Beranda blog Halaman 37

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Jepara Tembus Rp95 Ribu Per Kg

0
Cabai yang saat ini harganya masih terbilang tinggi. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Menjelang Lebaran Idufitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Jepara mulai merangkak naik.

Salah satu pedagang di Pasar Jepara Satu, Siti (65) mengatakan, kenaikan harga sebenarnya sudah terjadi sejak awal Bulan Ramadhan.

Harga kebutuhan pokok yang naik, di antaranya yaitu cabai setan yang saat ini menembus Rp95 ribu per kg dari sebelumnya Rp80 ribu per kg.

“Iya, ini harga sudah mulai naik, sejak awal Ramadhan. Cabai setan saya jual seperempat kilo, Rp25 ribu, kalau sekilo Rp95 ribu,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Jepara Satu, Jumat (13/3/2026).

Selain cabai setan, harga kebutuhan yang ikut naik yaitu cabai merah keriting, saat ini mencapai Rp45 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk cabai rawit putih, menurut Siti harganya masih stabil yaitu Rp40 ribu per kilogram. Kemudian untuk bawang merah dari yang tadinya Rp30 ribu per kilogram, menjadi Rp45 ribu per kilogram.

“Telur, ini juga naik, dari sebelumnya Rp29-30 per kilo, ini naik seribu jadi Rp31 ribu per kilo,” sebutnya.

Baca juga: Tak Sampai Satu Jam, Ribuan Paket Sembako Murah di Jepara Ludes Terjual Jelang Lebaran 

Untuk stok bahan pokok, Siti mengaku saat ini masih aman dan tidak mengalami kendala. Sedangkan untuk penyebab kenaikan, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Barang alhamdulillah masih lancar, pasokan aman,” ujarnya.

Kenaikan harga cabai tersebut juga terjadi di Pasar Welahan. Salah satu pedagang, Wahyu Winarti mengatakan harga cabai setan saat ini mencapai Rp90 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.

Kemudian untuk cabai rawit keriting, Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp28 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit juga sama, Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp28 ribu per kilogram.

“Naiknya karena apa kurang tau, bisa jadi efek perang, harga ongkosnya naik, harga barangnya jadi ikut naik,” ungkapnya.

Sukepi (63), salah satu pedagang di Pasar Jepara satu berharap kenaikan harga tersebut tidak berlangsung lama. Sebab kenaikan harga berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli.

“Harapannya harganya bisa stabil lagi, bisa murah biar yang beli bisa ramai. Puasa ini (pasar) kemarin sempat ramai, ini sepi lagi, yang beli dikit,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, DPRD Jepara Dorong Pemkab Gelar Pasar Murah

0
Agus Sutisna, Ketua DPRD Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Menjelang Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Jepara masih tinggi.

Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk bisa menstabilkan harga.

Salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang diadakan pada Kamis, (12/3/2026) kemarin di Shopping Center Jepara (SCJ).

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna mengatakan, melalui kegiatan semacam itu bisa menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Selain itu, program operasi pasar melalui kegiatan pasar murah menurutnya juga bisa menjadi upaya strategis untuk menjaga keseimbangan harga di pasar sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Sediakan 1 Ton Beras dan 1.200 Liter Minyak Goreng, Gerakan Pangan Murah Polres Kudus Diserbu Warga

Sehingga ia mengaku akan mendukung penuh berbagai upaya intervensi pasar yang dilakukan pemerintah daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Pasar murah seperti yang kemarin diadakan itu sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Kami di DPRD tentu mendorong agar upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok ini terus dilakukan,” ujar Agus pada Betanews.id, Jumat (13/3/2026).

Agus berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan apabila kondisi harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan yang signifikan.

“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Pemerintah daerah harus terus hadir menjaga stabilitas harga, terutama di momentum-momentum penting seperti Ramadhan dan menjelang Lebaran,” tegasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bersinergi dengan Insan Pers, RS Aisyiyah Kudus Bakal Perkuat Informasi Kesehatan

0
Direktur RS Aisyiyah Kudus, Indah Rosiana saat menyampaikan sambutan. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Manajemen RS Aisyiyah Kudus mengundang puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Kudus dalam forum silaturahmi yang dikemas melalui acara buka puasa bersama, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan @HOM Hotel Kudus dan menjadi ajang memperkuat komunikasi antara rumah sakit dan insan pers.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sejak awal acara. Para wartawan dari media cetak, online, hingga televisi tampak berdiskusi santai bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Selain wartawan, kegiatan tersebut juga dihadiri tim humas serta bagian marketing rumah sakit. Pertemuan ini sengaja digelar sebagai forum untuk menyamakan persepsi terkait pola komunikasi dan publikasi kegiatan rumah sakit kepada masyarakat.

Direktur RS Aisyiyah Kudus, Indah Rosiana, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kemitraan antara rumah sakit dan media. Ia menilai media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara luas.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komunikasi dengan teman-teman media sekaligus menyamakan persepsi terkait publikasi kegiatan rumah sakit. Harapannya, informasi mengenai layanan dan program kesehatan di RS Aisyiyah Kudus dapat tersampaikan secara tepat kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: DPRD Kudus Soroti Minimarket Buka hingga Dini Hari, Satpol PP Diminta Tegakkan Perda

Dalam forum tersebut, manajemen rumah sakit juga memaparkan sejumlah program layanan kesehatan yang sedang dikembangkan. Salah satunya adalah rencana kerja sama program medical check up (MCU) bagi para wartawan di Kabupaten Kudus.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kudus, Syaiful Annas, mengapresiasi langkah RS Aisyiyah Kudus yang menginisiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik antara institusi kesehatan dan media sangat penting untuk memastikan informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan edukatif.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat mempererat hubungan antara rumah sakit dan wartawan. Selain itu, rencana program MCU tentu menjadi langkah positif bagi insan pers yang memiliki aktivitas kerja cukup padat,” kata Annas.

Diskusi berlangsung santai namun tetap produktif dengan berbagai masukan dari para wartawan. Beberapa di antaranya menyoroti pola komunikasi publik, strategi publikasi program kesehatan, hingga peluang kolaborasi kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Seluruh peserta selanjutnya menikmati hidangan buka puasa bersama dalam suasana kebersamaan antara manajemen rumah sakit dan para wartawan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Omah Dongeng Marwah Kudus Buktikan Lulusan Paket C Bisa Tembus Kampus Top Indonesia

0
Salah satu proses kegiatan belajar di Omah Dongeng Marwah Kudus . Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Omah Dongeng Marwah (ODM) di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, membuktikan bahwa lulusan pendidikan nonformal melalui program Paket C tetap memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Komunitas pendidikan berbasis Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berdiri sejak 2017 itu kini menjadi sorotan setelah salah satu alumninya, Tiyo Ardianto, berhasil menembus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan bahkan dipercaya menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM.

Kepala Sekolah ODM Kudus, Edy Supratno mengatakan, sejak awal lembaga didirikan memang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata. ODM lebih menekankan pada proses menemukan dan mengembangkan bakat setiap siswa.

“Secara akademik kami tetap mengikuti kurikulum pemerintah, tetapi yang kami tekankan adalah menggali bakat mereka. Setelah bakatnya ketemu, kami beri ruang untuk berkembang,” ujar Edy usai menghadiri acara diskusi Imajinasi Reformasi Jilid 2 di Universitas Muria Kudus (UMK) belum lama ini.

Menurut Edy, pendekatan tersebut membuat siswa memiliki kebebasan untuk mengasah kemampuan di bidang yang mereka minati. Mulai dari seni, diskusi intelektual, hingga kegiatan organisasi.

Ia mencontohkan, pada angkatan pertama ODM terdapat empat siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain Tiyo yang diterima di UGM, siswa lain juga diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Baca juga: Dulu Niat Mondok di Pesantren Bukan Kuliah, Begini Perjalanan Tiyo Ardianto Hingga Pimpin BEM UGM

“Bagi kami itu pencapaian yang luar biasa. Karena pada awalnya kami sendiri belum yakin apakah lulusan dari komunitas belajar seperti ini bisa bersaing di perguruan tinggi,” beber Edy.

ODM sendiri lahir dari gagasan menghadirkan ruang belajar alternatif yang lebih fleksibel bagi siswa. Status PKBM dipilih, tuturnya, agar proses pendidikan tetap diakui secara legal oleh negara melalui program Paket C.

Menurut Edy, label Paket C sering kali mendapat stigma negatif di masyarakat. Banyak orang menganggap jalur tersebut hanya sekadar cara mendapatkan ijazah tanpa proses belajar yang serius.

Padahal, kata dia, ODM justru menggunakan program Paket C sebagai pintu legalitas agar siswa tetap dapat mengikuti ujian negara dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Bagi kami Paket C itu hanya cantolan agar diakui negara. Yang penting anak-anak tetap belajar, menemukan bakatnya, dan berkembang,” jelasnya.

Saat ini ODM membina sekitar 25 siswa yang mengikuti kegiatan belajar dari Senin hingga Jumat. Selain pelajaran akademik, siswa juga dilatih berdiskusi, membuat karya kreatif, hingga belajar mengorganisasi kegiatan.

Edy berharap keberhasilan para alumninya bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap pendidikan nonformal. Ia menilai komunitas belajar seperti ODM dapat menjadi alternatif bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi mereka di luar sistem sekolah konvensional.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

PT Djarum Mulai Libatkan Tenaga Borong Laki-Laki

0
Tampak sejumlah pekerja borong laki-laki yang ada di PT Djarum. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemandangan berbeda mulai terlihat di lini produksi rokok di Kudus. Jika selama ini pekerjaan di pabrik rokok identik dengan buruh perempuan, kini ratusan pekerja laki-laki mulai ikut mengisi beberapa bagian produksi di PT Djarum.

Di Brak Djarum Tanjungkarang 2, sejumlah pekerja laki-laki tampak duduk berderet di meja kerja dengan alat potong di depan mereka. Dengan gerakan cepat dan terlatih, mereka memotong selongsong kertas grenjeng agar ukurannya pas dengan batang kretek yang akan dikemas.

Potongan selongsong tersebut kemudian disesuaikan satu per satu sebelum batang rokok dimasukkan ke dalamnya. Ketelitian menjadi kunci karena setiap batang harus masuk dengan presisi agar kemasan tetap rapi dan terlihat premium.

Proses itu menjadi bagian dari tren baru di industri hasil tembakau yang mulai mengedepankan kemasan eksklusif. Setiap batang kretek kini dibungkus menggunakan selongsong kertas grenjeng dengan desain khusus sehingga membutuhkan tahapan tambahan dalam pengepakan.

Manajer Produksi PT Djarum, Chanif, mengatakan perekrutan tenaga kerja laki-laki untuk pekerjaan borongan mulai dilakukan sekitar satu tahun terakhir. Langkah tersebut diambil karena semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja perempuan untuk sektor produksi.

“Untuk pekerja laki-laki ini sudah sekitar satu tahun kita rekrut untuk tenaga borong. Alasannya, di Kudus saat ini mencari tenaga kerja laki-laki lebih mudah dibanding tenaga kerja perempuan,” ujar Chanif di Brak Djarum Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus belum lama ini.

Menurutnya, hingga saat ini jumlah pekerja laki-laki borongan yang direkrut perusahaan telah mencapai lebih dari 500 orang. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena perekrutan sangat bergantung pada kebutuhan produksi yang terus berubah.

“Sekarang mungkin sudah di atas 500 orang. Setiap bulan kita update terus tergantung produksi,” bebernya.

Baca juga: Kunjungi SMK Binaan Djarum, Mendag Buka Peluang Ekspor Jasa Aminasi hingga Fashion

Dia menuturkan, para pekerja laki-laki tersebut kini mulai mengisi beberapa lini pekerjaan produksi seperti giling, linting hingga tangkis atau bagian pengepakan. Meski demikian, pekerja perempuan masih tetap mendominasi sebagian besar aktivitas produksi rokok.

Selain di Kudus, tambahnya, perusahaan juga sudah memanfaatkan tenaga kerja laki-laki di pabrik PT Djarum yang ada daerah lain. Salah satunya berada di wilayah Solo Raya.

“Pabrik yang ada di lain daerah juga sudah memanfaatkan tenaga laki-laki untuk produksi. Khususnya Solo Raya, jumlahnya sekitar 100 orang lebih,” ungkapnya.

Chanif menyampaikan, pemanfaatan tenaga kerja laki-laki untuk produksi rokok masih tahap evaluasi. Namun, sementara ini hasilnya cukup baik.

“Perusahaan juga akan terus menyesuaikan komposisi tenaga kerja dengan kebutuhan produksi. Jika permintaan pasar meningkat dan produk berkembang, tidak menutup kemungkinan jumlah tenaga kerja laki-laki juga akan bertambah di masa mendatang,” imbuhnya.

PT Djarum yang mulai memanfaatkan tenaga kerja laki-laki tentu baik, untuk mengurangi angka pengangguran, khususnya di Kota Kretek. Apalagi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kudus hampir selalu didominasi oleh laki-laki.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah TPT di Kabupaten Kudus tahun 2025 kurang lebih sebanyak 17.17 ribu jiwa. Jumlah tersebut naik sekira 490 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 16.510 jiwa.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Polres Kudus Siapkan Tiga Pos Pengamanan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

0
Salah satu pos pengamanan yang disiapkan oleh Polres Kudus. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriyah, beberapa pos disiapkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kudus. Selama Operasi Ketupat Candi 2026 yang berlangsung 13 Maret hingga 25 Maret 2026, pos pelayanan dan pengamanan akan memantau pergerakan kendaraan.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga pos di wilayah Kabupaten Kudus. Satu pos terpadu berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, pos pelayanan berada di Terminal Kudus, dan pos pengamanan berada di area Krawang.

“Pos-pos ini nantinya akan bersiaga dan membantu agar selama arus mudik dan balik lebaran bisa lancar dan aman. Selain itu pos ini dapat dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum kembali meneruskan perjalanannya,” terangnya.

Ia menyebut, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, pihaknya mengerahkan sebanyak ratusan personel gabungan, baik dari anggota Polres Kudus dan pihak keamanan lainnya.

Baca juga: Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Kudus Kerahkan 460 Personel Gabungan

“Personel yang terlibat sekitar 240 orang dari kepolisian dan 160 orang dari unsur gabungan lainnya. Sehingga secara total kami mengerahkan sekitar 400 personel,” katanya, Kamis (12/3/2026) sore.

Menurutnya ratusan personel itu telah disiagakan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026” dalam rangka pelayanan dan pengamanan jelang Hari Raya Idulfitri, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kemarin.

Tak hanya gelar pasukan, dalam kesempatan itu pihak kepolisian juga memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) beralkohol dari hasil pemeriksaan opersi penyakit masyarakat selama satu bulan. Ia mengatakan ada sebanyak 4.268 botol miras berbagai merek.

“Rinciannya sebanyak 2.626 botol miras berbagai merek dan 1.647 botol jenis arak atau miras putih,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

1.813 PPPK Paruh Waktu di Jepara Dipastikan Terima THR

0
Sejumlah PPPK Paruh Waktu di Jepara saat mengikuti kegiatan beberapa waktu lalu. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memastikan 1.813 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan, status PPPK paruh waktu di Jepara mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. Sehingga penghitungan THR yang akan diterima yaitu gaji Bulan Januari dibagi selama 12 bulan dikali gaji, sehingga nominal yang diterima sekitar Rp 400 ribu untuk komponen tertentu.

“Untuk gaji PPPK paruh waktu sendiri bervariasi, ada yang sekitar Rp2,1 juta, Rp2,2 juta hingga Rp2,4 juta,” jelasnya pada Kamis, (12/3/2026).

Ary menambahkan, ke depan Pemkab Jepara akan melakukan penataan terhadap tenaga PPPK agar lebih optimal. Salah satunya dengan mengarahkan pegawai yang pekerjaannya tidak terlalu padat ke posisi lain yang lebih membutuhkan.

“Misalnya ada driver yang kegiatannya tidak terlalu banyak, bisa diarahkan membantu di pos atau tugas lain yang lebih produktif,” ujarnya.

Baca juga: Rotasi Jabatan, Bupati Geser 57 Posisi Pejabat di Lingkup Pemkab Jepara

Selain itu, Ary Bachtiar juga menyebut adanya instruksi dari pemerintah pusat terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dalam kebijakan tersebut, sejumlah tenaga non-sektor tertentu berpotensi dialihkan untuk memperkuat koperasi desa.

“Di luar sektor kesehatan, guru, dan penyuluh pertanian, ada kemungkinan sebagian tenaga bisa diarahkan untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen agar para pegawai, khususnya PPPK paruh waktu, tetap mendapatkan THR tahun ini.

“Yang penting tahun ini teman-teman bisa menerima THR dulu. Untuk tahun depan nanti akan kita pikirkan kembali mekanismenya,” kata Wiwit.

Ia juga memastikan pencairan THR tersebut tidak akan terlambat. Pemerintah menargetkan dana tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing pegawai sebelum Lebaran.

“Maksimal Senin sudah masuk ke rekening masing-masing,” sebutnya.

Salah seorang PPPK Paruh Waktu, Maksun bersyukur, karena meski baru diangkat dua bulan, namun tetap menerima THR. Menurutnya, THR itu berarti untuk kebutuhan keluarganya saat Hari Raya Idulfitri 1447 H.

“Alhamdulillah. Semoga tahun depan bisa naik lagi. Semoga tahun depan gaji kita juga setara UMK,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ratusan Warga Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng, dari Penggali Kubur hingga Tukang Parkir

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau kegiatan Bazar dan Pasar Murah di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (13/3/2026). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG — Sebanyak 200 warga dari berbagai mata pencaharian di dareah Ungaran Kabupaten Semarang dan Banyumanik Kota Semarang menerima bantuan beras dari para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ratusan warga yang menerima bantuan tersebut memiliki mata pencahariaan beragam, mulai penggali kubur, pemulasar jenazah, pengambil sampah, sukarelawan lalu lintas (supeltas), tukang parkir, hingga takmir masjid. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 2 ton beras.

Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kegiatan Bazar dan Pasar Murah di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (13/3/2026).

Menurut Luthfi, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membangun ikatan sosial dengan masyarakat, khususnya yang kurang mampu, di sekitar kantor-kantor dinas milik Pemprov Jateng. Ke depan kegiatan seperti itu akan dijadikan model di seluruh dinas-dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, sehingga tidak ada jarak dengan masyarakat.

“Hari ini sudah dibuktikan dengan seluruh pekerja informal seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam, di seputaran kantor kita. Mereka sangat membutuhkan ini,” katanya.

Baca juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Pasar murah yang diselenggarakan juga untuk memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok penting dengan harga terjangkau. Apalagi tren selama ramadan dan menjelang lebaran beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Paling menonjol tentu saja harga cabai.

“Ketersediaan dan keterjangkauan ini harus kita jaga. Jangan sampai ada kelangkaan sehingga harga naik. Masyarakat juga tidak perlu panik,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provisnsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan kegiatan pembagian beras dan pasar murah tersebut tidak menggunakan anggaran dari dinas tetapi bersumber dari dana yang terkumpul di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD.

“Tujuan kita adalah supaya ketersediaan pangan itu bisa terjamin, juga harganya juga terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Arso, mengaku sangat senang dengan bantuan beras yang ia terima. Bantuan itu sangat membantu, apalagi saat menjelang lebaran dan banyak harga kebutuhan yang naik. Hasil kerja sebagai tukang parkir dan kerja serabutan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Bahagia. Maturnuwun sanget, membantu sekali. Sehari kadang cuma dapat Rp100-150 ribu, itu pun dipotong setoran, dicukup-cukupin. Anak juga masih sekolah dan kuliah,” ujar warga Ungaran tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Sediakan 1 Ton Beras dan 1.200 Liter Minyak Goreng, Gerakan Pangan Murah Polres Kudus Diserbu Warga

0
Warga menyerbu pasar murah yang digelar Polres Kudus pada Jumat (13/3/2026). Foto : Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Polres Kudus menggelar Gerakan Pangan Murah di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga serta kelangkaan barang menjelang Lebaran tahun ini.

Kegiatan itu disambut baik masyarakat. Di mana, mereka rela antre hingga antrean mengular panjang. Salah satu warga yang ikut antre, di antaranya Endang, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Endang mengaku senang bisa ikut membeli dalam gerakan pangan murah tersebut. Dalam kegiatan itu, ia membeli 10 liter MinyaKita dan satu karung beras SPHP.

“Sangat membantu sekali ini mas, karena kalau membeli di warung, harganya mahal. Seperti beras kemungkinan termurah Rp14 ribu atau Rp15 ribu per kilogram dan MinyaKita Rp17 ribu atau Rp18 ribu per liternya,” bebernya.

Bahan pokok yang dibelinya itu, katanya mau dibuat untuk kebutuhan sendiri hingga untuk membantu tetangganya yang berstatus janda.

Baca juga: Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Kudus Kerahkan 460 Personel Gabungan

Sementara itu, Kapolres Kudus, AKPB Heru Dwi Purnomo mengatakan, gerakan pangan murah digelar secara serentak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kudus. Menurutnya, gerakan itu sebagai upaya untuk membantu masyarakat agar mendapatkan bahan pokok sesuai harga yang ditetapkan.

“Pagi ini kita laksanakan gerakan pangan murah serentah seluruh Indonesia dan pagi ini melaksanakan kegiatan tersebut di Simpang 7. Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti gerakan pangan murah tersebut,” katanya di sela kegiatan.

Ia menuturkan, Polres Kudus menyediakan sembako berupa beras SPHP sebanyak 1 ton dan minyak goreng, yakni MinyaKita sebanyak 1.200 liter. Ia menyebut beras dipatok dengan harga di bawah ketentuan, yakni Rp11.500, sementara MinyaKita dijual Rp15.700.

“Harga beras ini kami patok di bawah HET, yang mana HET beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Mudah-mudahan gerakan pangan murah ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok yang murah sesuai dengan harga jelang Lebaran,” terangnya.

Gerakan Pangan Murah itu, kata dia, ditujukan kepada masyarakat secara umum, tanpa ada syarat. Sehingga ia mengimbau ketersediaan bahan pokok ini bisa dimaksimalkan oleh masyarakat.

“Pembeli dari masyarakat umum, yang kebetulan lewat dan ingin membeli kita persilakan. Tidak ada syarat khusus, semua masyarakat bisa membeli sampai persediaan stok kita masih,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bikin Geger, Tahu Bakso Menu MBG di Kudus Viral Karena Ada Ulat Hidup

0
Tahu bakso pada menu MBG di Kudus yang diduga ada ulatnya. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Temuan makanan basi kembali mencuat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Kali ini, sebuah video yang memperlihatkan ulat hidup pada menu tahu bakso viral di jagat maya.

Menu tersebut diketahui diterima siswa TK IT Al Qolam Undaan Lor pada Kamis (12/3/2026). Video itu beredar di status WhatsApp, terlihat beberapa ulat belatung bergerak di atas potongan tahu bakso yang kondisinya sudah berair.

Kondisi makanan yang tampak basi tersebut membuat sejumlah siswa enggan mengonsumsinya.

Salah satu wali murid TK IT Al Qolam, Mukaromah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku anaknya juga mendapatkan tahu bakso yang sudah tidak layak makan.

Menurutnya, anaknya bahkan melihat langsung adanya ulat pada makanan tersebut sebelum akhirnya dibuang.

“Anak saya bilang tahu baksonya ada ulatnya. Akhirnya dibuang dan tidak dimakan. Teman-temannya juga katanya sama, ada ulatnya,” bebernya.

Sementara itu, guru TK IT Al Qolam Undaan, Uli Zulfa membenarkan adanya temuan ulat pada menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari tersebut.

Ia menjelaskan, menu yang diterima sekolah saat itu berupa makanan kering, yakni tahu bakso dan roti. Menu tersebut dibagikan kepada siswa untuk dibawa pulang sebagai bagian dari pembelajaran puasa Ramadan.

Baca juga: DPRD Kudus Soroti Minimarket Buka hingga Dini Hari, Satpol PP Diminta Tegakkan Perda

“Pengiriman hari Kamis, 12 Maret, memang menunya ada tahu baksonya,” katanya, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui kondisi makanan tersebut setelah ada laporan dari salah satu wali murid yang menemukan ulat pada tahu bakso yang diterima anaknya.

“Semua menu dibagikan ke anak-anak dan dibawa pulang. Kami baru tahu setelah ada laporan dari wali murid,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa makanan tersebut berasal dari paket MBG yang dikirim oleh penyedia layanan. Menu MBG untuk TK IT Al Qolam diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Undaan Lor, yang dikelola oleh Yayasan Sami Aji Food di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus.

Pihak sekolah menyebut bahwa pihak SPPG telah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis atas kejadian tersebut. Dalam keterangan tersebut, pihak penyedia makanan juga berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Undaan Lor belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi oleh awak media.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto mengaku, belum menerima laporan resmi terkait temuan ulat pada menu MBG tersebut. Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera melakukan pengecekan dan klarifikasi kepada pihak penyedia makanan.

“Nanti akan kami klarifikasi ke pihak SPPG. Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi, tapi akan kami cek terlebih dahulu,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Momen Gubernur Jateng ‘Cosplay’ Jadi Wartawan Saat Dampingi Mendag Sidak Pasar di Kudus

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ikut menyodorkan HP untuk ikut merekam. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Momen unik terjadi saat kunjungan kerja Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Baru Kudus, Kamis (12/3/2026). Di tengah sesi wawancara dengan awak media, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendadak “cosplay” menjadi wartawan dengan merekam pernyataan Mendag menggunakan ponsel milik salah satu jurnalis.

Peristiwa itu terjadi usai rombongan meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Baru Kudus menjelang Lebaran. Saat para jurnalis mulai mewawancarai Mendag, Ahmad Luthfi tiba-tiba mengambil sebuah handphone milik wartawan dan ikut merekam jalannya wawancara layaknya reporter di lapangan.

Aksi spontan tersebut sontak mengundang senyum para awak media yang berada di lokasi.

Dalam sidak tersebut, Mendag Budi Santoso menjelaskan bahwa pemerintah rutin memantau harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan Lebaran. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan turun langsung ke pasar.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan sebenarnya memiliki aplikasi pemantauan harga bernama Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang memantau harga di ratusan pasar di seluruh Indonesia.

Baca juga: 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap Tenaga Kerja

“Melalui aplikasi itu kita bisa memantau harga kebutuhan pokok di sekitar 550 titik pasar di lebih dari 540 kabupaten dan kota. Tapi kita tetap turun langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan barang dan harga di lapangan,” ujar pria yang akrab disapa Busan tersebut.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah di pasar juga memiliki dampak psikologis bagi pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.

“Kalau pemerintah turun langsung ke pasar, biasanya pedagang juga ikut menjaga harga agar tetap terkendali,” bebernya.

Dari hasil pemantauan di Pasar Baru Kudus, lanjut Busan, sebagian besar harga kebutuhan pokok dinilai masih relatif stabil. Harga daging ayam tercatat sekitar Rp40 ribu per kilogram, telur sekitar Rp30 ribu per kilogram, sementara harga cabai rawit yang sebelumnya sempat menyentuh Rp100 ribu kini mulai turun di kisaran Rp70 ribu per kilogram.

“Selain itu, harga cabai merah dan cabai hijau disebut masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). Sementara stok beras dan minyak goreng juga dinilai dalam kondisi aman,” ungkapnya.

Busan memastikan pemerintah akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok di seluruh daerah. Koordinasi juga dilakukan secara rutin dengan pemerintah daerah, distributor, serta pemasok untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

“Kami ingin masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dan merayakan Lebaran dengan tenang karena harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan tersedia,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Rotasi Jabatan, Bupati Geser 57 Posisi Pejabat di Lingkup Pemkab Jepara

0
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat melantik sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA- Bupati Jepara, Witiarso Utomo kembali melakukan rotasi jabatan terhadap 57 pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) Jepara. Prosesi pelantikan dilakukan pada Kamis, (12/3/2026) malam di Gedung Shima, Kompleks Kantor Bupati Jepara.

Adapun 57 pejabat yang dirotasi terdiri dari 56 pejabat struktural eselon III dan IV serta satu pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Wiwit mengatakan, selama masa kepemimpinannya bersama Muhammad Ibnu Hajar sebagai Wakil Bupati, pejabat yang sudah terlalu lama menduduki posisi jabatan tertentu akan dirotasi.

Jangka waktunya yaitu yang sudah menduduki jabatan selama lebih dari dua tahun, terutama bagi pejabat yang sudah sudah 4-5 tahun menduduki jabatan yang sama.

Hal itu menurutnya ia lakukan demi penyegaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca juga: Tak Sampai Satu Jam, Ribuan Paket Sembako Murah di Jepara Ludes Terjual Jelang Lebaran

“Harapan kami, dalam kepemimpinan saya dan Mas Hajar, kalau bisa pejabat yang jabatannya sudah cukup lama kita lakukan rotasi untuk penyegaran. Bukan karena baik atau tidak baik, tapi untuk penyegaran dan career path yang lebih baik,” katanya saat melantik 57 pejabat yang dirotasi.

Namun, Wiwit memberikan pengecualian. Bagi pejabat yang memiliki keahlian tertentu, mampu dibuktikan dengan sertifikasi dan kompetensi khusus, akan dilakukan pertimbangan untuk tidak dirotasi.

“Selamat kepada 57 pejabat yang sudah dilantik, berikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat Jepara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengingatkan para pejabat yang dilantik agar segera berkoordinasi dengan pimpinan perangkat daerah masing-masing dalam menjalankan tugas barunya.

“Orientasi kita adalah masyarakat Kabupaten Jepara, jadi berpihaklah kepada masyarakat. Jadi kebijakan apapun yang panjenengan ambil, harus dilandasi dengan semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Kabupaten Jepara,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Kudus Kerahkan 460 Personel Gabungan

0
Kapolres Kudus bersama Bupati Kudus memeriksa pasukan yang akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 di Kabupaten Kudus dalam rangka pengamanan dan pelayanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 460 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Lebaran.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, bahwa ratusan personel tersebut terdiri dari anggota Polres Kudus serta personel gabungan dari berbagai unsur keamanan lainnya. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi tetap kondusif selama arus mudik dan balik dalam perayaan Idulfitri.

“Personel yang terlibat sekitar 240 dari kepolisian dan 160 dari unsur gabungan lainnya,” katanya usai pemusnahan miras di Simpang Alun-Alun Kudus, Kamis (12/3/2026) sore.

Ia menuturkan, pihak kepolisian terus melakukan operasi penyakit masyarakat untuk menekan peredaran miras. Selama hampir satu bulan pelaksanaan operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras dari berbagai jenis.

“Sebanyak 4.268 botol miras berhasil diamankan. Rinciannya 2.626 botol berbagai merek dan 1.647 botol jenis arak atau miras putih,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Buka Posko Aduan THR, Ini Lokasi dan Nomor Layanan

Dalam rangka mendukung pengamanan Lebaran, lanjut Heru, sejumlah pos pengamanan juga telah disiapkan. Pos terpadu akan ditempatkan di depan Pendapa Kabupaten Kudus, pos pelayanan di Terminal Kudus, serta pos pengamanan di kawasan Krawang.

Sementara Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, selain pengamanan lalu lintas dan pelayanan masyarakat, pemerintah daerah juga menyoroti masih ditemukannya peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kudus. Padahal, sesuai dengan peraturan daerah, Kabupaten Kudus menerapkan kebijakan nol persen atau zero alkohol.

“Kita saksikan bersama, ternyata di Kudus masih banyak miras yang beredar. Padahal sesuai perda, Kudus adalah zero alkohol. Untuk itu kami menghimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol karena dapat merusak kesehatan dan mengganggu lingkungan,” kata Sam’ani.

Menurutnya, peredaran miras kerap menjadi salah satu pemicu terjadinya gangguan keamanan, seperti perkelahian hingga tawuran. Oleh karena itu, operasi penertiban akan terus dilakukan untuk menjaga ketertiban masyarakat.

Sam’ani juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga, untuk bersama-sama menjaga Kudus tetap menjadi daerah yang bebas dari peredaran alkohol.

“Semua pihak kami minta ikut menjaga Kudus tetap zero alkohol, mengingat Kudus dikenal sebagai kota santri,” tegasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pembangunan Jembatan Menawan Kudus Dikebut, Ditarget Rampung H-4 Lebaran

0
Jembatan Menawan yang saat ini dalam proses pembangunan. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya mempercepat pembangunan jembatan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang sebelumnya terkikis oleh aliran air sungai. Agar jembatan itu dapat dilewati, Pemkab Kudus menargetkan supaya jembatan bisa selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.

Akses penghubung tersebut dinilai sangat vital bagi mobilitas warga, sehingga pengerjaannya dikebut dengan target empat hari sebelum lebaran.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, bahwa percepatan pembangunan akses jalan demi untuk memberikan layanan bagus agar masyarakat tidak lama mengalami kesulitan akses.

“Jembatan Menawan pekan depan sudah selesai. Saat ini masih proses pengerjaan dan target rampung H-4 Lebaran sudah bisa dilewati,” katanya saat dikonfirmasi di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (11/3/2026) sore.

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi mobilitas warga, khusunya warga yang setiap hari melintas dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Untuk itu pihaknya berharap agar cuaca mendukung demi kelancaran pengerjaan jembatan tersebut.

“Untuk progres pembangunan jembatan ini baru mencapai kurang lebih 70 persen,” ungkapnya.

Jembatan itu, terakhir dibangun pada 2016 silam. Infrastruktur mulai mengalami kerusakan serius pada 12 Januari 2026, setelah bagian penyangga jembatan tergerus derasnya arus sungai hingga akhirnya ambrol.

Baca juga: TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Ngembal Kulon Rampung, Jalan Sepanjang 450 Meter Dibetonisasi

Putusnya akses sempat membuat aktivitas warga terganggu, terutama masyarakat di RW 4 Desa Menawan. Sebab, masyarakat di sana sangat bergantung pada jalur tersebut untuk mobilitas sehari-hari.

Sebagai solusi sementara, warga bersama aparat keamanan setempat berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan bambu pada 25 Januari 2026 lalu. Upaya gotong royong itu dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski dengan keterbatasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo menjelaskan, bahwa awalnya pembangunan jembatan direncanakan akan melibatkan TNI. Namun rencana tersebut berubah setelah ada instruksi untuk memprioritaskan pembangunan jembatan baru dengan konstruksi armco.

“Karena ada perintah untuk pembangunan jembatan model armco, akhirnya pelaksanaan pembangunan dikembalikan ke Pemkab Kudus,” jelasnya.

Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan jembatan tersebut bersama usulan perbaikan 15 jembatan lain di Kabupaten Kudus. Jika dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Bahkan apabila menggunakan konstruksi baru sepenuhnya, biaya yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar Rp4 miliar. Namun karena kebutuhan masyarakat mendesak, Pemkab Kudus memilih melakukan penanganan cepat menggunakan dana perawatan rutin yang bersumber dari APBD dengan anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Perbaikan dilakukan dengan metode penguatan konstruksi menggunakan batu yang disusun dan dilapisi campuran beton agar struktur jembatan lebih kokoh.

“Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sekitar delapan hingga 10 meter dengan lebar kurang lebih empat meter serta tinggi fondasi sekitar lima meter,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Polres Jepara Musnahkan Ribuan Botol Miras

0
Ribuan botol miras yang diamankan Polres Jepara akan dimusnahkan. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Kepolisian Resor (Polres) Jepara memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merk menjelang pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) Candi 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto menyebutkan, terdapat sekitar 2.920 botol miras berbagai merk dan 2.375 liter yang merupakan hasil penindakan melalui berbagai operasi dan kegiatan penegakan hukum yang dimusnahkan.

Dengan adanya pengungkapan dan pemusnahan beragam barang bukti tersebut, AKBP Hadi berharap agar masyarakat bisa menghindari hal-hal negatif yang bisa merusak diri atau orang lain.

“Ini masih dalam momen bulan puasa Ramadan. Mari kita jaga kondusifitas sampai lebaran Idulfitri dan seterusnya. Mari menghormati bulan suci ini,” katanya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Halaman Mapolres Jepara, Kamis (12/3/2026).

AKBP Hadi melanjutkan, pemusnahan itu bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan pesan tegas bahwa pemerintah hadir untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Baca juga: Tak Sampai Satu Jam, Ribuan Paket Sembako Murah di Jepara Ludes Terjual Jelang Lebaran 

Sebab miras illegal merupakan hal yang melanggar aturan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Peredaran minuman keras ilegal disebut sebagai salah satu pemicu utama berbagai tindak kriminal di masyarakat, seperti kekerasan, perkelahian, hingga kecelakaan lalu lintas.

“Polres Jepara tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras ilegal di wilayah Kabupaten Jepara Siapa pun yang mencoba menjual, mengedarkan, atau memproduksi miras ilegal akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Untuk itu ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya. Warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan peredaran miras atau aktivitas mencurigakan.

Polres Jepara menurutnya berkomitmen untuk terus menekan peredaran miras serta penyakit masyarakat lainnya demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -