BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana pembangunan pelabuhan niaga di Kabupaten Jepara untuk kegiatan ekspor-impor masih terus berlanjut.
Rencananya, minggu depan hasil kajian atau feasibility study terkait pembangunan pelabuhan di Jepara akan dipaparkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca Juga: 7.906 Rumah di Jepara Masuk Kategori Tak Layak Huni
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menjelaskan paparan itu dilakukan dalam rangka agar rencana pembangunan pelabuhan niaga di Jepara bisa masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).
“Pelabuhan, ini sedang proses pengajuan RIPN. Ini kita sedang minta waktu minggu depan untuk paparan FS,” kata Wiwit pada Betanews.id, Sabtu (31/1/2026).
Rencana itu butuh masuk ke dalam RIPN agar nantinya pembangunan pelabuhan niaga di Kabupaten Jepara bisa dikerjasamakan oleh pemerintah. Sehingga, Wiwit berharap paparan nanti bisa memberikan hasil yang terbaik sesuai yang diharapkan.
“Kalau FS ini dikaji darisana dan harapan kami bisa mendapatkan jawaban yang baik, sehingga kita mendapatkan RIPN dari Kementerian Perhubungan,” tambahnya.
Dari beberapa calon investor yang sebelumnya tertarik terhadap proyek pembangunan pelabuhan niaga di Jepara, Wiwit mengatakan terdapat satu calon investor yang sampai saat ini masih aktif berkomunikasi. Yaitu Investor dari Negeri Matador atau Spanyol.
“Sementara ada satu dari Spanyol, yang memang aktif dan intens (berkomunikasi) untuk membangun (pelabuhan) di Jepara. Keaktifan itu kan dibutuhkan ijin utama yaitu RIPN. Kalau itu oke, InsyaAllah nanti jalan,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jepara sudah menyusun feasibility study (studi kelayakan) terkait rencana pembangunan pelabuhan niaga.
Titik koordinat yang diusulkan sebagai lokasi pelabuhan yaitu berada di Pantai Njlamon, Desa Balong, Kecamatan Kembang. Lokasi itu masuk dalam rencana Kawasan Peruntukan Industri (KIP) Kecamatan Kembang seluas 761 hektare.
Adapun kebutuhan anggaran investasi yang diperlukan yaitu sekitar Rp1,063 triliun. Anggaran itu terbagi untuk pembangunan dalam tiga tahap.
Baca Juga: Baru 13 Persen Produk UMKM Jepara yang Kantongi Sertifikasi Halal
Tahap pertama yaitu jangka pendek dengan anggaran sekitar Rp762 miliar, jangka menengah Rp89 miliar, dan jangka panjang Rp201 miliar.
Pembangunan pelabuhan itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 5-6 tahun. Sehingga diperkirakan baru akan beroperasi pada tahun 2030 mendatang.
Editor: Haikal Rosyada

