BETANEWS.ID,KUDUS – Curah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kabupaten Kudus sejak Rabu (4/2/2026) sore.Hal tersebut mengakibatkan tanggul Sungai Jawik yang berada di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, jebol.
Arus sungai yang begitu deras, membuat tanggul tersebut tak mampu menampung air hingga tanggul jebol sepanjang 10 meter.Jebolnya tanggul tersebut, terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 3.30 WIB.
Imbas peristiwa itu, ratusan warga terdampak hingga sejumlah rumah dan fasilitas umum terendam banjir.
Baca juga : Usai Kasus Keracunan MBG, Pemkab Kudus dan BGN Perkuat Pengawasan
Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji menyampaikan, ada sebanyak 250 rumah terendam akibat kejadian jebolnya tanggul. Ratusan rumah yang terendam banjir berada di lima RT dari dua RW di Desa Pladen.
“Tadi malam intensitas hujan sangat tinggi sekali di seluruh Kabupaten Kudus. Sehingga aliran air mencapai di atas 500 mili meter. Sungai Jawik ini teraliri dari Sungai Setro, sehingga depan masjid Jawik ini jebol karena tidak dapat menahan derasnya air,” bebernya.
Ia menuturkan, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan dibantu masyarakat melakukan upaya untuk penganganan secara darurat. Penambalan sementara menggunakan sandbag atau kantong pasir. Bukan hanya itu, sampah yang menyumbat sungai juga dibersihkan.
“Kami imbau, bahwa perlu diwaspadai, karena saat ini merupakan puncak hujan di tahun 2026. Maka dari itu, semua masyarakat perlu waspada dengan sejumlah kejadian yang tak bisa diprediksi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga, Wardono menyebut, kejadian jebolnya tanggul Sungai Jawik terjadi menjelang Subuh. Akibatnya, aliran sungai menggenangi pemukiman warga gegara kejadian tersebut.
“Untuk ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Banjir secara tiba-tiba datang dan tidak sempat untuk menyelamatkan harta benda,” ucapnya.
Baca juga : Anggaran Revitalisasi Pasar di Kudus Hanya Cukup untuk Satu Pasar
Ia menyebut, jebolnya tanggul diakibatkan adanya kayu gelondongan yang menyumbat aliran air. Adanya sampah, juga semakin memperparah penyumbatan air.
“Tanggul tak lagi bisa menahan derasnya arus, hingga mengakibatkan tanggul jebol. Karena adanya sumbatan itu, air tidak bisa mengalir semestinya,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

