31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

MUI Jateng Larang Masjid Selenggarakan Salat Jumat

BETANEWS.ID, SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah mengelurkan fatwa melarang penyelenggaraan salat Jumat (27/3/2020) mendatang. Fatwa tersebut dikeluarkan MUI hari ini (24/3/2020), dengan pertimbangan kasus Covid-19 di Jateng yang telah mendekati zona merah.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji menyatakan, pelarangan salat Jumat itu ditujukan untuk seluruh masjid di Jateng. Masyarakat muslim diminta untuk mengganti salat Jumat dengan salat dhuhur di rumahnya masing-masing.

Baca juga: Bantuan Terus Berdatangan untuk Penanggulangan Corona di Jateng

-Advertisement-

“Fatwa ini dikeluarkan setelah mendengar pendapat dan usulan peserta rapat Komisi Fatwa. Selain itu, presiden telah menetapkan Indonesia darurat Covid-19, dan penyebaran di Jateng telah terbukti mendekati status zona merah,” ungkap Daroji sesuai surat edaran yang dikeluarkan.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan fatwa pelaksanaan salat Jumat yang selanjutnya, setelah melihat perkembangan kondisi dan situasi. Jika situasi sudah memungkinkan untuk dilaksanakannya salat Jumat, MUI akan segera membuat fatwa baru.

Baca juga: Satu Lagi Pasien RSUD Moewardi Solo Dinyatakan Positif Corona

Selain salat Jumat, dalam surat tersebut juga disebutkan pengelola masjid dilarang untuk menyelenggarakan salat rawatib/salat lima waktu berjamaah di masjid. Pengelola masjid juga dilarang menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

“Kami juga meminta pengelola masjid untuk tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan, baik di masjid maupun di tempat lain,” katanya.

Baca juga: APD untuk Tangani Corona Minim, Ganjar: ‘Pemda Jangan Hanya Bisa Bebani Pusat’

Sebelumnya diberitakan, MUI Provinsi Jateng menyatakan kegiatan keagamaan yang berpotensi dihadiri banyak orang atau kerumunan tidak boleh digelar. Sedangkan salat Jumat tetap boleh dilakukan di masjid, namun dengan kontrol kesehatan yang ketat.

Baca juga: MUI Jateng: Salat Jumat Tetap Boleh di Masjid, Pengajian Disetop

Daroji mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar dalam bersama Gubernur Jateng dan sejumlah ketua organisasi keagamaan dan instansi terkait. Rapat tersebut digelar untuk mencari solusi pencegahan penyebaran virus Corona COVID-19.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER