31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Kinanti Sekar Rahina akan Pentaskan ‘Tari Caping Kalo’, Lusa di Hotel @Hom Kudus

Koreografer tari Kinanti Sekar Rahina akhirnya menuntaskan proses pengkaryaan tari yang bersumber dari Caping Kalo. Tari ini berjudul “Tari Caping Kalo”, yang akan diluncurkan pada Minggu (8/2/2026), di Hotel @Hom, Kudus. Ini merupakan karya tari tunggal yang menggambarkan sosok perempuan Muria yang anggun dan lincah, suka srawung dan setia menjaga nilai-nilai tradisi.

Dalam siaran pers yang diterima Betanews.id, Kamis (5/2/2026), Kinanti menjelaskan, caping kalo adalah penutup kepala tradisional khas Kabupaten Kudus. Berbentuk lingkaran (bulat utuh) yang terbuat dari anyaman bambu halus dan daun rembuyan. Dahulu digunakan petani untuk melindungi diri dari matahari, kini caping kalo berfungsi sebagai ikon budaya, pelengkap busana adat perempuan Kudus.

Dari caping kalo inilah, Kinanti telah telah menciptakan dua tarian. Satu karya tari sebelumnya diberi judul “Tari Lajur Caping Kalo” yang telah diluncurkan pada 7 Oktober, dan yang kedua “Tari Caping Kalo” akan dipentaskan lusa.

-Advertisement-

Baca juga: Penari Legend Indonesia Meriahkan Festival Caping Kalo Kudus

    “Apa yang menjadi tampak di dalam perwujudan caping kalo, buat saya merupakan simbol atas sosok itu. Saya menjalankan dan melakoni hidup dengan sebagaimana yang tergambar dalam caping kalo, antara lain: menjaga anyam-anyaman yang rapat dan halus itu dengan telaten sebagaimana hidup rukun dan guyub bersama seluruh masyarakat,” jelasnya.

    Tari Caping Kalo bisa jadi merupakan sequel dari Tari Lajur Caping Kalo sebagai perjalanan karya kreatif seorang Kinanti Sekar. Namun kedua tarian ini bisa berdiri sendiri, karena masing-masing memiliki konsep dan kekuatan masing-masing. Tari Lajur Caping Kalo lebih
    menggambarkan bagaimana tahapan dan proses pembuatan Caping Kalo itu dilakukan.

    “Dari memilih jenis bambu, membuat potongan-potongannya, ketekutan menganyam helai demi helai hingga terciptalah Caping Kalo. Sementara pada Tari Caping Kalo, ia (caping kalo) mengisahkan dirinya secara utuh dalam pemahaman dan pemaknaan hidup sehari-hari,” tuturnya.

    Penciptaan karya tari ini melibatkan komposer musik Hamdani, syair dan lagu ditulis dan sekaligus dinyanyikan oleh Romo Lukas Heri Purnawan MSF. Proses penulisan lirik dan rekaman lagunya dilakukan di Buenos Airos, Argentina, disela-sela tugasnya yang padat.

    Baca juga: Pemkab Kudus Daftarkan Caping Kalo Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kemenkumham

    “Cukup lama saya menuliskan syair lagu untuk Tari Caping Kalo ini. Hidup di tengah budaya sini (Argentina), menjadi tantangan tersendiri. Cukup kesulitan untuk menemukan suasana ‘Jawa’ sementara lagu dalam musik tarian ini sangat Jawa,” kata Romo Ipeng, panggilan akrab
    Romo Lukas Heri Purnawan, MSF.

    Program penciptaan karya tari oleh koreografer Kinanti Sekar Rahina ini diproduksi GsT Production, sebuah lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya, dan didukung oleh RKBBR (Rumah Khalwat & Balai Budaya Rejosari), Iniibubudi Publishing, Asa Academy of The Arts.

    Editor: Suwoko

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    TERPOPULER