Beranda blog Halaman 36

Rasanya Nampol, BoomieLicious Diburu Anak Muda Kudus

0
Boomielicious lapangan Gribig tepatnya di Kecamatan Gebog, Kudus. Foto: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Siang itu, Di samping lapangan Gribig tepatnya di Kecamatan Gebog, Kudus, tampak kedai berwarna merah bertuliskan BoomieLicious. Di dalamnya terlihat seorang pria ber baju hitam tengah sibuk melayani pembeli. Ia adakah Nor Jamaah (30), pemilik BoomieLicious.

Dengan cekatan ia membuat pesanan pelanggan, memotong tahu walik menjadi dua bagian dan menggoreng hingga matang. Tak hanya itu, ia juga merebus mie level dan menghaluskan beberapa cabai untuk ditaburkan di atas mie.

Baca juga: Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari

Setelah melayani pelanggan, pria yang akrab disapa Nor itu bersedia berbagi cerita tentang usahanya. Berawal dari iseng-iseng karena melihat prospek penjualan kuliner, ia kemudian tertarik membuka usah sendiri. 

“Awal mula sebenarnya tidak ada ketertarikan ya, hanya otodidak saja iseng-iseng. Karena melihat prospek penjualan orang-orang meningkat jadi mencoba terjun ke bisnis kuliner,” ungkap pria asal Prambatan Lor, RT 04 RW 01, Kaliwungu, Kudus itu.

Kedai Boomielicious menjual aneka makanan hits anak muda, di antaranya mie level, tahu walik, tahu geprek, pisang gemuk, aneka es seperti es teh telang, es teh jasmine, es teh lemon serta aneka jajanan dan minuman siap saji lainnya. Mie yang ia jual mulai dari level 1 hingga 10, menjadi best seller di kedai ini.

“Di kedai kami menjual beberapa menu makanan dan minuman dengan harga yang bervariatif. Mie level mulai dari Rp4 ribu, tahu geprek Rp5 ribu, tahu walik Rp5 ribu dan aneka Es mulai dari Rp3 ribuan saja,” bebernya saat ditenui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kisah Sri, Penjual Tahu Uap yang Sukses Buka Tiga Cabang di Kudus

Dalam sehari, Nor mampu menghabiskan adonan tahu walik sebanyak 60 pcs, tahu geprek 35 pcs, dan mie bisa menghabiskan lebih dari satu kardus. Dengan banyaknya varian rasa bumbu seperti balado, jagung manis, boncabe, balado pedas dan barbeque, ia mambu meraup omzet sekitar Rp400 ribu per hari.

“Tantangannya adalah hujan, karna kita lokkasinya di dekat lapangan. Kalau hujan pasti pelanggan sepi. Semoga bisnis kuliner indonesia semakin maju, meskipun ekonomi sedang menurun untuk semua orang, tapi harus tetap berusaha dan semangat,” tambahnya.

Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari

0
Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri, di Jalan Sentot Prawirodirjo, Getas Pejaten, Jati, Kudus. Foto: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Sebuah warung di seberang Jalan Sentot Prawirodirjo, Getas Pejaten, Jati, Kudus terlihat selalu ramai pembeli. Warung tersebut tak lain adalah Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri, milik Riki Noor Setiyawan (27).

Di tengah kesibukannya, pria asli Wonogiri yang akrab disapa Riki itu sudi berbagi cerita tentang warungnya. Ia menjelaskan, bahwa warungnya sudah dirintis sejak tahun 2018.

Riki mengaku, awalnya ia memulai bisnis ini bersama sang ayah. Dan inspirasi itu datang semenjak ayahnya bekerja di tempat pembuatan bakso. Dari sana, ia mempelajari seni mengolah bahan-bahan segar menjadi mie dan bakso.

Baca juga: Kisah Sri, Penjual Tahu Uap yang Sukses Buka Tiga Cabang di Kudus

“Bakso kami buat sendiri dari daging sapi segar. Dagingnya digiling di pasar, lalu diolah di warung. Untuk mie, kami juga meraciknya dengan rempah-rempah yang menjadi ciri khas kami,” ungkap Riki.

Tak heran, sajian andalan seperti Mie Yamin dan Mie Bakso selalu menjadi incaran para pelanggan. Dengan harga yang ramah di kantong, mulai dari Rp10.000 untuk mie ayam dan Rp15.000 untuk mie bakso, warung ini mampu menjual hingga 250 porsi setiap hari.

Jika dibandingkan dengan mie ayam dan bakso lain, Riki yakin bahwa cita rasa rempah-rempah yang ia gunakan menjadi pembeda utama.

“Saya sudah keliling mencoba banyak tempat, tapi menurut saya, rasa kami punya keunikan tersendiri,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Bukan hanya masyarakat Kudus yang menjadi pelanggan setia warung Riki. Pembeli dari luar kota seperti Jepara dan Pati juga kerap mampir untuk menikmati hidangan khas Wonogiri itu.

“Saya belajar resep dari bapak, dan kami mulai merintis usaha ini di sini. Awalnya cukup sulit untuk mempromosikan warung dan menarik pelanggan, tapi lama-lama mulai banyak yang datang,” ungkapnya.

Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

Meski punya banyak pelanggan, warung yang buka setiap hari mulai pukul 10.30 hingga 22.00 itu belum memiliki cabang. Tapi Riki memiliki harapan besar untuk bisa memperluas pasar Mie Ayam & Bakso Pak Dhe Wonogiri.

“Semoga ke depan bisa buka cabang di tempat lain, supaya lebih banyak orang yang bisa menikmati mie ayam dan bakso ini,” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Fasilitas Kesehatan di Jateng Siap Layani Pemudik, Taj Yasin Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit

0
Wagub Jateng Taj Yasin saat meninjau pelaksanaan Layanan Masyarakat Menyambut Mudik Lebaran 2026 di Terminal Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (12/3/2026).. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen meminta kepada pengemudi yang hendak melakukan perjalanan mudik lebaran, agar memastikan kesehatannya dalam kondisi fit.

“Kesehatan harus dipastikan aman, karena perjalanan jauh. Jadi kesehatan harus dilakukan pengecekan,” kata Taj Yasin saat meninjau pelaksanaan Layanan Masyarakat Menyambut Mudik Lebaran 2026 di Terminal Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (12/3/2026).

Untuk mendukung layanan kesehatan di Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026, pemerintah menyiapkan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, kondisi kesehatan pemudik harus dipastikan aman, karena menempuh perjalanan jauh. Bisa jadi fisik yang kelelahan akan mengalami penurunan energinya. Sehingga diperlukan pengecekan kesehatan.

Karenenya, Pemprov Jateng juga telah melakukan pengecekan kesehatan para pengemudi maupun kru bus di sejumlah terminal.

“Kita ingin memastikan bahwa mereka mengendarai dengan keadaan yang fit, sehat, dan punya kemampuan yang bagus. Sehingga semoga tidak ada kejadian luar biasa dalam perjalanan,” lanjutnya.

Gus Yasin menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para pemudik. Menurutnya, Jateng sudah siap 100 % menyambut pemudik, mulai dari fasilitas umumnya termasuk kolaborasi dengan BUMN, PLN, dan Pertamina.

“Kalau datang ke Jawa Tengah Insya Allah tercukupi, nggak usah panik. Sebagaimana sudah diinstruksikan oleh Pak Gubernur bahwa kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk para pemudik,” katanya.

Baca juga: Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi, Siap Berfungsi Layani Pemudik

Pengemudi bus PO Gunung Mulia, Via mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di Terminal Sukoharjo.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan akan membantunya untuk mengetahui kondisi kesehatan. Dalam kegiatan itu, Via sudah melakukan cek gula darah dan tensi. Hasilnya, tensi darah dalam batas normal. Namun, gula darah harus diturunkan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng siap menyambut kedatangan jutaan pemudik yang akan masuk di wilayahnya.

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Luthfi.

Luthfi mengatakan, tingginya jumlah pemudik tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Karenanya, posko mudik yang didirikan akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Luthfi mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Para pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.

Pada momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Upaya Merawat Budaya, Pemprov Jateng Dukung Penuh Perayaan Cap Go Meh Tingkat Provinsi

0
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto menyatakan akan menyelenggarakan Perayaan Cap Go Meh 2026 tingkat provinsi di daerah Manyaran, Kota Semarang pada 15 Maret 2026.

Hal itu disampaikan saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semaranf pada Jumat (13/3/2026)

Dikatan dia, perayaan Cap Go Meh kali ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas komunitas serta simbol persatuan masyarakat.

“Kami mengundang seluruh pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma se-Jawa Tengah, serta paguyuban suku marga Tionghoa di Jawa Tengah. Harapannya, acara ini menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung semangat harmoni kebudayaan nusantara, sekaligus mempererat hubungan antar komunitas keagamaan dan budaya di Jawa Tengah.

Selain itu, Gema Sadhana juga berharap kehadiran Gubernur Jawa Tengah dalam kegiatan tersebut, mengingat perayaan Cap Go Meh ini untuk pertama kalinya diselenggarakan pada tingkat provinsi oleh organisasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan kesiapannya untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Baca juga: Perbaikan Jalan Pasca Banjir Selesai, Jalur Semarang-Godong Kembali Normal

“Oke, saya datang. Apalagi yang perlu kita dukung?,” kata Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Gema Sadhana juga menyampaikan sejumlah potensi budaya yang dapat dikembangkan di Jawa Tengah, salah satunya keberadaan kelenteng bersejarah di Welahan, Kabupaten Jepara.

Kelenteng tersebut disebut telah berdiri sekitar 400 tahun dan dikenal sebagai tempat pengobatan tradisional. Menurut cerita masyarakat, RA Kartini saat kecil pernah sakit dan sembuh setelah berobat di kelenteng tersebut.

Mendengar aspirasi itu, Gubernur Luthfi meminta Gema Sadhana agar menyampaikan kepada Bupati Jepara supaya segera diusulkan sebagai cagar budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, pihaknya mendukung dan akan terus mendorong penguatan kegiatan budaya lintas komunitas di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan berbagai perkumpulan aliran kepercayaan juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dapat dioptimalkan, karenanya perlu dirawat dan dilestarikan.

“Kita kan ada perkumpulan aliran kepercayaan. Ke depan akan kami optimalkan dari sisi kebudayaan. Kalau bisa berkelanjutan, kegiatan seperti ini dapat dimasukkan dalam agenda tahunan,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

PT Djarum Masih Butuh Hingga 2 Ribu Tenaga Kerja Borong di Kudus

0
Sejumlah pekerja pabrik Djarum saat melakukan aktivitas. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan rokok nasional PT Djarum masih membuka peluang kerja bagi masyarakat di Kabupaten Kudus. Hingga saat ini perusahaan tersebut masih membutuhkan ribuan tenaga kerja borongan untuk mendukung kegiatan produksi.

Manajer Produksi PT Djarum, Chanif mengatakan, kebutuhan tenaga kerja borong tahun ini masih cukup besar meski tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Rekrutmen tersebut terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di unit produksi.

“Untuk sementara lowongan masih dibuka, khususnya untuk karyawan borong. Kebutuhannya memang tidak seperti tahun sebelumnya, tapi masih cukup banyak,” ujar Chanif di Brak Djarum Tanjungkarang 2 Kudus belum lama ini.

Ia menyebutkan, secara estimasi perusahaan masih membutuhkan sekitar seribu hingga 2 ribu tenaga kerja borongan di wilayah Kudus. Jumlah tersebut masih bisa berubah menyesuaikan perkembangan produksi di pabrik.

“Perkiraannya sekitar seribu sampai dua ribu orang masih dibutuhkan untuk wilayah Kudus saja,” bebernya.

Selain di Kudus, lanjut Chanif, PT Djarum juga membuka kesempatan kerja di sejumlah daerah lain. Beberapa unit produksi perusahaan yang berada di luar kota juga masih membuka perekrutan tenaga kerja baru.

Baca juga: PT Djarum Mulai Libatkan Tenaga Borong Laki-Laki

“Kalau di luar Kudus kebutuhannya malah lebih besar. Kita juga membuka lowongan di beberapa daerah seperti Rembang dan wilayah Solo Raya,” tambah Chanif.

Untuk persyaratan melamar kerja, Chanif menjelaskan bahwa ketentuannya relatif sederhana. Pelamar cukup memenuhi syarat usia minimal serta melengkapi dokumen administrasi dasar.

“Persyaratannya secara umum saja. Minimal usia 18 tahun, kemudian membawa fotokopi ijazah, KTP, dan surat lamaran kerja,” katanya.

Ia menuturkan, bagi masyarakat yang berminat melamar kerja tidak perlu datang ke kantor pusat perusahaan. Pelamar cukup mendatangi pabrik PT Djarum yang berada paling dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kalau masyarakat sekitar ingin melamar, cukup datang ke pabrik terdekat saja. Tidak perlu ke kantor pusat,” ujarnya.

Terkait batas usia, Chanif menyebutkan untuk pelamar laki-laki maksimal berusia 30 tahun. Sementara untuk perempuan yang melamar di bagian linting atau giling, usia maksimal dapat mencapai 40 tahun.

“Nanti penempatannya biasanya sesuai lokasi pabrik tempat pelamar mengajukan lamaran,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Syahdunya Bukber di Hutan Pinus Pijar Park Bersama Ratusan Anak Yatim

0
Buka bersama dengan anak yatim di lokasi wisata Pijarpark, Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana hutan pinus yang sejuk dan rindang di Pijar Park terasa berbeda pada Jumat (13/3/2026) sore. Di antara deretan pohon pinus yang menjulang, ratusan anak yatim piatu berkumpul mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar pengelola wanawisata tersebut.

Menjelang waktu berbuka, anak-anak duduk berkelompok di area hutan pinus sambil menikmati suasana alam yang tenang. Tawa dan obrolan ringan terdengar di sela-sela kegiatan, menciptakan nuansa hangat di tengah udara pegunungan yang sejuk.

Dalam kegiatan bertajuk Berkah Ramadan itu, pengelola Pijar Park memberikan santunan kepada sekitar 120 anak yatim piatu yang berasal dari beberapa desa di Kabupaten Kudus. Acara ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus ajang berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Perwakilan panitia Pijar Park, Jhany Feronica, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun selama bulan Ramadan. Santunan diberikan kepada anak-anak yatim dari enam desa di wilayah Kecamatan Dawe dan Gebog.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim di sekitar Pijar Park. Setiap tahun kami berusaha berbagi agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan menjelang lebaran,” ujar Jhany selepas acara.

Baca juga: Kolaborasi RS KSH dan PWI, Takjil Ramadan Dibagikan untuk Pengguna Jalan

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Setelah itu kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon keberkahan di bulan Ramadan.

Jhany menambahkan, selama ini Pijar Park dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim liburan. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

“Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan meningkatkan kepedulian kepada sesama. Kami berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi anak-anak yatim sekaligus menjadi keberkahan bagi Pijar Park,” tambahnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Selain memberi dampak sosial, kegiatan itu diharapkan ikut mendorong semakin banyak wisatawan berkunjung Pijar Park.

Salah satu penerima santunan, Muhammad Haikal, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan buka puasa bersama tersebut. Ia mengatakan bantuan yang diterimanya bisa digunakan untuk menambah kebutuhan menjelang lebaran.

“Alhamdulillah senang, bisa buat tambah kebutuhan sebelum lebaran,” ujar Haikal dengan wajah semringah.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Mudik Lebaran, Pertamina Bakal Siapkan Motoris BBM hingga SPBU Siaga 24 Jam

0
Pertamina memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap aman selama arus mudik Lebaran. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah layanan tambahan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama arus mudik Lebaran. Layanan tersebut disiapkan guna memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi selama perjalanan.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, berbagai layanan disiagakan di sejumlah titik jalur mudik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Salah satu layanan yang disiapkan adalah Pertamina Delivery Service 135. Melalui layanan ini, pengendara yang kehabisan bahan bakar di perjalanan dapat meminta pengantaran BBM (Bahan Bakar Minyak),” ujar Taufiq di Kudus belum lama ini..

Taufiq menjelaskan, layanan tersebut didukung oleh petugas motoris yang siap mengantarkan BBM ke lokasi pemudik. Untuk wilayah Muria Raya, Pertamina menyiapkan puluhan unit motoris yang dapat diakses melalui call center 135.

“Untuk wilayah Muria Raya kami menyiapkan 94 unit motoris Pertamina Delivery Service yang bisa diakses melalui call center 135,” bebernya.

Baca juga: Dikepung Rob Bertahun-Tahun, Warga Demak Lega Usai Dikunjungi Taj Yasin

Selain layanan motoris, lanjut Taufiq, Pertamina juga menyiagakan sejumlah SPBU di jalur mudik. SPBU tersebut disiapkan untuk melayani kebutuhan bahan bakar para pemudik selama perjalanan.

“Di wilayah Muria Raya, tercatat ada 40 SPBU di jalur non tol yang akan beroperasi selama 24 jam. SPBU tersebut diharapkan dapat memudahkan pemudik mendapatkan bahan bakar kapan saja,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Pertamina juga menyiapkan tiga unit mobile storage atau kantong BBM di wilayah tersebut. Fasilitas ini berfungsi untuk memangkas jarak distribusi dan mempercepat suplai BBM ke SPBU.

Menurut Taufiq, keberadaan mobile storage juga menjadi langkah antisipasi jika terjadi kendala distribusi. Misalnya ketika terjadi kemacetan panjang atau gangguan akses jalan seperti longsor.

“Selain itu, Pertamina turut menyiagakan ratusan agen dan pangkalan elpiji agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama libur Lebaran. Ada sekitar 100 agen dan 500 pangkalan elpiji siaga yang tetap buka dan tidak libur meski lebaran atau tanggal merah,” imbuhnya..

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Sahur on The Road, Chandra Susuri Jalanan Pati Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Warga

0
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberikan bantuan sembako kepada pengayuh becak dalam kegiatan Sahur on The Road. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Suasana dini hari di jalanan Kabupaten Pati tampak berbeda dari biasanya. Di tengah sunyinya malam Ramadan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, turun langsung ke jalanan untuk menyapa warga melalui aksi Sahur on the Road pada Sabtu (14/3/2026).

Tak sekadar berkeliling, Risma Ardhi Chandra juga memboyong ratusan paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah. Mulai dari petugas kebersihan, pengayuh becak, pedagang, kuli panggul, tukang ojek hingga warga yang sedang melintas.

Sejumlah titik, mulai dari area Jalan Jendral Sudirman, kawasan Pasar Puri, Pasar Gowangsan dan titik lainnya menjadi sasaran untuk membagikan paket sembako tersebut. Tampak satu persatu bingkisan itu diserahkan langsung oleh Chandra kepada warga.

Menurut Chandra, kegiatan ini merupakan wujud empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Kolaborasi RS KSH dan PWI, Takjil Ramadan Dibagikan untuk Pengguna Jalan

“Kita bagikan sembako dari BAZNAS untuk teman-teman kaum dhuafa, tukang becak, penyapu jalanan, dan masyarakat Kabupaten Pati yang kurang mampu. Kita laksanakan langsung sebelum sahur sampai nanti menjelang pagi,” ujarnya.

Chandra menyampaikan, melalui hal-hal seperti itu, pihaknya ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah dan rahmat ini. Meski sederhana, dirinya berharap paket sembako yang dibagikan itu bisa menjadi penyemangat warga untuk menjalankan ibadah puasa dan menyambut Lebaran yang tinggal sepekan lagi.

Selain misi kemanusiaan, aksi Sahur on the Road ini, juga dimanfaatkan untuk memantau langsung kondisi lapangan. Chandra ingin memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Pati tetap kondusif selama bulan suci.

Kehadiran Chandra di jalanan tersebut membawa kejutan manis bagi warga. Sudar, salah satu tukang ojek mengaku kaget sekaligus bersyukur.

“Kaget tadi ada mobil berhenti, ternyata Pak Chandra yang turun. Alhamdulillah dapat sembako. Ini sangat membantu kami, apalagi sudah dekat Lebaran juga,” kata Sudar.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Gerai KDMP di Jepara Baru 12 yang Terbangun, Faktor Lahan Masih Jadi Kendala

0
Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA – Dari 195 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Jepara, baru 12 desa yang sudah memiliki Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

WS Pasi Intel, Kodim 0719/Jepara, Letda Inf Devi Norma mengatakan, pembangunan Gerai KDKMP di Jepara saat ini sudah menyasar 117 titik di desa dan kelurahan.

“Dari 117 titik, 12 titik saat ini progressnya sudah selesai 100 persen,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (14/3/2026).

Adapun 12 titik pembangunan Gerai KDKMP yang sudah selesai, yaitu Gerai KDKMP di Desa Karanganyar, Kalipucang Kulon, dan Bugo (Kecamatan Welahan), Desa Gelang (Kecamatan Keling),Desa Daren dan Bendanpete (Kecamatan Nalumsari), Desa Jerukwangi (Kecamatan Bangsri) Desa Buaran dan Jebol (Kecamatan Mayong) Desa Balong dan Dermolo (Kecamatan Kembang) serta Desa Somosari (Kecamatan Batealit).

Sehingga total terdapat 105 titik yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Untuk progressnya, Letda Devi mengungkapkan bervariasi, sebab pembangunan tidak berlangsung serentak.

Groundbreaking atau pelatakan baru pertama pembangunan Gerai KDKMP dilakukan pada Bulan Oktober 2025 lalu.

“Progressnya bervariasi, ada tiga titik yang saat ini baru mulai pondasi awal,” ungkapnya.

Kemudian untuk 78 desa/kelurahan lainnya, Letda Devi mengatakan, saat ini belum bisa dilakukan pembangunan karena masih terkendala status lahan.

Baca juga: Selesai Dibangun, Kampung Nelayan Merah Putih di Jepara Diusulkan Punya SPBN

Luas lahan yang harus disediakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) yaitu 1.000 meter persegi, dengan luas bangunan 20×30 meter persegi.

Di Kabupaten Jepara, rata-rata desa yang belum memiliki Gerai KDKMP sebenarnya memiliki lahan kosong. Namun, lahan tersebut berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan Lahan Baku Sawah (LBS).

Serta ada juga yang status lahan kosongnya milik Perhutani, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

“Terkait kendala status lahan, saat ini sedang dalam proses pengajuan ijin,” katanya.

Anggaran yang disediakan untuk masing-masing KDKMP Letda Devi menyebutkan yaitu sebesar Rp3 miliar. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan Gerai serta seluruh kelengkapannya.

Sebab nantinya, masing-masing KDMP akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Termasuk salah satunya mobil operasional.

“Dari 12 titik yang sudah terbangun, saat ini belum ada yang beroperasi, karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Perbaikan Jalan Pasca Banjir Selesai, Jalur Semarang-Godong Kembali Normal

0
Pengoperasian kembali jalur Semarang-Godong ditandai dengan pembukaan blokade jalan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (13/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, GROBOGAN — Perbaikan ruas jalan Semarang-Godong dan tanggul sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, akhirnya tuntas. Ruas jalan tersebut sudah kembali dioperasikan tepat sepekan sebelumnya lebaran.

Pengoperasian kembali jalur tersebut ditandai dengan pembukaan blokade jalan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (13/3/2026). Pembukaan kembali jalur tersebut sontak disambut dengan riang gembira oleh masyarakat setempat dan pengguna jalan.

“Alhamdulillah sudah jadi, sudah lancar. Tidak perlu berputar jauh lagi,” ujar seorang pengendara sepeda motor yang melintas di depan Ahmad Luthfi tepat setelah pembukaan jalan.

Sementara itu, warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, yang terdampak langsung akibat tanggul jebol pada 15 Februari 2026 lalu itu menyambut antusias pembukaan operasional jalan dan tanggul sungai. Sejak pagi mereka sudah berkerumun di lokasi ketika mendengar kabar Gubernur Ahmad Luthfi akan meninjau, sekaligus membuka secara resmi ruas jalan Semarang-Godong tersebut.

Antusiasme itu meledak ketika Ahmad Luthfi beserta rombongan tiba di lokasi. Sapaan hangat dan ucapan terima kasih seraya terucap dari para warga.

Salah seorang warga Tinanding, Yanti merasa lega dengan diselesaikannya perbaikan tanggul dan jalan di lokasi tersebut.

“Ayem, makplong (Tenang, lega). Tidak takut banjir lagi. Kemarin pas jebol itu airnya langsung masuk ke desa, ke rumah-rumah,” ujarnya sembari menceritakan sedikit kejadian waktu tanggul jebol.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Penanganan Longsor Brebes

Melihat warga yang setia menunggu dan menyapa dengan penuh kehangatan, Ahmad Luthfi langsung menghampiri. Saat itu juga suasana pecah. Ada warga yang histeris sembari mengucapkan terima kasih, ada juga yang histeris sampai meneteskan air mata.

Luthfi pun mencoba menenangkan dengan sedikit melontarkan candaan bahkan memeluk warga dan berfoto bersama.

“Seneng napa mboten? (Senang apa tidak?) Semoga tidak banjir lagi. Selamat berpuasa, sebentar lagi lebaran, semoga sejahtera semuanya,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengatakan, ruas jalan Semarang-Godong tersebut sangat penting, karena menjadi jalur utama penghubung perekonomian, logistik, dan pergerakan masyarakat. Selama terputus, masyarakat harus mengambil jalan memutar yang sangat jauh.

“Ini menghubungkan Semarang, Demak, Purwodadi. Jadi sangat penting sekali, makanya kemarin saya minta harus cepat selesai. Targetnya, H-7 lebaran selesai dan ternyata bisa selesai,” jelasnya.

Selain operasional jalan, pada kesempatan itu Luthfi juga berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Demak serta stakeholder terkait agar melakukan perawatan, terutama terkait tanggul sungai. Misalnya dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.

“Rawat tanggulnya, tanami pohon, di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi, Siap Berfungsi Layani Pemudik

0
Gubenur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat meninjau Pos Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). Foto: ISt

BETANEWS.ID, SEMARANG — Posko Terpadu Lebaran 2026 Provinsi Jawa Tengah resmi beroperasi pada 13-30 Maret 2026. Keberadaan posko tersebut siap difungsikan untuk melayani pemudik maupun masyarakat yang ada di provinsi ini.

“Posko Terpadu termasuk Pos Pengamanan dan Pelayanan itu sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Gubenur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat memberikan arahan dan membuka Pos Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).

Sebab, Pos Terpadu tersebut memiliki peran sebagai pusat komando koordinasi seluruh posko di Jawa Tengah, mulai dari penanganan darurat di jalan seperti kemacetan, pemudik sakit, kendaraan mogok, kecelakaan, pengolahan dan validasi data untuk pengambilan keputusan cepat, hingga sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.

Luthfi menandaskan, Pos terpadu berikut pos-pos lainnya harus siaga dan memonitor wilayah selama 24 jam. Tidak hanya jalur mudik dan pergerakan orang atau barang, tetapi juga daerah-daerah tertentu yang memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.

Walakin, Luthfi juga meminta kepada pegawai yang nanti akan bertugas di pos-pos tersebut juga harus menjaga kesehatannya, supaya bisa melayani dengan baik.

“Jadi Sebelum memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik, petugas yang di pos harus aman dan nyaman dulu,” jelasnya.

Baca juga: Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pokok Aman, Gubernur Ahmad Luthfi Kembali Pantau Pasar

Sementara itu, berdasarkan evaluasi mudik 2025 lalu, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada pelayanan mudik tahun ini, seperti penambahan kantong parkir dan toilet di rest area tol, penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan rambu portabel di jalur alternatif, serta perluasan dan sosialisasi aplikasi pemantau arus.

Terkait penerangan jalan umum, Luthfi mengingatkan kepada petugas yang berada di jalur Selatan-Selatan agar waspada. Sebab, di sana penerangan jalan masih minim, sehingga diperlukan penambahan rambu penunjang.

Luthfi juga meminta untuk terus memantau seluruh objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, hingga destinasi wisata. Ia mengingatkan kepada seluruh petugas agar memastikan dengan benar tempat-tempat tersebut aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko mengatakan, prediksi jumlah pemudik yang akan ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Naik sekitar 30% dari tahun sebelumnya yang hanya 13 juta orang.

Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi tanggal 13-30 Maret 2026 selama 24 jam dengan tiga pembagian shift petugas. Personel yang ada di posko terpadu terdiri dari pegawai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, kemudian ada Basarnas, Jasa Marga, BMKG, dan lainnya.

“Jawa Tengah juga memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan. Jumlahnya lebih dari 350 orang, dan ini kita aktifkan mereka menjadi ujung tombak di titik-titik yang jauh dari pantauan,” katanya.

Guna pemantauan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan juga telah memasang 10 titik CCTV yang bisa dipantau 24 jam. CCTV yang ada itu juga dihubungkan dengan CCTV yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota.

“Pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten/kota tujuan sebelum mudik,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Momen Hangat Ahmad Luthfi Buka Bersama Anak-anak Panti, Ajak Berlebaran di Kantor Gubernur

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyapa anak-anak di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Woro Wiloso, Kota Salatiga pada Jumat (13/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SALATIGA — Perlahan, matahari mulai bergeser ke ujung barat Kota Salatiga, senja mulai mendekati cakrawala kelam, jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB lebih.

Walakin, pemandangan senja di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Woro Wiloso, Kota Salatiga pada Jumat (13/3/2026) nampak berbeda. Senja itu diwarnai keceriaan anak-anak yang terlihat pada air muka mereka.

Persiapan berbuka puasa mereka juga tidak seperti hari biasanya. Lantaran, sore itu mereka ditemani langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi memang sengaja datang ke salah satu panti pelayanan sosial yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut. Sambutan dari 130 anak yang tinggal di sana pun sangat hangat dan penuh keceriaan. Seperti yang diharapkan oleh orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Sembari menunggu buka, Ahmad Luthfi sempat memberikan pesan untuk melecut semangat anak-anak, supaya berani bermimpi dan mewujudkannya melalui usaha, kerja keras, dan giat belajar.

“Adik-adik di sini harus bergembira semua. Harus punya semangat dan mimpi yang indah. Harus punya cita-cita setinggi langit karena adik-adik tidak sendiri, selalu diperhatikan dan statusnya sama dengan adik-adik di luar sana. Tidak boleh berkecil hati dan rendah diri,” ujar Luthfi kepada ratusan anak-anak panti.

Baca juga: Ratusan Warga Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng, dari Penggali Kubur hingga Tukang Parkir

Menurut dia, panti merupakan wadah bersama yang penuh kerukunan dan kebersamaan. Semua yang di sini satu nasib. Bukan tidak mungkin warga panti ini kelak menjadi pemimpin masa depan di Jawa Tengah.

“Kita harus bermimpi dan bercita-cita tinggi. Mimpi harus diwujudkan dengan kerja nyata dan kemauan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menerima beberapa pertanyaan dari anak-anak. Di antaranya terkait bagaimana agar bisa memiliki daya saing secara global di tengah era digitalisasi. Pertanyaan tersebut datang dari seorang anak bernama Sofiyatun, pelajar SMK jurusan desain komunikasi visual (DKV). Selain itu juga ada pertanyaan bagaimana agar bisa mendapatkan beasiswa dari anak lainnya.

“Kita punya sekolah vokasi dan SMK yang sudah match and link dengan perusahaan. Juga ada beasiswa khusus untuk anak panti yang mau lanjut kuliah,” jawab Luthfi.

Di tengah kehangatan itu, Ahmad Luthfi kemudian menawarkan kepada anak-anak Panti Woro Wiloso untuk merayakan lebaran bersama di Kantor Gubernur. Ia bahkan secara tegas meminta kepada dinas sosial dan pengelola panti untuk memfasilitasi anak-anak datang ke Rumah Rakyat pada lebaran nanti.

“Mau kan datang ke Kantor Gubernur? Lebaran nanti kita ajak anak-anak ke Gubernuran. Saya undang langsung untuk berlebaran di rumah gubernur. Semua di sini harus ikut,” ucap Luthfi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Asah Kemampuan Mengajar, 28 Mahasiswa PGSD UMKU Praktik di 8 SD di Kudus

0
Beberapa mahasiswa UMKU praktik di salah satu sekolah SD di Kudus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 28 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Kudus. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik lapangan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengajar secara langsung di lingkungan sekolah.

Kaprodi S1 PGSD UMKU, Dhina Cahya Rohim, mengatakan para mahasiswa tersebut ditempatkan di delapan sekolah dasar yang tersebar di wilayah Kudus. Penempatan dilakukan agar mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar dengan karakter sekolah dan siswa yang beragam.

Delapan sekolah yang menjadi lokasi praktik di antaranya SD Muhammadiyah Pasuruhan, SDN 5 Jepang, SDN 5 Gondangmanis, dan SDN 2 Mlatinorowito. Selain itu, mahasiswa juga ditempatkan di SD Muhammadiyah 1 Kudus, SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, SD Panjang, serta SD 2 Karangbener.

Proses serah terima mahasiswa PLP kepada pihak sekolah dilaksanakan pada 5–6 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, dosen dari PGSD UMKU datang langsung ke sekolah untuk menyerahkan mahasiswa sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait pelaksanaan praktik mengajar.

Dhina menjelaskan, program PLP ini diikuti mahasiswa semester enam dan berlangsung selama empat bulan. Kegiatan praktik tersebut dimulai pada Maret dan dijadwalkan berakhir pada Juni 2026.

Menurutnya, program ini dirancang untuk melatih keterampilan mengajar mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap dunia pendidikan dasar. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik pembelajaran di kelas.

Baca juga: UMKU FEST 2026 Digelar, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Voli Pelajar se-Karesidenan Pati

“Harapannya teori yang selama ini dipelajari di perkuliahan bisa benar-benar diaplikasikan di sekolah. Termasuk dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa di kelas maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya melalui siaran tertulis, Jum’at (13/3/2026)

Selama menempuh pendidikan di PGSD UMKU, kata dia, mahasiswa tidak hanya mempelajari materi mata pelajaran sekolah dasar. Mereka juga dibekali kemampuan merancang pembelajaran, membuat media pembelajaran, hingga memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan.

“Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran terkait kewirausahaan di bidang pendidikan. Bekal tersebut diharapkan mampu membuka peluang bagi lulusan untuk mengembangkan usaha pendidikan secara mandiri,” bebernya.

Program studi PGSD UMKU juga memberikan pembekalan kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswanya. Dengan kemampuan tersebut, lulusan diharapkan memiliki daya saing lebih luas di dunia pendidikan.

“Prospek karier lulusan PGSD pun cukup beragam, tidak hanya sebagai guru sekolah dasar. Lulusan juga memiliki peluang bekerja di instansi pemerintah maupun sektor swasta,” ungkapnya.

Pada tahun akademik 2026/2027, tuturnya, UMKU membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman sipenmaru.umku.ac.id.

“Informasi lebih lanjut mengenai PMB UMKU dapat diperoleh dengan datang langsung ke Kantor Layanan PMB di Crystal Building Kampus 1 UMKU. Selain itu, calon pendaftar juga dapat menghubungi layanan WhatsApp PMB UMKU di nomor 082231140018,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Dikepung Rob Bertahun-Tahun, Warga Demak Lega Usai Dikunjungi Taj Yasin

0
Wagub Jateng Taj Yasin saat menyambangi kediaman Noryatin di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, DEMAK – Untuk masuk ke kediaman Noryatin (58), siapa pun harus merunduk dalam-dalam. Bukan sekadar bentuk kesopanan, melainkan karena atap rumah warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak ini hanya menyisakan jarak satu meter dari permukaan jalan.

Kondisi ini sudah dijalani bertahun-tahun, lantaran keluarganya belum sanggup membangun rumahnya. Apalagi, suaminya telah menganggur lantaran terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi Covid-19 lalu.

Selama tiga tahun terakhir, mereka hidup dalam kepungan air rob yang tak kenal waktu. Rumah berukuran 5×12 meter itu tampak terendam saat air pasang sedang naik.

Untuk menjaga ruang tamu dan kamar tetap kering, sebuah mesin pompa air harus terus menderu selama 24 jam nonstop.

“Pompa nyala terus 24 jam. Kalau airnya besar, pakai mesin yang lebih gede lagi. Pintu masuk juga saya bendung pakai papan, dan tumpukan bata hebel,” tutur Noryatin dengan nada lirih, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran

Meski sudah dibendung dan dipompa, rembesan air tetap muncul di sela-sela lantai dan dinding. Dampaknya nyata bagi kesehatan keluarga berupa serangan nyamuk yang masif dan rasa gatal di kulit akibat kelembapan yang ekstrem.

“Nyamuknya banyak, gatal,” katanya.

Walakin, bagi Noryatin, kunjungan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen ke rumahnya membawa angin segar.

Kehadiran tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini bukan sekadar meninjau, melainkan membawa bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta.

Menerima bantuan tersebut, mata Noryatin berkaca-kaca. Ia mengaku sangat terharu karena akhirnya memiliki modal untuk meninggikan huniannya.

“Senang sekali, terharu. Rencananya uang ini untuk beli hebel dan meninggikan rumah. Terima kasih Gus Yasin,” ucapnya penuh syukur.

Gus Yasin menegaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah darurat untuk memastikan keluarga Noryatin memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.

Ia juga meminta warga sekitar untuk bergotong-royong membantu proses renovasi rumah tersebut.

Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Mewujudkan Wisata Ramah Muslim

“Rencananya kita naikkan bangunannya secara langsung karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Kita naikkan supaya lebih tinggi dari rob,” jelas Gus Yasin.

Lebih lanjut, Wagub memaparkan strategi besar pemerintah dalam menangani masalah rob di pesisir Jawa Tengah.

Salah satunya melalui rencana pembangunan tanggul laut (giant sea wall) yang membentang dari Jepara hingga Kendal, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif. Pemprov juga mulai menyiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai tanggul penahan rob.

Di sisi lain, Gus Yasin juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menumpuk di kawasan rob dan berpotensi memicu masalah kesehatan.

Ia mendorong adanya pengadaan alat pemusnah sampah di tingkat RT melalui kolaborasi dengan inovasi dari perguruan tinggi.

“Coba kita nanti dorong per RT, kalau lihat kawasannya untuk dikumpulkan, dibawa keluar, rasa-rasanya susah. Jadi memang harusnya per RT langsung memiliki pembakaran masing-masing,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

ASN Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas, Bupati Sam’ani: Jika Ada Silakan Laporkan

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan tegas melarang aparatur sipil negara (ASN) menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Seluruh Kendaraan dinas diminta untuk diparkir, baik di halaman Pendapa Kabupaten Kudus maupun di kantornya masing-masing selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor 000.1.4/1043/2026, tentang larangan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik tertanggal 13 Maret 2026, yang ditandatangani oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus.

SE tersebut menindaklanjuti poin keenam dalam SE Bupati Kudus Nomor 700/891/2026 tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi Hari Raya Keagamaan dan hari besar lainnya di lingkungan Pemkab Kudus. Poin itu menjelaskan, bahwa Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Direktur BUMD dan Kepala Desa beserta Staf agar tidak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi dan hanya digunakan untuk kepentingan terkait kedinasan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, kendaraan dinas hanya diperbolehkan digunakan untuk kepentingan kedinasan, bukan untuk keperluan pribadi saat mudik Lebaran.

Baca juga: Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Kudus Kerahkan 460 Personel Gabungan

“Kalau nanti ada warga dan media melihat ASN membawa mobil dinas saat mudik, silahkan difoto dan laporkan ke kami. Nanti akan kami tindaklanjuti dan lakukan pemeriksaan,” saat dikonfirmasi awak media, belum lama ini.

Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi dapat dikategorikan sebagai bentuk gratifikasi atau penyalahgunaan fasilitas negara. Berdasarkan surat edaran tersebut, kendaraan dinas milik kepala perangkat daerah maupun kendaraan operasional harus terparkir, baik di halaman Pendapa Kabupaten Kudus maupun kantor masing-masing, mulai 17 Maret 2026 hingga 24 Maret 2026.

“Kalau di sini (halaman Pendapa Kabupaten) semua kendaraan harus dipanasi, nanti justru repot. Jadi untuk perawatannya menjadi tanggung jawab masing-masing,” jelasnya.

Dengan adanya aturan tersebut, pemerintah daerah berharap penggunaan fasilitas negara dapat lebih tertib serta mencegah potensi penyalahgunaan kendaraan dinas selama masa libur Lebaran.

Editor: Kholistiono

- advertisement -