Beranda blog Halaman 35

Menilik Jembatan Menawan Kudus yang Dibangun Hanya dengan Waktu 2 Pekan

0
Jembatan Menawan yang baru selesai diperabaikan dan diresmikan oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris pada Senin (16/3/2026). Foto: Rabu Sipan,

BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan penghubung Desa Menawan dengan Dukuh Lundrak, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang sempat ambrol akibat banjir bandang kini kembali bisa dilalui. Jembatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Senin (16/3/2026).

Peresmian jembatan ditandai dengan prosesi penyiraman air dari sendang keramat. Prosesi tersebut menjadi simbol kembalinya aktivitas masyarakat di jalur penghubung antarwilayah tersebut.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jembatan itu rusak cukup parah setelah diterjang banjir bandang pada Januari lalu. Tingkat kerusakan bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen.

“Kerusakan tersebut sempat membuat akses warga terputus dan mengganggu mobilitas masyarakat. Pemerintah daerah kemudian bergerak cepat melakukan perbaikan bersama sejumlah pihak,” ujar Bupati Sam’ani.

Perbaikan jembatan, kata dia, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, TNI, Polri serta pemerintah desa setempat. Berkat kerja sama tersebut, pembangunan kembali jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan.

Baca juga : Pembangunan Jembatan Menawan Kudus Dikebut, Ditarget Rampung H-4 Lebaran

“Alhamdulillah bisa selesai cepat karena kerja sama semua pihak,” sebut Sam’ani.

Ia mengaku sempat ada kekhawatiran dari pemerintah desa karena kerusakan jembatan cukup parah. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Konstruksinya menggunakan beton yang diperkuat rangka baja agar lebih kokoh.

Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat sekitar. Jalur ini menjadi akses penghubung beberapa desa serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.

“Selain itu, banyak pelajar yang setiap hari melewati jembatan tersebut untuk menuju sekolah. Sebab sebagian besar sekolah berada di wilayah seberang desa,” sebutnya.

Pemerintah daerah memastikan konstruksi jembatan masih dalam kondisi aman untuk dilalui. Jika nantinya terjadi lendutan kecil, perbaikan lanjutan akan segera dilakukan.

“Pembangunan kembali jembatan ini menggunakan anggaran pemeliharaan rutin yang dikelola Dinas PUPR Kudus. Semoga dengan kembalinya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pemkab Jepara Salurkan THR Bagi 12.210 ASN Sebesar Rp57,3 Miliar

0
Ilustrasi.

BETANEWS.ID, JEPARA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 12.210 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Jepara.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara, Hasanuddin Hermawan mengatakan, penyaluran THR mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian THR dan Gaji ke-13 kepada Aparatur Negara.

Total anggaran yang dialokasikan yaitu sebesar Rp57,3 miliar yang dialokasikan untuk PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu, dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Pemberian THR dilaksanakan sesuai ketentuan Pemerintah Pusat. Pelaksanaannya tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah,” kata Hasan pada Senin (16/3/2026).

Baca juga: Gubernur Jateng Pantau Langsung THR Perusahaan, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi Tepat Waktu

Adapun rincian alokasi anggarannya yaitu Rp30,3 miliar untuk 5.969 PNS, Rp16,24 miliar untuk 4.661 PPPK Penuh Waktu, dan Rp467,5 juta untuk 1.580 PPPK Paruh Waktu.

Hasan melanjutkan, Pemkab Jepara juga mengalokasikan TPP sebesar Rp10,03 miliar yang diberikan kepada PNS dan PPPK penuh waktu dengan total 9.428 pegawai.

Komponen THR yang diberikan meliputi gaji pokok dan sejumlah tunjangan. Di antaranya tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

“Anggaran THR juga mencakup komponen lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Besarannya tetap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.

THR itu menurutnya mulai disalurkan pada tanggal 13 Maret 2026 lalu untuk THR Gaji dan 16 Maret 2026 untuk THR TPP.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Lebih Praktis, Warga Jepara Pilih Tukar Pecahan Uang Baru di Lapak Penyedia Jasa

0
Seorang warga sedang menukarkan uang pecahan baru. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Menjelang Hari Raya Idulfitri, lapak penyedia jasa tukar uang baru di Kabupaten Jepara mulai ramai dicari masyarakat. Berdasarkan pantauan, terdapat dua lapak penyedia jasa tukar uang baru yang mangkal di Area Jalan Kartini, Jepara.

Berbekal lapak sederhana, mereka menawarkan jasa penukaran uang, mulai dari pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu.

Ahmad Faiz (19), salah satu warga Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara mengatakan, ia memilih menukarkan uang di lapak penyedia jasa di pinggir jalan karena lebih simpel dan tidak perlu antre.

Sebelumnya ia juga sempat ikut war penukaran uang baru yang dibuka oleh Bank Indonesia (BI), namun tidak kebagian.

“Lebih simpel (kalau nukar di lapak), kemarin sempat ikut War, tapi ngga dapet,” kata Faiz saat ditemui usai menukar uang baru di Jalan Kartini pada Senin, (16/3/2026).

Ia menukar uang pecahan Rp10 ribu yang nantinya akan diberikan untuk adik dan keponakannya.

Berbeda dengan Faiz, Alifatul Azkia (19), perantau asal Kabupaten Tegal mengaku, ia sebelumnya memang tidak sempat untuk nge-war penukaran uang baru yang dibuka oleh BI.

Menjelang kepulangannya ke Kabupaten Tegal, ia sempat mendatangi beberapa kantor bank yang ada di Jepara, namun ternyata tidak membuka jasa penukaran uang baru.

Baca juga: Empat Hari Digelar, Transaksi Mebel Jepara di Pameran IFEX Tembus Rp7,8 Miliar

Sehingga, ia memilih menukarkan uang di lapak penyedia jasa penukaran uang.

“Kemarin ngga sempet ikut nge-war, karena hari ini mau pulang, tadi sempet ke beberapa bank, tapi udah kosong semua. Akhirnya ya udah, nukar di lapak aja,” kata Azkia.

Uang pecahan Rp10 ribu yang ia tukarkan rencananya juga untuk dibagikan kepada saudaranya.

Sementara itu, Suwanto (47), salah satu penyedia jasa penukaran uang baru asal Kelurahan Jomblang Sari, Kecamatan Candi, Kota Semarang mengatakan, jasa penukaran uang baru saat ini dipatok 20 persen atau Rp20 ribu per Rp100 ribu.

Jasa itu menurutnya naik, dibanding awal Bulan Ramadan atau sekitar satu minggu awal yang hanya sebesar Rp15 persen per 100 ribu.

“Ini jasanya 20 persen per Rp100 ribu, kalau seminggu awal puasa kemarin masih Rp15 persen,” ungkap Suwanto.

Menjelang lebaran, jasa penukaran uang menurutnya semakin ramai. Dalam sehari, ia mampu melayani sekitar 30 pembeli. Pecahan uang yang menurutnya banyak dicari pembeli yaitu pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu dan Rp10 ribu.

Suwanto memilih Jepara karena menurutnya daerah Jepara cukup aman untuk membuka jasa penukaran uang.

“Tiap tahun kalau lebaran pasti ke Jepara, udah dari 2012 buka jasa penukaran uang. Soalnya di sini (Jepara), aman, ngga ada kisruh, aman lah buat usaha kayak gini (jasa penukaran uang),” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Dalam Tragedi Tongtek Berujung Maut di Talun Kayen

0
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama menunjukkan foto barang bukti berupa pisau. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Polisi kini telah mengungkap pelaku dalam tragedi tongtek yang berujung maut di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati. Polresta Pati, telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang remaja FD (18), hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan, bahwa keempat tersangka itu semuanya masih berstatus pelajar.

“Sesuai ketentuan hukum yang berlaku, identitas para pelaku yang masih di bawah umur tidak bisa dipublikasikan,” ujar Kompol Dika saat konferensi pers di Polresta Pati, Senin (16/3/2026).

Dalam proses pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian korban yang berlumuran darah serta sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku.

Menariknya, polisi juga menemukan selembar daun mangga kering yang diduga dipakai pelaku untuk membersihkan darah yang menempel pada pisau setelah kejadian.

“Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Baca juga: Botok dan Teguh Divonis Bersalah, Dihukum Pengawasan dan Bebas dari Penjara

Dika mengungkapkan, bahwa hasil otopsi yang dilakukan tim dokter dari RS Bhayangkara Semarang menemukan beberapa luka pada tubuh korban, termasuk luka iris di bagian bahu dan tangan serta sejumlah luka memar akibat benda tumpul.

Namun, luka paling fatal adalah luka tusuk pada bagian dada yang menembus organ hati. Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat hingga mengakibatkan korban meninggal.

Kasat Reskrim juga menyampaikan, bahwa peristiwa tragedi maut tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di Jalan Desa Talun. Saat itu, dua kelompok pemuda yang tengah melakukan kegiatan tongtek menggunakan mobil pikap dengan sound system beradu keras di persimpangan jalan.

Situasi yang awalnya hanya pertemuan antar-kelompok itu tiba-tiba memanas dan memicu perselisihan. Korban yang diketahui bernama FD (18) disebut sempat maju seorang diri mendekati kelompok lawan. Namun, langkah tersebut justru berujung fatal.

Dalam kondisi situasi yang memanas, beberapa orang dari kelompok lawan langsung mengeroyok korban hingga korban tidak berdaya. Tak hanya itu, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menganiaya korban dengan sajam tersebut.

Akibatnya, korban mengalami luka serius. Korban sempat berjalan menjauh dari lokasi sambil memegang dadanya yang terluka. “Korban maju ke depan sendiri, sehingga kelompok dari pelaku ini menghampiri secara bersama-sama dengan beberapa peran yang berbeda, ada yang mukul, dorong dan menusuk,” kata Dika.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa korban ke RSUD Kayen untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.40 WIB akibat pendarahan hebat.

Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan intensif. Salah satu petunjuk penting dalam pengungkapan kasus ini berasal dari rekaman kamera pengawas CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, polisi dapat melihat kronologi kejadian serta mengidentifikasi peran sejumlah pelaku dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menangkap empat orang tersangka yang masih di bawah umur dan berstatus sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Editor: Suwoko

- advertisement -

Ramadan Makin Meriah dengan Festival Takjil Kampung Budaya Piji Wetan, Sajikan Kuliner hingaa Pertunjukan Budaya

0
Warga berfoto bersama usai kegiatan di Panggung Ngepringan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (15/3/2026). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Panggung Ngepringan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (15/3/2026). Kampung Budaya Piji Wetan kembali menggelar Festival Takjil, sebuah agenda tahunan yang menghadirkan perpaduan kuliner Ramadan, pertunjukan seni, serta berbagai lomba untuk memeriahkan waktu menjelang berbuka puasa.

Festival yang digelar pada pekan terakhir Ramadan tersebut menjadi salah satu kegiatan unggulan masyarakat setempat dalam mengisi waktu menjeleng berbuka. Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi acara untuk menikmati beragam sajian takjil sekaligus menyaksikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Tak hanya menjadi ajang berburu makanan berbuka puasa, festival ini juga menjadi ruang berkumpul bagi para pegiat seni, pelajar, serta komunitas untuk saling berinteraksi dan berbagi kegembiraan di bulan suci.

Beragam perlombaan turut digelar untuk memeriahkan acara, di antaranya lomba fashion show anak, lomba menggambar dan mewarnai, lomba kaligrafi, hingga lomba adzan dan iqamah. Selain itu, terdapat pula bazar UMKM, pasar murah, hingga karaoke islami yang menambah semarak suasana ngabuburit di kampung budaya tersebut.

Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini mengatakan, Festival Takjil merupakan agenda rutin tahunan yang digelar untuk menyambut semarak Ramadan sekaligus menjadi sarana syiar Islam melalui pendekatan seni dan budaya.

“Festival ini rutin kami adakan setiap Ramadan. Selain menjajakan kuliner takjil, kami ingin kegiatan ini menjadi sarana dakwah melalui seni,” ujarnya.

Baca juga: Ramadan, Museum Jenang dan Gusjigang Jadi Favorit Ngabuburit Warga

Ia menambahkan, berbagai kegiatan yang dihadirkan juga bertujuan untuk mendorong regenerasi pelaku seni sekaligus mempertemukan berbagai komunitas dalam satu ruang kebersamaan.

Melalui lomba-lomba bernuansa religi dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, pihaknya berharap nilai-nilai kebersamaan dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Festival ini kami tutup dengan tradisi lengseran, yakni kegiatan berbuka puasa bersama secara melingkar yang menghadirkan suasana kebersamaan seperti pada masa lampau,” jelasnya.

Menurutnya, tradisi lengseran sengaja dihadirkan untuk menghidupkan nilai-nilai kebersamaan yang mulai jarang ditemui di tengah masyarakat modern.

“Tradisi lengseran sekarang sudah jarang dilakukan. Melalui festival ini kami ingin menghidupkan kembali tradisi tersebut,” katanya.

Ia berharap Festival Takjil tidak hanya menjadi kegiatan ngabuburit semata, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial masyarakat lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Selain itu, festival tersebut juga menjadi pengingat akan nilai filosofi pager mangkok yang diajarkan Sunan Muria, yakni semangat berbagi kepada sesama. Menurut Jessy, bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menumbuhkan kembali budaya bersedekah dan kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi dan bersedekah kepada sesama,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

RSUD Loekmono Hadi Kudus Santuni Ratusan Anak Yatim serta Bagikan Puluhan Paket Sembako

0
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyerahkan santunan kepada anak yatim. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan anak terlihat semringah ketika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus menyalurkan santunan dan puluhan paket sembako kepada dhuafa pada puncak kegiatan Ramadan. Kegiatan itu digelar di serambi Masjid Nurus Syifa RSUD dr Loekmono Hadi, Senin (16/3/2026).

Ketua kegiatan Ramadan RSUD Loekmono Hadi, Wahyu Wijanarko mengatakan, selama Ramadan pihaknya menggelar berbagai keagaaman dan sosial. Di antaranya pembagian takjil bagi jemaah salat magrib, tadarus Alquran 30 juz hingga khataman, serta kajian setelah salat dhuhur setiap Senin hingga Kamis.

“Alhamdulillah semua kegiatan berjalan baik sejak awal. Hari ini sebagai puncak kegiatan kami membagikan santunan kepada 250 anak yatim piatu dan 32 paket sembako bagi dhuafa,” bebernya melalui siaran tertulisnya yang diterima Betanews.id, Senin (16/3/2026).

Ia menyampaikan, penerima santunan diprioritaskan bagi anak yatim di lingkungan sekitar rumah sakit, yakni Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tak hanya itu, anak yatim dari keluarga pegawai, dari pasien yang meninggal dunia, serta tetangga pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

“Santunan yang diberikan adalah uang dari hasil infaq seluruh karyawan rumah sakit,” ujarnya.

Baca juga: Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi, Siap Berfungsi Layani Pemudik

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Loekmono Hadi, Mustiko Wibowo mengapresiasi kekompakan seluruh pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan selama Ramadan. Dia berharap, bantuan tersebut bisa berarti bagi orang lain yang membutuhkan.

“Bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, tapi bisa sangat dibutuhkan orang lain. Terima kasih kepada seluruh pegawai yang sudah guyup, semoga kegiatan ini bermanfaat dan terus berlanjut,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyanjung atas pelaksanaan yang diselenggarakan pihak rumah sakit selama Ramadan. Menurutnya, kegiatan berbagi itu mencerminkan tentang kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Saya mengapresiasi keluarga besar RSUD Loekmono Hadi yang telah berbagi dengan anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

RS Sarkies Aisyiyah Kudus Bekali Driver Ambulans dan Wartawan Ilmu BHD

0
Pelatihan bantuan hidup dasar yang diberikan RS Sarkies Aisyiyah Kudus. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana berbeda terlihat di RS Sarkies Aisyiyah Kudus pada Sabtu (14/3/2026). Puluhan driver ambulans dan wartawan tidak hanya berkumpul untuk bersilaturahmi dalam momentum Ramadan, tetapi juga mendapatkan pelatihan penting tentang penanganan darurat di jalan.

Kegiatan yang dikemas dalam Gathering Driver Rujukan dan Wartawan bertema “Ramadan Berkah, Pengabdian Tanpa Lelah” ini diisi dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Materi tersebut bertujuan membekali peserta agar mampu memberikan pertolongan pertama ketika menemukan korban dalam kondisi gawat darurat.

Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman tentang langkah-langkah penanganan awal pada korban yang mengalami henti napas atau henti jantung.

Teknik yang diajarkan antara lain memastikan kondisi aman di lokasi kejadian, mengecek respons korban, memanggil bantuan, memeriksa nadi dan pernapasan, hingga melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) melalui kompresi dada, membuka jalan napas, dan memberikan napas buatan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Fahmi Suhandinata yang memandu peserta memahami tahapan pertolongan secara sistematis. Tidak hanya teori, para peserta juga langsung diajak mempraktikkan teknik tersebut melalui simulasi penanganan korban seolah-olah terjadi di jalan.

Dalam simulasi tersebut, para driver dan wartawan diminta melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur yang telah dijelaskan. Praktik ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.

Baca juga: PT Djarum Masih Butuh Hingga 2 Ribu Tenaga Kerja Borong di Kudus

Wakil Direktur Pelayanan RS Sarkies Aisyiyah Kudus, Guntur Aryo Puntodewo, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar sebagai sarana silaturahmi sekaligus edukasi bagi masyarakat, khususnya mereka yang kerap berada di lapangan.

Menurutnya, driver ambulans merupakan pihak yang sering berhadapan langsung dengan kondisi pasien sebelum sampai di rumah sakit. Oleh karena itu, keterampilan dasar pertolongan pertama sangat penting dimiliki agar korban dapat segera mendapatkan penanganan awal.

“Melalui pelatihan ini, para driver diharapkan tidak ragu untuk memberikan pertolongan pertama ketika menemukan korban di jalan sebelum tim medis datang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan driver ambulans sangat vital dalam proses penanganan pasien gawat darurat. Mereka tidak hanya bertugas mengantar pasien ke rumah sakit, tetapi juga menjadi pihak pertama yang sering berhadapan dengan kondisi kritis di lapangan.

“Dengan bekal pengetahuan BHD, para driver diharapkan lebih percaya diri dalam memberikan bantuan awal sehingga peluang keselamatan korban bisa meningkat,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, RS Sarkies Aisyiyah Kudus menggandeng berbagai driver ambulans dari sejumlah lembaga dan instansi. Di antaranya berasal dari ambulans LazisNU, LazisMU, ambulans desa, klinik, hingga rumah sakit.

Selain driver ambulans, lanjutnya, sejumlah wartawan dari media cetak, online, dan televisi juga turut diundang mengikuti pelatihan. Kehadiran wartawan diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi penting mengenai pertolongan pertama kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, RS Sarkies Aisyiyah Kudus berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya penanganan darurat di detik-detik awal kejadian. Sebab, pertolongan pertama yang cepat dan tepat sering kali menjadi penentu keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit,” harapnya.

Salah satu sopir ambulance yakni Ahmadi menganggap pelatihan tersebut sangat bagus. Sebab, selama ini banyak yang belum tahu cara yang benar dalam memberikan BHD kepada korban celaka, termasuk dirinya.

“Oleh karena itu, pelatihan ini sangat bagus. Jujur ini merupakan pelatihan pertama untuk pertolongan pertama pada korban celaka,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bupati Kudus Pastikan Kondisi Jalan di Kota Kretek Baik dan Siap Dilalui Pemudik

0
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Wabup Kudus Bellinda Birton meninjau perbaikan jalan. Foto Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan sebagian besar kondisi jalan menjelang Lebaran dalam keadaan layak dilalui. Dari total ruas jalan kabupaten, sekitar 95 persen dinyatakan dalam kondisi baik.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan, sekitar 5 persen jalan memang masih memerlukan perbaikan. Namun kerusakan tersebut dinilai tidak terlalu mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Secara umum jalan di wilayah Kudus masih aman dilewati masyarakat saat arus mudik maupun arus balik. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan di berbagai titik,” ujar Bupati Sam’ani di Pendapa Kudus baru-baru ini.

Untuk mempercepat penanganan kerusakan, lanjutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus telah membentuk lima tim khusus yang disebut Saber Lubang Jalan. Tim tersebut akan bersiaga selama masa Lebaran untuk menambal jalan yang mengalami kerusakan.

“Petugas akan bekerja secara bergantian dan siap turun ke lapangan jika ditemukan jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan. Perbaikan akan dilakukan secepat mungkin agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” bebernya.

Selain kerusakan jalan, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat cuaca ekstrem. Hujan deras, angin kencang, hingga pohon tumbang menjadi potensi yang perlu diwaspadai selama musim mudik.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wabup Kudus Bellinda Birton mengecek perbaikan jalan. Foto: Ist

“Pemkab Kudus juga telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan persiapan Lebaran. Rapat tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, organisasi masyarakat, serta berbagai instansi terkait lainnya,” ungkap bupati.

Dia menuturkan, sejumlah posko pelayanan pemudik juga akan didirikan di beberapa titik strategis. Di antaranya berada di Pendopo Kudus, Terminal Kudus, serta kawasan Krawang.

“Posko tersebut akan diisi petugas gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Pramuka, organisasi radio hingga tenaga kesehatan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, mengatakan perbaikan jalan masih terus dilakukan menjelang Lebaran. Pihaknya memprioritaskan ruas-ruas jalan yang menjadi jalur utama pemudik.

“Kabupaten Kudus memiliki sekitar 331 ruas jalan kabupaten. Sebagian kecil memang masih mengalami kerusakan ringan hingga berlubang,” ujar Harry.

Meski demikian, kondisi jalur utama dipastikan sudah dipersiapkan dengan baik. Pemerintah daerah menargetkan jalan tersebut tetap nyaman dilalui selama arus mudik dan arus balik.

“Untuk mendukung perbaikan jalan, Pemkab Kudus menyiapkan anggaran pemeliharaan rutin sekitar Rp9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penambalan jalan serta perawatan rutin sepanjang tahun,” bebernya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Satlantas Polresta Pati Hadirkan Rest Area Mobile, Pemudik Bisa Dapatkan Layanan BBM hingga Pijat Gratis

0
Kasatlantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menyapa pemudik yang sedang beristirahat di rest area mobile. Foto: Kholistiono.

BETANEWS.ID, PATI – Rasa lelah Adit, warga yang berdomisili di Tangerang sedikit terhapuskan saat mendatangi rest and safety area mobile yang digelar Satlantas Polresta Pati di pertigaan Widorokandang, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Sabtu (15/3/2026) petang. Setelah berjam-jam mengendarai motor, dia memilih beristirahat sejenak sebelum meneruskan perjalanan menuju Tuban, kampung halamannya.

Saat itu, Adit tengah mencari tempat untuk berhenti sejenak setelah perjalanan panjang. Tak lama kemudian, adzan Maghrib berkumandang. Sejumlah polisi wanita yang berjaga di lokasi menawarkan Adit untuk berbuka puasa. Di rest area tersebut, petugas telah menyiapkan angkringan yang dapat dinikmati pemudik secara gratis.

Tak hanya itu, Adit yang sebelumnya kebingungan mencari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) justru mendapat solusi di lokasi tersebut. Sepeda motornya diisi bahan bakar jenis pertalite oleh anggota Satlantas yang bertugas. BBM tersebut bahkan diberikan secara cuma-cuma.

“Tadi awalnya mampir ke rest area untuk tanya dimana SPBU terdekat ternyata malah dibantu gratis. Bahkan ditawari berbuka puasa jadi bisa sekalian beristirahat di rest area mobile ini,” ujar Adit.

Pengalaman serupa dirasakan pemudik asal Purwokerto, Novan. Ia memutuskan berhenti di lokasi tersebut untuk beristirahat setelah memasuki waktu berbuka puasa.

“Kebetulan lokasinya di pinggir jalan jadi saat adzan Maghrib langsung berhenti untuk beristirahat. Ternyata fasilitasnya lengkap. Diberikan makan dan minum untuk berbuka bahkan disiapkan tukang pijat jadi malah enak bisa menghilangkan lelah setelah hampir 7 jam nyopir,” imbuhnya.

Baca juga: Semarak Ramadan, Satlantas Polresta Pati Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Pesantren Kilat

Novan mengaku terkejut karena rest area tersebut juga dilengkapi bengkel gratis. Ia pun memanfaatkan fasilitas itu untuk mengecek kondisi kendaraannya sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kebetulan bannya sedikit terasa bermasalah. Tapi sudah di cek. Untuk oli, radiator dan sejumlah bagian lainnya juga sudah diperiksa. Jadi bisa berbuka sekaligus beristirahat dan kendaraan juga dibantu dicek agar tetap aman saat di perjalanan nanti,” kata pria yang bermaksud mudik ke Surabaya tersebut.

Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok menyebut, rest and safety area mobile presisi menjadi salah satu program Satlantas Polresta Pati dalam menghadapi arus mudik yang mulai berlangsung sejak Sabtu (14/3/2026).

“Dalam program di Operasi Ketupat Candi ini, kami ingin hadir dalam menjaga keselamatan pemudik baik kendaraan maupun pengendaranya,” terang Riki.

Menurutnya, sejumlah fasilitas telah disiapkan bagi pemudik yang singgah di rest area mobile tersebut. Mulai dari layanan pijat, pemeriksaan kesehatan, pengecekan kendaraan, pengisian BBM, hingga sajian kopi dan makanan berbuka yang semuanya diberikan secara gratis.

“Untuk pengendara kami siapkan mulai dari pijat, cek kesehatan hingga ngopi sehingga bisa menghilangkan rasa lelah pemudik. Kemudian cek kendaraan juga harapannya bisa menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan saat di perjalanan mudik,” ucapnya.

Menariknya, rest area tersebut bersifat mobile, sehingga dapat berpindah lokasi menyesuaikan titik yang dinilai strategis dan membutuhkan penanganan. Pemudik juga dapat mengetahui keberadaan layanan tersebut melalui layanan 110 atau chatbot Polda Jawa Tengah.

“Misalkan ada keluhan kendaraan, mogok, atau kehabisan bensin, cukup mengadu kami akan mendatangi. Kami dinamis sehingga bisa jemput bola. Saat ada kenaikan arus kami juga akan hadir,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Perihal OTT KPK di Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi: Sudah Saya Ingatkan Berulang Kali

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, ahmad hn Luthfi buka suara perihal Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap.

Luthfi menyatakan, sudah berulang kali menekankan pentingnya integritas kepala daerah, wakil kepala daerah, dan aparatur sipil negara (ASN).

Ia mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Terlebih lagi sebelumnya sudah ada dua kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, yakni Bupati Pati dan Bupati Pekalongan.

“Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Sabtu (14/3/2026).

Apalagi Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan KPK untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Pemprov Jateng bekerja sama dengan Korsupgah KPK untuk memberikan pengarahan pada kepala daerah hingga anggota DPRD.

Tak hanya itu, saat peringatan Hari antikorupsi seDunia lalu, mereka juga telah diperingatkan jangan sampai melakukan penyimpangan anggaran, dan yang paling penting lagi adalah tak boleh melanggar hukum.

Baca juga: Momen Hangat Ahmad Luthfi Buka Bersama Anak-anak Panti, Ajak Berlebaran di Kantor Gubernur

Terkait proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Bupati Cilacap, LUthfi menghormati langkah yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Di sisi lain, ia juga kembali mengingatkan agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para bupati, wlai kota, para wakilnya dan ASN.

“Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya dimulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan,” tandasnya.

Perbuatan yang ia maksudkan adalah tindakan yang tidak melanggar hukum dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Hal itu dinilainya penting, sehingga birokrasi berjalan dengan bersih dan bagus.

“Clean governance dan good governance itu harus jadi nafas bupati dan wali kota termasuk ASN nya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Ia meminta kepada jajaran pemerintah Kabupaten Cilacap agar tetep optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi saat ini pemerintah daerah sedang bersiap memberikan layanan untuk mudik dan balik lebaran 2026.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Antusias, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

0
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Senin (16/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pelepasan dilakukan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).

“Sebanyak 325 armada bus kita siapkan hari ini, dan bisa mengangkut 16.186 warga yang mudik ke Jawa Tengah. Tidak hanya itu, hari ini juga akan dilepas oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Bandung. Besok kita juga akan lepas mudik gratis dengan kereta api,” kata Luthfi di lokasi.

Mudik Gratis dengan tagline “Mudik Gampang Balik Tenang” ini merupakan kerja sama antar Pemprov Jateng, 35 pemerintah Kabupaten/Kota, Bank Jateng, serta pihak swasta untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman.

Para penerima manfaat program ini rata-rata masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di sektor informal seperti tukang bakso, ojol, pedagang warteg, asisten rumah tangga, supeltas, dan sebagainya. Mereka bekerja di wilayah Jabodetabek.

“Semua tumplek blek (tumpah ruah), kita openi (layani) untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan, ii sebagai bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Dikatakan Luthfi, masyarakat asal Jawa Tengah yang merantau merupakan devisa bagi daerahnya masing-masing. Selain mudik untuk silaturahmi dengan keluarga, di sana juga terdapat perputaran orang, barang, dan uang di daerah masing-masing. Maka dari itu Pemerintah Provinsi hadir untuk “ngopeni” masyarakat yang mudik ke kampung halaman.

Baca juga: Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Luthfi berpesan, kepada seluruh masyarakat yang mudik, agar tidak mengajak teman atau sadaranya ke perantauan bila belum mendapatkan pekerjaan yang tetap.

“Kami tidak ingin membebani Jakarta dan sekitarnya, dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan Balaik Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi dan sebagainya, kita kerja di Jawa Tengah saja,” kata dia.

Adapun selain menyiapkan armada untuk mudik, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan armada untuk balik. Jumlah armada sama dengan saat mudik. Pemberangkatan akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dan beberapa titik lainnya. Termasuk kereta api untuk mengangkut pemudik yang balik ke Jabodetabek.

“Pendaftarannya sudah diatur secara online, pakai aplikasi,” paparnya.

Salah seorang pemudik penyandang disabilitas, Sugiyanto, mengatakan sangat senang dan terbantu dengan adanya musim gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Untuk mudik ke Soloraya ongkos lebaran bisa sampai Rp650 ribu per orang. Alhamdulillah program ini sangat membantu,” ujar pria yang akan mudik ke Klego, Boyolali tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

0
atusan armada bus mulai berdatangan di Areal Parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, JAKARTA — Ratusan armada bus mulai berdatangan di Areal Parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu, 15 Maret 2026. Armada tersebut siap mengangkut ribuan warga Jawa Tengah dalam program Mudik Gratis Lebaran 2025 yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng pada Senin (16/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, panitia terlihat sibuk menyiapkan bus-bus yang akan digunakan mengangkut pemudik. Satu per satu bus yang masuk ke lokasi dicek nomor dan daerah tujuan mudik, termasuk juga kelengkapan hasil ramchek dari Dinas Perhubungan. Total armada bus untuk mudik gratis 2026 dari TMII Jakarta sebanyak 325 unit.

“Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi tadi. Total ada 325 bus yang masuk ke TMII. Sesuai standar, bus sudah dilakukan ramchek oleh Dishub masing-masing,” kata Plt Kepala Badan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Risturino, saat di temui di Areal Parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII.

Ratusan bus tersebut terdiri dari 70 unit dari Pemprov Jateng, 175 unit dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, 53 unit dari Bank Jateng, 17 unit dari PT Jasa Raharja, delapan bus dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu bus dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.

Jumlah peserta mudim gratis tahun ini mengalami kenaikan daripada tahun lalu. Peningkatan tersebut karena adanya penambahan armada dari 289 pada 2025 menjadi 325 pada 2026 ini. Rencananya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi akan melepas rombongan pemudik pada Senin pagi, 16 Maret 2026, pukul 09.00 WIB.

“Total pemudik yang terdaftar sebanyak 16.186 orang. Tujuan mudik terbanyak Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Rata-rata pekerjaannya itu pengemudi ojol (ojek online), Asisten Rumah Tangga (ART), dan buruh yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta,” jelasnya.

Baca juga: Fasilitas Kesehatan di Jateng Siap Layani Pemudik, Taj Yasin Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit

Risturino menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk ikut mudik gratis. Hal itu dibuktikan dari kuota pendaftaran yang habis dalam waktu 25 menit. “Pendaftaran online langsung habis,” ujarnya.

Titik pemberangkatan mudik gratis menggunakan bus tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Bandung. Untuk yang berangkat dari Bandung, total ada 23 unit bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang. Terdiri atas 11 bus dari Baznas Jateng, dua bus dari Kabupaten Banjarnegara, tujuh bus dari Kabupaten Cilacap, dan tiga bus dari Kabupaten Sukoharjo. Rencananya, akan diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.

Selain itu, Pemprov Jateng juga menyelenggarakan mudik gratis 2026 menggunakan moda transportasi kereta api. Melalui moda ini akan diberangkatkan pada 17 Maret 2026. Total ada 17 rangkaian kereta api dengan jumlah 1.288 kursi. Terbagi dalam dua pemberangkatan, yakni dari Stasiun Pasar Senen Jakarta ke Stasiun Solo Balapan, dengan 8 rangkaian kereta atau 576 kursi menggunakan KA Jaka Tingkir dan 1 rangkaian-72 kursi KA tambahan. Kedua, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta ke Stasiun Poncol Semarang sebanyak 8 rangkaian kereta atau 640 kursi menggunakan KA Tawang Jaya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan program mudik gratis tersebut merupakan upaya untuk memberikan pelayanan dan wujud perhatian pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk warga Jawa Tengah di perantauan.

Maka dari itu, ia mengajak para bupati dan walikota untuk ikut menjemput warganya yang akan mudik dari Jabodetabek.

“Bupati dan Walikota saya minta ikut jemput ke sana dan menyapa masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Mereka adalah duta kita di perantauan dan kebanyakan adalah pekerja informal. Kita berikan layanan tebaik bagi masyarakat kita, ini wujud pengabdian kita,” katanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, seorang sopir bus bernama Widodo mengatakan, sudah mempersiapkan semuanya untuk memastikan kelancaran selama membawa peserta mudik. Mulai dari cek kendaraan hingga kesiapan fisik dan istirahat yang cukup.

“Bus sudah dicek, sudah lulus dan dipasang stiker ramchek, ada tes kesehatan juga. Setiap bus ada dua kru ditambah sopir cadangan,” ujarnya.

Tahun ini merupakan kelima kalinya ia membawa pemudik gratis dari Jakarta ke beberapa daerah di Jawa Tengah. Widodo mengaku senang karena dulu ia juga sempat ikut merasakan bagaimana rasanya mudik dari perantauan ke kampung halaman.

“Ikut bahagia juga, pernah merasakan ngantre cari tiket, sekarang bisa mengantar mereka mudik. Tahun ini mengantar pemudik ke Demak, tahun lalu ke Semarang, sebelumnya ke Solo, Wonogiri,” tuturnya sopir asal Boyolali tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Disdikpora Kudus Imbau Siswa Tetap Belajar saat Libur Lebaran

0
Siswa salah satu SD di Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengimbau para siswa tetap memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk belajar, khususnya bagi siswa kelas akhir, kelas 6 dan 9 yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran terkait pembelajaran selama bulan Ramadan sekaligus jadwal libur Idulfitri 1447 Hijriah.

“Edarannya sudah ada. Libur Lebaran diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi bersama keluarga,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan surat edaran (SE) Nomor 400.3/691/2026 tentang pembelajaran di bulan Ramadan dan libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah tersebut, kegiatan belajar aktif di sekolah berlangsung hingga 14 Maret 2026. Siswa akan menikmati libur Lebaran mulai 16 hingga 28 Maret 2026.

Baca juga: Upaya Merawat Budaya, Pemprov Jateng Dukung Penuh Perayaan Cap Go Meh Tingkat Provinsi

“Sementara siswa akan kembali masuk sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada 30 Maret 2026,” ungkapnya.

Anggun menambahkan, setelah libur Lebaran, para siswa kelas akhir akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tahun ini menjadi pelaksanaan perdana TKA bagi siswa SD maupun SMP.

“Khusus kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, kami juga mengimbau orang tua agar tetap mendampingi anak belajar selama libur. Soal latihan sudah diberikan oleh guru,” jelasnya.

Menurutnya, tes TKA tak wajib diikuti oleh siswa. Namun tes tersebut merupakan assessment standart nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen untuk mengukur capaian akademik dan kognitif siswa secara objektif.

“Sebab, TKA bertujuan untuk memetakan kemampuan belajar, melengkapi nilai rapor, dan sering digunakan untuk seleksi masuk sekolah tingkat selanjutnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pempek Tanpa Ikan Ini Malah Laris Manis di Kudus

0
Pempek Palembang Mang Ipin di Jalan Cendono Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Di tepi Jalan Cendono Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tepatnya di depan Madrasah Miftahul Falah, tampak gerobak dagangan bertuliskan Pempek Palembang Mang Ipin. Di sana, seorang pria memakai baju warna coklat terlihat mempersiapkan dan menggoreng pempek Palembang pesanan pelanggan. Dia adalah Arifin (32), pemilik Pempek Palembang Mang Ipin.

Di tengah kesibukannya, Arifin sudi berbagi cerita tentang usahanya. Ia mengaku, sudah lebih dari empat tahun merintis usaha tersebut. Kini bisa dikatakan sudah memiliki banyak pelanggan. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 4 kilogram adonan pempek.

Inspirasi dan teknik pembuatan pempeknya didapatkan dari seorang teman asli Palembang. Dengan memadukan ilmu yang ia pelajari dan kreativitasnya sendiri, Arifin berhasil menciptakan rasa khas yang digemari banyak pelanggan.

Baca juga: Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari

“Jajanan pempek ini kan khas dari Palembang. Saya mendapatkan ide untuk berjualan pempek dari seorang teman. Sebelumnya, saya pernah mencoba berbagai usaha seperti menjual telur gulung, siomay, dan pentol dengan keliling,” ungkapnya.

Berbeda dengan pempek pada umumnya yang berbahan dasar ikan, Arifin memilih untuk memadukan tepung terigu dan pati sebagai bahan utamanya. Menurutnya, keputusan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menghindari ikan laut tanpa mengurangi kelezatan rasa.

“Rasanya tetap gurih, karena menggunakan bumbu sederhana seperti bawang putih, Royco, dan garam,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dalam penjualan Pempek Palembang Mang Ipin, dirinya menyediakan beberapa pilihan yang bisa dipilih oleh pembeli. Di antaranya pempek kapal selam isi telur, pempek terpedo isi sosis, dan pempek komplet. Sebagai pelengkap, ia tidak lupa memberi sambal dan timun.

“Harga yang tersedia di sini murah, mulai seribuan saja. Bukanya pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Tapi saya tutup hari Selasa dan Sabtu,” jelasnya.

Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

Disinggung mengenai pembeli, dia menjelaskan pembelinya kebanyakan dari siswa dan siswi Madrasah Miftahul Falah. Selain itu juga banyak warga sekitaran tempat jualnya.

“Saya ingin pempek ini dikenal banyak orang, bahkan punya cabang di tempat lain,” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Demi Buka Yolo Coco, Faiq Lepas Posisi Kepala Cabang Travel Umrah

0
Yolo Coco di sisi Jalan Conge, Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Foto: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Kedai dengan tulisan Yolo Coco terlihat di sisi Jalan Conge, Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di kedai yang ukurannya tak begitu besar itu tampak botol-botol sirup terjajar rapi. Di sana juga terlihat seorang laki-laki yang sedang sibuk menyiapkan pesanan pembeli. Dia adalah Ahmad Yulfaiq (27), sang pemilik usaha.

Di sela-sela menyiapkan dagangan, pria yang biasa disapa Faiq itu, bersedia menjelaskan usaha yang dirintisnya sejak tahun 2024 tersebut. Ia mengaku pernah dipercaya sebagai kepala cabang sebuah travel umroh, usaha yang dibuatkan orang tuanya. Namun, ia memutuskan untuk meninggalkan kenyamanan itu.

“Alhamdulillah saya pernah dipercaya menjadi kepala cabang travel umroh. Cuma sekarang saya ingin mandiri, tidak ikut orang tua. Jadi saya berpikir bahwa usaha yang paling saya sukai adalah berjualan,” bebernya.

Baca juga: Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari

Ketertarikannya pada dunia minuman bermula ketika ia bekerja sebagai barista di Bali. Selama satu setengah tahun, Faiq belajar meracik berbagai minuman di sebuah sekolah bartender. Di sana, ia belajar bahwa sebuah minuman bukan sekadar pelepas dahaga, tapi bisa jadi karya seni.

“Dari situ, pengalaman saya sebagai barista dan bartender mulai terasa berguna,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Setelah kembali ke Kudus, Faiq memutuskan untuk memulai usaha kecilnya dengan menjual kelapa muda. Tidak hanya kelapa biasa, ia mengombinasikannya dengan berbagai varian rasa. Ia menciptakan sirup khas yang resepnya dipelajari dari ibunya sejak SMA.

“Ibu saya yang pertama kali meracik sirup ini. Rasanya unik dan menjadi ciri khas minuman yang saya jual sekarang,” jelasnya.

Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

Tapi perjalanan Faiq tidak selalu mulus. Tantangan terbesar baginya adalah untuk bisa tetap konsisten.

“Awalnya sulit, apalagi untuk memulai sangat sulit. Tapi saya pikir, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Setelah berjalan tantangannya ganti, untuk bisa terus konsisten, itu juga sulit” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -