Bupati Sam’ani Minta Pelaku Pembacokan Pelajar di Kudus Harus Diusut Tuntas

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menjenguk pelajar korban pembacokan yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmonohadi, Sabtu (9/5/2026). Pelajar SMKN 2 Kudus berinisial MKN (15) tersebut merupakan warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Beruntung, korban yang diketahui duduk di bangku kelas VII tersebut dalam kondisi baik, meskipun mengalami luka bacok di bagian punggung akibat peristiwa yang terjadi di Jalan Bareng-Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (8/5/2026).

Dalam kunjungannya, bupati sangat menyayangkan insiden yang terjadi hingga mengakibatkan korban mengalami luka bacok dan harus dirawat di rumah sakit. Ia menegaskan, pelaku harus segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

-Advertisement-

“Alhamdulillah kondisi anaknya sekarang sudah mulai membaik. Semoga pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari Polres Kudus juga sudah bekerja keras, semoga segera tertangkap,” ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan, kejadian memilukan tersebut tidak boleh sampai terulang kembali di Kabupaten Kudus. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan melakukan koordinasi lintas sektoral guna membahas langkah antisipasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Baca juga : Empat Pelajar Diperiksa Polisi, Tawuran Tiga SMK di Kudus Dipicu Provokasi di Medsos

Bupati Sam’ani juga mengingatkan terkait agenda kelulusan siswa yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Ia meminta para siswa meninggalkan konvoi yang berpotensi menimbulkan masalah.

“Akan lebih baik jika perayaan kelulusan digelar dengan hal positif. Bisa menggelar acara tirakatan, bakti sosial, kerja bakti lingkungan, dan sebagainya agar lebih bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Jadi akan kami koordinasikan dengan Polres Kudus untuk mengarahkan ke kegiatan positif,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai pengawasan media sosial, bupati mengajak semua pihak ikut serta dalam pengawasan dan melaporkan apabila ada penyalahgunaan yang dapat berujung pada konflik. Media sosial menjadi perhatian tersendiri karena alat komunikasi tersebut diduga menjadi pemantik konflik dalam kasus pembacokan pelajar di Kudus.

Sebagai informasi, MKN merupakan salah satu korban pembacokan pelajar di Kudus. Saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang sekolah. Setibanya di lokasi kejadian, MKN diserang oleh gerombolan orang tak dikenal yang diketahui juga mengenakan seragam sekolah.

Akibat serangan tersebut, MKN mengalami luka serius pada punggung hingga bahu kiri sepanjang 15 sentimeter. Selain MKN, terdapat satu korban lain dalam kejadian pembacokan tersebut, yakni MZS yang sempat dilarikan ke Puskesmas Rejosari untuk mendapat pertolongan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER