31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Pedagang Gerabah Maian Mulai Bermunculan, Penanda Tradisi Dandangan Kudus Segera Digelar

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pedagang gerabah mainan di tradisi Dandangan mulai bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Kudus. Kehadiran para pedagang ini menjadi penanda bahwa tradisi tahunan menjelang Ramadan tersebut segera dimulai.

Pantauan di lapangan, lapak-lapak pedagang gerabah sudah terlihat di kawasan Kojan depan Balaidesa Demaan, depan SMA Muslimat, hingga perempatan Jember. Berbagai mainan tradisional dari tanah liat seperti remitan, celengan, hingga aneka miniatur kendaraan mulai ditata meski suasana masih terbilang sepi.

Salah satu pedagang, Sukardi (50), asal Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara, mengaku sudah mulai berjualan sejak tiga hari terakhir. Ia menjajakan aneka gerabah khas Dandangan yang didasarkan sebagai persiapan awal menyambut ramainya pengunjung.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Tenda Lebih Murah, Pendaftaran Stan Dandangan Kudus 2026 Mulai Dibuka Senin

“Memang masih sepi karena memang belum mulai tradisi ini. Tapi daripada nganggur di rumah, lebih baik langsung jualan di sini sebagai awal tradisi Dandangan dimulai,” ujarnya.

Sukardi menjual berbagai jenis gerabah, mulai dari remitan seharga Rp3 ribu per biji hingga celengan dengan harga Rp20 ribu sampai Rp50 ribu tergantung bentuk dan tingkat kerumitan. Selain itu, ada pula mainan anak seperti barongan seharga Rp50–60 ribu, miniatur truk Rp80–150 ribu, topeng Rp20 ribu, serta mainan kompor seharga Rp80 ribu.

Sukardi menempati lapak di depan Pasar Jember dengan menyewa berukuran 3×5 meter dengan biaya Rp600 ribu hingga acara selesai. Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas penerangan atau lampu.

Baca juga: Bakal Ada 500 Stand di Dandangan 2026 Kudus, Harga Mulai Rp1,5 Juta

Meski belum ramai, Sukardi mengaku sudah ada pembeli. Dalam tiga hari terakhir, ia berhasil menjual sekitar 100 biji remitan dan dua celengan. Ia optimistis kondisi akan membaik seiring semakin dekatnya puncak tradisi Dandangan.

“Tahun lalu lumayan ramai, omzet saya sampai Rp7 juta. Harapannya tahun ini bisa sama atau lebih,” terangnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER