Beranda blog Halaman 1874

Nama Faeza Pondasi Diharap Memberi Tuah Kelancaran Usaha Ari

0
Selamet Ariyanto saat membuat cakar ayam di tempat usaha miliknya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bangunan berdinding kepang di tepi selatan Jalan Ring Road Utara tepatnya di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus tampak dipenuhi besi. Di antara besi, terlihat seorang pria mengenakan kaus biru sedang berdiri. Tangan pria tersebut begitu terampil menyatukan dua batang besi yang sudah dipotong dan kemudian diikatnya. Pria tersebut, yakni Selamet Ariyanto (29) pemilik usaha pembuatan begel dan cakar ayam.

Sembari melakukan aktivitasnya, pria yang akrab disapa Ari itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, memulai usahanya itu belumlah lama, karena baru dimulai pada awal tahun 2020. Usahanya tersebut diberi nama Faeza Pondasi. Dipilih nama itu agar usahanya bisa berkembang.

“Kata Faeza itu dari bahasa Arab yang artinya berkembang. Dengan nama itu saya berharap usahaku kelak bisa berkembang jadi besar dan lancar,” ungkapnya kepada betanews.id.

Sambil terus mengikat besi, warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus itu mengisahkan, sebelum merintis usaha sendiri, dirinya sekian tahun bekerja di pabrik. Bahkan pekerjaannya itu selalu berpindah – pindah karena kontrak kerja yang tidak diperpanjang.

Baca juga : Sudah Uji Lab, Paving Produksi UD Noor Jaya Kualitasnya Tak Perlu Diragukan

Meski begitu lanjutnya, dua tahun lalu dirinya memutuskan meminang wanita pujaan hatinya untuk dijadikan istri. Menurutnya, setelah menikah tiap libur kerja dia gunakan untuk membantu mertuanya yang punya usaha serupa.

“Saya bekerja di pabrik itu sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menikah dan sering membantu mertua saya tersebut, pikiran saya seolah kebuka. Kenapa saya harus kerja jadi buruh terus? Kenapa saya tidak mencoba mandiri dan mendirikan usaha sendiri,” ungkapnya.

Pria yang belum dikarunai momongan itu menuturkan, niat untuk mendirikan usaha tersebut diutarakan ke istri dan mertuanya. Beruntungnya, istri dan mertuanya sangat mendukung dengan keputusan Ari. Karena dukungan orang terkasih tersebut, Ari mengaku rela mengambil tabungan selama kerja di pabrik untuk modal.

Baca juga : Kualitas Oke, Mebel Spesialis Kayu Lawasan Pak Timin Diburu Konsumen

“Uang tersebut saya gunakan untuk menyewa lahan dan besi yang akan saya buat jadi begel dan cakar ayam. Untuk tenaga, sementara masih saya kerjakan sendiri,” kata Ari.

Dia mengungkapkan, menjual cakar ayam dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 125 ribu. Harga disesuaikan dengan ukuran serta ukuran besi yang digunakan. Sedangkan begel dijualnya dengan harga Rp 12 ribu per kilogram.

Dia bersyukur, sekitar dua bulan berjalan orderan sudah lumayan banyak. Bahkan dirinya tidak bisa menghitung jumlah pesanan, karena sangking banyaknya.

“Tenangnya saya itu walaupun tak ada pesanan, saya tetap bisa produksi. Dan hasilnya nanti bisa saya pasarkan lewat mertua saya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Imbas Corona, Tingkat Hunian Hotel King’s Kudus Turun Hingga 50 Persen

0
Dampak virus corona, Hotel King's Kudus mengalami penurunan tingkat hunian. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan baju berwarna putih terlihat menyemprot tangan setiap orang yang masuk ke ruang lobi Hotel King’s Kudus, Senin (23/3/2020). Satu di antara sejumlah orang yang masuk ke ruang tersebut yakni Tris Suyitno, Operational Manager Hotel King’s Kudus. Usai meletakkan tas yang dibawanya, pria yang akrab disapa Tris itu berbagi cerita kepada betanews.id tentang dampak Covid-19 bagi tingkat hunian hotel.

Dia mengungkapkan, jika di Hotel King’s saat ini mengalami penurunan tingkat hunian hingga 50 persen. Meski begitu, sejauh ini pihak hotel masih belum melakukan pengurangan karyawan. Jika hal seperti ini terus berlangsung, Tris berharap ada kebijakan pemerintah untuk memberi keringanan pajak bagi pebisnis hotel.

Pihak hotel menyediakan hand sanitizer untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Foto : Ahmad Rosyidi

“Pengaruh Covid -19 berdampak pada penurunan tingkat hunian secara drastis, dan sepertinya seluruh hotel merasakan hal yang sama. Saya berharap ada keringanan lah, karena kami juga kena pajak daerah. Kurang lebih ya sekitar enam bulan lah, untuk menghindari pengurangan tenaga kerja,” ungkapnya.

Baca juga : Hartopo Tutup Tempat Wisata dan Ziarah di Kudus, Dandangan Ditiadakan

Dalam hal upaya pencegahan Covid-19, dari pihak Hotel King’s sudah jauh-jauh hari memberi imbauan kepada seluruh pengunjung dengan memasang banner. Selain itu, seluruh area hotel juga dilakukan penyemprotan setiap hari, khususnya di ruang lobi disemprot tiga hingga empat kali.

“Untuk kamar setiap hari kami semprot, jika digunakan bisa dua hingga tiga kali. Di depan pintu juga ada petugas yang menyemprotkan antiseptik ke tangan setiap pengunjung. Ini kami juga baru pesan tembakan temperatur,” tambahnya.

Sementara itu, Mahrida (22), Resepsionis Hotel King’s mengungkapkan, bahwa saat ini ada tujuh kamar yang ada pengunjung. Jumlah kamar di Hotel King’s Kudus yaitu 33 kamar. “Ada penurunan pengunjung, ini cuma ada tujuh yang check in,” jelas warga Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu.

Baca juga : Virus Corona Merebak, PO Haryanto Kandangkan Armada

Tak lama, datang seorang pria mengenakan kaus hitam memesan kamar. Dia adalah Zaenal Mutakin (25), dia mengaku memesan kamar untuk temannya. Dengan merebaknya Covid-19 dia mengaku khawatir jika keluar rumah.

“Ini saya pesan kamar untuk teman, saya sendiri merasa takut dengan adanya virus Corona. Tapi di sini disediakan antiseptik, sebelum masuk tadi juga tangan saya disemprot antiseptik. Semoga semua aman lah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

APD Mulai Didistribusikan ke 61 Rumah Sakit di Jateng

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek APD yang dikirim dari pemerintah pusat dan kemudian didistribusikan ke 61 rumah sakit. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerima sebanyak 10 ribu alat pelindung diri (APD) pada Senin (23/3/2020) malam hingga Selasa (24/3/2020). APD tersebut kemudian langsung didistribusikan ke 61 rumah sakit di seluruh wilayah Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan langsung proses distribusi APD tersebut di Wisma Perdamaian Semarang, yang dalam masa penanganan COVID-19 ini dijadikan gudang logistik. Selain para petugas medis dan jajaran Pemprov Jateng, ada pula anggota TNI yang turut membantu.

“Dari Gugus Tugas kemarin langsung memerintahkan kepada Kodam dan membantu membawa ini. Terima kasih sudah membantu,” kata Ganjar, Selasa (24/3/2020).

Baca juga : Warga Terdampak Covid-19 Akan Dapat Bansos dari Pemprov Jateng

Ganjar menjelaskan, coverall sebanyak itu akan dibagikan ke 61 rumah sakit di Jawa Tengah yang masuk sebagai rujukan COVID-19. “Dari semalam sudah, karena semua daftar rumah sakit sudah ada. Daftarnya sesuai kebutuhan dan kapasitasnya. Sekarang mulai diambil satu persatu. Mudah-mudahan hari ini (kemarin) sudah bisa mengambil semua,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, coverall tersebut dikirim Pemerintah Pusat dari China. Namun yang membuat Ganjar bangga adalah, APD yang biasa disebut sebagai baju astronot tersebut diproduksi di Indonesia.

“Yang menarik, ini diambil dari China, ternyata ini Made in Indonesia. Ini sesuatu produk yang luar biasa. Semoga ini jadi pembelajaran. Meskipun saya tidak bisa baca (bahasa Mandarin) ini, saya bisa membaca yang ini, made in Indonesia,” katanya.

Baca juga : APD untuk Tangani Corona Minim, Ganjar: ‘Pemda Jangan Hanya Bisa Bebani Pusat’

Setelah dapat kiriman APD, Ganjar mengatakan, juga bakal menyusul bantuan dari Pemerintah Pusat berupa rapid test. Namun, Ganjar sendiri belum mendapat kepastian berapa jumlah rapid test yang bakal dikirim ke wilayahnya. Ganjar memastikan untuk APD saat ini merupakan hal mendesak yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19.

“Nanti kalau masyarakat mau bantu tidak apa-apa, langsung dikirim ke Dinkes atau kantor Pemprov,”pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Yuliati Warno, Kenalkan Ragam Corak Batik Khas Pati Hingga Mancanegara

0
Proses membatik di show room milik Yuliati Warno Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Pati. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, PATI – Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, memiliki beragam masyarakat kreatif dengan ide usaha yang beragam, salah satunya adalah batik. Tak terkecuali Tamziz Al Anas yang memiliki merek batik bernama Yuliati Warno Batik.

Rumah produksi yang berada tidak jauh dari tokonya itu di kelilingi beberapa petak tambak. Tepatnya berada di ujung gang berjarak sekitar 100 meter dari jalan utama (Jl Sunan Ngerang, Juwana). Angin sepoi-sepoi ketika pemilik sekaligus pendiri Yuliati Warno Batik mempersilakan tim betanews.id ke dalam rumahnya. Kemudian, ia mulai bercerita perihal awal mula ide dan sejarah bisnis yang sudah dari tahun 2007 silam itu berdiri.

Ragam corak batik khas Pati yang diproduksi Yuliati Warno di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Pati. Foto : Titis Widjayanti

“Yuliati Warno itu diambil dari nama istri saya ayah mertua. Kalau awal mula memang dari antusias istri yang merintis ketika masih kuliah di Sastra Inggris UNDIP dulu. Kebetulankan asal keluarga besar istri dari Desa Bakaran yang punya khas batik dan cukup terkenal. Akan tetapi, penerus dari keluarga dan para tetangga perajin sudah semakin tua. Waktu itu, saya kebetulan ditunjuk juga oleh Disperindag untuk mempromosikan batik Bakaran pada khalayak umum. Jadi dari sana, merek dagang dan usaha ini mulai dirintis,” ungkap Tamzis Al Anas kepada betanews.id, Kamis (12/3/2020).

Baca juga : Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat

Lelaki yang memiliki nama akrab Tamzis ini kemudian bercerita tentang inovasinya bersama sang istri untuk membedakan produk batik miliknya dengan perajin lain. Dikatakannya, sejauh ini ada berbagai inovasi dan perkembangan batik dengan merek dagangnya. Seperti pola atau motif sesuai ciri khas berbagai daerah di Kabupaten Pati.

“Dulu memang terkenal batik Bakaran, tapi sesuai dengan perkembangan zaman, kami membuat inovasi lain. Karena memang setelah kami telusuri lebih lanjut, setiap daerah itu berpotensi menghasilkan karya batik sesuai dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Semisal pola, seperti ikan bandeng, jeruk pamelo dan lain-lain,” ungkap Tamziz.

Tamzis, yang juga Ketua Klaster Batik Pati dan Penguji atau Asesor Batik Kementerian Pendidikan itu juga melanjutkan cerita tentang inovasi lain seperti pewarnaan batik yang dulunya hanya putih dan hitam pada batik Bakaran yang kini mulai ditambah warna lain. Selain itu, di tempatnya juga sering diadakan pelatihan batik yang mengundang perwakilan masing-masing daerah dari seluruh area Pati.

“Dengan pasar batik yang sudah internasional, bagaimana caranya kita menularkan dan memberikan edukasi terhadap masyarakat sekitar utamanya area Pati untuk bisa ikut serta kreatif dan memanfaatkan peluang tersebut. Beberapa kali kami buat pelatihan di sini. Kami undang perwakilan-perwakilan dari masing-masing daerah. Seperti Batangan, Pucakwangi dan banyak lagi. Ya harapannya itu, mereka bisa membuat bisnis batik sendiri sesuai dengan ciri khas dari daerah masing-masing yang nantinya bisa bersaing bahkan hingga internasional,” papar dia.

Baca juga : Agar Punya Nilai Jual Lebih, BPP Gembong Pati Adakan Latihan Buat Dodol dari Jeruk Pamelo

Tak hanya gebrakan itu, Tamzis mengaku kini mulai mengembangkan bahan pewarna alam yang nantinya bisa dipakai sebagai pengganti pewarna sintetis. Tujuannya tidak lain karena lebih aman, juga bisa memanfaatkan tumbuhan atau buah-buahan di sekitar. Akan tetapi, untuk harga memang akan lebih mahal daripada jika memakai pewarna sintetis.

“Untuk sekarang kami sedang fokus mengembangkan bahan pewarna alami. Misal dari akar bakau, daun mangga dan lain-lain. Tujuannya itu lebih ramah lingkungan dan manfaat lain adalah bisa sebagai pengobatan penyakit. Jadi batik yang sudah jadi dan limbah pun aman untuk alam dan manusia,” pungkas dia.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

MUI Jateng Larang Masjid Selenggarakan Salat Jumat

0
Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah mengelurkan fatwa melarang penyelenggaraan salat Jumat (27/3/2020) mendatang. Fatwa tersebut dikeluarkan MUI hari ini (24/3/2020), dengan pertimbangan kasus Covid-19 di Jateng yang telah mendekati zona merah.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji menyatakan, pelarangan salat Jumat itu ditujukan untuk seluruh masjid di Jateng. Masyarakat muslim diminta untuk mengganti salat Jumat dengan salat dhuhur di rumahnya masing-masing.

Baca juga: Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

“Fatwa ini dikeluarkan setelah mendengar pendapat dan usulan peserta rapat Komisi Fatwa. Selain itu, presiden telah menetapkan Indonesia darurat Covid-19, dan penyebaran di Jateng telah terbukti mendekati status zona merah,” ungkap Daroji sesuai surat edaran yang dikeluarkan.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan fatwa pelaksanaan salat Jumat yang selanjutnya, setelah melihat perkembangan kondisi dan situasi. Jika situasi sudah memungkinkan untuk dilaksanakannya salat Jumat, MUI akan segera membuat fatwa baru.

Baca juga: Satu Lagi Pasien RSUD Moewardi Solo Dinyatakan Positif Corona

Selain salat Jumat, dalam surat tersebut juga disebutkan pengelola masjid dilarang untuk menyelenggarakan salat rawatib/salat lima waktu berjamaah di masjid. Pengelola masjid juga dilarang menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

“Kami juga meminta pengelola masjid untuk tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan, baik di masjid maupun di tempat lain,” katanya.

Baca juga: APD untuk Tangani Corona Minim, Ganjar: ‘Pemda Jangan Hanya Bisa Bebani Pusat’

Sebelumnya diberitakan, MUI Provinsi Jateng menyatakan kegiatan keagamaan yang berpotensi dihadiri banyak orang atau kerumunan tidak boleh digelar. Sedangkan salat Jumat tetap boleh dilakukan di masjid, namun dengan kontrol kesehatan yang ketat.

Baca juga: MUI Jateng: Salat Jumat Tetap Boleh di Masjid, Pengajian Disetop

Daroji mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar dalam bersama Gubernur Jateng dan sejumlah ketua organisasi keagamaan dan instansi terkait. Rapat tersebut digelar untuk mencari solusi pencegahan penyebaran virus Corona COVID-19.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Guru Besar UGM Positif Corona Tutup Usia, Ganjar : ‘Banyak Kenangan Saya Bersama Prof Iwan’

0
Guru Besar Farmakologi FKKMK UGM,Prof Iwan Dwiprahasto tutup usia. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Iwan Dwiprahasto meninggal usai menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta karena positif corona, Selasa (24/3/2020).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkejut mendengar kabar duka tersebut. Ganjar yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) itu tidak menyangka Prof Iwan begitu cepat meninggalkan dunia.

“Saya berbelasungkawa atas meninggalnya Prof Iwan. Saya kenal dekat dengan beliau dan dulu memang beliau pernah sakit keras dan sudah sembuh. Saya dikabari pagi ini bahwa beliau meninggal dunia, saya turut berduka cita,” ujar Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (24/3/2020).

Ganjar menyebutkan, jika banyak kenangan bersama Prof Iwan saat ia masih menjabat wakil rektor UGM. Sebagai seorang guru besar kedokteran, Prof Iwan kata Ganjar, sering mengajak diskusi terkait pengabdian-pengabdian kepada masyarakat.

“Beliau aktif sekali memberikan masukan kepada saya tentang bagaimana pengabdian yang harus dilakukan pada masyarakat. Sumbangsihnya kepada bangsa dan negara sudah tidak terhitung,” katanya.

Prof Iwan menurut Ganjar merupakan pribadi yang humble dan pandai, sehingga membuat Ganjar senang berdiskusi dengannya. Pemikiran Prof Iwan yang luas sering dijadikan Ganjar sebagai pijakan dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Semoga beliau husnul khotimah, kami mendoakan agar keluarga sabar menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

Ganjar juga telah menghubungi Rektor UGM terkait kasus ini. Menurutnya, Rektor UGM telah mengambil kebijakan yang ditingatkan posisinya dengan melakukan pendataan semuanya, baik mahasiswa, dosen maupun karyawan.

“Semoga kita bisa belajar merespon persoalan itu dengan cepat agar kondisinya bisa dikendalikan,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Warga Terdampak Covid-19 Akan Dapat Bansos dari Pemprov Jateng

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin sedang rapat terbatas dengan Presiden Jokowi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jateng tengah menyiapkan anggaran untuk dialokasikan kepada warga yang terdampak virus Corona (Covid-19). Alokasi dana tidak hanya ditujukan untuk aspek kesehatan, namun juga sosial dan ekonomi.

Keputusan tersebut diambil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai melakukan rapat tersbatas via teleconference dengan Presiden Jokowi, Selasa (24/3/2020). Terkait berapa anggaran yang akan dikucurkan, hingga kini masih dihitung.

Baca juga: APD untuk Tangani Corona Minim, Ganjar: ‘Pemda Jangan Hanya Bisa Bebani Pusat’

“Tadi Pak Presiden mengarahkan seluruh daerah menyiapkan penghitungan teknis, baik terkait aspek kesehatan dan ekonomi serta sosial,” kata Ganjar usai melakukan video conference.

Gubernur Jateng bersama wakil mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi via teleconference. Foto: Ist

Anggaran untuk warga terdampak virus Corona, lanjut Ganjar, akan dibuat melalui relokasi dan realokasi anggaran yang telah ada. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan yang tidak mendesak akan diarahkan untuk kepentingan penanganan kasus Corona.

Baca juga: Satu Lagi Pasien RSUD Moewardi Solo Dinyatakan Positif Corona

Usai rapat terbatas bersama presiden dan gubernur lainnya, Ganjar memerintahkan dinas terkait untuk menghitung dampak sosial. Dinas sosial telah melakukan pendataan dan menghitungnya.

“Siapa saja yang terdampak dan terpengaruh virus Corona akan menjadi prioritas. Mereka yang butuh perhatian adalah lansia, para penyandang disabilitas, orang sakit, UKM dan lainnya. Ini arahan dari Bapak Presiden,” ujarnya.

Saat ini, kata Ganjar, pihaknya telah dan tengah berkonsentrasi untuk penanganan virus Corona dari aspek kesehatan. Anggaran yang telah disiapkan lebih dari Rp 100 miliar.

Baca juga: Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

“Anggaran ini sebenarnya masih sangat kecil. Anggaran Rp 100 miliar ini hanya untuk sektor kesehatan. Sedangkan untuk social asfety net sedang disiapkan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah saya minta untuk melakukan penghitungan,” tuturnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Ini Syarat dan Langkah yang Perlu Kamu Tahu untuk Buat NPWP

0
Petugas KPP Pratama Kudus sedang memberikan arahan kepada pengunjung tentang cara membuat NPWP. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa kendaraan bermotor terparkir di samping Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus. Sejumlah orang terlihat sedang duduk antre menunggu nomor urut. Tak lama datang seorang perempuan mengenakan baju batik dengan jilbab berwarna hitam keluar dari sebuah ruangan. Dia adalah Dewinta Asdy, selaku Pelaksana Seksi Pelayanan di KPP Pratama Kudus itu.

Dewinta begitu akrab disapa, menjelaskan tentang kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang tidak bisa langsung diterima saat membuat.

Petugas KPP Pratama Kudus menunjukkan cara membuat NPWP secara online. Foto : Ahmad Rosyidi

Menurutnya hal tersebut sengaja diberlakukan demi memastikan alamat pemohon. Kartu NPWP harus dikirim melalui Pos, dan jika alamatnya sesuai akan sampai di tujuan kurang lebih satu pekan.

Baca juga : Permudah Laporan SPT Tahunan Secara Online, KPP Pratama Kudus Fasilitasi Kelas Pajak Gratis

“Mau daftar online atau langsung ke kantor sama saja akan kami kirim melalui Pos. Jika alamat tidak valid, otomatis kartu NPWP akan kembali kekantor kami. Kemudian kami coba menghubungi orang yang bersangkutan,” terangnya kepada betanews.id, Jumat (13/3/2020).

Sambil berjalan menunjukan formulir untuk membuat NPWP, Dewinta juga menjelaskan fungsinya. NPWP merupakan sarana administrasi wajib pajak yang digunakan untuk hak beserta kewajiban dalam hal perpajakan. Selain itu juga berguna untuk pengajuan kredit ke bank.

“Ada dua jenis NPWP, yaitu pribadi dan badan. NPWP pribadi untuk yang memiliki penghasilan di atas Rp 4,5 juta. Sedangkan untuk NPWP badan diwajibkan bagi pemilik CV atau PT dan tidak dapat membuat secara online, jadi harus datang ke KPP Pratama Kudus. Syarat NPWP badan yaitu fotocopy KTP, NPWP direktur, fotocopy akta pendirian dan keterangan domisili atau lokasi dari desa,” jelasnya.

Baca juga : Selain Mudah Urus Izin Usaha, Siti Juga Dapat Pembinaan

Usai menunjukan formulir, Dewinta juga mempraktikkan cara mendaftar NPWP secara online. Selain itu dia juga menyarankan untuk pendaftaran secara online, karena lebih mudah tanpa harus datang ke KPP Pratama Kudus.

“Yang pertama kita buka ereg.pajak.go.id, kemudian kita memilih daftar. Yang harus disiapkan untuk mendaftar NPWP pribadi secara online hanya email, nomor handphone dan foto KTP. Jika ditolak dan ada yang salah dalam mendaftar, nanti akan mendapat email penjelasan kesalahan kemudian dapat mengulang kembali,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

APD untuk Tangani Corona Minim, Ganjar: ‘Pemda Jangan Hanya Bisa Bebani Pusat’

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat APD untuk penanganan kasus Corona. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 menjadi persoalan tersendiri. Banyak rumah sakit yang kekurangan APD, termasuk di Jawa Tengah. Untuk mengatasi hal itu, Gubernur Ganjar Pranowo membuat terobosan.

Dia mengatakan, Provinsi Jateng telah mampu memproduksi APD secara mandiri. APD tersebut telah dibuat di RSUD Moewardi, Solo. Langkah tersebut sebagai upaya minimnya ketersediaan APD di pasaran.

“RSUD Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreativitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah,” kata Ganjar saat mengenalkan APD buatan Jateng di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, pembuatan APD secara mandiri ini adalah langkah konkrit tanpa harus bergantung pada pemerintah pusat. Di situasi seperti ini pemda diharapkan bisa kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah.

Baca juga: Satu Lagi Pasien RSUD Moewardi Solo Dinyatakan Positif Corona

“Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat, jangan hanya membebani pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa, ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan,” tuturnya.

Ganjar meminta seluruh rumah sakit di Jateng untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi jika mengalami kekurangan APD. Tapi jika rumah sakit ingin membuat APD secara mandiri bisa langsung datang ke RSUD Moewardi.

Baca juga: Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Moewardi, Bambang S.W mengungkapkan, APD yang dibuat sudah sesuai standar. Pihaknya mendapatkan bahan sama dengan APD yang diproduksi pabrikan.

“Bahannya ada di pasaran, kemudian kami membeli. Kami menjahit sendiri bahan itu untuk dibuat APD. Kami bisa gunakan APD ini untuk kebutuhan rumah sakit kami,” tutur Bambang.

Baca juga: Tak Disangka, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Temukan Jamu Corona

Dengan memproduksi sendiri APD, pihaknya mampu menghemat biaya. Jika membeli di pasaran harganya Rp 150 ribu. Sedangkan dengan membuatnya secara mandiri pihaknya hanya butuh biaya kurang dari Rp 50 ribu.

“Kalau rumah sakit lain membutuhkan, kami juga siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari,” tegasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Pelajar SMK Duta Karya Kudus Buat Hand Sanitizer Standar WHO

0
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat hand sanitizer oleh pelajar SMK Duta Karya Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam ruangan laboratoriun kimia SMK Duta Karya Kudus tampak tiga siswi mengenakan baju warna putih. Di atas meja yang berada di depan ketiga siswi tersebut, tampak beberapa botol dan alat serta bahan. Sembari mengikuti instruksi dari guru pembimbing, ketiga siswi itu begitu terampil mencampur semua bahan yang tersedia untuk pembuatan hand sanitizer.

Pelajar SMK Duta Karya sedang membuat hand sanitizer untuk menangkal virus corona. Foto : Rabu Sipan

Eka Aries Setiawan (35), Ketua Program Studi Kimia Industri (Kaprodi) mengungkapkan, selama ini para siswa jurusan teknik kimia industri di SMK Duta Karya Kudus memang diajari cara membuat hand sanitizer sesuai standar WHO. Jadi hand sanitizer hasil karya para peserta didiknya itu bisa dijadikan langkah awal pencegah tertular dari virus corona.

Baca juga : Pasukan Anti Corona Boys SMK Duta Karya Adakan Penyemprotan Disinfektan Gratis

“Virus corona ini kan lagi merebak, hingga hand sanitizer di Kudus langka. Dan untuk menjawab kelangkaan itu SMK Duta Karya Kudus memproduksi hand sanitizer untuk masyarakat luas, khususnya Kudus,” ungkap pria yang akrab disapa Aries kepada betanews.id.

Pria yang mengenakan peci itu menerangkan, pembuatan hand sanitizer sebenarnya tidaklah sulit. Bahannya juga sangat mudah didapatkan di pasar. Dia pun tidak keberatan menyebutkan bahan – bahan untuk pembuatan hand sanitizer yaitu, alkohol 70 persen, hidrogen peroksida, gliserin, aloe vera, gliserol dan pewangi.

“Semua bahan tersebut dicampur sesuai takaran tertentu dan diaduk. Kemudian ditutup dan didiamkan selama 72 jam. Setelah didiamkan selama itu baru bisa dikemas dan digunakan,” paparnya.

Dia mengatakan, saat ini SMK Duta Karya sudah menerima banyak pesanan hand sanitizer. Pesanan tidak hanya dari perorangan saja melainkan juga dari perusahaan swasta. Jumlah pesanan yang masuk saat ini tuturnya, lebih dari 50 liter.

Baca juga : Fasilitas Cuci Tangan Ditempatkan di Alun-alun Kudus

“Untuk harga kami menjualnya mulai Rp 35 ribu untuk ukuran 100 mililiter. Dan Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu untuk ukuran satu liter,” ungkapnya.

Dengan adanya virus corona yang makin merajalela tambahnya, SMK Duta Karya Kudus saat ini tidak hanya membuat hand sanitizer, tapi juga membuat hand soap serta disinfektan. Bahkan saat ini sekolahnya mengadakan bakti sosial penyemprotan disinfektan gratis.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Hartopo Tutup Tempat Wisata dan Ziarah di Kudus, Dandangan Ditiadakan

0
Plt Bupati Kudus Hartopo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan menutup seluruh tempat wisata di Kudus untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut juga berlaku untuk tempat-tempat ziarah yang ada di Kota Kretek.

Plt Bupati Kudus Hartopo menyatakan, kebijakan tersebut ditempuh sebagai antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kretek. Dia meminta agar masyarakat Kudus selalu waspada dan menjaga kesehatan.

“Jika terlanjur ada peziarah dari luar kota yang datang, kami imbau agar menerapkan soscial distancing. Kami juga meminta pengelola tempat ziarah agar menyediakan hand sanitizer,” ujar ujar Hartopo melalui akun Facebook miliknya petang ini (23/3/2020).

Baca juga: Pasukan Anti Corona Boys SMK Duta Karya Adakan Penyemprotan Disinfektan Gratis

Hartopo juga mingimbau agar para peziarah dari luar daerah agar mengurungkan niatnya untuk berziarah ke Kudus. Mereka diminta untuk mempertimbangkan kembali niatnya untuk datang berziarah ke Kudus.

Selain kebijakan tersebut, Hartopo menyatakan meniadakan tradisi Dandangan tahun ini. Menurutnya, kebijakan tersebut sudah melalui banyak pertimbangan. Alasan ditiadakannya tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun di Kudus tersebut, karena pengunjung dan pedagang datang dari luar Kudus.

Baca juga: Virus Corona Merebak, PO Haryanto Kandangkan Armada

“Dandangan ini berpotensi menimbulkan kerumunan dan keramaian. Kami memutuskan kebijakan ini melalui banyak pertimbangan,” ujarnya.

Siap Menerima Kepulangan Warga dari Jabodetabek

Dalam kebijakan yang diumumkan hari ini, Hartopo juga menyatakan siap menerima kepulangan warganya yang bekerja dari daerah terkena wabah Covid-19. Termasuk warga Kudus yang bekerja di wilayah Jabodetabek, akan tetap diizinkan masuk ke Kudus namun harus melalui beberapa prosedur.

Setibanya di Kudus, katanya, mereka diharuskan untuk melalui protokol kesehatan. Itu di antaranya mereka harus mau ditempatkan di lokasi transit dan melalui pemeriksaan suhu tubuh.

Baca juga: Fasilitas Cuci Tangan Ditempatkan di Alun-alun Kudus

“Selain itu, bus yang mereka tumpangi akan disemprot menggunakan cairan disinfektan,” ujar Hartopo.

Upaya pencegahan penyebaran virus Corona ini, kata Hartopo, tetap akan terus dilakukan. Selain menerapkan protokol kesehatan, pihanya juga menyiapkan Tim Gugus Tugas Pengendalilan dan pencegahan Covid-19.

Dia menambahkan, untuk tenaga medis dan para pejuang kesehatan akan diberikan apresiasi yang tinggi. Dinas Kesehatan Kudus akan berupaya menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak.

“Kami juga meminta seluruh rumah sakit di Kudus untuk menyiapkan ruang isolasi. Mari kita berdoa agar pandemi Corona ini segera berlalu,” tuturnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Pasukan Anti Corona Boys SMK Duta Karya Adakan Penyemprotan Disinfektan Gratis

0
Pasukan anti corona boys SMK Duta Karya saat melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu madrasah. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria mengenakan mantel, memakai masker, serta kaus tangan dan sepatu boot tampak berjalan ke arah MI NU Khoiriyah Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Sembari membetulkan letak kacamatanya, dua pria tersebut menyemprot teras sekolahan. Setelah teras sudah tersemprot semua, kemudian dua pria itu dengan cekatan menyemprot tiap ruangan yang ada di sekolah tersebut. Kegiatan tersebut merupakan bakti sosial penyemprotan disinfektan yang diadakan SMK Duta Karya Kudus.

Faruq Makhrus selaku guru kimia industri SMK Duta Karya mengungkapkan, bakti sosial penyemprotan disinfektan oleh sekolahnya bertujuan sebagai antisipasi penyebaran wabah Covid-19. Khususnya penyebaran corona di fasilitas umum yang merupakan tempat berkerumunnya masyarakat.

Pasukan anti corona boys SMK Duta Karya saat akan melakukan penyemprotan disinfektan. Foto : Rabu Sipan

“Bakti sosial penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona yang makin merebak. Semoga dengan adanya penyemprotan disinfektan warga Kudus aman dari corona,” ujar pria yang akrab disapa Faruq kepada betanews.id.

Baca juga : Tak Disangka, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Temukan Jamu Corona

Pria yang saat itu mengenakan topi hitam itu menerangkan, saat ini penyemprotan disinfektan diprioritaskan fasilitas umum, di antaranya tempat ibadah, serta sekolah. Menurutnya bakti sosial yang diadakan sekolahnya itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Dia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap penyemprotan disinfektan sangat tinggi. Bahkan saat ini sudah ada 80 tempat yang didaftarkan. Bakti sosial penyemprotan disinfektan yang dimulai pada Minggu (22/3/2020) dan rencana akan berakhir pada Kamis (26/3/2020).

“Itu rencana awal ya, tapi bila memang harus kami perpanjang akan kami lakukan. Agar fasilitas umum di Kudus bisa kami semprot disinfektan agar steril dari kuman maupun virus,” ungkapnya.

Baca juga : Jitun Tak Berniat Naikkan Harga Meski Peminat Olahan Rempahnya Makin Diburu Saat Virus Corona Merebak

Dia mengatakan, untuk proses penyemprotan, SMK Duta Karya Kudus menerjunkan Pasukan Anti Corona Boys Kimia Industri, terdiri dari 10 siswa yang didampingi guru pembimbing. Setiap hari tidak kurang dari 10 tempat yang disemprot disinfektan. Sedangkan untuk prosedur agar mendapatkan penyemprotan disinfektan yakni bisa datang langsung ke SMK Duta Karya atau menghubungi nomor 0291444726.

Suyatno, Kepala MI NU Khoiriyah Bae sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan SMK Duta Karya tersebut. Dia juga berterima kasih atas penyemprotan disinfektan gratis itu. Agar nanti pas siswa sudah masuk sekolah jadi aman dan terhindar dari pandemi corona.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas penyemprotan disinfektan. Ini sangat mulia agar nanti siswa masuk sekolah bisa terhindar dari corona,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Virus Corona Merebak, PO Haryanto Kandangkan Armada

0
Deretan Bus PO Haryanto dikandangkan akibat dampak dari virus corona. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan bus terparkir rapi di sebuah garasi yang berada di tepi barat Jalan Lingkar Timur, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Beberapa bus itu ada yang lagi dibersihkan, serta ada yang lagi diperbaiki. Tempat tersebut yakni garasi PO Bus Haryanto, yang mengandangkan armadanya karena dampak merebaknya virus corona.

Haryanto (61) selaku pemilik usaha perusahaan oto bus tersebut menjelaskan, sejak wabah virus COVID- 19 merajalela di Indonesia, serta hampir seluruh tempat pariwisata di Jawa ditutup, usahanya pun kena imbasnya. Bus yang khusus disediakan untuk carteran ziarah dan wisata sepi orderan.

Haryanto, Owner PO Haryanto. Foto : Rabu Sipan

“Karena sepi orderan, semua armada untuk wisata kami tarik ke garasi. Tidak ada yang boleh beroperasi sampai menunggu intruksi dari pemerintah,” ungkap Haryanto kepada betanews.id

Baca juga : Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

Dia mengungkapkan, di garasi yang berada di Kudus, armada untuk wisata yang dikandangkan ada sekitar 25 unit. Sedangkan yang di garasi Tangerang ada 10 unit. Sebelum ada virus Covid-19 tuturnya, setiap unit armada pariwisata tersebut bisa menghasilkan antara Rp 35 juta hingga Rp 50 juta sebulan.

“Meski kebijakan menutup tempat pariwisata mengakibatkan armada kami tidak menghasilkan, tapi saya tetap mendukung keputusan pemerintah tersebut. Karena demi keselamatan banyak orang dan mencegah penyebaran virus corona lebih luas lagi. Bagaimana pun nyawa orang itu lebih penting dari apa pun,” ungkapnya.

Pria yang gemar dengan wayang kulit itu menuturkan, armada yang ditarik ke garasi dan tidak diperbolehkan beroperasi hanya bus yang diperuntukan pariwisata. Sedangkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tetap beroperasi seperti biasa. Serta belum ada penurunan jumlah penumpang.

“Aramada bus AKAP masih beroperasi seperti biasa. Jumlah penumpang juga masih stabil. Dan saya yakin waktu Lebaran penumpang tetap banyak,” paparnya.

Baca juga : Fasilitas Cuci Tangan Ditempatkan di Alun-alun Kudus

Pria pensiunan tentara itu berharap agar pemerintah secepatnya bisa menemukan obat untuk mengatasi pandemik virus corona. Agar Covid-19 secepatnya lenyap dari Indonesia tercinta. Dia khawatir bila berlarut – larut efeknya akan kemana – mana, serta berpengaruh terhadap ekonomi Negara.

“Virus corona ini sangat bahaya, bila tidak secepatnya diatasi. Takutnya, efeknya akan memengaruhi perekonomian negara. Bahkan saat ini dolar sudah melambung tinggi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Satu Lagi Pasien RSUD Moewardi Solo Dinyatakan Positif Corona

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan jumpa pers beberapa waktu lalu. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hingga Minggu (22/3/2020), terdapat penambahan satu pasien positif corona. Sehingga, total di Jawa Tengah, saat ini ada 15 orang yang dinyatakan positif. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Penambahan satu pasien positif corona tersebut terjadi di Solo dan dirawat di RSUD Moewardi Solo. Pasien berjenis laki-laki itu dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan pasien yang dirawat di RSUD Margono Kabupaten Banyumas. Sebelumnya, di RSUD Moewardi tersebut, juga ada pasien positif corona yang meninggal setelah menjalani perawatan.

Terkait dengan hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, tren kenaikan virus corona ini dipastikan akan terus terjadi. Untuk itu, seluruh rumah sakit di Jateng diminta siap mengantisipasi lonjakan itu.

“Saat ini lanjut ada 2.416 Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jateng, 196 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) telah dirawat dan positif sebanyak 15 orang. Tiga di antara yang positif itu meninggal dunia,” ujar Ganjar.

Baca juga : Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

Seluruh rumah sakit di Jateng lanjut dia diminta menghitung betul segala kebutuhan yang diperlukan. Apabila ada kekurangan, misalnya Alat Pelindung Diri (APD), VTM, masker dan lainnya, pihak rumah sakit serta bupati/wali kota diminta berkomunikasi dengan pemerintah provinsi.

“Nanti kami akan ikhtiar mencarikan dengan cara berkomunikasi ke pusat atau mencari pabrikannya. Saya minta seluruh rumah sakit di Jateng disiplin komunikasi. Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir,” tegasnya.

Pihaknya menegaskan tidak tinggal diam dengan kondisi yang ada. Bahkan Minggu pagi, seluruh jajaran Pemprov Jateng menggelar rapat untuk mencarikan solusi atas persoalan ini.

“Hari Minggu kami tetap rapat dan mencari solusinya. Kami tidak tinggal diam dan akan terus berusaha semampu kami,” tegasnya.

Baca juga : Tak Disangka, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Temukan Jamu Corona

Tidak hanya persiapan rumah sakit, Ganjar juga meminta seluruh bupati/wali kota di Jateng diperintahkan terus bergerak melakukan tracking. Ini harus dilakukan secara serius untuk menanggulangi penyebaran yang ada.

Bupati/wali kota, lanjut Ganjar juga harus terus melakukan tindakan preventif sampai ke tingkat bawah. Mereka diminta melibatkan unsur pemerintahan sampai tingkat bawah seperti RT/RW, lurah, camat, kelompok PKK, dasa wisma hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

- advertisement -

Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima bantuan dari salah satu perusahaan untuk penanggulangan corona di Jateng. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kepedulian masyarakat, instansi maupun swasta dalam upaya ikut menanggulangi virus corona, khususnya di wilayah Jawa Tengah semakin menguat. Hal itu terlihat dari bantuan yang terus mengalir, baik berupa materiil maupun nonmaterial.

Terbaru, perusahaan obat ternama, PT Phapros menyerahkan bantuan kepada Pemprov Jateng berupa 100 liter hand sanitizer dan 100 boks multivitamin. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Phapros, Barokah Sri Utami kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Senin (23/3/2020).

“Multivitamin dan hand sanitizer saat ini merupakan barang yang langka dan sulit dicari masyarakat. Sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah, kami tergerak untuk memberikan bantuan ini,” kata perempuan yang akrab disapa Emmy tersebut.

Baca juga : Tak Disangka, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Temukan Jamu Corona

Ia menambahkan, selain bantuan berupa barang kepada pemerintah, pihaknya juga memberikan bantuan dengan cara menjaga seluruh karyawannya untuk terhindar dari penyebaran virus corona. Seluruh karyawan yang bekerja, beberapa di antaranya diliburkan dan bekerja di rumah (work from home).

“Kami juga melakukan protokol kesehatan kepada seluruh karyawan yang bekerja. Kami memfasilitasi karyawan dengan pemberian vaksin influenza, multivitamin, hand sanitizer dan masker untuk meminimalisir penularan Covid-19,” tutupnya.

Tak lama kemudian, bantuan lain juga datang. Kali ini, bantuan berupa 5.000 liter hand sanitizer diserahkan oleh Presiden Direktur PT Victoria Care Indonesia, Billy Hartono Salim kepada Ganjar.

“Kami harap bantuan ini dapat bermanfaat untuk memutus mata rantai penyebaran corona di Jateng,” kata Billy.

Belum lama ini, Pemprov Jateng juga mendapat bantuan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan bantuan dari pihak lain.

Baca juga : Di Jateng, Prioritas Rapid Test Covid-19 Bakal Dilakukan di Dua Wilayah

Bantuan-bantuan itu, menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan langsung didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Selain rumah sakit, puskesmas dan fasilitas publik, masyarakat lain seperti lansia dan penyandang disabilitas juga akan menjadi sasaran.

“Spirit dari seluruh perusahaan, komponen masyarakat dan siapun yang berkenan berbagi ini patut kita apresiasi. Tidak hanya materi, tapi juga bisa membantu dalam berbagai bidang, termasuk menggiatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Sosialisasi dan edukasi lanjut dia sangat penting dilakukan sebagai langkah preventif. Apabila itu tidak dilakukan, maka dipastikan jumlah pasien positif corona akan meningkat dan rumah sakit tidak mampu menangani.

“Semuanya harus bergerak. Tidak hanya pemerintah pusat, namun dari seluruh elemen sampai tingkat bawah yakni RT, RW, lurah, camat harus digerakkan. Mereka harus perhatian kepada warganya, siapa yang sakit, siapa yang baru pulang dari luar negeri atau luar kota dan sebagainya. Langkah-langkah ini harus dilakukan serius agar penyebaran virus ini bisa kita tekan,” katanya.

Baca juga : Fasilitas Cuci Tangan Ditempatkan di Alun-alun Kudus

Ganjar mengaku sangat bersyukur atas kepedulian masyarakat, instansi dan swasta terhadap pemerintah dalam upaya pencegahan virus corona. Menurutnya, bantuan-bantuan yang mengalir membuktikan bahwa masyarakat tergerak untuk bersama-sama melawan corona.

“Selalu ada doa dari masyarakat, para tenaga medis untuk melindungi mereka dari penyebaran virus corona ini. Hari ini, doa dan harapan mereka terkabul dengan banyaknya bantuan yang mengalir. Atas nama masyarakat Jateng, saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

- advertisement -