Beranda blog Halaman 3

6 Pelaku Penganiayaan Remaja di Kudus Berhasil Diamankan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kudus berhasil mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Dawe, Kudus.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan enam terduga pelaku penganiayaan.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, kasus tersebut bermula saat dua remaja sedang mengendarai sepeda motor pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di pertigaan Dengkol, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

“Kedua korban saat itu dibuntuti oleh dua sepeda motor yang masing-masing berboncengan tiga orang. Para pelaku kemudian memepet korban dan melakukan penyerangan dari arah belakang menggunakan cutter hingga menyebabkan korban mengalami luka pada bagian tangan dan punggung,” kata AKBP Heru melalui siaran tertulisnya, Rabu (13/5/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban pertama sempat menjalani perawatan di Puskesmas Dawe, sedangkan korban kedua dirawat di RSUD Loekmonohadi Kudus.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan langsung ditindaklanjuti oleh anggota Resmob Satreskrim Polres Kudus.

Baca juga : Polisi Buru Sejumlah Remaja yang Diduga Bawa Sajam di Kawasan Perumahan di Kudus

Hasil penyelidikan, lima terduga pelaku, yakni IWD (17), DHM (16), APA (15), WN (16), dan MJA (15), berhasil diamankan pada Sabtu (9/5/2026). Sementara itu, DER (15), pelaku yang mengayunkan cutter, diamankan pada Senin (11/5/2026).

“Kurang dari 24 jam setelah laporan diterima, tim kami berhasil mengidentifikasi dan mengamankan lima terduga pelaku. Sementara satu pelaku lainnya kembali berhasil diamankan pada Senin kemarin. Dari total enam pelaku yang diamankan, tiga di antaranya ditangkap di wilayah Kudus, sedangkan tiga lainnya diamankan di Kabupaten Grobogan,” jelas Kapolres.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor, pakaian yang digunakan saat kejadian, helm, cutter, serta penggaris stainless yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

AKBP Heru menegaskan bahwa pihaknya akan menangani perkara tersebut secara profesional. Saat ini, keenam terduga pelaku masih menjalani penyidikan di Satreskrim Polres Kudus.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jangan mudah terpancing isu maupun ajakan yang dapat memperkeruh situasi,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pergaulan di lingkungan maupun media sosial agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami berharap peran orang tua, sekolah, dan lingkungan dapat lebih ditingkatkan dalam melakukan pengawasan serta pembinaan kepada anak-anak, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jepara Punya Rumah Produksi Gula Aren, Potensinya Capai Rp13 Juta per Hari

0

BETANEWS.ID, JEPARA — Bupati Jepara, Witiarso Utomo meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Selasa (12/5/2026).

Sebelum meresmikan rumah produksi gula aren, Wiwit bersama rombongan melakukan penanaman pohon aren serta ikut memanen nira aren yang menjadi salah satu potensi unggulan di desa tersebut.

Wiwit mengatakan, potensi aren di Desa Tanjung cukup besar sehingga berpeluang menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

“Desa Tanjung itu punya banyak pohon aren yang bisa dimanfaatkan. Satu pohon bisa menghasilkan sekitar 10 liter nira. Ada 329 pohon produktif, kita akan berikan peralatan penunjang untuk memaksimalkan olahannya,” katanya saat melakukan kunjungan dalam program Bupati Ngantor di Desa.

Wiwit melanjutkan, tidak hanya Desa Tanjung, beberapa desa di Kecamatan Pakis Aji juga memiliki potensi strategis yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap sebagai pusat wisata dan perekonomian baru di Jepara.

“Untuk Kecamatan Pakis Aji, kita ada beberapa potensi seperti Pandan Arum di Desa Suwawal Timur yang nantinya akan dijadikan ikon. Ke depan, secara bertahap menjadi sentra pariwisata dan sentra perekonomian,” ujarnya.

Baca juga : Sepekan Digelar, Pameran Ukir TATAH Jepara Didatangi 2.639 Pengunjung

Ia menyebut sejumlah fasilitas dan program juga akan terpusat di kawasan tersebut, mulai dari Sekolah Rakyat, SPPG, Sirkuit Rakashima, hingga rencana penempatan gudang Bulog.

Sementara itu, PIC Kecamatan Pakis Aji, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, potensi gula aren di Desa Tanjung saat ini belum tergarap maksimal akibat keterbatasan sarana produksi.

“Kita melihat potensi yang belum dimanfaatkan. Sehari baru mengolah sekitar 560 liter,” jelas Arwin.

Ia memaparkan, dari total 329 pohon aren produktif, potensi produksi nira mencapai 3.290 liter per hari. Namun, yang baru bisa dimasak sekitar 510 liter sehingga masih ada sekitar 2.730 liter yang belum terolah akibat keterbatasan alat produksi.

“Kalau seluruh potensi itu dikelola dengan baik, sehari bisa menghasilkan sekitar 329 kilogram gula aren. Dengan harga pasar saat ini sekitar Rp40 ribu per kilogram, maka omzetnya bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari,” terangnya.

Menurut Arwin, angka tersebut sangat realistis dicapai jika dukungan sarana dan prasarana produksi terpenuhi.

“Ini nilai yang sangat besar dan bukan angan-angan. Nah, kesenjangan itu akan dibantu Pak Bupati melalui bantuan sarpras panen maupun produksi,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pelaku Biro Wisata Soroti Dugaan Monopoli Study Tour Sekolah di Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pelaku biro perjalanan wisata di Kabupaten Kudus menyoroti dugaan praktik monopoli dalam pengelolaan kegiatan study tour sekolah. Mereka meminta agar kegiatan study tour yang dijalankan sekolah tidak dimonopoli sehingga seluruh biro perjalanan wisata memiliki kesempatan yang sama untuk melayani konsumen.

Salah satu perwakilan biro wisata di Kudus, Owner HMC Tour, Wahyu, mengatakan pihaknya berharap proses penunjukan biro perjalanan dilakukan secara terbuka dan adil tanpa hanya mengakomodasi satu atau dua biro tertentu. Menurutnya, biro perjalanan wisata di Kudus jumlahnya cukup banyak, tidak hanya satu atau dua saja.

“Harapan kami, main fair saja. Kudus itu bukan milik satu atau dua biro. Yang penting punya izin, punya kualifikasi, dan memenuhi SOP,” katanya.

Menurut Wahyu, mekanisme pemilihan biro perjalanan seharusnya diserahkan kepada sekolah berdasarkan kualitas pelayanan, harga, serta fasilitas yang ditawarkan masing-masing penyedia jasa.

“Biarkan sekolah memilih mana yang terbaik menurut versinya masing-masing. Kalau dimonopoli satu atau dua biro, yang lain hidupnya bagaimana?” ujarnya.

Ia menilai, apabila hanya biro tertentu yang direkomendasikan secara tidak tertulis, kondisi tersebut berpotensi mematikan usaha biro wisata lainnya di Kabupaten Kudus.

“Negara kita bukan negara monopoli. Kalau hanya menghidupkan satu atau dua pihak, sementara yang lain dimatikan, tentu membuat persaingan tidak sehat,” tegasnya.

Baca juga : Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif Perkuat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Kudus

Wahyu mengaku, sejauh ini informasi mengenai dugaan monopoli tersebut masih sebatas pembicaraan di lapangan dan belum ditemukan aturan tertulis. Namun, menurutnya, beberapa sekolah mulai cenderung menggunakan biro yang sama dalam kegiatan study tour.

“Yang berjalan sekarang kecenderungannya hanya menggunakan satu, dua, maksimal tiga biro saja yang dipakai,” ungkapnya.

Ia menyebut, dalam praktiknya biro wisata biasanya menawarkan proposal, presentasi pelayanan, kesiapan armada, hingga harga kepada pihak sekolah. Dari situ, sekolah semestinya dapat menentukan pilihan secara objektif.

“Biasanya sekolah memilih yang harganya tidak mahal, tetapi pelayanannya bagus. Itu yang seharusnya menjadi seleksi alam,” jelasnya.

Selain itu, pihak biro perjalanan juga menilai kegiatan study tour membutuhkan koordinasi dan izin resmi karena dilaksanakan pada hari efektif sekolah. Karena itu, mereka berharap tidak ada arahan lisan yang membatasi sekolah untuk hanya menggunakan biro tertentu.

“Kalau ada imbauan lisan dari pemangku kebijakan untuk memakai biro tertentu, tentu sekolah juga jadi tidak enak. Walaupun tidak tertulis, itu tetap berpengaruh,” keluhnya.

Para pelaku usaha wisata berharap pemerintah maupun pemangku kebijakan pendidikan di Kudus dapat menjaga iklim usaha tetap sehat dan kompetitif sehingga seluruh biro perjalanan lokal yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Stasiun Wergu Disulap Jadi Sport Center, Nilai Investasi Tembus Rp4 Miliar

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Kawasan Stasiun Wergu Kudus yang selama bertahun-tahun terbengkalai kini mulai disulap menjadi pusat olahraga dan gaya hidup baru. Nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp4 miliar di luar biaya sewa lahan.

General Manager Lapangan PT Wisan Tri Jaya, Sandung Hidayat, mengatakan pihaknya resmi menyewa kawasan tersebut melalui mekanisme yang telah disepakati bersama PT KAI. Selain itu, proses perizinan juga melibatkan pemerintah daerah setempat.

“Kami mengambil masa sewa awal selama lima tahun dengan peluang perpanjangan sesuai aturan dari PT KAI. Keputusan itu diambil karena perusahaan melihat adanya potensi besar di kawasan tersebut,” ujar Sandung di Kawasan Stasiun Wergu, Selasa (12/5/2026).

Ia mengaku pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng tiga kontraktor berbeda. Masing-masing kontraktor memiliki tugas tersendiri, mulai dari renovasi atap, pembangunan lapangan olahraga, hingga pengerjaan furnitur.

“Bagaimanapun ini tempat sewa, jadi semakin cepat selesai semakin baik,” tandasnya.

Konsep yang diusung bukan sekadar tempat olahraga biasa. Menurutnya, di kawasan itu nantinya akan tersedia arena biliar, lapangan padel, gym, plaza, kios Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pusat penjualan souvenir.

Baca juga : Awal 2026 Positif, Penerimaan Bea Cukai Kudus Lampaui Target

“Arena biliar yang dibangun ditargetkan menjadi salah satu yang terbaik di wilayah eks Karesidenan Pati, baik dari sisi meja permainan maupun pelayanan yang diberikan kepada pengunjung,” sebutnya.

Selain fasilitas olahraga, pihaknya juga menyiapkan area usaha bagi pelaku UMKM lokal. Bahkan saat ini sudah ada sejumlah pelaku usaha menengah yang mulai berkomunikasi untuk menyewa tempat.

“Keberadaan kawasan baru tersebut diharapkan bisa menghidupkan kembali area Stasiun Wergu yang selama ini kurang termanfaatkan. Pemanfaatan aset tidur seperti itu bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” bebernya.

Ia menilai tempat tersebut sudah lama terbengkalai. Sebagai pengusaha, pihaknya ingin memanfaatkan lahan itu agar lebih hidup.

“Pembangunan tahap awal ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 untuk arena biliar. Sementara seluruh kawasan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2027,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gus Miftah Sayangkan Stigma Buruk terhadap Pesantren

0

BETANEWS.ID, PATI — Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah meminta masyarakat bersikap adil dalam menyikapi kasus viral yang menyeret nama pesantren dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, publik tidak boleh menggeneralisasi seluruh pesantren hanya karena ulah oknum tertentu. Ia menegaskan, kasus tersebut harus dilokalisasi kepada pelaku, bukan lembaganya.

“Ke depannya kita harus fair menyikapi kejadian viral hari ini. Jangan kemudian hanya karena perilaku seseorang, kita menggeneralisasi kasus bahwa pesantren seperti itu,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai memberikan tausiah di Permata Cafe, Kabupaten Pati, Selasa (12/5/2026).

Gus Miftah menyebut dirinya telah mendapat konfirmasi dari Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Tengah, Gus Rozin. Disebutkan bahwa sosok yang viral tersebut bukan kiai dan baru mendirikan panti asuhan berlabel pesantren belum lama ini.

“Seseorang yang membuat panti asuhan atau apa namanya kemudian dikasih belakang pesantren belum lama. Jangan karena oknum ini, label pesantren menjadi korban seluruh Indonesia. Ini tidak fair,” tegasnya.

Ia membandingkan dengan kasus di kampus. Saat ada tindak pidana, yang disalahkan adalah tersangka, bukan kampusnya. Namun, saat kejadian menimpa pesantren, lembaganya justru langsung disorot.

Baca juga : Gus Miftah Beri Tausiyah di Tempat Karaoke Pati, Singgung Rezeki dan Rahmat Allah

“Kalau di kampus ada kasus seperti itu yang disalahkan tersangkanya, bukan kampusnya. Tapi kenapa ketika ada kejadian seperti itu, pesantrennya yang disalahkan. Harusnya cukup dilokalisasi kepada yang bersangkutan, terlepas apakah ini kiai atau dukun,” kata Gus Miftah.

Gus Miftah meminta, aparat penegak hukum menindak tegas tanpa pandang bulu apabila kasus tersebut terbukti. Ia menekankan hukum harus ditegakkan seberat-beratnya agar tidak merugikan pesantren secara umum.

Ia juga menyoroti munculnya kasus dengan modus serupa di sejumlah daerah, termasuk Jepara. Menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Kementerian Agama (Kemenag).

“Kemenag harus mengevaluasi termasuk soal pemberian izin kepada pondok pesantren. Sehingga ke depan tidak akan terjadi hal seperti ini lagi,” ujarnya.

Gus Miftah menambahkan, pengelola pesantren juga manusia biasa. Namun, status tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk berbuat menyimpang. Ia berharap Kemenag memperjelas dan memperketat syarat perizinan pesantren.

“Syarat-syaratnya ini harus diperjelas supaya tidak ada lagi kejadian di tempat yang lain,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gus Miftah Beri Tausiyah di Tempat Karaoke Pati, Singgung Rezeki dan Rahmat Allah

0

BETANEWS.ID, PATI – Gus Miftah memberikan siraman rohani bagi para pekerja karaoke di Kabupaten Pati dan warga sekitar. Kali ini, tokoh agama asal Yogyakarta tersebut mendatangi Permata Hotel untuk mengisi tausiyah.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah mengajak para pekerja karaoke untuk menyisihkan waktu dan bijak dalam memikirkan urusan dunia maupun akhirat. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang aktif bertanya dan meminta petunjuk untuk menjalani hidup yang lebih baik.

“Bagilah waktumu, sisihkan waktumu karena waktu kita tidak banyak. Saya juga meminta kepada Allah dan berdoa untuk para pekerja karaoke agar mereka meninggal dunia tidak dalam keadaan bermaksiat. Saya memohon kepada Allah, jangan pernah mencabut nyawa anak-anak di karaoke dalam keadaan bermaksiat,” ucapnya dalam dakwah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Menurutnya, hal paling mendasar yang perlu dilakukan para pekerja hiburan malam adalah senantiasa bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.

“Kita masih diberi kesempatan. Allah kurang baik apa kepada kita? Allah masih sayang kepada kita. Kalau rezeki diboikot, Allah tinggal memerintahkan malaikat agar malam ini tempat ini tidak ada tamu. Allah mampu melakukan itu,” ujarnya.

“Namun Allah tidak melakukan itu. Kalian yang masih bekerja di sini masih diberikan rezeki,” imbuh Gus Miftah.

Menurutnya, rahmat Allah SWT kepada para pekerja tempat hiburan malam masih ada, sehingga mereka tetap dapat hidup dari nafkah hasil bekerja di tempat karaoke.

“Kun fayakun, tempat ini bisa saja ditutup. Namun faktanya, rahmat Allah masih ada kepada kita. Atas kebaikan-Nya, di antara kita masih mampu membiayai anak, orang tua, memberi sedekah kepada anak yatim, dan masih banyak janda yang bisa mengurus anaknya hingga bersekolah,” terangnya.

Dalam dakwah kali ini, Gus Miftah juga memberikan santunan kepada peserta yang aktif bertanya. Ia memberikan uang tunai senilai Rp500 ribu kepada para penanya.

“Rahmat Allah tidak pernah salah. Namun kita yang sering tidak bersyukur,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Zaenal Musafak, menerangkan bahwa pengajian bersama Gus Miftah tersebut sudah dua kali digelar di tempat karaoke itu. Ke depan, pihaknya berencana berkomunikasi dengan Gus Miftah agar bersedia memberikan tausiyah rutin setiap tiga bulan sekali.

Ia juga mengajak para pekerja tempat hiburan malam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rezeki di tengah gemerlap dunia malam. Karena itu, ia bersyukur acara tersebut mendapat dukungan dari masyarakat umum.

“Pengajian yang dihadiri Bapak Gus Miftah ini bertujuan membina LC (Ladies Companion) dan karyawan agar, mudah-mudahan, mereka bertobat dan bisa menyisihkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami sudah mengajukan agar nantinya, InsyaAllah, ada jadwal rutin setiap tiga bulan sekali dan beliau bersedia menyusun jadwal,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Dispertan Kudus Perketat Pemeriksaan Jelang Iduladha, Pastikan Kondisi Hewan Ternak Aman

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus tengah melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Salah satu lokasi yang disasar yakni kandang kerbau UD Mahesa Muda di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan bersama dokter hewan dan tim paramedis guna memastikan kesehatan ternak serta ketersediaan stok hewan kurban.

“Untuk ketersediaan stok Iduladha ini alhamdulillah masih relatif aman. Memang dari informasi pedagang ada sedikit penurunan permintaan dibanding tahun lalu,” ujarnya saat ditemui di lokasi pemantauan, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, kandang kerbau tersebut saat ini hampir 90 persen ternaknya telah terjual. Namun, sebagian besar hewan masih dititipkan di kandang untuk dirawat hingga mendekati hari penyembelihan.

“Kalau kita amati, ini seperti hotel kerbau. Jadi, hewan dititipkan terlebih dahulu sampai nanti mendekati Iduladha baru dikirim ke pembeli,” jelasnya.

Baca juga : 60 Peserta Ikuti Pelatihan Juleha di Kudus, Persiapan Jelang Iduladha 2026

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan tiga tahapan pemeriksaan. Pertama, pendataan populasi ternak. Kedua, pemeriksaan kesehatan hewan terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun kondisi kesehatan umum lainnya. Ketiga, pemberian vitamin dan obat-obatan guna menjaga kebugaran ternak.

“Khusus vaksinasi saat ini tidak dilakukan lagi karena waktunya sudah terlalu dekat dengan Iduladha. Namun, vitamin dan obat-obatan tetap kami berikan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan di sejumlah lokasi, pihaknya memastikan belum ditemukan kasus PMK aktif pada hewan ternak di Kudus. Beberapa ternak yang sebelumnya sempat terpapar kini dinyatakan sembuh.

“Untuk lokasi pemantauan yang sudah kami datangi, tidak ditemukan kasus PMK aktif. Kalau ada yang dulu pernah terkena, sekarang sudah sembuh,” terangnya.

Arin mengungkapkan, mayoritas pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan hewan kurban dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diperkirakan dipengaruhi faktor ekonomi masyarakat.

“Kalau kita amati, memang faktor ekonomi masyarakat yang paling berpengaruh. Sementara dari sisi kesehatan hewan seperti PMK atau LSD, justru saat ini kasusnya sudah sangat kecil,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengawasan lalu lintas ternak juga terus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar daerah. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sejumlah pos pemeriksaan di wilayah perbatasan guna memantau keluar masuk ternak.

“Kalau ada laporan kasus dari luar daerah biasanya langsung diinformasikan. Namun, kami di kabupaten tetap melakukan tindak lanjut dan pengawasan,” imbuhnya.

Sementara terkait harga, Arin menyebut menjelang Iduladha memang terjadi kenaikan dibanding hari biasa. Namun, jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga hewan kurban relatif stabil.

“Untuk sapi dan kerbau biasanya naik sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta saat Iduladha. Namun, dibanding Iduladha tahun lalu, harga saat ini relatif hampir sama,” tandasnya.

Sementara itu, pemilik UD Mahesa Muda, Sholikul Huda, mengaku senang lokasi ternaknya ditinjau langsung oleh dinas. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa dinas sangat memperhatikan kondisi ternak yang dirawat.

“Terima kasih karena dinas sudah mengecek kesehatan hewan-hewan di kandang saya. Sehingga layak dijadikan hewan kurban tanpa ada penyakit PMK dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bupati Kudus Bantu Bocah Berkebutuhan Khusus, Sang Ibu Tak Kuasa Menahan Haru

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani menyambangi keluarga Zulikah (42), warga Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Selasa (12/5/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan bantuan kursi roda kepada anak berkebutuhan khusus bernama Asyila (8), putri Zulikah.

Sam’ani menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memberikan dukungan kepada keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Bantuan yang diberikan berupa santunan dan kursi roda.

“Bantuan ini sebagai bentuk dukungan kepada warga berkebutuhan khusus. Pemerintah akan selalu hadir untuk membantu kesejahteraan warganya,” ujar Bupati Sam’ani.

Lebih lanjut, Sam’ani menuturkan bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Kudus. Ia berharap bantuan itu dapat bermanfaat bagi penerima.

“Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap mengalokasikan bantuan untuk warga. Semoga bantuan ini berguna dan bermanfaat,” ucapnya.

Meski penerima bantuan merupakan anak berkebutuhan khusus, Sam’ani berharap putri Zulikah dapat berkembang dengan baik dan mengenyam pendidikan. Dinas Sosial Kabupaten Kudus nantinya akan melakukan pendampingan.

Baca juga : Yayasan RUS Siapkan SMP Internasional di Kudus, Fokus Cetak Talenta Animasi dan Kreatif

“Nantinya kita upayakan agar putri Ibu Zulikah yang berkebutuhan khusus bisa sekolah, baik di SLB maupun sekolah lain yang ada di Kabupaten Kudus,” sebutnya.

Sementara itu, Zulikah mengaku haru karena anaknya mendapat perhatian dari Bupati Kudus. Menurutnya, bantuan kursi roda tersebut sangat bermanfaat.

“Selama ini anak saya digendong dan duduk di kursi biasa. Dengan adanya kursi roda tentu sangat membantu,” ujarnya.

Ia juga mengaku senang atas pernyataan Bupati Kudus yang akan mengupayakan anaknya agar bisa bersekolah. Hal tersebut merupakan impiannya selama ini.

“Meski berkebutuhan khusus, saya selalu berharap anakku bisa bersekolah. Semoga apa yang dijanjikan Pak Bupati bisa terealisasi,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jelang Iduladha, Hotel Kambing di Kudus Kebanjiran Pesanan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Iduladha, sebuah peternakan kambing di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, ramai didatangi pembeli hewan kurban. Uniknya, peternakan milik Kelompok Ternak Widoro Kandang ini menawarkan konsep “hotel kambing” dengan perawatan khusus layaknya penginapan.

Salah satu peternak kambing Widoro Kandang, Irawan, mengatakan konsep tersebut merupakan strategi pemasaran sekaligus bentuk pelayanan kepada pelanggan agar hewan kurban tetap sehat dan terawat hingga hari penyembelihan. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menarik pembeli sehingga penjualan semakin meningkat.

“Kami melayani jual beli kambing untuk kurban dan lainnya. Di sini kambing dirawat ekstra. Makannya sehari tiga kali, ada hijauan, ampas tahu, malam dikasih bekatul,” ujarnya.

Tak hanya itu, kambing-kambing yang dititipkan juga mendapatkan perawatan khusus seperti dimandikan, dipijat, dipotong kukunya, hingga dirapikan tanduknya. Bahkan, kandang dibagi menjadi beberapa “kamar” dengan nama tersendiri dan masing-masing memiliki perawat khusus.

“Kami menyediakan salon kambing. Sebelum dikirim ke pembeli, kambing harus bersih dan rapi supaya tidak mengecewakan. Selain itu, cara ini juga untuk merawat hewan ternak agar lebih sehat,” katanya.

Menurut Irawan, perawatan tersebut penting untuk menjaga kondisi kambing agar tidak stres, terutama menjelang Iduladha saat hewan banyak berinteraksi dengan orang.

“Kambing itu gampang stres. Makanya kami mandikan dan dipijat supaya lebih rileks,” jelasnya.

Baca juga : 60 Peserta Ikuti Pelatihan Juleha di Kudus, Persiapan Jelang Iduladha 2026

Ia mengungkapkan, konsep “hotel kambing” mendapat respons positif dari masyarakat. Menjelang Iduladha tahun ini, seluruh kandang penitipan bahkan sudah penuh terisi.

“Alhamdulillah tahun ini penuh terus. Total populasi sekitar 60 ekor,” ucapnya.

Harga kambing yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai Rp3 juta hingga Rp6 juta, tergantung ukuran dan kondisi hewan.

Sementara itu, salah satu pembeli, Aryono, mengaku tertarik membeli kambing di tempat tersebut karena perawatannya dinilai lebih baik dibandingkan tempat lain.

“Saya panitia kurban, cari kambing di sini karena perawatannya bagus dan siap dikirim sampai hari H kurban,” katanya.

Ia menambahkan, harga kambing di Widoro Kandang masih terjangkau dengan banyak pilihan ukuran.

“Harganya ekonomis dan pilihannya banyak. Ada yang besar, ada yang kecil, tergantung pilihan,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Oknum Kiai Tersangka Dugaan Pencabulan Santri di Jepara Terancam 12 Tahun Penjara

0

BETANEWS.ID, JEPARA — AJ (60), oknum kiai pemilik salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terancam hukuman pidana 12 tahun penjara.

Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, mengatakan ancaman hukuman itu diberikan atas dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan AJ terhadap santrinya sendiri.

Peristiwa tersebut dilaporkan pertama kali terjadi pada Minggu (27/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Gudang Jadi AHQ pondok pesantren milik pelaku.

Saat itu, korban diminta datang untuk menemui AJ. Tindakan pencabulan tersebut pertama kali dilakukan pada 2 Mei 2026.

Modus yang dilakukan AJ yakni memperdaya korban dengan membuat korban yakin bahwa dirinya telah menikahi korban.

AJ menikahi korban dengan cara membacakan kertas berisi tulisan Arab, bacaan basmalah, syahadat, serta selawat nabi di hadapan korban. Setelah itu, korban diberikan uang sebesar Rp100 ribu sebagai mahar.

Baca juga : Kuasa Hukum AJ Bantah Kliennya Lakukan Tindakan Asusila, Sebut Ada Dua Pelaku Lain

“Dengan menjadikan korban seolah-olah sudah menjadi istri sahnya, tersangka dengan leluasa meminta korban untuk melayani selayaknya suami istri hingga berkali-kali,” papar AKBP Hadi saat konferensi pers di Aula Depan Mapolres Jepara, Selasa (12/5/2026).

Peristiwa tersebut baru terbongkar pada 24 Juli 2025 saat adik korban tidak sengaja melihat isi percakapan di ponsel korban dengan AJ. Adik korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada ibunya.

AKBP Hadi melanjutkan, saat ini pihaknya telah menyita barang bukti berupa tiga unit telepon genggam, satu stel pakaian korban, satu lembar ijazah Madrasah Aliyah (MA) atas nama korban, serta satu buah flashdisk berwarna putih.

Penyidik juga telah memeriksa tujuh orang saksi, yakni FH, CFA, MAW, LF, HN, R, serta DR yang berkedudukan sebagai ahli.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 6 Huruf C Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS serta Pasal 418 ayat (2) Huruf B KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun,” sebutnya.

AJ saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jepara sejak Senin (11/5/2026). Penahanan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap AJ. Sebab, saat memenuhi panggilan pemeriksaan pada Senin kemarin, AJ datang menggunakan kursi roda.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Dramatis, 11 ABK KM Sumber Bintang Kejora Selamat usai Terapung 6 Jam di Laut

0

BETANEWS.ID, JEPARA — Kepolisian Resor (Polres) Jepara menjemput 11 nelayan Kapal Ikan Cumi KM Sumber Bintang Kejora 02 yang mengalami musibah tenggelam di Perairan Cirebon.

Rombongan nahkoda dan ABK tiba di Dermaga Kartini Jepara pada Selasa (12/5/2026) siang, setelah dievakuasi menggunakan KMC Express Bahari 1C dari Karimunjawa.

Kapolres Jepara, AKP Hadi Kristanto, mengatakan setibanya di dermaga, para nelayan yang tampak kelelahan langsung mendapat pemeriksaan kesehatan dari Tim Dokkes Polres Jepara.

“Kami memastikan bahwa saudara-saudara kita, para nelayan yang kapalnya tenggelam di Perairan Cirebon dan sempat dievakuasi ke Karimunjawa, hari ini telah sampai di Jepara dengan selamat. Fokus utama kami adalah memastikan kondisi fisik dan psikis mereka stabil,” jelasnya kepada Betanews.id, Selasa (12/5/2026).

AKP Hadi menyebutkan, berdasarkan laporan terdapat 11 korban yang berhasil dievakuasi, yakni Rawin bin Dalim yang merupakan nahkoda asal Indramayu, Rusmana yang merupakan kepala kamar mesin asal Karawang, serta sembilan ABK lainnya, yaitu Ramdani, Syaenda, Ali Amsah, Edgar Asi Sasongko, Nabil, Adi, Mukhidin, Subita, dan Ahmad Mulyana.

Baca juga : Beraksi di Enam Lokasi, Spesialis Pencuri Baterai Tower Dibekuk Polisi

Kasat Polairud Polres Jepara, AKP M. Syaifuddin, mengatakan sebelumnya KM Sumber Bintang Kejora 02 dilaporkan tenggelam di wilayah Perairan Cirebon pada Senin (11/5/2026).

Kapal tersebut tenggelam akibat diterjang ombak tinggi. Beruntung, sebelum tenggelam para awak kapal sudah mengenakan jaket keselamatan.

“Awak kapalnya ini sempat terapung selama enam jam di laut. Setelah itu ada kapal nelayan yang melintas. Karena jaringnya tersangkut kapal yang tenggelam, mereka kemudian ikut ditolong,” jelasnya.

Seluruh ABK kemudian dibawa menuju Karimunjawa sebelum akhirnya dipulangkan melalui jalur laut menuju Pelabuhan Kartini, Jepara.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait untuk proses pemulangan para nelayan ke daerah asal masing-masing di Indramayu, Karawang, dan Bekasi.

“Tindakan kepolisian yang kami lakukan meliputi penjemputan di dermaga, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta pendataan untuk laporan resmi ke tingkat Polda Jateng. Saat ini situasi kondusif dan para nelayan dalam penanganan yang baik,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Sayembara Desain Batik Kudus Bakal Dibuka, Karya Terbaik Dijadikan Batik ASN

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) saat ini tengah mempersiapkan lomba desain batik khas Kudus. Rencananya, desain terbaik nantinya akan dijadikan sebagai seragam batik khusus yang dipakai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus.

Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani menyampaikan, bahwa pendaftaran lomba desain batik tersebut akan dibuka mulai 1 Juni 2026 mendatang. Meski begitu, sejumlah pamflet pemberitahuan sudah disebarluaskan melalui media sosial agar diketahui masyarakat secara luas.

“Jadi, lomba desain ini diperuntukkan bagi masyarakat umum. Tidak hanya warga Kudus, daerah lain juga bisa mengikutinya,” ujarnya saat jumpa pers di Dekranasda Kabupaten Kudus, Senin (11/5/2026).

Mengenai peserta yang tidak hanya berasal dari Kudus, kata dia, hal itu dilakukan untuk menjaring desain batik terbaik. Mengingat, tujuan penyelenggaraan lomba desain tersebut nantinya akan dijadikan sebagai batik seragam ASN Kudus.

Baca juga : Yayasan RUS Siapkan SMP Internasional di Kudus, Fokus Cetak Talenta Animasi dan Kreatif

“Yang terpenting, kami tetap fokus agar desain batik yang dibuat sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Adapun kriterianya, motif harus mengandung unsur kearifan lokal Kudus, baik budaya, ikon daerah, maupun kekayaan lokal lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Endhah menyampaikan beberapa ketentuan dalam lomba desain batik khas Kudus, di antaranya desain harus bisa diaplikasikan ke kain batik, setiap peserta maksimal mengirimkan dua desain, serta desain harus mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal Kudus.

Menurutnya, desain tidak boleh dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI). Selain itu, karya juga harus dapat dipertanggungjawabkan dan peserta wajib mempresentasikan bahwa desain tersebut dapat diaplikasikan sebagai baju batik.

“Pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah uang tunai dengan total Rp5 juta hingga Rp10 juta. Selain itu, khusus juara satu juga akan mendapatkan royalti dari desain yang dimenangkan, karena desain tersebut nantinya akan kami daftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” jelasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Yayasan RUS Siapkan SMP Internasional di Kudus, Fokus Cetak Talenta Animasi dan Kreatif

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Yayasan Pendidikan Islam Raden Umar Said (RUS) berencana mendirikan SMP Internasional Raden Umar Said di Kabupaten Kudus. Kehadiran sekolah tersebut diproyeksikan menjadi langkah awal untuk menyiapkan siswa agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) RUS yang dikenal unggul di bidang animasi dan industri kreatif.

Pembina Yayasan Pendidikan Islam Raden Umar Said, Sucipto, mengatakan pendirian SMP tersebut bertujuan menyiapkan bibit-bibit siswa unggulan sejak dini. Menurutnya, selama ini banyak siswa dari sekolah umum yang mengikuti seleksi masuk SMK RUS, namun belum seluruhnya mengenal kultur dan sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut.

“SMP RUS yang akan kami programkan ini untuk menyiapkan siswa masuk ke SMK RUS. Harapannya, sejak awal mereka sudah mengenal lingkungan dan sistem pendidikan di SMK RUS sehingga nantinya bisa menjadi bibit-bibit unggul,” bebernya belum lama ini.

Ia berharap proses penyiapan fasilitas pendukung, termasuk gedung sekolah, dapat segera direalisasikan pada tahun ini. Bahkan, pihak yayasan telah meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus agar rencana tersebut bisa segera berjalan.

Baca juga : SMK RUS Kudus Jadi Langganan Proyek Animasi Global, Waka Kibo Season 3 Segera Hadir

“Kami berharap penyiapan gedung bisa dilakukan tahun ini agar program SMP ini segera terealisasi,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pendirian SMP Internasional Raden Umar Said. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut akan menjadi yang pertama di Kabupaten Kudus dengan konsep internasional yang terintegrasi dengan pengembangan industri kreatif dan animasi.

“Yayasan ini berencana mendirikan SMP Internasional Raden Umar Said. Tentu kita dorong dan dukung, karena ini satu-satunya di Kudus,” katanya.

Sam’ani menilai pendidikan berbasis animasi dan digital kreatif sangat relevan dengan kebutuhan era digitalisasi saat ini. Ia berharap sekolah tersebut mampu mencetak generasi muda yang siap kerja, siap melanjutkan pendidikan, sekaligus memiliki daya saing global.

“Animasi menjadi kebutuhan di era digital seperti sekarang. Harapannya, anak didik nantinya semakin siap kerja, siap pendidikan, dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar rencana pendirian sekolah tersebut didampingi oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus sehingga proses pengembangannya dapat berjalan secara optimal.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kuasa Hukum AJ Bantah Kliennya Lakukan Tindakan Asusila, Sebut Ada Dua Pelaku Lain

0

BETANEWS.ID, JEPARA — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara resmi menetapkan AJ, pemilik salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Jepara, sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santrinya sendiri.

Terkait penetapan tersebut, kuasa hukum AJ, Nur Ali, membantah kliennya menjadi pelaku dugaan tindakan pencabulan.

“Saya menyangkal tuduhan yang disampaikan kepada klien kami. Klien saya tidak melakukan tindakan asusila,” ujar Nur Ali saat ditemui di sela-sela mendampingi AJ menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Jepara, Senin (11/5/2026).

Terdapat tiga alat bukti yang digunakan penyidik untuk menetapkan AJ sebagai tersangka, yakni keterangan saksi, screenshot atau tangkapan layar dari ponsel korban yang berisi percakapan dengan AJ, serta dua unit ponsel milik ibu dan kakak korban yang berisi file teks. File tersebut juga memuat bukti percakapan antara korban dengan AJ.

Terkait bukti itu, Nur Ali mengatakan masih perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan keasliannya.

Baca juga : Polisi Tetapkan AJ sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Jepara

Pemeriksaan tersebut berupa digital forensik oleh unit Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

“Penyidik itu dasarnya keterangan saksi dan foto. Tapi foto itu asli atau tidak masih menunggu pemeriksaan digital forensik dulu,” ujar Nur Ali.

Nur Ali menambahkan, pihaknya akan memberikan bukti lain untuk membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah.

Bukti tersebut berupa dua lembar kertas yang berisi pernyataan dari dua mantan santri di ponpes milik AJ yang mengaku pernah melakukan hubungan suami istri dengan korban.

Menurut Nur Ali, dua mantan santri tersebut akan diperiksa oleh penyidik pada Rabu (13/5/2026) mendatang.

“Kita akan hadirkan bukti yang lain. Ada dua pelaku, A dan I, pengakuannya sudah tiga kali melakukan hubungan persetubuhan dengan korban. Rabu besok akan diperiksa dan nanti akan kita dampingi,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Marak Tawuran dan Gangster, Bupati Kudus Ancam Alihkan Geng Jadi Pasukan Kebersihan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Maraknya aksi gangster dan tawuran antarpelajar di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bahkan mengancam akan mengubah aktivitas kelompok geng menjadi kegiatan sosial berupa bersih-bersih lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sam’ani saat menghadiri deklarasi damai pelajar di SMA 2 Kudus, Senin (11/5/2026). Kegiatan itu diikuti perwakilan dari 47 SMA/SMK di Kudus bersama jajaran Forkopimda.

Menurut Sam’ani, keberadaan geng pelajar tidak boleh diarahkan pada tindakan negatif seperti tawuran maupun kriminalitas. Ia meminta kelompok-kelompok tersebut dialihkan menjadi komunitas yang membawa manfaat bagi lingkungan.

“Sekarang geng kita buat bersih-bersih di gang masing-masing. Diganti jadi gang, ya. Bersih-bersih lingkungan, bisa pengajian atau bakti sosial,” ujar Sam’ani.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin lagi terjadi tawuran di Kudus yang meresahkan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak mulai dari sekolah, orang tua, hingga aparat keamanan diminta ikut melakukan pengawasan.

Sam’ani menilai peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak terlibat gangster. Orang tua diminta memantau aktivitas anak, terutama pada malam hari.

“Setelah jam 09.00 malam dicek, jangan sampai keluyuran ke mana-mana. Jangan sampai bergaul dengan geng-geng yang mengarah pada hal negatif,” katanya.

Terkait sanksi bagi pelaku tawuran maupun gangster, Sam’ani memastikan penindakan akan dilakukan sesuai hukum yang berlaku. Sementara untuk pelaku di bawah umur, penanganannya akan mengikuti aturan khusus perlindungan anak.

Pemkab Kudus juga akan menerbitkan surat edaran bupati terkait pencegahan gangster dan tawuran pelajar. Langkah itu akan diperkuat dengan patroli serta deteksi dini hingga tingkat Forkopimcam.

Selain itu, keberadaan CCTV milik warga akan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Menurut Sam’ani, seluruh aktivitas negatif saat ini mudah terpantau kamera pengawas.

“Sekarang masyarakat sudah pasang CCTV, pasti ketangkap dan ketahuan,” tegasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -