31 C
Kudus
Rabu, April 1, 2020
Beranda Ekonomi Yuliati Warno, Kenalkan...

Yuliati Warno, Kenalkan Ragam Corak Batik Khas Pati Hingga Mancanegara

BETANEWS.ID, PATI – Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, memiliki beragam masyarakat kreatif dengan ide usaha yang beragam, salah satunya adalah batik. Tak terkecuali Tamziz Al Anas yang memiliki merek batik bernama Yuliati Warno Batik.

Rumah produksi yang berada tidak jauh dari tokonya itu di kelilingi beberapa petak tambak. Tepatnya berada di ujung gang berjarak sekitar 100 meter dari jalan utama (Jl Sunan Ngerang, Juwana). Angin sepoi-sepoi ketika pemilik sekaligus pendiri Yuliati Warno Batik mempersilakan tim betanews.id ke dalam rumahnya. Kemudian, ia mulai bercerita perihal awal mula ide dan sejarah bisnis yang sudah dari tahun 2007 silam itu berdiri.

Ragam corak batik khas Pati yang diproduksi Yuliati Warno di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Pati. Foto : Titis Widjayanti

“Yuliati Warno itu diambil dari nama istri saya ayah mertua. Kalau awal mula memang dari antusias istri yang merintis ketika masih kuliah di Sastra Inggris UNDIP dulu. Kebetulankan asal keluarga besar istri dari Desa Bakaran yang punya khas batik dan cukup terkenal. Akan tetapi, penerus dari keluarga dan para tetangga perajin sudah semakin tua. Waktu itu, saya kebetulan ditunjuk juga oleh Disperindag untuk mempromosikan batik Bakaran pada khalayak umum. Jadi dari sana, merek dagang dan usaha ini mulai dirintis,” ungkap Tamzis Al Anas kepada betanews.id, Kamis (12/3/2020).

Baca juga : Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat

Lelaki yang memiliki nama akrab Tamzis ini kemudian bercerita tentang inovasinya bersama sang istri untuk membedakan produk batik miliknya dengan perajin lain. Dikatakannya, sejauh ini ada berbagai inovasi dan perkembangan batik dengan merek dagangnya. Seperti pola atau motif sesuai ciri khas berbagai daerah di Kabupaten Pati.

“Dulu memang terkenal batik Bakaran, tapi sesuai dengan perkembangan zaman, kami membuat inovasi lain. Karena memang setelah kami telusuri lebih lanjut, setiap daerah itu berpotensi menghasilkan karya batik sesuai dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Semisal pola, seperti ikan bandeng, jeruk pamelo dan lain-lain,” ungkap Tamziz.

Tamzis, yang juga Ketua Klaster Batik Pati dan Penguji atau Asesor Batik Kementerian Pendidikan itu juga melanjutkan cerita tentang inovasi lain seperti pewarnaan batik yang dulunya hanya putih dan hitam pada batik Bakaran yang kini mulai ditambah warna lain. Selain itu, di tempatnya juga sering diadakan pelatihan batik yang mengundang perwakilan masing-masing daerah dari seluruh area Pati.

“Dengan pasar batik yang sudah internasional, bagaimana caranya kita menularkan dan memberikan edukasi terhadap masyarakat sekitar utamanya area Pati untuk bisa ikut serta kreatif dan memanfaatkan peluang tersebut. Beberapa kali kami buat pelatihan di sini. Kami undang perwakilan-perwakilan dari masing-masing daerah. Seperti Batangan, Pucakwangi dan banyak lagi. Ya harapannya itu, mereka bisa membuat bisnis batik sendiri sesuai dengan ciri khas dari daerah masing-masing yang nantinya bisa bersaing bahkan hingga internasional,” papar dia.

Baca juga : Agar Punya Nilai Jual Lebih, BPP Gembong Pati Adakan Latihan Buat Dodol dari Jeruk Pamelo

Tak hanya gebrakan itu, Tamzis mengaku kini mulai mengembangkan bahan pewarna alam yang nantinya bisa dipakai sebagai pengganti pewarna sintetis. Tujuannya tidak lain karena lebih aman, juga bisa memanfaatkan tumbuhan atau buah-buahan di sekitar. Akan tetapi, untuk harga memang akan lebih mahal daripada jika memakai pewarna sintetis.

“Untuk sekarang kami sedang fokus mengembangkan bahan pewarna alami. Misal dari akar bakau, daun mangga dan lain-lain. Tujuannya itu lebih ramah lingkungan dan manfaat lain adalah bisa sebagai pengobatan penyakit. Jadi batik yang sudah jadi dan limbah pun aman untuk alam dan manusia,” pungkas dia.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

20,599FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...