Beranda blog Halaman 155

Penerimaan Bea Cukai Kudus Tercapai Rp29,9 T, Masih Jauh dari Target Rp48 T

0
Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (Kanwil DJBC Jateng dan DIY), Rabu (22/10/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kinerja penerimaan Kantor Bea Cukai Kudus hingga triwulan ketiga tahun 2025 masih menghadapi tantangan. Hingga akhir September 2025, realisasi penerimaan cukai baru mencapai Rp29,9 triliun dari target sebesar Rp48 triliun, atau sekitar 62 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Lenni Ika Wahyudiasti, mengakui bahwa capaian tersebut menjadi evaluasi penting bagi jajarannya untuk terus memperkuat strategi pengawasan dan optimalisasi penerimaan di sektor hasil tembakau. Meski belum mencapai target, ia menegaskan bahwa tren pengawasan dan upaya pemberantasan rokok ilegal tetap menunjukkan hasil positif.

Baca Juga: Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

“Selain menjaga arus penerimaan, kami berupaya keras memastikan agar peredaran rokok ilegal dapat ditekan semaksimal mungkin. Langkah ini penting untuk menjaga persaingan usaha yang sehat serta melindungi penerimaan negara,” ujarnya di Kantor Bea Cukai Kudus belum lama ini..

Sepanjang Januari hingga September 2025, kata Lenni, Bea Cukai Kudus mencatat 121 kali penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dengan total 18,4 juta batang senilai Rp28,48 miliar, serta potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp19,07 miliar.

Dari sisi penanganan perkara, sebanyak 12 kasus telah diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (Ultimum Remidium) dengan total denda administrasi senilai Rp4,18 miliar. Skema ini dipilih untuk menegakkan hukum secara humanis, sekaligus memulihkan potensi penerimaan negara dari pelanggaran cukai.

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian penindakan pada 2025 memang menurun secara kuantitas, namun tetap efektif dalam menekan kerugian negara,” tandasnya.

Lenni mengungkapkan, pada 2024, Bea Cukai Kudus mencatat 164 penindakan dengan total 22,1 juta batang rokok ilegal senilai Rp30,46 miliar, serta potensi kerugian negara sebesar Rp21,18 miliar. Sementara di bidang penyidikan, pada tahun lalu Bea Cukai Kudus juga menunjukkan kinerja positif.

“Sepanjang 2024, 10 kasus tindak pidana cukai telah dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan, dan Restorative Justice senilai Rp2,25 miliar diterbitkan untuk memulihkan potensi penerimaan negara dari sektor tersebut,” ungkapnya.

Lenni menjelaskan, berbagai modus pelanggaran berhasil digagalkan, mulai dari penjualan melalui platform e-commerce, pendistribusian lewat jasa ekspedisi, hingga produksi dan penimbunan konvensional. Seluruh barang hasil penindakan telah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami terus mendorong masyarakat agar berani menolak, melapor, dan tidak membeli produk rokok ilegal. Sementara bagi pelaku usaha, seluruh proses perizinan cukai dapat dilakukan dengan mudah dan gratis di Kantor Bea dan Cukai,” tegas Lenni.

Selain fokus pada pengawasan, tutur Lenni, Bea Cukai Kudus juga berperan dalam menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), sebesar 3 persen dari penerimaan cukai hasil tembakau dalam negeri disalurkan kembali ke daerah untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat, kesehatan, serta penegakan hukum di bidang cukai.

Baca Juga: Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di wilayah eks Karesidenan Pati, Bea Cukai Kudus berkomitmen menegakkan hukum secara tegas, transparan, dan berkeadilan.

“Semangat Tangguh Mengawasi, Tulus Melayani bukan sekadar slogan, tetapi tekad seluruh insan Bea Cukai untuk hadir menjaga negeri sekaligus melayani masyarakat dengan hati,” tandas Lenni.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PON Bela Diri 2025, Jawa Barat Masih Perkasa di Puncak Klasemen Ju-jitsu dan Wushu Mulai Dipertandingkan

0
Salah satu pertandingan ju-jitsu PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumat (24/10/2025) pagi menandai dimulainya cabang olahraga wushu pada PON Bela Diri Kudus 2025. Rangkaian pertandingan yang berlangsung hingga Minggu (26/10/2025) itu digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, dengan mempertandingkan nomor taolu (seni jurus) dan sanda (tanding) putra dan putri dari total 24 kelas.

Seiring bergulirnya cabang olahraga wushu, ju-jitsu juga menggelar laga perdananya sebagai bagian dari tahap penutup ajang multi-cabang di kota kretek itu.

Baca Juga: Status Awas, Pintu Bendung Wilalung Dibuka 20 cm ke Arah Juwana

Rangkaian pertandingan ju-jitsu digelar selama dua hari, Jumat (24/10/2025) hingga Sabtu (25/10/2025), mempertandingkan total 15 nomor dari tiga kategori, yaitu show system, fighting system, dan newaza.

Pada hari pertama, cabang olahraga ini mempertandingkan kategori show system dan fighting system, dengan sembilan medali emas yang diperebutkan. Sehari berselang, nomor newaza digelar dengan enam medali emas tambahan.

Secara keseluruhan, sebanyak 153 atlet ju-jitsu dari 34 provinsi berkompetisi memperebutkan 15 medali emas sepanjang dua hari penyelenggaraan.

Cabang olahraga karate menuntaskan rangkaian pertandingan hari pertama pada PON Bela Diri 2025, yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025) petang.

Pada hari pembuka tersebut, kontingen Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Nusa Tenggara Barat, masing-masing berhasil meraih medali emas perdana. Meski demikian, tuan rumah Jateng menempati posisi teratas dalam daftar perolehan medali sementara cabang olahraga ini berkat tambahan satu keping perunggu.

Beberapa sorotan pada hari pertama cabang olahraga karate datang dari nomor kata perorangan putra ketika karateka asal Nusa Tenggara Barat, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, berhasil meraih medali emas. Sementara, Marzella Sekar (Banten) tampil gemilang dengan menjuarai nomor kata perorangan putri.

Pertandingan juga menyajikan aksi sengit di nomor kumite, dengan Fahrel Apriyansah Amartha (Lampung) keluar sebagai juara di kelas -60kg putra, sedangkan Ignatius Joshua Kandou (Jawa Timur) sukses meraih medali emas di kelas -75kg putra. Penampilan impresif lainnya datang dari Hera Irnandha (Jawa Tengah), yang menyumbangkan medali emas bagi tuan rumah pada nomor kumite +68kg putri.

Sementara, dalam seremoni pembukaan cabang olahraga karate, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Ia berharap ajang tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi wadah pembinaan atlet-atlet bela diri nasional di masa depan.

Yoppy juga menegaskan komitmen Djarum Foundation untuk terus mendukung PB FORKI maupun induk olahraga bela diri lainnya. Bahkan, Djarum Arena disebutnya selalu terbuka untuk menjadi tuan rumah dan digunakan untuk berbagai kejuaraan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional.

“Kami pastikan GOR ini akan selalu hidup dan ramai oleh aktivitas olahraga. Kudus siap menerima kalian, dan Djarum Foundation siap mendukung kalian,” jelasnya.

Adapun, setelah menuntaskan pertandingan hari pertama, cabang olahraga karate pada PON Bela Diri Kudus 2025 melanjutkan rangkaian pertandingan pada Jumat (24/10/2025), dengan tetap menggunakan satu arena pertandingan di Djarum Arena 2A. Pada hari kedua ini, karate mempertandingkan nomor kata beregu putra dan putri, serta kumite -67 kg putra, kumite -55 kg putra, dan kumite +84 kg putra.

Seluruh pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB dan akan ditutup dengan seremoni penyerahan medali sesudah seluruh nomor selesai dipertandingkan.

Hingga Jumat (24/10/2025) siang, kontingen Jawa Barat (Jabar) masih kokoh di puncak klasemen perolehan medali PON Bela Diri Kudus 2025 dengan total 66 medali, yang terdiri atas 27 emas, 11 perak, dan 28 perunggu. Dari tujuh cabang olahraga yang telah rampung dipertandingkan, taekwondo menjadi lumbung medali bagi Jabar melalui raihan 14 medali (10 emas dan 4 perunggu)

Dengan tiga cabang olahraga tersisa, yaitu ju-jitsu, karate, dan wushu, masih terbuka besar peluang bagi Jabar untuk mempertahankan posisi teratas hingga penutupan ajang multi-event ini.

Ketua Kontingen Jawa Barat (Jabar) Muhammad Budiana menyatakan, pencapaian pada PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi bukti kesungguhan atlet dan pelatih di bawah koordinasi para ketua cabang olahraga bela diri di Jabar. Ia menegaskan, pasca-PON Aceh-Sumatra Utara, Jabar tak pernah berhenti berbenah dan terus melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai kekurangan yang terjadi pada ajang sebelumnya.

“Akibat evaluasi yang sering dilakukan oleh teman-teman dari masing-masing cabor (cabang olahraga), maka inilah hasilnya,” Budiana menanggapi perolehan sementara medali yang diraih kontingen Jabar.

Lebih lanjut Budiana menjelaskan, sebagian besar atlet Jabar yang tampil pada ajang yang berlangsung pada 12-29 Oktober ini, merupakan tim lapis kedua. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persiapan Jabar tidak bisa disebut singkat, mengingat pembinaan prestasi di Jabar telah berjalan konsisten dari satu periode kepengurusan KONI ke periode berikutnya, sehingga proses pembinaan atlet tidak pernah terputus.

Oleh karena itu, kontingen Jabar datang ke Kudus dengan penuh rasa optimisme untuk berlaga di seluruh cabang olahraga, tanpa mengunggulkan satu atau dua cabang tertentu dari sepuluh yang dipertandingkan. Budiana menegaskan, seluruh cabang olahraga bela diri murni yang dipertandingkan menjadi andalan bagi kontingen Jabar dalam upaya mempertahankan dominasi prestasi pada PON Bela Diri Kudus 2025.

Baca Juga: Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

“Target kami juara umum dan harapannya hingga akhir ajang ini, kita tetap teratas,” kata Budiana.

“Dan lebih daripada itu, tidak hanya mengejar angka sebagai juara pertama, tetapi juga menjadikan PON Bela Diri Kudus 2025 ini sebagai sebuah evaluasi. Karena kita bertemu, berjumpa, dan bersilaturahmi lagi, dengan lawan-lawan kita. Nah, kita mengevaluasi terutama di sisi kelemahan kita, itu ditutup supaya menjadi keunggulan kita nantinya,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sumringahnya Laeli, Penjualan Naik 60 Persen Berkat ASN Belanja di Pasar Kliwon Kudus

0
Laeli Praditasari, pedagang pasar tradisional di Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berbelanja di pasar tradisional mulai dilaksanakan dan secara simbolis dilakukan di Pasar Kliwon, Jum’at (24/10/2025). Gerakan tersebut disambut suka cita para pedagang karena mampu mendongkrak penjualan.

Salah satu pedagang Pasar Kliwon yakni, Laeli Praditasari (22) mengaku senang adanya gerakan ASN Pemkab Kudus yang berbelanja di Pasar Kliwon. Adanya gerakan ini para pedagang merasa diperhatikan nasibnya oleh pemerintah.

Baca Juga: Status Awas, Pintu Bendung Wilalung Dibuka 20 cm ke Arah Juwana

“Sebab, selama ini keadaan pasar tradisional, termasuk Pasar Kliwon itu sepi pembeli. Makanya, pagi ini kami senang ada banyak ASN berbelanja,” ujar Laeli kepada Betanews.id.

Gadis asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tanjungrejo tersebut berjualan aneka bumbu dapur dan empon-empon. Menurutnya, dengan adanya ASN berbelanja di pasar penjualan hari ini meningkat.

“Dibanding hari biasa, penjualan hari ini meningkat drastis, kurang lebih sekira 60 persen. Tadi banyak ASN yang berbelanja di los kami,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lain yakni, Anita Rahayu. Pedagang aneka camilan itu mengaku, ketika pagi biasanya pembeli masih sepi.

“Tetapi hari ini beda, banyak ASN datang dan berbelanja di Pasar Kliwon. Alhamdulillah tadi juga banyak yang beli,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, keadaan pasar tradisional beberapa tahun terakhir memang sepi, termasuk di Pasar Kliwon. Biasanya saat pagi belum ada pembeli sama sekali.

“Tapi hari ini alhamdulillah ada sudah kelarisan. Pagi-pagi ada beberapa ASN Pemkab Kudus yang berbelanja dan mendapatkan Rp 300 ribu,” bebernya.

Dia berharap program ASN Pemkab Kudus berbelanja di pasar tradisional terus berlanjut. Kalau bisa jangan satu bulan sekali, tetapi bisa beberapa kali.

“Kami berharap program ini terus berlanjut, dan tidak sebulan sekali, tetapi ASN dianjurkan berbelanja di pasar beberapa kali. Biar pasar bisa lebih ramai lagi,” harapnya.

Baca Juga: Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program ASN belanja di pasar tradisional merupakan gerakan moral. Pasalnya, selama ini para pedagang mengeluhkan pasar tradisional sepi pembeli.

“Gerakan ini berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang di pasar tradisional Kudus. Gerakan ini tidak hanya berlaku di pasar saja, tetapi juga di warung-warung sekitar kita untuk bisa meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Sam’ani di Pasar Kliwon Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Sudewo Bakal Digelar 31 Oktober Mendatang

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memutuskan jadwal rapat paripurna penyampaian kinerja Pansus Hak Angket DPRD Pati terkait pemakzulan Bupati Pati Sudewo bakal digelar pada 31 Oktober 2025 mendatang.

Kepastian tersebut setelah dewan mengadakan Rapat Paripurna perubahan jadwal bulan Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, para anggota DPRD Pati sepakat untuk menggelar rapat paripurna hasil Pansus Hak Angket pada Jumat depan.

Baca Juga: Sudewo Angkat Bicara soal Ambrolnya Jembatan di Pucakwangi yang Baru Saja Selesai Dibangun

”Tadi rapat renja tahun 2026 dan lain-lain. Kemudian dilanjutkan Rapat Paripurna perubahan jadwal bulan Oktober. Besok tanggal 31 Oktober menerima hasil kinerja pansus hak angket,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin, Jumat (24/10/2025).

Ia menyampaikan, kalau dalam rapat paripurna hak angket nanti disepakati, bakal dilanjutkan dengan penyampaian pendapat bagi anggota DPRD Kabupaten Pati. Nasib pemakzulan Bupati Pati Sudewo pun ditentukan di momen ini.

”Kalau nanti dilanjutkan dan disepakati, nanti dilanjutkan rapat penyampaian pendapat. Tapi itu harus disepakati. Bisa langsung hari itu, bisa lainnya. Tergantung kesepakatan DPRD,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Pati menerima hasil pansus  nanti. Ali meminta masyarakat percaya bahwa DPRD Kabupaten Pati bekerja sesuai dengan rel.

Ia menegaskan, bahwa tidak menginginkan terjadinya bentrok antarmasyarakat. Baik dari pendukung Bupati Pati Sudewo maupun Masyarakat Pati Bersatu diminta untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Kabupaten Pati.

”Kami berharap masyarakat Kabupaten Pati nanti menerima hasil pansus. Yakinlah, DPRD Pati melaksanakan yang terbaik. Kami harap kondusif. Yakinlah DPRD netral, tidak ada tekanan,” ucapnya.

Baca Juga: Jembatan Rp2 Miliar di Pucakwangi Ambrol Usai Diperbaiki

Untuk diiketahui, Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo kini sudah masuk tahap akhir. Pansus ini menyelidiki dugaan sejumlah kebijakan Bupati Pati Sudewo yang dinilai tidak sesuai aturan yang ada.

Sejumlah pihak telah dihadirkan untuk memberikan keterangan. Mulai dari mantan pegawai RSUD RAA Soewondo, Kepala Desa (Kades), beberapa camat hingga Bupati Pati Sudewo sendiri. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PON Bela Diri Kudus 2025, Momentum Lahirnya Bintang Ju-jitsu Indonesia

0
Salah satu pertandingan ju-jitsu PON Bela Diri 2025. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Umum Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PBJI), Dedy Triharjanto, menyebut keikutsertaan cabang olahraga ju-jitsu dalam PON Bela Diri Kudus 2025 sebagai “hadiah besar” bagi dunia ju-jitsu nasional. 154 atlet dari 17 provinsi di seluruh Indonesia ambil bagian dalam ajang tersebut, dengan 15 nomor pertandingan yang dipertandingkan di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus.

“Ini luar biasa. PBJI mendapat hadiah besar dari KONI Pusat karena diberi kesempatan mengikuti 15 nomor pertandingan. Banyak atlet yang sebelumnya belum pernah tampil di ajang sebesar ini kini bisa berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Dedy yang hadir bersama Sekretaris Jenderal PBJI, Ahmad Fakhrizal.

Baca Juga: 242 Karateka Perebutkan 60 Medali di PON Bela Diri Kudus 2025

Dedy yang baru dilantik sebagai Ketua Umum PBJI periode 2025–2029 menilai, gelaran PON Bela Diri Kudus menjadi momentum penting dalam pembinaan dan seleksi atlet ju-jitsu Indonesia. Ia menegaskan, ajang multi-event ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games Bangkok 2025 yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

Selain itu, kejuaraan ini turut mendorong perkembangan cabang olahraga ju-jitsu di berbagai daerah. Menurut Dedy, terdapat dua provinsi baru yang baru saja membentuk kepengurusan dan berhasil mengirimkan atlet ke Kudus. Ia optimistis, setelah ajang ini, semakin banyak daerah yang akan bergabung dengan PBJI.

“Saat ini PBJI sudah ada di 25 provinsi di Indonesia, tinggal beberapa lagi yang akan kami bentuk agar pemerataan pembinaan semakin kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedy menuturkan bahwa ju-jitsu merupakan seni bela diri kuno yang telah ada sejak 230 SM dan masuk ke Indonesia pada 1940-an saat masa pendudukan Jepang. Seiring waktu, ju-jitsu tradisional berkembang pesat pada era 1980–1990-an, lalu mulai beradaptasi dengan gaya Brazilian ju-jitsu pada tahun 2000-an. PBJI kini menjadi wadah pemersatu kedua aliran tersebut dalam satu sistem pembinaan nasional.

“PBJI resmi terbentuk pada 2017 dan dilantik oleh Ketua KONI saat itu. Meski tergolong muda, organisasi ini sudah menorehkan banyak prestasi—dua kali tampil di Asian Games, tiga kali di SEA Games, satu kali di PON, satu kali di Asian Youth Games, serta berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan internasional,” paparnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menetapkan ju-jitsu sebagai salah satu cabang olahraga elite nasional, yang potensial menyumbang prestasi internasional bagi Indonesia.

Baca Juga: Hadi Tjahjanto: ‘PON Bela Diri Kudus 2025 Jadi Ajang Lahirkan Karateka Berkelas Dunia’

Di akhir, Dedy menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat atas suksesnya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan objektivitas selama bertanding.

“Kami berharap, PON Bela Diri Kudus 2025 ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak menjadi kebanggaan bangsa dan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang dunia,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gerakan Belanja di Pasar Tradisional Mulai Dilaksanakan, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ratusan ASN

0
Bupati Kudus sedang berbelanja di Pasar Tradisional. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berbelanja di pasar tradisional mulai dilaksanakan, Jum’at (24/10/2025). Gerakan yang bertujuan meningkatkan perekonomian pasar tersebut disambut gembira para pedagang.

Terlihat, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus secara bersama mendatangi Pasar Kliwon pada Jum’at pagi (24/10/2025). Mereka berbondong-bondong ke lantai dua pasar tersebut untuk berbelanja berbagai keperluan.

Baca Juga: Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program ASN belanja di pasar tradisional merupakan gerakan moral. Pasalnya, selama ini para pedagang mengeluhkan pasar tradisional sepi pembeli.

“Gerakan ini berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang di pasar tradisional Kudus. Gerakan ini tidak hanya berlaku di pasar saja, tetapi juga di warung-warung sekitar kita untuk bisa meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Sam’ani di Pasar Kliwon Kudus.

Bupati Sam’ani mengimbau, dalam satu bulan sekali para ASN Pemkab Kudus berbelanja di pasar tradisional minimal Rp 50 ribu. Tetapi, kalau kebutuhannya di bawah atau di atas nominal tersebut, tidak jadi soal.

“Imbauan dari saya sebulan sekali. Tetapi, para ibu-ibu ASN ini kan setiap hari berbelanja, oleh karena itu seyogyanya berbelanja di pasar-pasar tradisionel,” sebutnya.

Dia mengatakan, bahwa hari pertama ASN berbelanja di pasar tradisional dilakukan secara simbolis di Paaar Klliwon. Nantinya setiap bulan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaporkan bahwa sudah berbelanja di pasar tradisional.

“Dampak dari kegiatan ini akan dihitung secara berkala. Ada beberapa indikator yang jadi acuan, apakah ada peningkatan ekonomi atau tidak. Semoga dengan ASN belanja di pasar tradisional mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

Sementara salah satu pedagang Pasar Kliwon, Anita Rahayu mengaku senang dengan adanya gerakan ASN berbelanja di pasar tradisional. Menuritnya, program tersebut sangat membantu meningkatkan penjualan.

“Tentunya senang adanya para ASN belanja di pasar tradisional. Sebab bisa mendongkrak penjualan yang selama ini sepi,” ujar Anita.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Atasi Banjir di Batangan, Gorong-gorong Raksasa Akan Dibangun di Jalur Pantura

0
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati selama tiga hari terakhir menyebabkan dua desa di Kecamatan Batangan terendam banjir. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dikabarkan akan membangun gorong-gorong berukuran besar di Jalur Pantura Pati–Rembang. Proyek ini bertujuan mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda Kecamatan Batangan.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Sudewo merespon terkait antisipasi banjir yang kerap melanda di Kecamatan Batangan tersebut. Menurutnya, pengerjaan pembangunan gorong-gorong itu akan dimulai tahun depan.

Baca Juga: Dua Desa di Batangan Pati Diterjang Banjir, 700 Rumah Tergenang

Bupati Pati Sudewo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PU terkait rencana pembangunan tersebut. Lokasi yang diusulkan berada di depan SMA Negeri 1 Batangan atau di Desa Jembangan.

“Itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Dan sudah saya koordinasikan dengan Menteri PU nanti di Jalan Pantura akan dibuatkan gorong-gorong besar,”ujar Sudewo saat ditemui di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan, gorong-gorong akan dibangun di dua titik yang melintasi Jalan Pantura. Fungsinya untuk memperlancar aliran air dari sisi selatan ke sisi utara jalan, agar genangan air cepat surut saat hujan deras.

Meski begitu, Sudewo belum menjelaskan berapa besar anggaran yang akan digunakan.

“Insya Allah tahun depan akan diatasi oleh Menteri PU. Atau mungkin tahun ini sudah dicicil-cicil. Sudah saya usulkan untuk segera ditangani,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir kembali melanda wilayah Batangan pada Jumat (24/10/2025). Sekitar 700 rumah di Desa Raci dan Ketitangwetan terendam air setinggi 30 hingga 60 sentimeter setelah tanggul Sungai Widodaren jebol pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Sudewo langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pati untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan di Pelemgede Pati Ambrol

“Tanggul yang jebol di Desa Raci sudah langsung ditangani oleh Dinas PUPR. Nanti saya cek lagi, saya udah perintah supaya segera ditangani,” katanya.

Warga berharap, perbaikan tanggul dilakukan secara permanen, mengingat banjir di kawasan tersebut sudah menjadi langganan setiap musim hujan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Atasi Krisis Air PDAM, Pemkab Jepara Siapkan Anggaran Rp500 Juta 

0
Warga Desa Kaliombo, Pecangaan, Jepara, antre mendapatkan air bersihd ari BPBD Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan anggaran senilai Rp500 juta untuk mengatasi krisis air di Perumda Tirta Jungporo atau PDAM Jepara. 

Direktur Utama PDAM Jepara, Lukman Hakim menjelaskan anggaran itu disiapkan untuk mengatasi persolaan air PDAM, khusus di Wilayah Jepara Selatan II. 

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

Meliputi Desa Kedungmalang, Karangaji, Tedunan Kecamatan Kedung; Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan; dan Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan. 

“Total investasi yang disiapkan untuk menyelesaikan persoalan air di Selatan II sekitar Rp500 juta,” kata Lukman pada Jumat, (24/10/2025). 

Lukman menjelaskan terdapat dua skema yan sudah disiapkan untuk mengatasi persolaan air di wilayah Jepara Selatan II. Yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang. 

Untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan sumber air dari empat sumur existing yang sudah dimiliki. 

Yaitu Sumur di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan yang memiliki potensi air sebesar 15 liter/detik. Sumur Kalipucang, Kecamatan Welahan dengan potensi air 12 liter/detik. Sumur Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan dengan potensi air 10 liter/detik. Serta Sumur Batam di Desa Dongos dengan potensi air 8 liter/detik. 

Jika ditotal, empat sumber air itu memiliki kapasitas air 45 liter per detik. Untuk 1 liter air per detik, menurutnya mampu melayani 80 Sambungan Rumah (SR). 

“Jumlah pelanggan PDAM di lima desa itu 4.062 SR. Jika dikalikan itu baru bisa melayani 3.600 SR, karena kebutuhannya paling tidak 51 liter per detik, atau masih defisit 6 liter per detik,” jelas Lukman. 

Untuk mengatasi kekurangan sumber air itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk membangun dua sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung pada tahun 2026 mendatang.  

“Dua sumur itu, masing-masing diperkirakan bisa menghasilkan air 5-7 liter per detik, itu rencana jangka panjang untuk tahun depan,” ungkapnya. 

Kemudian untuk memastikan pasokan air bisa mengalir, sumur di Desa Gedangan akan difokuskan untuk pelanggan di Desa Ujung Pandan dengan jumlah sambungan mencapai 1.722 SR.  

“Karena jaraknya ini lumayan jauh, nanti akan kita pasang pompa booster, sehingga tekanan airnya bisa lebih kencang dan bisa mengalir sampai ke Desa Ujung Pandan,” katanya. 

Sementara untuk Sumur Purwogondo dan Kalipucang akan difokuskan untuk mengisi air di Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang berada di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan.  

“IPAL yang ada disana itu sudah 20 tahun tidak diganti. Sehingga saat di isi, airnya itu keruh seperti teh. Itu nanti akan kita ganti, dan digunakan untuk mengaliri air di Desa Kedungmalang, Kali Ombo, dan Karangaji,” lanjutnya. 

Sementara untuk Sumur Batam di Desa Dongos Kecamatan Kedung, akan difokuskan untuk mengaliri air di Desa Tedunan. 

Dari skema yang sudah disiapkan, alokasi anggaran Rp500 juta akan digunakan untuk perbaikan instalasi IPAL di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan sebesar Rp150 juta. Kemudian pengadaan dan pemasangan pompa booster untuk Sumur Gedangan sebesar Rp170 juta. 

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Pengadaan tanah untuk sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung sebesar Rp100 juta, dan pemasangan pipa distribusi jaringan sebesar 136 juta. 

“Harapannya dengan skema itu, di awal Bulan November nanti air sudah bisa mengalir. Ya meskipun belum bisa 24 jam, tapi kita pastikan bisa mengalir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk jangka panjang akan kita tambah dua sumur baru,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Serapan Pupuk Subsidi di Jepara Tertinggi di Jateng, Capai 82 Persen

0
Petani sedang tandur di sawah yang terletak di pesisir Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID,JEPARA- Menjelang akhir tahun 2025, serapan kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Jepara sudah mencapai 82 persen. Serapan tersebut merupakan tertinggi se-Jawa Tengah. 

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir menyebutkan di tahun 2025 alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Jepara mencapai 23.896.000 kg pupuk. 

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

Dengan rincian pupuk urea sebanyak 12.295.000 kg, pupuk NPK sebanyak 11.500.000 kg, pupuk organik sebanyak 100.000 kg, dan pupuk ZA sebanyak 1.000 kg. 

“Sampai Bulan Oktober, realisasinya sudah mencapai 82 persen. Serapannya relatif tinggi, tertinggi se-Jawa Tengah,” kata Mundhofir saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Jumat (24/10/2025). 

Dari serapan tersebut, Mundhofir mengatakan jika serapan pupuk di Kabupaten Jepara selama tahun 2025 berjalan lancar. 

“Serapan itu bisa diartikan bahwa proses untuk menyampaikan (pupuk) sampai ke tangan petani di Jepara berjalan lancar,” tambahnya. 

Sebab penyaluran pupuk bersubsidi untuk tahun 2025, menurut Mundhofir sudah dipersingkat. Dimana sebelumnya, penyaluran pupuk dari Pupuk Indonesia, kemudian ke distributor. Dari distributor baru kemudian diberikan ke kios pupuk lengkap atau KPL. 

Sedangkan mulai tahun 2025, penyaluran pupuk dari Pupuk Indonesia langsung disalurkan ke kios pupuk tanpa melewati distributor. Di Jepara, Mundhofir menyebutkan total terdapat 104 kios pupuk. 

“Untuk pembelian pupuk petani bisa mendapatkan langsung di kios pupuk. Penyalurannya sekarang tidak ke distributor tapi langsung ke kios pupuk, sehingga memangkas waktu penyaluran,” Jelas Mundhofir.  

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Hingga Desember 2025, Mundhofir memprediksi serapan pupuk bersubsidi akan semakin tinggi. Terlebih saat ini beberapa petani sudah memasuki Masa Tanam (MT) Ke-1. Sehingga ada yang sudah mulai menanam padi.  

“Serapan pupuk sampai akhir tahun diprediksi akan terus naik. Apalagi, ada peraturan baru yang membuat harga pupuk turun, sehingga ini jadi kabar yang menggembirakan bagi petani,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sudewo Angkat Bicara soal Ambrolnya Jembatan di Pucakwangi yang Baru Saja Selesai Dibangun

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Baru saja selesai diperbaiki, jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kembali ambrol. Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan publik.

Jembatan yang menelan anggaran hampir Rp2 miliar dari APBD Kabupaten Pati itu kini rusak sebelum sempat dimanfaatkan oleh warga.

Bupati Pati, Sudewo, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa secara teknis, konstruksi jembatan sudah sesuai dengan spesifikasi. Namun, faktor cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang belum stabil diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.

“Itu secara konstruksi sudah sesuai spesifikasi. Hanya saja karena hujan deras dan penimbunan tanah belum sempurna. Pemadatannya belum maksimal, sudah diguyur hujan berkali-kali. Sehingga tanah mengandung air dengan beban yang sangat berat, ditambah ada kesalahan teknis, yaitu pipa pembuangan air kurang. Jadi menimbulkan jebol,” ujar Sudewo, Jumat (24/10/2025).

Ia mengaku telah meminta pihak kontraktor, CV Aji Karya Mukti, untuk segera memperbaiki jembatan tersebut.

“Tapi semua saya suruh cek. Semua pengerjaan saya minta dicek ulang agar pelaksanaannya bisa ditingkatkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar, menyampaikan bahwa jembatan di wilayahnya kembali rusak setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (21/10/2025) hingga Kamis (23/10/2025).

“Kondisi ini membuat tanggul jembatan di sebelah barat sisi utara terkikis dan ambrol,” jelasnya.

Menurut Hadi, proyek perbaikan jembatan sebenarnya sudah rampung sejak dua pekan lalu. Namun, karena curah hujan tinggi dan arus air yang kuat, bagian tanggul tidak mampu menahan tekanan.

Ia juga membantah kabar bahwa jembatan tersebut akan diresmikan.

“Rencananya hanya selametan saja,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pelaksana lapangan proyek, Ahmad, menyebutkan bahwa ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam.

“Kemarin itu hujan deras, ada penurunan tanah, lalu dikikis air hujan dari kampung. Akhirnya jebol,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Jumat (24/10/2025).

Menurut Ahmad, proyek jembatan tersebut telah dikerjakan selama lima bulan terakhir dan baru selesai pada Kamis siang. Pekerjaan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Panjangnya 12 meter dan lebarnya 7,5 meter. Sudah diserahkan kepada pemerintah, namun masih dalam masa pemeliharaan. Saat ini sedang kami tangani,” tambahnya.

Akibat ambrolnya jembatan ini, warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk sementara waktu.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jembatan Rp2 Miliar di Pucakwangi Ambrol Usai Diperbaiki

0
Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol hanya sehari setelah selesai dikerjakan.

BETANEWS.ID, PATI — Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol hanya sehari setelah selesai dikerjakan. Jembatan yang berada di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, itu menghubungkan wilayah Desa Sokopuluhan dan Mencon.

Bagian jembatan yang ambrol berada di sisi kanan jalan jika dilihat dari arah utara ke selatan, atau dari Sokopuluhan menuju Mencon. Panjang bagian yang ambrol sekitar lima meter, dengan ketinggian sekitar sepuluh meter.

Baca Juga: Dua Desa di Batangan Pati Diterjang Banjir, 700 Rumah Tergenang

Dari pantauan di lokasi, tampak alat berat dikerahkan untuk memperbaiki bagian yang ambrol. Selain itu, pada badan jembatan juga terlihat retakan pada aspal dan penurunan permukaan tanah di sekitar area kejadian.

Untuk sementara, arus lalu lintas kendaraan ditutup total demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pelaksana lapangan proyek, Ahmad, menyebutkan bahwa ambrolnya jembatan tersebut diduga akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam.

“Kemarin itu hujan deras, ada penurunan tanah, lalu dikikis air hujan dari kampung. Akhirnya jebol,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Jumat (24/10/2025).

Menurut Ahmad, proyek jembatan tersebut telah dikerjakan selama lima bulan terakhir dan baru selesai pada Kamis siang. Pekerjaan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Panjangnya 12 meter dan lebarnya 7,5 meter. Sudah diserahkan kepada pemerintah, namun masih dalam masa pemeliharaan. Saat ini sedang kami tangani,” tambahnya.

Baca Juga: Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan di Pelemgede Pati Ambrol

Akibat ambrolnya jembatan ini, warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk sementara waktu.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Pihak pelaksana memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan secepatnya agar jembatan dapat kembali dilalui oleh masyarakat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Jepara Meningkat, Korban Rata-rata Alami Trauma

0
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Mudrikatun. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari puluhan korban, rata-rata mengalami trauma psikis.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama tiga tahun terakhir menunjukkan fluktuasi.

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Seleksi Delapan Jabatan Kosong, Terbuka Bagi PNS se-Indonesia

  • Tahun 2022: Terdapat 28 kasus, terdiri atas:
    • 13 kasus kekerasan terhadap perempuan: 1 kekerasan psikis, 2 kekerasan seksual, 6 kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 1 kekerasan berbasis gender online (KGBO), dan 3 kasus pelecehan.
    • 15 kasus kekerasan terhadap anak: 1 kekerasan fisik, 1 kekerasan psikis, 10 kekerasan seksual, 1 penelantaran, dan 2 KGBO. Terdapat pula anak berhadapan dengan hukum dalam 2 kasus, yaitu narkoba dan aborsi.
  • Tahun 2023: Terdapat 25 kasus, terdiri atas:
    • 15 kasus kekerasan terhadap perempuan: 2 kekerasan psikis, 2 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 6 KDRT, 1 KGBO, dan 2 pelecehan.
    • 10 kasus kekerasan terhadap anak: 1 kekerasan fisik, 6 kekerasan seksual, dan 3 KGBO. Serta 1 kasus anak berhadapan dengan hukum terkait pencurian.
  • Tahun 2024: Terdapat 24 kasus, terdiri atas:
    • 8 kasus kekerasan terhadap perempuan: 3 kekerasan psikis, 1 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 1 KDRT, dan 1 KGBO.
    • 16 kasus kekerasan terhadap anak: 2 kekerasan fisik, 4 kekerasan psikis, 7 kekerasan seksual, 2 penelantaran, dan 1 KGBO. Serta 6 kasus anak berhadapan dengan hukum: 1 kekerasan fisik dan 5 kekerasan seksual.
  • Tahun 2025 (hingga Oktober): Tercatat 35 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak:
    • 16 kasus kekerasan terhadap perempuan: 3 kekerasan psikis, 4 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 5 KDRT, dan 2 KGBO.
    • 17 kasus kekerasan terhadap anak: 1 kekerasan fisik, 6 kekerasan psikis, 6 kekerasan seksual, 2 penelantaran, 2 KDRT, dan 2 KGBO.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara, Mudrikatun, menjelaskan bahwa dalam penanganan aduan kasus, pihaknya melakukan empat langkah utama: konsultasi, konseling, media, dan rujukan kepada pihak terkait.

“Sejauh ini kami juga terus melakukan pendampingan, baik ketika kasusnya bergulir di ranah hukum maupun tidak,” ujar Mudrikatun, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan bahwa bentuk pendampingan yang paling banyak diberikan adalah pendampingan psikologis, karena mayoritas korban mengalami trauma.

Baca Juga: Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

Untuk mencegah semakin banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, DP3AP2KB rutin mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, baik di desa-desa maupun di sekolah-sekolah.

“Kami terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami mengimbau agar masyarakat lebih saling menjaga agar tidak terjadi kekerasan dalam bentuk apa pun,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Status Awas, Pintu Bendung Wilalung Dibuka 20 cm ke Arah Juwana

0
Bendung Wilalung. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Bendung Wilalung berstatus awas. Debit air di Bendung Klambu bahkan telah melebihi ambang batas standar operasional prosedur (SOP), yaitu 800 m³/detik. Sebagai respons, bukaan pintu Bendung Wilalung saat ini dibuka secara bertahap hingga mencapai 20 centimeter ke arah Sungai Juwana.

Operator Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno, menyampaikan bahwa peningkatan debit air terjadi secara signifikan sejak Kamis (23/10/2025). Pada pukul 23.00 WIB, saat debit air mencapai 800 m³/detik, pintu bendung dibuka 10 centimeter ke arah Sungai Juwana.

Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

“Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB, kami menambah bukaan sebesar 10 centimeter sesuai SOP. Jadi, total bukaan ke arah Juwana saat ini adalah 20 centimeter,” ujarnya saat ditemui di kantor, Jumat (24/10/2025).

Karno menjelaskan bahwa pada pukul 08.00 WIB, debit air di Bendung Klambu telah mencapai 819 m³/detik. Sementara itu, elevasi tanggul berjalan (walking tanggul) Bendung Wilalung berada di angka 232 centimeter, dengan tinggi jagaan yang tersisa hanya 32 centimeter dari puncak tanggul.

Menurutnya, status awas di Bendung Wilalung telah ditetapkan sejak Kamis pukul 09.00 WIB. Kondisi ini terus meningkat akibat kiriman air dari wilayah hulu.

“Peningkatan debit air ini sangat signifikan. Faktor utamanya berasal dari Sungai Serang dan Sungai Lusi di kawasan Purwodadi, yang mengalami curah hujan tinggi. Air dari hulu tersebut mengalir ke Bendung Wilalung,” jelasnya.

Karno mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada meskipun debit air tinggi. Ia juga mengajak warga untuk saling menjaga dan merawat tanggul yang ada.

Baca Juga: 13 Tahun Vakum, Kudus Kembali Gelar Pameran Bonsai Nasional

“Terutama soal sampah, jangan membuangnya sembarangan ke sungai. Penumpukan sampah bisa memicu banjir. Semoga kondisi tetap aman dan terkendali,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa cuaca di daerah hulu saat ini cerah. Ia berharap, dengan kondisi tersebut, debit air dapat segera surut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Festival Kopi Muria 2025 Siap Digelar, Angkat Cita Rasa Kopi Khas Kudus ke Panggung Nasional

0
Seorang petani sedang memanen kopi. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas pecinta kopi dan pelaku UMKM Kudus bakal menggelar Festival Kopi Muria 2025. Kegiatan tersebut diadakan demi mengangkat potensi kopi lokal Kudus ke panggung nasional dan menjadi titik kumpul bagi komunitas pecinta kopi, barista, dan pelaku UMKM. 

Beragam kegiatan akan dihadirkan untuk meramaikan acara, di antaranya Manual Brew Competition, pameran UMKM, pertunjukan seni tari, serta live music. Acara besar itu akan diadakan di kawasan wisata Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada 1 November mendatang. 

Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus

Ketua Panitia Festival Kopi Muria 2025, Islah Fikri menyampaikan, acara tersebut sebagai langkah nyata untuk memperkenalkan karakter kopi Muria kepada masyarakat secara luas. Terlebih hal itu untuk memperkuat Kudus sebagai salah satu sentra kopi berkualitas di Provinsi Jawa Tengah.

“Acara ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan potensi kopi lokal yang ada di Kudus, utamanya di kawasan Muria. Apalagi saat ini makin banyak komunitas street coffee dan kami ingin memberi ruang bagi para barista untuk berkompetisi, sekaligus memperkenalkan karakter kopi Muria,” katanya. 

Ia mengatakan, kompetisi menyeduh kopi atau Manual Brew Competition akan diikuti sebanyak 32 barista dari Paguyuban Street Coffee Kudus. Dalam perlombaan tersebut akan menggunakan sistem throwdown, mulai dari babak eliminasi, semifinal, dan final. 

Bagi peserta, kata Fikri, diwajibkan membawa perlengkapan penyeduhan kopi sendiri. Sementara biji kopi akan disediakan oleh pihak panitia yang dihasilkan dari panen di wilayah Muria.

“Salah satu bentuk pengenalan kopi Muria ini, peserta harus menggunakan biji kopi Muria untuk metode penyeduhan. Agar rasa dan aroma khas kopi Muria terasa dalam setiap cangkir,” tuturnya.

Ia menuturkan, pendaftaran untuk Manual Brew Competition dibuka secara gratis, mulai 20-25 Oktober 2025. Untuk pemenang akan mendapatkan hadiah total mencapai Rp8 juta. 

“Ketentuan lomba, peserta diberi waktu 5 menit untuk persiapan dan 5 menit berikutnya untuk waktu penyeduhan kopi. Hasil dari seduhannya itu akan dinilai melalui blinding telat atau uji cita rasa oleh para juri,”

Selain kompresi, acara itu juga akan dimeriahkan pameran UMKM lokal. Beragam produk hasil olahan kopi dan kuliner khas Kudus akan tersaji sebagai pendukung terselenggaranya festival kopi secara nasional tersebut. 

Ia menyebut, beberapa kopi Muria bahkan sudah menembus pameran internasional di Libya. Hal itu menjadi bukti betapa kuatnya potensi kopi khas Kudus yang semakin diakui oleh semua kalangan. 

“Kami berharap, kopi Muria ini bisa mendunia. Dari festival ini, kami ingin memperkuat branding bahwa Kudus punya kopi dengan cita rasa khas dan kualitasnya yang tidak kalah dengan daerah lainnya,” ujarnya. 

Baca Juga: 13 Tahun Vakum, Kudus Kembali Gelar Pameran Bonsai Nasional

Pihaknya menegaskan, acara festival tersebut dibuka secara umum. Pengunjung cukup membayar tiket masuk ke area wisata tanpa biaya tambahan untuk menikmati semua rangkaian acara.

“Festival Kopi Muria 2025 ini menjadi momentum peningkatan branding kopi lokal, sekaligus sebagai ajang silaturrahmi antara barista, petani, dan penikmat kopi dari berbagai daerah,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemprov Jateng dan Kepolisian Atur Lalu Lintas di Titik Banjir, Kemacetan Jalur Demak-Semarang Mulai Terurai

0
Kemacetan arus jalan Pantura Demak-Semarang akibat banjir. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kemacetan arus jalan Pantura Demak-Semarang akibat banjir yang terjadi tiga hari ini sudah mulai terurai. Jika sebelumnya kendaraan tidak dapat bergerak, sekarang sudah bisa melaju kendati pelan. Kondisi di titik tertentu di sepanjang jalan tersebut terpantau padat merayap.

Terurainya kemacetan tersebut tak lepas setelah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah dan Kepolisian terjun mengatur lalu lintas serta menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara.

Baca Juga: Kaligawe dan Genuk Semarang Banjir, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump

Sejumlah petugas gabungan ditempatkan di titik lokasi banjir yang menjadi penyebab kemacetan. Petugas mengatur lalu lintas dan mengarahkan kendaraan yang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, turun ke lapangan meninjau sejumlah titik kemacetan. Mulai dari Jalan Raya Kaligawe, depan RSI Sultan Agung, dan pertigaan Genuk, Kota Semarang. Setelah itu ke wilayah Sayung, tepatnya di depan Pabrik Polytron, hingga depan Pasar Buyaran, Kabupaten Demak.

“Kami melakukan pantauan secara intensif selama dua hari ini. Kemacetan terjadi akibat hujan dan banjir dari Jembatan Kaligawe sampai Pasar Buyaran Demak,” ujar Arief ditemui saat pantauan di pertigaan Genuk, Kota Semarang, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, masih ada penumpukan kendaraan di sejumlah titik, namun sudah mulai terurai. Saat ini, pihaknya masih bekerja sama dengan Dishub Kota Semarang dan Kepolisian memperlancar kemacetan.

Terlebih Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin meminta sejumlah dinas di Pemprov Jateng terjun ke lapangan untuk bersama-sama menangani musibah banjir tersebut. Petugas gabungan juga sudah bekerja sejak Rabu malam begitu banjir melanda.

“Kemarin kemacetan sampai Demak, tapi hari ini sudah lancar. Di Buyaran tadi sudah tidak macet,” lanjutnya.

Tidak saja terjun mengatur lalu lintas, Dishub Jateng dan Kepolisian mencarikan jalur alternatif bagi pengendara mobil maupun motor.

“Untuk kendaraan yang di Genuk kita arahkan ke Jalan Woltermonginsidi,” imbuhnya.

Upaya tersebut disambut baik oleh para pengguna jalan. Salah satunya adalah Kurdi, seorang sopir truk tronton yang mengaku lega karena kemacetan telah terurai.

“Saya dari Lasem sampai sini lancar. Ya, Demak lancar,” ungkapnya.

Baca Juga: Dubes Inggris Boyong Tim Bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, Tindak Lanjuti Potensi Kerja Sama

Ia berharap, upaya Pemprov Jawa Tengah dalam menangani kemacetan di pantura Demak-Semarang terus dilakukan, sampai pengendara benar-benar merasakan nyaman, aman dan lancar.

“Usahanya Pemprov Jateng bagus. Jadi ditingkatkan lagi agar tidak ada macet,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -