Beranda blog Halaman 67

Inilah Upaya Gubernur Jateng Tindaklanjuti Aspirasi dari Paguyuban Kepala Desa

0
Gubernur Jateng Ahmad Lthfi menerima Paguyuban Kepala Desa Satria Praja Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan beberapa aspirasi terkait persoalan yang ada di desa di daerahnya.

Sejumlah aspirasi itu mulai dari pemerataan bantuan keuangan, bantuan gubernur, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga masalah relokasi Puskesmas Cilongok II.

Ketua Umum Satria Praja Kabupaten Banyumas, Saifuddin menyampaikan, aspirasi pertama yang disampaikan adalah pentingnya pemerataan Bantuan Keuangan (Bankeu) khusus desa atau Bantuan Gubernur. Apalagi saat ini dana desa mengalami pemangkasan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Jelang Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Genjot Perbaikan Jalan

“Saat ini dana desa terjun bebas, praktis daerah harus bisa berupaya bagaimana membangun desa. Harapan kami bantuan gubernur ini menjadi penting, paling tidak ada pemerataan tiap-tiap desa,” ujarnya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/2/206).

Kedua, lanjut dia, terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di sejumlah desa masih menemui kendala seperti status tanah, pengurugan, dan lain-lain yang berkaitan dengan bangunan KDMP. Ia dan kepala desa lainnya ingin ke depan ada kejelasan terkait regulasi, pelatihan dan pendampingan agar tidak ada kepala desa yang terjerat hukum. Apalagi KDMP merupakan program bagus untuk mengangkat perekonomian desa.

“Ada desa-desa yang terpencil, jumlah penduduk sedikit, dan tidak punya tanah kas desa. Ini yang menjadi persoalan. Sementara KDMP ini harus punya gedung,” ucapnya.

Ketiga, persoalan relokasi Puskesmas Cilongok II. Di mana sudah ada surat penetapan tertanggal 19 September 2025 bahwa relokasi akan ditempatkan di Desa Kasegeran, Kacamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Namun dalam perkembangannya ternyata ada keputusan dari Bupati yang memindahkan ke lokasi lainnya.

Gubernur Ahmad Luthfi telah menerima aspirasi dari paguyuban kepala desa di Kabupaten Banyumas. Ia bahkan langsung menginstruksikan kepada dinas-dinas terkait untuk melakukan koordinasi dengan dinas-dinas di Kabupaten Banyumas.

- advertisement -

Peringati Hari Pers, PWI Jepara Ajak Puluhan Pelajar Dalami Jurnalistik 

0
PWI Kabupaten Jepara menggelar pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh puluhan pelajar tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Jepara di Gedung Shima Jepara, Kamis (5/2/2026).  Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jepara menggelar pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh puluhan pelajar tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Jepara di Gedung Shima Jepara, Kamis (5/2/2026).  

Pelatihan itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.  

Ketua PWI Kabupaten Jepara, Septina Nafiyanti mengatakan peserta tidak hanya dibekali materi terkait dasar jurnalistik, tetapi juga diajak untuk praktik langsung dan terlibat dalam proses kejurnalistikan. 

“Harapan kami, melalui pelatihan ini mereka bisa mengenal dan merasakan langsung seperti apa proses kerja di dunia jurnalistik,” katanya usai kegiatan pelatihan. 

Baca juga: Peringati HPN 2025, PWI Jepara Gelar Lomba Harapan untuk Bupati Baru 

Selain itu, Septi melanjutkan dalam waktu dekat juga akan ada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), yang salah satu cabang lombanya yaitu Jurnalistik. Sehingga, ia ingin membekali pelajar yang nantinya mengikuti seleksi lomba tersebut. 

“Karena kebetulan di FLS3N ada lomba Jurnalistik, sehingga kami memberikan bekal kepada siswa SMA, SMK dalam rangka persiapan FLS3N sekaligus kami kuatkan di etika jurnalis,” ujarnya. 

Melalui pelatihan itu, Septi juga berharap bisa menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia jurnalistik. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi generasi penerus insan pers di Indonesia. 

“Masa depan jurnalis Indonesia ada di tangan generasi muda saat ini, sehingga kami juga menyiapkan mereka sebagai generasi penerus pers di Indonesia,” harapnya. 

Baca juga: Sambut HPN 2026, PWI Plat K Gelar Lomba Menembak Antar Wartawan 

Sementara itu, salah satu peserta dari SMAN 1 Welahan, Sari Purwati mengaku senang bisa mengikuti pelatihan tersebut. 

Sari mengatakan di sekolahnya memang terdapat ekstrakurikuler jurnalis, namun proses pembelajarannya kurang maksimal. 

“Senang, karena menambah wawasan soalnya Jurnalistik di sekolah saya kurang aktif dan efektif dalam pembelajaran. Terus bisa punya temen-temen baru juga,” ujarnya.  

Editor: Suwoko

- advertisement -

Lokasi Usaha Penunggak Pajak di Kudus Bakal Ditempeli Stiker

0
Ilustrasi Penunggak Pajak. Dok. Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan sanksi administratif bagi pelaku usaha yang menunggak pajak daerah. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pemasangan stiker pada tempat usaha sebagai bentuk peringatan.

Kebijakan tersebut menyasar pelaku usaha hotel, restoran, dan kos-kosan yang masuk dalam kategori Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Pajak PBJT bersifat bulanan dan wajib dilaporkan secara rutin oleh pelaku usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Kudus, Rama Rizkika, menjelaskan bahwa pemasangan stiker dilakukan setelah usaha tersebut tercatat menunggak pajak. Langkah ini diambil sebagai upaya mendorong kepatuhan tanpa langsung menempuh jalur pidana.

Baca juga: Perkuat Pengawasan Pajak, Pemkab Kudus Bakal Tambah 30 Tapping Box

“Usaha yang menunggak pajak akan kami tempeli stiker sebagai bentuk peringatan,” ujar Rama.

Ia menegaskan, stiker tersebut bersifat sementara. Apabila wajib pajak telah melunasi tunggakannya, maka stiker akan langsung dilepas pada hari yang sama.

“Kalau sudah dibayar atau dilunasi, hari itu juga stikernya kami lepas,” tegasnya.

Rama menyebutkan, sepanjang 2025 terdapat 34 usaha yang tercatat menunggak pajak. Temuan tersebut diperoleh dari hasil pengawasan lapangan dan pencocokan data transaksi melalui tapping box.

Sebagian usaha yang menunggak diketahui belum seluruhnya terpasang tapping box. Padahal, alat tersebut menjadi sarana utama pengawasan pajak berbasis digital di Kabupaten Kudus.

Baca juga: Realisasi Pajak Kudus 2025 Capai Rp308 M, 9 Warga Dapat Hadiah Motor

Sebagai upaya pencegahan, Pemkab Kudus berencana menambah 20 hingga 30 unit tapping box pada tahun 2026. Penambahan ini diharapkan mampu meminimalkan potensi pelanggaran pajak.

Rama juga mengingatkan bahwa kos-kosan termasuk dalam kategori PBJT hotel. Pajaknya dihitung berdasarkan tingkat keterisian atau okupansi, dengan tarif sebesar 10 persen, sama seperti pajak hotel.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Ratusan Stan Siap Ramaikan Tradisi Dandangan, Persiapan Tenda Dimulai Malam Ini

0
Sejumlah lapak pedagang di tradisi Dandangan Kudus telah bermunculan menjelang dimulainya Dandangan, Kamis (5/2/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tengah mempersiapkan pagelaran Tradisi Dandangan 2026. Tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Kota Kretek itu bakal diselenggarakan selama 12 hari mulai 7-18 Februari 2026.

Oleh karena itu, persiapan atau loading pemasangan tenda untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dimulai hari ini, Kamis (5/2/2026) pukul 19.00 WIB. Setidaknya ada 527 tenda yang akan didirikan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, mulai dari Alun-alun Simpang Tuuh hingga Perempatan Jember.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pelaksanaan biasanya hanya berlangsung selama 10 hari, di tahun ini digelar selama 12 hari, mulai 7-18 Februari 2026. Sementara acara seremonial pembukaan akan digelar pada 9 Februari 2026. 

Baca juga: Pedagang Gerabah Maian Mulai Bermunculan, Penanda Tradisi Dandangan Kudus Segera Digelar

Pelaksana Harian (Plh) Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menyampaikan, Tradisi Dandangan merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan untuk menyambut Ramadhan. Menurutnya ada ratusan PKL yang bakal meramaikan acara tersebut.

“Acara pembukaan berlangsug mulai pukul 15.30 WIB yang dimeriahkan dengan penampilan tari caping kalo. Kemudian ada sambutan Bupati Kudus, Wakil Menteri UMKM, Gubernur Jateng, pemukulan bedug, doa, hingga mengunjungi stand,” bebernya.

Meski acara seremonial berlangsung 9 Februari, namun Eko memastikan bahwa lapak bisa ditempati oleh pedagang mulai 7 Februari 2026. Harapannya para pedagang ini bisa berjulan lebih lama.

“Jadi pedagang ini bisa mremo di dua kali malam minggu selama agenda tradisi berlangsung.” ungkapnya.

Selain PKL di lapak yang telah disediakan panitia, Eko memperkirakan akan ada para pedagang lain yang akan berjualan di sekitaran lokasi Dandangan.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah desa sekitar dan kemungkinan pedagang di luar stand panitia akan ditangani oleh pemerintah desa masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu, Manajer Direktur Dandangan, Anjas Pramono menambahkan bahwa sebanyak 527 lapak yang telah terisi penuh oleh para PKL. Sejumlah lapak ini akan diisi dengan produk kuliner, fashion, aksesoris dan multiproduct lainnya.

Baca juga: Harga Tenda Lebih Murah, Pendaftaran Stan Dandangan Kudus 2026 Mulai Dibuka Senin

“Yang menarik ini nantinya ada 48 tenda Fashion yang 90 persennya dari brand lokal Kudus. Ada Alora, Dinda Store, Tan’em, Nad Hijab dan lainnya,” tambahnya.

Khusus di lapak Dandangan dari Jembatan Kali Gelis hingga Perempatan Jember, Anjas memastikan 80 persen stand ditempati oleh pedagang lokal. Ini menyusul kebijakan pemberian subsidi biaya sewa lapak oleh pemerintah daerah.

“Kita juga akan menyediakan sekitar 10 WC Portable, kita juga menyiapkan sebanyak 80 titik tong sampah. Harapan kami nanti pengunjung bisa nyaman dan lingkungan tetap terjaga,” terangnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Sempat Kosong, Dua Jabatan Kepala Dinas di Jepara Akhirnya Terisi 

0

BETANEWS.ID,JEPARA- Bupati Jepara, Witiarso Utomo resmi melantik dua pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara yang sebelumnya kosong. 

Pelantikan itu dilakukan di Gedung Shima, Kompleks Kantor Bupati Jepara pada Kamis, (5/2/2026). Dua pejabat yang dilantik yaitu Ferry Yudha Adhi Dharma Raharjo, sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara.Kemudian, R Eko Sulistiyono, sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) Jepara. 

Sebelumnya, pada Senin, (15/12/2025) lalu, Bupati juga telah melantik enam pejabat JPTP. Sehingga saat ini seluruh jabatan pimpinan tinggi pratama setingkat kepala dinas sudah seluruhnya terisi. 

Baca juga : Pemkab Usulkan Bangun Ulang Jembatan Jalur Alternatif Demak-Jepara

Wiwit mengatakan, pelantikan ini merupakan langkah strategis dalam mengawali tahun 2026. Menurutnya, dengan formasi jabatan yang telah lengkap, percepatan pelayanan kepada masyarakat dapat segera dioptimalkan.

“Alhamdulillah awal tahun ini sudah lengkap sehingga jadi awal tahun ini bisa mempercepat pelayanan masyarakat,” katanya usai kegiatan pelantikan. 

Bupati menegaskan, jabatan bukanlah ruang untuk mencari kenyamanan, melainkan bentuk pengabdian yang penuh tuntutan, tekanan, serta ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah yang semakin tinggi.

Ia menambahkan, evaluasi jabatan akan dilakukan berdasarkan kinerja, loyalitas terhadap tugas, kepatuhan terhadap aturan, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

“Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, penuh keikhlasan, serta komitmen untuk memberi yang terbaik kepada masyarakat,” pesannya. 

Baca juga : Revitalisasi Pasar Pecangaan Jepara Dibawa Ke Pemerintah Pusat 

Terkait keterlambatan pengisian jabatan, Wiwit menjelaskan hal itu disebabkan proses rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rekomendasi, disebutkan, baru turun dua hari sebelum pelantikan.

“Kenapa terlambat, karena Disdukcapil harus melalui Kemendagri. Rekomendasinya baru turun dua hari lalu, dan yang direkomendasikan adalah Pak Ferry,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Lima Motif Tenun Troso Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis 

0
Perajin kain tenun troso Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Lima motif tenun troso dari Kabupaten Jepara resmi mendapat pengakuan berupa Sertifikat Indikasi Geografis yaitu sertifikat yang berfungsi sebagai pelindung produk. 

Sertifikat itu diserahkan oleh Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Troso, Abdul Jamal kepada Bupati Jepara, Witiarso Utomo di Ruang Kerja Bupati, Kamis (5/2/2026). 

Ketua MPIG Troso, Jamal menjelaskan, proses mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis tidak mudah. Pengajuan dilakukan sejak 20 Agustus 2025 dan baru resmi terbit pada 23 Desember 2025.

Baca juga: Tak Ingin Sekadar Jadi Perajin Kain Tenun Troso, Doni Bangun Brand untuk Pasarkan Produknya

“Jadi proses verifikasinya ketat, tapi kami bisa melaluinya hingga akhirnya terbit sertifikat itu,” katanya. 

Dengan keluarnya sertifikat itu, Jamal mengatakan produk tenun yang diproduksi di luar MPIG Troso tidak bisa mengklaim sebagai Tenun Troso. Jika klaim itu dilakukan, pihak yang melakukan bisa dikenakan sanksi dari kementerian terkait. 

Hal itu dilakukan selain untuk menjaga brand Tenun Troso, juga diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan para pengrajin.

“Adapun lima motif yang masuk dalam Indikasi Geografis Tenun Troso yaitu motif Kedawung, motif Ampel, motif Gapuro Mentingan, motif Sicengkir, dan motif Belik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo mengatakan, sertifikat Indikasi Geografis penting untuk melindungi kualitas dan reputasi produk. Sertifikat ini berlaku tanpa batas waktu selama mutu produk tetap dipertahankan. 

Selain meningkatkan daya saing, sertifikat itu juga bisa mengangkat marwah daerah asal produk serta melindungi orisinalitas dari klaim daerah lain yang memiliki produk serupa namun dengan karakteristik berbeda.

“Proses sertifikasi Indikasi Geografis memang panjang dan detail. Sebelumnya, sertifikat serupa juga telah dimiliki oleh kerajinan mebel ukir Jepara,” ujarnya.

Baca juga: Perajin Kain Tenun Troso Ini Pernah Diendorse Sandiaga Uno, Apa sih Keistimewaan Produknya?

Ke depan, sejumlah produk lain diharapkan dapat menyusul, seperti kopi Tempur, horog-horog, tanaman nyamplung Karimunjawa, dan durian Petruk.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan bahwa sertifikat Indikasi Geografis merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap Tenun Troso sehingga para pengrajin dapat berproduksi dengan lebih nyaman.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menggaungkan Tenun Troso sebagai kebanggaan masyarakat Jepara. Menurutnya, pelestarian Tenun Troso menjadi kunci untuk mendorong kesuksesan sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

“Ini menjadi semangat kita untuk terus melestarikan kain tenun Troso. Ini menjadi kunci kita untuk sukses,” pungkasnya. 

Editor: Suwoko

- advertisement -

Nahkodai Golkar Kudus Lima Tahun ke Depan, Anis Target 9 Kursi DPRD dan Siap Maju Pilkada

0
Anis Hidayat, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Anis Hidayat hampir dipastikan bakal menahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ll Golkar Kabupaten Kudus untuk lima tahun ke depan. Pria yang akrab disapa Anis tersebut langsung mematok target tinggi yakni memenangi pemilihan umum di Kota Kretek.

Di masa kepimpinannya, Anis bertekat mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Kudus. Ia pun menargetkan partai berlambang beringin bakal mampu memenangi pemilu pada tahun 2029.

“Target kami menang pemilu di Kudus dengan perolehan sembilan kursi DPRD,” ujar Anis kepada awak media di Hotel Griptha, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Terpilih Sebagai Ketua Golkar Kudus Secara Aklamasi, Anis Hidayat: “Takdir Politik”

Ia pun sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mewujudkan target tersebut. Antara lain, rekrutmen calon legislatif (caleg) yang berkompeten, serta para kader melaksanakan kerja-kerja politik kepada masyarakat.

“Supaya peran atau kerja para kader Partai Golkar ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat pun akan mempercayakan suaranya kepada Golkar di pemilu mendatang,” bebernya.

Disinggung terkait kesiapannya maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ketika target tercapai, Anis mengatakan, hal tersebut adalah kewenangannya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Jika memang nanti rekomendasi diberikan kepadanya, maka ia pun siap.

“Sebagai kader partai tentu saya siap. Saya tegak lurus melaksanakan perintah DPP Partai Golkar,” tandasnya.

Pemilihan Ketua DPD ll Golkar Kudus dilaksanakan melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke Xl. Musda digelar selama dua hari mulai 4-5 Februari 2026.

Sementara itu, Ketua DPD l Golkar Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Saleh menyampaikan, seluruh kader agar menjaga kekompakan. Ia juga berpesan agar ketua terpilih mampu merangkul seluruh kader, termasuk yang berbeda pandangan, meskipun dalam pendaftaran Steering Committee (SC) hanya terdapat satu bakal calon.

“Kader Golkar harus kompak dan bersatu. Jangan sampai tercerai berai, sebab target hanya bisa diraih ketika kita bersatu,” ujar Saleh.

Dia menuturkan, Partai Golkar memiliki sejarah panjang di Kabupaten Kudus. Partai besutan Bahlil Lahadalia itu pernah mencatatkan kemenangan politik di Kota Kretek.

Baca juga : KDMP di Kudus Ini Segera Beroperasi, akan Ada Klinik dan Rest Area untuk 50 Bus

“Partai Golkar pernah menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD Kudus. Artinya, itu sebagai bukti bahwa Golkar pernah berjaya di Kudus,” ujar Saleh.

Ia meminta, memori sejarah kemenangan itu harus terus diingat dan dijadikan pijakan untuk menghadapi Pilkada mendatang. Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pemicu semangat sekaligus tujuan bersama bagi seluruh kader Golkar di Kudus.

“Untuk mewujudkan target, konsolidasi partai akan terus dilanjutkan hingga tingkat kecamatan dan desa. Saya optimistis suara Golkar dapat kembali meningkat. Syaratnya kita harus kompak dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat,” imbaunya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Pedagang Gerabah Maian Mulai Bermunculan, Penanda Tradisi Dandangan Kudus Segera Digelar

0
Penjual gerabah mainan mulai bermunculan menjelang tradisi Dandangan, Kamis (5/2/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pedagang gerabah mainan di tradisi Dandangan mulai bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Kudus. Kehadiran para pedagang ini menjadi penanda bahwa tradisi tahunan menjelang Ramadan tersebut segera dimulai.

Pantauan di lapangan, lapak-lapak pedagang gerabah sudah terlihat di kawasan Kojan depan Balaidesa Demaan, depan SMA Muslimat, hingga perempatan Jember. Berbagai mainan tradisional dari tanah liat seperti remitan, celengan, hingga aneka miniatur kendaraan mulai ditata meski suasana masih terbilang sepi.

Salah satu pedagang, Sukardi (50), asal Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara, mengaku sudah mulai berjualan sejak tiga hari terakhir. Ia menjajakan aneka gerabah khas Dandangan yang didasarkan sebagai persiapan awal menyambut ramainya pengunjung.

Baca juga: Harga Tenda Lebih Murah, Pendaftaran Stan Dandangan Kudus 2026 Mulai Dibuka Senin

“Memang masih sepi karena memang belum mulai tradisi ini. Tapi daripada nganggur di rumah, lebih baik langsung jualan di sini sebagai awal tradisi Dandangan dimulai,” ujarnya.

Sukardi menjual berbagai jenis gerabah, mulai dari remitan seharga Rp3 ribu per biji hingga celengan dengan harga Rp20 ribu sampai Rp50 ribu tergantung bentuk dan tingkat kerumitan. Selain itu, ada pula mainan anak seperti barongan seharga Rp50–60 ribu, miniatur truk Rp80–150 ribu, topeng Rp20 ribu, serta mainan kompor seharga Rp80 ribu.

Sukardi menempati lapak di depan Pasar Jember dengan menyewa berukuran 3×5 meter dengan biaya Rp600 ribu hingga acara selesai. Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas penerangan atau lampu.

Baca juga: Bakal Ada 500 Stand di Dandangan 2026 Kudus, Harga Mulai Rp1,5 Juta

Meski belum ramai, Sukardi mengaku sudah ada pembeli. Dalam tiga hari terakhir, ia berhasil menjual sekitar 100 biji remitan dan dua celengan. Ia optimistis kondisi akan membaik seiring semakin dekatnya puncak tradisi Dandangan.

“Tahun lalu lumayan ramai, omzet saya sampai Rp7 juta. Harapannya tahun ini bisa sama atau lebih,” terangnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

UMKU FEST 2026 Digelar, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Voli Pelajar se-Karesidenan Pati

0
UMKU menggelar Piala Rektor UMKU FEST 2026 cabang olahraga voli putra tingkat SMA se-Karesidenan Pati. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar Piala Rektor UMKU FEST 2026 cabang olahraga voli putra tingkat SMA/SMK/MA se-Karesidenan Pati. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UMKU mendorong pembinaan atlet muda sekaligus mengenalkan kampus kepada pelajar sekolah menengah.

Turnamen voli tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna Rajawali, Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, selama dua hari, Rabu–Kamis, 4–5 Februari 2026. Ajang ini diikuti oleh puluhan atlet pelajar dari berbagai kabupaten di wilayah Karesidenan Pati.

Pembukaan UMKU FEST 2026 dilakukan secara resmi oleh Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, pada hari pertama pelaksanaan. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Baca juga: Mahasiswa KKN UMKU Bikin Insinerator Sederhana Ramah Lingkungan, Begini Wujudnya

“Kami berharap UMKU FEST dapat berjalan dengan baik dan ke depan menjadi agenda rutin tahunan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Edy melalui siaran tertulisnya, Kamis (5/2/2026).

Menurut Rektor, UMKU FEST tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan dan pengembangan bakat atlet muda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendekatkan UMKU dengan generasi pelajar yang memiliki potensi di bidang olahraga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para peserta mengenal UMKU lebih dekat. Harapannya, mereka dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kudus tanpa meninggalkan prestasi olahraga maupun akademik,” bebernya.

Untuk menjaga kualitas dan profesionalisme pertandingan, UMKU FEST 2026 menggandeng wasit resmi dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Kudus. Total terdapat 13 sekolah dari berbagai daerah di Karesidenan Pati yang ambil bagian dalam turnamen tersebut.

Baca juga: Pencegahan Stunting, Mahasiswa KKN UMKU Kenalkan Puding Daun Kelor Ramah Anak

Sekolah peserta berasal dari SMA Negeri 1 Jekulo, MA Muhammadiyah Kudus, MAN 2 Jepara, SMA NU Al Ma’ruf, SMK NU Ma’arif, SMK Negeri 2 Kudus, SMA Negeri 2 Bae Kudus, SMK Bhakti Kudus, SMK Ponpes Muhammadiyah Kudus, SMA Negeri 3 Rembang, SMK Al-Kautsar Demak, SMK Miftahul Huda Puncakwangi Pati, serta MAN 2 Kudus.

“Melalui UMKU FEST 2026, semoga terbangun semangat sportivitas, persaudaraan antar-pelajar, serta lahir atlet-atlet voli berprestasi dari Karesidenan Pati,” harapnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Terpilih Sebagai Ketua Golkar Kudus Secara Aklamasi, Anis Hidayat: “Takdir Politik”

0

BETANEWS.ID,KUDUS-Anis Hidayat terpilih aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ll Golkar Kabupaten Kudus. Ia merupakan calon tunggal pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Hotel Golkar Kudus yang diselenggarakan di Hotel Griptha, Kamis (5/2/2026).

Sebelum Musda, Anis Hidayat terlebih dulu sowan ke rumah pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Yanbu’ul Qur’an, Kiai Ulil Albab Arwani atau akrab disapa Gus Bab.

Musda dihadiri Ketua DPD l Golkar Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Saleh, serta seluruh kader partai berlambang beringin di Kota Kretek.Anis Hidayat bakal menahkodai Partai Golkar Kudus untuk lima tahun ke depan. Ia menggantikan ketua sebelumnya yakni Tri Erna Sulistyawati.

Pria yang akrab disapa Anis itu menyampaikan, rasa syukurnya atas terselenggara Musda ke XI. Karena sebelumnya, ada dinamika partai dalam penyelenggaraan acara guna pemilihan Ketua DPD ll Golkar Kabupaten Kudus.

“Selesainya dinamika partai yang terjadi, tentu harapannya kita bisa merajut kebersamaan kembali. Bersama membesarkan Partai Golkar Kudus untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Anis kepada awak media di sela-sela acara, Kamis (5/2/2026).

Baca juga : KDMP di Kudus Ini Segera Beroperasi, akan Ada Klinik dan Rest Area untuk 50 Bus

Terkait hanya ada satu orang yang menyalonkan sebagai Ketua DPD l Golkar Kudus yang tak lain dirinya sendiri, Anis menuturkan, bahwa hal itu adalah takdir politik. Ketika sudah jadi takdir, maka dirinya pun hanya bisa menjalaninya.

“Acara Musda ini dimulai sejak kemarin, Rabu (4/2/2026). Kebetulan yang mendaftar hanya saya saja,” imbuhnya.

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Muhammad Saleh mengatakan, Musda DPD Golkar Kabupaten Kudus merupakan Musda ke-33 dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ia menilai pelaksanaan Musda di tingkat kabupaten/kota berjalan dinamis dan menunjukkan bahwa Partai Golkar masih memiliki daya tarik yang kuat.

Ia menyebut, dinamika Musda di tingkat kabupaten/kota sangat luar biasa, sekaligus menjadi bukti bahwa Golkar masih diminati. Menurutnya, proses untuk menjadi ketua Golkar juga tidak mudah karena tingginya antusiasme dan dinamika internal partai.

“Terselenggaranya Musda ini menjadi bukti kekompakan kader Golkar Kudus. Dengan keterlibatan kader-kader muda yang memiliki semangat besar, kami optimistis Golkar Kudus akan terus berkembang dan mengalami kemajuan,” ujarnya.

Muhammad Saleh berharap, setelah Musda selesai seluruh kader dapat kembali bersatu dan menjaga kekompakan.

Ia juga berpesan agar ketua terpilih mampu merangkul seluruh kader, termasuk yang berbeda pandangan, meskipun dalam pendaftaran Steering Committee (SC) hanya terdapat satu bakal calon.

“Selain memilih Ketua DPD ll Kudus, Musda ini juga menjadi ajang kaderisasi partai. Kaderisasi jadi sangat penting, karena pada pemilu mendatang pemilih diperkirakan akan didominasi generasi muda, bahkan bisa mencapai sekitar 60 persen dari total pemilih,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pagi Ijab Sah, Siang Dapat Ijazah, Momen Mahasiswi UIN Kudus Dobel Bahagia Dalam Sehari

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Biasanya, momen wisuda identik dengan buket bunga dari teman atau foto bersama orang tua. Namun, bagi Ainunnur Izzaty (22), wisudawati periode Februari 2026 di UIN Sunan Kudus adalah level kebahagiaan yang berbeda. Bagaimana tidak? Dalam hitungan jam, ia sukses menyabet dua gelar sekaligus, sarjana dan istri.

Pagi hari, Ainun menjalani akad nikah dan sah menjadi seorang istri. Selang beberapa jam kemudian, ia pun menerima ijazah dan dinyatakan sebagai seorang sarjana.

Baca juga : Safira, Atlet Muda Asal Kudus yang Menorehkan Banyak Gelar Hingga Harumkan Negara

​Kamis (5/2/2026), menjadi hari yang tak terlupakan. Suasana di Gedung Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus yang semula formal seketika berubah riuh dan penuh haru. Ainun hadir mengenakan toga lengkap, namun dengan aura pengantin yang masih terpancar jelas, didampingi oleh sang suami tercinta, Parman (30).

Para wisudawan dan tamu yang menghadiri prosesi wisuda sontak memberikan tepuk tangan meriah, menyambut momen bahagia pasangan pengantin baru tersebut.

Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrahman Kasdi turut menyampaikan ucapan selamat kepada Ainunnur Izzaty dan Parman atas pernikahan yang berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan wisuda.

“Selamat dan sukses kepada Mbak Ainun dan Mas Parman. Setelah akad nikah langsung datang ke kampus untuk melakukan wisuda,” kata Rektor.

Ia berharap, pernikahan pasangan tersebut dapat berjalan langgeng dan penuh kebahagiaan. Rektor juga berkelakar agar kelak anak pasangan itu dapat melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Kudus.

“Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Nanti putranya bisa dikuliahkan di UIN Sunan Kudus,” tambahnya.

Sementara itu, Ainunnur Izzaty mengaku tidak menyangka dapat merasakan dua momen bersejarah dalam satu hari. Ia menyebut rencana pernikahan telah disusun sejak dua bulan lalu, sementara informasi pelaksanaan wisuda baru diterimanya sekitar 10 hari sebelumnya.

“Kalau bisa dua-duanya kenapa enggak. Rencana pernikahan sudah dua bulan lalu dan dapat informasi wisuda 10 hari, ternyata bisa dibarengkan,” ungkapnya sambil tersenyum.

Baca juga : Perjalanan Brand Luna Hijab, Brand Asal Kudus yang Menyuguhkan Fasyen Berkelas

Setelah berdiskusi dengan keluarga, Ainun memutuskan membagi waktu antara akad nikah dan prosesi wisuda. Usai melangsungkan akad nikah di kediamannya di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Ainun langsung diantar oleh suaminya menuju kampus untuk mengikuti wisuda.

“Pagi tadi ijab sah dulu, setelahnya baru ijazah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Parman. Ia berharap pernikahannya dengan Ainun dapat membawa kebahagiaan bagi keduanya. Pasangan ini juga berencana menggelar resepsi pernikahan dalam waktu dekat.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tanggul Sungai Jawik Jebol, Air Rendam Pemukiman Warga Pladen Kudus

0

BETANEWS.ID,KUDUS – Curah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kabupaten Kudus sejak Rabu (4/2/2026) sore.Hal tersebut mengakibatkan tanggul Sungai Jawik yang berada di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, jebol.

Arus sungai yang begitu deras, membuat tanggul tersebut tak mampu menampung air hingga tanggul jebol sepanjang 10 meter.Jebolnya tanggul tersebut, terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 3.30 WIB.

Imbas peristiwa itu, ratusan warga terdampak hingga sejumlah rumah dan fasilitas umum terendam banjir.

Baca juga : Usai Kasus Keracunan MBG, Pemkab Kudus dan BGN Perkuat Pengawasan

Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji menyampaikan, ada sebanyak 250 rumah terendam akibat kejadian jebolnya tanggul. Ratusan rumah yang terendam banjir berada di lima RT dari dua RW di Desa Pladen.

“Tadi malam intensitas hujan sangat tinggi sekali di seluruh Kabupaten Kudus. Sehingga aliran air mencapai di atas 500 mili meter. Sungai Jawik ini teraliri dari Sungai Setro, sehingga depan masjid Jawik ini jebol karena tidak dapat menahan derasnya air,” bebernya.

Ia menuturkan, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan dibantu masyarakat melakukan upaya untuk penganganan secara darurat. Penambalan sementara menggunakan sandbag atau kantong pasir. Bukan hanya itu, sampah yang menyumbat sungai juga dibersihkan.

“Kami imbau, bahwa perlu diwaspadai, karena saat ini merupakan puncak hujan di tahun 2026. Maka dari itu, semua masyarakat perlu waspada dengan sejumlah kejadian yang tak bisa diprediksi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Wardono menyebut, kejadian jebolnya tanggul Sungai Jawik terjadi menjelang Subuh. Akibatnya, aliran sungai menggenangi pemukiman warga gegara kejadian tersebut.

“Untuk ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Banjir secara tiba-tiba datang dan tidak sempat untuk menyelamatkan harta benda,” ucapnya.

Baca juga : Anggaran Revitalisasi Pasar di Kudus Hanya Cukup untuk Satu Pasar

Ia menyebut, jebolnya tanggul diakibatkan adanya kayu gelondongan yang menyumbat aliran air. Adanya sampah, juga semakin memperparah penyumbatan air.

“Tanggul tak lagi bisa menahan derasnya arus, hingga mengakibatkan tanggul jebol. Karena adanya sumbatan itu, air tidak bisa mengalir semestinya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Chandra Sebut Alun-alun Kembangjoyo Hingga Lokasi UMKM di Pati Bakal Dipasang Wifi Gratis

0

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mulai memetakan arah pembangunan untuk tahun 2027. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menegaskan, bahwa fokus utama pembangunan ke depan akan dititikberatkan pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta optimalisasi aset daerah melalui digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan Chandra dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pati Tahun 2027 di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (4/2/2026). Forum ini bertujuan menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satu poin  yang ditekankan Chandra adalah percepatan infrastruktur digital di pusat-pusat keramaian guna memacu geliat ekonomi lokal.

Baca juga : Chandra Ngaku Tak Dilibatkan, Baru Tahu Soal Pengisian Perades Setelah Sudewo Kena OTT KPK

“Rancangan awal RKPD Tahun 2027 masih berfokus pada infrastruktur, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Untuk Alun-Alun Kembang Joyo, saya sudah menginformasikan kepada Pak Kepala Dinas Kominfo untuk memasang Wifi di sana.Nanti tidak hanya Alun-Alun Kembang Joyo saja, Alun-Alun Pati juga, serta lokasi strategis UMKM agar masyarakat tertarik untuk datang ke sana,” ujar Chandra.

Langkah ini, diharapkan dapat menghidupkan kembali kantong-kantong UMKM sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan bertransaksi.

Selain perencanaan jangka panjang, Chandra juga memaparkan perkembangan terkini terkait mitigasi bencana di wilayah Pati. Meski kondisi lapangan mulai membaik, ia meminta jajaran kecamatan dan masyarakat tetap waspada menghadapi puncak musim hujan.

“Alhamdulillah, saat ini sudah tidak ada warga yang mengungsi dan kondisi mulai surut. Namun, saya mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

Baca juga : Chandra Ngaku Kontak Terakhir dengan Sudewo pada Minggu Sore

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar, menjelaskan,  bahwa forum ini merupakan amanat UU Nomor  25 Tahun 2004 dan UU Nomor 23 Tahun 2014. Ia menyebut, forum ini sebag PPai jembatan untuk mengintegrasikan kebijakan pemerintah pusat (top-down) dengan aspirasi riil dari masyarakat (bottom-up).

“Targetnya, RKPD 2027 tidak hanya menjadi dokumen formalitas, tetapi menjadi instrumen pembangunan yang responsif, inklusif, dan selaras dengan arah pembangunan nasional maupun regional,” ungkapnya.

Editor : Suwoko

- advertisement -

Jelang Imlek, Warga Lintas Agama Gotong Royong Bersihkan Klenteng di Pati

0

BETANEWS.ID, PATI – Warga dari berbagai komunitas dan lintas agama bergotong royong membersihkan Klenteng Hok Tik Bio Pati. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama sekaligus upaya mempererat silaturahmi menjelang Tahun Baru Imlek 2577.

Ketua Klenteng Hok Tik Bio Pati, Eddy Siswanto, mengatakan, bahwa kegiatan bersih-bersih klenteng merupakan tradisi tahunan yang rutin dilakukan menjelang perayaan Imlek.

“Hari ini tanggal 5 Februari 2026. Kalau Imleknya Cap Ji Gwek, tanggal 12 bulan 12 Imlek, menjelang tahun baru Imlek 2577. Setiap tahun Klenteng Hok Tik Bio selalu mengadakan bersih-bersih sebelum Imlek,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan umat Konghucu, tetapi juga diikuti oleh warga lintas agama, termasuk para suster dan komunitas lainnya.

Baca juga : Klenteng Hok Tik Bio Pati Gelar Sembahyang Ulambana, Ritual Doakan Arwah Leluhur

“Klenteng selalu mengajak antarumat beragama untuk ikut serta. Ini sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi,” imbuh Eddy.

Dalam proses pembersihan, terdapat sejumlah patung dewa (Kongco) yang disakralkan, seperti Kongco Hok Tek Cheng Sin, Ma Co, Kwan Im, hingga Kwan Tee Koen Kongco.

Sebelum patung-patung tersebut dikeluarkan untuk dibersihkan, dilakukan ritual khusus terlebih dahulu.

“Sebelum dikeluarkan, dibawakan oleh Tangki dari Welahan untuk mendoakan ritual. Kalau sudah diizinkan, baru boleh dibersihkan,” jelasnya.

Bahkan, beberapa patung di klenteng tersebut diperkirakan berusia sangat tua.

“Ada yang hampir 300 tahun. Patung itu bukan dari awal klenteng ini berdiri tahun 1875, tapi dari Lasem, diwariskan turun-temurun karena tidak bisa dirawat,” kata Eddy.

Untuk perayaan Imlek tahun ini, Klenteng Hok Tik Bio tidak menggelar kirab budaya, meskipun tetap menghadirkan Pasar Imlek.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil ritual dan pertimbangan kondisi masyarakat.

“Kami bertanya lewat ritual apakah boleh kirab atau tidak, bahkan sampai dua kali, tapi tidak diperbolehkan. Saya yakini karena masyarakat Kabupaten Pati sedang dilanda banjir,” jelasnya.

Baca juga : Klenteng Hok Tik Bio Pati Sediakan Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis pada Perayaan Imlek 

Meski tanpa kirab budaya, doa tetap dipanjatkan setiap hari untuk masyarakat Pati yang terdampak banjir.

“Kami selalu mendoakan masyarakat Pati, terutama yang terdampak banjir, agar cepat surut dan semuanya diberi kesehatan,” tambahnya.

Eddy Siswanto juga menyampaikan bahwa Pasar Imlek akan tetap digelar oleh Event Organizer (EO) dan menjadi bagian dari perayaan Imlek di Klenteng Hok Tik Bio.

“Pasar Imlek dilaksanakan mulai tanggal 7 sampai 17 Februari,” pungkasnya.

Editor : Suwoko

- advertisement -

Malangnya Petani Jepara, Lahannya Puso Terendam Banjir Tak Tercover Asuransi 

0
Banjir menggenangi area persawahan di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Jepara pada awal tahun 2026 tidak hanya merendam kawasan pemukiman. Namun juga lahan pertanian milik warga. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menyebut berdasarkan rekapan data hingga 21 Januari 2026 total lahan pertanian yang terdampak bencana banjir yaitu seluas 3.921 hektare. 

Akan tetapi, dari jumlah tersebut hanya 3.861 hektar yang terdata, dengan rincian 2.807 hektar dinyatakan puso, sementara 1.054 hektare lainnya dinyatakan selamat.

Baca juga: Percepat Pembayaran Pajak, Bayar PBB di Jepara Kini Gunakan QRIS 

Adapun wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah berada di Kecamatan Kalinyamatan dengan luas mencapai 742 hektar, disusul Kecamatan Welahan 653 hektar, Kecamatan Pecangaan 350 hektar, Kecamatan Kedung 286 hektar, Kecamatan Keling 234 hektar, dan Kecamatan Mayong 147 hektar.

Sementara kecamatan lain yang turut terdampak antara lain Kecamatan Donorojo 115 hektar, Kecamatan Bangsri 85 hektar, Kecamatan Mlonggo 65 hektar, Kecamatan Tahunan 39,5 hektar, Kecamatan Jepara 33 hektar, Kecamatan Kembang 30 hektar, Kecamatan Nalumsari 27 hektar, dan Kecamatan Batealit 1 hektar.

“Kerusakan hampir merata di seluruh kecamatan,” kata Mudhofir pada Rabu, (4/2/2026). 

Selain itu, lanjut Mudhofir, terdapat sekitar 70 hektar tanaman padi yang tidak dapat dimasukkan dalam data puso. Sebab lahan tersebut berada di area pinggiran sungai atau lambiran yang statusnya bukan hak milik.

“Lahan ini tidak ada tupinya dan penerima bantuannya tidak jelas, sehingga tidak bisa kita klaimkan sebagai data puso,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa, mayoritas tanaman padi yang terendam banjir berusia sekitar satu bulan, sehingga petani dipastikan mengalami kerugian total. DKPP memperkirakan nilai kerugian akibat bencana ini mencapai sekitar Rp25,2 miliar, dan seluruhnya tidak tercover asuransi pertanian.

Baca juga: Minim Penerangan, Lubang Jalan di Depan Pasar Tahunan Jepara Makan Korban

Terkait bantuan bagi petani terdampak, Mudhofir menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian.

“Penganggaran bukan di kami. DKPP hanya mengajukan bantuan berupa benih dan pupuk. Jika merujuk pengalaman sebelumnya, biasanya bantuan yang diberikan berupa benih,” katanya.

Pihaknya pun telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, namun hingga kini belum ada kepastian waktu penyalurannya.

“Kita masih menunggu, baik bentuk bantuan maupun kapan realisasinya,” pungkasnya. 

Editor: Suwoko

- advertisement -