Beranda blog Halaman 5

Push Bike Kian Digemari di Kudus, Latih Keseimbangan hingga Motorik Anak

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Olahraga push bike atau sepeda tanpa pedal kian diminati di Kabupaten Kudus. Tak hanya sekadar hobi, aktivitas ini dinilai dapat membantu tumbuh kembang anak sejak usia dini, mulai dari melatih keseimbangan hingga kemampuan motorik dan sensorik anak.

Salah satu pengurus komunitas push bike Kudus, Dian Widya (29) menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua kategori dalam komunitas tersebut, yakni racing dan fun. Kategori racing diperuntukkan bagi anak yang telah siap secara fisik dan mental untuk mengikuti kompetisi, sementara kategori fun lebih kepada aktivitas bermain santai.

“Kalau racing itu untuk anak-anak yang memang disiapkan ikut lomba antarkota atau kabupaten. Sedangkan fun hanya bersenang-senang dan refreshing saja,” katanya di sela latihan anak yang digelar di depan Pendapa Kabupaten Kudus belum lama ini.

Menurutnya, olahraga yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak tersebut dapat diikuti mulai usia 2 tahun hingga 7-8 tahun. Bahkan untuk kategori racing, anak usia dua tahun diperbolehkan ikut selama memiliki kesiapan mental dan mendapat dukungan dari orang tua.

Baca juga : Persiku Aman di Liga Pegadaian Championship, Manajemen Siapkan Bonus untuk Tim

Sejauh ini, anggota komunitas push bike Kudus telah menorehkan sejumlah prestasi di berbagai ajang luar daerah, seperti di Jepara, Yogyakarta, hingga sejumlah kota di Provinsi Jawa Timur. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih podium utama di berbagai kategori usia.

“Alhamdulillah, anak-anak sudah beberapa kali juara. Tapi memang untuk kelasnya hanya di ajang antarkota maupun kabupaten,” jelasnya.

Komunitas push bike Kudus mulai terbentuk sejak awal 2025 lalu. Ia menuturkan, adanya komunitas tersebut bermula dari satu anak yang berlatih. Namun, karena olahraga itu menarik perhatian, kini semakin banyak orang tua yang tertarik bergabung.

Saat ini, jumlah anggota komunitas mencapai sekitar 40 hingga 45 rider dengan rentang usia kelahiran 2020 hingga 2024. Latihan rutin digelar tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa, Jumat, dan Sabtu di sejumlah lokasi, seperti kawasan Dishub, JHK, dan Pendapa Kudus.

Dian menambahkan, manfaat push bike tidak hanya pada aspek olahraga, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

“Olahraga ini bisa melatih fokus, keseimbangan, motorik kasar dan halus, serta sensorik anak. Jadi sangat bagus untuk tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung, komunitas ini terbuka untuk umum. Informasi latihan biasanya dibagikan melalui media sosial. Biaya yang dikenakan pun relatif terjangkau, yakni Rp15 ribu untuk anggota atau member dan Rp25 ribu bagi nonanggota per pertemuan.

Ia mengaku, biaya latihan tersebut digunakan untuk kebutuhan peralatan serta konsumsi anak setelah latihan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

UMKM Wajib Tahu, Cara Bertahan dan Konsisten Jualan di Marketplace

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Perkembangan era digital membuat pola atau gaya hidup masyarakat dalam berbelanja berubah. Kehadiran marketplace atau pasar daring yang menawarkan beragam kemudahan membuat sebagian masyarakat memilih berbelanja secara online. Hal itu tentu menjadi peluang bagi pedagang atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2025, sebanyak 57,98 persen pelaku usaha di Indonesia pada 2024 belum beralih ke penjualan online. Hanya 42,02 persen pelaku usaha yang sudah melakukan penjualan secara daring.

Meski demikian, dari sisi unit usaha yang dijual mengalami peningkatan hingga mencapai 4,40 juta unit usaha. Angka itu naik sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun 2023.

Praktisi digital marketing, Rizqi Mulyantara HS menilai, di era sekarang berjualan secara online atau offline bukan lagi sebuah pilihan. Menurutnya, jika keduanya bisa dijalankan secara bersamaan, hal itu justru menjadi nilai tambah bagi pelaku UMKM.

Untuk itu, ia memiliki tips sederhana yang penting diperhatikan bagi pelaku UMKM yang ingin merambah penjualan di marketplace atau baru memulai penjualan secara online agar bisa konsisten.

“Tips pertama yang paling krusial adalah waktu, menyisihkan sebagian waktu untuk bikin akun medsos, bikin konten, bikin toko online. Ada waktu-waktu tertentu yang harus disisihkan dari kebiasaan jualan offline,” beber Rizqi saat ditemui usai mengisi pelatihan di Rumah BUMN BRI Jepara.

Menurut Rizqi, waktu yang disisihkan tidak harus lama, cukup satu sampai dua jam dalam sehari. Jika nantinya toko sudah berjalan sukses, pelaku UMKM bisa merekrut karyawan khusus untuk mengelola media sosial (medsos).

“Kedua, soal konten, bikin aja terus, enggak harus yang bagus, yang penting bikin sebisanya, semampunya, biar paling enggak jejaknya di dunia digital ada,” lanjut Rizqi.

Hal itu penting, sebab ketika sudah mulai merambah ke pasar online, jejak digital akan membuat pembeli mudah menemukan toko atau barang yang dijual.

“Toh mungkin bisa jadi belinya enggak lewat online, tapi tahunya lewat online. Itu kan juga sering, dia datang offline karena tahu onlinenya,” ujar Rizqi.

Merespons pentingnya merambah penjualan di marketplace bagi pelaku UMKM, Rumah BUMN BRI Jepara mengadakan pelatihan literasi digital bagi pelaku UMKM. Pelatihan diadakan sebanyak lima kali selama Mei 2026.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi strategi branding produk, cara menaikkan omzet, riset dan cara promosi untuk meningkatkan penjualan, serta workshop urban farming.

“Literasi digital sangat menentukan seberapa jauh UMKM bisa berkembang. Dengan literasi digital, pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas, karena sekarang persaingan tidak hanya di pasar lokal, tapi juga di ranah digital,” jelas Ahmad Aifal Mualif, Pengelola Rumah BUMN BRI Jepara kepada Betanews.id, Jumat (8/5/2026).

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan pelaku UMKM bisa mengembangkan usaha melalui digital dan memperluas jaringan pemasaran dari produk yang dijual.

Salah satu peserta pelatihan, Hilda Rizki Amalia (35), pemilik Kedai Nyeloteh di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, bercerita bahwa pada 2019 ia pernah berjualan di marketplace. Namun, usaha itu hanya berlangsung satu tahun karena ia fokus mengelola usaha katering.

Mengetahui ada pelatihan optimasi berjualan di marketplace yang diadakan oleh Rumah BUMN BRI Jepara, Hilda kemudian tertarik untuk mendaftar. Sebab, ia ingin merintis kembali toko online yang pernah ia buka untuk mengoptimalkan penjualan Sambel Tanek yang merupakan produk baru di kedainya.

“Jualan di online sudah lama, cuma sekarang sudah enggak pernah jualan. Karena ada pelatihan ini akhirnya tertarik buat ikut. Waktu sesi materi juga dikasih saran dan tips sama pematerinya gimana ngembangin usaha di toko onlineku nanti,” ujar Hilda.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Target Pertahankan Lima Besar, Jepara Kirim 276 Atlet di Gelaran Porprov Jateng ke-17

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak 276 atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) akan dikirim untuk mewakili kontingen Jepara dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah ke-XVII.

Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu akan digelar pada 25–31 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya.

Penjabat Sementara (Pjs.) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jepara, Jati Pujiatmoko menyampaikan, ratusan atlet yang akan dikirim sudah mengikuti pelatihan secara intensif melalui program pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab) selama tiga bulan serta training center (TC) selama 25 hari.

“Kontingen Jepara akan mengikuti 41 cabang olahraga dengan jumlah 276 atlet. Kita juga mengirim 65 pelatih dan 41 ofisial,” ujar Pujiatmoko pada Sabtu (9/5/2026).

Berdasarkan hasil monitoring dan kajian tim KONI Jepara, target yang dipasang pada Porprov kali ini yaitu mempertahankan posisi lima besar seperti capaian pada Porprov sebelumnya.

Baca juga : Digelar di 3 Kota, Audisi Umum PB Djarum 2026 Segera Dibuka, Catat Tanggalnya

“Minimal kami bisa menyamai capaian Porprov sebelumnya di posisi kelima. Syukur-syukur bisa naik satu peringkat,” katanya.

Menurutnya, target tersebut disusun berdasarkan evaluasi performa atlet, kesiapan masing-masing cabor, serta hasil pemantauan tim monitoring dan evaluasi KONI Jepara selama masa persiapan.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo memberikan pesan kepada seluruh atlet agar tampil percaya diri dan tidak gentar menghadapi daerah lain yang memiliki nama besar di dunia olahraga.

“Atlet Jepara harus tampil dengan percaya diri. Jangan minder. Jangan takut dengan nama besar daerah lain,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pertandingan tidak selalu dimenangkan oleh atlet yang paling kuat, melainkan oleh mereka yang memiliki kesiapan mental terbaik saat bertanding.

“Kalau nanti ada proses dan hasil yang belum sesuai harapan, jangan sampai semangatnya kendor,” lanjutnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan akan memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih yang berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama daerah.

“Atlet dan pelatih yang berprestasi akan kami beri penghargaan yang layak sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mengharumkan nama Jepara,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pemprov Jateng-NTU Singapura Jajaki Kerja Sama Peningkatan Kapasitas ASN

0

BETANEWS.ID, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan dari Senior Advisor Nanyang Technological University (NTU) Singapore, Mohamad Maliki bin Osman di Kota Semarang, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama untuk peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan peluang beasiswa S2 bagi masyarakat Jawa Tengah.

Mohamad Maliki bin Osman mengatakan, NTU memiliki program beasiswa S2 atau Master Degree yang dijalankan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan kuota sebanyak 200 orang per tahun.

Pembiayaan program beasiswa tersebut melalui skema joint funding antara LPDP dan NTU. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui LPDP atau langsung mengajukan ke NTU.

“Kami sudah berjumpa dengan gubernur untuk ikut menggalakkan dan melihat apakah ada masyarakat atau pegawai di kantor gubernur yang bisa dihantar ke Singapura untuk menuntut ilmu S2. Bidang apa pun juga, teknik, komunikasi, dan sebagainya bisa,” katanya usai bertemu Ahmad Luthfi.

Selain itu, Maliki juga menyampaikan terkait Singapore Cooperation Programme (SCP). Program tersebut memfasilitasi apabila ada pegawai Pemprov Jateng yang ingin mengikuti kursus pendek tentang berbagai bidang yang mendukung pembangunan di Jawa Tengah.

Biaya SCP akan difasilitasi oleh pemerintah Singapura, sedangkan Pemprov Jateng hanya menanggung biaya perjalanan ke Singapura. Kuotanya juga tergantung pada kebutuhan dan keinginan dari Pemprov Jateng.

“Boleh mengikuti kursus misalnya water management, waste management, artificial intelligence (AI), dan sebagainya. Semua disediakan dan boleh dimanfaatkan oleh pegawai kantor provinsi,” katanya didampingi Director of Global Alliance of Industries, Police Liaison Officer Nanyang Technological University Singapore, Lydia Helena Wong.

NTU sendiri merupakan universitas peringkat 12 dunia. Di Indonesia, sejumlah perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan NTU. Berdasarkan data, mahasiswa asal Indonesia yang belajar di NTU cukup banyak, baik jenjang S1 maupun S2.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik tawaran kerja sama dari NTU. Ia juga langsung memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng untuk memetakan pegawai yang ingin melanjutkan studi S2 maupun mengikuti kursus singkat.

Tidak hanya itu, ia juga mendorong agar ASN guru dan pegawai lainnya turut mendapatkan kesempatan belajar di NTU.

“Langsung didata, dipetakan, mana saja dan siapa saja, guru juga boleh,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Tanamkan Nilai Keimanan Sejak Dini, Ribuan Anak Ikuti Praktik Manasik Haji di Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kabupaten Kudus dan Jepara terlihat khidmat mengikuti kegiatan manasik haji 2026 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh TKIT Umar Bin Khatab (UBK) Kudus tersebut menggandeng 12 lembaga pendidikan lainnya untuk bersama-sama menggelar kegiatan itu.

Kepala TKIT UBK Kudus, Eti Nidiawati menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun saat musim haji. Setidaknya ada sebanyak 1.082 peserta dari Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudlatul Athfal (RA) yang berasal dari Kudus dan Jepara, serta 176 guru pendamping dari 13 lembaga pendidikan.

“Untuk tahun ini meningkat sekitar 300 peserta dari tahun sebelumnya. Karena tahun lalu itu sekitar ada 700-an peserta,” bebernya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan manasik haji untuk anak tersebut sebagai pengenalan guna menanamkan nilai-nilai keimanan serta ketakwaan kepada Allah sejak usia dini. Salah satunya dengan mengenalkan Rukun Islam kelima, yaitu haji.

“Semoga anak-anak jadi termotivasi, punya cita-cita untuk pergi ibadah haji kelak saat mereka dewasa. Memang yang kami utamakan untuk anak adalah pembentukan karakter, terutama mereka harus sabar, disiplin, bertanggung jawab, serta peduli dengan temannya dalam mengikuti manasik haji ini,” ungkapnya.

Baca juga : Tebar Kepedulian Sosial di Kudus, Jaleca Sancaya Santuni 57 Anak Yatim

Eti menjelaskan, berbagai tata cara haji diperkenalkan kepada anak dalam praktik manasik haji tersebut. Di antaranya meliputi lempar jumrah, tawaf, sai, dan lain sebagainya.

“Melalui pengenalan ibadah haji ini akan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak melalui praktik langsung, mengembangkan kemampuan anak dalam mengikuti instruksi, disiplin, tertib, dan sabar selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan bersama tersebut juga bisa menumbuhkan sikap kebersamaan, kerja sama, saling membantu, dan menghargai teman, serta mengembangkan aspek perkembangan anak, seperti nilai agama dan budi pekerti, sosial emosional, bahasa, motorik, serta kognitif melalui kegiatan tematik.

“Kami berharap bisa memupuk rasa percaya diri dan keberanian anak dalam mengikuti kegiatan bersama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) PAUD pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Wahyul Huda sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, manasik haji dapat menjadi momentum pengalaman bagi anak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap agama.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat menambah rasa iman dan Islam mereka. Sehingga ke depannya, karakter anak juga menjadi lebih baik,” terangnya.

Dia berharap, pembiasaan baik dalam pembentukan karakter anak ini bisa menjadi agenda rutin agar nantinya anak-anak juga memiliki pengalaman yang lebih berharga dan bermakna.

“Kami juga mengapresiasi keikutsertaan sekolah TK dari luar daerah, yakni Kabupaten Jepara yang ikut serta dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bupati Sam’ani Minta Pelaku Pembacokan Pelajar di Kudus Harus Diusut Tuntas

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menjenguk pelajar korban pembacokan yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmonohadi, Sabtu (9/5/2026). Pelajar SMKN 2 Kudus berinisial MKN (15) tersebut merupakan warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Beruntung, korban yang diketahui duduk di bangku kelas VII tersebut dalam kondisi baik, meskipun mengalami luka bacok di bagian punggung akibat peristiwa yang terjadi di Jalan Bareng-Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (8/5/2026).

Dalam kunjungannya, bupati sangat menyayangkan insiden yang terjadi hingga mengakibatkan korban mengalami luka bacok dan harus dirawat di rumah sakit. Ia menegaskan, pelaku harus segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Alhamdulillah kondisi anaknya sekarang sudah mulai membaik. Semoga pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari Polres Kudus juga sudah bekerja keras, semoga segera tertangkap,” ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan, kejadian memilukan tersebut tidak boleh sampai terulang kembali di Kabupaten Kudus. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan melakukan koordinasi lintas sektoral guna membahas langkah antisipasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Baca juga : Empat Pelajar Diperiksa Polisi, Tawuran Tiga SMK di Kudus Dipicu Provokasi di Medsos

Bupati Sam’ani juga mengingatkan terkait agenda kelulusan siswa yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Ia meminta para siswa meninggalkan konvoi yang berpotensi menimbulkan masalah.

“Akan lebih baik jika perayaan kelulusan digelar dengan hal positif. Bisa menggelar acara tirakatan, bakti sosial, kerja bakti lingkungan, dan sebagainya agar lebih bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Jadi akan kami koordinasikan dengan Polres Kudus untuk mengarahkan ke kegiatan positif,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai pengawasan media sosial, bupati mengajak semua pihak ikut serta dalam pengawasan dan melaporkan apabila ada penyalahgunaan yang dapat berujung pada konflik. Media sosial menjadi perhatian tersendiri karena alat komunikasi tersebut diduga menjadi pemantik konflik dalam kasus pembacokan pelajar di Kudus.

Sebagai informasi, MKN merupakan salah satu korban pembacokan pelajar di Kudus. Saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang sekolah. Setibanya di lokasi kejadian, MKN diserang oleh gerombolan orang tak dikenal yang diketahui juga mengenakan seragam sekolah.

Akibat serangan tersebut, MKN mengalami luka serius pada punggung hingga bahu kiri sepanjang 15 sentimeter. Selain MKN, terdapat satu korban lain dalam kejadian pembacokan tersebut, yakni MZS yang sempat dilarikan ke Puskesmas Rejosari untuk mendapat pertolongan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bea Cukai Kudus Gerebek Gudang Produksi Rokok Ilegal di Bae, Jutaan Batang Disita

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Bea Cukai Kudus membongkar dugaan gudang produksi rokok ilegal di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Dari lokasi tersebut, petugas menyita jutaan batang rokok tanpa pita cukai beserta mesin produksi yang diduga digunakan untuk kegiatan ilegal.

Penindakan dilakukan pada 28 April 2026 oleh Bea Cukai Kudus bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Bangunan yang berada di wilayah Kecamatan Bae itu diduga digunakan sebagai lokasi produksi rokok tanpa izin resmi.

Kepala Bea Cukai Kudus, Nur Rusydi mengatakan, petugas menemukan mesin produksi dan gudang penyimpanan rokok ilegal saat melakukan pemeriksaan di lokasi. Seluruh bangunan dan mesin produksi kemudian langsung disegel untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Di lokasi ditemukan mesin produksi serta rokok tanpa pita cukai yang disimpan di dalam gudang. Petugas kemudian melakukan penyegelan terhadap bangunan dan mesin produksi,” ujarnya di Kantor Bea Cukai Kudus belum lama ini.

Dari hasil penindakan tersebut, kata dia, Bea Cukai Kudus mengamankan sebanyak 2.344.508 batang rokok ilegal. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp3,48 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1,75 miliar.

Baca juga : Awal 2026 Positif, Penerimaan Bea Cukai Kudus Lampaui Target

Nur Rusydi mengungkapkan, praktik produksi rokok ilegal masih menjadi tantangan serius di wilayah kerjanya. Modus yang digunakan pelaku kini semakin beragam untuk menghindari kewajiban pembayaran cukai.

“Modus yang ditemukan di antaranya produksi rokok ilegal di bangunan terselubung, perluasan area pabrik tanpa izin, hingga distribusi lintas wilayah menggunakan sarana pengangkut,” katanya.

Selain menyasar lokasi produksi, lanjutnya, Bea Cukai Kudus juga memperketat pengawasan jalur distribusi rokok ilegal. Salah satu penindakan besar dilakukan di Jalur Pati-Kudus pada 15 April 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas menggagalkan pengiriman rokok ilegal menggunakan truk yang melintas di wilayah Ngembal, Kudus. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 4.816.000 batang rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa pita cukai.

“Nilai barang diperkirakan mencapai Rp7,15 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp4,66 miliar,” ungkapnya.

Sepanjang Januari hingga April 2026, tuturnya, Bea Cukai Kudus tercatat telah melakukan 61 kali penindakan. Dari operasi tersebut, petugas menyita 12,75 juta batang rokok ilegal dan mengamankan barang bukti lain berupa narkotika, psikotropika, dan prekursor.

Nur Rusydi menegaskan, penindakan terhadap rokok ilegal tidak hanya bertujuan menyelamatkan penerimaan negara. Langkah tersebut juga dilakukan untuk melindungi industri rokok legal dan menjaga persaingan usaha tetap sehat.

“Peredaran rokok ilegal merugikan pelaku usaha yang patuh aturan. Selain itu, produk ilegal juga berisiko bagi konsumen karena tidak melalui pengawasan standar produksi,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Mengenal Sosok Wahyu, Anak Muda yang Maju di Pilkades PAW Loram Kulon Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Loram Kulon mulai memunculkan warna baru. Salah satu bakal calon yang mencuri perhatian adalah Muhammad Wahyu Saputro (32), pemuda asli Loram Kulon yang maju dalam bursa pencalonan kepala desa.

Pada Jumat (8/5/2026) pagi, Wahyu datang ke Balai Desa Loram Kulon bersama keluarganya untuk mengembalikan berkas pendaftaran. Sebelum menuju balai desa, ia terlebih dahulu mendatangi Masjid Wali At-Taqwa dan makam Syekh Abdurrahman atau Mbah Tuan Sangsang.

Dengan mengenakan busana rapi dan peci hitam, Wahyu datang ke Balai Desa Loram Kulon bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Sejumlah anggota keluarga juga turut mendampingi dan mengantarnya saat mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Loram Kulon.

Wahyu mengaku sengaja mendatangi masjid dan makam wali sebelum mendaftarkan diri sebagai bentuk rasa syukur sekaligus silaturahmi. Ia juga membawa nasi kepel untuk dibagikan.

“Alhamdulillah sebelum ke balai desa kami ke Masjid Wali untuk silaturahmi dan memberikan nasi kepel sebagai wujud rasa syukur. Setelah itu lanjut ke makam Syekh Abdurrahman Tuan Sangsang,” ujarnya di Balai Desa Loram Kulon, Jumat (8/5/2026).

Pria yang tinggal di RT 1 RW 3 Desa Loram Kulon itu mengaku terpanggil maju dalam Pilkades PAW karena ingin memberi manfaat bagi masyarakat. Ia mengaku memegang prinsip khairunnas anfa’uhum linnas atau sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga : Pilkades PAW Loram Kulon Masuk Tahap Penjaringan, Tiga Kandidat Sudah Kembalikan Berkas

“Kalau bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Loram Kulon, tentu akan saya jalankan. Niat awal saya memang ingin memberikan manfaat untuk desa,” katanya.

Selain itu, Wahyu juga ingin melanjutkan program kepala desa sebelumnya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, sejumlah program dan visi pembangunan desa masih perlu diteruskan hingga beberapa tahun ke depan.

Ia menilai pembangunan fisik di Desa Loram Kulon sudah cukup baik. Karena itu, dirinya ingin lebih menekankan pembangunan nonfisik, terutama penguatan mental dan pembinaan generasi muda.

“Kami ingin generasi muda Loram Kulon benar-benar bisa berkembang dan bermanfaat bagi desa maupun bangsa. Nanti tentu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran desa,” jelasnya.

Di usianya yang masih 32 tahun, Wahyu menjadi salah satu kandidat termuda dalam Pilkades PAW Loram Kulon. Meski tergolong muda, ia mengaku optimistis bisa ikut membawa perubahan dan inovasi bagi desa hingga tahun 2030 mendatang.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Digelar di 3 Kota, Audisi Umum PB Djarum 2026 Segera Dibuka, Catat Tanggalnya

0

BETANEWS.ID, JAKARTA — PB Djarum kembali membuka perburuan bibit muda bulutangkis melalui Audisi Umum PB Djarum 2026. Setelah beberapa tahun terpusat di Kudus, tahun ini pencarian talenta diperluas hingga Pekanbaru dan Makassar untuk menjaring pemain potensial dari luar Pulau Jawa.

Audisi akan dimulai di Pekanbaru, Riau, pada 7–12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki. Selanjutnya, audisi berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 4–9 Agustus 2026 di GOR Dafest, Kecamatan Biringkanaya.

Kudus, Jawa Tengah, kembali menjadi penutup rangkaian audisi yang digelar pada 8–13 September 2026. Seleksi di Kota Kretek tersebut dipusatkan di GOR Djarum, Kecamatan Jati.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan perluasan lokasi audisi dilakukan untuk membuka peluang lebih luas bagi atlet muda daerah. Menurutnya, banyak calon atlet potensial di luar Pulau Jawa yang selama ini kesulitan mengikuti seleksi di Kudus.

“Tidak hanya yang berada di Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatra dan Sulawesi. Kami berharap tahun ini dapat menemukan mutiara-mutiara terpendam yang selama ini belum muncul ke permukaan,” ujarnya melalui siaran tertulis, Jumat (8/5/2026).

Pada Audisi Umum PB Djarum 2026, pencarian bakat difokuskan untuk kelompok usia U-11, KU 11, dan KU 12, baik putra maupun putri. Peserta berasal dari anak-anak kelahiran 2014 hingga 2018.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menegaskan proses seleksi tetap berlangsung ketat dan kompetitif. Menurut juara dunia 1997 itu, PB Djarum tidak hanya mencari atlet bertalenta, tetapi juga pemain dengan mental juara.

“Kami berharap melalui audisi ini dapat menemukan bibit unggul yang kuat secara teknik, punya karakter bermain, dan mental juara. Kombinasi itu penting untuk membentuk atlet yang mampu bersaing di level tertinggi,” jelasnya.

Tim pencari bakat tahun ini juga diperkuat sejumlah nama besar bulutangkis Indonesia. Hendrawan ditunjuk sebagai Koordinator Atlet Putri, sementara Leonard Holvy de Pauw menjadi Koordinator Atlet Putra.

Bagi Hendrawan, keterlibatannya dalam Audisi Umum PB Djarum menjadi pengalaman pertama sejak bergabung dengan PB Djarum tahun lalu. Juara dunia 2001 tersebut menilai audisi menjadi langkah penting untuk menjaring bakat sejak usia dini.

“Apalagi tahun ini digelar di tiga kota. Ini jadi kesempatan besar bagi pemain daerah yang sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus. Harapannya tentu bisa muncul lebih banyak talenta baru,” katanya.

Selain kemampuan teknik, PB Djarum juga menaruh perhatian besar terhadap mental bertanding dan kecerdasan bermain atlet muda. Faktor fighting spirit hingga kemampuan membaca permainan menjadi aspek penting dalam proses seleksi.

Sementara itu, lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018 asal Pekanbaru, Jolin Angelia, mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal. Atlet yang kini bergabung di Pelatnas PBSI itu menilai audisi bukan sekadar seleksi, melainkan panggung pembuktian kemampuan atlet muda.

“Persiapkan diri sebaik mungkin dan tunjukkan kemampuan terbaik saat di lapangan. Jangan mudah menyerah kalau belum berhasil, karena proses setiap orang berbeda,” ujar Jolin.

Pendaftaran Audisi Umum PB Djarum 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi PB Djarum dan dibuka hingga 1 September 2026 pukul 23.59 WIB. Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.

Untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026, para calon peserta dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman resmi PB Djarum.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Krisis Air Bersih Melanda Menawan, BPBD Kudus Mulai Distribusikan Bantuan Secara Estafet

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, mengalami kerusakan akibat longsoran yang terjadi pada Februari 2026 lalu. Kerusakan saluran pipa tersebut menyebabkan suplai air bersih ke permukiman warga terganggu sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak dapat terpenuhi secara maksimal.

Mendengar laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bergerak cepat melakukan dropping air bersih bagi warga terdampak. Bantuan air bersih mulai disalurkan pada Jumat (8/5/2026), dengan sasaran utama wilayah terdampak di Dukuh Krobokan dan Dukuh Sompok, Desa Menawan.

Distribusi bantuan air bersih dilakukan secara estafet guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses perbaikan jaringan pipa berlangsung. Berdasarkan laporan, wilayah terdampak meliputi RT 03 RW 02 dan RT 04 RW 01 dengan jumlah warga mencapai sekitar 700 kepala keluarga (KK).

Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah, menyampaikan bahwa kerusakan jaringan pipa terjadi akibat material longsor yang menghantam jalur distribusi utama air bersih milik Pemerintah Desa Menawan. Menurutnya, hingga saat ini proses perbaikan jaringan air masih berlangsung.

Kondisi tersebut memaksa warga mengandalkan bantuan distribusi air bersih karena aliran dari sumber Pegunungan Muria belum kembali normal.

Baca juga : Awal 2026 Positif, Penerimaan Bea Cukai Kudus Lampaui Target

“Ini gangguan distribusi air bersih akibat pipa utama dari Pegunungan Muria rusak terkena longsor. Longsor terjadi sejak Februari 2026 dan sampai sekarang masih dalam tahap perbaikan,” katanya.

Ia menjelaskan, perbaikan jaringan telah dilakukan selama kurang lebih dua minggu terakhir. Meski begitu, debit air yang mengalir ke permukiman warga belum stabil dan belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak.

Dalam pendistribusian tersebut, setidaknya sebanyak 5.000 liter air didistribusikan kepada warga terdampak secara estafet. Hingga pukul 10.45 WIB, tercatat sudah tiga tangki air berhasil disalurkan langsung kepada masyarakat.

“Selain bantuan dari BPBD, bantuan juga datang dari pihak swasta dan warga setempat yang turut membantu suplai air menggunakan lima tangki tambahan,” terangnya.

Ia menuturkan, warga terdampak membutuhkan air bersih mencapai puluhan ribu liter untuk mengisi tandon utama milik desa. Bantuan pengisian tandon dimaksudkan agar menjadi sumber distribusi bagi masyarakat sekitar, khususnya warga terdampak.

“Perkiraan kebutuhan mendesak warga saat ini mencapai 75.000 liter atau setara 15 tangki air untuk mengisi tandon utama milik desa yang menjadi sumber distribusi bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Job Fair Jepara Dibanjiri Pencari Kerja, 2.145 Lowongan Masih Kurang

0

BETANEWS.ID, JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi membuka pameran kerja atau job fair di Gedung Shima, Kompleks Kantor Bupati Jepara pada Jumat-Sabtu (8-9/5/2026).

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyebut terdapat 2.145 lowongan kerja dari 21 perusahaan yang dibuka selama kegiatan tersebut. Perusahaan yang terlibat terdiri dari beragam sektor. Mulai dari manufaktur, furnitur, tekstil, ritel, jasa, telekomunikasi, kecantikan, hingga industri kreatif.

Dari jumlah tersebut, sejumlah lowongan juga disediakan khusus bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.

“Ada ribuan lowongan kerja yang kita buka selama dua hari. Meskipun tidak semua pabriknya ada di Jepara, ada yang sebagian di Grobogan karena ekspansi, tetapi induknya tetap ada di Jepara,” katanya usai membuka kegiatan job fair.

Wiwit melanjutkan, pihaknya mengapresiasi perusahaan yang telah menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Langkah tersebut menurutnya menjadi bagian penting dalam menciptakan dunia kerja yang inklusif dan berkeadilan.

“Penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaik. Saya berharap semakin banyak perusahaan di Jepara yang membuka ruang bagi tenaga kerja disabilitas,” ujarnya.

Baca juga : Pemprov Gelontorkan Rp28,01 Miliar untuk Pengentasan Kemiskinan dan Swasembada Pangan di Brebes

Kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda dan lulusan baru, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tidak takut memulai dari bawah.

“Dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga disiplin, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Pekerjaan pertama sering kali menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar,” pesannya.

Namun, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, jumlah pencari kerja pada Januari hingga April 2026 mencapai 5.599 orang.

Artinya, jumlah lowongan kerja yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan pencari kerja di Kabupaten Jepara.

“Selain job fair, untuk mengurangi angka pengangguran kita upayakan membuka kegiatan pelatihan untuk UMKM serta membuka sentra UMKM baru,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pencari kerja, Nisrina (24), warga Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, mengaku sempat mengunjungi empat perusahaan dalam job fair tersebut.

Dari empat perusahaan itu, ia mencoba mendaftar di dua perusahaan. Saat ini, ia sudah dua bulan tidak bekerja setelah mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya.

“Sebenarnya cari apa saja yang buka lowongan, tetapi kalau passion lebih suka bagian staf karena sesuai dengan ijazah,” tuturnya.

Rina berharap lamaran yang telah ia masukkan bisa segera mendapat respons sehingga ia dapat kembali bekerja.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

AJ Klaim Tak Lagi Mengajar dan Terima Santri Baru Usai Rekomendasi Kemenag RI

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebagai upaya tindak lanjut atas arahan dan rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, Kemenag Kabupaten Jepara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan pemerintah desa melakukan sidak ke pondok pesantren (ponpes) milik AJ pada Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan pantauan Betanews.id, ponpes milik AJ berada di area permukiman warga. Asrama santri putri berada di satu lokasi dengan rumah ndalem atau rumah pribadi milik AJ.

Suasananya tampak sepi. Namun, masih terdapat beberapa santri yang terlihat keluar masuk lingkungan asrama.

Selain mengelola ponpes, yayasan pendidikan keagamaan milik AJ juga membuka sekolah tingkat SMP dan SMA, yakni MTs dan MA. Lokasinya berada tepat di depan kediaman pribadi AJ.

Suasana sekolah juga tampak sepi. Tidak terlihat adanya aktivitas pembelajaran. Bangunan sekolah untuk MTs dan MA terpisah dan masing-masing berupa bangunan dua lantai.

Rombongan sidak tampak memasuki kediaman pribadi AJ selama sekitar 50 menit. Setelah selesai, AJ bersama istrinya terlihat keluar untuk mengantar rombongan sidak.

Baca juga : Kasus Dugaan Pencabulan Santri di Jepara Jadi Sorotan Kemenag RI, Ponpes Dilarang Terima Santri Baru

Camat Tahunan, Muadz, mengatakan sidak tersebut dilakukan untuk melakukan pengecekan dan pengawasan atas surat rekomendasi yang diberikan Kemenag RI pada 5 Maret 2026 lalu.

“Sesuai rekomendasi dari Kemenag RI, tadi AJ mengaku pondok sudah tidak menerima murid baru dan mengaku sudah tidak mengajar,” ungkap Muadz saat ditemui di lokasi ponpes milik AJ.

Muadz mengatakan, berdasarkan pengakuan AJ, kepengurusan ponpes tersebut telah diserahkan kepada menantunya sejak turunnya surat rekomendasi dari Kemenag RI.

“Terkait dugaan kasus, AJ masih bersikukuh bahwa dia tidak melakukan dan menuduh kalau santrinya sudah memfitnah dia,” beber Muadz.

Karena lokasi asrama dan kediaman AJ masih berada dalam satu area, Muadz mengatakan pihaknya tidak akan langsung menerima begitu saja apa yang disampaikan AJ.

Setelah ini, Muadz mengaku akan melakukan pemantauan secara intensif hingga ada kejelasan status hukum terkait dugaan kasus yang menjerat AJ.

“Kita akan terus melakukan monitoring secara berkala. Kalau poin satu dan dua dilanggar, kita akan laporkan kepada Kemenag,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pilkades PAW Loram Kulon Masuk Tahap Penjaringan, Tiga Kandidat Sudah Kembalikan Berkas

0

BETANEWS.ID, KUDUS — Proses penjaringan bakal calon Kepala Desa Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, mulai berlangsung. Hingga Jumat (8/5/2026), panitia mencatat sudah ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran.

Panitia Pilkades PAW Desa Loram Kulon, Ahmad Widiyanto, mengatakan tahapan penjaringan masih terus berjalan. Masa pendaftaran dibuka sejak 21 April dan akan ditutup pada 12 Mei 2026.

Menurutnya, dari empat orang yang mengambil formulir, baru tiga bakal calon yang mengembalikan berkas pendaftaran. Sementara satu bakal calon lainnya hingga kini belum menyerahkan kelengkapan administrasi.

“Yang sudah mengembalikan berkas ada tiga calon. Satu calon lainnya belum mengembalikan data diri dan kelengkapan berkas,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Loram Kulon, Jumat (8/5/2026).

Widiyanto menjelaskan, panitia masih memberikan kesempatan kepada bakal calon untuk melengkapi kekurangan dokumen. Berkas yang belum lengkap nantinya tetap bisa disusulkan sesuai tahapan yang berlaku.

Baca juga : 7 Desa di Kudus Bakal Gelar Pilkades PAW, Jabatan Kades Hanya 1,5 Tahun dan Dihitung Satu Periode

Pelaksanaan Pilkades PAW nantinya dilakukan melalui mekanisme musyawarah desa (Musdes). Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026.

Ia menyebut, peserta Musdes bukan seluruh warga desa seperti pada Pilkades reguler. Hak pilih hanya dimiliki unsur tertentu yang telah ditetapkan dalam peraturan.

“Yang mempunyai hak pilih nanti dari unsur ketua RT, RW, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, BPD, perangkat desa, dan lembaga lainnya,” jelasnya.

Karena jumlah bakal calon lebih dari tiga orang, Musdes akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama digunakan untuk menyaring empat kandidat menjadi tiga calon yang akan maju ke tahap akhir.

Selanjutnya, tiga calon tersebut akan kembali dipilih dalam Musdes kedua. Kandidat dengan suara terbanyak nantinya ditetapkan sebagai Kepala Desa PAW Desa Loram Kulon.

Ia menambahkan, kepala desa PAW terpilih nantinya memiliki masa jabatan yang cukup panjang. Masa jabatan diperkirakan berlangsung hingga tahun 2030.

“Kalau dihitung kurang lebih sekitar empat tahun masa jabatannya. Jadi lebih lama dibanding beberapa desa lain yang masa jabatan PAW-nya hanya sekitar satu tahun,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Serahkan Barang Bukti Kunci, Keluarga Korban Asusila Berharap Segera Ada Penetapan Tersangka

0
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Betanews

BETANEWS.ID, JEPARA — Keluarga santri yang menjadi korban dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh AJ, salah satu pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Jepara, telah menyerahkan barang bukti baru kepada penyidik.

Kuasa hukum korban, Erlinawati, mengatakan barang bukti yang diserahkan berupa dua unit telepon seluler yang menjadi barang bukti kunci dalam dugaan kasus pencabulan tersebut.

“Karena HP korban direset ke pengaturan pabrik, sehingga databasenya hilang. Untungnya sempat melakukan ekspor chat WhatsApp ke HP milik ibu dan sang kakak,” ungkap Erlina pada Jumat (8/5/2026).

Dua unit telepon seluler tersebut telah diserahkan kepada tim penyidik pada Kamis (7/5/2026).

Di dalam dua HP itu berisi file TXT yang merekam isi percakapan korban dengan AJ sesuai tanggal kejadian, yakni pada April hingga Juli 2025.

“Awalnya diminta penyidik untuk menyerahkan HP ibu korban pada Selasa (5/5). Namun kemudian diminta ditambah dengan HP kakak korban pada Rabu (6/5). Kemarin sudah kami serahkan,” katanya.

Erlina yakin tambahan barang bukti itu dapat memperkuat kasus dugaan pencabulan tersebut. Karena itu, ia dan pihak keluarga berharap penyidik segera meningkatkan status perkara dan menetapkan tersangka.

“Kami berharap kasus ini segera ada kejelasan dan ada penetapan tersangka,” ujarnya.

Erlina melanjutkan, kondisi korban saat ini masih mengalami trauma. Kondisi psikis korban juga masih sering naik turun usai mengalami kejadian tersebut.

Korban yang sebelumnya aktif menghafal Al-Qur’an saat ini juga masih enggan melanjutkan hafalannya karena merasa malu atas peristiwa yang dialaminya.

Pihak keluarga dan pendamping hukum berharap proses hukum berjalan transparan serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban selama proses hukum berlangsung.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, membenarkan agenda gelar perkara yang semula dijadwalkan pada Rabu (6/5) harus ditunda.

Menurutnya, penundaan dilakukan lantaran penyidik masih melengkapi alat bukti tambahan guna memperkuat konstruksi perkara dugaan kekerasan seksual hingga pemerkosaan yang dilakukan AJ terhadap santriwatinya sendiri.

“Gelar perkara ditunda karena masih menunggu barang bukti tambahan. Kami jadwalkan ulang antara Senin atau Selasa nanti,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kombel Bergema Diluncurkan, Jadi Wadah Guru Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas Mengajar

0

BETANEWS.ID, KUDUS — Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Mejobo bersama Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Pendidikan Mejobo meresmikan Komunitas Belajar (Kombel) Bergema, Jumat (8/5/2026).

Peluncuran komunitas yang digelar di Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru serta memperkuat mutu pendidikan di Kabupaten Kudus, khususnya di wilayah Kecamatan Mejobo.

Dalam peluncuran tersebut hadir jajaran guru sekolah dasar, pengurus KKG, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Staf Kurikulum pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Rohmat, menyampaikan bahwa pembentukan Kombel Bergema dapat menjadi wadah kolaborasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mereka bisa belajar bersama dalam satu ruang untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Tujuannya untuk meningkatkan mutu kompetensi guru melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Tentunya ini sangat bagus agar potensi belajar guru semakin meningkat dan berdampak pada kualitas pendidikan, khususnya di Kecamatan Mejobo,” ujarnya usai acara.

Baca juga : Konsep Satu Kampus Satu Dapur MBG, Rektor UMK Sebut Perguruan Tinggi Tak Harus Dirikan Dapur

Korwilcam Pendidikan Mejobo, Masrukan, mengatakan terbentuknya komunitas tersebut dapat memberi dampak positif bagi guru di wilayah tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak positif terhadap perkembangan pembelajaran yang dilakukan guru serta pelajar yang menerima ilmu yang diajarkan.

Ia menuturkan, komunitas yang baru saja diresmikan itu tidak hanya diperuntukkan bagi pengurus, tetapi juga semua guru untuk berbagi praktik baik agar bisa berinovasi dan berkreativitas dalam mengajar.

“Muara dari semua ini adalah terpenuhinya hak-hak anak dalam menerima pembelajaran yang berkualitas. Guru harus terus berinovasi dan berkreativitas agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) semakin baik dan meningkat,” terangnya.

Berbagai program akan dilakukan untuk mendukung pengembangan kompetensi guru. Setidaknya ada empat aspek yang ditekankan dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan, di antaranya meliputi pelatihan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), pembelajaran mendalam (PM), KSE (Kompetensi Sosial Emosional), dan SSE (Keterampilan Sosial Emosional).

“Kita akan responsif dalam mendukung program pemerintah. Jadi, apa pun program yang sudah menjadi kebijakan, akan kita ikuti bersama,” jelasnya.

Penanggung Jawab Kombel Bergema, Eko Mardiana, mengungkapkan pembentukan komunitas belajar dilatarbelakangi kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, guru saat ini dituntut tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar yang terus berkembang sesuai kebutuhan murid dan perkembangan zaman.

“Kombel menjadi ruang kolaboratif bagi guru untuk saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta membangun inovasi pembelajaran secara berkelanjutan,” ujarnya.

Output dari komunitas belajar tersebut, kata dia, diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pelajar yang menerima pembelajaran dari guru yang mendapatkan program pelatihan yang akan dijalankan.

Namun sebelum itu, pelatihan yang dilaksanakan kepada guru mengharuskan para pengurus Kombel Bergema terlebih dahulu mengikuti Training of Trainers (TOT) sebagai fasilitator. Melalui TOT tersebut, fasilitator akan mempelajari materi yang nantinya disampaikan kepada guru di delapan gugus sekolah sehingga materi yang diterima dapat seragam dan terstruktur.

“Program ini tidak sekadar pelatihan, tetapi harus berdampak dan berkelanjutan. Karena itu digunakan sistem in-on-in, di mana guru belajar melalui pelatihan langsung, dilanjutkan pembelajaran mandiri melalui learning management system, kemudian berbagi praktik baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, program pelatihan akan difokuskan pada penguatan kompetensi guru, seperti implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran coding, hingga penguatan karakter dan kompetensi siswa.

“Kalau guru sudah menguasai pembelajaran yang menjadi kebijakan pemerintah, maka implementasinya kepada siswa juga akan lebih baik, baik secara akademik maupun nonakademik,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -