UMKM Wajib Tahu, Cara Bertahan dan Konsisten Jualan di Marketplace

BETANEWS.ID, JEPARA – Perkembangan era digital membuat pola atau gaya hidup masyarakat dalam berbelanja berubah. Kehadiran marketplace atau pasar daring yang menawarkan beragam kemudahan membuat sebagian masyarakat memilih berbelanja secara online. Hal itu tentu menjadi peluang bagi pedagang atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2025, sebanyak 57,98 persen pelaku usaha di Indonesia pada 2024 belum beralih ke penjualan online. Hanya 42,02 persen pelaku usaha yang sudah melakukan penjualan secara daring.

Meski demikian, dari sisi unit usaha yang dijual mengalami peningkatan hingga mencapai 4,40 juta unit usaha. Angka itu naik sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun 2023.

-Advertisement-

Praktisi digital marketing, Rizqi Mulyantara HS menilai, di era sekarang berjualan secara online atau offline bukan lagi sebuah pilihan. Menurutnya, jika keduanya bisa dijalankan secara bersamaan, hal itu justru menjadi nilai tambah bagi pelaku UMKM.

Untuk itu, ia memiliki tips sederhana yang penting diperhatikan bagi pelaku UMKM yang ingin merambah penjualan di marketplace atau baru memulai penjualan secara online agar bisa konsisten.

“Tips pertama yang paling krusial adalah waktu, menyisihkan sebagian waktu untuk bikin akun medsos, bikin konten, bikin toko online. Ada waktu-waktu tertentu yang harus disisihkan dari kebiasaan jualan offline,” beber Rizqi saat ditemui usai mengisi pelatihan di Rumah BUMN BRI Jepara.

Menurut Rizqi, waktu yang disisihkan tidak harus lama, cukup satu sampai dua jam dalam sehari. Jika nantinya toko sudah berjalan sukses, pelaku UMKM bisa merekrut karyawan khusus untuk mengelola media sosial (medsos).

“Kedua, soal konten, bikin aja terus, enggak harus yang bagus, yang penting bikin sebisanya, semampunya, biar paling enggak jejaknya di dunia digital ada,” lanjut Rizqi.

Hal itu penting, sebab ketika sudah mulai merambah ke pasar online, jejak digital akan membuat pembeli mudah menemukan toko atau barang yang dijual.

“Toh mungkin bisa jadi belinya enggak lewat online, tapi tahunya lewat online. Itu kan juga sering, dia datang offline karena tahu onlinenya,” ujar Rizqi.

Merespons pentingnya merambah penjualan di marketplace bagi pelaku UMKM, Rumah BUMN BRI Jepara mengadakan pelatihan literasi digital bagi pelaku UMKM. Pelatihan diadakan sebanyak empat kali selama Mei 2026.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi strategi branding produk, cara menaikkan omzet, riset dan cara promosi untuk meningkatkan penjualan, serta workshop urban farming.

“Literasi digital sangat menentukan seberapa jauh UMKM bisa berkembang. Dengan literasi digital, pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas, karena sekarang persaingan tidak hanya di pasar lokal, tapi juga di ranah digital,” jelas Ahmad Aifal Mualif, Pengelola Rumah BUMN BRI Jepara kepada Betanews.id, Jumat (8/5/2026).

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan pelaku UMKM bisa mengembangkan usaha melalui digital dan memperluas jaringan pemasaran dari produk yang dijual.

Salah satu peserta pelatihan, Hilda Rizki Amalia (35), pemilik Kedai Nyeloteh di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, bercerita bahwa pada 2019 ia pernah berjualan di marketplace. Namun, usaha itu hanya berlangsung satu tahun karena ia fokus mengelola usaha katering.

Mengetahui ada pelatihan optimasi berjualan di marketplace yang diadakan oleh Rumah BUMN BRI Jepara, Hilda kemudian tertarik untuk mendaftar. Sebab, ia ingin merintis kembali toko online yang pernah ia buka untuk mengoptimalkan penjualan Sambel Tanek yang merupakan produk baru di kedainya.

“Jualan di online sudah lama, cuma sekarang sudah enggak pernah jualan. Karena ada pelatihan ini akhirnya tertarik buat ikut. Waktu sesi materi juga dikasih saran dan tips sama pematerinya gimana ngembangin usaha di toko onlineku nanti,” ujar Hilda.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER