BETANEWS.ID, KUDUS – Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah terus memaksimalkan pemeliharaan rutin jalan provinsi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Penanganan ini dilakukan, untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman dilalui oleh masyarakat.
Sub Koordinator Jalan dan Jembatan BPJ Wilayah Pati, Suparjo mengatakan, perawatan yang dilakukan bersifat rutin dan normatif, seperti penambalan jalan berlubang serta penanganan kerusakan ringan lainnya.
“Secara utuh, jelang Lebaran kali ini kita prioritaskan di wilayah Jepara. Kudus juga ada penanganan, tapi kita dilakukan secara berkala setelah Jepara,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, wilayah kerja BPJ Pati meliputi empat kabupaten, yakni Kudus, Pati, Jepara, dan Rembang. Total panjang ruas jalan yang menjadi fokus perawatan jelang Lebaran mencapai 248 kilometer.
Dalam pelaksanaannya, BPJ menerjunkan tiga tim untuk melakukan perawatan di sejumlah titik yang jumlahnya masih bersifat fluktuatif, menyesuaikan kondisi di lapangan. Perawatan penambalan sudah dilakukan sejak awal Januari 2026 dan ditargetkan rampung seluruhnya maksimal H-7 Lebaran.
Suparjo memastikan, kegiatan perawatan rutin tersebut tidak akan terlalu mengganggu arus lalu lintas. Berbeda dengan proyek peningkatan jalan yang biasanya berpotensi menimbulkan kemacetan. Katanya,pekerjaan kali ini hanya sebatas pemeliharaan ringan.
“Jelang Lebaran tahun ini, hanya dilakukan perawatan saja. Sehingga kami prediksi tidak mengganggu aktivitas lalulintas,” katanya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, terlebih saat volume kendaraan meningkat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Baca juga: Pemprov Jateng Perbaiki Ribuan Jalan Berlubang, Jelang Mudik Lebaran Harus Rampung
Selain itu, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan kerusakan. Hal ini dilakukan, mengingat kondisi jalan masih berpotensi mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi yang masih terjadi di musim hujan.
“Tujuannya agar tidak membahayakan pengguna jalan. Karena saat ini masih musim hujan, potensi kerusakan masih cukup tinggi,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen menuntaskan ribuan titik lubang di jalan provinsi sebelum arus mudik dan balik Lebaran. Langkah itu sebagai prioritas demi keselamatan pengguna jalan sekaligus penguatan konektivitas ekonomi daerah.
Ahmad Luthfi menjelaskan, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 4.870 titik lubang yang kini menjadi prioritas penanganan.
“Target kami menjelang arus mudik dan balik, lubang-lubang tersebut sudah tertutup dan jalan dalam kondisi mantap. Ini menjadi komitmen kami demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tidak semata proyek fisik, melainkan menyangkut aspek keselamatan dan perputaran ekonomi masyarakat.
“Pertama untuk keselamatan berlalu lintas. Kedua, mendukung pergerakan ekonomi karena konektivitas jalan memperlancar distribusi barang dan jasa. Ketiga, mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” jelasnya.
Ahmad Luthfi juga menegaskan, pemerintah provinsi terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, mulai dari bupati dan wali kota hingga wartawan, serta masyarakat.
“Kami terbuka terhadap semua masukan. Apa pun yang kami lakukan ini untuk masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

