Beranda blog Halaman 154

Tinjau Korban Banjir, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025).

“Hari ini kita memastikan bahwa semua OPD (organisasi perangkat daerah) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang bergerak bersama-sama. Kita pastikan semua bantuan dari dinas-dinas terkait tepat sasaran, itu penting,” kata Ahmad Luthfi di Kantor Kecamatan Genuk.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Jateng dan Jatim Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Total bantuan yang diserahkan sebanyak Rp410.453.526. Terdiri dari bantuan logistik permakanan dan non-permakanan, termasuk beras 2,5 ton, serta obat-obatan.

“Semuanya dari sembako, obat-obatan, permakanan, serta donasi-donasi yang lain. Diharapkan tepat sasaran sehingga masyarakat kita bisa lebih berdaya,” katanya.

Selain itu, layanan kesehatan pascabanjir juga dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah Kota Semarang. Layanan kesehatan itu disiagakan selama 1×24 jam.

“Posko-posko kesehatan juga ada, ini saya mau cek,” ujarnya didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Salah seorang Warga Genuksari, Ririn menyampaikan, berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Bantuan berupa beras, sembako, dan lainnya itu sangat membantu, apalagi ia sudah tidak jualan selama satu pekan.

“Terima kasih sekali atas bantuannya. Tidak terduga-duga ini dapat bantuan. Kondisi rumah aman, cuma depannya penuh air. Bantuan ini membantu karena tidak bisa jualan selama seminggu. Akses jalan banjir semua,” ujarnya.

Camat Genuk, Pranyoto mengatakan, bantuan seperti sembako dan logistik lainnya termasuk obat-obatan memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pascabanjir.

“Harapannya tentu tidak ada banjir lagi setelah ini. Kondisi sekarang tidak ada pengungsi di Kecamatan Genuk,” katanya.

Baca Juga: Pemprov Jateng dan Kepolisian Atur Lalu Lintas di Titik Banjir, Kemacetan Jalur Demak-Semarang Mulai Terurai

Sebagai informasi, Sejumlah upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengatasi banjir di Kota Semarang, di antaranya pendirian dapur umum, penambahan pompa penyedot air, bantuan logistik, petugas untuk mengatur lalu lintas, dan sebagainya.

Ahmad Luthfi juga sudah menginstruksikan kepada seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk terus memantau dan mengambil langkah cepat. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk penanganan, termasuk membuat sodetan-sodetan di lokasi banjir, harus disiapkan dengan matang, mengingat kondisi cuaca masih tidak menentu.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Viral di Tiktok, Es Teler Amanda dan Odang Odeng Diserbu Pemuda Kelet

0
Outlet Es Teler Amanda & Odang Odeng di Kelet, Jepara. Foto: Melly Andila Putri

BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang senja di Jalan Raya Kelet, Jepara, aroma gurih bercampur asam pedas tercium dari sebuah outlet sederhana yang tampak selalu ramai pengunjung. Outlet bertuliskan “Es Teler Amanda & Odang Odeng” itu kini menjadi tempat nongkrong baru yang sedang naik daun di kalangan anak muda Kelet.

Eva (26), pemilik sekaligus peracik utama, mengatakan, eski terbilang baru, usaha tersebut sudah viral di media sosial, terutama TikTok.

Baca Juga: Awet Tanpa Pengawet, Bubur Eni Terjual Puluhan Kilogram Sehari

“Odang odeng di sini beda dari yang lain. Kuahnya tom yam, rasanya asam, pedas, dan gurih. Pelanggan bisa ambil sendiri, sistemnya prasmanan,” ujar Eva saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tak hanya menu kuah pedasnya, es teler Amanda juga jadi primadona. Campuran buah-buahan premium dan kuah susu yang baru dibuat saat dipesan, membuat sensasi segarnya berbeda.

“Es teler di sini benar-benar fresh, creamy, dan buahnya nggak asal-asalan,” tambahnya.

Menurutnya, dengan harga Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk es teler dan Rp5.000 hingga Rp20.000 untuk odang odeng, pelanggan merasa puas dengan cita rasa yang sebanding. Ia mengaku, setiap hari buka mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB dan nyaris tak pernah sepi pembeli.

Eva bercerita, bahwa ide awal muncul setelah melihat temannya berjualan odang odeng di Tayu. Melihat usaha temannya yang selalu ramai pembeli, akhirnya ia memutuskan untuk ikut membuka usaha yang sama.

“Saya lihat teman jualan di Tayu rame banget. Di Kelet belum ada yang jual, akhirnya saya coba buka bareng teman. Nggak nyangka viral lewat TikTok,” ungkap Eva.

Video-video buatan Eva di TikTok menampilkan proses pembuatan es teler dan odang odeng dengan tampilan menggugah selera. Alhasil, strategi promosi kreatif ini berhasil menarik perhatian warganet dan mendatangkan pelanggan baru setiap harinya.

Meski usahanya tergolong baru, Eva sudah memegang prinsip yang kuat dalam berbisnis. Baginya, kesuksesan bukan hanya soal omzet, tapi soal kepercayaan. Itulah yang membuat pelanggan kembali lagi dan lagi.

“Saya bersaing dengan sehat. Yang penting jaga kualitas makanan, ramah sama pelanggan, dan jangan pernah asal-asalan. Pelanggan tahu mana yang tulus dan mana yang asal jualan,” tegasnya.

Baca Juga: Kukusan Ami, Kuliner Sehat yang Selalu Ramai di Timur Alun-alun Tayu Pati

Eva juga menambahkan, melihat usahanya yang sudah semakin dikenal, ia berencana untuk buka cabang.

“Semoga usaha ini bisa konsisten, makin ramai, dan berkembang lebih baik. Kalau bisa nanti buka cabang juga,” ujarnya sambil tersenyum.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kholik, Pengusaha Ronde yang Sukses Buka Tiga Cabang di Pati

0
Wedang Ronde di tepi Jalan P Diponegoro Nomor 29, Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati. Foto: Wulan Divatia Dewi

BETANEWS.ID, PATI – Malam itu, di tepi Jalan P Diponegoro Nomor 29, Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, asap tipis dari rebusan jahe berpadu tawa ringan para pembeli yang duduk di bangku plastik hadir dari sebuah gerobak kuning bertuliskan “Wedang Ronde Cabang Kajen”.

Dari balik gerobak, Kholik (35) bercerita, wedang ronde racikannya sebenarnya menggunakan bahan-bahan sederhana.

Baca Juga: Dari Jualan Kunir Asem hingga Dirikan Rumah Belajar, Kisah Syarifah Raih IPK Hampir Sempurna

“Paling bola-bola tepung ketan berisi kacang tanah. Penyajiannya kapai kuah jahe hangat dengan taburan kacang, kolang-kaling, dan potongan roti,” terangnya.

Kholik mengaku sudah berjualan wedang ronde sejak tahun 2013 saat masih merantau di Jakarta. Dari pengalaman itulah, ia dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk pulang kampung dan membangun usaha serupa di tanah kelahiran.

“Dulu saya jualan di Jakarta dari tahun 2013. Nah, mulai 2024, muncul ide buat pulang kampung. Kami buka cabang di Kajen Margoyoso, terus di Tayu juga, alhamdulillah sekarang ada di Wedarijaksa,” tutur Kholik saat ditemui, Sabtu (5/10/2025).

Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari wedang ronde susu madu, skoteng, susu jahe madu, wedang jahe, STMJ, hingga jus pinang. Semua disajikan dengan harga yang terjangkau, mulai Rp5.000 hingga Rp12.000 per porsi.

Baca Juga: Cerita Atlet Sambo Banten, Gagal Jadi Pramugari, Sukses Raih Emas di PON Bela Diri Kudus 2025

Setiap hari, gerobak kuning ini buka dari pukul 17.00 hingga 00.00 WIB. Dalam satu malam, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp600 ribu.

“Kalau pendapatan ya bisa naik turun sih, tergantung cuaca dan jumlah pengunjung. Tapi ya alhamdulillah banyak larisnya,” tambahnya.

Penulis: Wulan Divatia Dewi, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gurihnya Keripik Singkong Buatan Ibu-ibu Jepara, Bisa Produksi 100kg Sehari

0
Usaha kripik milik Siti Kunsururoh (43) di Desa Dongos RT 3 RW 4, Kecamatan Kedung. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sejak pagi, puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) di desa sekitar Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara datang ke kediaman Siti Kunsururoh (43) di Desa Dongos RT 3 RW 4, Kecamatan Kedung. 

Dengun penuh semangat, mereka mengolah ratusan kilogram singkong markonah menjadi keripik singkong siap jual dan siap makan. Sebelum diolah, singkong markonah yang memiliki kandungan racun dan bercita rasa pahit, dikupas kemudian dicuci bersih. 

Baca Juga: Pernah Rugi Ratusan Juta Rupiah, Purnomo Kini Sukses Geluti Budidaya Jamur, Hasilkan 100 Kg per Hari

Singkong kemudian dipotong tipis menggunakan alat khusus, lalu direndam dengan air selama 2 hari 2 malam. Perendaman itu berfungsi untuk menghilangkan racun serta rasa pahit. 

Setelah direndam, singkong direbus menggunakan tungku kayu hingga warnanya berubah menjadi bening. Potongan singkong kemudian ditata dalam tampah berbahan bambu untuk selanjutnya dijemur di bawah terik matahari. 

Dalam sehari, industri keripik singkong rumahan bernama Keripik Singkong 57 Jaya milik Siti Kunsururoh itu mampu memproduksi satu kwintal atau 100 kg keripik singkong per hari. 

Siti Kunsururoh bercerita, industri skala rumahan itu ia rintis bersama suaminya, Suparno sekitar 20 tahun yang lalu.  

“Sudah 20 tahun, dulu ngerintis sendiri sama suami. Belajar sendiri, tanya sama orang-orang tua, karena di Dongos ini kan memang banyak yang produksi kripik singkong,” ujar Siti pada Betanews.id, Sabtu (25/10/2025). 

Selain memproduksi sendiri, Siti yang juga menjual keripik singkong siap makan juga menerima keripik singkong mentah buatan para tetangganya.  

Untuk keripik singkong mentah, ia jual dengan harga Rp15 ribu per kg, sementara yang siap makan ia jual dengan harga Rp35 ribu per kg. 

“Kemasan kecil juga ada, Rp6 ribu per bungkus, itu dari 1 kg saya jadikan 7 kemasan,” kata Siti. 

Dari penjualan kripik singkong, dalam sehari Siti biasanya mampu mendapat laba bersih sekitar Rp200-300 ribu per hari. 

Laba itu berasal dari modal yang setiap harinya ia putarkan untuk membeli bahan baku serta operasional sebesar Rp10 juta. 

Untuk membeli bahan baku, Siti membutuhkan modal sebesar Rp1 juta per hari. Modal itu ia gunakan untuk membeli 500 kg atau 20 karung singkong markonah, dengan harga Rp50 ribu per karung. 

“Kendalanya ini dimodal, untuk bisa produksi butuh modalnya paling ngga Rp10 juta. Pernah ngajakan KUR (Kredit Usaha Rakyat) tapi ditolak,” ungkap Siti. 

Siti mengaku, membutuhkan bantuan modal sebab usaha yang ia rintis secara mandiri itu, tidak hanya menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarganya. Tetapi juga bagi 20 karyawannya yang semuanya merupakan ibu rumah tangga dan sudah menjadi janda. 

Baca Juga: Bamantara Guppy Farm, Hobi yang Berubah Jadi Sumber Rezeki 

Mereka tidak hanya berasal dari Desa Dongos, tetapi juga dari desa sekitar yaitu Desa Troso, Desa Menganti, Desa Sowan, dan Desa Petekeyan.  

“Karyawan ada 20, semuanya ibu-ibu, janda semua dan kebanyakan sudah lansia. Produksinya setiap hari, karena kalau ngga produksi kasian karyawan, mereka mengendalkan kebutuhan sehari-hari dari kerja di tempat saya,” beber Siti.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bonsai Santigi Milik Wayan Ternyata Pernah Ditawar Rp200 Juta

0
Bonsai santigi milik Wayan Wibowo Putra. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bonsai santigi milik Wayan Wibowo Putra menjadi pemenang lomba bonsai Pameran Nasional Bonsai 2025, di Balai Jagong, Kudus. Bonsai milik pria asal Rembang itu meraih best in show dan best in class.

Bonsai tersebut disebut Wayan pernah ditawar dengan harga fantastis, Rp200 juta.

Baca Juga: Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

“Pohon santigi ini saya beli dari Rembang sekitar satu tahun lalu. Dulu belinya Rp80 juta, dan penawaran terakhir kemarin Rp200 juta, tapi belum saya kasih ke pembeli,” bebernya, Sabtu (25/10/2025).

Santigi miliknya kini menjadi primadona di berbagai ajang pameran bonsai. Dalam dua kali ajang Pamlog, bonsainya meraih juara, bahkan di Pamnas pertama kali berhasil menyabet best in show.

“Untuk keseluruhan lawan-lawan di sini bagus semua, jadi waktu dapat Best Madya itu juga saya nggak menyangka. Bersyukur sekali,” tuturnya.

Menurut Wayan, bonsai santigi memiliki keistimewaan pada daun, batang, dan usianya. Pohon yang ia rawat kini diperkirakan berusia sekitar delapan tahun sejak dari pemilik lama. Meski indah, perawatan santigi tak mudah.

“Perawatannya lumayan susah, harus stabil dari segi cuaca, kesuburan daun, dan airnya juga. Penyiraman rutin dua kali sehari dengan air tawar, dan sebulan sekali pakai air laut supaya daun tetap segar,” jelasnya.

Selain air laut, pupuk juga menjadi kunci perawatan agar santigi tetap subur. “Kuncinya perawatan saja. Harga bonsai tinggi tergantung karakter pohon, kesuburan, dan bentuknya. Kalau dirawat bagus, 3–4 tahun bisa naik banyak nilainya,” jelasnya.

Kini, Wayan memiliki lebih dari 50 bonsai santigi di rumahnya. Ia mengaku mulai serius menekuni hobi ini sejak awal 2024 setelah diajak temannya melihat pameran bonsai. 

“Awalnya cuma penasaran, ternyata daya jualnya bagus juga. Lama-lama jadi suka dan serius ngerawat,” katanya.

Baca Juga: Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

Menurutnya, di antara berbagai jenis bonsai, santigi memiliki nilai jual tertinggi. Hal tersebut menjadi alasan utama, puluhan bonsai yang dimilikinya adalah jenis santigi. 

“Kalau menurut saya, jenis yang paling tinggi harganya ya santigi. Karakternya unik, daun kecil, batang tua, dan kesannya hidup di alam liar,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Karate, Ju-jitsu, dan Wushu Jadi Kunci Perburuan Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

0
Salah satu pertandingan PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menyisakan perburuan medali di tiga cabang olahraga, yaitu karate, ju-jitsu, dan wushu. Pada Sabtu (25/10/2025), tiga cabang olahraga ini menjadi bidikan para atlet dari berbagai kontingen provinsi demi menjaga asa meraih gelar juara umum dalam ajang multi-event nasional yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut.

Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, menuturkan persaingan sengit meraih gelar juara umum sangat terasa di tiga cabang olahraga tersebut, yang merupakan cabor tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025. Sebelumnya, pada tahap pertama yakni Minggu (12/10/2025) hingga Kamis (16/10/2025) sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan yakni taekwondo, gulat, tarung derajat, dan judo. Sementara pada tahap kedua mempertandingkan pencak sIlat, sambo, dan shorinji kempo, pada Jumat (17/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: Liga 4 Tak Jadi Bergulir di Pati

“Kalau melihat tabel klasemen perebutan medali, memang menarik sekali, jarak beberapa kontingen sangat rapat sehingga juara umum masih terbuka lebar. Ini membuat peta persaingan semakin ketat, khususnya di cabang olahraga wushu yang masih akan mempertandingkan beberapa nomor di hari terakhir,” ujar Ryan saat sesi jumpa pers pada Sabtu (25/10/2025).

Sinyal ketatnya persaingan perburuan medali pada tahap ketiga PON Bela Diri Kudus 2025 terlihat dari kontingen Jawa Timur (Jatim), yang berhasil mendominasi perolehan medali emas sementara pada cabang olahraga wushu sejak Jumat (24/10/2025). Dari delapan medali emas yang diperebutkan pada nomor taolu – kung fu, Jatim berhasil memborong setengah lusin keping emas sekaligus.

Sehari kemudian, Sabtu (25/10/2025), Jatim kembali menambah dua medali emas melalui Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah di nomor jian shu putra dan Jennifer Tjahyadi di nomor gun shu putri. Jatim kini memimpin klasemen sementara perolehan medali wushu dengan 12 medali yang terdiri atas delapan medali emas, tiga medali perak, serta satu perunggu.

Daffa dan Jennifer kembali melanjutkan tren positif setelah sehari lalu masing-masing atlet sukses merebut medali emas di nomor chang quan putra dan putri. Jennifer pun meluapkan rasa gembiranya atas pencapaian dua keping emas yang berhasil diraih dalam dua hari terakhir.

“Saya bangga bisa menyumbangkan dua medali emas untuk Jawa Timur, tetapi perjuangan belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi besok. Semoga saya bisa tetap tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jawa Timur,” katanya.

Hampir senada dengan Jennifer, Daffa juga mengungkapkan rasa syukur atas raihan medali emas keduanya dari tiga nomor yang diikuti. Ia menilai, kunci keberhasilannya tidak semata berasal dari kemampuan pribadi, melainkan juga dari kekompakan tim yang solid. Dukungan pelatih, rekan-rekan atlet, serta para pengurus yang terus memberikan semangat.

“Tim yang tidak terlihat di lapangan itu, bagi saya, juga menjadi hal penting dari kemenangan seorang atlet,” ujar sang “Golden Boy”.

Sementara, Ketua Pengurus Provinsi Wushu Jatim HM Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, target delapan medali emas yang dicanangkan sejak awal akhirnya tercapai. Meski demikian, ia menegaskan para atlet tetap harus rendah hati, mengingat masih ada lima nomor pertandingan yang berpeluang menambah koleksi medali.

“Jadi saya sampaikan ke rekan-rekan atlet dan ofisial, jangan jadikan target ini menjadi beban, tapi justru menjadi inspirasi. Bermain lepas, jangan terlalu tertekan,” ujar pria berkacamata yang karib disapa Andi ini.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Ngatino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum penting yang mampu membangkitkan kembali semangat para atlet yang telah lama berlatih dan menantikan kesempatan untuk unjuk kemampuan di level nasional.

Bagi PBWI, ajang yang berlangsung pada 11-26 Oktober ini menjadi kesempatan penting untuk menjaring dan menggali potensi atlet-atlet berbakat. Data dan rekam jejak para atlet pada ajang multi-event ini juga menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses pemanggilan ke pelatnas.

“PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi bagian pengamatan kami dalam menilai dan mengambil atlet berdasarkan record pertandingannya,” jelasnya.

Sementara itu, menukil perebutan medali di cabang olahraga karate, sebanyak 242 karateka dari berbagai provinsi di Tanah Air beradu ketangkasan untuk memperebutkan total 60 medali. Satu di antara ratusan karateka yang berlaga di Djarum Arena adalah atlet muda asal Kudus, Muhammad Dzaka Hibatullah, yang mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Jateng pada PON Bela Diri Kudus 2025.

Bertanding di nomor kumite -75 kg putra, Dzaka tampil percaya diri sejak babak penyisihan. Langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari atlet pelatnas asal Jatim, Ignatius Joshua Kandou. Meski gagal menembus partai final, pencapaian Dzaka tetap menjadi sumber kebanggaan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat Kudus.

Debut di hadapan publik sendiri memberi semangat tersendiri bagi Dzaka. Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh pada ajang multi-cabang ini. Meski di babak awal lawan-lawan yang dihadapinya tampil kuat, ia terus mendapatkan arahan dari pelatih untuk tetap tampil tenang dan menikmati permainan agar performanya bisa maksimal.

“Walaupun cuma perunggu, tapi ini sudah hasil terbaik,” Dzaka, sumringah.

Sementara, Umar Syarief, legenda karate Indonesia yang hadir di Djarum Arena, mengapresiasi pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 yang disebutnya sebagai gebrakan luar biasa dalam upaya membangun ekosistem kompetisi cabang olahraga bela diri di Tanah Air. Ia berharap kegiatan yang digagas KONI Pusat bersama Djarum Foundation itu tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Umar juga menekankan pentingnya keberlanjutan kompetisi sebagai wadah bagi atlet-atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat mental bertanding.

“Semua prestasi itu datang dari bawah. Kalau mau membangun, ya harus ada kompetisi seperti ini. Kita berikanlah ruang bertanding, karena dari situ atlet naik ke nasional, lalu ke multi-event seperti SEA Games dan Asian Games,” ujarnya.

Pada daftar akhir perolehan medali cabang olahraga karate, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan total enam medali yang terdiri atas tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu). Jawa Barat (Jabar) menyusul di peringkat kedua dengan tujuh medali (2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), sementara Sulawesi Selatan melengkapi tiga besar lewat raihan enam medali (2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu).

Adapun pada daftar terakhir perolehan medali cabang olahraga ju-jitsu, kontingen Jawa Timur menempati posisi teratas dengan raihan delapan medali (5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua terdapat Jawa Barat dengan 11 medali (4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu), disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan enam medali (4 emas dan 2 perunggu). Sementara itu, Jawa Tengah menempati posisi keempat dalam klasemen akhir dengan 1 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.

Kilas Balik Perolehan Medali dari Tujuh Cabang Olahraga

Menjelang hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 pada Minggu (26/10/2025), tujuh cabang olahraga telah merampungkan pertandingan. Gulat dan judo menjadi dua cabang olahraga yang menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya pada tahap pertama PON Bela Diri Kudus 2025 pada Selasa (14/10/2025).

Jatim menempati posisi teratas klasemen akhir pada cabang olahraga gulat dengan raihan total 10 medali (6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua, Jateng mengumpulkan 15 medali (5 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), disusul Jabar di peringkat ketiga dengan sembilan medali (3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu).

Adapun pada cabang olahraga judo, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan raihan 15 medali, (7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu). Jabar di peringkat kedua dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, dan 7 perunggu), sementara Bali melengkapi tiga besar dengan torehan 11 medali (3 emas, 3 perak, dan 5 perunggu).

Begitu pun dengan rangkaian pertandingan pada cabang olahraga taekwondo yang rampung pada hari yang sama, Selasa (14/10/2025). Kontingen Jabar menempati peringkat teratas dalam klasemen terakhir perolehan medali taekwondo dengan raihan 14 medali (10 emas dan 4 perunggu). Jateng, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu).

Sementara pada Kamis (16/10/2025), kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan sejarah dengan menempati posisi teratas daftar perolehan medali terakhir cabang olahraga tarung derajat. Para atlet tarung derajat NTB memborong sembilan medali (5 medali emas, 3 perak, 1 perunggu).

Setelah NTB, posisi tiga besar perolehan medali akhir tarung derajat dilengkapi oleh Bali di urutan kedua dengan tujuh medali (3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Jawa Timur menempati peringkat ketiga dengan enam medali (3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu).

Pencak silat, sambo, dan shorinji kempo, menjadi tiga cabang olahraga yang mengisi tahap kedua penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Jateng menegaskan dominasinya pada cabang olahraga sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025.

Peringkat kedua pada cabang olahraga ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu), dalam daftar perolehan medali terakhir.

Baca Juga: Kalah di Tiga Laga Terakhir, Manajemen Persijap Bakal Evaluasi Tim

Pencak silat juga menjadi lumbung medali bagi kontingen Jateng dengan perolehan setengah lusin keping emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas daftar perolehan medali terakhir, dengan catatan lima medali (2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu).

DKI Jakarta keluar menempati posisi teratas tabel medali terakhir pada cabang olahraga shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jabar menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu).

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Berkah PON Bela Diri Kudus 2025, Sate Kambing Tejual 2 Ribu Tusuk Per hari

0
Senyum penjual sate kambing di ajang PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 juga berdampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Kudus terutama para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Para pekaku UMKM merasa mendapat berkah, karena jualan laris manis.

PON Bela Diri Kudus 2025 di yang digelar Djarum Arena, Kaliputu, Kudus merupakan kerja sama antara Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memang menyediakan belasan stand gratis untuk pelaku UMKM.

Baca Juga: Penerimaan Bea Cukai Kudus Tercapai Rp29,9 T, Masih Jauh dari Target Rp48 T

Terlihat setiap hari, terutama jam istirahat siang stand-stand UMKM yang disediakan selalu ramai pembeli. Satu di antaranya adalah stand sate dan gulai kambing Pak Ahmad yang setiap hari penjualan laris manis.

Putra Pak Ahmad yakni Ahmad Riyadi (34).mengatakan selama berjualan di gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 cukup laris. Setiap hari rata-rata mampu menjual sampai 2 ribu tusuk sate kambing.

“Kita berjualan sejak hari pertama PON Bela Diri Kudus 2025, mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB. Seharinya kami mampu menjual 2 ribu tusuk sate kambing atau kurang lebih 200 porsi,” ujarnya saat ditemui di stand, Sabtu (25/10/2025).

Dia mengungkapkan, menjual sate kambing di even PON Bela Diri Kudus 2025 dengan harga Rp50 ribu per porsi. Sementara gulai dijual dengan harga Rp40 ribu seporsi. Sajian sate dan gulai sudah bersama nasi putih.

“Penjualan sate dan gulai kambing selama gelaran PON Bela Diri Kudus cukup laris. Dan kami berterima kasih kepada Djarum Foundation yang memberikan stand gratis bagi UMKM, termasuk kami. Kami berharap, ke depan bisa dilibatkan lagi ketika ada event-event olahraga di Kudus,” harapnya.

Penjualan cukup laris juga terjadi pada Soto Kerbau Djatmi. Makanan khas Kabupaten Kudus tersebut cukup diminati para atlet dan pengunjung.

Penjaga stand yakni Rusmiati menuturkan, banyak pengunjung dari lain daerah yang datang untuk mencicipi enaknya Soto Kerbau Djatmi. Menurutnya, hampir seluruh kontingen yang datang ke PON Bela Diri Kudus 2025

“Penjaualannya cukup laris.Rata-rata kami mampu menjual 150 porsi soto kerbau per hari,” ujarnya.

Baca Juga: Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

Untuk bisa menikmati Soto Kerbau Djatmi para pengunjung hanya cukup membayar dengan harga Rp15 ribu seporsi. Harga tersebut belum termasuk minum dan lauk lainnya seperti begedel, tempe goreng maupun kerumpuk rambak (kulit kerbau).

Gelaran PON Bela Diri Kudus beberapa kali disebut berdampak pada perekonomian, baik dari pihak Djarum Foundation maupun Bupati Kudus. Selain UMKM, kamar hotel, wisma maupun kos-kosan di Kudus hampir semuanya penuh. Travel juga ramai disewa oleh para kontingen peserta PON.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

DPRD Jepara Soroti Lemahnya Pendataan dan Sinkronisasi Data TKA 

0
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menilai pendataan dan sinkronisasi data Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Ukir masih lemah. 

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara jumlah TKA di Jepara yang tercatat pada tahun 2025 sebanyak 419 orang. 

Baca Juga: Atasi Krisis Air PDAM, Pemkab Jepara Siapkan Anggaran Rp500 Juta 

Agus menilai angka itu belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Data resmi menunjukkan ada 419 tenaga kerja asing di Jepara. Tapi saya yakin jumlah riilnya lebih besar dari itu. Artinya, masih ada TKA yang bekerja tanpa terdata atau tidak melaporkan pembaruan izin,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (25/10/2025). 

Agus menjelaskan, lemahnya pelaporan dan sinkronisasi data antara perusahaan dan pemerintah daerah membuat pengawasan menjadi tidak optimal. 

Padahal, setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia wajib tercatat dan memiliki izin kerja resmi sebagaimana diatur dalam Perpres No. 34 Tahun 2021 dan Permenaker No. 8 Tahun 2021.

“Tanpa data yang akurat, kita kehilangan kendali kebijakan. Kita tidak tahu siapa yang bekerja, di mana, dan berapa kontribusinya bagi daerah,” tambahnya. 

Selain itu, Agus juga menyoroti pentingnya penerapan transfer of knowledge atau alih keterampilan dari TKA kepada tenaga kerja lokal.

Menurutnya, kehadiran tenaga asing harus menjadi jembatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menciptakan ketimpangan kompetensi.

Baca Juga: Serapan Pupuk Subsidi di Jepara Tertinggi di Jateng, Capai 82 Persen

“Kita tidak menolak TKA. Tapi mereka harus berbagi ilmu, bukan sekadar bekerja. Transfer of knowledge harus menjadi budaya, bukan formalitas,” ujarnya. 

Agus mendorong setiap perusahaan di Jepara yang menggunakan TKA untuk memiliki program pendampingan tenaga lokal baik berupa pelatihan langsung, mentoring, atau sertifikasi bersama. Dengan begitu, keahlian yang dibawa tenaga asing bisa menjadi modal penting bagi penguatan SDM lokal.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pria Asal Jawa Barat Ditemukan Tewas di Rumah Penuh Sampah

0
Evakuasi YL (50), warga asal Jawa Barat. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Warga Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam rumah yang dipenuhi tumpukan sampah, Sabtu (25/10/2025).

Penemuan tersebut bermula dari bau menyengat yang sudah tercium warga sejak empat hari terakhir.

Baca Juga: Tanggul Sungai Widodaren Ambrol, Warga Ketitangwetan Cemas Ancaman Banjir Susulan

Korban diketahui berinisial YL (50), warga asal Jawa Barat yang diketahui tinggal seorang diri sejak tahun 2017. Selama ini, YL dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Seorang warga setempat, Prihanto, mengungkapkan, kecurigaan mulai muncul ketika bau tidak sedap semakin menyengat dan sejumlah lalat terlihat keluar dari rumah korban.

“Korban dikenal tertutup, hidup sebatang kara, dan tidak pernah keluar rumah sejak tahun 2017. Terakhir saya melihat korban empat hari lalu saat menerima pesanan makanan secara online,” ujarnya.

Warga kemudian melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas Polsek Margorejo datang ke lokasi bersama tim medis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Margorejo, AKP Dwi Kristiawan, membenarkan laporan penemuan mayat tersebut. Menurutnya, laporan masuk ke pihak kepolisian pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Berdasarkan identifikasi fisik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelasnya.

Baca Juga: Meski Senang Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Tapi Petani Khawatir Munculnya Mafia Pupuk

Jenazah YL kemudian dievakuasi ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih menelusuri identitas lengkap dan keberadaan keluarga korban guna menentukan langkah berikutnya.

Sementara itu, suasana di sekitar rumah korban dipadati warga yang penasaran. Petugas memasang garis polisi untuk menjaga lokasi agar tidak mengganggu proses penyelidikan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Liga 4 Tak Jadi Bergulir di Pati

0
Rapat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kompetisi Liga 4 putaran kabupaten di Pati dipastikan tak dapat bergulir tahun ini. Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati Dian Dwi Budianto mengungkapkan, keputusan itu diambil lantaran hanya dua klub lokal yang berbadan hukum.

“Belum bisa untuk tahun ini. Sampai sekarang belum ada (klub) yang mendaftar,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga: PON Bela Diri 2025, Jawa Barat Masih Perkasa di Puncak Klasemen Ju-jitsu dan Wushu Mulai Dipertandingkan

Dalam audiensi dengan Bupati Pati, Askab PSSI menyampaikan sejumlah program yang telah dilaksanakan maupun. Termasuk rencana program yang tengah dipersiapan, yakni Liga 4 putaran kabupaten.

Hanya saja, PSSI Pati menghadapi kendala mendasar untuk memutar kompetisi lokal tersebut. Mengingat, sesuai regulasi syarat memutar Liga 4 minimal diikuti delapan klub lokal yang telah berbadan hukum. Kondisi di Pati saat ini klub lokal yang berafiliasi dengan PSSI setempat mayoritas belum memiliki badan hukum.

“Perlu kami informasikan, saat ini baru ada dua klub yang berbadan hukum, yaitu Safin FC dan Pati Soccer Akademi. Padahal untuk meyelenggarakan Liga 4 Piala Bupati harus diikuti minimal delapan klub berbadan hukum,” ungkapnya.

Kondisi demikian menjadikan pihaknya tidak bisa menyelenggarakan Liga 4 putaran kabupaten. Askab PSSI Pati kini fokus untuk mendorong klub lokal agar segera mengurus badan hukum.

“Kalau tahun depan kami yakin bisa menyelenggaran Liga 4. Kemungkinan tidak hanya delapan klub yang berbadan hukum, bisa jadi 22 klub untuk tahun depan,” jelasnya.

Optimisme itu diungkapkan Dian setelah dalam audiensi Bupati Sudewo menjanjikan untuk membantu pengurusan badan hukum untuk klub-klub lokal.

“Alhadulillah, tadi Pak Bupati merespon langsung keluhan kami. Kemudian langsung ditargerkan pengurusan badan hukum 20 klub lokal akan rampung dalam dua bulan,” lanjutnya.

Untuk mendukung percepatan badan hukum itu, Askab PSSI Pati segera melakukan verifikasi klub lokal yang siap berbadan hukum. Pihaknya juga akan mendampingi klub dalam mempersiapkan proses tersebut. 

Selain Liga 4 dan badan hukum klub, PSSI Pati dalam kesempatan itu juga sekaligus meminta dukungan terhadap tim Pati yang akan berlaga dalam kualifikasi Porprov Jateng. Pihaknya menargetkan tim Bumi Mina Tani lolos dan dapat berlaga dalam Porprov Jateng tahun depan.

Sementara, Bupati mengapresiasi semangat dan kerja keras pengurus PSSI Kabupaten Pati yang terus berupaya memperbaiki tata kelola sepak bola lokal. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja kerjanya itu, menurut bupati sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan meneguhkan komitmen bersama untuk membangkitkan kembali kejayaan sepak bola di Pati.

“Saya menerima silaturahmi Pengurus PSSI Kabupaten Pati. Mereka akan berjuang sekuat tenaga untuk membangkitkan sepak bola Kabupaten Pati, termasuk mengupayakan semua klub lokal berbadan hukum,” katanya.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

Sudewo juga membenarkan pihaknya akan sepenuhnya membantu pengurusan badan hukum klub lokal. Langkah itu sebagai wujud dukungan penuh Pemkab Pati memperkuat keberadaan klub lokal dengan memenuhi regulasi PSSI. 

Bupati pun mengungkapkan, dirinya sejak lama support dengan upaya membangkitkan sepak bola Pati. Di antaranya dengan mengupayakan pembenahan infrastruktur berupa renovasi Stadion Joyokusumo agar berstandar FIFA.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kalah di Tiga Laga Terakhir, Manajemen Persijap Bakal Evaluasi Tim

0
Latihan tim Persijap. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Permainan Persijap Jepara selama tiga laga terakhir BRI Super League Musim 2025/2026 di kandang sendiri membuahkan hasil yang tidak memuaskan. 

Meski masih mampu dua kali mencetak gol saat melawan Persita Tangerang dan Bali United, hasil itu tetap membuat kecewa para pendukung setia Laskar Kalinyamat. Kekecewaan juga turut disampaikan oleh pihak manajemen Persijap. 

Baca Juga: PON Bela Diri 2025, Jawa Barat Masih Perkasa di Puncak Klasemen Ju-jitsu dan Wushu Mulai Dipertandingkan

Manajer Persijap Jepara, Egat Sacawijaya menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat kecewa, namun tetap berusaha berpikir jernih dan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil langkah tegas.

“Pastinya kami semua kecewa dengan hasil yang sangat buruk ini. Dari tiga pertandingan home, kami belum mendapatkan poin penuh,” katanya pada Sabtu, (25/10/2025). 

Menurut Egat, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan anak asuh Mario Lemos tidak mendapatkan hasil yang maksimal. 

Yaitu absennya neberapa pemain andalan akibat cedera dan akumulasi kartu. Dalam laga terakhir melawan Bali United, Laskar Kalinyamat juga hanya bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. 

“Inilah sepak bola, kami tidak bisa memprediksi. Tapi kami terus berpikir ke depan dan melakukan evaluasi di setiap pertandingan,” katanya. 

Meski kecewa, Egat menegaskan jika pihak manajemen tidak akan mengambil keputusan dengan terburu-buru. 

Ia memastikan setiap langkah akan dipertimbangkan dengan matang, termasuk kemungkinan perubahan dalam struktur tim maupun strategi pelatih. 

Kemungkinan perubahan itu menurutnya akan dilakukan usai melihat hasil pertandingan melawan Bhayangkara FC pada Senin, (27/10/2025) mendatang. 

“Kompetisi masih panjang. Kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Setelah melawan Bhayangkara FC, baru kami duduk bersama membicarakan keputusan manajemen,” katanya. 

Saat ini pihakn manajemen, menurut Egat masih memberikan kepercayaan penuh kepada pemain dan pelatih Mario Lemos untuk meracik strategi terbaik. 

Beberapa pemain yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan tampil, akan dimunculkan sebagai opsi dalam laga berikutnya. 

“Kami harus memberikan kepercayaan kepada pemain yang ada. Coach Mario yang akan menentukan siapa yang layak dimainkan lawan Bhayangkara nanti,” ujarnya.

Meski belum ada keputusan resmi, Egat mengisyaratkan adanya kemungkinan penambahan pemain di putaran kedua. 

“Kalau menambah pemain, tentu belum bisa sekarang. Tapi di putaran kedua kami sudah mulai mempersiapkan,” jelasnya.

Baca Juga: PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

Dengan pernyataan tegas, Egat menekankan bahwa saat ini fokus utama Persijap adalah memperbaiki performa tim dan meraih hasil positif di pertandingan selanjutnya.

“Kalau ditanya puas, tentu sangat tidak puas. Tapi kami harus tetap profesional, jalankan kompetisi sampai akhir, dan berharap perbaikan bisa segera terlihat,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tanggul Sungai Widodaren Ambrol, Warga Ketitangwetan Cemas Ancaman Banjir Susulan

0
Tanggul Sungai Widodaren jebol sepanjang 35 meter. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Suasana panik melanda warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, setelah hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (24/10/2025) malam menyebabkan tanggul Sungai Widodaren ambrol selebar 35 meter. Pondasi tanggul yang terkikis derasnya arus air membuat sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kini terancam longsor.

Sejak Jumat pagi, warga bahu-membahu bersama aparat keamanan menahan luapan air agar tak semakin meluas. Rasa cemas kian terasa, sebab curah hujan masih tinggi dan debit sungai belum juga menunjukkan tanda-tanda surut.

Baca Juga: Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, personel Polsek Batangan dan Koramil Batangan bersama warga setempat langsung turun tangan membangun tanggul darurat dari karung berisi tanah.

“Tanggul darurat ini dibuat agar air tidak semakin menggerus tanggul dan meluas ke permukiman,” ujar Kapolsek Batangan IPTU Muhammad Setiawan, Sabtu (25/10/2025).

Setiawan mengingatkan, jika penanganan tidak dilakukan segera, ambrolan tanggul bisa bertambah lebar. Air bahkan dikhawatirkan meluap hingga ke jalur Pantura yang letaknya tidak jauh dari lokasi.

Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu arus lalu lintas nasional, mengingat jalur Pantura menjadi nadi utama transportasi di Jawa Tengah bagian timur.

Sementara itu, Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Tahun lalu, tanggul Sungai Widodaren juga sempat ambrol, namun kerusakannya tak separah kali ini.

“Tahun lalu sudah pernah ambrol, tapi tidak selebar sekarang. Kami sudah ajukan perbaikan ke BBWS maupun Dinas PU Pati, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

Ali berharap, pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan memperbaiki tanggul secara permanen. Sebab, lokasi ambrolnya tanggul ini berada di jalur vital yang berdampak langsung pada permukiman warga dan aktivitas lalu lintas di jalur Pantura.

“Jika dibiarkan, bukan hanya warga yang dirugikan, tapi juga pengguna jalan yang melintas di jalur utama antarprovinsi ini,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kabar Baik! Debit Air Bendung Klambu Turun, Bukaan ke Sungai Juwana Ditutup Total

0
Bendung Wilalung. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Debit air di Bendung Klambu saat ini menunjukan penurunan, Sabtu (25/10/2025). Sehingga bukaan pintu nomor 8 Bendung Wilalung yang semula dibuka 20 centimeter ke arah Sungai Juwana, kini telah ditutup total.

Operator dan Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno mengatakan, saat ini debit air di Bendung Klambu sudah mengalami penurunan. Menurutnya, per pukul 8.00 WIB, debit air sudah di angka 745m³/detik.

Baca Juga: Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

“Sedangkan untuk elevasi air di Bendung Wilalung saat ini masih tinggi. Dengan elevasi walking tanggul di angka 225 centimeter dan tinggi jagaan tanggul 25 centimeter,” bebernya saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/10/2025). 

Ia menyebut, penutupan pintu nomor 8 yang mengarah ke Sungai Juwana dilakukan pukul 20.00 WIB, Jumat (24/10/2025). Sehingga saat ini kondisi pintu nomor 8 sudah ditutup total. 

“Mudah-mudahan debit air semakin menurun dan intensitas hujan di daerah hulu juga menurun. Himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada dengan kondisi apapun,” tuturnya. 

Baca Juga: Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

Diberitakan sebelumnya, Karno menuturkan, bahwa pintu nomor 8 Bendung Wilalung dibukan sekira 20 centimeter ke arah Sungai Juwana. Hal itu dilakukan karena debit air sudah melebihi standar operasional prosedur (SOP) di angka 800m³/detik. 

“Bukaan ke arah Juwana kami lakukan penambahan dengan 10 centimeter pada pukul 6.00 WIB. Ini kita tambah karena sesuai SOP, jadi total saat ini, bukaan ke arah Juwana 20 centimeter,” bebernya, saat ditemui di kantornya, Jumat (24/10/2025).

- advertisement -

Meski Senang Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Tapi Petani Khawatir Munculnya Mafia Pupuk

0
Kamelan, petani Pati saat menggarap sawah. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen mulai Rabu (22/10/2025). Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Kebijakan ini disambut antusias oleh petani di Kabupaten Pati, salah satunya Kamelan. Warga Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo itu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah membantu meringankan petani.

Baca Juga: Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah. Yang mana, sebagai tanda untuk mendukung pertanian, pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen,” ujarnya.

Kamelan menyampaikan, dengan kebijakan ini, harga pupuk urea yang tadinya Rp112.500 per sak kemasan 50 kilogram turun menjadi Rp90.000. Kemudian untuk Pupuk NPK Phonska turun dari Rp115.000 per sak kemasan 50 kilogram menjadi Rp92.000.

“Untuk stok, karena selama ini kuota subsidi itu dicukupi, ditambah, jadi stoknya lumayan aman,” imbuhnya.

Menurutnya, belum banyak petani yang mengetahui harga terbaru pupuk bersubsidi ini karena baru diumumkan kemarin. Tingkat pembelian juga masih normal seperti hari-hari sebelumnya.

“Sebetulnya ini kan baru, ya. Baru ada keputusan turun dan kemarin kemungkinan belum ada penebusan. Untuk hari ini mungkin mulai ada penebusan,” kata Kamelan.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani soal kemungkinan munculnya mafia pupuk yang menyebabkan langkanya pupuk bersubsidi di pasaran. Mengingat, harga pupuk bersubsidi dan non-subsidi bedanya cukup besar. Dia mencontohkan, harga Pupuk Urea per sak isi 50 kilogram bisa mencapai Rp450.000.

Baca Juga: Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

“Perbedaan harga antara non-subsidi dan subsidi yang terlalu tinggi itu kan untungnya banyak. Jadi sangat menggiurkan di mata para mafia pupuk,” sebutnya.

Makanya, Kamelan meminta pemerintah harus melakukan pengawasan sangat intens pada distribusi pupuk bersubsidi agar tidak dimainkan oleh para mafia.

“Bila pengawasan di tingkat distribusi tidak ada, kelangkaan pupuk bersubsidi bisa saja terjadi,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kolaborasi Pemprov Jateng dan Jatim Perkuat Kerja Sama Ekonomi

0
Penandatanganan 10 nota kesepahaman, dalam rangka peningkatan perekonomian Jateng-Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/10/2025) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meningkatkan kerja sama, guna memperkuat perekonomian di kedua provinsi tersebut.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman, dalam rangka peningkatan perekonomian kedua daerah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/10/2025) malam.

Baca Juga: Pemprov Jateng dan Kepolisian Atur Lalu Lintas di Titik Banjir, Kemacetan Jalur Demak-Semarang Mulai Terurai

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut, menambah beberapa kerja sama yang sebelumnya sudah disepakati antara kedua provinsi.

“Kerja sama ini untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Ahmad Luthfi disela acara.

Sejumlah kerja sama yang dibangun meliputi: Dinas Ketahanan Pangan Jateng-Jatim terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan; Dinas Koperasi dan UMKM Jateng-Jatim terkait pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM; Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan bidang industri dan perdagangan.

Selain itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan SDM industri produk tekstil dan alas kaki; Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tentang pengelolaan perlindungan tanaman; dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Sejumlah BUMD kedua provinsi juga menjalin kerja sama, meliputi PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama; PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama (Perseroda); PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan dengan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim; Kadin Jateng dengan Kadin Jatim; dan Hipmi Jateng dengan Hipmi Jatim.

“MoU (nota kesepahaman) ini akan segera kita tindaklanjuti, tidak hanya dengan antar OPD-nya (Organisasi Perangkat daerah) tetapi juga dengan beberapa BUMD, Kadin, dan Hipmi. Sehingga di dua provinsi ini akan timbul ekonomi baru di beberapa sektor,” katanya.

Luthfi mengatakan, kerja sama kedua provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Dengan kerja sama ini harapannya mampu memperkuat ekonomi di kedua provinsi tersebut.

Ditambahkan Luthfi, sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikolaborasikan di antaranya pemenuhan kebutuhan susu di Jawa Tengah yang diambil dari Jawa Timur, juga gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas Jawa Tengah dan sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur.

“Kerja sama dan kolaborasi ini dalam rangka memperkuat posisi Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka mendukung kebijakan Presiden, serta memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ucapnya.

Setali tiga uang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah pusatnya (punjere) nusantara.

“Dhawuh Mbah Kiai Maimoen Zubair, Jawa Timur dan Jawa Tengah harus nyawiji (bersatu). Jadi kalau Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) bilang puser, beliau bilang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu punjere Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga: Kaligawe dan Genuk Semarang Banjir, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

Oleh karenanya, menurut Khofifah, kerja sama dan kolaborasi antara Jawa Tengah dan Jawa Timur itu penting. Seluruh elemen strategis di kedua provinsi tersebut diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama. Salah satunya dalam bidang perekonomian, di mana dua provinsi tersebut termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tentu, harapan kita adalah sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur, ini bentuk sinergi dan kolaborasi,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -