Jelang Iduladha, Sapi Jenis Limosin dan Simmental Paling Dicari untuk Kurban

BETANEWS.ID, PATI – Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan hewan kurban di Kabupaten Pati mengalami peningkatan. Sapi jenis limosin dan simmental menjadi yang paling banyak diburu masyarakat karena ukuran tubuhnya besar dan produksi dagingnya melimpah.

Pemilik Amira Farm di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Ahmad Hyro Fachrus mengatakan, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Untuk sapi ukuran standar, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp21 juta kini naik menjadi sekitar Rp23 juta per ekor.

“Naik sekitar Rp2 hingga Rp3 juta per ekor. Kalau ukuran yang di atas 400 kilogram dijual timbang. Itu juga naik Rp3 ribu per kilogramnya,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

-Advertisement-

Meski harga naik, penjualan hewan kurban disebut masih cukup stabil. Namun, menurut Hyro, jumlah pembeli tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu. Konsumen Amira Farm tidak hanya berasal dari Pati, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Semarang, Grobogan, dan Kudus.

“Kalau yang paling banyak diminati jenis limosin dan simmental kebetulan karena ukurannya besar dan dagingnya banyak,” imbuhnya.

Baca juga : Meski Dibeli Lebih Murah, Hasan Bangga Sapinya Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden

Selain sapi, Amira Farm juga menjual domba kurban. Namun, penjualan domba tahun ini justru mengalami penurunan. Hyro menyebut, saat ini pihaknya hanya mampu menjual puluhan ekor domba.

“Untuk domba jantan harganya Rp75 ribu per kilogram sementara betina Rp65 ribu. Jualnya sistem timbang hidup. Pembeli tinggal datang, memilih lalu dikalikan harganya,” tambah dia.

Untuk menarik minat pembeli, Amira Farm turut menyediakan layanan antarhewan kurban secara gratis. Dengan fasilitas tersebut, pembeli tidak perlu repot mencari kendaraan pengangkut hewan kurban.

“Mau diantarkan kapan kami juga siap,” imbuh dia.

Hyro juga memastikan seluruh hewan ternak yang dijual dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban. Menurutnya, kesehatan ternak menjadi prioritas utama karena pihaknya rutin melakukan pemantauan bersama dokter hewan spesialis.

“Kesehatan bagi hewan ternak nomor satu bagi kami. Kalau ada kendala kesehatan langsung diatasi kebetulan kami ada dokter spesialis dari Bandung. Jadi untuk kurban dipastikan aman,” imbuh dia.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER