Job Fair Jepara Dibanjiri Pencari Kerja, 2.145 Lowongan Masih Kurang

BETANEWS.ID, JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi membuka pameran kerja atau job fair di Gedung Shima, Kompleks Kantor Bupati Jepara pada Jumat-Sabtu (8-9/5/2026).

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyebut terdapat 2.145 lowongan kerja dari 21 perusahaan yang dibuka selama kegiatan tersebut. Perusahaan yang terlibat terdiri dari beragam sektor. Mulai dari manufaktur, furnitur, tekstil, ritel, jasa, telekomunikasi, kecantikan, hingga industri kreatif.

Dari jumlah tersebut, sejumlah lowongan juga disediakan khusus bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.

-Advertisement-

“Ada ribuan lowongan kerja yang kita buka selama dua hari. Meskipun tidak semua pabriknya ada di Jepara, ada yang sebagian di Grobogan karena ekspansi, tetapi induknya tetap ada di Jepara,” katanya usai membuka kegiatan job fair.

Wiwit melanjutkan, pihaknya mengapresiasi perusahaan yang telah menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Langkah tersebut menurutnya menjadi bagian penting dalam menciptakan dunia kerja yang inklusif dan berkeadilan.

“Penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaik. Saya berharap semakin banyak perusahaan di Jepara yang membuka ruang bagi tenaga kerja disabilitas,” ujarnya.

Baca juga : Pemprov Gelontorkan Rp28,01 Miliar untuk Pengentasan Kemiskinan dan Swasembada Pangan di Brebes

Kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda dan lulusan baru, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tidak takut memulai dari bawah.

“Dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga disiplin, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Pekerjaan pertama sering kali menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar,” pesannya.

Namun, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, jumlah pencari kerja pada Januari hingga April 2026 mencapai 5.599 orang.

Artinya, jumlah lowongan kerja yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan pencari kerja di Kabupaten Jepara.

“Selain job fair, untuk mengurangi angka pengangguran kita upayakan membuka kegiatan pelatihan untuk UMKM serta membuka sentra UMKM baru,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pencari kerja, Nisrina (24), warga Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, mengaku sempat mengunjungi empat perusahaan dalam job fair tersebut.

Dari empat perusahaan itu, ia mencoba mendaftar di dua perusahaan. Saat ini, ia sudah dua bulan tidak bekerja setelah mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya.

“Sebenarnya cari apa saja yang buka lowongan, tetapi kalau passion lebih suka bagian staf karena sesuai dengan ijazah,” tuturnya.

Rina berharap lamaran yang telah ia masukkan bisa segera mendapat respons sehingga ia dapat kembali bekerja.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER