Beranda blog Halaman 34

Wiwit Bakal Perluas Penerima Kartu Sarjana, Mahasiswa Tak Bisa Bayar UKT Tak Perlu Khawatir

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat mengunjungi UNISNU Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Bupati Jepara, Witiarso Utomo berencana untuk memperluas penerima manfaat program Kartu Sarjana. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara pada Senin, (16/3/2026).

Wiwit mengatakan, saat ini jumlah penerima program Kartu Sarjana Jepara yang bekerja sama dengan UNISNU baru diakses 152 mahasiswa. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan, agar semakin banyak masyarakat Jepara yang dapat mengakses pendidikan tinggi.

“Kami juga akan membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembayaran UKT. Nanti bisa dibantu melalui BAZNAS bagi mahasiswa yang ber-KTP Jepara,” kata Wiwit.

Ia meminta pihak UNISNU melakukan proses penyaringan atau screening terhadap mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan. Menurutnya, bantuan tersebut penting agar mahasiswa tidak terpaksa berhenti kuliah karena kendala biaya.

Baca juga: Pemkab Jepara Salurkan THR Bagi 12.210 ASN Sebesar Rp57,3 Miliar

“Jangan sampai anak-anak kita putus kuliah karena masalah biaya. Banyak faktor yang membuat mereka terhambat bukan karena kemauan mereka. Kita bantu agar mereka bisa menyelesaikan kuliahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNISNU Jepara, Prof Abdul Djamil mengatakan, program Kartu Sarjana Jepara
menurutnya berpotensi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Jepara.

“Ada Tiga kata kunci yang saling berkaitan dan menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas Jepara agar lebih maju di masa mendatang, yaitu kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Di sektor pendidikan salah satunya lewat program kartu sarjana,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, IPM Jepara menunjukkan tren peningkatan. Hal tersebut membuat pihak akademisi optimistis terhadap masa depan pembangunan daerah.

“Kami sebagai warga Jepara sekaligus akademisi optimistis ke depan. Bersyukur memiliki bupati muda yang energik, memiliki catatan baik dan dekat dengan para ulama. Hal yang tidak kalah penting adalah perhatian terhadap pendidikan,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Malam Lebaran Harus Terang, Bupati Kudus Instruksikan Agar LPJU Menyala Maksimal

0
Petugas sedang melakukan perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melakukan penyisiran terhadap Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penerangan jalan tetap menyala, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, terutama pada malam hari saat momentum Lebaran.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mempercepat penanganan LPJU yang mengalami kerusakan di berbagai titik. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan tiga tim khusus yang bergerak melakukan pengecekan dan perbaikan di lapangan.

“Tim yang disebut sebagai Saber LPJU tersebut bekerja secara bergantian, bahkan hingga malam hari. Hal ini dilakukan karena pengecekan lampu penerangan jalan lebih mudah dilakukan saat kondisi gelap sehingga kerusakan bisa langsung diketahui,” ujar Bupati Sam’ani di Pendopo Kudus belum lama ini.

Menurutnya, kerusakan LPJU kerap dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan korsleting maupun gangguan pada jaringan listrik. Karena itu masyarakat juga diminta aktif melaporkan jika menemukan lampu jalan yang mati agar dapat segera ditangani oleh petugas.

“Laporan kerusakan LPJU dapat disampaikan melalui tim Saber LPJU maupun layanan pengaduan masyarakat Wadul K1–K2. Dengan adanya laporan dari masyarakat, perbaikan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat,” bebernya.

Bupati menegaskan, penanganan LPJU tidak boleh dibedakan berdasarkan kewenangan jalan. Meski ada lampu yang berada di jalan milik pemerintah kabupaten, provinsi maupun nasional, pihaknya tetap meminta Dishub membantu penanganan di lapangan demi keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Pemkab Kudus Bakal Pasang 130 LPJU Tenaga Surya di Wilayah Perbatasan

“Secara geografis semuanya berada di wilayah Kabupaten Kudus. Jadi kami minta tetap ditangani dengan sebaik-baiknya agar masyarakat merasa aman saat berkendara,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika masih terdapat beberapa titik LPJU yang belum berfungsi dengan baik. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya melakukan perbaikan agar seluruh penerangan jalan dapat berfungsi optimal menjelang Lebaran.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kudus, Muchlisin mengatakan, perbaikan LPJU saat ini masih terus berjalan. Petugas bekerja dalam tiga shift sesuai arahan bupati agar proses perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menyebut sejumlah kerusakan LPJU terjadi akibat cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan yang menyebabkan gangguan pada jaringan kabel udara. Perbaikan dilakukan di berbagai wilayah, baik di kawasan perkotaan maupun jalur alternatif di pedesaan.

“Untuk kesiapan jalur utama dan jalur alternatif menjelang Lebaran, kondisi LPJU diperkirakan sudah mencapai sekitar 80 persen. Sisanya masih dalam proses perbaikan agar dapat menyala seluruhnya saat arus mudik dan arus balik,” ujarnya.

Dishub Kudus sendiri telah menyiapkan stok suku cadang seperti lampu, kabel, MCB, dan berbagai aksesori lainnya untuk mempercepat proses perbaikan. Pengadaan peralatan tersebut telah dilakukan pada awal tahun melalui dukungan anggaran pemeliharaan rutin sekitar Rp1 miliar dari APBD.

Adapun jalur yang menjadi prioritas penanganan LPJU meliputi ruas utama dari Terminal Kudus menuju perbatasan Pati, jalur menuju Jepara, serta sejumlah jalur alternatif di wilayah Mejobo dan Karanganyar yang kerap dilalui kendaraan saat musim mudik.

“Kami akan kerja keras, semoga seluruh lampu penerangan jalan dapat berfungsi optimal sebelum Hari Raya Idul Fitri. Dengan demikian masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman dan nyaman selama perayaan Lebaran,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ramai Banget, Pembeli Rela Antre 2 Jam di Benang Raja Kudus

0
Sejumlah pembeli saat antre di kasir di Benang Raja Kudus. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri, lonjakan pembeli terjadi di toko-toko pakaian, seperti halnya Benang Raja Kudus. Bahkan, pada momen jelang Lebaran, antrean di kasir mengular hingga membuat pelanggan harus menunggu sampai dua jam untuk menyelesaikan transaksi.

Sosial Media Marketing Benang Raja Kudus, Vika Anggun mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung sudah mulai terasa sejak sepekan sebelum Ramadan dan terus memuncak setelah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Mulainya sepekan sebelum Ramadan sudah ramai, tapi puncaknya setelah THR cair. Setiap hari antrean kasir panjang sekali, bahkan customer bisa antre sampai dua jam, untuk menyelesaikan pembayaran,” katanya saat ditemui di toko, belum lama ini.

Menurutnya, lonjakan pembeli tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh perluasan dan renovasi toko yang kini mampu menampung lebih banyak pengunjung.

“Dibanding tahun lalu meningkat drastis, karena sebelumnya toko belum sebesar ini dan belum direnovasi. Setelah diperluas di Februari tahun ini, peningkatannya bisa sampai 80 persen,” jelasnya.

Produk yang paling banyak diburu konsumen adalah batik, baik dalam bentuk kain maupun produk jadi seperti sarung. Selain karena kualitas, harga yang ditawarkan dinilai sangat terjangkau karena diproduksi sendiri di pabrik langsung.

“Yang paling dicari batik, sarung, dan kain. Karena di sini harganya langsung dari produksi, jadi lebih terjangkau,” katanya.

Baca juga: Bisnis Sewa iPhone di Kudus Kian Laris, Banyak Disewa untuk Gaya dan Liburan

Tak hanya pembeli perorangan, sejumlah perusahaan juga turut berbelanja dalam jumlah besar untuk kebutuhan THR bagi karyawan sebagai bingkisan Lebaran.

Dari sisi omzet, Vika menyebut terjadi peningkatan signifikan. Pada hari biasa, omzet harian puluhan juta. Namun menjelang Lebaran, angka tersebut melonjak hingga menembus lebih dari Rp100 juta per hari.

Meski permintaan meningkat tajam, pihaknya memastikan tidak ada kenaikan harga. Stabilitas harga menjadi salah satu daya tarik utama Benang Raja Kudus di mata konsumen.

“Kami tidak menaikkan harga, tetap stabil karena produksi sendiri. Jadi tidak tergantung momen tertentu,” tegasnya.

Untuk pilihan produk, Benang Raja menawarkan berbagai varian dengan harga yang cukup terjangkau. Batik dijual mulai Rp20 ribu, kain Rp2.200 per meter, gamis koleksi Ramadan berkisar Rp85 ribu hingga Rp230 ribu, baju koko Rp99 ribu, hingga sarimbit keluarga mulai Rp219 ribu.

Menariknya, tren pembeli tidak berhenti setelah Lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, toko tetap ramai dikunjungi, terutama oleh pelanggan dari luar kota yang membeli produk sebagai oleh-oleh untuk warga luar daerah.

“Setelah Lebaran masih ramai, biasanya dari luar kota seperti Jakarta dan Sumatra. Produk yang paling banyak dicari seperti daster, dompet, dan aksesoris,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Jalan Tol, Jateng Siapkan One Way Lokal

0
Kapolri Listyo Sigit saat meninjau Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idul Tahun 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.

Sebab, puncak arus mudik diperkirakan mulai 18 Maret 2026, kepadatan lalu lintas diperkirakan akan dimulai dari KM 70 ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek, sampai dengan KM 421 ruas Jalan Tol Semarang menuju Solo.

“Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol M Pratama Adhyasastra saat menyampaikan paparan mengenai Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idul Tahun 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026).

Pihaknya melakukan berbagai skenario untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di gerbang tol Kalikangkung Semarang. Apabila situasi normal seperti dengan jumlah traffic di bawah 2.000 per jam, maka akan tetap difungsikan normal dengan petugas tetap berjaga di dalam.

Namun apabila terjadi kendaraan padat, dimana jumlahnya mencapai 3.000 per jam, pihaknya akan mempersiapkan 7 gardu satelit dan petugas pelaksanaan patroli, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan yang semakin tinggi.

Jika terjadi emergency, di mana jumlah traffic di atas 3.000 per jam selama 3 jam berturut-turut, kecepatan sudah di bawah 20 km/jam. Pada kondisi tersebut, pihaknya mempersiapkan perlakuan one way lokal. Adapun pelaksanaan petugas akan menunggu instruksi dari Dirlantas. Pelaksanaan kegiatan one way lokal ditujukan untuk mendobrak dari KM 422 ke KM 442 Bawen.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Nasrullah memproyeksikan puncak untuk arus mudik akan terjadi di tanggal 18 Maret 2026. Sedangkan puncak untuk arus balik akan terjadi di tanggal 24 Maret 2026.

“Jika melihat data mulai dari H-10 sampai dengan tanggal 15 Maret atau H-6, sudah mulai terjadi peningkatan lalu lintas yang mengarah ke arah Semarang dan bertransaksi di gerbang tol Kalikangkung. Kita lihat secara akumulasi sudah 45,58% di atas normal,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Fasilitasi Warganya Mudik Gratis

Diperkirakan angka tersebut akan naik terus, sampai nanti menemui puncaknya di tanggal 18 Maret 2026.

“Pada saat puncak arus mudik, kami perkirakan lalin harian yang bertransaksi di gerbang tol Kali Kangkung mengarah ke Semarang itu akan sejumlah 68.900 kendaraan,” katanya.

Sedangkan dari pantauan gardu entrance Gerbang Tol Kalikangkung, diproyeksikan di tanggal 24 Maret 2026, mencapai puncak arus balik di angka 73.900 kendaraan.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi terhadap kesiapan menghadapi arus mudik yang dilaksanakan oleh Pos Terpadu Kalikangkung. Menurutnya, langkah yang telah dilakukan melalui sinergitas antara pemerintah provinsi Jawa Tengah, dan Polda Jateng serta Jasa Marga sudah dipersiapkan dengan baik.

“Tadi saya lihat bahwa dari sisi persiapan pelayanan baik mulai dari bagaimana mengatur rekayasa arus lalu lintas. Mulai dari pengaturan One Way Lokal dan juga One Way Nasional, termasuk terobosan baru dengan nama Sipolan. Ini menjadi pelengkap respon cepat 110 yang sudah ada,” katanya.

Dia berharap, Jawa Tengah bisa memberikan pelayanan terbaik dan sampai saat ini bisa terus terjaga.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan apresiasinya atas kepada Polda Jateng atas sejumlah terobosan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemudik. Salah satunya adalah menonjolkan “safety” dan “hospitality”.

“Melalui inovasi yang dilakukan Polda Jateng, harapannya keramahtamahan untuk menyambut saudara kita yang mudik bisa berjalan lancar dan jauh lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya,” kata dia.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Aksi Sigap Taj Yasin Fasilitasi Pemudik Hidrosefalus, Pastikan Dapat Pelayanan Khusus

0
Petugas memberikan pelayanan kepada pemudik yang mengidap hidrosefalus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, BANDUNG – Menjelang pelepasan program mudik gratis 2026, Langkah kaki Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen terhenti di lorong sempit sebuah bus yang terparkir di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung pada Senin, 16 Maret 2026.

Ia berhenti lantaran melihat penumpang bus yang berbaring di deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan panitia. Dia adalah Adelia Adinda Putri (25).

Gadis asal Sukoharjo pengidap hidrosefalus ini tak bisa duduk, apalagi berjalan. Seluruh perjalanan mudiknya kali ini harus ia lalui dengan merebah di atas deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan.

Taj Yasin perlahan mendekat, memastikan warga istimewanya itu dalam kondisi nyaman. Baginya, Adelia bukan sekadar pemudik, melainkan tamu kehormatan.

“Tadi ada dua yang istimewa. Salah satunya Adelia ini, dia tidak bisa duduk karena sakit di punggung,” ujar Gus Yasin sapaan akrabnya.

Ia menegaskan layanan pemerintah tidak boleh berhenti di terminal dan akan memastikan Adelia diantar sampai ke rumahnya.

“Nanti sampai di Terminal Sukoharjo, akan kita antar dengan mobil yang sudah kita siapkan sampai ke rumahnya,” jelasnya.

Ibu Adelia, Tutik Dwi (56), tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Perempuan yang sejak 1998 berjualan jamu tradisional di Bandung itu mengaku baru kali ini bisa ikut program mudik gratis dari Pemprov Jateng.

“Baru sekali ini ikut. Dulu pernah mau ikut, tapi adiknya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, jadi batal,” tuturnya.

Kesempatan tahun ini datang setelah seorang pengurus paguyuban memberi tahu tentang program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Awalnya, panitia bahkan menawarkan penjemputan ambulans hingga ke rumah.

“Tadinya mau dijemput sampai rumah pakai ambulans, tapi saya enggak enak sama petugasnya. Jadi kami langsung berangkat sendiri saja,” katanya.

Bagi Tutik, perjalanan pulang ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ia merasakan perhatian yang begitu besar dari panitia terhadap kondisi putrinya.

“Pengurus dan panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Menyiapkan perjalanan bagi Adelia memang bukan perkara mudah bagi panitia. Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, menyebut kehadiran Adelia adalah anugerah bagi rasa kemanusiaan timnya.

Demi kenyamanan Adelia, panitia harus mencari ambulans untuk transit sementara hingga mengatur ulang tata letak kursi bus.

“Ini anugerah luar biasa bagi kami bisa memfasilitasi disabel. Satu baris kursi belakang itu kami tata khusus untuk satu keluarga agar mereka nyaman,” pungkas Farchan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ratusan Warga Kudus Sumringah Dapat Mudik Gratis, Ini Kata Mereka

0
Ratusan peserta mudik gratis saat tiba di Kudus. Foto: kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga perantauan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) tampak senang dapat mudik ke kampung halamannya jelang Lebaran dengan gratis tanpa biaya. Mengingat, tiket bus pada momen seperti ini sangat mahal, bahkan bisa naik hingga dua kali lipat.

Tentu saja, program itu sangat membantu bagi warga yang ingin pulang ke tempat asalnya. Seperti halnya yang dirasakan oleh Nur Bahtiar Rizqi bersama istri dan anak serta mertuanya yang ikut mudik gratis difasilitasi oleh Pemkab Kudus.

Menurutnya, program itu sangat membantu keluarga, karena meringankan ongkos untuk pulang ke kampung halaman. Pria yang bekerja sebagai ojek online di Depok itu mengaku senang, lantaran pengalaman mudik gratis tersebut merupakan kali pertama yang pernah dialami.

“Sangat senang sekali, karena sangat meringankan ongkos saya dan keluarga,” katanya usai tiba di halaman Pendapa dan disambut Bupati Kudus, Senin (16/3/2026) malam.

Dalam perjalanan mudik gratis itu, menurutnya lancar tanpa ada kemacetan di jalan. Saat dilepas habis dhuhur di TMII, ia tiba di Kudus sekitar pukul 20.30 WIB.

“Untuk perjalanan tadi, alhamdulillah lancar dan tidak ada kemacetan di jalan,” jelasnya.

Baca juga: Jateng Sambut Peningkatan Ekonomi Daerah dari Tradisi Mudik

Hal senada juga dikatakan oleh Nafsida Nafsatul Aisyah yang sudah beberapa kali mudik difasilitasi Pemkab Kudus sejak 2023 lalu. Ia merasa senang hingga ia merasakan manfaatnya langsung program mudik gratis tersebut.

“Harapan kami mudik gratis ini (armada) bisa diperbanyak lagi, sehingga bisa menjangkau masyarakat Kudus yang berada di Jabodetabek,” ungkap wanita asal Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.

Wakil Ketua FKMK Kudus, Teguh Herman mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kudus dan stake holder terkait yang telah memfasilitasi warga perantauan Kudus balik ke kampung halaman. Ia berharap tahun depan, program itu bisa menjangkau lebih banyak lagi warga Kudus yang berada di perantauan untuk mudik gratis bersama.

“Kami juga siap untuk membantu program-program Pemkab Kudus demi mecapai tujuan dan mensukseskan tujuan Pemkab. Dalam mudik gratis ini ada sekitar 700 orang yang terdiri dari dua gelombang, Minggu (15/3/2026) ada sekitar 315 orang dan hari ini ada sekitar 400 sekian,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, tahun ini total ada 16 bus untuk memfasilitaasi mudik gratis 2026. Terdiri 14 bus untuk mudik dan dua bus lainnya untuk memfasilitasi warga pada arus balik lebaran 2026.

“Terima kasih kepada semua pihak yang membantu, baik Baznas, PT Nojorono, PT Djarum, PT Sukun. Semoga tahun depan, karena ini banyak masukan, akan kita tingkatkan lagi, baik jumlah maupun kualitasnya,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Perantau ini Hemat Ongkos hingga Rp2,8 Juta Berkat Mudik Gratis Pemprov Jateng

0
Muhammad Mukhid, peserta mudik gratis. Foto: Ist

BETANEWS.ID, BANDUNG – Air muka Muhammad Mukhid (40) nampak ceria di antara kerumunan orang di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara Bandung pada Senin siang (16/3/2026).

Perantau asal Kabupaten Rembang ini tak henti-hentinya mengucap syukur jelang pemberangkatan program Mudik Gratis 2026 Pemprov Jateng. Bagi pria yang sudah 15 tahun mengadu nasib di Bandung sebagai pembuat pelat nomor ini, mudik tahun 2026 menjadi momen yang sangat spesial.

Sebab, tahun ini adalah kali pertama Mukhid mencicipi program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, ia harus merogoh kocek cukup dalam untuk bisa membawa keluarganya pulang ke kampung halaman.

“Biasanya pakai bus (umum). Satu orang itu tiketnya bisa Rp550 ribu sampai Rp700 ribu. Itu baru satu orang,” ujar Mukhid saat berbincang di sela keberangkatan.

Tahun ini, Mukhid tidak pulang sendirian. Ia mudik bersama istri dan kedua anaknya. Jika dikalkulasikan dengan tarif bus komersial, Mukhid setidaknya harus menyiapkan dana sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta hanya untuk tiket keberangkatan satu kali jalan.

Dengan adanya program ini, uang jutaan rupiah tersebut bisa ia simpan untuk kebutuhan lain di kampung halaman.

“Ini satu keluarga berempat. Saya, istri, sama dua anak. Berarti menghematnya lumayan banyak sekali. Sangat membantu kami,” tuturnya dengan nada lega.

Tak hanya soal biaya, Mukhid juga mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan. Menurutnya, proses pendaftaran dan fasilitas bus yang disediakan sangat layak dan tidak menyulitkan warga.

Baca juga: Satlantas Polresta Pati Hadirkan Rest Area Mobile, Pemudik Bisa Dapatkan Layanan BBM hingga Pijat Gratis

“Kesan pertama ya enak, enggak ribet. Fasilitasnya cukup bagus. Harapannya semoga program ini tambah lancar, berkah buat yang mengadakan, dan manfaat buat kita semua,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang melepas langsung keberangkatan para perantau, turut merasakan kebahagiaan para pemudik.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini berharap perjalanan ini menjadi obat rindu yang mujarab, bagi mereka yang telah lama bekerja keras di tanah rantau seperti Bandung dan Cimahi.

“Saya doakan perjalanannya bahagia, ketemu dengan keluarga dengan sehat. Semoga ini benar-benar bisa mengobati rasa kangen Bapak Ibu sekalian,” ujar Gus Yasin.

Lebih lanjut, Gus Yasin berharap kepulangan mereka ke kampung halaman bisa menjadi ajang pengisian energi kembali.

“Harapannya, mereka nantinya semangat lagi untuk bekerja mencari rezeki di perantauan setelah bertemu keluarga,” pungkasnya.

Program mudik gratis tahun ini memang memprioritaskan warga dengan latar belakang ekonomi tertentu, seperti buruh lepas dan pedagang kecil, guna memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat kecil seperti keluarga Mukhid.

Dari 1.142 pemudik asal Jateng di Bandung Raya, 31,4% diantaranya merupakan buruh lepas, dan 35,6% merupakan pedagang kaki lima serta UMKM. Sementara sisanya merupakan guru mengaji, karyawan, asisten rumah tangga, ojek online, dan mahasiswa.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Canda Ahmad Luthfi saat Melihat Bus Angkutan Lebaran Bergambar MU: Jangan-jangan Mudiknya ke Inggris

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menunjuk bus angkutan lebaran bergambar logo tim sepak bola Manchester United (MU) yang digunakan untuk mengangkut peserta Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026. Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dibuat kaget saat melihat bus angkutan lebaran bergambar logo tim sepak bola Manchester United (MU) yang digunakan untuk mengangkut peserta Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026.

Selain bus bergambar logo MU, ada beberapa bus lain yang juga memilki livery atau gambar logo klub sepak bola. Di antaranya ada Newcastle United, Inter Milan, dan lainnya. Namun hanya bus berlogo MU itu yang menarik perhatian Ahmad Luthfi.

Apalagi tim berjuluk setan merah tersebut baru saja meraih kemenangan besar atas Aston Villa dalam laga pekan ke-30 Liga Premier Inggris dengan skor 3-1 pada malam sebelumnya.

“Bus MU? Heh, (habis) menang? Ini mudik ke Jateng?” ujar Ahmad Luthfi begitu melihat bus bergambar logo MU di lokasi pelepasan Mudik Gratis Pemprov Jateng, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ia pun berseloroh jangan-jangan bus tersebut tidak membawa pemudik ke Jawa Tengah tetapi ke Kota Manchester di Inggris.

“Busnya lucu sekali, Manchester United. Jangan-jangan ini mudiknya ke Inggris,” selorohnya yang disambut tawa orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Baca juga: Satlantas Polresta Pati Hadirkan Rest Area Mobile, Pemudik Bisa Dapatkan Layanan BBM hingga Pijat Gratis

Setelah itu, Ahmad Luthfi yang masih penasaran kemudian masuk ke dalam bus. Begitu di dalam, ia langsung bertanya kepada sopir bus dan para pemudik dengan tujuan Kabupaten Tegal tersebut.

“Ini kok busnya Manchester United, gimana ini ceritanya? Ini mudiknya ke mana, busnya Manchester United, jangan-jangan mudiknya ke sana (Manchester),” ujarnya kembali bercanda kepada para pemudik.

Adapun bus bergambar MU tersebut disediakan oleh Jasa Raharja. Bus terisi pemudik dengan beragam latar pekerjaan. Ada pedagang kaki lima, ada buruh, mahasiswa, dan lainnya. Di antaranya pemudik itu ada yang sudah beberapa kali ikut mudik gratis, ada juga yang baru pertama kali.

Diketahui, Ahmad Luthfi melepas 325 bus yang membawa 16.186 pemudik dengan tujuan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mudik Gratis dari Pemprov Jateng tersebut memiliki tagline “Mudik Gampang, Balik Tenang”. Jumlah pemudik yang diberangkatkan dari TMII tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Selain dari TMII, Pemprov Jateng juga menyediakan memfasilitasi mudik gratis dari Bandung ke beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 23 bisa yang akan diberangkatkan dari Bandung pada Senin siang dan akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Sejumlah Kafe di Tepi Pantai Pelayaran Jepara Terbakar

0
Kebakaran yang menimpa sejumlah kafe di tepi pantai di Jepara. Foto: Dok. Damkar Jepara.

BETANEWS.ID, JEPARA– Sejumlah kafe yang berada di Pantai Pelayaran, Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan/Kabupaten Jepara terbakar pada Senin, (16/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari rekaman video amatir yang diterima Betanews.id, api tampak membumbung tinggi, membakar warung yang terbuat dari bahan kayu.

Kepala Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto menyebutkan area yang terbakar cukup luas. Yaitu sekitar 10×40 meter.

Kemudian karena material warung yang mudah terbakar, api baru berhasil dipadamkan setelah tiga jam pemadaman atau sekitar pukul 02.00 WIB di hari selanjutnya.

Terdapat empat unit mobil yang diberangkatkan untuk memadamkan api. Yaitu dua unit mobil pemadam milik Damkar, satu unit mobil tangki air dari BPBD Jepara, serta unit mobil pemadam milik PMI Jepara.

Baca juga: Difasilitasi Mudik Gratis, Inilah Wujud Terima Kasih Unik Pedagang Bakso kepada Gubernur Ahmad Luthfi

“Tadi malam ada kebakaran yang terjadi di sejumlah warung kafe yang ada di Pantai Pelayaran, area yang terbuka cukup luas, taksiran kerugian sekitar Rp400 juta,” ungkap Edy dalam laporan resmi yang diterima Betanews.id, Selasa (17/3/2026).

Dalam proses pemadaman, total terdapat 14 anggota yang terlibat. Dengan rincian, lima anggota dari Damkar Jepara, lima anggota dari BPBD Jepara, dan empat anggota dari PMI Jepara.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara, AKP M.Faizal Wildan Umar Rela mengatakan peristiwa kebakaran itu diduga akibat korsleting di salah satu warung.

Total terdapat tiga warung yang terbakar dalam peristiwa itu. Yaitu Warung Ono Kedai milik M.Iqbal (30), Warga Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan.

Warung Kedai Samudra milik Menara Daud (52), Warga Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo serta Warung Kedai Jeparadaise milik Suswanti (44), Warga Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara.

“Dari keterangan saksi sumber apinya berasal dari Kedai Jeparadaise karena korsleting listrik,” kata Wildan.

Selain karena material warung yang terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar, kondisi angin juga cukup kencang karena berada di tepi pantai sehingga api dengan cepat menjalar ke warung yang berada di sebelah kanan dan kirinya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, meskipun total kerugian cukup besar,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Berikan Layanan Prima, Taj Yasin Berangkatkan 1.142 Pemudik dari Bandung ke Kampung Halaman Jateng

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen melepas peserta mudik gratis dari Bandung. Foto: Ist

BETANEWS.ID, BANDUNG – Ribuan perantau memadati Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara Bandung pada Senin (16/3/2026)siang, dengan air muka bahagia.

Kerinduan mereka untuk pulang ke kampung halaman akhirnya terfasilitasi melalui program Mudik Gratis 2026 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ribuan orang itu diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menuju kampung halaman masing-masing menggunakan armada bus.

“Hari ini kita melepas mudik gratis untuk daerah Jawa Barat, Bandung, Cimahi, dan sekitarnya,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut di sela-sela keberangkatan.

Sebanyak 1.142 pemudik diberangkatkan menggunakan 23 bus menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Kebumen, Klaten, Sukoharjo, Banjarnegara, Tegal, Grobogan, Demak hingga Wonogiri.

Gus Yasin menekankan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam perjalanan ini. Ia memastikan bahwa seluruh kru armada telah melalui rangkaian pemeriksaan ketat sebelum diizinkan mengangkut penumpang.

Menariknya, perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak berhenti pada titik keberangkatan saja.

Gus Yasin memastikan bahwa layanan prima tetap menanti para pemudik saat mereka tiba di terminal-terminal tujuan di Jawa Tengah.

“Nanti sesampainya di terminal tipe B di Jawa Tengah, kami menyambut dengan pemeriksaan kesehatan kembali. Kami sudah menyiapkan pemeriksaan gratis lewat program spelling. Kami juga menyediakan internet gratis,” kata Gus Yasin.

Tingginya antusiasme warga Jawa Tengah di perantauan tahun ini diakui cukup luar biasa oleh panitia penyelenggara.

Baca juga: Satlantas Polresta Pati Hadirkan Rest Area Mobile, Pemudik Bisa Dapatkan Layanan BBM hingga Pijat Gratis

Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengungkapkan minat warga sebenarnya jauh melampaui kuota yang tersedia.

Berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, peminat mudik gratis mencapai 2.356 orang, sayangnya tidak terfasilitasi semua.

“Saya sampai kewalahan bagaimana menolaknya karena semua adalah teman-teman kita,” kata Farchan.

Karena keterbatasan tersebut, panitia menerapkan sistem seleksi yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Farchan merinci bahwa prioritas diberikan kepada masyarakat dengan latar belakang ekonomi tertentu.

“Kami seleksi apakah dia pedagang kaki lima atau bukan, memiliki SKTM atau tidak, apakah dia buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Itu yang menjadi pilihan utama kami,” jelasnya.

Dari 1.142 pemudik, peserta terbanyak berasal dari Cilacap sejumlah 339 orang, Sukoharjo 150 orang, dan Banjarnegara sejumlah 98 orang.

Program mudik gratis untuk perantau asal Jateng di wilayah Bandung Raya sudah telaksana 5 kali. Pada 2022, program ini hanya memfasilitasi 3 bus, dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Difasilitasi Mudik Gratis, Inilah Wujud Terima Kasih Unik Pedagang Bakso kepada Gubernur Ahmad Luthfi

0
Penjual bakso asal Kabupaten Karanganyar menghadiahi sebungkus bakso kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA — Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggerakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disambut antusias oleh ribuan peserta. Beragam cara para peserta mengungkapkan rasa gembira dan rasa terima kasihnya.

Salah satunya sebagaimana yang dilakukan oleh salah satu peserta, Lulik Setiyawan. Penjual bakso asal Kabupaten Karanganyar ini sengaja menghadiahi sebungkus bakso kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, karena merasa gembira bisa ikut program ini.

Momen tersebut terjadi saat Gubernur Ahmad Luthfi menyapa para peserta Mudik Gratis Pemprov Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Senin (16/3/2026).

Tepatnya saat ia meninjau dan menyapa pemudik di bus nomor 21 tujuan Kabupaten Karanganyar. Di tengah asyik dialog menanyakan perasaan dan pekerjaan para pemudik, tiba-tiba Ahmad Luthfi disodori sebungkus bakso.

“Kamu pekerjaannya apa, sudah ikut mudik gratis berapa kali?” tanya Ahmad Luthfi saat sampai ke tempat duduk Lulik.

Lulik kemudian menjawab bahwa ia bekerja sebagai pedagang bakso keliling. Tepatnya di kawasan Jakarta Selatan. Ia menceritakan bahwa sudah ikut mudik gratis dari Pemprov Jateng sejak tahun 2016 dan berhasil menghemat untuk ongkos mudik keluarganya ke Karanganyar.

Ia kemudian menyodorkan sebungkus bakso yang khusus ia buatkan untuk Sang Gubernur. Sebungkus bakso tersebut sebagai ungkapan terima kasih karena telah mengadakan Mudik Gratis tiap tahun.

“Pak, ngapunten. Niki kula damelke khusus kagem Pak Gubernur. (Pak, maaf. Ini saya persembahkan khusus untuk Pak Gubernur),” ujar Lulik sembari menyunggingkan senyumnya.

Ahmad Luthfi pun menerima sebungkus bakso itu dengan diselingi tawa hangat. Ia juga membalas dengan memberikan paket berisi makanan ringan untuk bekal di perjalanan.

“Top, dikasih bakso aku. Besok baliknya ikut program Balik Rantau Gratis juga? Bisa ngirit dong. Penting senang dan sehat ya,” kata Luthfi menanggapi.

Saat ditemui di lokasi, Lulik menceritakan sudah merantau ke Jakarta sejak lulus sekolah. Awalnya ia ikut orangtuanya yang juga merantau di Jakarta. Ia sempat bekerja serabutan dan membantu orangtuanya jualan bakso. Kemudian ia menikah dan memutuskan untuk berjualan bakso keliling sendiri. Sementara istrinya jualan jamu keliling.

“Hampir 25 tahun jualan. Dulu ikut orangtua di sini, terus sempat kerja, terus mulai jualan bakso sendiri setelah menikah pada tahun 2012,” ujar Lulik.

Penghasilan kotor Lulik dari jualan bakso keliling rata-rata Rp5 juta per bulan. Jumlah itu masih dipotong modal, biaya kontrak rumah, makan sehari-hari serta biaya listrik dan air.

“Kontrakan per bulan Rp800 ribu, kalau ditambah biaya makan, listrik, dan air ya total sebulan bisa sampai Rp1 juta,” ungkap pria yang menyewa rumah ukuran kecil itu bersama istri dan anak-anaknya.

Dari pendapatan yang pas-pasan tersebut, ia masih harus menabung untuk biaya sekolah anak. Kalau masuk musim lebaran, pengeluaran bisa lebih tinggi karena harus mudik ke kampung halaman. Beban tertinggi tentu saja ongkos tiket bus ke Karanganyar yang saat lebaran bisa tembus Rp600 ribu per orang.

“Mudik gratis ini sangat membantu sekali buat saya sekeluarga. Sudah ikut program ini dari 2016 kalau nggak salah. Dari dulu daftarnya masih antre di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah sampai sekarang bisa daftar lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN),” ujarnya.

Kisah di perantauan juga disampaikan oleh Bejo Fauzan, pedagang bakso di daerah Tanah Kusir, Jakarta. Bejo mengaku sudah merantau dan berjualan bakso Solo sejak tahun 1994. Mulai berjualan keliling menggunakan pikulan, kemudian menggunakan sepeda ontel, berlanjut pakai gerobak keliling, lalu membuka warung kaki lima, dan akhirnya dapat menyewa sebuah bangunan di wilayah Tanah Kusir.

“Di sini baru empat tahun, dulu warung tempel di depan situ, dulunya bangunan ini untuk warteg. Begitu sudah tidak digunakan warteg, saya masuk (kontrak). Sewanya sebulan Rp3,5 juta. Pendapatan bisa Rp6-7 juta perbulan,” ujar warga asal Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar itu saat ditemui di warungnya sehari sebelum berangkat mudik.

Meski sudah puluhan tahun merantau, baru tahun ini Bejo dan keluarganya ikut program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng. Tahun-tahun sebelumnya ia tidak tahu kalau ada program tersebut. Setiap mudik, ia harus merogoh kantong yang cukup dalam hanya untuk membeli tiket seharga Rp600 ribu per orang.

“Baru tahu tahun ini dari Mas Lulik, lalu saya minta tolong untuk didaftarkan sekeluarga. Bersyukur sekali ada program mudik gratis ini, lumayan uangnya bisa beli susu anak dan buat bekal lebaran di kampung,” tutur sosok yang ramah tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Permudah Pemudik, Sekda Jateng Apresiasi Keterlibatan Perusahaan Swasta dalam Mudik Gratis

0
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat acara pelepasan program Mudik Bareng Mudik Bareng Warmindo, di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Senin (16/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi keterlibatan perusahaan swasta di wilayahnya dalam program Mudik Gratis pada momen Hari Raya Idulfitri tahun 2026.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat acara pelepasan program Mudik Bareng Mudik Bareng Warmindo, di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Senin (16/3/2026).

Apresiasi itu salah satunya disampaikan kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Area Semarang yang memberikan kesempatan mudik gratis kepada pengusaha Warmindo yang menjadi mitranya, untuk pulang ke kampung halamannya, di Kuningan, Jawa Barat.

“Kami mewakili Pemprov Jateng menyampaikan terima kasih, karena Indofood memfasilitasi teman-teman mitranya untuk bisa mudik dengan mudah, dan tentu saja mengedepankan keselamatan,” ujar Sumarno.

Dia berharap kemitraan itu berlanjut lebih kuat lagi. Terlebih, Warmindo adalah UMKM yang harus mendapatkan dukungan dari perusahaan besar seperti Indofood.

“Harapannya, ke depan support yang diberikan kepada UMKM bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Baca juga: Satlantas Polresta Pati Hadirkan Rest Area Mobile, Pemudik Bisa Dapatkan Layanan BBM hingga Pijat Gratis

Dalam sambutannya, Sales Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Area Semarang Agus Wahono mengatakan, Mudik Bersama Indomie merupakan wujud apresiasi kepada mitra Warmindo yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Indomie di Indonesia.

Ia menyampaikan, pihaknya memfasilitasi perjalanan mudik bagi lebih dari 11.300 pengusaha warmindo beserta keluarga di berbagai wilayah di Indonesia.

“Secara keseluruhan pada tahun 2026 ini ada 195 armada bus yang diberangkatkan dari berbagai titik mulai dari Jabodetabek, dari Semarang, dari Yogyakarta, dari Bandung, Surabaya hingga Malang,” jelasnya.

Pada kesempatan kali ini, kata dia, mudik yang diberangkatkan dari kantor gubernuran Jateng sebanyak 576 pemudik, menggunakan 11 armada bus.

“Bagi kami, para pengusaha warung Indomie bukan hanya sekedar mitra usaha tetapi merupakan keluarga besar yang telah tumbuh bersama Indomie. Senyum Bapak Ibu sekalian yang akan kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” lanjutnya.

Perwakilan rombongan pemudik, Babe Karsa, mengucapkan terima kasih atas kesempatan mudik ke kampung halaman. Sebagai warga Jawa Barat dia sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan mencari nafkah di Jawa Tengah.

” Saya warga Jawa Barat mencari nafkah di Semarang. Alhamdulillah Pak Gubernur mengizinkan. Sekarang saya bisa menafkahi anak-anak saya, dan juga bisa dekat dengan para mahasiswa,” ujarnya.

Salah satu pemudik, Umam, mengatakan, sudah 12 tahun berada di Jawa Tengah. Dia mengelola lima Warmindo yang berada di Salatiga dan Kota Semarang. Dia sudah beberapa kali mengikuti mudik gratis Warmindo. “Lumayan sekali, bisa meringankan karena gratis,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melaksanakan Program Mudik Gratis 2026. Dengan tema “Mudik Gampang Balik Tenang”. Pemprov Jateng beserta pemerintah 35 kabupaten/kota, BUMD, dan instansi lainnya telah memberangkatkan total 348 armada bus.

Terdiri atas 325 unit bus dari Jakarta dengan total pemudik sebanyak 16.186 orang dan 23 unit bus dari Bandung dengan jumlah pemudik 1.133 orang.

Selain itu juga ada mudik menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan dan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 17 Maret 2026. Total kuota mudik gratis menggunakan kereta api ada sekitar 1.288 kursi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jateng Sambut Peningkatan Ekonomi Daerah dari Tradisi Mudik

0
Pemudik asal Jabodetabek ikut mudik gratis ke Jawa Tengah. Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA — Pemerintah Jawa Tengah menyambut antusias para pemudik lebaran 2026 dari berbagai daerah yang hendak menuju provinsi ini. Sebab, tradisi mudik lebaran bukan hanya ajang untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga, tapi juga momentum untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Makanya kami sudah siapkan infrastruktur, hotel-hotel, bahkan sampai UMKM di tempat-tempat strategi, dan kampung-kampung tujuan mudik,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi usai melepas belasan ribu peserta Mudik Gratis Jateng 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).

Sebab, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang menjadi tujuan mudik terbesar. Selain itu juga menjadi perlintasan para pemudik yang dari Jabodetabek dan Jawa Barat ke Jawa Timur dan sebaliknya.

Oleh karena itu, Luthfi berharap adanya pergerakan masyarakat yang mudik tersebut dapat meningkatkan perputaran uang dan perekonomian di wilayahnya.

Luthfi mengatakan, kesiapan untuk menyambut para pemudik sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota sampai tingkat desa. Menurutnya, momentum mudik harus dapat ditangkap sebagai peluang untuk menumbuhkan perekonomian di wilayah masing-masing.

Baca juga: Antusias, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

“Jadi kebutuhan dasar pemudik terlayani, termasuk pemudik di tempat-tempat tertentu silakan belanjakan uang sakunya di Jawa Tengah, khususnya di UMKM,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Jawa Tengah juga menjadi titik jenuh bagi para pemudik. Maka dari itu, Ahmad Luthfi berpesan agar para pemudik dapat memanfaatkan tempat-tempat istirahat yang ada di wilayahnya. Mulai dari rest area sampai hotel atau penginapan.

“Silakan istirahat dan tidur di penginapan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Diketahui, pada mudik-balik tahun ini diperkirakan ada 17 juta orang yang masuk dan melintas di Jawa Tengah. Dari jumlah itu ada yang tujuan akhir atau kampung halamannya di Jawa Tengah tetapi ada juga yang hanya melintas untuk mudik dari Jabodetabek dan Jawa Barat ke Jawa Timur atau Jawa Timur ke Jawa Barat.

Adapun dalam mudik lebaran kali ini, Pemprov Jateng beserta 35 kabupaten/kota, BUMD, dan instansi lainnya telah memberangkatkan total 348 armada bus. Terdiri atas 325 unit bus dari Jakarta dengan total pemudik sebanyak 16.186 orang dan 23 unit bus dari Bandung dengan jumlah pemudik 1.133 orang.

Selain itu juga ada mudik menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan dan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 17 Maret 2026. Total kuota mudik gratis menggunakan kereta api ada sekitar 1.288 kursi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Pemkab Kudus Fasilitasi Warganya Mudik Gratis

0
Wabup Bellinda Birton ikut melepas peserta mudik gratis dari TMII. Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA – Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas keberangkatan peserta program Mudik Gratis 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026). Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu warga Kudus yang merantau agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman menjelang Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bellinda menyampaikan bahwa program mudik gratis menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap warganya yang berada di perantauan. Pihaknya berharap fasilitas ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus kebahagiaan bagi para pemudik.

“Kami ingin memastikan warga Kudus yang merantau tetap bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman. Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi momen untuk kembali ke rumah, bertemu orang tua, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi. Semoga program ini dapat meringankan beban masyarakat serta membawa kebahagiaan bagi panjenengan semua,” ujar Wabup Bellinda melalui siaran tertulisnya.

Baca juga: Antusias, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

Mudik Gratis dengan tagline “Mudik Gampang Balik Tenang” tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 35 pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, serta sejumlah pihak swasta. Melalui sinergi ini, pemerintah berupaya memfasilitasi masyarakat perantauan agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman tanpa terbebani biaya perjalanan.

Sebagian besar penerima manfaat program ini merupakan masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di sektor informal di wilayah Jabodetabek. Mereka antara lain bekerja sebagai tukang bakso, pengemudi ojek online (ojol), pedagang warteg, asisten rumah tangga, hingga sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas). Program mudik gratis ini diharapkan dapat membantu mereka pulang kampung dengan lebih mudah dan aman.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa program mudik gratis tahun ini melibatkan ratusan armada bus yang diberangkatkan secara serentak dari Jakarta.

“Sebanyak 325 armada bus kita siapkan hari ini dan mampu mengangkut 16.186 warga yang mudik ke Jawa Tengah. Tidak hanya dari Jakarta, hari ini juga akan dilepas oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Bandung, dan besok kita juga akan memberangkatkan peserta mudik gratis menggunakan kereta api,” jelasnya.

Dengan adanya program mudik gratis ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, dan tertib. Selain memudahkan perjalanan para perantau, program ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi keluarga serta menambah kebahagiaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Menilik Jembatan Menawan Kudus yang Dibangun Hanya dengan Waktu 2 Pekan

0
Jembatan Menawan yang baru selesai diperabaikan dan diresmikan oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris pada Senin (16/3/2026). Foto: Rabu Sipan,

BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan penghubung Desa Menawan dengan Dukuh Lundrak, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang sempat ambrol akibat banjir bandang kini kembali bisa dilalui. Jembatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Senin (16/3/2026).

Peresmian jembatan ditandai dengan prosesi penyiraman air dari sendang keramat. Prosesi tersebut menjadi simbol kembalinya aktivitas masyarakat di jalur penghubung antarwilayah tersebut.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jembatan itu rusak cukup parah setelah diterjang banjir bandang pada Januari lalu. Tingkat kerusakan bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen.

“Kerusakan tersebut sempat membuat akses warga terputus dan mengganggu mobilitas masyarakat. Pemerintah daerah kemudian bergerak cepat melakukan perbaikan bersama sejumlah pihak,” ujar Bupati Sam’ani.

Perbaikan jembatan, kata dia, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, TNI, Polri serta pemerintah desa setempat. Berkat kerja sama tersebut, pembangunan kembali jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan.

Baca juga : Pembangunan Jembatan Menawan Kudus Dikebut, Ditarget Rampung H-4 Lebaran

“Alhamdulillah bisa selesai cepat karena kerja sama semua pihak,” sebut Sam’ani.

Ia mengaku sempat ada kekhawatiran dari pemerintah desa karena kerusakan jembatan cukup parah. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Konstruksinya menggunakan beton yang diperkuat rangka baja agar lebih kokoh.

Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat sekitar. Jalur ini menjadi akses penghubung beberapa desa serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.

“Selain itu, banyak pelajar yang setiap hari melewati jembatan tersebut untuk menuju sekolah. Sebab sebagian besar sekolah berada di wilayah seberang desa,” sebutnya.

Pemerintah daerah memastikan konstruksi jembatan masih dalam kondisi aman untuk dilalui. Jika nantinya terjadi lendutan kecil, perbaikan lanjutan akan segera dilakukan.

“Pembangunan kembali jembatan ini menggunakan anggaran pemeliharaan rutin yang dikelola Dinas PUPR Kudus. Semoga dengan kembalinya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar,” harapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -