Beranda blog Halaman 152

Pemkab Kudus Tetapkan Kawasan Industri Gula Tumbu, Empat Desa Jadi Sentra Pengembangan

0
Pembuat gula tumbu di Desa Kandangmas menunjukkan hasil kolak godang yang telah jadi. Foto: Mahasiswa magang PBSI UMK

BETANEWS.ID, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus resmi menetapkan kawasan perdesaan industri gula tumbu sebagai kawasan strategis pengembangan ekonomi lokal.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Kudus Nomor 148.4/144.1/2019 yang menetapkan empat desa di Kecamatan Dawe sebagai pusat kegiatan industri gula tumbu.

Empat desa yang ditetapkan sebagai kawasan pengembangan adalah Desa Kandangmas sebagai pusat kawasan, lalu Desa Cranggang, Rejosari, dan Margorejo.

Desa Kandangmas memiliki jumlah penduduk tertinggi, yaitu 13.400 jiwa, dengan luas wilayah 12,92 km².

Keempat desa ini memiliki potensi besar dalam produksi gula tumbu dengan produksi tebunya yang mencapai 3.409,55 ton dari lahan seluas 1.019,04 hektar.

Empat desa yang masuk dalam wilah Kecamatan Dawe itu dikenal sebagai sentra produksi gula tumbu, yang melibatkan proses mulai dari penanaman tebu, pemerahan nira, pemasakan, hingga pencetakan gula.

Para pekerja sedang membuat gula tumbu. Foto: Rabu Sipan

Data menunjukkan, total produksi gula tumbu di wilayah itu adalah 577,11 kg/tahun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 2.079 orang, dan tempat pengolahannya mencapai 189 industri rumahan.

Rekomendasi Kemendes PDTT

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan kawasan, antara lain:

Ekonomi: Mendorong kerja sama BUMDesa dengan perbankan untuk akses kredit.

Sosial Budaya: Pembangunan fasilitas budaya inklusif bagi difabel dan kelompok rentan.

Lingkungan: Edukasi pelestarian lingkungan dan pembentukan tim siaga bencana.

Prasarana: Penyediaan tempat pelatihan dan akses bahan bakar gas (BBG).

Kelembagaan: Peninjauan RTRWK dan RPJMD untuk menetapkan kawasan sebagai strategis.

Penetapan kawasan ini didukung oleh berbagai regulasi nasional dan daerah, serta menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kudus. Biaya pengembangan kawasan akan dibebankan kepada APBN, APBD, dan sumber dana sah lainnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diguyur Hujan, Pengecoran Jalan di Jepara Tersendat

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat meninjau perbaikan jalan. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan deras yang mengguyur beberapa daerah termasuk di Kabupaten Jepara selama satu minggu terakhir membuat proyek perbaikan jalan sedikit terganggu. 

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Dimas Hanantiyo. 

Baca Juga: Pabrik Baru di Jepara Resmi Beroperasi, Diprediksi Serap 6 Ribu Tenaga Kerja 

“Memang jadwal ada yang mundur. Tapi tetap kita usahakan on schedule,” kata Dimas pada Selasa (28/10/2025).

Dimas mengatakan kondisi cuaca yang sering terjadi hujan membuat proyek pengecoran atau betonisasi membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengaspalan. Sebab proses pengeringan membutuhkan cuaca panas yang baik.

“Tapi kalau aspal, begitu hujan reda, kita bisa maksimalkan. Tidak seperti pengecoran. Yang memang butuh effort lebih kalau di kondisi cuaca seperti ini,” ujarnya. 

Sampai saat ini, total terdapat 25 titik proyek perbaikan jalan yang sedang dikerjakan. Dari jumlah itu, empat titik diantaranya sudah selesai pengerjaan. 

“Yang lain progresnya variatif. Karena ada kendala cuaca. Kalau yang pengaspalan sudah 20 persen lebih. Kalau yang betonisasi ada yang sudah 50 persen, 30 persen, macam-macam,” sebutnya. 

Dimas memarget perbaikan jalan di 25 titik itu bisa selesai pada akhir Desember 2025 mendatang. Meskipun terjadi hujan deras, ia mengatakan suah terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Sehingga ia yakin proyek-proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

Seperti diberikan sebelumnya, hingga triwulan akhir tahun 2025, progres perbaikan jalan kabupaten baru mencapai 42 persen.

Berdasarkan data dari Dinas PUPR Jepara, tahun ini ada 106 kilometer jalan yang diperbaiki. Itu terdiri dari peningkatan jalan sepanjang 70 kilometer, pelebaran 7,3 kilometer, pemeliharaan 19,9 kilometer, dan sisanya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang 9 kilometer.

Baca Juga: Tercemar Air Asin, 1.032 Hektare Lahan Padi di Jepara Terancam Gagal Panen

Anggaran yang dialokasikan untuk memuluskan 106 kilometer jalan kabupaten itu sebesar Rp133 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara.

Dengan rincian, Rp47 miliar bersumber dari APBD murni, dan sisanya Rp86 miliar berasal dari dana utang atau pinjaman daerah.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ahmad Luthfi, Bapaknya Difabel Jawa Tengah yang Hadir dengan Hati

0
Suasana hangat di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang saat Gubernur Jateng makan bersama dengan para penyandang difabel. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sepotong siang pada Selasa (28/10/2025) langit Kota Semarang masih nampak kelabu. Rintik gerimis masih membasahi jalan-jalan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini.

Walakin, suasana kehangatan justu nampak di Warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Kota Semarang. Senyum hangat nampak dari wajah-wajah para penyandang difabel saat berbincang dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di warung tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Berkontribusi dalam Pembangunan

Ahmad Luthfi tampak tak canggung sama sekali saat bertemu, berdialog, dan menyaksikan anak-anak difabel unjuk kebolehan.

Ya. Itulah cara sederhana orang nomor satu di Jawa Tengah itu untuk berbagi kebahagiaan dengan kelompok difabel.

“Saya adalah bapaknya difabel Jawa Tengah. Setiap (kunjungan) di wilayah pasti saya temui. Saya juga punya anak difabel, dari kecil dekat dengan saya, dan saya tidak pernah malu dan canggung,” kata Luthfi saat berdialog dengan kelompok difabel.

Usia acara, Luthfi kembali menegaskan bahwa kelompok difabel tidak hanya sebagai objek semata, tetapi memiliki hak yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya. Kesetaraan hak untuk kelompok difabel itulah yang terus digaungkan di Provinsi Jawa Tengah. Tentunya dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi melalui dinas sosial, kementerian terkait, serta seluruh kelompok masyarakat.

“Mereka mempunyai suatu kebahagiaan di tengah kekurangan yang dimiliki. Ini yang menjadi concern kita, sehingga pemerintah dan negara hadir,” kata dia.

Diketahui, jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah sebanyak 117.404 orang atau 0,003% dari total penduduk.

Luthfi mengaku, Pemprov Jateng memiliki perhatian khusus terhadap kelompok disabilitas/difabel untuk mewujudkan Jateng inklusi.

Perhatian itu diwujudkan dalam langkah nyata seperti membantu pemenuhan kebutuhan dasar, mengupayakan pendidikan, mendorong terbukanya lapangan pekerjaan, penyediaan aksesibilitas dan berbagai kebutuhan penyandang disabilitas.

“Kita punya program kecamatan berdaya, di dalamnya mewadahi potensi wilayah di antaranya kelompok difabel, kelompok perempuan dan lansia, kelompok pemuda, dan lainnya. Kecamatan berdaya ini salah satu upaya kreatif yang kita munculkan agar kelompok difabel terlindungi di sana, termasuk bantuan hukum bagi mereka,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus mengupayakan agar perusahaan, baik BUMD, BUMN maupun swasta, untuk dapat menyerap tenaga kerja dari kelompok disabilitas.

“Kesempatan kerja untuk difabel itu 2% di BUMD atau BUMN, kemudian 1% di perusahaan lain, ini sudah jalan di Jawa Tengah dan terus kita dorong,” kata Ahmad Luthfi.

Adapun terkait makan soto bareng Gubernur Ahmad Luthfi dan Kelompok Difabel itu digagas oleh pemilik warung Soto Pak Wito. Acara itu digelar sebagai bagian dari tasyakuran 1 tahun cabang Soto Pak Wito Kariadi Kota Semarang.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Dalam kesempatan itu, Pak Wito juga secara terbuka mendeklarasikan akan menjadi sahabat difabel.

“Mulai hari ini saya akan menjadi sahabat difabel. Hari ini, besok, dna seterusnya saya akan dukung kelompok difabel,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wiwit Targetkan 50 Persen Dapur MBG di Jepara Beroperasi Hingga Akhir Tahun 

0
Prosesi MBG salah satu SMA di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo menarget hingga akhir tahun 2025, 50 persen dari total kebutuhan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara bisa beroperasi. 

Untuk itu, ia mendorong generasi muda, khususnya petani muda, untuk ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jepara. 

Baca Juga: Pabrik Baru di Jepara Resmi Beroperasi, Diprediksi Serap 6 Ribu Tenaga Kerja 

“Kami ingin petani muda semakin banyak dan berperan aktif. Dengan adanya SPPG, kita membuktikan bahwa kebutuhan sayur-mayur dan gizi nasional bisa dipenuhi sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Petani muda adalah masa depan, terutama bagi Jepara,” katanya saat meresmikan Dapur SPPG di Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (28/10/2025). 

Wiwit melanjutkan SPPG di Desa Kelet merupakan SPPG ke-43 yang sudah beroperasi di Kabupaten Jepara. Sedangkan target keseluruhan dapur SPPG di Jepara sebanyak 130 dapur. 

Dengan diresmikannya SPPG tersebut, Wiwit mengatakan bahwa program unggulan Presiden Prabowo tersebut sudah menyasar ke kawasan Jepara utara yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Pati. 

“Sudah beroperasi 43 SPPG, mudah-mudahan bisa bermanfaat dalam rangka menyiapkan generasi muda untuk bangsa Indonesia, khususnya Jepara. Targetnya, semua SPPG bisa beroperasi dan benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kelet, Lia Khoirun Nisa, menjelaskan bahwa penerima manfaat program MBG di wilayahnya mencapai 3.503 orang. Jumlah itu belum termasuk penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berjumlah 329 orang dan dijadwalkan mulai disalurkan pada minggu depan.

“Sebanyak 1.500 penerima manfaat pertama sudah mulai didistribusikan. Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada 41 satuan pendidikan penerima manfaat, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik ke depannya,” kata Lia. 

Baca Juga: Tercemar Air Asin, 1.032 Hektare Lahan Padi di Jepara Terancam Gagal Panen 

Salah satu sekolah yang dilayani SPPG Kelet yaitu MAN 2 Jepara. Usai peresmian SPPG, Wiwit bersama rombongan perangkat daerah dan Dandim 0719/Jepara Letkol (Arm) Khoirul Cahyadi meninjau langsung pembagian MBG di MAN 2 Jepara.

Menu yang diterima para pelajar MAN 2 Jepara pada saat ditinjau adalah nasi putih dengan lauk ayam goreng, tempe dan sayur wortel serta buah anggur segar. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Anak Usia 13 dan 14 Tahun di Jepara Ajukan Dispensasi Nikah 

0
Ilustrasi buku nikah. Foto: Haikal

BETANEWS.ID, JEPARA – Angka pengajuan dispensasi menikah di Kabupaten Jepara masih cukup tinggi. Usia terkecil adalah pasangan anak usia 13 dan 14 tahun yang diajukan untuk mendapat surat permohonan dispensasi menikah. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, Mudrikatun mengungkapkan pengajuan dispensasi tersebut terjadi pada tahun ini. 

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Berkontribusi dalam Pembangunan

Pengajuan dilakukan oleh orang tua anak tersebut dengan alasan untuk menghindari perbuatan zina. Atas alasan tersebut, Mudrikatun mengatakan pihaknya tidak memberikan rekomendasi. 

“Karena usia 13 tahun, statusnya masih anak dan secara reproduksi belum matang. Secara UU usia pernikahan minimal kan 19 tahun, tapi kalau usia reproduksi itu 21 tahun,” kata Mudrikatun di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Selasa (28/10/2025).  

Selain dari sisi kesehatan reproduksi, Mudrikatun melanjutkan pihaknya tidak memberikan rekomendasi dengan mempertimbangkan sisi psikologis, ekonomi, dan sosial. Dimana di usia tersebut, anak belum siap secara mental untuk menikah.  

Namun, Mudrikatun menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pengajuan dispensasi menikah. Pihaknya hanya memberikan surat rekomendasi dan yang memutuskan apakah dispensasi tersebut disetujui atau tidak yaitu pihak Pengadilan Agama. 

“Kewenangan kami yaitu melakukan pendampingan jika ada usia anak yang mengajukan dispensasi menikah. Yang mempunyai kewenangan untuk memutuskan Pengadilan Agama,” katanya. 

Mudrikatun menyebutkan, hingga Bulan Oktober 2025 total terdapat 263 pemohon yang mengajukan surat rekomendasi dispensasi menikah. 

Dari jumlah tersebut, 224 pemohon dari perempuan dan sisanya 39 dari laki-laki. Adapun untuk rentang usianya kurang dari 16-17 tahun sebanyak 42 pemohon. Usia 17-18 tahun sebanyak 187 pemohon, dan usia 18 tahun ke atas 34 pemohon. 

“Alasannya itu biasanya karena sudah hamil supaya ada yang tanggung jawab. Kalau itu, mau tidak mau kita berikan rekomendasi. Tapi jika belum hamil kita kasih solusi, kita berikan pendampingan,” ungkapnya.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Untuk mencegah terjadinya kasus pernikahan usai dini, Mudrikatun mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi sampai ke desa/kelurahan dengan melibatkan tokoh masyarakat. Serta melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. 

“Kita juga sedang mengupayakan terbentuknya kampung keluarga berkualitas di masing-masing kecamatan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pengendara Terjatuh saat Lewati Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi, Johan: “Ada Kesengajaan Terobos Jalan”

0
Rekaman cctv terjatuhnya pengendara saat melewati perbaikan jalan Kudus-Purwodadi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Rekaman cctv milik warga Desa Undaan Lor Gang 14 beredar di salah satu grup aplikasi pengirim pesan. Di mana rekaman tersebut memperlihatkan beberapa pengguna jalan, utamanya sepeda motor terjatuh dampak proyek Jalan Kudus-Purwodadi yang saat ini sedang diperbaiki. 

Sontak hal itu memicu kekhawatiran pengguna jalan ketika melewati jalur tersebut. Beragam pendapat dilontarkan yang mengeluhkan tidak adanya rambu peringatan, bahwa jalan di sana belum siap untuk dilalui kendaraan.

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Minimnya rambu peringatan proyek jalan menjadi faktor utama, banyak kendaraan yang terjatuh. Material bambu yang sebelumnya digunakan untuk rambu kini terlihat berserakan dan membahayakan bagi pengguna jalan. 

Padahal umur beton usai pengecoran, tepatnya di Desa Undaan Lor Gang 14 itu, baru 14 hari. Namun rambu sudah tidak terpasang dengan benar dan berserakan di tengah jalan hingga membahayakan bagi pengguna jalan. 

Saat dikonfirmasi Betanews, Pelaksana proyek perbaikan jalan dari CV Guna Karya Putra, Johan Wahyudi menegaskan, bahwa seluruh prosedur keamanan dalam pekerjaan proyek jalan yang tengah dikerjakan telah dijalankan sesuai prosedur. Bahkan ia mengaku, beberapa kali memperbaiki rambu yang menurutnya ditabrak oleh pengguna jalan dengan sengaja. 

“Kalau prosedur sudah kita jalankan. Berhubung tepat di depan (gang 14) sudah dibuka paksa warga, sehingga rambu tersebut sudah berserakan di tengah jalan. Karena kita bukan seenaknya membongkar rambu kalau memang jalan belum siap dilalui,” katanya, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya adanya geotexile atau kain selimut untuk jalan usai pengecoran masih terpasang di sana. Hal itu sebagai tanda bahwa jalan masih belum bisa dilalui oleh kendaraan. Beton kuat, ketika berumur 21 hari.

Meski begitu, ia menilai bahwa rekaman cctv itu pengguna jalan dianggap sengaja untuk menerobos jalan yang belum siap dilalui. Sebab katanya, masih terpampang rambu peringatan beserta batu material. 

“Kesalahan dari pengendara. Ada kesengajaan pengendara yang menerobos jalan baru, padahal ada rambu dan batunya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak adanya rambu peringatan untuk jalan yang belum siap dilalui itu karena sengaja dirusak oleh warga. Sehingga rambu yang sebelumnya terpasang beserta police line-nya kini sudah berserakan di tengah jalan. 

“Saat ini kami sudah memperbaiki rambu-rambu jalan yang sudah rusak, terutama di titik Desa Undaan Lor Gang 14. Termasuk semua arahan dinas terkait, sudah kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jawa Tengah, Budi Utomo mengaku sudah sering mengingatkan dan mengimbau agar selalu menjaga keselamatan pengguna jalan. Setiap lokasi pekerjaan diminta untuk dikasih rambu-rambu peringatan dengan dipasang scootligt atau lampu penerangan. 

“Dan rambu-rambu yg sudah rusak untuk di perbaiki, itu sudah sering kali kita ingatkan,” jelasnya. 

Baca Juga: Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

Menurutnya, rambu yang rusak sebenanrnya sudah diperbaiki dan rambu yang roboh ditata ulang. Meski begitu, ia menilai bahwa hal tersebut dilakukan kurang maksimal.

“Terutama untuk rambu-rambu peringatan yang bertuliskan (hati hati dan lain sebagainya) dan di kasih scootligt dan lampu kelap kelip,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Mampu Tekan Angka Pengangguran, BPKP Apresiasi Program Pendidikan Vokasi Gubernur Ahmad Luthfi

0
Penyerahan laporan BPKP Jateng kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang pada Selasa (28/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menilai, kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam memperkuat pendidikan vokasi dan membangun kemitraan dengan industri menunjukkan hasil positif.

Melalui program tersebut, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini mengalami penurunan.

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (BPS Jateng), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi ini pada Februari 2025 mencapai sebesar 4,33 % dari total angkatan kerja. Persentase tersebut menurun dari Agustus 2024 yang mencapai 4,78 %.

Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudra mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan, Pemprov Jateng serius dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Untuk semester I ini, laporannya sudah relatif baik. Pendidikan vokasinya diarahkan untuk mengurangi pengangguran,” ucap Buyung saat menyerahkan laporan BPKP Jateng kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang pada Selasa (28/10/2025).

Dikatakan doa, fokus pengawasan semester I tahun ini menyoroti empat aspek utama, yakni peningkatan akses dan kualitas lulusan vokasi, kemudian penguatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Selain itu juga optimalisasi penyerapan lulusan di kawasan industri, serta peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung percepatan penurunan pengangguran.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyambut baik laporan tersebut. Sejauh ini pihaknya gencar dalam menarik investor dari berbagai sektor. Ia juga mendorong agar investasi yang masuk banyak yang bersifat padat karya.

“Kita kembangkan padat karya, dengan harapan serapan tenaga kerja akan lebih banyak,” ujar Luthfi.

Dibeberkan Luthfi, lulusan sekolah vokasi banyak terserap di sejumlah perusahaan yang berada di kawasan industri.

Baca Juga: Upaya Pemprov Jateng Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Saat ini, pihaknya juga memaksimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“BLK juga kita disambungkan dengan perusahaan. Sehingga secara tidak langsung akan menekan tingkat pengangguran terbuka,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sekolah Kebanjiran, Siswa Ketitangwetan Terpaksa Diliburkan

0
SD Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati terendam banjir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sudah sepekan ini, banjir menggenangi Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Selain merendam ratusan rumah dan tempat ibadah, sekolah dasar (SD) juga ikut terdampak banjir tahunan tersebut. Imbasnya, para siswa terpaksa diliburkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pantauan di lokasi, sekolah yang berada di tengah permukiman warga ini terendam banjir dengan kedalaman air mencapai 75 centimeter. Tampak semua ruangan kelas sudah kemasukan banjir.

Baca Juga: PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

Di sana, para guru, warga, dan siswa terlihat membersihkan ruangan kelas. Mereka menata bangku dan mengevakuasi barang-barang, seperti buku ke tempat lebih tinggi agar tak terkena air banjir.

Guru SD Ketitangwetan, Dian Sofiana mengatakan, semua ruangan sekolah kemasukan air banjir, mulai dari ruangan kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, dan enam ruang kelas. Untuk itu, pihaknya kemudian meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sejak Senin (27/10/2025) kemarin.

“Akibat banjir, siswa kami diliburkan dulu. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena air cukup tinggi,” ungkapnya saat ditemui di sekolah, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar terganggu dan fasilitas sekolah cepat rusak. Bahkan, dia mengungkapkan, sekolah tersebut pernah kebanjiran 17 kali hanya dalam sebulan.

“Setiap tahunnya seperti ini. Bahkan pernah dalam satu bulan itu 17 kali banjir. Berarti sekolah 17 kali diliburkan gara-gara banjir,” kata Dian.

Baca Juga: Rumah Tua di Tlogoharum Pati Tiba-tiba Ambruk, Seorang Warga Terluka

Maka dari itu, pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian, agar sekolah dapat ditinggikan dan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal tanpa terganggu banjir. Mengingat, hampir setiap tahun Desa Ketitangwetan kebajiran.

“Harapan pihak sekolah kepinginnya ruangan itu ditinggikan supaya kalau ada banjir tidak terjadi seperti itu tiap bulannya,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Berkontribusi dalam Pembangunan

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai menjadi inspektur upacara peringatan ke-97 Hari Sumpah Pemuda tingkat provinsi di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa (28/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak kepada para pemuda di wilayahnya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjadi inspektur upacara peringatan ke-97 Hari Sumpah Pemuda tingkat provinsi di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Wagub Jateng Sebut Perlu Tambahan Pompa untuk Atasi Banjir Semarang

Menurutnya, pemuda memiliki energi lebih dalam rangka memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Untuk para pemuda, berikan warna kepada Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2045 nanti kalian adalah pemimpin-pemimpin masa depan, baik di Jawa Tengah maupun Indonesia,” kata Luthfi sebelum membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Adapun dalam amanat yang dibacakan oleh Ahmad Luthfi, disebutkan bahwa pemuda saat ini menghadapi tantangan zaman dan dunia yang bergerak cepat. Semangat yang diwujudkan oleh para pendahulu saat berkumpul dalam Kongres Pemuda 1928 harus diimplementasikan dalam tindakan nyata. Pemuda bukanlah pelengkap sejarah, melainkan penentu sejarah.

Sebagai informasi, upacara peringatan Sumpah Pemuda tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti oleh berbagai elemen pemuda. Di antaranya pelajar, mahasiswa dari berbagai universitas, organisasi pemuda lintas agama, serta zilenial Jawa Tengah.

Seorang peserta upacara, Guntur Pramudya mengatakan, bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda ini, diharapkan para pemuda dapat semakin cinta tanah air. Selain itu juga semakin meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, serta selalu semangat dalam membangun negara.

“Kita harus meningkatkan kapasitas diri agar dapat berkontribusi dalam membangun negeri,” ujar mahasiswa asal Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro tersebut.

Baca Juga: Upaya Pemprov Jateng Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Adapun setelah upacara, Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan kepada lima pemuda-pemudi pelopor di Jawa Tengah. Di antaranya juara 1 Bidang Pendidikan diberikan kepada Safira Mufida Azmi dari Kabupaten Karanganyar; Juara 1 Bidang Pangan kepada Ainun Nurusy Syahida asal Kabupaten Temanggung; Juara 1 Bidang Inovasi dan Teknologi kepada Ahmad Fajar Ivandra dari Kabupaten Magelang; Juara 1 Bidang Seni Budaya kepada Ashallom Daniel asal Kota Salatiga; Juara 1 Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata kepada Wulandari Lestari dari Kabupaten Pekalongan.

Dalam peringatan Sumpah Pemuda di Jawa Tengah tahun ini, juga dimeriahkan dengan berbagai acara. Di antaranya GubernurRun by Zilenial, pameran inovasi dan UMKM, serta talk show dan seminar kepemudaan. Seluruh acara tersebut digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dari pagi hingga malam hari.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Banjir Datang Lagi, Enam RT di Ketitangwetan Pati Terendam

0
Setelah sempat surut, banjir di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali naik. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Setelah sempat surut, banjir di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali naik. Sedikitnya enam RT di desa tersebut kembali terendam air akibat meluapnya Sungai Widodaren setelah diguyur hujan deras pada Senin malam (27/10/2025) hingga hari ini, Selasa (28/10/2025).

Dari pantauan di lapangan,  permukiman warga di beberapa titik masih tergenang air. Jalanan desa berubah menjadi aliran sungai kecil, sementara sejumlah rumah warga tampak terkurung genangan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 centimeter.

Baca Juga: PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

Naiknya debit air ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Batangan. Aliran air dari Sungai Widodaren tak mampu tertampung karena kondisi tanggul yang sebagian sudah rusak.

“Tadi malam sempat surut, tapi karena hujan lagi cukup deras, akhirnya air naik lagi dan merendam enam RT,” ujar Ismail, Sekretaris Desa Ketitangwetan, Selasa (28/10/2025).

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol.  Sebab, dalam sepekan terakhir, wilayah Ketitangwetan sudah dua kali dilanda banjir yang menyebabkan aktivitas warga terganggu.

Baca Juga: Rumah Tua di Tlogoharum Pati Tiba-tiba Ambruk, Seorang Warga Terluka

“Kami berharap ada perhatian terkait tanggul yang jebol, supaya warga tidak was was kalau hujan deras datang,” imbuhnya.

Di lokasi, tampak sejumlah warga terlihat masih berjibaku membersihkan rumah dari sisa lumpur, sementara lainnya mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Porvit Kudus Wakili Jateng di Livoli Divisi 1, Targetkan Tembus Semifinal

0
Tim bola voli Porvit Kudus kembali mengharumkan nama Jawa Tengah. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim bola voli Porvit Kudus kembali mengharumkan nama Jawa Tengah setelah sukses menjuarai Kejurprov Antar Klub Jateng dan berhak mewakili provinsi di ajang Livoli Divisi 1 yang digelar di Lamongan, Jawa Timur.

Pelatih Porvit Kudus, Zahrul Anam mengatakan, timnya telah beberapa kali tampil di Livoli Divisi 1, dan tahun ini mereka kembali bertekad untuk tampil lebih baik. Tim Porvit berambisi meraih prestasi gemilang demi promosi ke even yang lebih besar.

Baca Juga: PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

“Sebenarnya sudah beberapa kali Porvit main di Livoli Divisi 1. Tahun kemarin di Purwodadi kami ikut tapi hanya sampai delapan besar. Tahun ini kita masuk lagi, dan insyaallah tahun depan bisa tetap eksis di Livoli Divisi 1,” katanya melalui sambungan telepon, Selasa (28/10/2025).

Porvit Kudus yang turun di sektor putra menargetkan bisa lolos ke babak semifinal. Pasalnya, empat tim semifinalis Livoli Divisi 1 nantinya akan promosi ke Livoli Divisi Utama.

“Target kami masuk semifinal, karena empat tim di babak itu akan promosi ke divisi utama. Semua tim punya kekuatan yang hampir merata, karena di Livoli Divisi 1 ini diikuti oleh tim terbaik dari setiap provinsi,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan, untuk sektor putra terdapat 29 tim peserta, sementara sektor putri diikuti 25 tim. Masing-masing memperebutkan empat tiket promosi ke Livoli Devisi Utama.

Porvit Kudus sendiri saat ini tengah berjuang di fase grup. Setelah kalah tipis 3-2 dari Bukit Asam Palembang. Hari ini, laga melawan KWK Ponorogo menjadi penentu langkah tim Porvit untuk melaju ke babak 16 besar.

“Hari ini laga penentu untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Harapannya kita bisa mengambil poin penuh,” katanya.

Mengenai persiapan, ia mengakui timnya sempat menghadapi jadwal yang padat karena berbagai kompetisi di tingkat provinsi. Di antaranya Kejurprov Senior, Praporprov, dan Kejurprov U-19.

“Persiapan sudah kita lakukan dengan latihan dan instruksi rutin. Hanya saja memang cukup mepet karena di Jawa Tengah jadwal kejuaraan padat — dari Praporprov, Kejurprov antar klub, hingga Kejurprov U-19,” ungkapnya.

Baca Juga: Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Meski begitu, pihaknya tetap optimistis dengan performa anak asuhnya. Apalagi, Porvit Kudus berhasil mencatat prestasi gemilang sebagai juara di tiga kategori sekaligus di tingkat Jawa Tengah tahun ini. Mulai Praporprov, Kejurprov Senior, dan Kejurprov U-19 Antar Klub berhasil juara 1.

“Kita di Jawa Tengah kemarin triple winner. Jadi semoga tren positif ini bisa berlanjut di Livoli Divisi 1,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Guyang Cekathak Desa Colo, Kudus Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

0
Tradisi Guyang Cekathak di Colo. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tradisi Guyang Cekathak yang menjadi ciri khas Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional. Tradisi syarat makna tersebut dinobatkan sebagai WBTb berdasarkan hasil Sidang Penetapan Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Arief Zuli Tanjung menyampaikan, penetapan WBTb Tradisi Guyang Cekathak diberlakukan mulai Jumat (10/10/2025). Sebelum ditetapkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemaparan di Kementerian Kebudayaan pada 7 Oktober 2025.

Baca Juga: Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

“Dalam pemaparan itu, kami di sidang selama lima hari. Alhamdulillah pengusulan WBTb Tradisi Guyang Cekathak disetujui dan ditetapkan,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (28/10/2025). 

Kata Tanjung, penetapan itu, juga bebarengan dengan daerah lainnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Ia menyebut, Jateng merupakan daerah terbanyak yang mengusulkan WBTb di tahun ini. 

“Jumlah pengusulan Jateng ada sebanyak 53 pengusulan. Tapi yang ditetapkan ada 52, termasuk Tradisi Guyang Cekathak,” jelasnya. 

Guyang Cekathak, tuturnya, merupakan salah satu tradisi di Kabupaten Kudus yang masih dilestarikan di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Tradisi ini, menurutnya sudah ada sejak masa hidup Sunan Muria yang bermula saat terjadinya musim kemarau panjang dan kesulitan air.

“Masa itu, yang dimandikan adalah kuda Sunan Muria, namun karena kuda sudah tidak ada lagi. Maka tradisi masih dilestarikan dengan memandikan pelana kudanya, sebagai simbol keberkahan,” terangnya.

Ia menuturkan, tradisi yang masih lestari itu juga sebagai simbol harapan kepada pencipta agar diturunkannya hujan. Hingga saat ini, tradisi tetap dilestarikan karena merupakan peninggalan Sunan Muria berupa cekathak (pelana kuda).

Hal tersebut yang menjadikan nilai lebih untuk pengusulan WBTb lolos dan ditetapkan oleh tim juri. Dia berharap, dengan penetapan WBTb Tradisi Guyang Cekathak, masyarakat tetap nguri-uri tradisi yang ada sampai kapanpun.

Baca Juga: Pelatihan Berpikir Komputasional Hadir untuk Calon Pelatih PAUD Se-Indonesia

Tanjung menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menginventarisasi beberapa tradisi yang ada untuk diusulkan lagi. Termasuk melengkapi data dan memperkuat kajian yang mau diusulkan untuk dinobatkan sebagai WBTb nasional.  

“Salah satunya adalah keberadaan wayang klitik Wonosoco yang menjadi entitas kita, yang juga akan kita usulkan,” imbuhnya.  

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PSSI Pati Pasang Target Lolos Kualifikasi Porprov 2026

0
Ketua Umum Askab PSSI Pati Dian Dwi Budianto seusai audiensi dengan DPRD, Senin (27/10/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati menargetkan tim sepak bola Bumi Mina Tani lolos dari babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Pihaknya menyatakan, timnya telah siap untuk berlaga dan meraih hasil maksimal.

“Target kami memang lolos kualifikasi Porprov Jateng, sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi tim Kabupaten Pati,” ujar Ketua Umum Askab PSSI Pati Dian Dwi Budianto seusai audiensi dengan DPRD, Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Soal Jembatan Ambrol, Kades Pelemgede Berharap Perbaikan Segera Selesai

Dia mengaku, proyeksi membawa tim sepak bola yang menjadi duta Pati untuk berlaga di Porprov Jateng XVII/2026 disampaikan kepada wakil rakyat. Itu merupakan bagian dari program yang diupayakan keras terwujud oleh PSSI Pati tahun ini.

Sejauh ini, lanjut dia, tim Pati belum pernah lolos kualifikasi dan mendapat tiket berlaga di Porprov Jateng. Tahun ini, menurutnya kesempatan besar untuk mewujudkan target tersebut.

Tim Pati merupakan satu dari 22 kabupaten/kota di Jateng yang bersaing dalam kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung pada 2-19 November 2025. Tim Bumi Mina Tani berada dalam Grup D bersama Blora, Rembang, dan Demak.

Sementara dalam audiensi, pengurus Askab PSSI diterima Ketua DPRD Pati Ali Badrudin yang didampingi Ketua Komisi D Teguh Bandang Waluyo beserta jajarannya. Tampak pula Ketua Komisi C Joni Kurnianto yang hadir sebagai Dewan Penyantun Askab PSSI Pati.

“Kami menyampaikan semua program yang sudah dan akan dilaksanakan Askab PSSI Pati di hadapan dewan. Tujuannya untuk meminta dukungan agar semua program kami dapat sukses,” katanya.

Selain rencana menjalani laga kualifikasi Porprov, Dian mengaku juga menyampaikan sejumlah programnya. Di antaranya melakukan pembinaan dengan mendukung keberlangsungan persatuan sepak bola (PS) dan sekolah sepak bola (SSB) di Pati.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Ketitangwetan Pati Ngadu ke Presiden Prabowo

“Program ini konsisten kami jalankan. Karena menjadi salah satu sarana untuk memunculkan talenta pesepakbola berbakat. Sekaligus untuk melahirkan pemain berkelas regional dan nasional,” ungkapnya.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menyatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Askab PSSI memajukan sepak bola daerah. Mulai dari pembinaan pemain muda hingga target-target pencapaian prestasi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Jadi Percontohan Nasional, Bupati Sam’ani Dukung Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mendukung adanya program Implementasi Berpikir Komputasional di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diinisiasi oleh Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal serta Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTK PG). 

Pihaknya bersyukur serta berterimakasih kepada Bhakti Pendidikan Djarum Foundation atas fasilitasi “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD” yang digelar di Kudus, mulai Senin-Jumat (27-31/10/2025). Menurutnya dengan adanya program tersebut, Kudus sebagai percontohan dalam penerapan program secara nasional. 

Baca Juga: Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

“Semoga sistem komputasional ini bisa meningkatkan pola pikir anak di tingkat PAUD dan jenjang pendidikan lainnya, sehingga anak didik lebih paham bagian-bagian. Ini merupakan cara berpikir yang bagus tidak tergantung pada sistem tapi tergantung pada step by step nalar, logika, kreatif dan adaptif anak,” katanya, Senin (27/10/2025).

Dia berharap, sistem program pendidikan tersebut dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan, terutama di Kabupaten Kudus. Sebab menurutnya, berpikir secara komputasional sangat dibutuhkan di semua kagitan. 

“Kalau bisa nanti setiap sekolah semua jenjang paud SD SMP SMA bahwa berpikir secara komputasional ini sangat digunakan untuk semua kegiatan, termasuk untuk mata pelajaran. Sehingga anak didik paham tentang detail pembelajarannya dapat teranalisis secara baik apa yang menjadi persoalan di sekolahan itu,” jelasnya.

Sam’ani berkomitmen akan memberlakukan program tersebut di semua satuan PAUD di Kudus. Sebab menurutnya, program itu menjadi kebutuhan yang terkoneksi adanya Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Bunda PAUD Kudus, Endhah Endhayani menegaskan, dasar manfaat komputasional berimbas pada pemikiran anak yang secara cepat dalam menyelesaikan masalah. Sehingga anak tidak perlu dipaksa untuk bisa menguasai semuanya. 

“Jadi tidak kita paksa anak untuk bisa menguasai semua keinginan kita. Harus pelan-pelan dan salah satu solusinya anak bisa mengatasi permasalahan sendiri ya dengan sistem program ini,” ujarnya. 

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025 Berakhir, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 M

Terpisah, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto manambahkan, berpikir komputasional merupakan salah satu upaya meningkatkan empat aspek kompetensi guru. Yakni profesional, pedagogik, sosial, dan personal (kepribadian). 

“Melalui komputasional ini, guru-guru dilatih untuk mengembangkan, pertama bahan ajar, tujuan mengajar, mengorganisasi belajar, dan mengevaluasi belajar. Arahnya adalah membekali anak didik untuk berpikir secara sistematis, kreatif, logis, dan mampu memecahkan masalah,” terangnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pelatihan Berpikir Komputasional Hadir untuk Calon Pelatih PAUD Se-Indonesia

0
Puluhan para calon pelatih jenjang PAUD dari 15 provinsi di Indonesia berkumpul di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti program “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD”. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan para calon pelatih jenjang PAUD dari 15 provinsi di Indonesia berkumpul di Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti program “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD”, yang berlangsung sejak Senin (27/10/2025) hingga Jumat (31/10/2025) mendatang. 

Mereka akan mendalami konsep berpikir komputasional dan implementasinya, yang sejalan dengan langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendorong Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). 

Baca Juga: Dinkes Kudus Fasilitasi Pengurusan SLHS Dapur MBG

Acara seremoni pembukaan “Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD” berlangsung di Wisma Djarum, Senin (27/10/2025). Pelatihan ini melibatkan 8 guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai dua daerah yang telah lebih dulu konsisten mengembangkan dan mengimplementasikan berpikir komputasional pada jenjang PAUD.  

Dalam proses penyusunan panduan dan materi pelatihan, delapan guru tersebut didampingi oleh Ketua  Kelompok Kerja PAUD Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM), Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, serta di-review oleh Tim Bebras Indonesia. Sebuah inisiatif internasional yang mempromosikan keterampilan berpikir komputasional sejak dini. 

Panduan dan materi pelatihan yang dihasilkan juga akan menjadi salah satu rujukan bagi pengembangan pelatihan dan diseminasi berpikir komputasional di jenjang PAUD pada tahap selanjutnya, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

Sejak 2023, lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD telah mengintegrasikan berpikir komputasional dalam pembelajaran sehari-hari, melalui pendampingan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten (Disdikpora) Kabupaten Kudus dan Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus yang didukung oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. 

Sementara itu di Kabupaten Sumbawa Barat, pendekatan berpikir komputasional telah diterapkan oleh 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD yang difasilitasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sejak tahun 2023. 

Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto menyampaikan, pengembangan kapasitas guru dalam implementasi berpikir komputasional menjadi program prioritas. Sebab berpikir komputasional, anak diharapkan bisa memecahkan masalah sesederhana mungkin.

“Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Peran guru PAUD sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini — kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif, yang menjadi dasar untuk memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang,” bebernya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengapresiasi inisiatif program pelatihan untuk calon pelatih ini yang terselenggara di Kudus dan diharapkan dapat memberi manfaat lebih luas ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.  

“Semoga dengan pelatihan ini, guru-guru di Kabupaten Sumbawa Barat bisa berkolaborasi dengan guru-guru dari Kabupaten Kudus. Sehingga pelatihan ini menjadi bekal para guru PAUD dari daerah lainnya untuk mengajarkan anak-anak tentang menerapkan cara berpikir komputasional,” ungkpanya.

Kerjasama itu, katanya, sangat baik antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi oleh Djarum Foundation, Amman Mineral, dan Inspirasi Foundation. Ke depannya ia berharap, agar program ini menjadi program yang berkelanjutan.

Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio menuturkan, pelatihan tersebut dapat meluruskan miskonsepsi, bahwa berpikir komputasional adalah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun lewat kegiatan sehari-hari. Contohnya, dalam pembiasaan cucu tangan atau bermain lompat karet. 

“Yang menjadi pembedanya adalah cara guru memberikan contoh dan pertanyaan pemantik untuk membangun cara berpikir anak dalam suatu kegiatan. Pengalaman dari Kudus maupun Sumbawa Barat menunjukkan, proses berpikir komputasional ketika diterapkan secara konsisten, akan meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak,” jelasnya. 

Secara terpisah, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Priyo Pramono menambahkan, program ini menjadi fondasi kuat untuk membentuk karakter anak demi mempunyai pola pikir yang adaptif. Semakin dinu ditanamkan, maka akan semakin berdampak besar bagi perkembangan pola pikir anak.

“Dengan kolaborasi bersama pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi, kami berharap langkah ini dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

Sebagai informasi, Pelatihan Calon Pelatih diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari guru PAUD, kepala sekolah dari 15 provinsi di Indonesia. Di antaranya Kalimantan dan Sumatera hingga Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa, serta perwakilan dari Direktorat Guru PAUD dan PNF, Direktorat PAUD dan UPT Ditjen GTK dan PG dari Provinsi Jawa Tengah dan NTB. 

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025 Berakhir, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 M

Selama pelatihan, peserta akan mempelajari konsep berpikir komputasional dan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum nasional PAUD melalui pendekatan pembelajaran mendalam. Pelatihan juga mencakup praktik langsung dan kunjungan ke 4 satuan PAUD percontohan di Kudus yang telah mengimplementasikan berpikir komputasional. 

Melalui serangkaian aktivitas ini, guru yang terlibat diharapkan mampu menjadi pelatih, yang akan melakukan diseminasi kepada lebih banyak guru di daerah-nya masing-masing.  

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -