Beranda blog Halaman 38

Pembangunan Jembatan Menawan Kudus Dikebut, Ditarget Rampung H-4 Lebaran

0
Jembatan Menawan yang saat ini dalam proses pembangunan. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya mempercepat pembangunan jembatan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang sebelumnya terkikis oleh aliran air sungai. Agar jembatan itu dapat dilewati, Pemkab Kudus menargetkan supaya jembatan bisa selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.

Akses penghubung tersebut dinilai sangat vital bagi mobilitas warga, sehingga pengerjaannya dikebut dengan target empat hari sebelum lebaran.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, bahwa percepatan pembangunan akses jalan demi untuk memberikan layanan bagus agar masyarakat tidak lama mengalami kesulitan akses.

“Jembatan Menawan pekan depan sudah selesai. Saat ini masih proses pengerjaan dan target rampung H-4 Lebaran sudah bisa dilewati,” katanya saat dikonfirmasi di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (11/3/2026) sore.

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi mobilitas warga, khusunya warga yang setiap hari melintas dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Untuk itu pihaknya berharap agar cuaca mendukung demi kelancaran pengerjaan jembatan tersebut.

“Untuk progres pembangunan jembatan ini baru mencapai kurang lebih 70 persen,” ungkapnya.

Jembatan itu, terakhir dibangun pada 2016 silam. Infrastruktur mulai mengalami kerusakan serius pada 12 Januari 2026, setelah bagian penyangga jembatan tergerus derasnya arus sungai hingga akhirnya ambrol.

Baca juga: TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Ngembal Kulon Rampung, Jalan Sepanjang 450 Meter Dibetonisasi

Putusnya akses sempat membuat aktivitas warga terganggu, terutama masyarakat di RW 4 Desa Menawan. Sebab, masyarakat di sana sangat bergantung pada jalur tersebut untuk mobilitas sehari-hari.

Sebagai solusi sementara, warga bersama aparat keamanan setempat berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan bambu pada 25 Januari 2026 lalu. Upaya gotong royong itu dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski dengan keterbatasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo menjelaskan, bahwa awalnya pembangunan jembatan direncanakan akan melibatkan TNI. Namun rencana tersebut berubah setelah ada instruksi untuk memprioritaskan pembangunan jembatan baru dengan konstruksi armco.

“Karena ada perintah untuk pembangunan jembatan model armco, akhirnya pelaksanaan pembangunan dikembalikan ke Pemkab Kudus,” jelasnya.

Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan jembatan tersebut bersama usulan perbaikan 15 jembatan lain di Kabupaten Kudus. Jika dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Bahkan apabila menggunakan konstruksi baru sepenuhnya, biaya yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar Rp4 miliar. Namun karena kebutuhan masyarakat mendesak, Pemkab Kudus memilih melakukan penanganan cepat menggunakan dana perawatan rutin yang bersumber dari APBD dengan anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Perbaikan dilakukan dengan metode penguatan konstruksi menggunakan batu yang disusun dan dilapisi campuran beton agar struktur jembatan lebih kokoh.

“Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sekitar delapan hingga 10 meter dengan lebar kurang lebih empat meter serta tinggi fondasi sekitar lima meter,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Polres Jepara Musnahkan Ribuan Botol Miras

0
Ribuan botol miras yang diamankan Polres Jepara akan dimusnahkan. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Kepolisian Resor (Polres) Jepara memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merk menjelang pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) Candi 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto menyebutkan, terdapat sekitar 2.920 botol miras berbagai merk dan 2.375 liter yang merupakan hasil penindakan melalui berbagai operasi dan kegiatan penegakan hukum yang dimusnahkan.

Dengan adanya pengungkapan dan pemusnahan beragam barang bukti tersebut, AKBP Hadi berharap agar masyarakat bisa menghindari hal-hal negatif yang bisa merusak diri atau orang lain.

“Ini masih dalam momen bulan puasa Ramadan. Mari kita jaga kondusifitas sampai lebaran Idulfitri dan seterusnya. Mari menghormati bulan suci ini,” katanya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Halaman Mapolres Jepara, Kamis (12/3/2026).

AKBP Hadi melanjutkan, pemusnahan itu bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan pesan tegas bahwa pemerintah hadir untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Baca juga: Tak Sampai Satu Jam, Ribuan Paket Sembako Murah di Jepara Ludes Terjual Jelang Lebaran 

Sebab miras illegal merupakan hal yang melanggar aturan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Peredaran minuman keras ilegal disebut sebagai salah satu pemicu utama berbagai tindak kriminal di masyarakat, seperti kekerasan, perkelahian, hingga kecelakaan lalu lintas.

“Polres Jepara tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras ilegal di wilayah Kabupaten Jepara Siapa pun yang mencoba menjual, mengedarkan, atau memproduksi miras ilegal akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Untuk itu ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya. Warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan peredaran miras atau aktivitas mencurigakan.

Polres Jepara menurutnya berkomitmen untuk terus menekan peredaran miras serta penyakit masyarakat lainnya demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kolaborasi RS KSH dan PWI, Takjil Ramadan Dibagikan untuk Pengguna Jalan

0
KSH bersama PWI Pati berbagi takjil untuk pengguna jalan. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, KUDUS- Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati membagikan takjil di Alun-alun Pati, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Ketua Komite RS Keluarga Sehat Pati, dr Irawan Sanjoto mengungkapkan ada ratusan takjil yang dibagikan kepada masyarakat. Ia menyebut bagi takjil ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap Ramadan.

“Jadi teman-teman sudah terbiasa. Tahun lalu juga bagi takjil bersama dengan PWI di tempat yang sama,” katanya.

Ia menuturkan, bagi takjil ini wujud kepedulian untuk memanfaatkan Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini selalu mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat.

“Sekitar 350 takjil. Alhamdulillah setiap tahun antusias masyarakat sangat luar biasa, baru parkir saja sudah berkumpul,” ucapnya.

Baca juga: Ringankan Beban Orang Tua, Fraksi PDIP Kudus Usulkan Program Seragam Gratis Bagi Siswa

Sementara itu, Ketua PWI Pati, Much Noor Effendi menyampaikan, bagi takjil ini sebagai bentuk sinergitas antara KSH Pati dan PWI Pati. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah nyata kepedulian terhadap masyarakat.

“Ini kegiatan rutin bersama KSH di bulan ramadan. Sinergi yang sudah lama kita bangun dengan KSH. Ini juga bagian dari PWI Peduli. Setiap tahun kita lakukan,” ucapnya.

Selain itu, Effendi menegaskan bahwa kolaborasi antara PWI Pati dan KSH ini sangat penting. Utamanya dalam mendorong kemajuan bidang kesehatan.

“Kita dengan berbagai pihak terutama KSH ini mitra strategis. Bukan hanya untuk bidang kesehatan, tapi bagaimana mendorong bidang kesehatan di Kabupaten Pati lebih baik. Butuh sinergi antara beberapa rumah sakit. Peran Kita sangat penting juga sebagai media,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kunjungi SMK Binaan Djarum, Mendag Buka Peluang Ekspor Jasa Aminasi hingga Fashion

0
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengunjungi SMK Banat Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah vokasi binaan Djarum Foundation di Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini bertujuan mendorong ekspor jasa dari talenta muda lulusan sekolah vokasi agar mampu menembus pasar internasional.

Dalam agenda tersebut, Mendag mengunjungi tiga sekolah, yakni SMK Raden Umar Said yang dikenal dengan animasi terbaik, SMK Banat dengan desainer pakaian, dan SMK Wisuda Karya Kudus yang cukup dikenal jurusan mesin, elektronik hingga pelayaran.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton.

Baca juga: 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap Tenaga Kerja

Budi Santoso mengatakan, pemerintah ingin memperluas pasar bagi tenaga kerja terampil lulusan sekolah vokasi, khususnya di bidang ekonomi kreatif seperti animasi, fashion, hingga teknik mekatronika.

“Tugas kami di Kementerian Perdagangan adalah mencarikan pasar bagi tenaga kerja terampil. Kita ingin ekspor Indonesia tidak hanya barang, tetapi juga jasa,” ujar pria yang akrab disapa Busan di SMK Wisuda Karya.

Menurutnya, pemerintah memiliki 46 perwakilan perdagangan di berbagai negara yang dapat membantu membuka akses pasar bagi talenta muda Indonesia. Melalui jaringan tersebut, lulusan sekolah vokasi di Kudus berpeluang mendapatkan mitra kerja maupun pembeli jasa dari luar negeri.

Ia mencontohkan, pemerintah sebelumnya telah melakukan misi dagang ke Jerman yang menghasilkan kontrak kerja bagi sekitar 4 ribu tenaga kerja ahli Indonesia.

“Skemanya bisa melalui business matching dengan buyer di luar negeri. Kita punya perwakilan perdagangan di Tokyo dan Osaka yang bisa membantu mencarikan partner bagi sekolah-sekolah ini,” jelasnya.

Busan juga mengapresiasi program pendidikan vokasi yang dijalankan Djarum Foundation melalui sejumlah SMK di Kudus.Menurutnya, kualitas lulusan sekolah tersebut sudah siap bersaing di dunia kerja profesional.

“Saya melihat langsung tenaga kerja yang dihasilkan sangat terampil dan profesional. Mereka sudah siap masuk ke dunia kerja,” sebutnya.

Program Manajer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, mengatakan selama ini para siswa SMK binaan telah dibekali kemampuan sesuai standar industri.

Para siswa bahkan sudah terbiasa mengerjakan proyek untuk kebutuhan industri dalam dan luar negeri.Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah akses pasar bagi talenta muda tersebut.

- advertisement -

Tak Sampai Satu Jam, Ribuan Paket Sembako Murah di Jepara Ludes Terjual Jelang Lebaran 

0
Bupati Jepara saat hadir di lokasi Pasar Murah di Shopping Center Jepara (SCJ) pada Kamis, (12/3/2026). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA– Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar Pasar Murah di Shopping Center Jepara (SCJ) pada Kamis, (12/3/2026). 

Tidak sampai satu jam, ribuan paket sembako yang dijual dengan harga murah langsung ludes dibeli oleh masyarakat. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat beragam paket kebutuhan pokok mulai dari sembako, bumbu dapur, hingga kue kering yang dijual. 

Fitriana Hayati (40), Warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Jepara yang datang bersama ibunya, Munawaroh (66) mengaku senang dengan adanya kegiatan pasar murah.  

Hayati menyebutkan, satu paket sembako dijual dengan harga Rp65 ribu per paket. Untuk isinya, dua kilogram beras, gula dan telur masing-masing satu kilogram, serta minyak satu liter.  

“Tadi beli sembako murah, harganya Rp65 ribu sepaket, dapat enam paket tadi. Alhamdulillah, sangat membantu di Bulan Ramadhan, bisa buat cadangan di rumah,” ujarnya saat ditemui di SCJ Jepara. 

Ia berharap kegiatan tersebut bisa terus diadakan, tidak hanya menjelang Labaran, tapi bisa setiap bulan. 

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, kegiatan Pasar Murah diadakan dalam rangka untuk menekan inflasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran Idul Fitri. 

Wiwit menyebutkan, total terdapat 2.198 paket sembako yang dijual. Dari jumlah itu, sebanyak 675 paket dijual dengan sistem kupon yang ditujukan untuk penerima program PKH. Penyalurannya melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospermades). Sedangkan sisanya, 1.523 paket dijual untuk masyarakat umum. 

“Ini tadi ramai sekali, laris semua. Ada banyak kebutuhan pokok yang kita jual, kita berikan subsidi,” sebutnya. 

Wiwit melanjutkan, subsidi yang diberikan yaitu sebesar Rp25 ribu per paket. Di mana harga aslinya yaitu Rp90 ribu per paket. 

Selain kebutuhan pokok, subsidi pangan juga diberikan untuk bahan bumbu. Yaitu cabai merah sebanyak 50 kilogram dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram, yang seharusnya Rp50 ribu per kilogram. 

Kemudian cabai rawit, dijual dengan harga Rp45 ribu per kilogram dari yang seharusnya Rp65 ribu per kilogram. 

Bawang merah, Rp20 ribu per kilogram dari yang seharusnya Rp41 ribu per kilogram. Serta bawang putih Rp15 ribu per kilogram dari yang seharusnya Rp37 per kilogram. Masing-masing diberikan subsidi sebanyak 40 kilogram. 

Kegiatan pasar murah menurutnya akan terus diadakan selama harga kebutuhan pokok di pasar masih tinggi. 

“Kalau harganya masih tinggi, kita adakan terus sampai harganya bisa sesuai dengan standar,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono

- advertisement -

DPRD Kudus Soroti Minimarket Buka hingga Dini Hari, Satpol PP Diminta Tegakkan Perda

0
Anggota DPRD Kudus, Sayid Yunanta, Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Maraknya minimarket di Kabupaten Kudus yang masih beroperasi hingga dini hari mendapat sorotan DPRD Kudus. Padahal, aturan dalam peraturan daerah (Perda) telah membatasi, bahwa jam operasional toko modern hanya sampai pukul 22.00 WIB.

Anggota Komisi B DPRD Kudus, Sayid Yunanta meminta pemerintah daerah melalui Satpol PP untuk menegakkan aturan tersebut secara tegas. Menurutnya, ketentuan mengenai jam operasional minimarket sudah diatur dengan jelas dalam perda yang berlaku.

“Perdanya sudah jelas mengatur jam operasional minimarket sampai pukul 22.00 WIB. Tidak ada alasan karena situasi tertentu, termasuk menjelang Lebaran, lalu mereka membuka toko sampai melewati ketentuan,” ujar Sayid.

Ia mengaku masih menemukan sejumlah minimarket yang tetap beroperasi hingga larut malam bahkan sampai dini hari. Berdasarkan pantauannya, ada toko modern yang masih buka hingga sekitar pukul 03.30 WIB.

“Semalam saja saya lihat ada minimarket yang masih buka sampai sekitar setengah empat pagi. Ini jelas melanggar ketentuan yang ada di perda,” kata politikus PKS tersebut.

Menurut Sayid, pelanggaran jam operasional tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merugikan usaha kecil milik masyarakat. Ia menilai toko kelontong dan warung kecil sangat bergantung pada persaingan usaha yang sehat.

Baca juga: Pemkab Kudus Pasang Target Investasi Rp1,4T di 2026

“Kasihan toko-toko kecil milik masyarakat. Mereka sangat bergantung pada jam operasional yang wajar. Kalau minimarket buka hampir 24 jam, tentu sangat mempengaruhi usaha kecil di sekitarnya,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta Satpol PP bersama dinas terkait segera melakukan pengawasan di lapangan serta memberikan teguran kepada minimarket yang melanggar aturan.

“Satpol PP harus turun langsung untuk menegakkan perda. Jika ada yang melanggar, harus diberikan teguran dan pembinaan,” tegasnya.

Sebagai informasi, jam operasional toko modern diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan. Dalam aturan tersebut, minimarket pada hari Senin hingga Jumat diperbolehkan buka pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB, sedangkan pada Sabtu dan Minggu dapat beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.

Pada hari besar keagamaan dan libur nasional, minimarket diperbolehkan buka hingga pukul 24.00 WIB. Sementara operasional 24 jam hanya diperbolehkan bagi minimarket yang berada dalam bangunan yang terintegrasi dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, SPBU, dan terminal.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pesanan Jajanan Keciput Meningkat Tajam, Tri Food Jaya Produksi Hingga 50 Kg per Hari

0
Khikman Maulawi, Owner Toko Tri Food. Jaya Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, permintaan keciput di Toko Tri Food Jaya meningkat drastis. Bahkan peningkatan permintaan bisa sampai lima kali lipat dibandingkan dengan hari biasanya.

Pemilik toko, Khikman Maulawi mengatakan, momen lebaran kali ini menjadi ladang cuan atau panen permintaan jajanan khas lebaran, utamanya keciput. Menurutnya, jananan itu selalu ada di meja ketika momen lebaran tiba.

“Jadi untuk permintaan saat ini sudah meningkat tajam jika dibandingkan dengan hari biasanya. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu, ini agak sedikit menurun,” katanya saat ditemui di tokonya, Jalan Sunan Kudus No 117, Rabu (11/3/2026).

Biasanya, permintaan keciput dipesan di awal Ramadan, namun kali ini pesanan datang mulai banyak saat pertengahan Ramadan. Sehingga ia menilai, bahwa permintaan pesanan keciput tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

“Iya karena kondisi ekonomi secara global saat ini kan memang lagi tidak baik-baik saja. Itu yang mempengaruhi permintaan pesanan tak seperti tahun lalu. Meski kalau dibandingkan hari biasa ini meningkat sampai lima kali lipat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, momen seperti ini dia bisa memproduksi keciput jadi sampai 50 kilogram setiap hari. Hal itu meningkat dari hari biasanya yang sepekan hanya memproduksi dua kali saja.

Baca juga: Ramadan Bawa Berkah, Pesanan Produk Ecoprint Kudus Melejit hingga Tembus Pasar Malaysia

“Untuk keciput yang tersedai ada beragam macam rasa, mulai dari original, coklat, keju, pandan, dan jagung bakar. Sejauh ini rasa yang paling banyak diminati masih rasa original, kemudian keju dan pandan menjadi rasa yang diminati di tahun ini selain original,” jelasnya.

Dari sisi harga, Khikman mematok harga Rp88 ribu untuk original, sementara keciput rasa dibandrol dengan harga Rp92 ribu per kilogramnya. Untuk pembeli, sejauh ini menurutnya dari lokalan saja.

“Pernah produk kami sampai ke luar negeri, tapi pesanan dari warga Indonesia yang mempunyai kerabat yang bekerja di sana,” terangnya.

Ia menambahkan, peningkatan permintaan tahun ini hingga 500 kilogram jelang lebaran. Ia menyebut, jumlah itu naik dari biasanya yang hanya 100 kilo per bulan.

Selain Keciput, toko Tri Food Jaya juga menyediakan jajanan lainnya seperti widaran asin, kacang ayu, mete, aneka keripik, madu mongso, semprit, dan lain sebagainya.

“Untuk harga di toko mulai dari Rp5 ribu sampai Rp60 ribu, tergantung jenis jajanan dan ukurannya,” sebutnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ringankan Beban Orang Tua, Fraksi PDIP Kudus Usulkan Program Seragam Gratis Bagi Siswa

0
Masan, Ketua DPRD Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kudus mengusulkan program seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP sederajat di Kabupaten Kudus. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus meminimalisasi praktik pungutan liar dalam pengadaan seragam bagi siswa baru.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, usulan tersebut merupakan hasil rapat internal Fraksi PDI Perjuangan. Gagasan itu juga telah disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kudus tahun 2027.

Menurut Masan, kemampuan keuangan daerah dinilai masih memungkinkan untuk merealisasikan program tersebut. Dengan postur APBD Kudus yang ada saat ini, pemerintah daerah dinilai mampu mengalokasikan anggaran untuk program seragam sekolah gratis.

“Melihat postur APBD Kabupaten Kudus, kami menilai masih ada ruang untuk menggulirkan program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP sederajat,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar. Namun angka tersebut masih bersifat sementara dan perlu pembahasan lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Baca juga: DPRD Kudus Sepakat Perusahaan Bayar THR Lebih Awal, Penundaan Harus Transparan

“Tentu angka pastinya masih harus dihitung lebih detail. Tetapi program ini sangat penting untuk membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” jelasnya.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kudus, Muhammad Antono menambahkan, APBD harus digunakan sebagai instrumen keberpihakan kepada masyarakat kecil. Karena itu, program yang diusulkan sebaiknya benar-benar berdampak langsung bagi warga.

Menurutnya, pembelian seragam sekolah baru sering kali menjadi beban bagi keluarga kurang mampu. Dengan adanya program seragam gratis, hambatan finansial yang dialami sebagian orang tua dapat dikurangi.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Kudus. Anak-anak bisa bersekolah dengan lebih percaya diri tanpa harus terbebani biaya seragam.

“Jika usulan ini bisa direalisasikan, tentu menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap Tenaga Kerja

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di salah satu sekolah vokasi di Kudus pada Kamis (12/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Gunernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, dari sebanyak 1.529 sekolah vokasi yang ada di Jawa Tengah, sebanyak 90 persen lulusannya terserap tenaga kerja industri.

“Dari 10 persen yang belum terserap, karena belum cukup umur untuk melanjutkan kerja,” kata Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat dan SMK Wisudha Karya Kabupaten Kudus, pada Kamis (12/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melihat langsung berbagai kegiatan pembelajaran serta karya siswa di sejumlah bidang keahlian.

Di SMK Raden Umar Said, rombongan melihat langsung karya-karya animasi yang diciptkan oleh siswa tersebut. Di SMK NU Banat Kudus, rombongan menyaksikan karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk yang dikembangkan oleh para siswa. Sementara itu di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau kegiatan pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.

Menurut Luthfi, sekolah vokasi menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja. Ia menilai, keberagaman bidang keahlian di sekolah vokasi tersebut menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini merupakan bentuk (bukti) bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda kita di sekolah-sekolah vokasi di Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Baca juga: Minta Akses Jalan Segera Diperbaiki, Warga Cilibur Brebes Menaruh Harapan Kepada Ahmad Luthfi

Karenanya, pihaknya saat ini masih gencar-gencarnya mendorong sekolah vokasi, investasi padat karya, hingga memperbanyak Balai Latihan kerja (BLK) di kabupaten/kota di wilayahnya.

Salah seorang siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar mengaku, meskipun baru duduk di kelas XI, kemampuannya di bidang animasi sudah berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut.

Haidar berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi.

Sebab para siswa sudah dibiasakan mengerjakan proyek-proyek dari industri agar memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagaian karya siswa di sekolah tersebut sudah ada yang terjual ke Amerika dan Jepang. Para siswa tidak hanya didorong untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang bisa menjadi portofolio ketika mereka masuk dunia kerja.

Setali tiga uang, siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri mengatakan, para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk-produk kreatif, termasuk jasa animasi.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang bertugas membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Luncurkan Wakaf Sosial, Taj Yasin Ajak Perbankan Perkuat Kesejahteraan Warga Jateng

0
Wagub Jateng Taj Yasin saat menghadiri peluncuran program wakaf sosial yang diinisiasi Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa, di Kota Semarang, Rabu (11/3/2026) malam. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan gerakan wakaf sosial, sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran program wakaf sosial yang diinisiasi Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa, di Kota Semarang, Rabu (11/3/2026) malam.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin mengatakan, wakaf sosial merupakan terobosan untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Wakaf sosial ini diperuntukkan untuk kegiatan yang sifatnya keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, gerakan wakaf perlu terus diperluas agar menjadi sarana amal berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Baca juga: Wagub Jateng Dukung Penuh Penguatan Gizi dan Literasi Alquran untuk Santri

Pada hari yang sama, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapat sambutan positif, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Gus Yasin menilai, Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk mengembangkan gerakan filantropi Islam. Salah satunya melalui kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai menjadi rujukan di tingkat nasional.

Ia menyebut, selama sekitar satu dekade terakhir ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Keberhasilan pengelolaan zakat tersebut, lanjutnya, menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menekankan pentingnya memberi teladan dalam menggerakkan wakaf. Ia bahkan mengaku pada hari yang sama telah dua kali melakukan peluncuran QR wakaf sebagai bentuk ajakan nyata kepada masyarakat.

Karenanya, Ia juga mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk turut berpartisipasi dalam gerakan wakaf.

Baca juga: Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho mengatakan, peluncuran program wakaf sosial merupakan sinergi BI bersama Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga program utama, yakni wakaf air melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, wakaf renovasi masjid untuk meningkatkan kelayakan tempat ibadah, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jawa Tengah.

Melalui inisiatif tersebut diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang memadai.

Pada kesempatan itu, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan BI juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial, antara lain Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan yang disalurkan pada kesempatan tersebut mencapai Rp70 juta.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pemkab Kudus Buka Posko Aduan THR, Ini Lokasi dan Nomor Layanan

0
Kantor Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus.. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh para pekerja. Untuk memastikan hak tersebut benar-benar diterima sesuai ketentuan, Pemerintah Kabupaten Kudus membuka Posko Konsultasi THR bagi pekerja maupun perusahaan.

Posko tersebut disediakan sebagai wadah konsultasi sekaligus pengaduan jika terjadi permasalahan terkait pembayaran THR. Layanan ini dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan Disnaker Perinkop UKM Kudus, Agus Juanto mengatakan, posko layanan tersebut mulai dibuka sejak 4 Maret 2026. Sejak dibuka, sudah ada sejumlah pekerja maupun pihak perusahaan yang memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi.

“Posko sudah dibuka sejak Rabu, 4 Maret 2026. Beberapa pekerja maupun perusahaan sudah datang untuk menanyakan terkait aturan pembayaran THR,” ujar Agus.

Dia mengungkapkan, posko layanan ini berada di kantor Disnaker Perinkop UKM Kudus. Masyarakat yang ingin berkonsultasi dapat datang langsung untuk menyampaikan pertanyaan atau keluhan mengenai hak THR.

“Untuk jadwal layanan, posko tersebut buka pada hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Sementara pada hari Jumat, layanan dibuka mulai pukul 07.00 hingga 10.30 WIB,” bebernya.

Baca juga: Gubernur Jateng Pantau Langsung THR Perusahaan, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi Tepat Waktu

Selain layanan tatap muka, lanjut Agus, masyarakat juga dapat menyampaikan aduan atau konsultasi secara daring. Disnaker Kudus menyediakan layanan melalui WhatsApp di nomor 085875107141.

“Pekerja juga dapat memanfaatkan layanan resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan melalui laman poskothr.kemenaker.go.id untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikan aduan terkait THR,” ungkapnya.

Sebelum membuka posko tersebut, kata dia, Disnaker Kudus juga telah melakukan sosialisasi kepada pekerja dan pelaku usaha mengenai kewajiban pembayaran THR. Sosialisasi itu mengacu pada surat edaran resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

“Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa perusahaan wajib membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Besaran THR yang diberikan harus mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Agus berharap, keberadaan Posko THR dapat membantu pekerja yang mengalami kendala dalam menerima haknya. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi agar proses pembayaran THR berjalan sesuai aturan.

“Melalui posko ini, pekerja bisa melapor jika terjadi pelanggaran. Di sisi lain, perusahaan juga bisa berkonsultasi agar kewajiban pembayaran THR dapat dipenuhi dengan baik,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Minta Akses Jalan Segera Diperbaiki, Warga Cilibur Brebes Menaruh Harapan Kepada Ahmad Luthfi

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat ke lokasi longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Rabu (11/3/2026). Foto: Ist,

BETANEWS.ID, BREBES — Tinjauan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ke lokasi longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Rabu (11/3/2026), membangkitkan harapan warga setempat akan percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Sebab, longsor yang terjadi di desa tersebut mengakibatkan ruas jalan Cilibur–Langkap yang menjadi penghubung antardesa dan antarkecamatan terputus. Padahal, akses ini merupakan jalur utama yang digunakan untuk mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Harapan itu disampaikan oleh Subandi. Ia mewakili masyarakat sekitar berharap agar penanganan sementara segera dilakukan, sehingga longsor tidak meluas. Termasuk melalui upaya normalisasi Sungai Longkrang yang mengikis tebing.

“Sudah ada bangunan amal usaha kita (bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan) yang terbawa longsor, sedangkan di sebelahnya kami juga punya TK. Mohon bisa segera ditangani agar tidak meluas atau terancam longsor lagi,” ujar Subandi yang juga pengurus Amal Asaha Muhammadiyah ini.

Warga lain yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, menambahkan selain berdampak pada kegiatan belajar-mengajar dan bangunan sekolah yang hilang, longsor juga memutus jalur perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami berharap bisa menyelamatkan jalan yang sudah ada, karena ini jalur ekonomi masyarakat Desa Cilibur,” ujarnya.

Baca juga: Jateng Siap Sambut Jutaan Pemudik, Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat Diutamakan

Sementara itu Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman mengatakan, dampak longsor sangat dirasakan warga. Di antaranya dampak ekonomi, dampak akses pendidikan, sampai akses ke pusat pemerintahan, pertanian dan sebagainya.

“Ini semuanya terganggu. Dampaknya sangat terasa bagi masyarakat,” katanya.

Rohman berharap kedatangan Ahmad Luthfi dapat mengakselerasi perbaikan dan pembangunan akses jalan yang terputus tersebut, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian dan aktivitas warga lain segera pulih.

Ia menjelaskan, jalan tersebut menghubungkan antara Desa Cilibur dengan Desa Langkat, kemudian Desa Cilibur dengan Desa Adisana. Selain itu juga penghubung antarkecamatan yakni Kecamatan Paguyangan ke Bumiayu dan Paguyangan ke Sirampog.

“Sementara akses roda empat memutar ke arah kecamatan Sirampog di Desa Plompong. Roda dua bisa menggunakan akses jalan Kaligondok,” jelasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi longsor bersama Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan, upaya penanganan cepat sudah disiapkan. Baik terkait jalan maupun relokasi sekolah yang terdampak. Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi fokus utama dalam penanganan bencana tersebut.

“Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten nanti kita (provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa segera diintervensi,” kata Ahmad Luthfi saat memberikan arahan dalam rapat tindak lanjut penanganan longsor di Desa Cilibur.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Kelenteng Hok Tik Bio Pati Gelar Pasar Murah

0
Pasar murah yang digelar di Kelenteng Hok Tik Bio Pati pada Kamis (12/3/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemandangan menyejukkan terlihat di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Kamis (12/3/2026). Di tengah Ramadan, pihak kelenteng menunjukkan kepedulian nyata dengan menyelenggarakan pasar murah guna membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan Hari Raya Idulfitri.

Aksi tersebut menjadi potret hangat bagaimana semangat berbagi di Kabupaten Pati mampu melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan. Kehadiran pasar murah ini juga menjadi solusi bagi warga di tengah lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Sejak pagi, ratusan warga dari berbagai desa sudah memadati area kelenteng. Mereka rela antre cukup lama untuk membeli berbagai kebutuhan pokok hingga jajanan Lebaran dengan harga lebih terjangkau.

Beragam komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran. Misalnya gula yang di pasaran berkisar Rp18 ribu per kilogram, di pasar murah ini dijual Rp14 ribu. Minyak goreng kemasan 800 ml dijual Rp14 ribu, sirop Marjan dari Rp23 ribu menjadi Rp15 ribu, serta Richeese Nabati dari Rp25 ribu menjadi Rp18 ribu.

Ketua Kelenteng Hok Tik Bio, Eddy Siswanto, menjelaskan selama Ramadan ini pihaknya telah dua kali menggelar kegiatan serupa. Komoditas yang dijual pun hampir sama, yakni kebutuhan pokok serta jajanan khas Lebaran.

“Ini (pasar murah) yang kedua setelah yang pertama di Kelenteng Tjong Hok Bio (Desa Tluwah, Kecamatan Juwana). Di sini semua masyarakat kecil maupun besar bebas ikutan,” katanya.

Baca juga: Urai Lalin Simpang Bawen, Ruas Tol Bawen—Ambarawa Mulai Difungsikan 13 Maret

Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menyiapkan sekitar seribu kupon bagi warga yang ingin berbelanja. Melalui kupon tersebut, warga bebas memilih barang yang ingin dibeli sesuai kebutuhan.

“Kami menyediakan puluhan karton kebutuhan pokok dan jajanan lebaran. Kuponnya ada seribuan. Jadi supaya masyarakat sama-sama bisa ikut hari raya,” beber dia.

Eddy memastikan seluruh barang yang dijual memang dipatok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Selisih harga yang diberikan berkisar antara Rp3 ribu hingga Rp6 ribu per item.

“Ada barang yang kita rugikan Rp5 ribu, ada Rp6 ribu, tergantung dari harga barang tersebut,” ujar Eddy.

Salah satu warga, Wiwik, mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut. Dalam kesempatan itu, ia membeli sejumlah kebutuhan pokok hingga jajanan untuk persiapan puasa dan Lebaran.

“Pasar murah ini membantu sekali, apalagi untuk kebutuhan puasa. Tadi membeli minyak goreng, gula, egg roll, kue,” beber dia.

Menurutnya, harga barang yang dijual memang lebih murah dibandingkan harga di pasaran, dengan selisih mencapai beberapa ribu rupiah.

“Ya beda Rp3 ribuan lah dari pasaran. Ya, semoga (pasar murah) sering diadakan untuk bantu warga,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pokok Aman, Gubernur Ahmad Luthfi Kembali Pantau Pasar

0
ubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memantau kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Pasar Baru, Kabupaten Kudus, pada Kamis (12/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memantau kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Pasar Baru, Kabupaten Kudus, pada Kamis (12/3/2026).

Pemerintah memastikan harga tetap terkendali dan pasokan pangan aman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Didampingi pula oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, mereka menyusuri lorong-lorong pasar dan berhenti di beberapa lapak untuk menanyakan harga berbagai komoditas, mulai dari daging ayam, daging sapi, beras, minyak goreng, hingga telur kepada para pedagang.

“Harga dagingnya berapa, Bu?” tanya Mendag saat berdialog dengan salah satu pedagang.

“Alhamdulillah masih standar Rp140 ribu untuk daging kerbau dan sapi. Tapi saat ini sapi agak susah,” ujar Rina, salah satu pedagang.

Ia mengatakan harga komoditas daging mulai mengalami kenaikan sejak awal tahun. Walakin, para pedagang berharap pasokan tetap tersedia menjelang Lebaran.

Di salah satu lapak sayur, pedagang juga menyebut harga cabai rawit merah saat ini sekitar Rp30.000 per kilogram, sementara cabai rawit setan mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram.

Angka tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tertera dalam papan informasi stabilisasi harga di pasar. Dalam daftar tersebut, harga acuan cabai rawit merah berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

Baca juga: Redam Gejolak Harga, Pemprov Jateng Telah Gelar 333 Kali Gerakan Pangan Murah

Sementara itu, beberapa komoditas lain tercantum dalam daftar harga acuan pemerintah, antara lain beras premium Rp14.900/kg, beras medium Rp13.500/kg, beras SPHP Rp12.500/kg, minyak goreng Minyakita Rp15.700/liter, gula pasir Rp17.500/kg, serta telur ayam ras Rp30.000/kg.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemantauan pasar dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kecukupan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Pemantauan ini kami lakukan untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan tenang,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pemerintah memantau perkembangan harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau pergerakan harga di sekitar 550 titik pasar yang tersebar di lebih dari 500 kabupaten/kota.

“Melalui aplikasi itu kita bisa melihat perkembangan harga setiap hari. Ketika ada kenaikan harga, ada levelnya dan kita bisa langsung menentukan langkah intervensi,” ujarnya.

Meski demikian, menurut dia, pengecekan langsung ke pasar tetap penting dilakukan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang secara nyata di lapangan.

“Kita tetap turun langsung ke pasar supaya tahu kondisi sebenarnya, baik ketersediaan barang maupun perkembangan harganya,” kata Budi.

Ia menambahkan, kunjungan langsung ke pasar juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang.

“Kalau kita datang langsung ke pasar, secara psikologis juga membantu para pedagang untuk menjaga harga agar tetap terkendali,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional, agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Kita akan intervensi apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Penanganan Longsor Brebes

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (11/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, BREBES — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (11/3/2026).

Ia ingin memastikan penanganan dampak bencana di tempat tersebut berjalan cepat, sehingga tidak meluas ke pemukiman warga.

Dalam tinjauan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, dan Kepala Dinas Pendidikan Sadimin.

Sebagai informasi, longsor di daerah tersebut terjadi disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, sehingga mengakitkan debit sungai Longkrang meningkat pada 1 Maret 2026. Tak pelak, arus sungai menggerus tebing yang memicu kejenuhan tanah dan longsor.

Kejadian semakin parah saat hujan deras kembali mengguyur daerah tersebut pada 8 Maret 2026. Tebing sungai kembali tergerus air sehingga terjadi longsor yang menghilangkan badan jalan dan merobohkan bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Tidak ada korban jiwa dalam dua insiden tersebut.

Ahmad Luthfi sudah melihat langsung kondisi terkini titik longsor yang mengakibatkan jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan tersebut ambrol. Ia juga langsung menggelar rapat tindak lanjut penanganan di lokasi yang diikuti oleh seluruh stakeholder dan perwakilan masyarakat.

“Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa,” kata Luthfi saat memberikan arahan dalam rapat tindak lanjut penanganan longsor di Desa Cilibur.

Baca juga: Gubernur Jateng Pantau Langsung THR Perusahaan, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi Tepat Waktu

Dalam penanganan itu, Luthfi juga meminta mempercepat pembenahan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang terdampak bencana tersebut. Sebab, bencana itu berdampak pada bangunan kamar mandi roboh dan bangunan lain terancam roboh. Tak ayal, kegiatan belajar-mengajar dipindahkan ke tempat sementara di Gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah Desa Cilibur yang berjarak sekitar 200-300 meter dari titik longsor.

“Jadi anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera lapor ke dinas mengenai kurangnya apa. Meskipun SMP kewajiban bupati, nanti provinsi akan ikut bantu,” katanya.

Begitu halnya dengan rencana relokasi SMP Muhammadiyah 3 juga harus dilakukan dengan cepat, karena kegiatan belajar mengajar tidak bisa menunggu waktu. Karenanya, kegiatan sekolah harus tetap jalan.

Kepala DPUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, untuk penanganan jalan sudah ada dua alternatif. Pertama, merelokasi jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok. Kedua, tetap menggunakan jalan exsisting dengan membuat talud atau traping tebing sungai yang longsor.

“Untuk alternatif kedua, kita akan membongkar gedung paling depan guna membuka akses jalan, setelah itu tinggal menangani di tikungan jalan. Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib mengatakan, kegiatan belajar mengajar saat ini berjalan normal. Untuk sementara menggunakan gedung Madrasah Diniyah milik Muhammadiyah, sekitar 200 meter dari lokasi.

“Jumlah siswa kami ada 108 siswa. Kegiatan belajar masih berlangsung dengan baik,” katanya.

Terkait rencana relokasi SMP Muhammadiyah 3, pihak sekolah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sudah mencari tempat alternatif. Lokasi tersebut sudah didiskusikan dengan ketua ranting Muhammadiyah, tinggal dilakukan pengecekan oleh dinas terkait.

“Sudah mengajukan laporan ke dinas dan memang harus direlokasi. Tempat sudah diskusi dengan ketua ranting, tinggal pengecekan,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -