BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan alat gamelan di SMP Satu Atap Undaan, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus hilang diduga dicuri. Peristiwa itu diketahui saat sekolah hendak menggelar latihan karawitan untuk acara perpisahan siswa.
Kepala SMP Satu Atap Undaan, Sri Yuli mengatakan, pencurian diketahui pada Senin pagi (18/5/2026). Saat itu guru bersama pelatih karawitan membuka ruang penyimpanan gamelan untuk latihan.
“Rencananya Kamis besok ada perpisahan dan anak-anak akan latihan karawitan. Tapi waktu ruangan dibuka, barang-barangnya sudah banyak yang hilang,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (18/5/2026).
Menurut dia, jumlah gamelan yang hilang diperkirakan hampir 50 item. Sebagian besar merupakan gamelan berbahan kuningan yang biasa digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler karawitan.
“Pelaku diduga masuk melalui jendela belakang ruang karawitan. Kaca jendela disebut dicopot, sementara teralis besi dibuka paksa dari luar,” bebernya.
Bagian belakang ruang karawitan, ungkapnya, diketahui berbatasan langsung dengan kebun jati. Di lokasi juga ditemukan kursi yang diduga dipakai pelaku untuk mengangkat gamelan keluar melalui jendela.
Baca juga : Lima Remaja Pembawa Sajam Diamankan Polres Kudus
“Selain itu, pihak sekolah menemukan alat menyerupai gancu yang diduga dipakai untuk membongkar teralis. Barang tersebut ditemukan tertinggal di sekitar lokasi kejadian,” sebutnya.
Sri Yuli menjelaskan, gamelan yang hilang bukan milik sekolah. Alat musik tradisional itu merupakan aset Desa Wonosoco yang dititipkan untuk kegiatan pembelajaran siswa.
“Sudah lama dititipkan di sini untuk pembelajaran dan ekstrakurikuler karawitan. Selama ini kami yang merawat,” katanya.
Kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta hingga Rp25 juta. Kasus itu kemudian dilaporkan ke pemerintah desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Editor: Kholistiono

