31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Baru Saja Kering, Rumah Warga Mintobasuki Pati Kembali Tergenang Banjir

BETANEWS.ID,PATI-Puluhan rumah warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Silugonggo. Banjir susulan ini terjadi hanya sehari setelah genangan sebelumnya surut dan warga sempat sudah sempat membersihkan rumah mereka.

Pantauan di lokasi, debit air Sungai Silugonggo meningkat dan meluap ke area persawahan serta permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Salah satu warga terdampak, Sukar (57), terlihat mengamankan perabotan rumah tangganya dengan menumpuknya di bagian rumah yang lebih tinggi.

-Advertisement-

Baca juga : Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Pati, 9 Kecamatan Terdampak

Rumah Sukar yang berada tepat di tepi Sungai Silugonggo memang kerap menjadi langganan banjir tahunan. Hingga Jumat (6/2/2026) pukul 11.00 WIB, kedalaman air di dalam rumahnya mencapai sekitar 30 sentimeter.

Sukar menuturkan, banjir sudah berlangsung selama sekitar 25 hari. Air baru benar-benar surut dan rumah mulai kering pada Rabu (4/2/2026).

Namun, curah hujan tinggi yang kembali mengguyur wilayah hulu sungai sejak Rabu hingga Kamis menyebabkan Sungai Silugonggo kembali meluap.

“Baru kemarin surut dan dibersihkan, sekarang datang lagi,” ujarnya.

Menurut Sukar, banjir tersebut murni disebabkan oleh luapan Sungai Silugonggo yang mengarah ke wilayah Juwana. Ia mengaku pasrah dengan kondisi yang terus berulang setiap tahun dan berharap ada perhatian serius dari pemerintah.

“Sudah langganan banjir tiap tahun. Kerja juga terganggu, saya petani, sawah ikut kebanjiran,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mintobasuki, Abdul Mustaji, menyebut, bahwa banjir sebelumnya sempat surut. Namun, intensitas hujan yang cukup tinggi dalam dua hari terakhir kembali memicu genangan di sejumlah titik.

Baca juga : Bersama Gibran, Gubernur Jateng Kunjungi Tanah Gerak Tegal

“Curah hujan lumayan tinggi, sehingga air naik lagi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, rumah warga yang terdampak paling parah adalah yang memiliki lantai rendah dan berlokasi dekat dengan sungai. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 30 rumah terendam air hingga masuk ke dalam bangunan, sementara sekitar 70 rumah lainnya terdampak di bagian halaman.

“Di dalam rumah ketinggian air rata-rata setengah lutut,” pungkasnya.

Editor : Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER