Marak Tawuran dan Gangster, Bupati Kudus Ancam Alihkan Geng Jadi Pasukan Kebersihan

BETANEWS.ID, KUDUS – Maraknya aksi gangster dan tawuran antarpelajar di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bahkan mengancam akan mengubah aktivitas kelompok geng menjadi kegiatan sosial berupa bersih-bersih lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sam’ani saat menghadiri deklarasi damai pelajar di SMA 2 Kudus, Senin (11/5/2026). Kegiatan itu diikuti perwakilan dari 47 SMA/SMK di Kudus bersama jajaran Forkopimda.

Menurut Sam’ani, keberadaan geng pelajar tidak boleh diarahkan pada tindakan negatif seperti tawuran maupun kriminalitas. Ia meminta kelompok-kelompok tersebut dialihkan menjadi komunitas yang membawa manfaat bagi lingkungan.

-Advertisement-

“Sekarang geng kita buat bersih-bersih di gang masing-masing. Diganti jadi gang, ya. Bersih-bersih lingkungan, bisa pengajian atau bakti sosial,” ujar Sam’ani.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin lagi terjadi tawuran di Kudus yang meresahkan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak mulai dari sekolah, orang tua, hingga aparat keamanan diminta ikut melakukan pengawasan.

Sam’ani menilai peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak terlibat gangster. Orang tua diminta memantau aktivitas anak, terutama pada malam hari.

“Setelah jam 09.00 malam dicek, jangan sampai keluyuran ke mana-mana. Jangan sampai bergaul dengan geng-geng yang mengarah pada hal negatif,” katanya.

Terkait sanksi bagi pelaku tawuran maupun gangster, Sam’ani memastikan penindakan akan dilakukan sesuai hukum yang berlaku. Sementara untuk pelaku di bawah umur, penanganannya akan mengikuti aturan khusus perlindungan anak.

Pemkab Kudus juga akan menerbitkan surat edaran bupati terkait pencegahan gangster dan tawuran pelajar. Langkah itu akan diperkuat dengan patroli serta deteksi dini hingga tingkat Forkopimcam.

Selain itu, keberadaan CCTV milik warga akan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Menurut Sam’ani, seluruh aktivitas negatif saat ini mudah terpantau kamera pengawas.

“Sekarang masyarakat sudah pasang CCTV, pasti ketangkap dan ketahuan,” tegasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER