BETANEWS.ID, JEPARA — Hasan (48), warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, merasa bangga sapi blasteran jenis Limosin dan Simental miliknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha tahun ini.
Ditemui di lokasi peternakan sapi dan Rumah Potong Hewan (RPH) Lembu Suro yang ia kelola bersama adiknya, Suramat (45), Hasan bercerita bahwa sapi tersebut sebenarnya sudah pernah menjadi kandidat hewan kurban Prabowo pada 2025 lalu.
Namun, saat itu bobot sapi belum memenuhi kriteria karena masih kurang dari satu ton. Tak lama kemudian, sapi tersebut sempat ditawar dengan harga Rp100 juta.
“Namun, waktu itu tidak saya lepas karena masih berharap bisa menjadi sapi kurban Presiden,” ungkap Hasan saat ditemui di kandangnya di Desa Banjaran RT 2 RW 12, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Rabu (13/5/2026).
Keyakinan itu akhirnya terwujud. Sapi miliknya terpilih menjadi hewan kurban Prabowo dengan bobot sekitar 1,07 ton. Hasan memprediksi bobot sapinya masih bisa bertambah hingga mencapai 1,1 ton menjelang Iduladha.
Sapi yang kini diberi nama Suro itu diambil dari nama RPH miliknya sekaligus nama dukuh di desanya. Hasan membeli sapi tersebut pada 2023 dari Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, seharga Rp37 juta saat usianya sekitar 1,5 tahun.
“Ini dibelinya Rp115 juta. Soal harga mungkin lebih murah dibanding yang lain, tetapi ada kebanggaan tersendiri karena dibeli Pak Presiden,” ujar Hasan.
Sapi Suro rencananya akan disembelih di RPH Bangsri. Awalnya, sapi tersebut akan disembelih di Masjid Al-Iman, Desa Kancilan. Namun, kondisi masjid dinilai belum memenuhi standar operasional tempat pemotongan hewan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Baca juga : Punya Bobot Hampir 1,1 Ton, Sapi Milik Warga Jepara Terpilih Jadi Hewan Kurban Prabowo
Sapi Suro nantinya akan diantar ke lokasi penyembelihan pada H-1 Iduladha.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir, mengatakan awalnya terdapat empat sapi lain yang menjadi kandidat hewan kurban Prabowo.
Seleksi dan penentuan sapi sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat. DKPP Jepara hanya diminta menyetorkan data sapi yang akan dipilih.
“Proses seleksi itu sekitar satu bulan lalu. Kemudian sekitar akhir April kami baru dikabari sapi mana yang terpilih. Pembayaran finalnya baru Senin (11/5) kemarin di Semarang,” kata Mundhofir saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Editor: Kholistiono

