31 C
Kudus
Rabu, April 1, 2020
Beranda Jateng MUI Jateng Larang...

MUI Jateng Larang Masjid Selenggarakan Salat Jumat

BETANEWS.ID, SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah mengelurkan fatwa melarang penyelenggaraan salat Jumat (27/3/2020) mendatang. Fatwa tersebut dikeluarkan MUI hari ini (24/3/2020), dengan pertimbangan kasus Covid-19 di Jateng yang telah mendekati zona merah.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji menyatakan, pelarangan salat Jumat itu ditujukan untuk seluruh masjid di Jateng. Masyarakat muslim diminta untuk mengganti salat Jumat dengan salat dhuhur di rumahnya masing-masing.

Baca juga: Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

“Fatwa ini dikeluarkan setelah mendengar pendapat dan usulan peserta rapat Komisi Fatwa. Selain itu, presiden telah menetapkan Indonesia darurat Covid-19, dan penyebaran di Jateng telah terbukti mendekati status zona merah,” ungkap Daroji sesuai surat edaran yang dikeluarkan.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan fatwa pelaksanaan salat Jumat yang selanjutnya, setelah melihat perkembangan kondisi dan situasi. Jika situasi sudah memungkinkan untuk dilaksanakannya salat Jumat, MUI akan segera membuat fatwa baru.

Baca juga: Satu Lagi Pasien RSUD Moewardi Solo Dinyatakan Positif Corona

Selain salat Jumat, dalam surat tersebut juga disebutkan pengelola masjid dilarang untuk menyelenggarakan salat rawatib/salat lima waktu berjamaah di masjid. Pengelola masjid juga dilarang menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

“Kami juga meminta pengelola masjid untuk tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan, baik di masjid maupun di tempat lain,” katanya.

Baca juga: APD untuk Tangani Corona Minim, Ganjar: ‘Pemda Jangan Hanya Bisa Bebani Pusat’

Sebelumnya diberitakan, MUI Provinsi Jateng menyatakan kegiatan keagamaan yang berpotensi dihadiri banyak orang atau kerumunan tidak boleh digelar. Sedangkan salat Jumat tetap boleh dilakukan di masjid, namun dengan kontrol kesehatan yang ketat.

Baca juga: MUI Jateng: Salat Jumat Tetap Boleh di Masjid, Pengajian Disetop

Daroji mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar dalam bersama Gubernur Jateng dan sejumlah ketua organisasi keagamaan dan instansi terkait. Rapat tersebut digelar untuk mencari solusi pencegahan penyebaran virus Corona COVID-19.

Editor: Suwoko

Tinggalkan Balasan

20,599FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...