31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Jitun Tak Berniat Naikkan Harga Meski Peminat Olahan Rempahnya Makin Diburu Saat Virus Corona Merebak

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan mengenakan pakaian merah tampak mengaduk adonan di dalam ruangan rumah. Di samping perempuan tersebut terlihat ada beberapa kantong berisi aneka rempah. Rumah tersebut yakni tempat produksi sari olahan rempah bernama Gemah Ripah yang saat ini permintaannya sedang meningkat sejak virus corona merebak.

Khosiatun (37) selaku pemilik Gemah Ripah mengatakan, selama dua pekan permintaan sari olahan rempah meningkat. Bahkan meningkatnya bisa dibilang dua kali lipat. Menurutnya, jika sebelum wabah corona merebak penjualannya berkisar 40 pak untuk sepekan, tapi sekarang bisa menjual 40 pak hanya sehari.

“Yang paling banyak permintaan itu itu sari olahan jahe merah. Jika sehari saya bisa menjual 40 pak, maka yang 20 pak itu sari olahan jahe merah,” ungkap perempuan yang akrab disapa Jitun kepada betanews.id.

-Advertisement-

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menuturkan, memproduksi sari olahan rempah dari jahe merah, jahe emprit, kencur, temulawak, dan kunyit. Menurutnya, kandungan zat yang ada di rempah tersebutlah yang konon bisa menangkal virus corona.

“Kelima rempah yang saya produksi itu memang terkenal mengandung zat yang bisa menjaga ketahanan tubuh. Jadi bisa menangkal aneka virus, termasuk corona,” ujar Jitun sambil lanjut mengaduk adonan rempah.

Dia mengaku meski saat ini permintaan meningkat, dirinya tidak berniat menaikkan harga. Karena dia tidak ingin berlaku culas, atau pun mencari keuntungan dari kesusahan orang lain.

“Sebenarnya aneka rempah dari petani harganya sudah naik. Untuk jahe merah saja sekarang dari petani per kilogram Rp 55 ribu. Padahal dulunya hanya Rp 45 ribu sekilo. Tapi karena saya masih ada untung, saya pun tidak menaikan harga,” ujarnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, peminat sari olahan rempahnya tidak datang Kudus saja, melainkan juga dari luar daerah. Di antaranya, Boyolali, Semarang, Jakarta hingga Sumatra.

“Saya berharap produksi sari olahan rempah milikku makin diminati. Syukur – syukur kelak bisa tembus pasar luar Negeri. Soalnya orang sana kan suka dengan rempah,” harap Jitun sembari tersenyum.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER