BETANEWS.ID, SEMARANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jateng menyatakan kegiatan keagamaan yang berpotensi dihadiri banyak orang atau kerumunan tidak boleh digelar. Sedangkan salat Jumat tetap boleh dilakukan di masjid, namun dengan kontrol kesehatan yang ketat.
Ketua MUI Jateng KH Ahamad Daroji mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar dalam bersama Gubernur Jateng dan sejumlah ketua organisasi keagamaan dan instansi terkait. Rapat tersebut digelar untuk mencari solusi pencegahan penyebaran virus Corona COVID-19.

“Para ulama sepakat salat Jumat tetap dilaksanakan di masjid. Namun untuk kegiatan keagamaan yang dihadiri banyak orang dihentikan,” ujar Daroji usai rapat di kantor Gubernur Jateng, Selasa (17/3/2020).
Dibolehkannya salat Jumat di masjid, kata Daroji, karena pertimbangan kasus Corona di Jateng masih dalam level terkendali. Namun pelaksanaannya nanti menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Setiap orang yang akan masuk masjid akan diseleksi.
Baca juga: Usai ‘Liburkan’ Sekolah, Ganjar Tutup 55 Tempat Wisata di 11 Kabupaten
Lebih lanjut Daroji menjelaskan, protokol kesehatan yang akan dilaksanakan sebelum salat Jumat nanti setiap orang dicek suhu tubuhnya menggunakan thermal gun. Di tempat wudu akan disediakan hand sanitizer dan sabun untuk menyeterilkan anggota badan.
“Hal ini memang sulit, namun harus tetap dilakukan. Kami meminta takmir masjid (di seluruh Jateng) mengupayakannya,” ujar Daroji.
Baca juga: Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’
Dia menambahkan, masjid dan musala akan diperintahkan untuk melakukan pembersihan. Karpet yang selama ini di masjid diminta untuk digulung, dan jamaah diminta membawa sejadah dari rumah.
Jika kondisi penyebaran virus Corona di Jateng tak terkendali, katanya, para ulama sepakat untuk membuat fatwa untuk pelarangan ibadah di masjid. Tidak hanya meniadakan salat Jumat, namun juga salat-salat wajib diminta untuk dilaksanakan di rumah.
Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop
Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, rapat bersama ulama di Jateng yang digelar untuk pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Corona.
“Kekuatan ulama juga akan kami optimalkan dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat. Apabila ada perkembangan terbaru, ulama sepakat akan mengikuti segala keputusan yang diambil pemerintah,” tegasnya.
Baca juga: Ada Virus Corona Jangan Panik, Inilah 6 Tips Agar Tak Tertular
Pondok pesantren lanjut Ganjar juga sudah sepakat melakukan penanggulangan. Dalam rapat disepakati, santri pondok pesantren dilarang pulang, dan mereka juga dilarang dijenguk oleh keluarga.
“Pondok pesantren jadi seperti tempat isolasi. Tapi tidak hanya berdiam diri, saya usulkan moment ini dilakukan untuk membersihkan semua tempat-tempat itu agar semua sehat,” jelasnya.
Editor: Suwoko

