BETANEWS.ID, PATI – Warga dari berbagai komunitas dan lintas agama bergotong royong membersihkan Klenteng Hok Tik Bio Pati. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama sekaligus upaya mempererat silaturahmi menjelang Tahun Baru Imlek 2577.
Ketua Klenteng Hok Tik Bio Pati, Eddy Siswanto, mengatakan, bahwa kegiatan bersih-bersih klenteng merupakan tradisi tahunan yang rutin dilakukan menjelang perayaan Imlek.

“Hari ini tanggal 5 Februari 2026. Kalau Imleknya Cap Ji Gwek, tanggal 12 bulan 12 Imlek, menjelang tahun baru Imlek 2577. Setiap tahun Klenteng Hok Tik Bio selalu mengadakan bersih-bersih sebelum Imlek,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan umat Konghucu, tetapi juga diikuti oleh warga lintas agama, termasuk para suster dan komunitas lainnya.
Baca juga : Klenteng Hok Tik Bio Pati Gelar Sembahyang Ulambana, Ritual Doakan Arwah Leluhur
“Klenteng selalu mengajak antarumat beragama untuk ikut serta. Ini sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi,” imbuh Eddy.
Dalam proses pembersihan, terdapat sejumlah patung dewa (Kongco) yang disakralkan, seperti Kongco Hok Tek Cheng Sin, Ma Co, Kwan Im, hingga Kwan Tee Koen Kongco.
Sebelum patung-patung tersebut dikeluarkan untuk dibersihkan, dilakukan ritual khusus terlebih dahulu.
“Sebelum dikeluarkan, dibawakan oleh Tangki dari Welahan untuk mendoakan ritual. Kalau sudah diizinkan, baru boleh dibersihkan,” jelasnya.
Bahkan, beberapa patung di klenteng tersebut diperkirakan berusia sangat tua.
“Ada yang hampir 300 tahun. Patung itu bukan dari awal klenteng ini berdiri tahun 1875, tapi dari Lasem, diwariskan turun-temurun karena tidak bisa dirawat,” kata Eddy.
Untuk perayaan Imlek tahun ini, Klenteng Hok Tik Bio tidak menggelar kirab budaya, meskipun tetap menghadirkan Pasar Imlek.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil ritual dan pertimbangan kondisi masyarakat.
“Kami bertanya lewat ritual apakah boleh kirab atau tidak, bahkan sampai dua kali, tapi tidak diperbolehkan. Saya yakini karena masyarakat Kabupaten Pati sedang dilanda banjir,” jelasnya.
Baca juga : Klenteng Hok Tik Bio Pati Sediakan Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis pada Perayaan Imlek
Meski tanpa kirab budaya, doa tetap dipanjatkan setiap hari untuk masyarakat Pati yang terdampak banjir.
“Kami selalu mendoakan masyarakat Pati, terutama yang terdampak banjir, agar cepat surut dan semuanya diberi kesehatan,” tambahnya.
Eddy Siswanto juga menyampaikan bahwa Pasar Imlek akan tetap digelar oleh Event Organizer (EO) dan menjadi bagian dari perayaan Imlek di Klenteng Hok Tik Bio.
“Pasar Imlek dilaksanakan mulai tanggal 7 sampai 17 Februari,” pungkasnya.
Editor : Suwoko

