BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menyoroti masih banyaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara yang belum mengantongi sertifikasi halal.
Hal itu Nawal sampaikan saat meresmikan Gerai Dekranasda Kabupaten Jepara yang berlokasi di Jalan Kartini, Jepara pada Kamis, (29/1/2026).
Baca Juga: Wiwit Gandeng Demak Revitalisasi Jalan Alternatif Jepara-Semarang
Berdasarkan data, Nawal menyampaikan total UMKM di Kabupaten Jepara sebanyak 81.600. Namun, hanya 10.600 yang sudah mengantongi sertifikasi halal atau hanya 13 persen.
“Untuk Dekranasda Kabupaten Jepara diharapkan bisa menguatkan sertifikasi halal bagi produk IKM maupun UKM. Secara data 81.600 UKM di Jepara, tetapi yang memiliki sertifikasi halal ini hanya 10.600, maka belum ada 50 persen,” katanya.
Untuk itu ia mendorong kepada Dekranasda Kabupaten Jepara agar melakukan pendampingan dan memberikan fasilitas kepada 71 ribu UMKM di Kabupaten Jepara yang belum mengurus sertifikasi halal.
Dekranasda menurutnya memiliki peran penting untuk membantu pelaku UMKM terutama yang masih terkendala proses dan biaya sertifikasi.
“Dekranasda harus hadir untuk mendampingi dan memfasilitasi adanya sertifikasi halal untuk produk-produk UMKM, IKM, maupun UKM di Kabupaten Jepara,” pintanya.
Sebab, Nawal melanjutkan sertifikasi halal menjadi salah satu kunci penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Sehingga perlu kita dorong bersama, agar mereka bisa naik kelas dan produknya lebih diterima,” katanya.
Dari segi produk kerajinan yang dihasilkan, Kabupaten Jepara menurut Nawal memiliki potensi yang luar biasa. Total terdapat 500 industri mebel dan ukir dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp3,2 triliun. Sektor ini bahkan berkontribusi sebesar 34,1 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Gerai Dekranasda Diharap Jadi Pusat Oleh-oleh Baru di Jepara
Potensi lain yaitu tenun troso. Saat ini, terdapat 344 unit usaha industri kecil menengah (IKM) troso di Jepara dengan nilai ekonomi mencapai Rp25,8 miliar per bulan.
“Mudah-mudahan dengan adanya potensi ini, Dekranasda mampu mengembangkan dan memunculkan UKM baru yang bisa menguatkan potensi di Jepara,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

