Lebih Praktis, Warga Jepara Pilih Tukar Pecahan Uang Baru di Lapak Penyedia Jasa

BETANEWS.ID, JEPARA– Menjelang Hari Raya Idulfitri, lapak penyedia jasa tukar uang baru di Kabupaten Jepara mulai ramai dicari masyarakat. Berdasarkan pantauan, terdapat dua lapak penyedia jasa tukar uang baru yang mangkal di Area Jalan Kartini, Jepara.

Berbekal lapak sederhana, mereka menawarkan jasa penukaran uang, mulai dari pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu.

Ahmad Faiz (19), salah satu warga Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara mengatakan, ia memilih menukarkan uang di lapak penyedia jasa di pinggir jalan karena lebih simpel dan tidak perlu antre.

-Advertisement-

Sebelumnya ia juga sempat ikut war penukaran uang baru yang dibuka oleh Bank Indonesia (BI), namun tidak kebagian.

“Lebih simpel (kalau nukar di lapak), kemarin sempat ikut War, tapi ngga dapet,” kata Faiz saat ditemui usai menukar uang baru di Jalan Kartini pada Senin, (16/3/2026).

Ia menukar uang pecahan Rp10 ribu yang nantinya akan diberikan untuk adik dan keponakannya.

Berbeda dengan Faiz, Alifatul Azkia (19), perantau asal Kabupaten Tegal mengaku, ia sebelumnya memang tidak sempat untuk nge-war penukaran uang baru yang dibuka oleh BI.

Menjelang kepulangannya ke Kabupaten Tegal, ia sempat mendatangi beberapa kantor bank yang ada di Jepara, namun ternyata tidak membuka jasa penukaran uang baru.

Baca juga: Empat Hari Digelar, Transaksi Mebel Jepara di Pameran IFEX Tembus Rp7,8 Miliar

Sehingga, ia memilih menukarkan uang di lapak penyedia jasa penukaran uang.

“Kemarin ngga sempet ikut nge-war, karena hari ini mau pulang, tadi sempet ke beberapa bank, tapi udah kosong semua. Akhirnya ya udah, nukar di lapak aja,” kata Azkia.

Uang pecahan Rp10 ribu yang ia tukarkan rencananya juga untuk dibagikan kepada saudaranya.

Sementara itu, Suwanto (47), salah satu penyedia jasa penukaran uang baru asal Kelurahan Jomblang Sari, Kecamatan Candi, Kota Semarang mengatakan, jasa penukaran uang baru saat ini dipatok 20 persen atau Rp20 ribu per Rp100 ribu.

Jasa itu menurutnya naik, dibanding awal Bulan Ramadan atau sekitar satu minggu awal yang hanya sebesar Rp15 persen per 100 ribu.

“Ini jasanya 20 persen per Rp100 ribu, kalau seminggu awal puasa kemarin masih Rp15 persen,” ungkap Suwanto.

Menjelang lebaran, jasa penukaran uang menurutnya semakin ramai. Dalam sehari, ia mampu melayani sekitar 30 pembeli. Pecahan uang yang menurutnya banyak dicari pembeli yaitu pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu dan Rp10 ribu.

Suwanto memilih Jepara karena menurutnya daerah Jepara cukup aman untuk membuka jasa penukaran uang.

“Tiap tahun kalau lebaran pasti ke Jepara, udah dari 2012 buka jasa penukaran uang. Soalnya di sini (Jepara), aman, ngga ada kisruh, aman lah buat usaha kayak gini (jasa penukaran uang),” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER