Punya Bobot Hampir 1,1 Ton, Sapi Milik Warga Jepara Terpilih Jadi Hewan Kurban Prabowo

BETANEWS.ID, JEPARA – Presiden Prabowo pada Iduladha tahun ini kembali memberikan hewan kurban bagi masyarakat Jepara.

Sapi yang terpilih merupakan milik Hasan (48) dan Suramat (45), kakak beradik warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

Ditemui di kandang sapinya di Desa Banjaran RT 2 RW 12, Hasan bercerita bahwa pada 2025 lalu sapinya sudah masuk kandidat hewan kurban Presiden Prabowo.

-Advertisement-

“Tahun kemarin bobotnya kurang, belum sampai satu ton,” ujar Hasan saat ditemui Betanews.id, Rabu (13/5/2026).

Sekitar satu bulan lalu, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara kembali datang untuk mengecek kondisi sapi miliknya.

Saat ditimbang, bobot sapi tersebut sudah mencapai sekitar 1,07 ton. Hasan memperkirakan bobotnya masih bisa bertambah hingga 1,1 ton menjelang masa penyembelihan.

“Karena bobotnya mungkin sudah mencukupi, akhirnya dikabari pihak dinas kalau sapi saya yang terpilih,” ujarnya.

Baca juga : Dispertan Kudus Perketat Pemeriksaan Jelang Iduladha, Pastikan Kondisi Hewan Ternak Aman

Sapi tersebut merupakan sapi blasteran jenis Limosin dan Simmental. Hasan membeli sapi itu dari warga Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, dengan harga Rp37 juta saat usianya masih sekitar 1,5 tahun.

“Saat ini usianya sekitar 4,5 tahun, dan kemarin dibeli seharga Rp115 juta,” terang Hasan.

Dalam perawatannya, Hasan selalu memberikan pakan alami berupa rumput gajah segar. Untuk minumnya, ia mencampurkan air, dedak, dan tambahan polar.

Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Bangsri. Dagingnya kemudian dibagikan kepada warga Desa Kancilan, Kecamatan Kembang.

“Awalnya mau disembelih di Masjid Al-Iman Desa Kancilan, tapi setelah dicek dan dirembuk bersama, karena kondisi masjid kurang sesuai dengan standar pemotongan, akhirnya disembelih di RPH Bangsri,” kata Hasan.

Sapi itu akan diantarkan ke lokasi penyembelihan pada H-1 Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Meski terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo, Hasan mengatakan tidak ada perawatan khusus. Namun, dokter dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bangsri meminta agar kesehatan sapi tetap dijaga hingga menjelang pemotongan.

“Kalau penjagaan khusus ada, tapi perawatannya sama seperti biasanya. Cuma dikasih pesan untuk menjaga kesehatan sapi agar tetap fit sampai hari-H,” ujarnya.

Hasan dan adiknya mengaku senang karena sapi yang mereka rawat selama tiga tahun terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo, meski dari sisi harga lebih murah dibanding biasanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER