Beranda blog Halaman 50

Stok Elpiji 3 Kg untuk Pati Ditambah Selama Ramadan dan Lebaran

0
Petugas sedang melakukan distribusi gas elpiji ke pangkalan. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI  – Masyarakat diimbau untuk tak perlu khawatir akan ketersediaan gas LPG 3 kilogram selama bulan suci Ramadan dan lebaran. Terlebih saat ini Pertamina telah menambah alokasi LPG bersubsidi, khususnya  di Kabupaten Pati.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Hiswana Area Pati, Mochamad Nurcholis saat memantau distribusi LPG bersubsidi di sejumlah pangkalan di Kecamatan Gembong dan Tlogowungu pada Jumat (27/2/2026).

Cholis menyebut, selama bulan suci Ramadan ini memang tercatat mengalami peningkatan permintaan LPG 3 kilogram. Dia menyebut usulan penambahan alokasi telah diajukan ke Pertamina. Penambahan diusulkan dilakukan bertahap sejak pekan keempat Februari ini.

“Pekan keempat Februari kemudian pekan pertama dan kedua Maret ditambah. Kemudian untuk momen lebaran juga ada penambahan,” ujarnya.

Data dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan extra dropping LPG 3 kg sebanyak 710.160 tabung atau setara dengan 2.130 metrik ton (MT) untuk wilayah Jawa Tengah.

Sementara untuk Pati untuk penambahan alokasi yang telah disalurkan sebanyak 66 ribu tabung. Dengan penambahan itu, Cholis optimis akan mampu memenuhi kebutuhan LPG bersubsidi masyarakat Pati. Bahkan kebutuhan saat lebaran juga dipastikan akan mampu terpenuhi.

“Karena penambahan saat ini cukup signifikan,” imbuhnya.

Oleh karena itu,  Cholis mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir akan kelangkaan gas LPG. Dia juga meminta agar masyarakat untuk membeli di pangkalan gas LPG resmi yang sudah ada di tiap desa di Pati.

Baca juga: Ramadan, Pertamina Guyur Lagi Tambahan 710 Ribu Gas Melon untuk Wilayah Semarang dan Muria Raya

“Beli di pangkalan saja dipastikan harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun kalau beli di pengecer pasti diatas HET,” imbuhnya.

Sementara itu, Analisis Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Suwardi menyebut, pihaknya hingga kini masih intens melakukan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram ke pangkalan. Langkah itu dilakukan dengan tujuan memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat dan penyaluran dari pangkalan agar tepat sasaran.

“Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati berkomitmen menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Saat ini kami selalu berkoordinasi intens kepada pihak Pertamina,” katanya

Suwardi berharap agar agen LPG di Pati dapat secara rutin melakukan pembinaan kepada pangkalan untuk melakukan penyaluran kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu dia meminta agar agen dapat menindak tegas kepada para pangkalan yang menyalurkan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami berharap pangkalan dapat menyalurkan LPG 3 kilogram tepat sasaran dengan harga sesuai HET,” tegas dia.

Ulin, salah satu warga Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, mengaku, meskipun pada Ramadan ini banyak warga yang membutuhkan gas, namun dirinya menyebut masih cukup mudah untuk mendapatkan gas melon.

“Ya masih aman sejauh ini. Ini dapat di pangkalan langsung. Harganya Rp 18 ribu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sri Puji. Katanya, untuk di daerahnya,gas elpiji masih bisa cukup mudah didapatkan. Warga Wonosekar, Kecamatan Gembong itu menyebut, kalau selama ini mendapatkan gas melon di pangkalan yang ada di desanya.

“Saya belinya di pangkalan, jadi masih gampang kalau di sini. Seminggu sekali biasanya habis satu tabung,” pungkasnya.

Editor : Suwoko

- advertisement -

KPK Geledah Rumah Riyoso Mantan Pj Sekda Pati, Diduga Terkait Perkara Sudewo

0
Kediaman Riyoso yang berada di Desa Ngarus, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati digeledah KPK pada Jumat (27/2/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Riyoso, mantan Pj Sekda Pati. Penggeledahan tersebut diakukan pada Jumat (27/2/2026) siang hingga sore.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak sejumlah mobil yang digunakan penyidik KPK terparkir di halaman rumah Riyoso yang berada di Desa Ngarus, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.

Tampak pula, petugas kepolisian berjaga di depan rumah. Sesekali, polisi yang di antaranya dilengkapi dengan senjata laras panjang, mengatur kendaraan yang berseliweran di depan rumah Riyoso, yang memang jalan umum.

Diduga, penggeledahan oleh penyidik KPK terhadap rumah Riyoso itu, terkait dengan kasus yang menjerat Bupati Pati Nonaktif, Sudewo.

Sementara itu,Harto, Kaur Keuangan Desa Ngarus, menyebut kalua ada aktivitas penggeledahan di rumah Riyoso tersebut. Dalam penggeledahan rumah Riyoso terebut, Harto ditunjuk sebagai pendamping.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati

Namun, pendampingan baru bisa dilakukan saat sore karena tengah menyelesaikan urusan administrasi desa di bank.

“Informasinya tadi, saya dicari sama Kepala Desa. Terus yang saya tahu, setelah saya datang ke sini, sudah ada petugas dari KPK dan didampingi oleh aparat penegak hukum,” ujar Harto.

Dia menambahkan, proses penggeledahan tersebut telah berlangsung sejak sebelum waktu Asar.
“Kurang lebih, ya sebelum Asar itu. Pak Inggi (Kepala Desa) menelepon saya itu tadi sekitar pukul 15.15 WIB,” jelasnya

Menurut Harto, Riyoso memang tinggal di rumah tersebut bersama istri yang berprofesi sebagai notaris. 
Namun, pada saat penggeledahan berlangsung, Riyoso dikabarkan tidak berada di kediamannya karena sedang menjalankan tugas kedinasan.

Editor: Suwoko

- advertisement -

251,61 Hektare Tanaman Padi di Kudus yang Alami Puso Dapat Klaim AUTP, Nilainya Capai Rp1,44 M

0
Lahan pertanian padi di wilayah Karangrowo, Kudus hingga kini masih terendam banjir. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus sedang mengusulkan asuransi untuk tanaman padi yang mengalami puso akibat banjir pada awal tahun 2026. Sawah-sawah terdampak tersebut, yang masuk dalam skema klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kepala Bidang Pertanian dan Pangan pada Dispertan Kudus, Muhammad Isnuroso menyampaikan, total luas sawah yang mengalami puso mencapai 251,61 hektare dengan total nilai kerugian sebesar Rp1.449.660.000.

“Data ini merupakan hasil pendataan lapangan terhadap sawah yang benar-benar mengalami puso akibat banjir di awal 2026. Seluruhnya sudah masuk dalam skema AUTP,” jelas melalui WhatsApp, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: 130 Hektare Tanaman Padi di Karangrowo Kudus Puso, Potensi Pendapatan Petani Rp5,9M Melayang

Ia menambahkan, nilai pertanggungan AUTP sebesar Rp6 juta per hektare. Dengan skema tersebut, petani yang lahannya mengalami gagal panen dapat menerima klaim sesuai luas lahan yang terdampak.

Sejumlah kelompok tani (poktan) yang lahannya terdampak tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Jati, Undaan, Kaliwungu, dan Mejobo. Adapun beberapa poktan dengan luasan terdampak cukup besar antara lain, Poktan Dadi Makmur, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo seluas 61,80 hektare dengan nilai kerugian Rp370.800.000, Poktan Krajan II, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan seluas 33,22 hektare dengan kerugian Rp199.320.000.

Kemudian Poktan Sidomulyo, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan seluas 26,74 hektare dengan kerugian Rp160.440.000, Poktan Tani Mulyo, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu seluas 16,56 hektare dengan kerugian Rp99.360.000.

Selain itu, terdapat pula Poktan Bondowoso di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Joyo Mulyo di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Sigedangan Lor di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Tambah Rejo di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, serta Krajan I di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan.

Di wilayah Kaliwungu, Poktan Ngudi Lestari di Desa Prambatan Lor tercatat mengalami puso seluas 3,67 hektare dengan kerugian Rp22.020.000. Sementara Poktan Mugi Rukun di Desa Sidorekso terdampak 1,06 hektare dengan kerugian Rp6.360.000, dan Poktan Sumber Rezeki di Desa Garung Kidul seluas 4,49 hektare dengan kerugian Rp26.940.000.

Baca juga: Malangnya Petani Jepara, Lahannya Puso Terendam Banjir Tak Tercover Asuransi 

Isnuroso menjelaskan, proses klaim AUTP dilakukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan berita acara pemeriksaan. Setelah dinyatakan memenuhi syarat puso, klaim akan dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, program AUTP sangat membantu petani dalam meminimalisasi kerugian akibat bencana alam, terutama banjir yang kerap terjadi ketika musim penghujan tiba.

“Dengan adanya AUTP, petani tetap memiliki modal untuk kembali menanam pada musim berikutnya. Ini menjadi bentuk perlindungan pemerintah terhadap risiko usaha tani,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Terancam Badai PHK, Buruh Rokok Kudus Tolak Penerapan Layer Baru SKM dan Aturan Nikotin

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan buruh rokok Kudus yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menggelar aksi di depan kantor mereka yang ada di tepi Jalan Muria, Kamis (26/2/2026) petang.

Mereka membentangkan spanduk penolakan wacana penambahan layer baru dalam produk Sigaret Kretek Mesin (SKM). Serta menolak Peraturan Menteri (Permen) Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Nomor 2 Tahun 2025 tentang koordinasi penentuan batas maksimal kadar nikotin dan tar.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus, Sabar menyampaikan, buruh rokok di Kota Kretek dengan tegas menolak kedua wacana pemerintah tersebut. Pasalnya kebijakan tersebut, bakal merugikan indsutri tembakau serta berdampak langsung kepada para buruh.

Baca juga : Soal Parkir di Pasar Kliwon yang Tarifnya Mendadak Jadi Rp10 Ribu, Pemenang Lelang Angkat Bicara

“Kami buruh rokok di Kudus menolak wacana kebijakan penambahan layer dan penentuan batas maksimal kadar nikotin dan tar. Karena hal itu bakal menyebabkan adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” ujar Sabar kepada awak media.

Sabar menuturkan, bahwa saat ini SKM sudah berlaku layer satu dan dua. Wacana pemerintah bakal menambah lagi dengan layer tiga. Penambahan tersebut sebagai upaya memerangi rokok ilegal.

Padahal, lanjutnya, ketika SKM ditambah lagi dengan adanya layer tiga, hal itu bakal merugikan industri tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kabupaten Kudus. Sebab, harga jual rokok layer dua SKM saat ini sudah lebih murah dibanding produk SKT layer satu.

“Ketika ada penambahan layer lagi di sigaret mesin, tentu pasar kretek tangan akan makin tergerus. Jika itu terjadi, masa depan puluhan ribu buruh rokok di Kudus terancam. Kami khawatir nanti terjadi badai PHK,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa industri tembakau di Kabupaten Kudus didominasi oleh SKT. Industri ini mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 70 ribu orang.

“Ketika wacana penambahan layer diberlakukan maka nasib ribuan buruh jadi taruhannya. Oleh karena itu kami menolak dan meminta wacana penambahan layer pada produk SKM untuk dikaji ulang,” tandasnya.

Sekretaris PC FSP RTMM-SPSI Kudus, Agus Purnomo menambahkan, buruh rokok juga menolak (Permen) Koordinator PMK Nomor 2 Tahun 2025 tentang koordinasi penentuan batas maksimal kadar nikotin dan tar. Dua komponen tersebut ibarat sebuah bumbu di dalam produk rokok.

“Ketika bumbu dikurangi tentu bakal berdampak pada cita rasa. Ketika rasanya tidak enak, nanti berdampak pada penjualan. Makanya kami tolak,” ujar Agus.

Menurutnya, pemberlakuan kebijakan Permen Koordinator PMK Nomor 2 Tahun 2025 bakal membunuh industri tembakau secara keseluruhan. Tidak hanya industrinya saja, tetapi juga petani tembakau di seluruh Indonesia.

“Sebab petani tembakau nasional kita tidak mampu untuk memproduksi bahan baku yang kadar tar dan nikotinnya ditentukan. Oleh karena itu kami atas nama buruh rokok meminta supaya kebijakan tersebut untuk dikaji ulang,” imbuhnya. 

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jalan Sekuro-Bangsri Diusulkan Tahun Ini Diperbaiki dengan Anggaran Rp 7,9 M

0
Kondisi jalan rusak di ruas Jalan Sekuro-Bangsri. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA – Ruas Jalan Sekuro-Bangsri di Kecamatan Mlonggo yang berada di Jalan Jepara-Keling pada tahun ini akan diusulkan agar mendapat alokasi anggaran peningkatan jalan sebesar Rp7,9 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Sub Koordinator Jalan dan Jembatan, Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Suparjo.

“Untuk ruas Jalan Sekuro-Bangsri yang saat ini rusak parah dan banyak lubang sedang kita ajukan peningkatan jalan Rp7,9 miliar,” ungkapnya pada Betanews.id melalui sambungan telepon, Kamis (26/2/2026).

Pengajuan itu nantinya akan disampaikan kepada Kepala DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah. Jika disetujui, pengajuan usulan peningkatan jalan itu akan dikerjakan pada tahun ini. Hanya saja terkait kapan pelaksanaannya ia belum bisa memastikan.

“Prosesnya nanti akan kita ajukan dulu, kapan pelaksanaannya kita belum tahu, harapannya bisa secepetnya,” ujarnya.

Baca juga: Pemeliharaan Ruas Jalan Jepara–Keling Dikebut Demi Kenyamanan Pemudik

Panjang ruas Sekuro-Bangsri yang diajukan untuk peningkatan jalan yaitu 2,9 km. Sesuai panjang ruas yang saat ini mengalami kerusakan.

Parjo melanjutkan, pengajuan peningkatan jalan itu dilakukan, sebab pada tahun ini, ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Jepara hanya mendapat alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan rutin sepanjang 248 km.

“Tahun ini alokasi anggaran itu hanya untuk pemeliharaan jalan berupa penambalan. Alokasinya untuk 248 kilometer,” sebutnya.

Sedangkan untuk penanganan sementara saat ini, Parjo mengatakan, yaitu dengan pemeliharaan jalan berupa penambalan lubang.

Penambalan dilakukan dengan bahan agregat berupa pasir, kerikil, batu pecah, dan abu batu untuk menutup lubang jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Setelah lubangnya tertutup nanti akan kita tangani dengan penambalan aspal,” katanya.

Berdasarkan laporan data dari DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, ruas jalan provinsi di Kabupaten Jepara yang kondisinya berlubang tidak hanya di Ruas Jepara-Keling.

Di ruas Jalan Kaliwungu-Kalinyamatan, berdasarkan laporan per tanggal 25 Februari 2026, jumlah lubang jalan yang tersisa sebanyak 109 lubang. Ruas Jalan Lingkar Jepara sebanyak 20 lubang, Ruas Jepara-Kedungmalang-Pecangaan 150 lubang, Ruas Jepara-Keling 400 lubang, dan Ruas Jalan Lingkar Climbing 38 lubang.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

ASN Kudus Diimbau Sisihkan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Alokasi Anggaran Rp32,8 M

0
Ilustrasi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dipastikan tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada Lebaran 2026. Hal itu terjadi karena tidak ada alokasi anggaran daerah yang disiapkan untuk pembayaran THR bagi pegawai dengan status tersebut.

Dalam APBD tahun ini, Pemkab Kudus hanya menganggarkan THR untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK penuh waktu. Sementara PPPK paruh waktu, dalam aturannya belum bisa masuk dalam skema penerima resmi.

Menyikapi kondisi itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima THR untuk ikut berbagi. Ia mendorong adanya solidaritas internal agar rekan-rekan yang tidak mendapatkan tetap bisa merasakan kebahagiaan menjelang Idulfitri.

“Ini bentuk empati dan solidaritas. Kita ajak teman-teman yang menerima untuk berbagi kepada yang belum mendapatkan,” kata Samani di Pendopo Kudus belum lama ini.

Menurutnya, mekanisme pengumpulan donasi akan dikoordinasikan melalui masing-masing kepala dinas. Selanjutnya, arahan tersebut diteruskan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pelaksanaannya tertib dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca juga: Ribuan PPPK Paruh Waktu di Kudus Dipastikan Tak Terima THR, Begini Penjelasannya

Bupati Sam’ani berharap langkah tersebut bisa menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan anggaran. Dengan cara itu, PPPK paruh waktu tetap bisa ikut merasakan suasana Lebaran meski tidak menerima THR dari pemerintah daerah.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ajakan berbagi itu tidak boleh disertai unsur paksaan. Kontribusi yang diberikan ASN harus murni atas dasar keikhlasan.

“Tidak boleh ada pemaksaan. Silakan sesuai keikhlasan masing-masing. Intinya bagaimana kita bisa berbahagia bersama saat merayakan Idulfitri,” tegasnya.

Data di lingkungan Pemkab Kudus mencatat terdapat 2.606 pegawai berstatus PPPK paruh waktu. Jumlah tersebut cukup signifikan, sehingga kebijakan tidak diberikannya THR tahun ini menjadi perhatian tersendiri.

Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Djati Solechah alokasi THR untuk ASN Pemkab Kudus tahun ini kurang lebih sebesar Rp 32,8 miliar. Masing-masing akan menerima THR sesuai dengan golongan dan pangkatnya.

“THR akan diberikan kepada PNS dan PPPK penuh waktu Pemkab Kudus. Sementara untuk paruh waktu tidak dapat, karena regulasinya memang begitu,” ujar Djati.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

DPRD Apresiasi Perayaan Festival Imlek, Jadi Wujud Toleransi Beragama di Jepara

0
Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna yang hadir dalam Festival Imlek belum lama ini. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi yang dipusatkan di Klenteng Hok Tek Tong pada Rabu, (26/2/2026).

Perayaan Festival Imlek tersebut turut dihadiri oleh ribuan masyarakat yang memadati jalan di sepanjang lokasi pelaksanaan festival.

Pertunjukan dua barongsai dan satu naga lion serta pertunjukan musik Tongtek juga menjadi hiburan bagi masyarakat muslim yang tengah menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

Festival Imlek pada tahun ini menjadi momentum bersejarah, karena untuk pertama kalinya digelar di klenteng yang berada di jantung Kota Jepara. Perayaannya yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat, penuh toleransi, dan sarat makna persaudaraan.

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, bahwa keberagaman di Kabupaten Jepara merupakan kekuatan sosial yang harus dirawat bersama.

Baca juga: Pertama Kali Digelar, Festival Imlek di Jepara Dipadati Ribuan Masyarakat 

“Perayaan ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi cerminan nyata bahwa masyarakat Jepara mampu hidup berdampingan dalam harmoni. Keberagaman adalah kekuatan kita. Dari perbedaan inilah lahir persatuan yang kokoh,” ujarnya pada Kamis, (26/2/2026).

Ia menambahkan, kebersamaan etnis umat Tionghoa dan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa menjadi simbol toleransi yang hidup dalam keseharian warga.

“Ketika barongsai tampil di tengah suasana Ramadan, dan warga berbagai agama duduk bersama menunggu waktu berbuka, itu adalah gambaran Jepara yang sesungguhnya, damai, terbuka, dan saling menghormati,” lanjutnya.

Ia berharapan agar festival serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda budaya tahunan yang inklusif.

“Jepara memiliki sejarah panjang sebagai daerah maritim yang terbuka terhadap berbagai budaya. Tugas kita hari ini adalah menjaga warisan toleransi itu agar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Katanya, Festival Imlek 2577 Kongzili di Jepara pun menjadi bukti bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata yang tumbuh dalam denyut kehidupan masyarakat Kota Ukir mewujudkan harmoni dalam perbedaan, bukan penyeragaman dalam kebersamaan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jalan Sekuro-Bangsri di Jepara Rusak Parah, Warga: “Seperti Kali”

0
Jalan Sekuro-Bangsri yang kondisinya rusak parah. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Jalan Sekuro-Bangsri, tepatnya di Kecamatan Mlonggo kondisinya saat ini rusak parah. Pada tahun 2025, ruas jalan yang berada di jalan Jepara-Keling itu memang sempat diperbaiki berupa peningkatan jalan menggunakan beton dan aspal. Namun, perbaikan belum menyasar seluruh ruas jalan.

Berdasarkan pantauan, kerusakan berupa lubang jalan mulai terlihat dari area Pasar Mlonggo ke utara. Lubang jalan dengan berbagai ukuran terlihat hampir merata di seluruh permukaan badan jalan.

Bahkan di beberapa titik ruas, lubang jalan dipenuhi kubangan air berwarna coklat. Sehingga kondisi itu, membuat pengguna jalan terlihat kesulitan saat melewati ruas jalan yang berlubang.

Zumaroh (50), Warga Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo mengatakan, kondisi jalan yang penuh lubang sudah terjadi hampir empat bulan yang lalu. Sebagai warga masyarakat ia pun mempertanyakan kapan ruas jalan Sekuro-Bangsri akan dilakukan perbaikan.

“Kapan dibenerinnya? Katanya mau dibenerin sampai sekarang belum ada. Gorong-gorong katanya mau diperbaiki tapi nyatanya tidak, makanya airnya meluap ke jalan. Kasihan masyarakat jalannya rusak kayak di kali (sungai),” katanya saat ditemui di Ruas Jalan Sekuro-Bangsri, pada Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Pemeliharaan Ruas Jalan Jepara–Keling Dikebut Demi Kenyamanan Pemudik

Hal serupa juga turut disampaikan oleh Badrudin, Warga Desa Sekuro yang rumahnya berada di depan Ruas Sekuro-Bangsri. Kondisi ruas jalan yang dipenuhi lubang itu menurutnya sudah banyak menimbulkan korban.

Banyak sepeda motor yang menurutnya terperosok di lubang jalan, terutama saat malam hari. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti truk yang membawa muatan besar, saat melewati lubang jalan banyak juga yang hampir terguling.

“Banyak yang jadi korban, kalau malam banyak yang terperosok terutama sepeda motor. Kalau truk suka mau glempang (terguling), soale muatan tinggi, jalannya berlubang,” ujarnya.

Badrudin mengatakan ruas jalan tersebut memang sudah dilakukan penambalan. Namun, saat hujan tiba material yang digunakan untuk menambal jalan banyak yang hilang tergerus air.

Terpisah, Sub Koordinator Jalan dan Jembatan, Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Jawa Tengah, Supardjo mengatakan pihaknya terkait lubang jalan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeliharaan berupa tambal lubang.

“Ruas Sekuro-Bangsri ini sedang kita lakukan penambalan, kemarin sudah kita tambal, tapi ada kerusakan lagi, sehingga saat ini pengerjaan kita fokuskan disana,” kata Suparjo saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara terkait lubang jalan yang dipenuhi genangan air, Suparjo menyebut terdapat dua titik saluran air yang ditutup oleh warga. Sehingga air menggenang di badan jalan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Berkah Ramadan, Polres Kudus Bersama Wartawan Santuni Anak Yatim

0
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo dan Ketua PWI Kudus berfoto bersama dengan anak yatim. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana hangat terasa di lobi Mapolres Kudus, Rabu petang (25/2/2026), saat jajaran Polres Kudus menggelar buka puasa bersama insan pers. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim.

Acara dihadiri pejabat utama Polres Kudus, perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Kudus, serta sejumlah pegiat media sosial. Sebanyak 15 anak yatim dari Yayasan Budi Luhur turut hadir dan menerima santunan.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mempererat kebersamaan, termasuk antara kepolisian dan media.

“Bulan Ramadan mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian. Berbagi dengan anak-anak yatim merupakan wujud empati sekaligus harapan agar membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar AKBP Heru.

Baca juga: Rapor Setahun Sam’ani–Bellinda Pimpin Kudus: Kemiskinan dan Stunting Turun, IPM Naik

Ia menekankan, bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilakukan aparat kepolisian semata. Dukungan dan peran media dinilai sangat penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menyejukkan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama menangkal penyebaran informasi keliru yang berpotensi memecah belah.

“Kami memandang media sebagai mitra. Kritik dan masukan tentu kami butuhkan sebagai bahan evaluasi demi pelayanan yang lebih baik,” kata Heru.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kudus Saiful Annas menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai komunikasi yang terjalin antara kepolisian dan wartawan selama ini cukup baik dan perlu terus dirawat.

“Kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat koordinasi. Jika komunikasi lancar, penyampaian informasi ke publik juga akan lebih stabil dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebelum waktu berbuka tiba. Melalui momentum Ramadan ini, Polres Kudus berharap hubungan dengan insan pers di Kabupaten Kudus semakin solid, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ramadan, Museum Jenang dan Gusjigang Jadi Favorit Ngabuburit Warga

0
Sejumlah warga saat ngabuburit di Museum Jenang Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa lokasi di Kabupaten Kudus menjadi tempat favorit untuk ngabuburit bagi warga Kudus yang sedang menjalani ibadah puasa. Satu di antaranya yakni Museum Jenang dan Gusjigang.

Beberapa orang terlihat memasuki museum yang berada di tepi Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus. Tak hanya warga lokal Kudus, banyak juga warga lain daerah yang ngabuburit di museum yang diresmikan pada tahun 2017 tersebut.

Kepala Museum Jenang dan Gusjigang, Hesti Tri Hartanto menyampaikan, selama.Ramadan, memang banyak warga yang memanfaatkan Museum.Jenang sebagai salah satu tempat favorit untuk ngabuburit. Sebab, suasananya sangat nyaman dijadikan tempat untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Baca juga: Menikmati Sensasi Barramundi Berbumbu Nusantara, Menu Favorit Buka Puasa di Putra Nelayan Pati

“Selain lokasinya yang nyaman, Museum Jenang ini bisa untuk memperkaya wawasan, edukasi dan banyak spot-spot instagramable. Jadi Museum Jenang dan Gusjigang ini sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit,” ujar Hesti kepada awak media di Museum Jenang dan Gusjigang, belum lama ini.

Hesti melanjutkan, di Museum Jenang dan Gusjigang banyak koleksi-koleksi yang bernilai. Selain muatan budaya dan sejarah juga ada nilai-nilai religiusnya.

“Sehingga para pengunjung bisa berwisata dan menambah iman dan takwa. Dengan melihat dan mempelajari koleksi-koleksi yang ada di Museum Jenang dan Gusjigang,” bebernya.

Di dalam Museum Jenang dan Gusjigang, tuturnya, pengunjung bisa melihat sejarah panjang perjalanan perusahaan jenang Mubarok yang dirintis pada tahun 1910 Masehi. Dari yang diolah secara tradisional sampai menjadi perusahaan modern.

“Serta di dalam Museum Jenang dan Gusjigang juga ada koleksi yang menandakan kearifan lokal Kudus. Jenisnya banyak sekali, sebagai sejarah, budaya, seni, religi, dan jati diri Kota Kudus itu sendiri,” bebernya.

Para pengunjung juga bisa melihat beberapa koleksi sebagai identitas Gusjigang. Sebuah falsafah peninggalan Sunan Kudus yang memiliki akronim, Bagus, Ngaji dan Berdagang.

Baca juga: Kopi Khas Turki Kini Hadir di Kudus, Sensasi Kopi Ala Timur Tengah yang Jadi Idaman Baru

Di dalam museum, juga ada koleksi Alquran dari yang terkecil hingga yang terbesar. Selain itu ada juga beberapa kaligrafi karya orang-orang ternama yang pernah juara baik tingkat nasional maupun internasional.

“Selain itu juga ada perjalanan beberapa pengusaha rokok. Di antaranya Nitisemito dan koleksinya, serta ada rumah kapal dan omah kembar,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung yakni, Zahra Devina (19) sangat terkesan dengan koleksi yang ada di Museum Jenang dan Gusjigang. Menurutnya, kunjungan pertamanya itu sangat bermanfaat, apalagi di bulan Ramadan.

“Ternyata di museum ini banyak koleksi tentang sejarah Islam. Sehingga cocok untuk dijadikan lokasi favorit ngabuburit,” ujar remaja asal Pati tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ngabuburit Ilmiah Ala Siswa SMAN 1 Jakenan, Riset di Kebun Melon di Pekalongan Pati

0
Siswa SMAN 1 Jakenan sedang memetik melon di kebun milik Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Belasan siswa berbaju putih abu-abu tampak memadati Wisata Petik Melon di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Kamis (26/2/2026) sore. Bukan sekadar ngabuburit biasa, Siswa SMAN 1 Jakenan itu rupanya sedang melakukan riset mendalam soal pupuk dan media tanam yang akan dibawa ke olimpiade.

Sore yang hangat itu menemani mereka meneliti tumbuhan melon berjenis Sweet Lavender dan The Blues. Ada yang bertugas memeriksa media tanam dan efektivitas pupuk yang mulai diaplikasikan dua bulan lalu, ada pula yang mengukur diameter buah guna memastikan kualitas petumbuhannya.

Tak lupa, mereka mencatat setiap detail riset ke dalam buku laporan dan mendokumentasikannya melalui kamera telepon seluler (ponsel) sebagai data pendukung.

Baca juga : Kisah Didi, Warga Bandung yang Sukses Jualan Cimol & Kentang di Kudus

Di momen Ramadan ini, hampir setiap hari mereka menunggu waktu berbuka dengan mengunjungi kebun melon milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pekalongan itu. Mereka dengan tekun mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang akan berlangsung tahun ini.

Dalam ajang tahunan itu, tim riset SMAN 1 Jakenan mempersiapkan dua tim yaitu Tim Fertiva Smanja yang beranggotakan Riska Oktaviani dan Warsito, dan Tim Coco Smanja berisi Anaya Shiren Febiola dan Reyhan Davin Fernanda. Mereka akan mempresentasikan penelitian pupuk organik cair dan cocopeat.

Riska Oktaviani menjelaskan, selama beberapa bulan ini timnya memang sedang meneliti pupuk organik cair dari alam dan limbah pasar seperti kulit bawang merah, lengkuas, dan air kelapa. Pupuk tersebut lantas diujicobakan pada tanaman melon. Sedangkan satu tim lainya membuat cocopeat dari limbah serabut kelapa sebagai media tanamnya.

“Untuk pupuk organik cari, Prosesnya semua bahan dihaluskan terlebih dahulu lalu dicampurkan. Setelah itu, didiamkan dulu selama 30 hari baru bisa digunakan,” jelasnya.

Riska mengklaim pupuk organik tersebut bisa menekan pengeluaran petani karena bahan-bahannya mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Berdasarkan hasil risetnya, hasilnya juga lebih bagus daripada pupuk kimia.

“Dari penelitian saya, melonnya dapat tumbuh lebih baik daripada menggunakan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak keseimbangan tanah. Berat melonnya tambah besar dan kualitas tumbuhannya juga sehat,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Jakenan, Rumaji menambahkan, siswa sudah melakukan ujicoba pengaplikasian pupuk dan cocopeat ke tanaman melon sejak dua bulan lalu. Menurutnya, sejauh ini hasilnya memuaskan dan sekitar 10 hari lagi sudah panen.

“Hasilnya ini sangat memuaskan. Alhamdulillah ini sudah hampir panen, kira-kira 10 hari lagi sudah bisa dipetik,” katanya.

Berbekal kesuksesan ini, lanjut Rumaji, pihaknya akan mencoba menggunakannya untuk jenis tanaman lain. Jika kembali sukses, pupuk ini akan sangat bermanfaat bagi petani karena terbuat dari limbah dan mudah dtemukan di sekitar lingkungannya.

“Sementara ini anak-anak baru mengaplikasikan di melon. InsyaAllah nanti ke depannya akan dicoba untuk ke tanaman yang lainnya,” kata dia.

Baca juga: Menikmati Sensasi Barramundi Berbumbu Nusantara, Menu Favorit Buka Puasa di Putra Nelayan Pati

Kepala Desa Pekalongan, Ukhwatur Roi, mengapresiasi hasil penelitian siswa SMAN 1 Jakenen tersebut. Berkat mereka, tanaman buah melon tersebut tumbuh dengan lebih sehat dan hasilnya makin meningkat.

“Hasilnya cukup bagus dibanding dengan pupuk-pupuk dari pabrikan. Kemarin kami pakai pupuk kimia, beli lah. Kalau ini memang murni buatan anak-anak SMAN 1 Jakenan,” ujarnya.

Selama Ramadan ini, pihaknya juga membuka wisata petik melon yang mendapat sambutan bagus dari masyarakat. Setiap menjelang berbuka, banyak masyarakat yang mampir untuk merasakan sendiri petik buah dan membelinya untuk dibawa pulang.

“Banyak yang ngabuburit di sini. Apalagi ini dekat resto jadi ke sini lihat-lihat sambil beli. Harga per kilogramnya Rp30 ribu untuk semua jenis,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Ramadan Bawa Berkah, Pesanan Produk Ecoprint Kudus Melejit hingga Tembus Pasar Malaysia

0
Pengunjung sedang melihat kain yang ada di Jati Semi Ecoprint Kudus. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Permintaan perlengkapan ibadah dan busana muslim di bulan Ramadan membawa berkah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kudus. Salah satunya dirasakan oleh pemilik Jati Semi Ecoprint, Nunung Noor Khamimah. Katanya, pesanan meningkat signifikan di momen Ramadan kali ini.

Imah mengatakan, saat ini pihaknya bahkan sudah menutup pesanan karena keterbatasan tenaga penjahit. Selain itu juga pesanan yang begitu membludak tak lagi menerima pesanan yang masuk.

“Pesanan lumayan banyak, dan kami sudah close order, karena kami terkendala di penjahitnya,” katanya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, peningkatan permintaan pada momen Ramadan sudah menjadi tradisi tahunan. Banyak masyarakat ingin mengenakan perlengkapan ibadah dan pakaian terbaik saat Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Lima Motif Tenun Troso Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis 

Permintaan pesanan produk fesyen ramah lingkungan tersebut tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Apalagi kalau dibanding hari biasa, tentunya lebih banyak momen puasa seperti ini. Karena sudah menjadi tradisi, kalau mau Lebaran, maunya yang baru dan bagus. Tapi itu juga disunnahkan memakai yang terbaik,” jelasnya.

Ia menyebut, kenaikan penjualan pada Ramadan tahun ini mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasa. Produk yang paling diminati yakni perlengkapan salat seperti mukena, sajadah, sarung, dan jilbab.

“Awalnya sarung tidak kami produksi, sekarang ikut bikin. Jilbab juga awalnya tidak banyak, sekarang permintaannya tinggi,” katanya.

Dari sisi harga, Imah menuturkan, sajadah travel menjadi produk paling terjangkau sekaligus paling laris, dengan harga mulai Rp85 ribu. Sementara produk termahal adalah mukena berbahan sutra halal yang bisa mencapai Rp1,5 juta, serta sarung premium yang harganya lebih dari Rp800 ribu.

Baca juga: Bisa Custom Desain, Kenes Kidswear di Jepara Sediakan Baju Anak Harga Merakyat 

Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, produk ecoprint buatannya juga telah menjangkau pasar luar negeri. Ia mengaku penjualan sudah merambah sejumlah daerah seperti Banjarnegara dan Jombang, bahkan hingga Sarawak, Malaysia.

“Produk yang paling banyak diminati ketika kirim ke Malaysia adalah pasmina. Karena saat Lebaran orang di sana suka memakai pasmina,” ungkapnya.

Untuk pemasaran, ia memanfaatkan media sosial serta jaringan pertemanannya. Ia berharap tren positif penjualan ini dapat terus berlanjut dan membantu mengembangkan usaha sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ramadan, Pertamina Guyur Lagi Tambahan 710 Ribu Gas Melon untuk Wilayah Semarang dan Muria Raya

0
Petugas sedang memeriksa tabung elpiji 3 kg. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan tambahan pasokan elpiji 3 kilogram sebanyak 710.160 tabung atau setara 2.130 metrik ton (MT) untuk wilayah Semarang dan Muria Raya. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Tambahan tersebut merupakan extra dropping atau distribusi di luar alokasi harian reguler yang telah ditetapkan sebelumnya. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi bersama pemerintah daerah terkait tren peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram setiap Ramadan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan penyaluran tambahan elpiji 3 kilogram dilakukan secara bertahap mulai pekan ini. Distribusi akan terus dimonitor agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Extra dropping ini merupakan hasil evaluasi bersama pemerintah daerah atas tren peningkatan konsumsi selama Ramadan. Tambahan 710.160 tabung akan disalurkan bertahap hingga minggu depan dan akan terus kami evaluasi sesuai perkembangan kebutuhan,” ujar Taufiq melalui siaran tertulisnya, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Kudus Dapat Tambahan Alokasi 131.352 Tabung Gas Melon Selama Ramadan dan Lebaran

Ia memastikan tambahan pasokan tersebut langsung memperkuat stok di pangkalan resmi, termasuk di wilayah Semarang dan Muria Raya. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tetap dapat memperoleh gas bersubsidi tanpa kendala selama Ramadan.

Selain menjaga ketersediaan, lanjut Taufiq, juga menegaskan bahwa harga gas melon tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp18 ribu per tabung. Masyarakat diminta membeli di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan.

Lokasi pangkalan resmi dapat diakses melalui laman subsiditepatlpg.mypertamina.id dengan memasukkan lokasi tempat tinggal. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui titik distribusi resmi terdekat.

“Secara rata-rata, di setiap desa atau kelurahan terdapat 9 hingga 10 pangkalan resmi gas bersubsidi yang telah terdaftar dan diawasi. Kami mengimbau masyarakat tidak membeli di pengecer jika harga melambung jauh di atas HET,” tambah Taufiq.

Pertamina menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta melakukan monitoring intensif selama Ramadan. Upaya ini dilakukan agar distribusi elpiji 3 kilogram berjalan lancar, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil selama bulan puasa.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Lima Kandidat Sekda Ikuti Assessment, Bupati Sam’ani Tegaskan Komitmen Seleksi Objektif dan Profesional

0
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menghadiri pelaksanaan Assessment Center di Ruang Assessment Center Polri, Gedung TNCC Polri Lantai 3, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan komitmennya menjaga objektivitas dan profesionalisme dalam proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pelaksanaan Assessment Center di Ruang Assessment Center Polri, Gedung TNCC Polri Lantai 3, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 26–27 Februari 2026 itu, merupakan bagian dari rangkaian Seleksi Secara Terbuka dan Kompetitif Pengisian Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus. Agenda tersebut dibuka oleh Kabagpenkompeten Robinkar SSDM Polri, Kombes Pol Aris Haryanto.

Sebanyak lima peserta yang telah lolos tahap administrasi mengikuti tahapan assessment center. Mereka adalah Ali Syofii, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Catur Sulistyanto, Staf Ahli Bupati Kudus Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Djati Solechah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, Inspektur Kabupaten Kudus, serta Mundir, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus.

Pada kesempatan itu, Bupati Kudus menyampaikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi dari Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri melalui Biro Pembinaan Karier (Robinkar) dan Bagian Penilaian Kompetensi (Bagpenkompeten).

“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan fasilitasi dari SSDM Polri. Assessment Center ini menjadi tahapan penting untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, terukur, dan sesuai standar kompetensi,” ujar Bupati.

Baca juga: Rapor Setahun Sam’ani–Bellinda Pimpin Kudus: Kemiskinan dan Stunting Turun, IPM Naik

Ia menegaskan, seleksi terbuka Sekda merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menghadirkan figur pimpinan birokrasi yang profesional dan berintegritas.

“Kami ingin memastikan bahwa Sekretaris Daerah yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas manajerial, kepemimpinan yang kuat, serta mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Kudus,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kabagpenkompeten Robinkar SSDM Polri Kombes Pol Aris Haryanto menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti setiap tahapan asesmen.

“Assessment ini dilaksanakan secara profesional dan terstandar. Silakan para peserta mengikuti seluruh tahapan dengan optimal, karena setiap metode dirancang untuk memotret kompetensi secara komprehensif,” jelasnya.

Penegasan serupa disampaikan Asesor Madya Kepolisian Tingkat III SSDM Polri, Kombes Pol Nurman Surachman. Ia menjelaskan bahwa asesmen ditujukan untuk menjaring figur pimpinan dengan kompetensi mumpuni dan sesuai standar jabatan.

“Asesmen mencakup kompetensi manajerial, sosial kultural, serta potensi kepemimpinan. Metode yang digunakan meliputi In Tray, Problem Analysis, Leaderless Group Discussion (LGD), dan Behavioral Event Interview (BEI). Seluruh proses dilaksanakan secara independen oleh Tim Asesor SSDM Polri untuk menjamin objektivitas hasil,” terangnya.

Melalui tahapan assessment center tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap seleksi terbuka Sekda dapat menghasilkan rekomendasi terbaik sebagai dasar penetapan calon Sekretaris Daerah, guna mendukung percepatan pembangunan dan menjaga stabilitas birokrasi di Kabupaten Kudus.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pemeliharaan Ruas Jalan Jepara–Keling Dikebut Demi Kenyamanan Pemudik

0
Pemeliharaan ruas Jalan Jepara-Keling. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah terus mengebut pemeliharaan ruas jalan Jepara-Keling sebagai persiapan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sub Koordinator Jalan dan Jembatan, BPJ Wilayah Pati, Suparjo mengatakan, total terdapat lima ruas jalan provinsi yang berada di Kabupaten Jepara. Yakni, Ruas Jalan Kaliwungu-Kalinyamatan, Jalan Lingkar Jepara, Jepara-Kedungmalang-Pecangaan, Jepara-Keling, dan Jalan Lingkar Cumbling.

Dari lima ruas jalan tersebut, ruas Jalan Jepara-Keling tepatnya di ruas Sekuro-Bangsri, Kecamatan Mlonggo menjadi titik yang kerusakannya cukup parah.

“Menjelang lebaran ini kita kebut untuk pemeliharaan rutin. Fokus pengerjaan saat ini di ruas Sekuro-Bangsri, sebelumnya di sana sudah kita kerjakan tapi masih timbul kerusakan,” kata Suparjo kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, Kamis (26/2/2026).

Pemeliharaan Jalan saat ini, menurut Parjo difokuskan untuk pemeliharaan badan jalan berupa penambalan lubang. Sebab di beberapa tempat, banyak ruas jalan yang kondisinya berlubang.

Penambalan lubang jalan itu, menggunakan bahan agregat untuk menutup lubang agar tidak membahayakan pengendara. Kemudian setelah lubang tertutup nantinya akan diaspal.

Berdasarkan laporan data dari DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, hingga per tanggal 25 Februari 2026, jumlah lubang jalan yang berada di Ruas Jepara-Keling sebanyak 400 lubang.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, 248 Km Ruas Jalan di Wilayah Muria Raya Jadi Prioritas Perbaikan oleh Pemprov Jateng

Jumlah itu sudah berkurang dari laporan sebelumnya per tanggal 15 Januari 2026 sebanyak 640 lubang jalan. Total terdapat tujuh pekerja yang dikerahkan untuk melakukan pemeliharaan jalan di ruas Jalan Jepara-Keling.

Pemeliharaan jalan itu bertujuan untuk menjaga kondisi jalan agar bisa dilalui kendaraan sehingga arus perpindahan barang dan jasa bisa berjalan lancar. Dampaknya diharapkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Target kami lebaran bisa melayani arus lebaran dengan lancar,” ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sebelumnya juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen menuntaskan ribuan titik lubang di jalan provinsi sebelum arus mudik dan balik Lebaran. Langkah itu sebagai prioritas demi keselamatan pengguna jalan sekaligus penguatan konektivitas ekonomi daerah.

Ahmad Luthfi menjelaskan, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 4.870 titik lubang yang kini menjadi prioritas penanganan.

“Target kami menjelang arus mudik dan balik, lubang-lubang tersebut sudah tertutup dan jalan dalam kondisi mantap. Ini menjadi komitmen kami demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tidak semata proyek fisik, melainkan menyangkut aspek keselamatan dan perputaran ekonomi masyarakat.

“Pertama untuk keselamatan berlalu lintas. Kedua, mendukung pergerakan ekonomi karena konektivitas jalan memperlancar distribusi barang dan jasa. Ketiga, mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -