BETANEWS.ID, JEPARA — Bupati Jepara, Witiarso Utomo meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Selasa (12/5/2026).
Sebelum meresmikan rumah produksi gula aren, Wiwit bersama rombongan melakukan penanaman pohon aren serta ikut memanen nira aren yang menjadi salah satu potensi unggulan di desa tersebut.
Wiwit mengatakan, potensi aren di Desa Tanjung cukup besar sehingga berpeluang menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Desa Tanjung itu punya banyak pohon aren yang bisa dimanfaatkan. Satu pohon bisa menghasilkan sekitar 10 liter nira. Ada 329 pohon produktif, kita akan berikan peralatan penunjang untuk memaksimalkan olahannya,” katanya saat melakukan kunjungan dalam program Bupati Ngantor di Desa.
Wiwit melanjutkan, tidak hanya Desa Tanjung, beberapa desa di Kecamatan Pakis Aji juga memiliki potensi strategis yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap sebagai pusat wisata dan perekonomian baru di Jepara.
“Untuk Kecamatan Pakis Aji, kita ada beberapa potensi seperti Pandan Arum di Desa Suwawal Timur yang nantinya akan dijadikan ikon. Ke depan, secara bertahap menjadi sentra pariwisata dan sentra perekonomian,” ujarnya.
Baca juga : Sepekan Digelar, Pameran Ukir TATAH Jepara Didatangi 2.639 Pengunjung
Ia menyebut sejumlah fasilitas dan program juga akan terpusat di kawasan tersebut, mulai dari Sekolah Rakyat, SPPG, Sirkuit Rakashima, hingga rencana penempatan gudang Bulog.
Sementara itu, PIC Kecamatan Pakis Aji, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, potensi gula aren di Desa Tanjung saat ini belum tergarap maksimal akibat keterbatasan sarana produksi.
“Kita melihat potensi yang belum dimanfaatkan. Sehari baru mengolah sekitar 560 liter,” jelas Arwin.
Ia memaparkan, dari total 329 pohon aren produktif, potensi produksi nira mencapai 3.290 liter per hari. Namun, yang baru bisa dimasak sekitar 510 liter sehingga masih ada sekitar 2.730 liter yang belum terolah akibat keterbatasan alat produksi.
“Kalau seluruh potensi itu dikelola dengan baik, sehari bisa menghasilkan sekitar 329 kilogram gula aren. Dengan harga pasar saat ini sekitar Rp40 ribu per kilogram, maka omzetnya bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari,” terangnya.
Menurut Arwin, angka tersebut sangat realistis dicapai jika dukungan sarana dan prasarana produksi terpenuhi.
“Ini nilai yang sangat besar dan bukan angan-angan. Nah, kesenjangan itu akan dibantu Pak Bupati melalui bantuan sarpras panen maupun produksi,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

