat sampah kiriman di setiap musim hujan. Sehingga kami ingin masyarakat ini bisa tereduksi untuk sama-sama membersihkan sampah,” katanya. 

Editor: Suwoko

- advertisement -

Terdampak Cuaca Buruk, Perbaikan Infrastruktur di Karimunjawa Tersendat 

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Jepara tidak hanya berdampak pada rute pelayaran menuju Karimunjawa, tetapi juga pada perbaikan sarana infrastruktur. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan pada tahun ini Jepara sudah mendapat alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Karimunjawa melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Hanya saja, saat ini perbaikan jalan itu belum bisa dilaksanakan. 

“Kita sudah dapatkan IJD di Karimunjawa. Cuman, karena terkendala cuaca, ini jadi repot juga,” kata Wiwit pada Jumat, (6/2/2026).

Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Teluk Awur Jepara Dipenuhi Sampah

Wiwit menyebut, pada tahap pertama, perbaikan jalan di Karimunjawa mendapat alokasi anggaran dari pusat sebesar Rp 8,6 miliar.

“Kendala ini jadi tantangan kita sendiri. Karena progresnya 0, sekian persen. Mudah-mudahan setelah kapal-kapal ini bisa (menyeberang) ke sana, barang-barang (material dan alat) harus segera ke sana,” lanjut Wiwit. 

Saat ini penyeberangan ke Karimunjawa memang belum sepenuhnya dibuka total. Sebab cuaca buruk dan gelombang tinggi masih terjadi di perairan Jepara dan Karimunjawa.

Selain anggaran Rp8,6 miliar yang sudah diterima, Wiwit melanjutkan pada tahun ini ia akan kembali mengajukan anggaran perbaikan jalan untuk Karimunjawa lewat IJD di tahap ke dua. Total anggaran tambahan yang diusulkan di tahun ini sebesar Rp 50 miliar.

Baca juga: Malangnya Petani Jepara, Lahannya Puso Terendam Banjir Tak Tercover Asuransi 

“Total Rp 58,6 miliar (anggaran IJD) untuk memuluskan jalan di Karimunjawa,” jelas Wiwit.

Diketahui, masalah jalan rusak di Karimunjawa memang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi ini terus disuarakan masyarakat kepada pemerintah.

Sebab buruknya infrastruktur akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan daya tarik wisatawan. Sebagaimana realitanya, Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu destinasi unggulan, tak hanya bagi Bumi Kartini, melainkan juga nasional.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Cekcok Penagihan Berujung Kekerasan, Polisi Amankan Dua Orang di Kaliwungu

0
Dua orang sedang bertikai di jalan yang diduga karena penagihan. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Persoalan penagihan pinjaman berubah menjadi insiden kekerasan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Seorang warga lanjut usia harus mendapat perawatan medis setelah terlibat pertengkaran dengan petugas koperasi simpan pinjam, Kamis (5/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo. Cekcok bermula di teras rumah korban, sebelum akhirnya berlanjut hingga ke jalan raya dan berujung penganiayaan. Korban berinisial S (66) mengalami luka memar di bagian mata serta pelipis kiri. Luka tersebut diduga akibat pukulan helm yang dilakukan oleh HNW (23), seorang petugas koperasi simpan pinjam asal Kota Semarang.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Deni Dwi Noviandi menjelaskan, insiden bermula saat HNW mendatangi rumah korban untuk menagih angsuran pinjaman atas nama istri korban.

Baca juga: Begini Kronologi Bupati Sudewo Diperiksa 24 Jam di Mapolres Kudus

“Korban menyampaikan tidak mengetahui adanya pinjaman tersebut dan meminta agar urusan pinjaman disampaikan kepadanya. Dari situ terjadi perdebatan yang kemudian memanas,” jelas AKP Deni dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

Akibat insiden itu, korban sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di Puskesmas Kaliwungu. Setelah kondisi korban stabil, peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kaliwungu. Petugas kepolisian selanjutnya mengamankan kedua pihak untuk dimintai keterangan guna mengetahui secara utuh kronologi kejadian.

Proses pemeriksaan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Kesepakatan damai dituangkan dalam surat pernyataan bersama.

“Permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak sepakat berdamai,” ujar AKP Deni.

Baca juga: Polres Kudus dan Tim Psikologi Polda Jateng Beri Trauma Healing Anak-Anak Korban Banjir

Kapolsek Kaliwungu mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing emosi, terutama dalam persoalan penagihan atau konflik pribadi. Ia menegaskan, setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa kekerasan.

“Kami mengimbau agar setiap persoalan diselesaikan secara bijak dan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” imbaunya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37%, Sukses Tekan Angka Kemiskinan

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan pengarahan dalam Musrenbang 2026, Jumat (6/2/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi gemilang pada selama 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37% (y-on-y) pada triwulan IV-2025. Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11%.

Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Tidak hanya sekadar angka makro, pertumbuhan ini terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dengan turunnya angka kemiskinan secara signifikan.

“Angka kemiskinan kita bisa turunkan, kita semakin baik, maka ini harus perlu kita tingkatkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Bersama Gibran, Gubernur Jateng Kunjungi Tanah Gerak Tegal

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional ini harus terus dijaga dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah.

“Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno mengungkapkan, bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48% pada Maret 2025 menjadi 9,39% pada September 2025.

Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025 dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang

“Pertumbuhan kita inklusif, didukung oleh gini ratio di angka 0,350. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin menyempit,” ujar Sumarno.

- advertisement -

Soal Dugaan Keracunan Siswa SMAN 2 Kudus, Dinkes Masih Tunggu Hasil Uji Laboratorium

0
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemon saat menghadiri pengajian umum di Ponpes Al Maghfur, Mranggen, Demak, Sabtu (7/2/2026).Foto: Ist

BETANEWS.ID,KUDUS-Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan ratusan siswa SMAN 2 Kudus hingga kini belum keluar. Pemeriksaan masih dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto mengatakan, sampel telah dikirim pada Kamis sore (29/1/2026) atau bertepatan dengan hari kejadian. Katanya,pemeriksaan membutuhkan waktu, karena harus melalui tahapan pembiakan kultur.

“Sampel sudah kami kirim ke Balai Laboratorium Provinsi Jawa Tengah pada hari kejadian,” ujar Nuryanto melalui sambungan telepon belum lama ini.

Ia menjelaskan, proses pembiakan kultur diperlukan agar hasil uji laboratorium memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Oleh sebab itu, hasil tidak bisa diketahui dalam waktu singkat.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit

“Untuk hasilnya memang membutuhkan waktu sekitar delapan sampai sepuluh hari,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dalam kasus dugaan keracunan tersebut, terdapat dua jenis sampel yang dikirim ke laboratorium. Sampel berupa sisa makanan yang dikonsumsi siswa dan muntahan siswa yang mengalami gejala.

“Pemeriksaan terhadap dua sampel itu dilakukan secara bersamaan untuk memastikan sumber dugaan keracunan. Langkah ini dinilai penting guna memperoleh kesimpulan yang menyeluruh,” bebernya.

Dia menuturkan, hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih menunggu hasil resmi dari Balai Laboratorium Provinsi Jawa Tengah. Belum ada kesimpulan penyebab keracunan sebelum hasil tersebut keluar.

“Selama hasil belum keluar, kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kejadian ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMAN 2 Kudus mengalami keracunan pada Kamis (29/1/2026). Mereka keracunan diduga setelah menyantap Makan Bergizi Gratis sehari sebelumnya. 

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ada Dandangan, CFD Kudus Diliburkan Mulai 8 Januari 2026

0
Masyarakat membanjiri Jalan A Yani saat CFD Kudus sebelum pandemi. Foto: Dokumentasi betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Kudus resmi diliburkan mulai lusa, 8 Januari 2026. Kebijakan ini terhitung hingga Lebaran Idulfitri selesai atau sekitar Maret 2026 mendatang.

CFD diliburkan sebagai bagian dari penyesuaian agenda daerah menyusul digelarnya Tradisi Dandangan untuk menyambut Bulan Suci Ramadan. Tradisi tahunan tersebut akan berlangsung mulai Sabtu, 7 Februari 2026 di sepanjang Jalan Sunan Kudus, mulai Alun-alun Simpang Tujuh hingga Perempatan Jember.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko mengatakan, keputusan meliburkan CFD di Jalan Ahmad Yani dan Jalan dr. Ramelan diambil karena sebagian besar pedagang CFD berpartisipasi dalam Tradisi Dandangan.

Baca juga: Ratusan Stan Siap Ramaikan Tradisi Dandangan, Persiapan Tenda Dimulai Malam Ini

“Hampir 50 persen pedagang yang biasa berjualan di CFD ikut berjualan di Dandangan. Oleh karena itu, CFD kami liburkan sementara,” katanya di Kopi Kudus atau Galeri Dekranasda Kudus, Kamis (5/2/2026) sore.

Menurutnya, tak adanya CFD bertujuan agar para pedagang dapat fokus mengikuti Dandangan sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan tradisi tersebut yang dipusatkan di kawasan Jalan Sunan Kudus.

CFD di Kudus selama ini menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus tempat usaha bagi pedagang kecil. Namun, selama Dandangan berlangsung, aktivitas ekonomi pedagang akan terpusat di satu lokasi.

Tradisi Dandangan tahun ini digelar lebih lama dibanding tahun sebelumnya, yakni selama 12 hari mulai 7 hingga 18 Februari 2026. Dengan durasi tersebut, CFD akan dibuka kembali setelah lebaran.

Dalam tradisi menyambut bulan suci Ramadhan itu, Pemkab Kudus menyiapkan 527 lapak resmi bagi pedagang Dandangan. Jumlah pedagang diperkirakan bisa bertambah hingga 800 sampai 1.000 orang, termasuk pedagang di sekitar lokasi acara.

Baca juga: Pedagang Gerabah Maian Mulai Bermunculan, Penanda Tradisi Dandangan Kudus Segera Digelar

“CFD diliburkan sampai Ramadan selesai atau bahkan lebaran. Setelah itu, kegiatan CFD akan kembali digelar seperti biasa,” jelasnya.

Selama tidak ada aktivitas CFD, masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas olahraga dan rekreasi yang biasa dilakukan di area CFD. Pemkab Kudus berharap kebijakan ini dapat mendukung kelancaran Tradisi Dandangan sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi pedagang menjelang Ramadan.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Teluk Awur Jepara Dipenuhi Sampah

0

BETANEWS.ID,JEPARA– Tumpukan sampah berupa ranting pepohonan serta plastik memenuhi sepanjang garis Pantai Teluk Awur di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. 

Kepala Desa Teluk Awur, Rokhman mengatakan, tumpukan sampah sudah mulai memenuhi sepanjang garis pantai sejak Desember 2025 lalu, yakni pada saat cuaca buruk mulai melanda. 

Rokhman menyampaikan, sampah itu merupakan sampah kirimin, baik yang berasal dari laut maupun sungai. Hingga kemudian terbawa ombak saat cuaca buruk melanda wilayah perairan.  

Baca juga : Pemkab Usulkan Bangun Ulang Jembatan Jalur Alternatif Demak-Jepara

“Mulai musim penghujan kemarin, ini memang banyak sampah kiriman. Baik dari laut maupun sungai yang menumpuk di bibir pantai,” kata Rokhman saat ditemui di Pantai Teluk Awur, Jumat (6/2/2026). 

Pada saat sampah yang datang tidak terlalu banyak, pihak pengelola pantai dan pemerintah desa berupaya untuk membersihkan secara manual. 

Akan tetapi, saat jumlahnya cukup banyak dan sampah yang datang berupa ranting dan batang pohon, pihak desa meminta bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara untuk mengangkut sampah. 

Sampah itu kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di sebelah timur Balai Desa Teluk Awur. 

“Saat kita bersihkan sampah, kita kadang kerjasama dengan DLH untuk bantuan armada. Satu hari itu bisa 15 kali angkut (pakai truk),” sebutnya. 

Rokhman melanjutkan, kondisi bibir pantai yang dipenuhi sampah biasanya terjadi sekitar 3-4 bulan. Sampah itu biasanya akan hilang saat kondisi cuaca mulai membaik. 

“Biasanya (sampah) datang itu di awal-awal musim penghujan di Bulan Desember. Dan ini biasanya berlangsung sekitar 3-4 bulan. Melihat kondisi cuaca, tapi di bulan ke-tiga sampah itu ngga terlalu banyak, tinggal sedikit,” jelasnya. 

Saat kondisi pantai dipenuhi sampah dan tidak memungkinkan untuk dibersihkan dalam waktu satu hari, pihak pengelola pantai, Rokhman mengatakan, biasanya akan menggratiskan biaya tiket masuk. 

Baca juga : Rencana Pembangunan Pelabuhan Niaga di Jepara Bakal Dipaparkan ke Pemerintah Pusat 

Kondisi itu, katanya  berdampak pada menurunnya jumlah pendapatan yang diterima desa dari sektor pariwisata. 

“Sangat berpengaruh (pada jumlah kunjungan wisatawan). Jumat-Sabtu biasanya kita bisa narik retribusi, kalau kondisinya dipenuhi sampah biasanya kita gratiskan. Ketika cuaca tidak mendukung, juga kita free-kan biaya retribusi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Alokasi Pupuk Subsidi di Kudus Alami Peningkatan Tahun Ini, Jadi 22.587 Ton

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Alokasi pupuk bersudsidi untuk Kabupaten Kudus pada tahun 2026 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, alokasi pupuk bersubsidi menjadi 22.587 ton, untuk berbagai jenis. Di antaranya, Urea, NPK, ZA, serta pupuk organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo menjelaskan, jumlah alokasi pupuk tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi penyaluran pupuk pada 2025, yakni sebesar 22.304,4 ton.

Baca juga : KDMP di Kudus Ini Segera Beroperasi, akan Ada Klinik dan Rest Area untuk 50 Bus

Menurutnya, penetapan alokasi pupuk bersubsidi di Kudus telah diresmikan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dispertan Kudus Nomor 500.6.27.1/1883/2025. Katanya, masing-masing jenis pupuk juga telah ditetapkan peruntukannya.

“Jadi untuk pupuk yang diterima oleh petani di Kudus, Urea mendapat alokasi 10.500 ton, pupuk NPK 11.500 ton, pupuk ZA 359 ton, dan pupuk organik 228 ton,” katanya, belum lama ini.

Didik menuturkan, meski jumlahnya meningkat, namun alokasi tersebut belum bisa memenuhi 100 persen kebutuhan petani di Kudus yang tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Ia menyebut, sesuai RDKK di wilayah Kabupaten Kudus total ideal yang dibutuhkan mencapai 26.478,22 ton.

“Jadi usulan pupuk bersubsidi yang terinput di RDKK tahun 2026 sebesar 26,478,22 ton, sedangkan yang disetujui oleh Kementan (Kementerian Pertanian) hanya 22.587 ton. Nanti kekurangannya bisa diajukan lagi, karena setiap empat bulan ada evaluasi dan revisi RDKK,” jelasnya.

Baca juga : Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah…

Ia menegaskan, bahwa di tahun-tahun sebelumnya, Kementan biasanya akan mengajukan tambahan alokasi anggaran di tengah perjalanan. Selain itu, pemerintah daerah memiliki strategi realokasi, di mana stok pupuk yang terserap di satu kecamatan atau kabupaten bisa dialihkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan.

Dia berharap, dengan alokasi pupuk bersubsidi di tahun ini yang dinilai cukup besar, petani di Kudus diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir akan kelangkaan pupuk di musim tanam tahun ini.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Baru Saja Kering, Rumah Warga Mintobasuki Pati Kembali Tergenang Banjir

0

BETANEWS.ID,PATI-Puluhan rumah warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Silugonggo. Banjir susulan ini terjadi hanya sehari setelah genangan sebelumnya surut dan warga sempat sudah sempat membersihkan rumah mereka.

Pantauan di lokasi, debit air Sungai Silugonggo meningkat dan meluap ke area persawahan serta permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Salah satu warga terdampak, Sukar (57), terlihat mengamankan perabotan rumah tangganya dengan menumpuknya di bagian rumah yang lebih tinggi.

Baca juga : Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Pati, 9 Kecamatan Terdampak

Rumah Sukar yang berada tepat di tepi Sungai Silugonggo memang kerap menjadi langganan banjir tahunan. Hingga Jumat (6/2/2026) pukul 11.00 WIB, kedalaman air di dalam rumahnya mencapai sekitar 30 sentimeter.

Sukar menuturkan, banjir sudah berlangsung selama sekitar 25 hari. Air baru benar-benar surut dan rumah mulai kering pada Rabu (4/2/2026).

Namun, curah hujan tinggi yang kembali mengguyur wilayah hulu sungai sejak Rabu hingga Kamis menyebabkan Sungai Silugonggo kembali meluap.

“Baru kemarin surut dan dibersihkan, sekarang datang lagi,” ujarnya.

Menurut Sukar, banjir tersebut murni disebabkan oleh luapan Sungai Silugonggo yang mengarah ke wilayah Juwana. Ia mengaku pasrah dengan kondisi yang terus berulang setiap tahun dan berharap ada perhatian serius dari pemerintah.

“Sudah langganan banjir tiap tahun. Kerja juga terganggu, saya petani, sawah ikut kebanjiran,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mintobasuki, Abdul Mustaji, menyebut, bahwa banjir sebelumnya sempat surut. Namun, intensitas hujan yang cukup tinggi dalam dua hari terakhir kembali memicu genangan di sejumlah titik.

Baca juga : Bersama Gibran, Gubernur Jateng Kunjungi Tanah Gerak Tegal

“Curah hujan lumayan tinggi, sehingga air naik lagi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, rumah warga yang terdampak paling parah adalah yang memiliki lantai rendah dan berlokasi dekat dengan sungai. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 30 rumah terendam air hingga masuk ke dalam bangunan, sementara sekitar 70 rumah lainnya terdampak di bagian halaman.

“Di dalam rumah ketinggian air rata-rata setengah lutut,” pungkasnya.

Editor : Suwoko

- advertisement -

Bersama Gibran, Gubernur Jateng Kunjungi Tanah Gerak Tegal

0

BETANEWS.ID, TEGAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal pads Jumat (6/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan kunjungannya yang ke dua setelah sebelumnya telah meninjau kondisi lapangan dan memimpin rapat darurat penanganan bencana, pada Rabu (4/2/2026) lalu.

Wapres Gibran tiba di posko pengungsian yang berada di rumah warga bernama Kamal sekitar pukul 09.35 WIB. Setibanya di lokasi, Wapres langsung berbincang singkat dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Kapolda Jawa Tengah, serta sejumlah tokoh setempat.

Baca juga: Inilah Upaya Gubernur Jateng Tindaklanjuti Aspirasi dari Paguyuban Kepala Desa

Usai berbincang, Wapres Gibran didampingi Gubernur Luthfi bergerak meninjau langsung kondisi rumah warga di titik terdampak pergerakan tanah Desa Padasari.Rombongan menggunakan kendaraan roda dua karena akses terbatas dan kondisi tanah di Desa Padasari yang masih labil.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran negara sejak awal dalam penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal. Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait di Posko Terpadu Kesehatan Desa Padasari, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Jelang Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Genjot Perbaikan Jalan

“Hadirnya negara adalah memberikan kepastian bahwa masyarakat di huntap (hunian tetap) bisa eksis dan mandiri. Inilah hadirnya negara yang kita tunggu-tunggu,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah warga. Hingga sore hari, tercatat sekitar 250 rumah terdampak dan 804 jiwa terpaksa mengungsi.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kinanti Sekar Rahina akan Pentaskan ‘Tari Caping Kalo’, Lusa di Hotel @Hom Kudus

0
Kinanti Sekar Rahina. Foto: Ist

Koreografer tari Kinanti Sekar Rahina akhirnya menuntaskan proses pengkaryaan tari yang bersumber dari Caping Kalo. Tari ini berjudul “Tari Caping Kalo”, yang akan diluncurkan pada Minggu (8/2/2026), di Hotel @Hom, Kudus. Ini merupakan karya tari tunggal yang menggambarkan sosok perempuan Muria yang anggun dan lincah, suka srawung dan setia menjaga nilai-nilai tradisi.

Dalam siaran pers yang diterima Betanews.id, Kamis (5/2/2026), Kinanti menjelaskan, caping kalo adalah penutup kepala tradisional khas Kabupaten Kudus. Berbentuk lingkaran (bulat utuh) yang terbuat dari anyaman bambu halus dan daun rembuyan. Dahulu digunakan petani untuk melindungi diri dari matahari, kini caping kalo berfungsi sebagai ikon budaya, pelengkap busana adat perempuan Kudus.

Dari caping kalo inilah, Kinanti telah telah menciptakan dua tarian. Satu karya tari sebelumnya diberi judul “Tari Lajur Caping Kalo” yang telah diluncurkan pada 7 Oktober, dan yang kedua “Tari Caping Kalo” akan dipentaskan lusa.

Baca juga: Penari Legend Indonesia Meriahkan Festival Caping Kalo Kudus

    “Apa yang menjadi tampak di dalam perwujudan caping kalo, buat saya merupakan simbol atas sosok itu. Saya menjalankan dan melakoni hidup dengan sebagaimana yang tergambar dalam caping kalo, antara lain: menjaga anyam-anyaman yang rapat dan halus itu dengan telaten sebagaimana hidup rukun dan guyub bersama seluruh masyarakat,” jelasnya.

    Tari Caping Kalo bisa jadi merupakan sequel dari Tari Lajur Caping Kalo sebagai perjalanan karya kreatif seorang Kinanti Sekar. Namun kedua tarian ini bisa berdiri sendiri, karena masing-masing memiliki konsep dan kekuatan masing-masing. Tari Lajur Caping Kalo lebih
    menggambarkan bagaimana tahapan dan proses pembuatan Caping Kalo itu dilakukan.

    “Dari memilih jenis bambu, membuat potongan-potongannya, ketekutan menganyam helai demi helai hingga terciptalah Caping Kalo. Sementara pada Tari Caping Kalo, ia (caping kalo) mengisahkan dirinya secara utuh dalam pemahaman dan pemaknaan hidup sehari-hari,” tuturnya.

    Penciptaan karya tari ini melibatkan komposer musik Hamdani, syair dan lagu ditulis dan sekaligus dinyanyikan oleh Romo Lukas Heri Purnawan MSF. Proses penulisan lirik dan rekaman lagunya dilakukan di Buenos Airos, Argentina, disela-sela tugasnya yang padat.

    Baca juga: Pemkab Kudus Daftarkan Caping Kalo Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kemenkumham

    “Cukup lama saya menuliskan syair lagu untuk Tari Caping Kalo ini. Hidup di tengah budaya sini (Argentina), menjadi tantangan tersendiri. Cukup kesulitan untuk menemukan suasana ‘Jawa’ sementara lagu dalam musik tarian ini sangat Jawa,” kata Romo Ipeng, panggilan akrab
    Romo Lukas Heri Purnawan, MSF.

    Program penciptaan karya tari oleh koreografer Kinanti Sekar Rahina ini diproduksi GsT Production, sebuah lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya, dan didukung oleh RKBBR (Rumah Khalwat & Balai Budaya Rejosari), Iniibubudi Publishing, Asa Academy of The Arts.

    Editor: Suwoko

    - advertisement -