Sebuah rumah berusia sekitar satu abad di Desa Tlogoharum RT 07 RW 02, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati tiba-tiba roboh, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Sebuah rumah berusia sekitar satu abad di Desa Tlogoharum RT 07 RW 02, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati tiba-tiba roboh, Senin (27/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah bernama Sugiyanti (60) harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius setelah tertimpa reruntuhan.
Rumah kuno berdinding kayu itu roboh di bagian tengah hingga teras. Kayu rumah mulai tiang, usuk, hingga reng terlihat banyak yang sudah lapuk.
Di bagian tengah rumah, dua sepeda motor, yaitu Honda Vario 125 dan Beat ikut tertimpa reruntuhan. Begitupun juga perabotan rumah banyak yang rusak akibat tertimpa atap. Akibat kejadian tersebut, kerugian korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Anak korban, Fika menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat ibunya sedang menerima paket dari kurir di teras rumah. Seusai menerima, tiba-tiba saja rumah ambruk dan menimpa ibunya.
“Tadi ibu saya nampani paketan. Ibu di situ (teras rumah) trus ujuk-ujuk omahe ruboh. (Tadi ibu saya menerima paketan. Ibu di teras rumah, terus tiba-tiba rumahnya ambruk),” ujarnya.
Saat kejadian, Fika sedang di dalam kamar bersama anaknya. Ketika mendengar reruntuhan, dia langsung bergegas keluar kamar dan mendapati rumah sudah ambruk dan ibunya tertimpa bangunan.
“Lha aku seketika dungu kan gak iso nulungi ibuku. Terus aku mlayu mengguri pas tekan ngarep, ibukku wes kebrukan. (Lha aku ketika mendengar reruntuhan itu kan tidak bisa menolong ibukku. Terus aku lari lewat belakang kemudian ke depan, dan mendapati ibukku sudah tertimpa bangunan),” jelasnya.
Menurut Fika, saat kejadian tidak ada hujan deras atau angin kencang. Namun, Minggu (26/10/2025) kemarin sempat ada hujan angin di desanya. Fika juga menyebut kondisi kediamannya itu memang sudah miring dan saat ada angin kencang seperti bergoyang.
“Ya nek angin ya biasa, gak patiko banter. Selain rumah dah tua, ya angin juga bisa. Angin kencang kan ndek bengi. (Ya kalau anginnya sih biasa, tidak kencang. Selain rumah sudah tua, angin juga bisa. Apalagi semalam ada angin kencang,” ungkap Fika.
Saat ini, lanjut Fika, ibunya sudah dilarikan ke Rumah Sakit As-Suyuthiyyah Pati. Kondisi ibunya terluka di bagian wajah dan kaki kiri dan akan menjalani operasi di bagian kaki karena tak bisa digerakkan.
“Ibu saya dalam kondisi sadar. Yang terluka di bagian muka berdarah dan kaki,” sebutnya.
Karnaval Budaya Desa Berugenjang, Kudus, Minggu (26/10/2025). Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan warga tumplek blek mengikuti kegiatan karnaval budaya Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, dalam rangka peringati Hari Jadi ke-20, Minggu (26/10/2025). Baik anak-anak, remaja, hingga orang tua antusias berjalan keliling desa sekitar 4 kilometer.
Sejumlah warga dari masing-masing RT berkostum kebaya dengan membawa gunungan dibawa, sebagai bentuk syukur terhadap hasil bumi. Setidaknya ada tujuh gunungan yang diarak dalam perayaan tersebut.
Tak jarang sebagian dari peserta karnaval tampak mengabadikan momen tersebut dengan menampil video untuk diposting di media sosial. Tak hanya masyarakat setempat, warga desa lain yang hadir melihat kemeriahan itu juga mengambil video.
Kepala Desa Berugenjang, Kiswo menyampaikan, kegiatan karnaval budaya yang digelar itu merupakan pesta rakyat untuk memperingati Hari Jadi Desa Berugenjang ke-20 tahun. Hal itu menurutnya sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur terhadap para pendahulu yang berjuang melepaskan diri dari Desa Lambangan beberapa waktu silam.
“Sebenarnya untuk hari jadi Desa Berugenjang bertepatan dengan Hari Santri Nasional, yakni tanggal 22 Oktober. Karena kemarin bukan hari libur, maka perayaan dilakukan hari ini,” bebernya usai acara, Minggu (26/10/2025).
Ia mengatakan, karnaval budaya tersebut merupakan perayaan yang digelar secara meriah. Karena sebelum-sebelumnya, hanya dirayakan sederhana dengan menggelar doa tirakatan bersama warga.
“Ini merupakan kali kedua perayaan yang meriah. Sebelumnya pada periode kades sebelumnya juga pernah meriah seperti ini tapi saya lupa tahunnya kapan,” tuturnya.
Banyak kreasi yang ditampilkan, kata dia, merupakan hasil ide dari masing-masing RT dengan biaya swadaya masyarakat. Pihaknya mengaku, meski ada sokongan dana dari pemerintah desa (Pemdes), namun tak seberapa.
“Hari ini yang ditampilkan ide dari masyarakat sendiri, mayoritas pendanaan dilakukan oleh masyarakat semua, desa hanya membantu sedikit, masing-masing RT dengan swadaya, sehingga kita terimakasih dengan semua masyarakat yang kompak dengan mengikuti karnaval,” jelasnya.
Kiswo juga menyinggung adanya pembawaan sound horeg dalam perayaan tersebut. Menurutnya, hal itu wajar karena di era sekarang banyak yang memang sudah menggunakan. Hanya saja, pihaknya telah memberikan ketentuan, agar penggunaan sound horeg tidak merugikan bagi masyarakat.
Perayaan itu, lanjutnya, sebagai simbol dan pengingat bagi warga untuk terus mencintai, membangun, dan berbuat bagi untuk kemajuan desanya. Untuk memeriahkan acara, pihak desa juga banyak memberikan door prize untuk masyarakat.
“Hal ini juga untuk mengingatkan, bahwa dulu desa ini berdiri, hasil kerja keras dari para pendahulu. Hasil perjuangan beliau-beliau, makanya harus kita peringati dan syukuri. SK Bupati kita dijadikan desa definitif tertanggal 22 tahun 2005. Ini perjalanan desa baru yang baru merangkak atas semua pihak, persatuan sebagai kekuatan bersama membangun desa,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau operasional rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau operasional rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Ia ingin memastikan, pompa-pompa yang ada berfungsi dengan baik, sehingga air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersebut.
Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.
Di Rumah Pompa Sringin, terdapat dua pompa eksisting dan dua pompa hasil peremajaan, berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta satu pompa apung berkapasitas serupa, dengan total 10.000 liter per detik.
Untuk kawasan Terboyo, penanganan dilakukan BBWS, dengan total kapasitas 6.570 liter per detik. BBWS yang terlibat dalam penanganan banjir ini meliputi BBWS Serayu Opak, Cimanuk Cisanggarung, Bengawan Solo, Brantas, dan Ciliwung Cisadane.
Sementara itu, di Kawasan Kali Tenggang, tersedia pompa eksisting dan pompa apung berkapasitas besar, ditambah bantuan mobile pump dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, dengan total 10.250 liter per detik.
Adapun di Pasar Waru, pengendalian dilakukan dengan satu pompa eksisting, berkapasitas 2.000 liter per detik, satu pompa submersible, serta beberapa mobile pump dari DPU Kota Semarang, dengan total kapasitas 3.540 liter per detik.
Dikatakan Taj Yasin, kolam retensi yang berada di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal, karena sistem pembuangan air di kolam-kolam belum dilengkapi pompa.
“Memang sudah berfungsi, namun belum maksimal karena pompanya belum terpasang,” jelasnya.
Diakui Taj Yasin, banjir di kawasan Kaligawe dan sekitarnya menjadi pekerjaan rumah sejak Mei 2025 lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mempercepat pengadaan pompa.
Menurutnya, sebagai langkah cepat untuk menyurutkan air, maka Pemprov Jateng memilih opsi meminjam pompa di daerah sekitar Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
“Kalau memang sangat dibutuhkan, kita bisa minta bantuan dari Demak atau daerah tetangga, untuk meminjam pompa tambahan, agar air bisa segera dibuang ke laut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wagub menyebutkan, meski kolam retensi sudah mampu menampung air hujan, namun pengendaliannya masih harus ditingkatkan.
DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara.
Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini.
Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. la berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan usai upacara penutupan di Djarum Arena Kaliputu, Minggu (26/10/2025).
Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. la optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar.
“Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” bebernya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. la juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan.
Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. la berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air.
“Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena.
“Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” jelas Marciano.
Adapun, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional.
“Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” ujar Sam’ani.
Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun.
Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10/2025), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut.
“Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas.
Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun.
Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta.
“Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” bebernya.
Lebih lanjut Anas mengatakan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok.
Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin.
“Kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi,” ujar Anas.
Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim).
Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan Jatim yang menyumbangkan separuh dari delapan medali emas yang diraih tim wushu Jatim sehari lalu, masing-masing kembali menyumbangkan satu keping emas pada hari penutup.
“Saya tentu sangat bangga bisa memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur dengan meraih tiga medali emas dari tiga nomor yang saya ikuti,” tanggap Jennifer, dengan penuh rasa syukur.
Medali emas kembali menjadi milik Daffa dan Jennifer yang tampil impresif di kategori taolu. Daffa berhasil merebut emas di nomor qiang shu putra, sementara Jennifer memastikan kemenangan di nomor daoshu putri. Prestasi serupa juga diraih Lawrence Dean Kurnia, atlet wushu asal DKI Jakarta, yang tampil luar biasa dengan menjuarai nomor nanquan, nandao, dan nangun.
Dengan masing-masing mengoleksi tiga medali emas, ketiganya kini tercatat sebagai trio atlet tersukses sekaligus peraih emas terbanyak dalam PON Bela Diri Kudus 2025.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur atas hasil ini. Semua berkat doa dari orang tua, dukungan penuh dari pelatih, serta perhatian dan dukungan dari pengurus KONI Jatim yang terus mendampingi sejak proses latihan hingga pertandingan, sehingga saya bisa meraih prestasi terbaik,” kata Daffa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat melakukan peresmian dan meninjau pabrik PT Formosa Industrial Park di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di wilayahnya, guna mengikis angka pengangguran dan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat melakukan peresmian dan meninjau pabrik PT Formosa Industrial Park di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025).
Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya optimalisasi balai Latihan kerja (BLK), sekolah vokasi, penyediaan kawasan industri, dan sebagainya.
Dikatakan Luthfi, kehadiran pabrik tekstil PT Formosa Industrial Park di bawah naungan Korrun Group ini akan menambah daya serap tenaga kerja di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Jepara. Tercatat Korrun Group telah menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja di Jawa Tengah.
“Terima kasih atas dibukanya PT Formosa di bawah Korrun Group yang berinvestasi sangat luar biasa di Jawa Tengah. Ini adalah perusahaan yang sangat luar biasa dengan sistem padat karya,” kata Luthfi.
Investasi yang ditanamkan oleh oleh Korrun Group tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan investasi. Terutama investasi padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan begitu, mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan. Ia menargetkan, angka kemiskinan di Jateng bisa di nawah 9%.
“Dengan besarnya investasi yang ditanamkan dari dalam dan luar negeri,minimal pengurangan pengangguran juga akan tercapai,” katanya.
Lebih lanjut, kehadiran Korrun Group di Jepara akan meningkatkan pendapatan asli daerah. Di mana produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Sebagai informasi, geliat investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren postif. Hingga triwulan III tahun 2025, capaian nilai investasi di provinsi ini sudah mencapai Rp66,13 triliun, atau 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal. Dari jumlah itu, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 326.462 orang.
Sementara itu, Founder Korrun Group, Fan Jinsong, mengatakan Korrun Group merupakan perusahaan global dan go public. Produk utamanya adalah pakaian, tekstil, tas, dan koper yang melayani produk-produk terkenal di dunia.
Korrun Group sudah memiliki lima pabrik produksi di Indonesia. Empat di antaranya ada di Jawa Tengah dengan jumlah karyawan mencapai sekitar 20 ribu orang, termasuk PT Formosa yang merupakan pabrik terbaru milik Korrun Group.
“Kami berencana meningkatkan investasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dengan memperluas kapasitas produksi. Kami berharap jumlah karyawan kami dapat meningkat sampai 40 ribu atau 50 ribu orang,” katanya.
Jinsong juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungan yang diberikan untuk mengembangkan investasi di wilayahnya. Ia juga bangga dengan seluruh karyawan Korrun Group di Indonesia karena kecerdasan, kerja keras, dedikasi, serta sikap terbuka dalam mendukung peningkatan besar manajemen dan efisiensi operasional perusahaan.
“Karyawan adalah aset berharga kami di Indonesia. Kami ingin mengembangkan perusahaan ini bersama masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Jalan Pantura Pati–Rembang, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tersendat akibat banjir, Senin (27/10/2025). Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Jalan Pantura Pati–Rembang, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tersendat akibat banjir, Senin (27/10/2025).
Badan jalan yang tergenang banjir sepanjang 100 meter. Hal ini membuat penumpukan kendaraan mencapai hingga 1 kilometer.
Ratusan kendaraan mengantre untuk melintasi jalan tersebut. Mereka terpaksa harus mengarungi kecepatan lantaran badan jalan digenangi banjir sejak Senin (27/10/2025) dini hari. Ketinggian banjir mencapai 30 sentimeter dengan panjang seratus meter.
Petugas dari Satlantas Polresta Pati mengimbau kepada pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, untuk berhati-hati karena banjir membawa lumpur.
”Jalur Pantura Pati Rembang khususnya Ketitangwetan. Dari timur maupun barat memang terjadi perlambatan. Kurang lebih 1 km. Kurang lebih 30 cm. Namun arus lalu lintas masih bisa melintas meski ada pelambatan. Tidak sampai macet,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polresta Pati, Iptu Purwanto.
Petugas juga mengimbau bagi pengendara roda dua dari arah timur agar melewati jalur alternatif ketika hendak ke Pati Kota atau sebaliknya. Hingga Senin siang, banjir masih menggenangi jalan tersebut, namun mulai surut.
Selain menggenangi Jalan Pantura Pati–Rembang, banjir juga merendam permukiman warga Desa Ketitangwetan. Ratusan rumah di desa itu kebanjiran sejak Jumat (24/10/2025) lalu.
Belum diperbaikinya tanggul Sungai Widodaren yang jebol sepanjang 35 meter membuat limpasan air ke permukiman warga semakin tak terbendung. Saat ini, ketinggian air di jalan mencapai satu meter, sementara di dalam rumah mencapai 60 centimeter.
Ketinggian air yang terus bertambah membuat warga khawatir. Mereka berupaya membuat tanggul darurat dari batu bata di depan pintu rumah masing-masing agar air tidak masuk lebih tinggi ke dalam rumah. Selain itu, warga juga gotong royong membuat tanggul darurat dengan sak berisi tanah di lokasi tanggul sungai yang jebol.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto. Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus diimbau segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal tersebut menindaklanjuti kejadian luar biasa di beberapa daerah lain, yang mana terdapat kasus siswa keracunan MBG.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sudah memfasilifasi pengurusan SLHS bagi SPPG di Kota Kretek. Bahkan, dapur MBG yang mengajukan sertifikasi jumlahnya melebihi dari yang beroperasi saat ini.
“Jumlah SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Kudus saat ini ada 21. Tetapi yang mengajukan SLHS ada sekira 31 dapur MBG,” ujar Nuryanto di ruang kerjanya belum lama ini.
Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan pelatihan bagi penjamah makanan yang ada di dapur MBG, kaitannya dengan keamanan penyajian makanan. Pelatihan tersebut menjadi penting, karena menjadi syarat diterbitkannya SLHS.
“Rata-rata dapur MBG di Kudus itu terdapat 45 tenaga. Total yang sudah ikut pelatihan keamanan penyajian makanan kurang lebih 1.400 orang,” beber Nuryanto.
Saat ini, lanjut Nuryanto, pengajuan SLHS untuk dapur MBG di Kudus sudah diproses. Setelah para tenaga SPPG selesai mengikuti pelatihan keamanan pangan, kemudian dilakukan Inspeksi Kesehatan Lapangan (IKL) di dapur MBG.
Selain itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan juga bakal mengambil sampel, baik itu dari menu makanan maupun air bersih yang digunakan, untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hal tersebut guna memastikan menu MBG yang disajikan sesuai standart Badan Gizi Nasional (BGN).
“Air bersih di dapur MBG Kudus juga diuji di laboratorium. Tujuannya, guna memastikan air yang digunakan untuk memasak menu MBG terbebas dari bakteri Escherichia coli (E.coli). Sebab, bakteri E.coli ini penyebab terjadinya kasus keracunan, mulai dari diare, muntah-muntah dan lain sebagainya,” jelas Nuryanto.
Nuryanto menegaskan, sangat mendukung dan mengakomodir SPPG yang mengajukan SLHS. Ketika segala persyaratan terpenuhi maka sertifikat tersebut bisa segera diterbitkan.
“Saat ini SLHS sudah kita proses serta sudah banyak yang kita tanda tangani. Ketika semua persyaratan sudah selesai, akan segera kita kasihkan ke pihak SPPG,” imbuhnya.
Untuk langkah pencegahan agar di Kabupaten Kudus tak ada kejadian luar biasa yakni siswa keracunan MBG, pihaknya bakal melakukan pengawasan langsung penyajian menu di SPPG. Mulai dari pengolahan lauk, proses memasak, penirisan serta saat pengemasan.
“Apalagi nantinya semua dapur MBG harus dilengkapi dengan CCTV, jadi pengawasan akan lebih maksimal. Kita juga kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk mengimbau kepada guru supaya mengecek menu MBG sebelum dibagikan ke siswa. Ketika ditemukan makanan berkeringat dan ada indikasi basi, swbaiknya tidak diberikan ke siswa,” jelasnya.
Jembatan yang berada di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati ambrol usai hujan dalam beberapa hari terakhir. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Talud jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan, Pucakwangi, Pati ambrol pada pada Kamis (23/10/2025) lalu. Kejadian tersebut, juga sempat viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.
Jembatan berukuran 12×7 meter itu, mulai diperbaiki pada Mei 2025 akibat mengalami kejadian serupa sebelumnya. Sejatinya, pembangunan jembatan yang menggunakan dana APBD Kabupaten Pati tahun anggaran 2025 sebesar sekitar Rp1,89 miliar itu, baru saja selesai dibangun. Warga setempat pun, telah berencana menggelar acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut pada Jumat (24/10/2025). Namun, acara terpaksa ditunda menyusul peristiwa jebolnya talud.
Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar juga angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait viralnya video talud jembatan jebol tersebut. Pihaknya pun menyangkal sejumlah narasi negatif yang dituduhkan kepada dirinya maupun pihak pemerintah desa.
“”Pada waktu itu, Kamis sore, saya dapat laporan berupa kiriman video dari Pak RT. Saya pun berterima kasih pada beliau dan saya sampaikan, akan langsung saya tindak lanjuti ke Pak Bupati Pati. Saya pun menegaskan bahwa laporan video jembatan talud jebol tersebut untuk pihaknya, karena akan langsung disampaikan ke Bupati Pati. Kejadian kurang lebih jam 17.00 WIB, saya melaporkan ke Bupati sekitar jam 7 malam dan langsung direspon oleh beliau, ” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Ia mengatakan, dalam laporan tersebut, Hadi menyampaikan kepada Bupati Pati terkait video tersebut serta terpaksa menunda acara syukuran. Bupati Pati Sudewo pun, katanya mengiyakan laporan tersebut, serta menegaskan segera menugaskan dinas terkait yakni DPUTR agar segera menindaklanjuti jebolnya talud jembatan tersebut.
“Saya menyampaikan kepada Bupati Pati, apakah saya perlu melapor juga ke pihak pemborongnya, atau kontraktornya atau bagaimana? Beliau pun menegaskan bahwa telah menugaskan PU untuk segera ditindaklanjuti. Dan benar, pada Jumat pagi, dinas terkait langsung terjun ke lokasi”, ungkapnya.
Hadi menilai, bahwa dari pihak pemborong maupun kontraktor yang lebih mengetahui penyebab pasti jebolnya talud jembatan tersebut.
Namun demikian, sebelum jebolnya talud jembatan, memang terjadi hujan selama beberapa hari sejak sore hingga malam.
“Jadi seperti itu kronologinya, saya tidak ada niatan melarang warga untuk posting kejadian tersebut di media sosial. Sebab, langsung segera mendapat tindak lanjut. Terlebih, pembangunan jembatan tersebut bukan merupakan swakelola, melainkan dari pihak pemerintah daerah. Tugas saya kemarin melaporkan kejadian awal ambrolnya jembatan tersebut baik kepada Bupati Pati, BPBD, Camat serta pihak terkait lainnya”, sebutnya.
Kemudian, terkait kejadian kemarin, Hadi mengaku memang langsung melaporkan kepada Bupati Pati. Sebab, saat perbaikan jembatan selama lima bulan kemarin, pihaknya selalu melaporkan progres perkembangannya kepada Bupati.
“Sebelum kejadian itu saya mengecek memang di beberapa titik, kanan kiri jembatan itu, untuk pengurukannya kurang maksimal. Jadi kejadian kemarin itu memang karena faktor intensitas hujan, kontruksi tanggulnya juga menurut saya perlu adanya tiang atau penyangga untuk membantu menopang tanggul yang kemarin jebol”, jelasnya.
Terkait waktu pengerjaan perbaikan talud jembatan yang jebol, pihaknya mengaku belum mengkonfirmasi lagi kapan bakal selesai. Namun demikian, Hadi berharap dapat segera diselesaikan lantaran jembatan penghubung tersebut merupakan akses fital masyarakat.
“Karena jembatan itu kan tidak hanya untuk warga Pelemgede saja, namun dari Desa Mencon, Desa Kletek serta Desa Terteg juga menggunakan jembatan tersebut. Terlebih itu merupakan akses jalan kabupaten. Harapan saya secepatnya perbaikan dapat terselesaikan agar segera dapat digunakan masyarakat”, pungkasnya.
Sementara itu, sebelumnya Bupati Pati Sudewo menargetkan perbaikan jembatan di Desa Pelemgede yang kembali ambrol itu bisa selesai dalam sepekan.
Sudewo mengaku sudah mendapatkan laporan terkait peristiwa tersebut. Ia langsung memerintahkan kontraktor yang mengerjakan untuk memperbaiki jembatan ambrol Desa Pelemgede.
”Pelemgede Pucakwangi hari ini langsung ditangani dengan jumlah pekerja yang sangat besar,” ujar Sudewo.
Sudewo menilai perbaikan jembatan yang ambrol ini bisa rampung dalam beberapa hari kedepan. Setidaknya satu pekan ini, jembatan tersebut sudah bisa digunakan kembali.
Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir, Minggu petang (26/10/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir Minggu (26/10/2025). Penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga sangat sukses, tidak hanya dari sisi turnamen tetapi juga dari dampak terhadap perekonomian daerah.
“Kita sudah melakukan riset, bahwa selama gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 yang berlangsung 16 hari tersebut terjadi perputaran ekonomi mencapai Rp 100 miliar,” ujar Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali usia acara penutupan di Djarum Arene, Minggu petang (26/10/2025).
Selama gelaran PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan melihat lini bisnis di Kudus bergeliat cukup signifikan. Di antaranya okupansi hotel yang penuh, ramainya tempat wisata serta rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung.
“Tentu ini juga selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini,” bebernya.
Ia mengungkapkan, bahwa PON Bela Diri akan jadi ajang dua tahunan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pada tahun 2027 bakal digelar lagi di Kudus. Tak hanya itu, Djarum Foundation juga punya beberapa agenda penyelenggaraan turnamen olahraga lain.
“Di antara Audisi Umum PB Djarum. Kejuaraan panahan, atletik, kompetisi sepak bola putri dan turnamen lainnya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Ryan, melihat perputaran ekonomi di gelaran PON Bela Diri yang mencapai Rp 100 miliar, tentu ini bisa jadi peluang para investor untuk mendirikan hotel di Kudus. Sebab, semua hotel di Kudus selalu penuh setiap ada turnamen olahraga yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation.
“Bahkan, beberapa peserta sampai kesulitan cari penginapan, sehingga harus menginap di hotel kota sebelah,” ungkapnya..
Menanggapi perputaran ekonomi gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 yang mencapai Rp 100 miliar, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada Djarum Foundation dan KONI Pusat. Sesuai prediksinya, bahwa gelaran PON Bela Diri akan berdampak pada bergeliatnya perekonomian daerah.
“Gelaran PON Bela Diri ini tentu akan menghadirkan ribuan orang ke Kudus, baik atlet, official maupun pengunjung. Tentunya hal tersebut berdampak pada UMKM, okupansi hotel, alat transportasi dan lainnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa,” ujar Sam’ani.
Tak lupa, Bupati Sam’ani mengajak para investor untuk membangun hotel di Kota Kretek. Menurutnya, banyaknya turnamen olahraga tentu jadi peluang manis usaha perhotelan.
“Kami selaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sangat terbuka terhadap investasi. Kudus merupakan kota yang aman dan ramah untuk investasi, termasuk kami juga akan beri kemudahan perizinan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, PON Bela Diri Kudus 2025 resmi berakhir. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara.
Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini.
PT Formosa Bag yang merupakan bagian dari Industri Korrun Group resmi dibuka di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025). Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – Kawasan pabrik di Kabupaten Jepara kini bertambah setelah PT Formosa Bag yang merupakan bagian dari Industri Korrun Group resmi dibuka di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Senin (27/10/2025).
Pabrik baru milik investor asal Cina ini menjadi tonggak penguatan sektor industri padat karya di Kabupaten Jepara, sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Chairman & GM Korrun Group, Jinsong Fan, menjelaskan bahwa Korrun Group merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang industri pakaian, tekstil, hingga koper dengan hasil produksi yang telah dikenal luas dengan merek-merek dunia seperti Puma, Nike, Adidas, hingga Uniqlo.
“Korrun Group memiliki cabang di Indonesia, Tiongkok, dan India, dengan jumlah karyawan mencapai 30 ribu orang. Indonesia menjadi yang terbesar dengan total 23 ribu karyawan,” ujar Jinsong Fan.
Sampai saat ini, Jinsong Fan mengatakan Korrun Group telah memiliki lima pabrik, di mana empat di antaranya berada di Jawa Tengah dengan total tenaga kerja mencapai 20 ribu orang.
Ke depan ia menarget, jumlah tenaga kerja yang diserap bisa bertambah. Sekitar 40-50 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia.
“Pabrik yang hari ini kami resmikan berdiri di atas lahan seluas 450.000 meter persegi. Ke depan, kita menarget dapat menyerap hingga 40 hingga 50 ribu tenaga kerja seiring peningkatan kapasitas produksi,” jelasnya.
Jinsong Fan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan talenta lokal dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan serta pengembangan keterampilan.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri ini juga menjadi sarana bagi masyarakat lokal untuk berkembang dan berdaya saing global,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut baik kehadiran Korrun Group di Jepara. Ia menyebut bahwa investasi ini akan memberikan dampak besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Prioritas utama kami adalah penyerapan tenaga kerja. Sampai September 2025, sudah terserap sekitar 14 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun,” ungkap Wiwit.
Wiwit melanjutkan, pabrik baru Formosa tersebut diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja tambahan.
“Formosa yang baru ini diperkirakan akan menyerap sekitar 3-6 ribu karyawan. Saya berpesan agar mayoritas pekerjanya berasal dari Jepara,” ujarnya.
Namun, saat ini penyediaan lahan untuk investasi kawasan industri di Jepara mengalami tantangan berupa penyediaan lahan. Menurutnya, keterbatasan tata ruang menjadi salah satu faktor yang perlu dibenahi agar investasi terus mengalir.
“Banyak investor ingin masuk, tapi mencari lahan yang luas di satu tempat di Jepara masih sulit. Karena itu, tahun depan kami akan mengusulkan pembaruan tata ruang wilayah agar bisa membentuk sentra-sentra kawasan industri baru,” pungkasnya.
1.032 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Jepara terancam mengalami gagal panen akibat tercemar air asin. Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – 1.032 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Jepara terancam mengalami gagal panen akibat tercemar air asin atau air laut yang mengalir ke Bendungan Bongpes.
Sebab saat ini, karet bendungan yang berada di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu rusak. Fungsi bendungan itu salah satunya untuk mencegah intrusi atau menahan air laut agar tidak masuk ke area lahan pertanian warga.
Saifudin (42), Salah satu petani terdampak di Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara bercerita masuknya air asin ke lahan pertanian warga di desanya terjadi sekitar 20 hari yang lalu.
Saat itu, ia bersama beberapa petani lainnya berusaha membendung air laut agar tidak masuk ke area lahan pertanian yang sudah ditanami padi dan jagung.
“Lahannya kita biarkan kering, supaya tidak kena air asin. Tapi dampaknya jadi banyak rumput,” katanya saat ditemui di area lahan sawah Desa Sidigede, pada Senin (27/10/2025).
Sebab apabila terkena air laut, Saifudin mengatakan tanaman padi akan tumbuh kerdil hingga gagal tumbuh atau mati.
“Tapi alhamdulillah sekarang sudah tidak, karena ada hujan,” ujar Saifudin.
Namun, ia berharap kerusakan itu bisa segera diperbaiki. Sehingga air Sungai SWD II dari Bendungan Bongpes bisa digunakan kembali untuk mengaliri lahan pertanian milik petani.
Terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Anisah Salmah menjelaskan kerusakan pada karet Bendungan Bongpes sebenarnya sudah terjadi sekitar tahun 2024.
Pada saat itu, kerusakan masih bisa ditangani dengan cara ditambal. Namun, saat ini kerusakan pada karet bendungan sudah semakin parah sehingga sudah tidak bisa digunakan kembali.
“Bocornya itu sebenernya sudah lama, sekitar tahun 2024 atau mungkin sebelumnya. Sudah ditangani dengan ditambal, tapi kondisinya sekarang sobek berat dan sudah tidak bisa ditambal sehingga air laut masuk ke lahan pertanian petani,” jelasnya saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Jepara.
Sedangkan untuk tahun ini, dari laporan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kebocoran karet bendungan yang mengakibatkan lahan warga tercemar air asin sudah terjadi sekitar Bulan September 2025.
Kebocoran karet itu, saat ini berdampak ke lahan pertanian di empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Kalinyamatan seluas 596 hektare, Kecamatan Welahan 298 hektare, Kecamatan Pecangaan 98 hektare, dan Kecamatan Kedung 40 hektare.
“Totalnya ada 1.032 hektare. Dampaknya tanaman padi yang sudah ada (bisa) terancam gagal panen atau puso,” sebutnya.
Untuk mengatasi kebocoran, Annisa mengatakan sudah melaporkan hal itu kepada Dirjen Tanaman Pangan, Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan (HHTP), Kementerian Pertanian.
Dari pihak Dirjen Tanaman Pangan kemudian berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang menangani Bendungan Bongpes.
“Informasinya karet bendungan memang akan diganti dan sudah dianggarkan pada tahun anggaran 2027. Namun karena kondisinya yang kemudian berdampak luas ke tanaman padi menuju Swasembada Pangan, dari pihak kementerian mendesak BBWS agar bisa ditangani di 2026,” pungkasnya.
Potret salah satu street coffee yang ada di Kudus. Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Fenomena kedai kopi jalanan atau street coffee kini semakin menjamur di Kabupaten Kudus. Dua ruas jalan utama, yakni Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Ahmad Yani, menjadi lokasi favorit para pelaku usaha muda untuk menjajakan racikan kopi mereka setiap malam.
Menyikapi tren ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal mengenakan retribusi kepada para pedagang kopi yang berjualan di tepi jalan tersebut.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menyampaikan, retribusi dikenakan karena para pedagang memanfaatkan fasilitas umum berupa trotoar yang termasuk dalam aset kekayaan daerah. Hal itu sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Penerapan retribusi terhadap usaha street coffee terhitung akan dimulai pada November 2025 yang dibayarkan pada bulan berikutnya yakni awal Bulan Desember,” ujar Djati di ruang kerjanya belum lama ini.
Djati mengungkapkan, tarif retribusi yang bakal diberlakukan kepada street coffee bersifat non komersial. Yakni sebesar Rp 1 ribu semeter persegi per hari. Menurutnya, tujuan penerapan retribusi ini sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Fenomena ini sudah menjadi tren, maka kami melihatnya sebagai potensi yang bisa dikelola. Selain itu, penerapan retribusi juga sebagai langkah pengendalian jumlah pedagang street coffee, dan penataan lokasi,” bebernya.
Djati menambahkan, sosialisasi terkait retribusi dan aturan berjualan sudah dilakukan oleh Dinas Perdagangan kepada para pedagang di aula dinas beberapa waktu lalu. Nantinya, proses pemungutan retribusi akan dilakukan langsung oleh petugas dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.
Ia menambahkan, berdasarkan pendataan sementara, lokasi usaha street coffee di Kudus tersebar di beberapa titik. Di Jalan Jenderal Soedirman, terdapat tiga zona yaitu Jensud 1 mulai Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus sampai Perempatan Lampu Merah SMP 2 Kudus.
Kemudian Jensud 2 yakni mulai depan SMP 2 Kudus sampai Pasar Kliwon. Sementara Jensud 3 yakni mulai Pasar Kliwon sampai Perempatan Lampu Merah Pentol..
“Jensud 1 tercatat terdapat 37 pedagang street coffee. Sementara Jensud 2 dan 3 total sekitar 40 pedagang. Sedangkan di Jalan Ahmad Yani, tercatat ada sekitar 26 pedagang street coffee yang aktif berjualan setiap malam,” rincinya.
Djati menuturkan, besaran retribusi yang dibayarkan pedagang nantinya tergantung pada luas lahan yang digunakan serta frekuensi berjualan dalam sebulan. Nantinya petugas Dinas Perdagangan akan melakukan absensi tiap malam.
“Sehingga jumlah yang dibayarkan bisa jadi akan berbeda antara pedagang satu dengan lainnya. Tergantung luas area dan seberapa sering pedagang beroperasi,” ungkapnya.
Terkait parkir, kata Djati, hal tersebut jadi kesepakatan antara pedagang street coffee dengan pemenang lelang parkir. Apakah retribusinya ditanggung pedagang atau dibebankan kepada para pengunjung.
“Tetapi selama ini kayaknya retribusi parkir ditanggung pedagang dan dibayarkan kepada pemenang lelang. Sehingga pelanggan tak perlu membayar parkir ketika menikmati nikmatnya kopi di tepi jalan,” sebutnya.
Warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati ngadu ke Presiden karena wilayahnya kebanjiran dan belum dapat bantuan. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Ratusan rumah di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati masih terendam banjir hingga Senin (27/10/2025). Sampai hari keempat ini, banjir belum ada tanda-tanda surut dan justru makin naik tinggi setelah daerah tersebut kembali diguyur hujan deras, Minggu (26/10/2025).
Belum diperbaikinya tanggul Sungai Widodaren yang jebol sepanjang 35 meter membuat limpasan air ke permukiman warga semakin tak terbendung. Saat ini, ketinggian air di jalan mencapai satu meter, sementara di dalam rumah mencapai 60 centimeter.
Ketinggian air yang terus bertambah membuat warga khawatir. Mereka berupaya membuat tanggul darurat dari batu bata di depan pintu rumah masing-masing agar air tidak masuk lebih tinggi ke dalam rumah. Selain itu, warga juga gotong royong membuat tanggul darurat dengan sak berisi tanah di lokasi tanggul sungai yang jebol.
Kesal karena belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, sejumlah warga, terutama ibu- ibu, menggelar aksi di tengah banjir dengan membentangkan tulisan, Senin (27/10/2025). Tulisan-tulisan itu berisi permintaan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu warga, Suwarti, mengatakan, sudah hampir seminggu warga kebanjiran, tapi belum ada bantuan dari Pemkab Pati. Makanya, warga kemudian memohon kepada Presiden Prabowo untuk membantu logistik dan perbaikan tanggul yang jebol.
“Kami minta bantuan sama Pak Prabowo supaya dibantu. Ini banjir sudah hampir seminggu melanda desa kami,” katanya sambil memegang tulisan.
Dia mengaku sudah kehabisan bahan baku pangan karena sampai saat ini belum ada bantuan logistik dari mana pun.
“Bahan sembako saya sudah kehabisan Pak Prabowo. Sampai sekarang belum ada bantuan, sepeser pun belum pernah,” ungkapnya.
Selain bahan pangan, Suwarti juga berharap Presiden segera membantu memperbaiki tanggul yang jebol. Mengingat, sejak pertama kali jebol pada Jumat (24/10/2025) lalu, sampai sekarang belum ada penanganan serius dari pemerintah.
“Banjir kok terus menerus melanda desa kami. Tolong Pak Prabowo, perbaiki tanggulnya,” ucapnya.
BETANEWS.ID, JEPARA – Persijap Jepara dijadwalkan akan melakoni pertandingan ke-10 pada babak pertama BRI Super League Musim 2025/2026 melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (27/10/2025) pukul 15.30 WIB.
Setelah sebelumnya mengalami kekalahan tiga kali berturut-turut, Tim Laskar Kalinyamat bertekad penuh untuk bangkit saat melawan The Guardians of Saburai.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menegaskan timnya akan tampil total untuk meraih hasil maksimal. Lemos menyadari, laga kali ini tidak mudah. Tapi ia sudah mengingatkan anak asuhnya agar pantang menyerah saat bermain di lapangan.
“Pertandingan sebelumnya kami belum mendapatkan hasil yang sempurna. Jadi pertandingan besok kami akan berusaha mendapatkan poin dan memberikan yang terbaik di lapangan,” kata Lemos saat konferensi pers jelang pertandingan melawan Bhayangkara FC, Minggu (26/10/2025).
Bagi pelatih asal Portugal, Bhayangkara FC tetap menjadi tim yang harus dihormati. Namun, Persijap datang dengan semangat tinggi untuk mengakhiri tren negatif dan membuka peluang meraih kemenangan perdana melawan The Guardians.
“Selama saya melatih, saya belum pernah menghadapi Bhayangkara. Jadi saya ingin mematahkan rekor itu. Dalam sepak bola, selalu ada kemungkinan untuk meraih kemenangan pertama, seperti saat kami melawan Perib atau Persis Solo,” tambahnya.
“Yang terpenting, kami harus menang. Kami harus menyerang dan bertahan dengan baik. Bhayangkara punya servis dan kualitas yang bagus, tapi kami juga akan bermain sesuai karakter kami,” tegas Lemos.
Sementara itu, pemain tengah Persijap, Restu Akbar, menyebut laga kontra Bhayangkara FC menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim setelah tiga kekalahan beruntun di kandang.
“Seperti yang dikatakan coach, kami sudah tiga kali kalah di home. Pertandingan besok sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri. Karena itu, tiga poin sangat penting bagi kami,” ucap Restu.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait untuk mengupayakan rekayasa (modifikasi) cuaca di Kota Semarang dan sekitarnya. Hal ini guna mengatasi banjir dan mencegah tingginya curah hujan di daerah tersebut.
“Saya terus koordinasi dengan pusat (BMKG dan BNPB) untuk rekayasa cuaca,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau dan menyerahkan bantuan di Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Senin (27/10/2025).
Menurut dia, rekayasa cuaca dinilai perlu, mengingat dalam lima hari terakhir wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Pihaknya juga terus koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca di Jawa Tengah.
Luthfi menjelaskan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terus bersinergi dalam penanganan banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Baik itu jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Jangka pendeknya adalah terus mengecek kondisi masyarakat korban banjir agar kebutuhan dasarnya tidak terganggu, termasuk fasilitas umumnya.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan kabupaten/kota standby 1×24 jam,” kata dia.
Adapun jangka panjangnya, pemerintah saat ini masih dalam proses pengerjaan tanggul laut (giant sea wall) yang menghubungkan Semarang-Demak. Selain itu juga sedang melakukan pengerjaan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan.
“Ada dua kolam yang nanti bisa menampung, diharapkan awal 2026 selesai,” ungkap Luthfi.
Camat Genuk, Pranyoto mengatakan, banjir di wilayahnya sudah memasuki hari keenam. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Kelurahan Gebangsari, Genuksari, Muktiharjo Lor, Terboyo Wetan, dan Trimulyo. Titik genangan tertinggi ada di depan RSI Sultan Agung yang sempat mencapai 80 cm.
“Pompa ada 27 titik, tersebar di beberapa sungai. Pompa itu berada di Kali Tenggang, Kali Sringin, kali Babon, dan belakang terminal Terboyo,” katanya.
Ia bersama instansi terkait dan seluruh lurah terus melakukan upaya penanganan dan menyiapkan antisipasi apabila ada peningkatan air yang saat ini sudah mulai surut. Selain itu juga menyiapkan antisipasi dalam beberapa bulan ke depan.
“Semoga saja sudah tidak ada (banjir) lagi. Karena prediksi BMKG masih akan ada hujan lagi. Insya Allah kita siap menghadapi musim hujan,” kata dia.