BETANEWS.ID, JEPARA– Kepolisian Resor (Polres) Jepara memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merk menjelang pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) Candi 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto menyebutkan, terdapat sekitar 2.920 botol miras berbagai merk dan 2.375 liter yang merupakan hasil penindakan melalui berbagai operasi dan kegiatan penegakan hukum yang dimusnahkan.
Dengan adanya pengungkapan dan pemusnahan beragam barang bukti tersebut, AKBP Hadi berharap agar masyarakat bisa menghindari hal-hal negatif yang bisa merusak diri atau orang lain.
“Ini masih dalam momen bulan puasa Ramadan. Mari kita jaga kondusifitas sampai lebaran Idulfitri dan seterusnya. Mari menghormati bulan suci ini,” katanya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Halaman Mapolres Jepara, Kamis (12/3/2026).
AKBP Hadi melanjutkan, pemusnahan itu bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan pesan tegas bahwa pemerintah hadir untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Baca juga: Tak Sampai Satu Jam, Ribuan Paket Sembako Murah di Jepara Ludes Terjual Jelang LebaranÂ
Sebab miras illegal merupakan hal yang melanggar aturan dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta membahayakan keselamatan masyarakat.
Peredaran minuman keras ilegal disebut sebagai salah satu pemicu utama berbagai tindak kriminal di masyarakat, seperti kekerasan, perkelahian, hingga kecelakaan lalu lintas.
“Polres Jepara tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras ilegal di wilayah Kabupaten Jepara Siapa pun yang mencoba menjual, mengedarkan, atau memproduksi miras ilegal akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Untuk itu ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya. Warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan peredaran miras atau aktivitas mencurigakan.
Polres Jepara menurutnya berkomitmen untuk terus menekan peredaran miras serta penyakit masyarakat lainnya demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Editor: Kholistiono

