Beranda blog Halaman 65

Wagub Jateng Minta Bupati dan Wali Kota Serius Perkuat Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak

0

BETANEWS.ID,SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kepada bupati dan wali kota di wilayahnya agar serius memperkuat pelayanan perlindungan perempuan dan anak di daerahnya masing-masing. Salah satunya adalah mengoptimalkan fungsi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

“Mohon atensinya para bupati dan walikota, terutama yang UPTD-nya belum lengkap. Untuk staf, saya rasa bisa memfungsikan kawan-kawan ASN yang lain. Intinya, koordinasi harus diperkuat agar penanganan kasus ini bisa lebih masif dan tuntas,” kata  Taj Yasin acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat (6/2/2026).

Ia menekankan bahwa penanganan kekerasan perempuan dan anak merupakan kerja lintas sektoral yang harus melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, terutama untuk pendampingan psikologis.

Baca juga : Kalangan Pengasuh Pesantren Sambut Antusias Beasiswa Santri Pemprov Jateng

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyarankan agar daerah menyiasati keterbatasan sumber daya manusia (SDM), dengan memfungsikan ASN dari unit lain untuk mengisi kekosongan staf di UPTD PPA.

Selain itu, Wagub juga meminta agar setiap kasus yang belum tertangani segera dilaporkan melalui kanal komunikasi pemerintah agar bisa segera diintervensi.

Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan,  banyak daerah yang sudah memiliki peraturan bupati dan struktur organisasi UPTD PPA, namun fungsinya belum optimal, karena tidak adanya staf pelaksana.

Ema mengungkapkan kendala utama ada pada kemampuan anggaran daerah untuk merekrut tenaga utama seperti psikolog, peksos (pekerja sosial), dan tenaga hukum. Kondisi ini membuat penanganan korban sering kali mengalami kendala koordinasi.

Saat ini, Pemprov tengah mengejar ketertinggalan pembentukan UPTD di Kabupaten Demak yang masih berproses di tahap peraturan bupati, sementara daerah lain seperti Boyolali, Temanggung, dan Kabupaten Semarang tinggal menunggu proses pelantikan kepala UPTD.

“Ada yang sudah ada peraturan bupatinya, ada UPTD-nya, tapi belum ada kepala atau tidak punya staf. Persoalannya adalah kemampuan daerah dalam membayar tenaga fungsional tersebut. Minggu depan kami akan melatih petugas yang ada agar penanganan lebih profesional dan kami juga berencana mencari aset di Semarang untuk rumah aman provinsi,” jelas Ema.

Baca juga : Sampaikan Duka Mendalam, Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Kenangan Terhadap Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto

Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM), Witi Muntari menyatakan,  meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai layanan, Ia  mencatat setidaknya terdapat 117 kasus kekerasan perempuan dan anak  yang didampingi lembaganya sepanjang tahun 2025.

Ia berharap anggaran serta kapasitas UPTD PPA ditingkatkan agar layanan medis, hukum, hingga psikologis bagi korban bisa maksimal hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kiky Run 2026 Tarik Ribuan Peserta, Solo Kian Mantap Jadi Kiblat Sport Tourism

0

BETANEWS.ID,SURAKARTA – Sebanyak 6.500 orang pelari tumpah ruah meramaikan acara lomba lari Kiky Run 2026 di kawasan Pura Mangkunegaran Kota Surakarta pada Minggu (8/2/2026).

Acara yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PT Solo Murni tersebut dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno. Perhelatan ini  tak sekadar adu kecepatan, tapi juga menjadi perayaan gaya hidup sehat, sekaligus etalase sport tourism Kota Solo.

Lintasan yang dimulai dan berakhir di Pura Mangkunegaran, memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Berlari melewati bangunan bersejarah dan jalan protokol yang tertata rapi, seakan mengajak para pelari menikmati wajah Solo dari sudut pandang yang unik.

Baca juga :Kalangan Pengasuh Pesantren Sambut Antusias Beasiswa Santri Pemprov Jateng

Sumarno menilai, event olahraga seperti Kiky Run memiliki dampak ganda. Selain mendorong masyarakat hidup sehat, juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kunjungan wisata.

“Melalui Kiky Run, PT Solo Murni mengajak masyarakat Jawa Tengah hidup sehat. Ini juga berkontribusi meningkatkan kunjungan wisata di Surakarta,” ujarnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Kiky Run 2026, lanjut Sumarno, semakin memperkuat posisi Solo sebagai salah satu destinasi sport tourism (pariwisata olahraga) nasional. Pemprov Jateng berharap, geliat serupa bisa menyebar ke daerah lain.

“Harapan kami tidak hanya Solo, tetapi sport tourism bisa berkembang di seluruh Jawa Tengah. Event seperti ini menjadi bagian dari upaya kami menggerakkan pariwisata daerah,” tambahnya.

Ajang Kiky Run 2026 menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam mendukung pengembangan sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemprov Jateng mendorong event olahraga berkualitas, yang berdampak luas bagi pariwisata dan UMKM.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan pengembangan sport tourism.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan sinergi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pariwisata berbasis olahraga,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sumarno tak hanya hadir sebagai pejabat yang membuka acara. Ia turut turun ke lintasan dan mengikuti kategori Half Marathon (21K), bahkan mengaku mencatatkan rekor pribadi.

Baca juga : Perputaran Uang Dandangan Diprediksi Bisa Capai Rp1,5 Miliar Sehari

“Kayaknya tadi PB (personal best), 2 jam 12 menit,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Solo Murni, Kiky Haryanto, kegiatan Kiky Run 2026 menjadi simbol perjalanan panjang perusahaan yang terus bergerak maju, beradaptasi, dan bertumbuh.

“Seperti lari maraton, membangun perusahaan membutuhkan ketahanan dan konsistensi. Ada tantangan, ada pertumbuhan, tapi komitmen untuk terus melangkah tidak pernah berubah,” ucapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Cireng Isi Dapina, Favorit Baru Siswa SD Negeri Pati Kidul 01

0
Hartini (47), penjual Cireng Isi Dapina. Foto: Mahasisiswa PPL PBSI UMK, Melly Andila Putri

Pagi itu, seorang ibu berkerudung pink tampak sibuk di balik gerobaknya yang terparkir di Jalan Panglima Sudirman, tepat di depan SD Negeri Pati Kidul 01. Tangannya cekatan menggoreng cireng satu per satu, memastikan setiap pesanan terlayani. Dia tak lain adalah Hartini (47), penjual Cireng Isi Dapina yang kini ramai diburu warga Pati.

Hartini begitu ia akrab disapa, bercerita, bahwa ide usaha cireng itu dari ketertarikannya mengikuti perkembangan jajanan kekinian. Awalnya, ia berjualan secara online melalui WhatsApp. Setelah pelanggan semakin bertambah, Hartini memberanikan diri mencari lokasi jualan di depan sekolah.

“Awalnya ikut tren, dulu jualannya online lewat WA. Setelah itu cari tempat buat jualan dan ada kenalan yang ngasih tempat di sini,” terangnya.

Baca juga: Hadir di Tengah Kota Kudus, Grit Coffee & Chill Tawarkan Cita Rasa Muria

Keunggulan Cireng Isi Dapina terletak pada komitmen Hartini terhadap kualitas. Seluruh menu dibuat sendiri tanpa titipan. Setiap hari, sepulang berjualan, ia kembali ke dapur hingga malam untuk menyiapkan adonan agar tetap fresh keesokan harinya.

“Semua menu saya buat sendiri. Jadi sepulang jualan bikin sampai jam 10 malam. Kalau ada yang beli, baru digoreng supaya tetap hangat,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kerja keras tersebut terbayar dengan penjualan yang terus meningkat. Pada hari biasa, Senin hingga Kamis, Hartini bisa menjual sekitar 100 cireng per hari. Jumlah itu meningkat menjadi lebih dari 150 cireng pada akhir pekan.

“Saat ada Car Free Day (CFD), penjualan bisa 300 cireng. Kalau risol cuma menu tambahan, yang paling laris tetap cireng. Kalau di depan sekolah ini saya buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB,” katanya.

Soal rasa, Hartini tak ragu menyebut cireng buatannya punya ciri khas. Kulitnya lebih kriuk, bagian dalam lembut, dengan isian melimpah dan rasa pedas yang pas.

Baca juga: Murah Meriah Cuma Rp500, Bolang-baling Udin Kudus Banjir Pesanan

“Menunya lebih pedes, kulit luarnya kriuk, dalamnya lembut, isinya banyak,” bebernya.

Pilihan menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari cireng isi ayam, bakso, keju, usus, hingga cireng jando. Sebagai pelengkap, tersedia juga risol mayo. Seluruh menu tersebut dibanderol dengan harga yang sama, yakni Rp3.000 per buah.

“Semua saya patok Rp3.000. Murah meriah, isinya full, dan bahannya fresh,” tambah Hartini.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Sampaikan Duka Mendalam, Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Kenangan Terhadap Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto

0

BETANEWS.ID,KLATEN — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan ucapan belasungkawa dan rasa kehilangan atas wafatnya Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto.

Ia bahkan datang langsung untuk melayat dan melepas jenazah dari rumah duka menuju peristirahatan terakhir.

“Inalillahi wainnaillaihi rojiun. Hari ini saya sebagai Gubernur Jawa Tengah beserta seluruh aparatur dan warga Jawa Tengah betul-betul dalam suasana berduka. Kita semuanya telah kehilangan putra terbaik bagi keluarga, masyarakat Klaten, dan provinsi Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi saat melepas jenazah di rumah duka, Minggu (8/2/2026).

Ahmad Luthfi sudah menganggap almarhum Benny seperti anak sendiri, baik secara personal maupun sebagai Wakil Bupati Klaten. Ia sudah mengenal almarhum jauh sebelum menjadi Wakil Bupati Klaten.

Dalam kenangan Ahmad Luthfi, almarhum Benny dikenal sebagai sosok yang mempunyai dedikasi tinggi, rendah diri, dan murah senyum, apalagi menyakiti orang lain.

“Oleh karena itu, hadirin semuanya, kita sepakat bahwa Wakil Bupati Klaten Beni tiyang sae (orang baik)? Saya ulangi, kita sepakat bahwa bapak almarhum Beni piyantun sae (orang baik)?” katanya yang serentak dijawab “Sae” oleh para pelayat.

Selain ucapan belasungkawa secara pribadi, Ahmad Luthfi juga menyampaikan ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Klaten. Ia berharap istri dan anak beserta orangtua dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

“Kita relakan beliau, semoga almarhum husnul khotimah, diterangkan kuburnya. Dari Pemerintah Provinsi mengucapkan belasungkawa, berikut mohon maaf apabila selama kita melakukan pergaulan dalam dinas maupun personal ada kesalahan,” tutur sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jawa Tengah itu.

Pantauan di rumah duka, Ahmad Luthfi bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terlihat ikut mengantarkan jenazah menuju pemakaman. Sebelum melepas jenazah, ia juga terlihat sempat mendoakan dan ikut menyalatkan jenazah almarhum Benny di rumah duka. Termasuk menyapa dan menenangkan keluarga yang ditinggalkan.

Selain Ahmad Luthfi dan Bupati Klaten, sejumlah kepala daerah dan tokoh juga terlihat melayat di rumah duka.

Diketahui, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto meninggal dunia meninggal dunia dalam usia 33 tahun. Politisi Partai Gerindra tersebut meninggal dunia pada Sabtu, 7 Februari 2026, setelah sempat dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang sejak 29 Januari 2026 karena sakit.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Terinspirasi dari TikTok, Usaha Pangsit Paeco Jadi Primadona di Jepara

0
Pangsit Paeco, di dekat Alun-alun Kelet, Jepara. Mahasiswa PBSI UMK, Melly Andila Putri

Di kawasan Alun-alun Kelet, Jepara, tampak gerobak merah bertuliskan Pangsit Paeco nyaris tak pernah sepi setiap sore. Seorang pria terlihat dengan telaten melayani satu persatu pembeli yang antre demi menikmati kuliner pangsit kekinian itu. 

Pria itu adalah Eko (30), pemilik Pangsit Paeco. Ia mengaku ide usaha tersebut lahir dari kebiasaan menggulir video di media sosial. Dari TikTok dan YouTube, Eko menemukan konsep pangsit kekinian yang kemudian ia kembangkan sesuai selera lokal.

“Awalnya cuma scroll-scroll TikTok, terus kepikiran. Sebelumnya saya juga pernah jualan kuliner, tapi konsepnya beda. Dari YouTube dan TikTok itu akhirnya muncul ide jualan Pangsit Paeco,” ujar Eko saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Murah Meriah Cuma Rp500, Bolang-baling Udin Kudus Banjir Pesanan

Usaha Pangsit Paeco resmi dibuka pada 13 Agustus 2024. Tak disangka, sejak awal beroperasi, sambutan masyarakat begitu luar biasa. Dalam waktu singkat, Pangsit Paeco menjadi salah satu kuliner favorit warga Kelet dan sekitarnya.

Menurut Eko, daya tarik utama Pangsit Paeco terletak pada konsep level kepedasan yang bisa disesuaikan selera pembeli. Pelanggan bebas memilih level pedas 1, 2, atau 3, bahkan boleh menambah tingkat kepedasan tanpa biaya tambahan.

“Di sini yang membedakan itu level pedasnya. Mau nambah juga tidak apa-apa, free. Terus mie jebewnya juga beda,” jelas Eko.

Eko juga menyebut pilihan menu yang ditawarkan, di antaranya Pangsit Rebus Chili Oil, Pangsit Goreng Chili Oil, dan Mie Jebew Pangsit. Menurutnya, semua menu tersebut diminati pembeli.

“Kita cuma punya tiga menu, tapi semuanya favorit. Harganya juga sama semua, Rp12.000,” bebernya.

Soal rasa, Pangsit Paeco tak main-main. Ia memilih bahan baku berkualitas, mulai dari ayam segar, tepung pilihan, hingga kulit pangsit yang lembut. Bumbu dan kuah diracik sendiri untuk menghasilkan cita rasa khas yang membedakan dari produk sejenis.

Baca juga: Hadir di Tengah Kota Kudus, Grit Coffee & Chill Tawarkan Cita Rasa Muria

“Bahan-bahannya ayam, tepung, kulit pangsit, sama bumbu-bumbu racikan sendiri. Kuahnya juga bikin sendiri. Kalau mie kita beli online,” terang Eko.

Pangsit Paeco buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, atau hingga dagangan habis. Waktu operasional sore hingga malam ini dinilai pas, karena menjadi momen favorit warga mencari jajanan setelah beraktivitas seharian.

“Semoga ke depan bisa punya banyak cabang,” tambahnya.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Obong Satay, Sate Ayam Khas Kudus yang Tak Pernah Sepi Pembeli

0
Warung Obong Satay di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Foto: Mahasiswa PBSI UMK, Luthfia Himma Soraya

Sebuah sepanduk bertuliskan Sate Ayam Khas Kudus Cita Rasa Bumbu Serundeng dan papan menu Obong Satay tampak di sebuah gerobak di Desa Loram Wetan, Kudus. Gerobak itu tak lain milik Dwi Rahmawati (21), perempuan muda yang sudah satu tahun terakhir menekuni usaha kuliner obong satay.

Meski usianya masih muda, perempuan yang akrab disapa Dwi itu, sejatinya tengah meneruskan jejak tradisi keluarga. Ia bercerita, bahwa neneknya dulu pernah berjualan sate kerbau.  Dari pengalaman itulah, Dwi terinspirasi menghadirkan cita rasa sate khas Kudus dalam versi yang lebih terjangkau.

“Kami modifikasi. Bahannya diganti ayam, tapi bumbunya tetap pakai serundeng khas Kudus,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Awalnya Ikut-Ikutan, Aji Kini Punya 5 Cabang Gorengan Khas Cirebon di Pati

Menurutnya, sensasi rasanya tetap menyerupai sate kerbau, hanya saja lebih ramah di kantong. Ciri utama obong satay racikan Dwi terletak pada bumbu serundeng yang disangrai hingga harum, lalu dipadukan dengan manis gurih bumbu kacang khas Kudus.

“Serundeng inilah yang menjadi pembeda utama dari sate ayam pada umumnya. Harganya Rp18 ribu per porsi, isinya 10 tusuk,” benernya.

Lapak Obong Satay buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Dalam sehari, Dwi menghabisakan sekitar 3 kilogram daging ayam untuk memenuhi permintaan pembeli.

Baca juga: Kisah Sarjono, Mantan Guru yang Banting Setir Jual Nasi Tumpang

Tak hanya melayani pembelian langsung, Obong Satay juga bisa dipesan secara online.

“Kami ada di GrabFood, ShopeeFood, dan online shop, jadi bisa pesan dari rumah,” tambah Dwi.

Penulis: Luthfia Himma Soraya, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Suwoko

- advertisement -

Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima

0
Ferry Ristiawan, bertekad untuk bangkit setelah di-PHK dengan berjualan seafood kerang. Foto: Mahasiswa PBSI UMK, Nania Rizki Apriliyani

Pandemi Covid-19 menjadi masa sulit bagi banyak orang, termasuk Feri Ristiawan (30). Warga Warga Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus itu harus menelan pil pahit pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah situasi ekonomi yang serba tak pasti. Alih-alih larut dalam keterpurukan, pria yang akrab disapa Ferry itu memilih bangkit dengan membuka usaha sendiri.

Pada tahun 2020, Feri memberanikan diri membuka usaha kuliner seafood kaki lima. Berbekal tekad dan pengalaman seadanya, ia mulai berjualan aneka olahan kerang di sebuah lapak di kawasan depan Gedung Taman Budaya Bae, Kudus.

Di lapaknya, Feri menyajikan beragam hidangan laut, mulai dari kerang dara, kerang batik, kerang tahu, kerang hijau, hingga kepiting dan keong laut. Dari sekian banyak menu, ada dua sajian menjadi favorit pelanggan.

Baca juga: Awalnya Ikut-Ikutan, Aji Kini Punya 5 Cabang Gorengan Khas Cirebon di Pati

“Yang paling diminati pelanggan biasanya mix kerang dan kerang dara,” kata Feri saat ditemui benerapa waktu lalu.

Feri mengungkapkan, bahwa cita rasa menjadi kekuatan utama usahanya. Menurutnya, kelezatan seafood racikannya terletak pada saus olahan sendiri yang membedakan dari penjual lain.

“Selain itu, kerangnya juga saya ambil langsung dari Wedung, Demak. Jadi agar kualitasnya bagus dan masih segar,” terangnya.

Meski menyajikan menu seafood, harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong. Satu porsi dibanderol Rp12.000, dan pelanggan bebas mencampur berbagai jenis kerang sesuai selera.

“Di sini bebas, boleh dicampur ambil sesuai selera. Mungkin hal ini yang membuat pelanggan pada balik lagi,” bebernya.

Baca juga: Kisah Sarjono, Mantan Guru yang Banting Setir Jual Nasi Tumpang

Lapak seafood Feri buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Menurutnya, waktu paling ramai biasanya setelah Magrib. Saat ini, ia masih melayani pembelian langsung dan belum membuka layanan pemesanan secara online.

“Mungkin ke depannya saya buka order secara online. Sementara sih belum. Harapannya bisa buka kayak resto gitu,” tambahnya.

Penulis: Nania Rizka Apriliyani, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

PPP Jateng Gelar Muswil ke-IX, Agus Sutisna: “Ini Jadi Momentum Lolos ke Senayan di 2029”

0

BETANEWS.ID,SEMARANG– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IX di Ballroom Hotel Patra Jasa, Semarang pada Sabtu, (7/2/2026). 

Muswil tersebut tidak hanya membahas pembentukan kepengurusan lima tahun ke depan, tetapi juga sebagai forum konsolidasi dan penentuan strategi politik menuju Pemilu 2029.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Muhamad Mardiono mengatakan, Muswil merupakan momentum penting bagi partai untuk merumuskan arah perjuangan politik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

“Setelah pembukaan, Muswil memasuki tahapan permusyawaratan yang telah dirancang secara sistematis. Setiap agenda tidak hanya ditujukan untuk konsolidasi internal, tetapi juga untuk menyusun agenda politik jangka menengah hingga panjang, khususnya menyongsong Pemilu 2029,” ujar Mardiono dalam keterangan tertulis yang diterima Betanews.id. 

Baca juga: Legislator PPP Yasin Shodiq Serahkan Kursi Roda untuk Difabel Korban Banjir

Mardiono melanjutkan, fokus utama perjuangan PPP ke depan yaitu memastikan kehadiran partai dalam mendukung perekonomian rakyat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan program pemerintah agar kebijakan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Program pemerintah harus dikawal, dijaga dari penyimpangan, dan diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya. 

Ia juga menyinggung tujuan kemerdekaan Indonesia yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai cita-cita utama. Dalam demokrasi, kedaulatan menurutnya berada di tangan rakyat, baik secara politik maupun ekonomi, sehingga insan politik dituntut untuk terus hadir dan mendengar aspirasi masyarakat.

Muswil ke-IX DPW PPP Jawa Tengah dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pengurus partai. Di antaranya Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Plt Ketua DPW PPP Jawa Tengah Istajib, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Ketua DPW GPK Jawa Tengah Gus Haiz, serta jajaran pengurus DPC PPP dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. 

Muswil menetapkan, Suyono sebagai Ketua DPW PPP Jawa Tengah dan Nurul Furqon sebagai Sekretaris.

Baca juga: Nahkodai Golkar Kudus Lima Tahun ke Depan, Anis Target 9 Kursi DPRD dan Siap Maju Pilkada

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna menilai, Muswil ke-IX menjadi momentum penting bagi PPP untuk kembali ke parlemen pada Pemilu 2029. Ia menyebut kebersamaan dan kekompakan kader menjadi modal utama partai.

“PPP masih memiliki basis suara yang kuat. Perolehan sekitar 5,8 juta suara pada Pemilu 2024 menjadi modal yang bisa dikonsolidasikan kembali untuk memperkuat suara nasional pada Pemilu 2029,” ujar Agus.

Ia berharap, kepengurusan baru DPW PPP Jawa Tengah mampu memperkuat soliditas partai dan meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja-kerja politik yang berpihak pada rakyat.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Alumni FH UMK Gelar Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru

0
Alumni Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus (FH UMK) menggelar kegiatan “Sinau Bareng” KUHP dan KUHAP baru pada Sabtu (7/2/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID,PATI – Alumni Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus (FH UMK) menggelar kegiatan “Sinau Bareng” KUHP dan KUHAP baru yang mulai berlaku sejak 2 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam penerapan hukum pidana di tengah masih beragamnya interpretasi atas aturan baru tersebut.

Ketua Alumni FH UMK, Akwan, mengatakan, bahwa KUHP dan KUHAP baru masih menimbulkan perbedaan pemahaman, khususnya di kalangan aparat penegak hukum (APH). Padahal, banyak alumni FH UMK yang kini berprofesi sebagai polisi, jaksa, hakim, maupun advokat.

“Karena masih banyak interpretasi berbeda, sering terjadi kesalahpahaman dalam menerapkan KUHP dan KUHAP baru. Itu yang ingin kami bedah melalui sinau bareng ini,” ujarnya di sela kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai IV UMK, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga : Reuni Alumni FH UMK Soroti Dinamika Pengelolaan Kampus 

Kegiatan ini menyasar wilayah empat kabupaten, yakni Kudus, Demak, Jepara, dan Pati. Peserta berasal dari Polres, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri di empat daerah tersebut, serta para lawyer alumni FH UMK.

Akwan berharap, melalui forum ini, penegakan hukum di daerah dapat berjalan lebih kondusif dan tidak menimbulkan perdebatan akibat perbedaan tafsir.

“Tujuan kami, agar penegakan hukum jelas dan sepaham. Pasal-pasalnya sama, asas-asas hukumnya dipakai dengan benar,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Fisip Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Gaza Carumna Iskadrenda yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menyampaikan, bahwa kegiatan semacam ini bisa digencarkan lagi. Hal ini  supaya semua masyarakat hingga aparat penegak hukum bisa memahami apa yang ada di dalam produk hukum baru tersebut.

“Sosialisasi yang diadakan ini saya menyambut baik dengan harapan terus digencarkan. Agar makin banyak masyarakat, aparat penegak hukum khusunya mengetahui subtansi hal-hal yang ada dalam produk-produk baru yang mempengaruhi kita sebagai warga negara,” jelasnya.

Ia menilai, perubahan KUHP kolonial menjadi KUHP baru wajib dijalankan. Sebab menurutnya, dalam KUHP nasional mengedepankan asas nasionalisme atau memaafkan orang yang seharusnya masuk penjara.

Baca juga : Akademisi UMK ‘Tantang’ Prabowo Percepat Pengesahan UU Perampasan Aset

“Jadi ada sisi nasionalisme di dalam KUHP baru ini. Orang yang sebenarnya secara rumus masuk penjara tapi ada sisi nasionalisme dimaafkan. Dia tidak mendekam di lapas sedikitpun, artinya itu salah satu contoh, bahwa kolonialme itu coba dikikis  lewat ketentuan, di buku 1,” ujarnya.

Gaza menambahkan, perbedaan yang paling mencolok antara KUHP kolonial dan KUHP nasional ini ada pada paradigma keadilan. Dimana KUHP kolonial hanya ada menerapkan pembalasan, sedangkan KUHP nasional menerapkan tiga dasar keadilan.

“KUHP nasional mendasar pada tiga keadilan, pertma keadilan rehabilitatif, kedua keadilan korektif, dan ketiga keadilan restorative. Satu keadilan retributive justice dengan tiga keadilan dalam KUHP nasional itu sudah sangat menunjukan perbedaan prinsip antara KUHP kolonial dan KUHP nasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Polisi Ungkap Motif Sang Anak di Jaken Pati yang Nekat Bakar Rumah Orang Tuanya

0

BETANEWS.ID,PATI – Kasus pembakaran dua rumah di Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) lalu berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati. Dipastikan, pelaku pembakaran diketahui merupakan anak kandung dari pemilik rumah.

Pelaku bernama Kasturin itu, nekat membakar dua rumah milik ayahnya, Sapin, lantaran diliputi emosi dan sakit hati. Aksi nekat itu dipicu persoalan keluarga yang bermula saat adik pelaku, Sutikah, menengok ayahnya yang sedang sakit.

Saat berada di rumah, Sutikah mendapati sang ayah tengah bersama seorang wanita lain.Diketahui, Sapin dan istrinya telah menjalani pisah ranjang selama dua tahun terakhir.

Merasa tidak terima, Sutikah menegur Sapin. Namun, teguran tersebut justru berujung pertengkaran hingga Sutikah diusir dari rumah oleh ayahnya sendiri.

Peristiwa itu kemudian diceritakan Sutikah kepada kakaknya, Kasturin. Diliputi amarah, Kasturin mendatangi rumah ayahnya setelah terlebih dahulu membeli bahan bakar jenis pertalite.

Baca juga: Habis Tak Tersisa, Rumah Warga Pati Ini Dibakar Anaknya

Setibanya di lokasi, pelaku langsung menyiramkan pertalite ke kasur dan lantai rumah, lalu menyulutkan api hingga memicu kebakaran besar.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah milik Sapin ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai Rp250 juta.

Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Heri Dwi Utomo, mengatakan, pelaku kini telah diamankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 308 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” tegas Kompol Heri.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dan menyelesaikan persoalan keluarga melalui jalur yang bijak dan hukum yang berlaku.

Editor : Suwoko

- advertisement -

Kalangan Pengasuh Pesantren Sambut Antusias Beasiswa Santri Pemprov Jateng

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemon

BETANEWS.ID,DEMAK – Sejumlah pengasuh pesantren menyambut antusias program beasiswa santri dan pengasuh pesantren 2026 yang mulai dibuka oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pimpinan Ponpes Al Maghfur, Nyai Azizah Masruchan mengatakan, sangat mendukung program pemerintah provinsi tersebut, mengingat biaya pendidikan untuk S1 dan S2 tidaklah sedikit.

“Untuk meneruskan pendidikan S1, S2, biaya tidak sedikit, kalau tidak mampu, pasti putus belajar. Saya sangat mendukung program ini karena akan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar dia saat Pengajian Umum dalam Rangka Memperingati Haul Simbah KH Masruchan Ihsan dan Nyai Hj Mahsun Muhdlor, di Ponpes Al Maghfur, Mranggen, Demak, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga : Wagub Jateng Dorong Sekolah Inklusi Demi Pemerataan Pendidikan Disabilitas

Dia mengatakan, para santri sangat bagus jika melanjutkan pendidikan tingkat tinggi dengan bidang pengetahuan umum. Pasalnya, santri sudah memiliki dasar pendidikan agama yang baik.

“Beasiswa ini sangat bagus, karena pada masa yang akan datang, pemerintah membutuhkan orang yang cerdas dan berkualitas,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen juga mengajak agar para santri dan pengasuh pondok pesantren mendaftarkan diri untuk program beasiswa tersebut. Para santri mampun pengasuh pesantren bisa meneruskan pendidikan program studi Strata S1, dan S2 serta S3.

“Beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meneruskan pendidikan di dalam negeri dan luar negeri sudah dibuka,” kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Program beasiswa santri dan pengasuh pesantren 2026, merupakan salah satu program Prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maemoen.

Informasi lengkap mengenai program tersebut, dapat diakses melalui Aplikasi JNN- Jateng Ngopeni Nglakoni yang dapat diunduh melalui Playstore atau Applestore. Adapun petunjuk teknis pendaftaran dapat diperoleh melalui website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, www.jatengprov.go.id.

Program ini terbuka bagi para santri yang diterima pada program studi vokasi dan S1 dalam negeri, meliputi, bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, dan matematika, serta bidang keislaman.

Baca juga : Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37%, Sukses Tekan Angka Kemiskinan

Adapun beasiswa santri vokasi dan S1 di luar negeri, dan double degree, meliputi bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik dan matematika. Santri dapat mendaftarkan beasiswa luar negeri pada perguruan tinggi di Turki, India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Filiphina.

Sedangkan beasiswa bidang keislaman meliputi bidang studi keislaman pada Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof dan Universitas Imam Syafi’i di Yaman. Sedangkan beasiswa pengasuh pesantren Prodi S2, dan S3, dalam negeri, meliputi, bidang keislaman, humaniora, kedokteran, sains dann teknologi, pada perguruan tinggi negeri dan swasta yang sudah melakukan MoU dengan Pemprov Jateng.

Ada berbagai manfaat yang dapat diakses santri melalui program ini. Antara lain bantuan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp15 juta per semester untuk Program Studi Kedokteran, biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk visa, tiket pulang pergi ke negara tujuan, serta asuransi per bulan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Perputaran Uang Dandangan Diprediksi Bisa Capai Rp1,5 Miliar Sehari

0
Sejumlah warga saat mengunjungi lokasi Dandangan di Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID,PATI– Tradisi Dandangan kembali digelar tahun ini. Pelaksanaan tradisi menyambut bulan Ramadan ini, mulai berlangsung hari ini, Sabtu (7/2/2026). Stand untuk pedagang maupun lainnya berada di sepanjang Jalan Sunan Kudus, dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus hingga Perempatan Jember.

Tradisi Dandangan yang kini sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tersebut,juga memberi dampak positif bagi warga, terutama para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus.

Bahkan, perputaran uang dalam event Dandangan ini, diprediksi bisa mencapai belasan miliar, selama pelaksanaan berlangsung. Dalam sehari, diperkirakan perputaran uang bisa mencapai Rp1,5 miliar.

Manajer Direktur Tradisi Dandangan, Anjas Pramono menyampaikan, pihaknya sangat optimistis bahwa perputaran uang dalam pelaksanaan tradisi Dandangan di tahun ini bisa mencapai target yang sudah dicanangkan.

Baca juga : Pedagang Gerabah Maian Mulai Bermunculan, Penanda Tradisi Dandangan Kudus Segera Digelar

“Mengaca pada tahun lalu, bahwa target perputaran uang di angka Rp 1,2 miliar. Di tahun ini, kami prediksi bisa mencapai Rp1,5 miliar. Angka ini sangat relevan dan kami sangat optimis,” bebernya.

Dengan kalkulasi tersebut, bahwa perputaran uang dalam tradisi Dandangan di tahun ini bisa menyentuh angka Rp18 miliar.

Ia menjelaskan, perputaran uang itu didorong oleh ribuan pelaku UMKM yang berjualan, baik yang berada di stand maupun lesehan. Selain itu juga, banyaknya pengunjung yang datang ke acara yang berlangsung setahun sekali ini, jumlahnya diprediksi bisa mencapai sekitar 38.000 hingga 80.000 orang dalam sehari.

“Saya yakin dengan angka itu karena pelaksanaan Dandangan tahun ini digelar lebih lama, 12 hari. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya 10 hari sebelum puasa,” ujarnya.

Sebagai informasi, Tradisi Dandangan yang digelar mulai 7-18 Februari 2026 itu ada sebanyak 527 stand yang terbagi beberapa blok, yakni mulai Blok A sampai Blok G. Acara pembukaan bakal dilakukan pada 9 Februari 2026, yang rencananya akan dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM RI.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tiga Gerai Kopdes Merah Putih di Jepara Selesai Dibangun

0
Koperasi Merah Putih Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Jepara, yang saat ini sudah selesai pembangunannya. Foto : Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA- Bangunan memanjang berdinding putih dengan pintu lipat besi berwarna merah tampak berdiri kokoh di Jalan Sungai Serang, Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Di sisi sebelah timur, dengan dinding cat berwarna abu-abu tertempel logo dan potongan huruf bertuliskan “Koperasi Merah Putih Desa Karanganyar”.

Dari luar, bangunan itu memiliki enam pintu lipat besi di bagian depan, satu pintu lipat besi di bagian samping timur dan satu pintu kayu dengan tralis besi di sisi timur.

Kepala Desa Karanganyar, Zaenal Abidin mengatakan, bangunan dengan luas 20×30 meter yang berdiri di atas lahan seluas 30×30 meter itu, merupakan Gerai dan Gudang Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Baca juga : KDMP di Kudus Ini Segera Beroperasi, akan Ada Klinik dan Rest Area untuk 50 Bus

Gerai Kopdes Merah Putih di desanya yang dibangun di atas lahan milik desa, mulai dibangun pada Desember 2025 dan selesai pengerjaan pada 31 Januari 2026.

“Saat ini progres pembangunannya sudah selesai, per tanggal 31 Januari kemarin. Ini masih menunggu proses penyerahan,” kata Zaenal saat ditemui di lokasi Kopdes Merah Putih Desa Karanganyar, Sabtu (7/2/2026).

Meski sudah selesai dibangun, Zaenal mengaku belum mengetahui kapan dan bagaimana operasional koperasi akan berjalan. Termasuk, lini usaha yang nantinya akan dijalankan. Sebab ia pun masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Namun, dari rencana awal pada saat proses pengajuan izin koperasi, Zaenal menyebutkan, lini usaha yang nantinya dijalankan, di antaranya koperasi simpan pinjam, supplier Gas LPG, supplier pupuk, apotek, dan toko sembako.

“Ruangannya masing-masing itu sudah ada. Sebelah timur untuk pupuk. Di dalam itu ada gudang untuk gas, kantornya yang paling ujung (sebelah barat), blok depan untuk apotek, koperasi, sama toserba (toko sembako) sepertinya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni mengatakan, laporan terakhir yang ia terima dari pihak Kodim 0719/Jepara sudah terdapat tiga Gerai Kopdes Merah Putih yang selesai dibangun.

Yaitu Gerai Kopdes Merah Putih di Desa Daren Kecamatan Nalumsari, Desa Gelang Kecamatan Keling, dan Desa Karanganyar Kecamatan Welahan.

Baca juga : 54 Desa/Kelurahan di Kudus Belum Bisa Bangun KDMP

“Pembangunan tahap awal itu kan ditarget selesai di akhir Januari kemarin, Jepara sudah ada tiga (Gerai) yang selesai dibangun,” ungkapnya.

Kemudian, terkait kapan Kopdes Merah Putih akan mulai beroperasi, Zamroni mengaku juga belum mengetahui dan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Rp 19,3 M Digelontorkan untuk Jalan R Agil Kusumadya, Pintu Masuk Kota Kretek Segera Mulus

0
Proses pembangunan Jalan R Agil Kusumadya Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID,KUDUS – Pembangunan Jalan R Agil Kusumadya di Kabupaten Kudus tahap dua resmi mulai dikerjakan. Ruas jalan yang dikenal sebagai pintu masuk Kota Kretek tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp 19,3 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, mengatakan pembangunan tahap dua Jalan R Agil Kusumadya sepenuhnya didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pendanaan itu merupakan hasil pengusulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kepada pemerintah pusat.

“Alhamdulillah usulan Pemkab Kudus disetujui oleh pemerintah pusat, sehingga Jalan R Agil Kusumadya bisa segera dibangun. Ruas jalan ini selama ini memang sering dikeluhkan oleh masyarakat,” ujar Harry saat dihubungi, belum lama ini.

Baca juga : Kinanti Sekar Rahina akan Pentaskan ‘Tari Caping Kalo’, Lusa di Hotel @Hom Kudus

Harry menjelaskan, total panjang Jalan R Agil Kusumadya mencapai kurang lebih 3,7 kilometer. Pada tahap pertama, ruas jalan sepanjang 1,1 kilometer telah dibangun pada tahun lalu menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Sisanya atau tahap dua saat ini sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan tahap dua tersebut menelan anggaran sekitar Rp 19,3 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Harry menyebutkan pembangunan Jalan R Agil Kusumadya menggunakan dua kombinasi pekerjaan. Sebagian besar ruas jalan diaspal menggunakan Aspal Concrete–Wearing Course (AC-WC), sementara di beberapa titik dilakukan betonisasi.

“Sama seperti tahap pertama, ruas jalan di sekitar lampu merah nantinya akan dibeton. Tujuannya agar jalan lebih kuat dan tidak terjadi bleeding saat kendaraan berat melakukan pengereman,” terangnya.

Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada pengaspalan. Adapun pekerjaan betonisasi di titik-titik tertentu direncanakan akan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri.

“Jika dikerjakan sebelum Lebaran, khawatirnya akan menimbulkan kemacetan. Selain itu, usia beton untuk bisa dilalui kendaraan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan,” ujarnya.

Baca juga : Anggaran Revitalisasi Pasar di Kudus Hanya Cukup untuk Satu Pasar

Berdasarkan keterangan pada papan proyek, masa pelaksanaan pembangunan Jalan R Agil Kusumadya tahap dua ditargetkan selama 150 hari kalender. Pekerjaan dimulai sejak 22 Desember 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp 19,3 miliar.

“Semoga pembangunan Jalan R Agil Kusumadya dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target. Dengan demikian, akses jalan utama menuju Kabupaten Kudus kembali mulus dan nyaman dilalui masyarakat,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pelaku Alami Gangguan Mental, Kasus DugaanPencurian Motor di Kudus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

0
Polisi saat mendatangi rumah keluarga yang diduga pelaku pencurian motor. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan karena pelaku alami gangguan mental. Foto Rabu Sipan

BETANEWS.ID,KUDUS-Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pencurian sepeda motor di Dukuh Blender, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, sempat viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/2/2026) sekitar pukul 09.39 WIB.

Menanggapi beredarnya video itu, jajaran Polsek Bae, Polres Kudus, segera melakukan penelusuran dengan mendatangi kediaman korban. Dari hasil pengecekan di lokasi, diketahui sepeda motor sempat dibawa seseorang saat ditinggal pemiliknya dalam kondisi mesin masih menyala di depan rumah.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Bae Iptu Madiyono menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban masuk ke dalam rumah untuk mengambil dompet. Namun saat kembali keluar, sepeda motor sudah tidak berada di tempat semula.

“Korban sempat melakukan pengejaran, tetapi yang bersangkutan tidak berhasil ditemukan. Selanjutnya korban mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujar Iptu Madiyono melalui siaran tertulisnya, Sabtu (7/2/2026).

Dari rekaman tersebut, korban dan warga sekitar mengenali sosok yang diduga membawa sepeda motor. Pelaku diketahui berinisial AZW (23), warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Baca juga: Cekcok Penagihan Berujung Kekerasan, Polisi Amankan Dua Orang di Kaliwungu

Saat korban mendatangi rumah pelaku, pihak keluarga menyampaikan bahwa AZW merupakan penyandang disabilitas mental. Keterangan tersebut diperkuat dengan dokumen medis dari rumah sakit yang menyatakan kondisi kejiwaan pelaku.

“Pihak keluarga menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan medis yang menjelaskan kondisi kejiwaan pelaku. Hal ini menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan kasus,” jelas Kapolsek.

Dengan mempertimbangkan kondisi pelaku, serta atas kesepakatan antara korban dan keluarga pelaku, permasalahan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat pernyataan bersama.

Iptu Madiyono menegaskan, kepolisian dalam penanganan perkara ini mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengabaikan hak-hak korban.

“Kami tetap memastikan sepeda motor milik korban dikembalikan dan situasi kamtibmas di lingkungan masyarakat tetap kondusif,” imbuhnya.

Kapolsek memastikan sepeda motor milik korban telah dikembalikan dalam kondisi utuh. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami mengimbau warga tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan menyala, selalu mencabut kunci saat diparkir, dan menggunakan pengaman tambahan seperti kunci ganda,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -