BETANEWS.ID, KUDUS – Bangunan berdinding kepang di tepi selatan Jalan Ring Road Utara tepatnya di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus tampak dipenuhi besi. Di antara besi, terlihat seorang pria mengenakan kaus biru sedang berdiri. Tangan pria tersebut begitu terampil menyatukan dua batang besi yang sudah dipotong dan kemudian diikatnya. Pria tersebut, yakni Selamet Ariyanto (29) pemilik usaha pembuatan begel dan cakar ayam.
Sembari melakukan aktivitasnya, pria yang akrab disapa Ari itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, memulai usahanya itu belumlah lama, karena baru dimulai pada awal tahun 2020. Usahanya tersebut diberi nama Faeza Pondasi. Dipilih nama itu agar usahanya bisa berkembang.
“Kata Faeza itu dari bahasa Arab yang artinya berkembang. Dengan nama itu saya berharap usahaku kelak bisa berkembang jadi besar dan lancar,” ungkapnya kepada betanews.id.
Sambil terus mengikat besi, warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus itu mengisahkan, sebelum merintis usaha sendiri, dirinya sekian tahun bekerja di pabrik. Bahkan pekerjaannya itu selalu berpindah – pindah karena kontrak kerja yang tidak diperpanjang.
Baca juga : Sudah Uji Lab, Paving Produksi UD Noor Jaya Kualitasnya Tak Perlu Diragukan
Meski begitu lanjutnya, dua tahun lalu dirinya memutuskan meminang wanita pujaan hatinya untuk dijadikan istri. Menurutnya, setelah menikah tiap libur kerja dia gunakan untuk membantu mertuanya yang punya usaha serupa.
“Saya bekerja di pabrik itu sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menikah dan sering membantu mertua saya tersebut, pikiran saya seolah kebuka. Kenapa saya harus kerja jadi buruh terus? Kenapa saya tidak mencoba mandiri dan mendirikan usaha sendiri,” ungkapnya.
Pria yang belum dikarunai momongan itu menuturkan, niat untuk mendirikan usaha tersebut diutarakan ke istri dan mertuanya. Beruntungnya, istri dan mertuanya sangat mendukung dengan keputusan Ari. Karena dukungan orang terkasih tersebut, Ari mengaku rela mengambil tabungan selama kerja di pabrik untuk modal.
Baca juga : Kualitas Oke, Mebel Spesialis Kayu Lawasan Pak Timin Diburu Konsumen
“Uang tersebut saya gunakan untuk menyewa lahan dan besi yang akan saya buat jadi begel dan cakar ayam. Untuk tenaga, sementara masih saya kerjakan sendiri,” kata Ari.
Dia mengungkapkan, menjual cakar ayam dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 125 ribu. Harga disesuaikan dengan ukuran serta ukuran besi yang digunakan. Sedangkan begel dijualnya dengan harga Rp 12 ribu per kilogram.
Dia bersyukur, sekitar dua bulan berjalan orderan sudah lumayan banyak. Bahkan dirinya tidak bisa menghitung jumlah pesanan, karena sangking banyaknya.
“Tenangnya saya itu walaupun tak ada pesanan, saya tetap bisa produksi. Dan hasilnya nanti bisa saya pasarkan lewat mertua saya,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

